Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 e-mail: pahlawanjurnal@gmail. com | P-ISSN: 2338-0853 | E-ISSN: 2685-9920 Hal. 290-295 | DOI: https://doi. org/10. 57216/pah. DARI KEUNTUNGAN MENUJU KEBERKAHAN: PENDEKATAN ULANG STUDI KELAYAKAN BISNIS DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Juniar Rahmawati1* & Nur Islamiati2 *1&2 Fakultas ekonomi dan bisnis islam. UIN Raden Fatah Palembang *Koresponden e-mail: Juniarrahmawati23@gmail. Submit Tgl: 18-Mei-2025 Diterima Tgl: 02-Sept. Diterbitkan Tgl: 01-Oktober-2025 Abstract: Conventional business feasibility studies typically emphasize financial profitability, operational efficiency, and business sustainability. However, within the framework of Islamic economics, the success of a business is not solely determined by material gains but also by the attainment of barakah . , which reflects spiritual, ethical, and social values. This article aims to reframe the business feasibility approach by integrating Islamic principlesAiparticularly maqashid shariahAias the evaluative Using a qualitative descriptive method, this study highlights the limitations of conventional models and the importance of incorporating Islamic values into the feasibility assessment process. The findings indicate that factors such as the halal nature of business activities, equitable benefit distribution, and socio-economic impact are essential components in assessing the feasibility of an Islamic business. Therefore, business evaluation from an Islamic perspective should prioritize the pursuit of barakah alongside financial Keywords: Feasibility Study. Islamic Business. Barakah. Maqashid Shariah. Business Evaluation Abstrak: Pendekatan studi kelayakan bisnis secara konvensional umumnya berfokus pada aspek keuntungan finansial, efisiensi operasional, dan kelangsungan usaha. Namun, dalam kerangka ekonomi Islam, tolok ukur keberhasilan bisnis mencakup dimensi spiritual dan sosial, yang terwujud dalam konsep keberkahan. Artikel ini bertujuan untuk menyusun ulang pendekatan studi kelayakan bisnis dengan mengadopsi prinsip-prinsip syariah, khususnya nilai-nilai maqashid syariah, sebagai dasar penilaian. Dengan metode deskriptif kualitatif, kajian ini menyoroti keterbatasan model konvensional dan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam proses evaluasi kelayakan usaha. Temuan menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti kehalalan aktivitas usaha, pemerataan manfaat, dan dampak sosial-ekonomi menjadi komponen penting dalam kelayakan bisnis Islami. Oleh karena itu, evaluasi bisnis dalam perspektif Islam harus mengarah pada pencapaian keberkahan, bukan sekadar keuntungan Kata Kunci: Studi Kelayakan. Bisnis Islami. Keberkahan. Maqashid Syariah. Evaluasi Usaha Lisensi CC-BY | https://ojs. id/index. php/pahlawan Cara mengutip Rahmawati. , & Islamiati. Dari Keuntungan Menuju Keberkahan: Pendekatan Ulang Studi Kelayakan Bisnis dalam Perspektif Ekonomi Islam. Pahlawan Jurnal Pendidikan-SosialBudaya, 21. , 290Ae295. https://doi. org/10. 57216/pah. Rahmawati dan Islamiati. Dari Keuntungan Menuju A Copyright A 2025: Juniar Rahmawati & Nur Islamiati PENDAHULUAN Studi kelayakan bisnis merupakan tahapan krusial dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan untuk memulai suatu usaha. Secara umum, studi ini menilai berbagai aspek seperti pasar, teknis, hukum, manajerial, dan keuangan untuk memastikan bahwa bisnis tersebut mampu memberikan keuntungan secara berkelanjutan. Namun, pendekatan konvensional ini sebagian besar menitikberatkan pada rasionalitas ekonomi semata, dengan mengesampingkan dimensi moral, spiritual, dan sosial yang sangat penting dalam kerangka ekonomi Islam. Dalam pandangan Islam, tujuan utama bisnis bukan hanya untuk mencapai profit . , melainkan juga barakahAiyakni keberkahan yang meliputi kehalalan proses, keadilan distribusi, serta manfaat yang luas bagi masyarakat dan lingkungan. Prinsip-prinsip seperti kejujuran, tanggung jawab sosial, dan keberpihakan pada keadilan menjadi landasan utama dalam praktik bisnis yang sesuai dengan syariah. Kebutuhan akan pendekatan baru dalam studi kelayakan bisnis semakin relevan seiring tumbuhnya kesadaran masyarakat Muslim terhadap pentingnya nilai-nilai Islam dalam aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, integrasi antara parameter kelayakan bisnis dengan nilai-nilai maqashid syariah . ujuan-tujuan utama syaria. menjadi penting untuk menghasilkan model evaluasi usaha yang tidak hanya layak secara teknis dan finansial, tetapi juga sahih secara etis dan spiritual. Tulisan ini bertujuan untuk menyajikan suatu pendekatan ulang terhadap studi kelayakan bisnis dalam konteks ekonomi Islam, dengan menyoroti perlunya indikatorindikator tambahan yang mencerminkan semangat syariah. Harapannya, model ini dapat menjadi rujukan dalam mengembangkan bisnis yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga membawa kemaslahatan dan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan basis kualitatif yang diperkaya oleh data kuantitatif eksploratif, untuk memperoleh pemahaman menyeluruh terkait penerapan prinsip Maqashid Syariah dan konsep barakah dalam studi kelayakan bisnis berbasis Islam. Pendekatan ini dianggap paling relevan karena topik yang diteliti tidak hanya menyangkut aspek ekonomi yang terukur, seperti keuntungan dan efisiensi, tetapi juga nilai-nilai spiritual dan sosial yang lebih tepat digali melalui pendekatan Lokasi penelitian dipilih secara purposif pada sejumlah pelaku usaha syariah di kawasan Jabodetabek, meliputi koperasi Islam. UMKM berbasis halal, serta startup fintech yang menerapkan prinsip syariah dalam praktik bisnisnya. Data utama dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan para pemilik usaha, tim keuangan, dan Dewan Pengawas Syariah, ditambah observasi lapangan untuk menangkap pelaksanaan langsung prinsip-prinsip Islam dalam proses studi kelayakan. Data sekunder seperti dokumen bisnis, laporan keuangan, dan catatan internal perusahaan juga digunakan sebagai bahan pendukung, disandingkan dengan kajian literatur dari jurnal akademik dan buku teks. Teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulatif, yaitu dengan memverifikasi data dari berbagai sumber dan metode untuk meningkatkan akurasi dan keabsahan hasil. Rahmawati dan Islamiati. Dari Keuntungan Menuju A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 Dalam tahap analisis, peneliti menggunakan model analisis tematik dari Miles dan Huberman untuk menelusuri pola naratif dan nilai yang terkandung dalam data kualitatif, kemudian menggabungkannya dengan analisis deskriptif terhadap data kuantitatif, seperti estimasi laba, nilai NPV, dan IRR, yang telah disesuaikan dengan prinsip keuangan syariah, yaitu tanpa unsur riba, spekulasi, atau ketidakpastian. Untuk memperdalam hasil temuan, dibuat sebuah matriks yang mengaitkan antara komponen standar studi kelayakan . isalnya kelayakan pasar, teknis, finansial, dan huku. dengan tujuan utama Maqashid Syariah . eperti perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan hart. , serta tolok ukur keberkahan, seperti kebermanfaatan usaha, keberlangsungan dalam jangka panjang, dan kontribusi positif terhadap masyarakat. Validasi akhir dilakukan melalui triangulasi dan konsultasi dengan pakar ekonomi Islam, guna memastikan bahwa pendekatan dan hasil penelitian tidak hanya tepat secara ilmiah, tetapi juga sesuai dengan kerangka etis dan teologis Islam. HASIL DAN PEMBAHASAN Studi kelayakan bisnis dalam perspektif Islam memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan studi kelayakan konvensional. Dalam ekonomi Islam, sebuah usaha tidak hanya dinilai dari aspek finansial atau teknis, melainkan juga dari sejauh mana usaha tersebut mematuhi prinsip-prinsip syariah dan mampu mewujudkan nilainilai barakah atau keberkahan dalam praktik bisnisnya. Pendekatan ini menuntut integrasi antara logika ekonomi dan nilai-nilai keislaman, sehingga tidak hanya berorientasi pada laba, tetapi juga pada manfaat sosial, keadilan, serta keberlanjutan dalam jangka panjang. Pada aspek pasar dan pemasaran, pelaku usaha dituntut untuk memasarkan produk yang halal dan thayyib serta menerapkan etika bisnis Islam, seperti kejujuran dalam promosi, transparansi harga, dan menghindari penipuan atau informasi yang Produk yang sesuai dengan nilai syariah biasanya memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi di mata konsumen muslim. Dalam praktiknya, bisnis kuliner halal seperti usaha nasi uduk di Banda Aceh menunjukkan bahwa konsistensi dalam menjaga kehalalan dan keterbukaan informasi mampu meningkatkan loyalitas pelanggan serta memperluas pasar. Aspek teknis dan operasional dalam bisnis Islam mencakup efisiensi, keberlanjutan, serta bebas dari unsur-unsur yang dilarang secara syariah. Dalam konteks ini, sistem produksi, pemilihan alat, hingga distribusi barang harus sesuai dengan kaidah Contohnya adalah bisnis pertanian berbasis syariah di Tanggamus yang berhasil meningkatkan produktivitas dengan tetap menjaga prinsip-prinsip halal, seperti tidak menggunakan pupuk atau bahan yang mengandung zat najis, serta memperhatikan keseimbangan lingkungan. Sementara itu, aspek keuangan menjadi titik kritis dalam studi kelayakan bisnis Islam. Evaluasi dilakukan melalui indikator-indikator seperti Revenue Cost Ratio (R/C Rati. , proyeksi arus kas, dan estimasi labaAinamun semua dilakukan dengan memastikan bahwa transaksi terbebas dari riba, gharar . etidakpastian berlebiha. , dan maisir . pekulasi atau perjudia. Dalam studi kasus pembibitan sayuran, ditemukan bahwa R/C Ratio lebih dari satu menandakan usaha tersebut menguntungkan, namun karena berbasis keuangan syariah, keuntungan tersebut juga bersumber dari transaksi yang sah dan halal menurut hukum Islam. Rahmawati dan Islamiati. Dari Keuntungan Menuju A Copyright A 2025: Juniar Rahmawati & Nur Islamiati Pada aspek manajemen dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM), pelaku usaha syariah harus menerapkan prinsip-prinsip keadilan, musyawarah, dan tanggung jawab sosial. Kepemimpinan dalam bisnis tidak boleh bersifat otoriter, tetapi harus bersifat partisipatif dan menjunjung tinggi akhlak Islam. Dalam praktiknya, ini tampak pada kebijakan perusahaan yang memperhatikan kesejahteraan karyawan, menyediakan waktu untuk ibadah, serta memberikan pelatihan yang memperkuat kompetensi spiritual dan profesional karyawan. Kemudian, aspek legalitas dalam bisnis Islam meliputi kepatuhan terhadap regulasi negara serta hukum syariah. Legalitas formal seperti izin usaha. NPWP, dan izin lingkungan harus dilengkapi, namun di sisi lain, usaha juga harus bebas dari aktivitas yang bertentangan dengan hukum Islam, seperti menjual barang haram atau menjadikan riba sebagai dasar transaksi. Usaha sarang burung walet di Desa Tulung Selapan Ilir adalah salah satu contoh yang menunjukkan pentingnya legalitas yang terintegrasi dengan prinsip syariah untuk menciptakan usaha yang berkelanjutan dan dipercaya Lebih jauh lagi, aspek sosial dan lingkungan juga menjadi pertimbangan penting dalam studi kelayakan bisnis Islam. Prinsip tanggung jawab sosial dan pelestarian lingkungan merupakan bagian dari implementasi maqashid syariah. Usaha yang tidak memberi dampak negatif terhadap masyarakat sekitar dan lingkungan akan lebih mudah diterima dan bahkan didukung oleh komunitas. Kegiatan bisnis yang melibatkan masyarakat lokal, seperti membeli bahan baku dari petani sekitar atau memberikan pelatihan keterampilan, merupakan contoh nyata dari penerapan tanggung jawab sosial dalam Islam. Untuk memperjelas integrasi antara aspek-aspek kelayakan konvensional dan prinsip Islam, berikut ini disajikan tabel yang menunjukkan keterkaitan antara komponen studi kelayakan bisnis, prinsip syariah yang mendasari, serta indikator keberkahan yang dapat dicapai: Tabel 1. Integrasi Aspek Studi Kelayakan Bisnis dengan Prinsip Syariah dan Indikator Barakah Aspek Kelayakan Prinsip Syariah Terkait Indikator Barakah Pasar & Pemasaran Halal, jujur, tidak menipu Kepercayaan dan loyalitas konsumen Teknis & Operasional Efisiensi, bebas dari hal Keberlanjutan dan efisiensi jangka Keuangan Bebas riba, tranparansi. Laba yang halal, stabilitas keuangan Manajemen& SDM Keadilan, musyawarah. Kesejahteraan karyawan, etos kerja Islami Legalitas Kepatuhan hukum positif dan Syariah Reputasi, kepercayaan, dan kelangsungan usaha Sosial & Lingkungan Tanggung jawab sosial dan Hubungan harmonis dengan masyarakat dan alam Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa studi kelayakan bisnis Islam menuntut penilaian menyeluruh yang mencakup dimensi spiritual, sosial, teknis, dan Rahmawati dan Islamiati. Dari Keuntungan Menuju A https://ojs. id/index. php/pahlawan/ Jurnal Pahlawan | Vol. No. 2: Oktober Tahun 2025 Dengan memasukkan nilai-nilai maqashid syariah dan mengejar barakah, pelaku usaha diarahkan untuk membangun model bisnis yang tidak hanya sukses di dunia, tetapi juga bernilai ibadah dan bermanfaat luas bagi umat. Dengan demikian, paradigma studi kelayakan bisnis Islam harus dilihat sebagai pendekatan yang utuhAi menggabungkan akal rasional dengan nurani spiritual. SIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini memperlihatkan bahwa kajian kelayakan bisnis dalam kerangka ekonomi Islam memerlukan pendekatan yang menyeluruh, tidak hanya dari sisi ekonomi semata, tetapi juga harus memperhatikan dimensi etika, spiritual, dan sosial. Penilaian terhadap sebuah usaha tidak cukup hanya berlandaskan pada potensi keuntungan atau efisiensi manajemen, namun juga harus dilihat dari sejauh mana usaha tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, seperti kehalalan produk, keadilan dalam pengelolaan sumber daya, serta kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar. Dalam hal ini, keberkahan . menjadi indikator penting yang menunjukkan keberhasilan yang lebih luas dan mendalamAimelampaui sekadar keuntungan finansial. Hasil pembahasan menggarisbawahi bahwa aspek-aspek utama dalam studi kelayakanAitermasuk aspek pasar, operasional, keuangan, hukum, hingga sosialAidapat dihubungkan secara langsung dengan prinsip-prinsip maqashid syariah. Integrasi nilainilai Islam dalam proses penilaian kelayakan usaha tidak hanya menambah dimensi moral dan spiritual, tetapi juga menjadikan bisnis lebih kokoh secara sosial dan Hal ini mencerminkan bahwa studi kelayakan berbasis Islam menawarkan paradigma baru yang lebih adil dan komprehensif, serta mampu menjawab tantangan ekonomi modern tanpa melepaskan akar nilai-nilai keimanan. Dengan demikian, pendekatan studi kelayakan bisnis yang mengedepankan syariah bukan hanya sebagai alternatif, melainkan sebagai model yang mampu mengarahkan pengusaha menuju kesuksesan duniawi dan ukhrawi. Temuan dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi pijakan awal untuk pengembangan kerangka evaluasi bisnis syariah yang lebih aplikatif dan kontekstual dalam menghadapi dinamika bisnis masa DAFTAR RUJUKAN Abdullah. Etika Bisnis dalam Islam. Jakarta: Gema Insani Press. Algifari. , & Andrini. Maqashid Syariah dalam Pengembangan Ekonomi Islam (Analisis Komprehensif dan Implementas. Jurnal Sosial Ekonomi Syariah, 2. Antonio. Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani Press. Ascarya, & Yumanita. Perkembangan dan Prospek Perbankan Syariah di Indonesia. Jakarta: Bank Indonesia. Azhari. Analisis Kelayakan Bisnis Usaha Nasi Uduk Banda Aceh Ditinjau dari Ekonomi Islam [Skripsi. UIN Ar-Raniry Banda Ace. https://repository. id/id/eprint/20477 Rahmawati dan Islamiati. Dari Keuntungan Menuju A Copyright A 2025: Juniar Rahmawati & Nur Islamiati Chapra. The Future of Economics: An Islamic Perspective. Islamic Foundation. Dusuki. , & Bouheraoua. The Framework of Maqasid al-ShariAoah and Its Implications for Islamic Finance. Islamic Finance and Economics, 3. , 25Ae Hadi. Implementasi Maqoshid Syariah Sebagai Indikator Perusahaan Islami. Jurnal Studi Pemikiran Syariah. Hasan. Pokok-pokok Materi Ekonomi Islam. Jakarta: Kencana. Ismail. Pengantar Ekonomi Islam. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group. Karim. Ekonomi Mikro Islam. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Kasmir, & Jakfar. Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: Kencana Prenada Media. Miles. , & Huberman. Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook . nd ed. Thousand Oaks: Sage Publications. Nurhayati. Siti, dan Wasilah. Akuntansi Syariah di Indonesia. Jakarta: Salemba Empat. RifaAoi. Studi Kelayakan Bisnis dalam Perspektif Islam. Bandung: CV. Pustaka