Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. x No. x (Mx. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Mahaleta Kabupaten Maluku Barat Daya Provinsi Maluku 1,2,3 Rivel Radja Lede. Beni Hari Susanto. Tiwi Yuniastuti3. S1 Kesehatan Lingkungan. STIKES Wudyagama Husada Malang Corespondensi: benyharisusanto1226@widyagamahusada. ABSTRAK Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis pada 1. 000 hari pertama kehidupan (HPK). Kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting di wiliyah kerja UPTD Puskesmas Mahaleta. Desain penelitian ini analitik observasional dan wawancara dengan pengumpulan data kuantitatif melalui pendekatan case control. Jumlah sampel pada penelitian ini sampel kasus sebanyak 37 ibu balita yang berat badan tidak normal, dan sampel control sebanyak 37 ibu balita yang berat badan normal. Berdasarkan hasil penelitian uji Chi-Square menunjukan ada hubungan antara sarana air bersih dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,. Ada hubungan antara kondisi jamban dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,. Ada hubungan antara kondisi saluran pembuangan air limbah dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,. Ada hubungan antara kondisi sarana pembuangan sampah dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,. Ada hubunga antara kondisi tempat fasilitas cuci tangan dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,. Ada hubungan standar kualitas air bersih yang dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,. Ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,. Ada hubungan antara pendidikan ibu dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,. Ada hubungan status pekerjaan ibu dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang nutrisi dengan kejadian stunting pada bayi balita (P-value 0,. Kata kunci : Karakteristik Ibu. Kejadian Stunting. Sanitasi Lingkungan ABSTRAK Stunting is a condition of growth failure in toddlers due to chronic nutritional deficiencies during the first 1,000 days of life (HPK). Growth failure in toddlers is caused by prolonged lack of nutrient intake and repeated infections. This study aims to analyze the relationship between environmental sanitation and the incidence of stunting in the working area of the Mahaleta Health Center. This research design is observational analytical and involves interviews with the collection of quantitative data through a case-control approach. The number of samples in this study consists of 37 case samples of mothers with underweight toddlers, and 37 control samples of mothers with normal weight toddlers. Based on the results, the Chi-Square test shows a relationship between clean water facilities and the incidence of stunting in toddlers (P-value 0. There is a relationship between toilet conditions and the incidence of stunting in toddlers (P-value 0. There is a relationship between the conditions of wastewater drainage There is a relationship between garbage disposal conditions and stunting incidence in toddlers (P-value 0. There is a relationship between hand washing facility conditions and stunting incidence in toddlers (P-value 0. There is a relationship Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. x No. x (Mx. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 between drinking water quality standards and stunting incidence in toddlers (P-value 0. There is a relationship between maternal age and stunting incidence in toddlers (P-value 0. There is a relationship between maternal education and stunting incidence in toddlers (P-value 0. There is a relationship between maternal employment status and stunting incidence in toddlers (P-value 0. There is a relationship between maternal knowledge level about nutrition and stunting incidence in toddlers (P-value 0. Keywords: Environmental Sanitation. Stunting Incidence. Maternal Characteristics. Keywords: Environmental Sanitation. Stunting Incidence. Maternal Characteristics. PENDAHULUAN Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 26,1%. (SKI, 2. Kabupaten Maluku Barat Stunting . nak pende. adalah anak yang tinggi Daya pada tahun 2022 prevalensi stunting tercatat badannya pada umur tertentu lebih rendah dari standar sebesar 25,7%, pada tahun 2023 angka prevalensi WHO yang telah disepakati menjadi patokan yang stunting naik mencapai 29,9%, pada tahun 2024 angka berlaku universal. Kondisi gagal tumbuh pada anak prevalensi stunting di Kabupaten Maluku Barat Daya balita disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam turun menjadi 19,8%. Data Dinas Kesehatan Maluku waktu lama serta terjadinya infeksi berulang, kedua Barat Daya . menyatakan bahwa dari tiga puluh faktor penyebab ini dipengaruhi oleh pola asuh yang dua puskesmas jumlah kasus stunting tertinggi adalah tidak memadai terutama dalam 1. 000 hari pertama Puskesmas Mahaleta dengan angka kasus stunting pada kehidupan (Survei Kesehatan Indonesia, 2. Stunting tahun 2022 sebanyak 27 kasus, tahun 2023 sebanyak 30 disebabkan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang- kasus, dan tahun 2024 naik menjadi 38 kasus stunting ulang selama masa 1. 000 hari pertama kehidupan (HPK) dari total populasi 281 bayi balita. (Siswati, 2. Sanitasi pada dasarnya adalah usaha kesehatan Berdasarkan data World Health Organization (WHO), secara global prevalensi stunting mencapai 22,3% pada tahun 2022. Angka ini masih tergolong tinggi karena berada diantara 20 hingga kurang dari 30 Stunting menjadi masalah global yang serius diseluruh dunia. Menurut WHO stunting adalah salah satu target sustainable development goals (SDGSAo. Dimana Stunting Indonesia menunjukan bahwa Indonesia memiliki angka stunting yang relatif tinggi berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 angka kejadian stunting pada anak kecil yaitu 21,6% menurun jika dibandingkan dengan tahun 2021 yaitu sebesar 24,4% (Nurmayanti. dkk, 2. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 prevalensi stunting di Provinsi Maluku naik mencapai 28,4% jika dibandingakan dengan tahun 2022 masyarakat yang menitikberatkan pada pengawasan teknik terhadap berbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi atau mungkin mempengaruhi derajat kesehatan manusia (Yolanda & dkk, 2. Sanitasi Lingkungan adalah status kesehatan suatu lingkungan yang mencakup kondisi lingkungan perumahan, pembuangan sampah, penyediaan air bersih (Paendong, 2. Edukasi mengenai praktik hygiene yang baik dilakukan lewat kegiatan pemicuan sanitasi total berbasis Masyarakat (STBM) agar mencegah infeksi yang dapat mengganggu penyerapan nutrisi. Faktor sanitasi lingkungan yang tidak layak mempunyai hubungan signifikan dengan stunting, sehingga anak dengan kondisi sanitasi lingkungan yang tidak layak mempunyai risiko 5,0 kali lebih besar mengalami stunting (Nisa & dkk, 2. Sanitasi Lingkungan berpengaruh terhadap derajat kesehatan manusia. Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. x No. x (Mx. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 dimana sanitasi lingkungan ini terdiri dari ketersediaan bersih dengan kejadian stunting di wilayah kerja UPT air bersih, ketersediaan jamban, ketersediaan saluran Puskesmas Candipuro Lampung Selatan Tahun 2021 pembuangan air limbah (SPAL), ketersediaan sarana dengan hasil uji statistic p-value = 0,005, ada hubungan tempat pembuangan sampah, dan ketersediaan sarana kondisi sarana pembuangan sampah dengan kejadian tempat cuci tangan. Salah satu faktor yang menghambat stunting dengan hasil uji statistic p-value = 0,026, ada pertumbuhan anak adalah rendahnya akses terhadap hubungan antara kondisi saluran pembuangan limbah pelayanan termasuk sanitasi dan air bersih (Safira, (SPAL) dengan kejadian stunting dengan hasil uji Dampak lain yang ditimbulkan dari sanitasi statistic p-value = 0,006. Hasil penelitian (Arrizky, lingkungan yang buruk yaitu terjadi beberapa penyakit 2. , menyatakan bahwa adanya hubungan antara menular dimana sanitasi yang buruk dapat juga memicu kondisi tempat cuci tangan dengan kejadian stunting kerusakan dinding usus akibat paparan bakteri sehingga dengan hasil uji statistic p-value = 0,001. Hasil dapat mengganggu penyerapan zat gizi makanan, penelitian (Mariana, 2. menyatakan bahwa ada bakteri ini biasanya menimbulkan penyakit kecacingan, hubungan antara kondisi jamban dengan kejadian suatu infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang yang stunting dengan uji statistic p-value = 0,006. (Marliyati, 2. Air bersih adalah unsur kunci dalam menjaga Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui adanya hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting di wiliyah kerja UPTD Puskesmas Mahaleta. kesehatan dan penyebab penyakit. Akses yang buruk terhadap air bersih dapat meningkatkan risiko penyakit METODE infeksi yang dapat menghambat pertumbuhan anak. Kurangnya kebersihan dari air yang digunakan dalam Jenis sehari-hari menyebabkan terjadinya penyakit infeksi kuantitatif dengan pendekatan Case Control yaitu seperti diare dan kecacingan, sehingga balita akan membandingkan kelompok kasus . ang mengalami efek mengalami gangguan penyerapan nutrisi pada proses atau penyakit tertent. dengan kelompok kontrol . anpa pencernaan yang mengakibatkan berat badan balita akan efek/penyaki. untuk meneliti faktor risiko yang turun (Kemenkes, 2. Sumber air minum tidak mungkin berperan dalam terjadinya efek tersebut, terlepas dari kualitas fisik dan biologi air minum. menurut beberapa sumber (Notoadmojo, 2. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu Indonesia tahun 2014 tentang sanitasi total berbasis balita sebanyak 281 balita di wilayah kerja UPTD masyarakat, air minum yang aman bagi kesehatan Puskesmas Mahaleta. apabila memenuhi persyaratan fisika, mikrobiologi. Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh, kimiawi dan radioaktif. Parameter yang digunakan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 37 ibu untuk melihat kualitas fisik dan bilogi air yang baik Karena, jenis penelitian case control maka sampel yaitu tidak keruh, tidak berasa, tidak berbau dan tidak ditambah kontrol . bu balita tidak terkonfirmasi berwarna, e_Coli dan coliform harus nol (Hasana, stuntin. sebanyak 37 ibu balita. Sampel kontrol Handayani, & Wilti, 2. Hasil penelitian (Mayasari, ditentukan sesuai dengan banyaknya kejadian sampel 2. menyatakan bahwa ada hubungan sarana air Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. x No. x (Mx. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 Sehingga, total keseluruhan sampel sebanyak 74 Tabel 5. 2 Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan air bersih ibu balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Mahaleta. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu. Teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Ini berarti peneliti memilih sampel yang dianggap relevan atau sesuai dengan tujuan penelitian, bukan berdasarkan menggunkan rumus berdasarkan OR/RR (Masturoh & Anggita, 2. Berdasarkan responden berdasarkan sarana air bersih diperoleh total sebanyak 74 sarana air bersih. Kategori memenuhi syarat 33 responden dengan persentase sebesar 45%, kategori tidak memenuhi syarat 41 responden dengan persentase sebesar 55%. Sehingga, dapat diketahui bahwa distribusi frekuensi sarana air bersih responden Instrumen adalah alat-alat yang digunakan pengumpulan data. Instrumen penelitian ini dapat tertinggi yaitu pada kategori tidak memenuhi syarat sebanyak 41 responden dengan persentase 55%. berupa formular observasi dan formulir wawancara Tabel 5. 7 Distribusi Frekuensi Responden yang berkaitan dengan pencatatan data dan sebagainya Berdasarkan Kualitas Air Bersih (Biolog. (Notoadmodjo, 2. Pada penelitian ini peneliti menggunakan lembar observasi untk melihat kondisi Kualitas Air Bersih . (%) sanitasi responden. Instrumen yang kedua dalam Positif E-Coli penelitian ini adalah menggunakan wawancara yang Negatif E-Coli Total responden, serta kamera untuk dokumentasi alat ukur yang digunakan. Berdasarkan Analisis yang diggunakan dalam penelitian ini responden berdasarkan kualitas air bersih diperoleh total adalaha Analisis univariat dan analisis bivariat yang sebanyak 74 kualitas air bersih. Kategori negatif E-Coli Sarana Air Bersih . (%) 63 responden dengan persentase sebesar 85%, kategori Memenuhi Syarat positif E-Coli 11 responden dengan persentase sebesar Tidak Memenuhi Syarat Total Sehingga, dapat diketahui bahwa distribusi frekuensi sarana fasilitas tempat cuci tangan responden mana analisis univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian yang disajikan dalam bentuk persentase dari tertinggi yaitu pada kategori Kategori negatif E-Coli sebanyak 63 responden dengan persentase 85%. kategori 15 -19 tahun sebanyak 37 responden dengan persentase 50%. masing-masing variabel sedangkan analisis bivariat digunakan untuk melihat hubungan dari masing-masing variabel baik itu variabel dependen maupun independen. HASIL Tabel 5. 11 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Ibu Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. x No. x (Mx. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 Tingkat Pengetahuan Ibu . (%) banyak pada kelompok kasus . %) daripada Kurang kelompok kontrol . %). Hasil uji Chi Square Cukup menunjukan ada hubungan bermakna antara kondisi Baik saran air bersih dengan kejadian stunting pada bayi Total balita (P Ae Value 0,. Berdasarkan tabel 5. 11 distribusi frekuensi Tabel 5. 17 Hubungan Kualitas Air Bersih Dengan Kejadian Stunting Kejadian Stunting responden berdasarkan tingkat pengetahuan diperoleh Kualitas Air Bersih total sebanyak 74 responden. Kategori pengetahuan kurang 37 responden dengan persentase sebesar 50%. Kejadian Stunting SAB Memenuhi Tidak Total Kontrol Kasus (%) (%) Kontrol Kasus (%) (%) Negatif E-Coli Positif E-Coli Total Tabel memiliki sarana air bersih yang positif E-Coli lebih banyak pada kelompok berat badan tidak normal . %) kategori pengetahuan cukup 2 responden dengan daripada kelompok yang berat badan normal . %). Hasil uji Chi Square menunjukan ada hubungan bermakna antara sarana air bersih yang positif E-Coli dengan persentase sebesar 3% dan kategori pengetahuan baik 35 responden dengan persentase 547%. Sehingga, dapat kejadian stunting pada bayi balita (P Ae Value 0,. Tabel 5. 21 Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu diketahui bahwa distribusi frekuensi berdasarkan tingkat Dengan Kejadian Stunting pengetahuan responden tertinggi yaitu pada kategori pengetahuan kurang sebanyak 37 responden dengan Kejadian Stunting persentase 50%. Tabel 5. 12 Hubungan Antara Kondisi Sarana Air Bersih Dengan Kejadian Stunting Tabel 5. 12 menunjukan responden yang memiliki sarana air bersih yang tidak memenuhi syarat lebih Tingkat Pengetahuan Ibu Kontrol Kasus (%) (%) Kurang Cukup Baik Total Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. x No. x (Mx. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 bersih untuk mencegah kejadian stunting pada bayi Tabel 5. 21 menunjukan responden yang tingkat pengetahuan kurang lebih banyak pada kelompok kasus Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang . %) daripada kelompok kontrol . %). Hasil uji Chi dilakukan oleh (Septi, 2. , menunjukan bahwa Square menunjukan ada hubungan bermakna antara terdapat hubungan yang signifikan antara sarana air Tingkat penegetahuan ibu yang kurang dengan kejadian bersih dengan kejadian stunting. stunting pada bayi balita (P Ae Value 0,. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa responden yang mempunyai sarana air bersih yang tidak memnuhi PEMBAHASAN Hubungan Antara Sarana Air Bersih Dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Mahaleta syarat memiliki peluang mengalami stunting 2,705 lebih besar dibandingkan dengan sarana air bersih yang memenuhi Dari penelitian ini, terdapat 74 responden yang terbagi menjadi dua yaitu kelompok kasus dan kelompok kontrol. Hasil penelitian tentang sarana air Hubungan Kualitas Air Bersih Dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Mahaleta bersih pada kelompok kasus terdapat 37 . %) responden tidak memenuhi syarat dan terdapat 0 . %) Dari penelitian ini, terdapat 74 responden yang responden memenuhi syarat. Sedangkan pada kelompok terbagi menjadi dua yaitu kelompok kasus dan kontrol terdapat 4 . %) responden yang tidak kelompok kontrol. Hasil penelitian tentang kualitas air memenuhi syarat dan terdapat 33 . %) responden bersih pada kelompok kasus terdapat 11 . %) memenuhi syarat. Berdasarkan penelitian kondisi sarana responden yang sarana air bersih positif E-Coli dan air bersih dengan kejadian stunting pada bayi balita di terdapat 26 . %) responden yang sarana air bersih wilayah kerja UPTD Puskesmas Mahaleta menunjukan negative E-Coli. Sedangkan pada kelompok kontrol nilai signifikan 0,000, yang artinya ada hubungan antara terdapat 0 . %) responden yang sarana air bersih positif kondisi sarana air bersih dengan kejadian stunting pada E-Coli dan terdapat 37 . %) responden yang sarana bayi balita. air bersih negatif E-Coli. Berdasarkan penelitian Dapat disimpulkan bahwa responden di wilayah kualitas air bersih dengan kejadian stunting pada bayi kerja UPTD Puskesmas Mahaleta dalam aspek kondisi balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Mahaleta sanitasi sarana air bersih masih banyak yang tidak menunjukan nilai signifikan 0,000, yang artinya ada memenuhi syarat. Dalam PERMENKES No 32 Tahun hubungan antara kualitas air bersih dengan kejadian 2017 mengatakan bahwa yang dimaksud dengan air stunting pada bayi balita. Oleh karena itu, penting untuk adalah standar baku mutu kesehatan lingkungan untuk meningkatkan kualitas air bersih untuk mencegah media air dalam keperluan hygiene sanitasi meliputi kejadian stunting pada bayi balita. parameter fisik,bilogi dan kimia yang dapat berupa Dapat disimpulkan bahwa responden yang kualitas parameter wajib dan parametertambahan. Oleh karena air bersihnya terdapat baketeri E-Coli pada kelompok itu, penting untuk meningkatkan kualitas sarana air kasus lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Masih banyak sarana air bersih yang tidak memenuhi syarat Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. x No. x (Mx. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 dan sangat dekat dekat dengan sumber pencemar seperti hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada bayi balita. sembarangan seperti pempres bayi yang tidak di cuci Dapat disimpulkan bahwa karakteristik ibu bayi sebelum di buang ke tempat sampah, genangan air yang balita pada peneltian ini dengan tingkat pengetahuan ada disekitar sara air bersih sehingga memungkinkan kurang ada hubungan yang signifikan dengan kejadian adanya kontaminasi bakteri E-Coli. Sumber air minum stunting diwilayah kerja UPTD Puskesmas Mahaleta. tidak terlepas dari kualitas mikrobiologi air minum. Kurangnya pengetahuan ibu tentang nutrisi di wilayah Berdasrkan PERMENKES No 492/MENKES/IV/2010 kerja UPTD Puskesmas Mahaleta dikarenakan masih tentang persyaratan kualitas air minum yang aman bagi tingkat pendidikan yang masih rendah berpengaruh Parameter yang digunakan untuk melihat terhadap pengetahuan ibu sehingga pengetahuan ibu kualitas biologiair yaitu E-Coli dan Coliform dengan tentang nutrisi masih kurang. Pengetahuan adalah segala syarat total E-Coli haru 0. hal yang diketahui oleh manusia atau responden Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Mayasari, mengenai sehat dan sakit, mislnya kejadian stunting 2. , dalam penelitiannya menyatakan bahwa ada meliputi penyebab, ciri-ciri, dampak, cara pencegahan hubungan yang signifikan antara kualitas air bersih stunting status gizi, sanitasi dan lainnya. Oleh karena itu, dengan kejadian stunting di wilayah kerja UPT Pueskesmas Candipuro Lampung Selatan Tahun 2021 yangkurang maka asupan makanan yang akan diberikan dengan hasil uji statistik p-value 0,005. mempengaruhi status balita tersebut (Ni Putu M. , dkk. Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Mahaleta Bahrum et al. , 2. Peneltian ini sejalan dengan peneltian Ni Putu M. , . Dalam penelitiannya menyatakan bahwa ada Dari penelitian ini, terdapat 74 responden yang terbagi menjadi dua yaitu kelompok kasus dan kelompok kontrol. Hasil penelitian tentang tingkat pengetahuan ibu pada kelompok kasus terdapat 37 . %) responden dengan tingkat pengetahuan kurang, terdapat 0 . %) responden dengan tingkat pengetahuan kurang dan terdapat 0 . %) tingkat pengetahuan baik. Sedangkan pada kelompok kontrol terdapat 0 . %) hubungan Pengetahuan Ibu tentang Gizi Menurunkan Resiko Stunting pada Balita di Kabupaten GianyarAy berdasarkan hasil uji statistik dengan uji chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan kejadian stunting pada balita dengan p value 0. 007 < 0. 05, dimana pengetahuan ibu tentang gizi mampu menurunkan risiko stunting pada balita. responden dengan tingkat pengetahuan kurang, terdapat 2 . %) responden dengan tingkat pengetahuan cukup, dan terdapat 35 . %) responden dengan tingkat pengetahuan baik. Berdasarkan penelitian tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada bayi balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Mahaleta menunjukan nilai signifikan 0,000, yang artinya ada KESIMPULAN Berdasarkan penelitian pada variabel kondisi sarana air bersih perhitungan OR (Odss Rati. menunjukan responden yang tidak memenuhi syarat 10,250 kali untuk mengalami kejadian stunting dibandingkan responden yang memiliki sarana air bersih Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. x No. x (Mx. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 yang memenuhi syarat. Dapat disimpulkan bahwa responden di wilayah kerja UPTD Puskesmas Mahaleta dalam aspek kondisi sanitasi sarana air bersih masih SARAN Berdasarakan Diharapkan bagi masyarakat untuk meningkatkan akses banyak yang tidak memenuhi syarat. Berdasarkan penelitian kualitas air bersih secara biologi perhitungan OR (Odss Rati. menunjukan responden sarana air bersih yang Positif E-Coli 12,921 kali untuk mengalami kejadian stunting dibandingkan responden yang memiliki sarana air bersih yang negative E-Coli. Dapat disimpulkan bahwa responden yang kualitas air bersihnya terdapat baketeri E-Coli pada kelompok kasus lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Masih banyak sarana air bersih yang tidak memenuhi syarat dan sangat dekat dekat dengan sumber pencemar seperti kandang ternak dan sampah yang di buang sembarangan seperti pempres bayi yang tidak di cuci sebelum di buang ke tempat sampah, genangan air yang ada disekitar sara air bersih sehingga memungkinkan air bersih, membangun jamban sehat dan mengelolal sampah dengan baik. Diharapkan bagi instans kesehatan (Puskesma. untuk melakukan pengembangan program pencegahan stunting, melakukan pengawasan terhadap tumbuh kembang anak, kerja sama dengan kader kesehatan dan melakukan pengembangan sistem, serta mengupayakan masyarakat memiliki sanitasi lingkungan yang baik. Bagi dijadikan referensi dan sumber informasi bagi peneliti selanjutnya mengenai penelitian hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting serta dapat menjadi pertimbangan dalam penelitian selanjutnya mengenai kejadian stunting. adanya kontaminasi bakteri E-Coli. Berdasarkan tingkat pengetahuan ibu tentang nutrisi perhitungan OR (Odss Rati. menunjukan DAFTAR PUSTAKA