Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang Iiz Rozudin. Wanta. Nandang. Email: mn16. iizrozudin@mhs. id1, wanta@ubpkarawang. nandang@ubpkarawang. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Buana Perjuangan Karawang Ringkasan Penelitian ini bertujuan untuk . mencari, mengetahui, menganalisis kondisi motivasi kerja pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang. mencari, mengetahui, menganalisis kondisi disiplin kerja pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang. mencari, mengetahui, menganalisis kondisi kinerja pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang. mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan disiplin kerja pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang. mengetahui pengaruh parsial motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang. mengetahui pengaruh parsial disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang. mengetahui pengaruh simultan motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan verifikatif. Jumlah populasi dalam penelitian ini 210 orang dan jumlah sampelnya berjumlah 138 orang. Teknik analisis data menggunakan Analisis korelasi, koefisien determinasi dan analisis jalur atau path analysis. Berdasarkan hasil analisis deskriptif kondisi motivasi kerja, disiplin kerja dan kinerja pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Karawang dalam keadaan baik. Berdasarkan hasil uji verifikatif terdapat hubungan yang cukup kuat dan positif antara motivasi dengan disiplin kerja pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang. Terdapat pengaruh parsial motivasi kerja terhadap kinerja pegawai baik secara langsung maupun tidak langsung sebesar 15,3%. Terdapat pengaruh parsial disiplin kerja terhadap kinerja pegawai baik secara langsung maupun tidak langsung sebesar 20,28%. Terdapat pengaruh simultan motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang sebesar 35,70%. Kata kunci: motivasi. disiplin kerja. kinerja pegawai Pendahuluan Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan komponen utama sumber daya manusia aparatur negara yang memiliki peranan yang sangat menentukan dalam keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Dinas Pertanian Kabupaten Karawang merupakan salah satu perangkat daerah yang memiliki kegiatan produksi holtikultura, peningkatan produksi dan produktivitas komoditas tanaman pangan, penyerapan tenaga kerja, pendapatan petani, permintaan masyarakat konsumen dan pengolahan hasil pertanian, perkebunan, semua kegiatan tersebut tidak lepas dari keberadaan dinas pertanian kabupaten karawang. Dalam rangka meningkatkan produksi, konsumsi dan pemasaran produk-produk pertanian pangan, dinas pertanian menekankan pada kualitas pegawai agar meningkatkan kinerja dan memberikan kepuasan terhadap atasan maupun pemerintah. Tujuan sebuah organisasi bisa dicapai apabila organisasi mampu menghasilkan kinerja pegawai yang baik dan berkualitas. Kinerja merupakan hasil kerja yang dicapai oleh seseorang atau isntitusi. Dalam mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan, pimpinan menjalankan tugas yang diberikan bersama dengan pegawainya. Keberhasilan pimpinan dalam menjalankan tugasnya akan dipengaruhi oleh kontribusi orang lain. Artinya kinerja pimpinan akan sangat dipengaruhi oleh kinerja pegawainya atau bawahannya. Tercapai atau tidaknya tujuan organisasi akan ditentukan oleh sejauh mana pemahaman dan penerimaan pegawai tentang tujuan organisasi. Tujuan organisasi disini merupakan suatu target yang hendak dicapai oleh organisasi untuk kurun waktu tertentu. Tujuan harus Kinerja pegawai dipengaruhi banyak faktor diantaranya: motivasi, disiplin kerja, budaya kerja, lingkungan kerja, pelatihan, kompensasi, kepemimpinan, kompetensi dsb. Untuk mencari faktor apa saja yang mempengaruhi dan paling bermasalah terhadap kinerja maka peneliti melakukan pra penelitian dimana variabel yang diteliti adalah motivasi dan disiplin kerja. Untuk mengetahui gambaran tentang kinerja pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, peneliti melakukan prapenelitian dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada pegawai sejumlah 20 responden dan melakukan wawancara dengan beberapa pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, berdasarkan temua dilapangan ditemukan dugaan beberapa permasalahan sebagai berikut: Permasalahan Kinerja Pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang tentang Kualitas pegawai masih belum optimal, hal ini masih ditemukan masih adanya pegawai yang tidak mencapai target yang ditentukan instansi. Data empirik kinerja pegawai paada Dinas Kabupaten Karawang adalah: Tabel 1. Hasil Kuesioner Pra-survey mengenai kinerja pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Karawang STS . TS . KS . S . SS . Total Skor Dimensi Skor Ideal F N F N F N F N Kualitas kerja 6 18 6 24 4 20 Kuantitas kerja 5 10 8 24 4 16 2 10 Produktivitas 7 21 6 24 3 15 Efektivitas 8 24 7 28 2 10 Kemandirian 9 27 5 20 4 20 Jumlah SS: Sangat Setuju S: Setuju KS: Kurang Setuju TS: Tidak Setuju STS: Sangat Tidak Setuju F: Frekuensi N: Frekuensi x Skor Jumlah Responden: 20 0rang Jumlah Pernyataan: 5 Skor Ideal: Skor tertinggi x Jumlah pernyataan x Jumlah responden Sumber: Hasil olah data 2020 Permasalahan Motivasi Pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten berdasarkan hasil kuesioner dan wawancara yaitu: Masih ada pegawai yang belum terpenuhi kebutuhan hidupnya sehingga mengakibatkan kurangnya motivasi dalam bekerja Masih ada pegawai yang masih kurang memiliki antusias yang tinggi untuk meningkatkan prestasi dalam bekerja. Masih ada pegawai yang merasa puas dengan jabatan yang sudah diraihnya sehingga kurang antusias untuk mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi. Data empirik motivasi pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang adalah: Tabel 2 Hasil Kuesioner Pra-survey mengenai motivasi kerja pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Karawang STS Total Skor Dimensi Skor Ideal F N F N F N F N F N Kebutuhan fisiologis - - 5 10 7 21 5 20 1 5 Kebutuhan akan rasa aman 4 8 7 21 5 20 3 15 Kebutuhan untuk merasa 4 8 6 18 6 24 4 20 Kebutuhan akan harga diri 2 4 9 27 7 28 2 10 Kebutuhan 1 1 3 6 6 18 5 20 5 25 mengaktualisasikan diri Jumlah SS: Sangat Setuju S: Setuju KS: Kurang Setuju TS: Tidak Setuju STS: Sangat Tidak Setuju F: Frekuensi N: Frekuensi x Skor Jumlah Responden: 20 0rang Jumlah Pernyataan: 5 Skor Ideal: Skor tertinggi x Jumlah pernyataan x Jumlah responden Sumber: Hasil olah data 2020 Permasalahan Disiplin Kerja tentang dari ketaatan seseorang terhadap aturan yang ada, melaksanakan tugas, menggunakan dan memelihara barang-barang dinas, bersikap dan bertingkah laku sopan. Data empirik kedisiplinan pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang adalah: Tabel 3. Hasil Kuesioner Pra-survey mengenai disiplin kerja pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Karawang TS . F N KS . S . F N SS . F N Total Skor Skor Ideal Jumlah SS: Sangat Setuju S: Setuju KS: Kurang Setuju TS: Tidak Setuju STS: Sangat Tidak Setuju F: Frekuensi N: Frekuensi x Skor Jumlah Responden: 20 0rang Jumlah Pernyataan: 4 Skor Ideal: Skor tertinggi x Jumlah pernyataan x Jumlah responden Dimensi Mentaati segala peraturan Melaksanakan tugas Menggunakan dan memelihara barangbarang dinas Bersikap dan bertingkahlaku sopan STS . Sumber: Hasil olah data 2020 Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas maka peneliti akan melakukan penelitian mengenai Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Karawang. Tinjauan Pustaka Motivasi Kerja Motivasi merupakan dorongan hasrat untuk bertindak dalam mencapai tujuan yang berasal dari kekuatan internal seseorang. Indikator Motivasi Kerja Abraham Maslow . alam Anwar Prabu, 2015:94-. mengemukakan hierarki kebutuhan adalah sebagai berikut: Kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan untuk makan, minum, perlindungan fisik, bernafas, seksual. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan tingkat terendah atau disebut pula sebagai kebutuhan yang paling dasar. Kebutuhan rasa aman, yaitu kebutuhan akan perlindungan dari ancaman, bahaya, pertentangan dan lingkungan hidup. Kebutuhan untuk merasa memiliki, yaitu kebutuhan untuk diterima oleh kelompok, berafiliasi, berinteraksi, dan kebutuhan untuk mencintai serta dicintai. Kebutuhan akan harga diri, yaitu kebutuhan untuk dihormati, dan dihargai oleh orang Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri, yaitu kebutuhan untuk menggunakan Kebutuhan mengemukakan ide-ide memberi penilaian dan kritik terhadap sesuatu. Disiplin Kerja Disiplin kerja adalah sebuah kesadaran dalam mematuhi dan mentaati peraturan yang berlaku dalam upaya memperkuat pedoman organisasi. Indikator Disiplin Kerja Malayu S. Hasibuan . Menyebutkan Indikator yang mempengaruhi tingkat kedisiplinan karyawan ssuatu organiasi, diantaranya: Tujuan dan kemampuan. Teladan pimpinan. Balas jasa. Keadilan. Waskat. Sanksi Hukuman. Ketegasan, dan Hubungan Kemanusiaan. Kinerja Pegawai Kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan organisasi Indikator Kinerja Menurut Robbins (Bintoro, 2017:. indikator untuk mengukur kinerja karyawan secara individu ada enam indikator, yaitu: Kualitas. kualitas kerja diukur dari persepsi karyawan terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan serta kesempurnaan tugas terhadap keterampilan dan kemampuan Kuantitas. merupakan jumlah yang dihasilkan dinyatakan dalam istilah seperti jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan. Ketepatan waktu. merupakkan tingkat aktivitas diselesaikan pada awal waktu yang dinyatakan, dilihat dari sudut koordinasidengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain. Efektivitas. merupakan tingkat penggunaan sumber daya organisasi . enaga, uang, teknologi, bahan bak. dimaksimalkan dengan maksud menaikan hasil dari setiap unit dalam penggunaan sumber daya. Kemandirian. merupakan tingkat seorang karyawan yang nantinya akan dapat menjalankan fungsi kerjanya komitmen kerja. Merupakan suatu tingkat dimana karyawan mempunyai komitmen kerja dengan isntansi dan tanggung jawab karyawan terhadap perusahaan dimana dia bekerja. Metodelogi Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif dan verifikatif. Menurut Syofian Siregar . bahwa metode deskriptif adalah prosedur pemecahan masalah pada metode ini dengan cara menggambarkan objek penelitian pada saat keadaan sekarang berdasarkan fakta-fakta sebagaimana adanya, kemudian dianalisis dan diinterpretasikan, bentuknya berupa survey dan studi perkembangan. Analisis verifikatif digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja Unit analisis dalam penelitian ini adalah Dinas Pertanian Kabupaten Karawang yang berada di Jl By Pass Tanjung Pura Desa Tanjung Mekar. Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah semua pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Karawang baik yang PNS maupun honorer sebanyak 210 orang. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik proportionale stratified random sampling dengan jumlah sambel sebanyak 138 orang. Hasil dan Pembahasan Karakteristik Responden Responden dalam penelitian ini adalah Pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang yang berjumlah 138 orang. Dimana terdapat lima karakteristik pegawai yaitu: jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, status pegawai, masa kerja. Jenis Kelamin Karakteristik responden dalam penelitian ini berdasarkan jenis kelamin, pria sebanyak 99 orang atau sebesar 71,7%, sedangkan responden dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 39 orang atau sebesar 28,3%. Pendidikan Terakhir Karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir, responden dengan pendidikan S1 sebanyak 62 orang atau sebesar 44,9%, responden dengan pendidikan SMA sebanyak 35 orang atau sebesar 25,4%, responden dengan pendidikan terakhir Diploma sebanyak 28 orang atau sebesar 20,3%, responden dengan pendidikan terakhir S2 sebanyak 10 orang atau sebesar 7,2% sedangkan responden dengan pendidikan terakhir SMP sebanyak 3 orang atau sebesar 2,2%. Status Pegawai Karakteristik responden berdasarkan status pegawai, responden dengan Status Pegawai Negeri Sipil sebanyak 119 orang atau 86,2%, responden dengan status Pegawai Honorer sebanyak 19 orang atau sebesar 13,8%. Usia Karakteristik responden berdasarkan usia, responden dengan usia Pegawai 26-45 tahun sebanyak 73 orang atau sebesar 52,9%, responden dengan usia Pegawai lebih dari 46 tahun sebanyak 44 orang atau sebesar 31,9%, responden dengan usia Pegawai 17 sampai dengan 25 tahun sebanyak 21 orang atau sebesar 15,2%. Masa Kerja Karakteristik responden berdasarkan masa kerja, responden dengan kerja 3-5 tahun sebanyak 51 orang atau sebesar 37,0%, responden dengan masa kerja >5 tahun sebanyak 49 otang atau adalah sebesar 35,5%, responden dengan masa kerja 13 tahun sebanyak 27 orang atau sebesar 19,6%, responden dengan masa kerja di bawah 1 tahun sebanyak 11 orang atau sebesar 8,%. Uji Validitas Berdasarkan hasil olah data uji statistik validitas dari setiap variabel memiliki nilai r hitung > r table. Hal ini dapat diartikan bahwa indikator yang digunakan dalam variabel motivasi, disiplin kerja dan kinerja dinyatakan valid untuk menjadi alat ukur Uji Reliabilitas Tabel 9 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Cronbach's Alpha N of Items Motivasi ,883 Disiplin Kerja ,900 Kinerja Pegawai ,886 Sumber: Data diolah Peneliti, 2020. Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Pada Tabel 9 menunjukkan bahwa seluruh pernyataan pada variabel di dalam penelitian dinyatakan reliabel karena memiliki nilai CronchbachAos Alpha > 0,60 dan dapat diolah lebih lanjut. Hasil Uji Normalitas Tabel 10 Hasil Uji Normalitas Nonparametic Kolmogorovsmirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Motivasi Disiplin_ Kinerja_ Kerja Pegawai Mean 61,3116 59,8261 56,6087 Normal Parameters Std. Deviation 7,22405 7,55120 8,90373 Absolute ,087 ,111 ,091 Positive ,087 ,062 ,091 Most Extreme Differences Negative -,050 -,111 -,054 Kolmogorov-Smirnov Z 1,016 1,300 1,065 Asymp. Sig. -taile. ,253 ,068 ,206 Test distribution is Normal. Calculated from data. Sumber: Data diolah Peneliti, 2020. Tabel 10 menunjukkan bahwa seluruh data kuesioner menunjukkan tingkat signifikansi atau nilai probabilitas di atas 0,05 . ,253. 0,068. dan 0,206 lebih besar dari 0,. , berdasarkan tabel di atas, menunjukkan nilai Kolmogorov-Smirnov untuk masing-masing varabel memiliki tingkat signifikan di atas 5% . Maka dinyatakan terdistribusi dengan normal. Analisis Deskriftif Kondisi Motivasi Kerja Pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang Kondisi Motivasi Kerja Pegawai pada Dinas Pertanian Kabuapten Karawang berdasarkan hasil tanggapan responden dari 15 item pertanyaan diperoleh total skor rekapitalsi tanggapan responden sebesar 8039, dimana nilai tersebut berada pada kriteria baik . 039 - 8. 694 = Bai. , artinya pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang secara keseluruhan memiliki motivasi yang baik. Kondisi Disiplin Kerja Pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang Kondisi disiplin Kerja Pegawai pada Dinas Pertanian Kabuapten Karawang berdasarkan hasil tanggapan responden dari 15 item pertanyaan diperoleh total skor rekapitulasi tanggapan responden adalah 7517, dimana nilai tersebut berada pada kriteria baik . 039 - 8. 694 = Bai. , ), artinya pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang secara keseluruhan memiliki disiplin yang baik. Kondisi Kinerja Pegawai (Y) pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang Kondisi knerja pegawai pada Dinas Pertanian Kabuapten Karawang berdasarkan hasil tanggapan responden dari 15 item pertanyaan diperoleh total skor tanggapan responden mengenai variabel kinerja pegawai adalah 7708, nilai tersebut berada pada kriteria baik . 039 - 8. 694 = Bai. , dimana nilai tersebut berada pada kriteria baik . 039 - 8. Bai. , ), artinya pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang secara keseluruhan memiliki kinerja yang baik. Analisis Verifikatif Koefisien Hubungan antara Motivasi Kerja dengan Disiplin Kerja Tabel 11 Korelasi antara Motivasi Kerja dengan Disiplin Kerja Correlations Motivasi Disiplin_Kerja Pearson Correlation ,449** Motivasi Sig. -taile. ,000 Pearson Correlation ,449** Disiplin_Kerja Sig. -taile. ,000 **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber: Data diolah Peneliti, 2020. Tabel 11 menunjukkan besarnya koefisien korelasi . antara motivasi kerja dan disiplin kerja sebesar 0,449. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara motivasi kerja dengan disiplin kerja cukup kuat dan positif . ,400 Ae 0,599 = Cukup Kua. Koefisien Jalur Pengaruh Parsial Motivasi Kerja (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) Tabel 12 Pengaruh Parsial Motivasi terhadap Kinerja Pegawai Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Sig. Coefficients Coefficients Std. Error Beta (Constan. 13,996 4,953 2,826 ,005 1 Motivasi ,349 ,085 ,315 4,080 ,000 Disiplin_Kerja ,396 ,079 ,385 4,986 ,000 Dependent Variable: Kinerja_Pegawai Sumber: Data diolah Peneliti, 2020. Tabel 12 meniunjukkan koefisien jalur pengaruh parsial motivasi kerja (X. terhadap kinerja pegawai (Y) adalah 0,315. Pengaruh parsial variabel motivasi kerja terhadap kinerja pegawai (Y) dapat digambarkan sebagai berikut: 0,315 Gambar 1 Pengaruh Parsial Motivasi Kerja (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) Adapun nilai koefisien determinasi/Coefficient Determined (CD) variabel motivasi kerja terhadap kinerja pegawai dapat dijelaskan sebagai berikut: CD = r2 x 100% CD = . 2 x 100% CD = 0,0992 x 100% CD = 9,92% Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi didapatkan nilai sebesar 9,92%, artinya bahwa variabel motivasi kerja mempengaruhi kinerja pegawai sebesar 9,92% sedangkan sisanya 90,08% . %-9,92%= 90. 08%) dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Faktor lain tersebut seperti lingkungan kerja, budaya organisasi, pendidikan dan pelatihan, dan lain-lain. Koefisien Jalur Pengaruh Parsial Disiplin Kerja (X. terhadap Variabel Kinerja Pegawai (Y) Tabel 12 meniunjukkan koefisien jalur pengaruh parsial untuk disiplin kerja (X. terhadap kinerja pegawai (Y) adalah 0,385. Pengaruh parsial variabel disiplin kerja terhadap kinerja pegawai (Y) dapat digambarkan sebagai berikut: 0,385 Gambar 2. Pengaruh Parsial Disiplin Kerja (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) Adapun nilai koefisien determinasi/Coefficient Determined (CD) variabel disiplin kerja terhadap kinerja pegawai dapat dijelaskan sebagai berikut: CD = r2 x 100% CD = . 2 x 100% CD = 0,1482 x 100% CD = 14,82% Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi didapatkan nilai sebesar 14,82%, artinya bahwa variabel disiplin kerja mempengaruhi kinerja pegawai sebesar 14,82% sedangkan sisanya 85,18% . %-14,82%= 85,18%) dipengaruhi oleh faktor Faktor lain tersebut seperti lingkungan kerja, budaya organisasi, pendidikan dan pelatihan, dan lain-lain. Koefisien Jalur Pengaruh Simultan Motivasi Kerja (X. dan Disiplin Kerja (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) Tabel 13 Pengaruh Simultan Motivasi Kerja (X. dan Disiplin Kerja (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) Model Summary Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate ,597a ,357 Predictors: (Constan. Disiplin_Kerja. Motivasi Dependent Variable: Kinerja_Pegawai Sumber: Data diolah Peneliti, 2020. ,347 7,50299 Tabel 13 menunjukkan nilai R Square sebesar 0,357. Artinya bahwa pengaruh simultan motivasi kerja (X. dan disiplin kerja (X. terhadap kinerja pegawai (Y) sebesar 35,70%. Dan sisanya sebesar 24,30% . % - 35,70% = 24,30%) dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Mengacu pada hasil pengujian koefisien korelasi, koefisien jalur pengaruh parsial, dan koefisien jalur pengaruh simultan dengan menggunakan program aplikasi SPSS, maka dapat dilakukan perhitungan secara manual pengaruh simultan motivasi (X. dan disiplin kerja (X. terhadap kinerja pegawai (Y). perhitungan manual tersebut dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 14 Perhitungan Manual Pengaruh Langsung. Pengaruh Tidak Langsung, dan Pengaruh Simultan Variabel Motivasi (X. dan Disiplin Kerja (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) Koefisien Koefisien Pengaruh Pengaruh Tidak Langsung Total Korelasi Hubungan X1 dengan X2 = 0,449 Jalur Pengaruh Parsial X1 terhadap Y = 0,315 Pengaruh Parsial X2 terhadap Y = 0,385 Langsung 0,315 y 0,315 = 0,0992 Melalui X1 0,385 y 0,385 = 0,1483 0,385 y 0,449 y 0,315 = 0,0545 Melalui X2 0,315 y 0,449 y 0,385 = 0,0545 Pengaruh 0,1537 0,2028 0,3565 = 35,65% Total Pengaruh Simultan Sumber: Data diolah Peneliti, 2020. Koefisien jalur hubungan antara motivasi kerja dengan disiplin kerja, pengaruh parsial langsung motivasi kerja (X. terhadap kinerja pegawai (Y), dan pengaruh parsial langsung disiplin kerja (X. terhadap kinerja pegawai (Y) dapat digambarkan sebagai berikut: AY,X1 0,315 Motivasi Kerja (X. Kerja rX1 X2 0,449 AY,X1 X2 0,3565 Kinerja Pegawai (Y) AY,X2 0,385 Disiplin Kerja (X. Kerja Gambar 4 Model Path Analysis Hasil Pengujian Sumber: Data diolah Peneliti, 2020. Pengujian Hipotesis Pengujian Hubungan antara Motivasi dengan Disiplin Kerja (Uji . Berdasarkan hasil uji koefisien korelasi pada tabel 4. 61 yang telah dijelaskan di atas, diketahui nilai koefisien korelasi positif sebesar 0,449 dengan signifikansi sebesar 0,000. Dengan demikian nilai r O 0, artinya bahwa terdapat hubungan cukup kuat dan positif . ,400 Ae 0,599 = Cukup Kua. antara motivasi dengan disiplin kerja. Pengujian Pengaruh Parsial Variabel Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai (Uji . Berdasarkan hasil uji koefisien jalur pengaruh parsial variabel motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada tabel 4. 63 yang telah dijelaskan di atas, diketahui nilai thitung sebesar 4,080 dengan signifikansi 0,000. Sedangkan nilai t tabel dengan alpha () = 0,05 dan degree of freedom . = n-2 = 138 Ae 2 = 136 diperoleh nilai sebesar 1,97756. Sehingga, jika dibandingkan nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel . ,080 > 1,97. dan signifikansi 0,000 < 0,05. Artinya bahwa terdapat pengaruh parsial variabel motivasi kerja terhadap kinerja pegawai, atau H0 ditolak dan Ha diterima. Pengujian Pengaruh Parsial Variabel Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai (Uji . Berdasarkan hasil uji koefisien jalur pengaruh parsial variabel disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada tabel 4. 63 yang telah dijelaskan di atas, diketahui nilai thitung sebesar 4,986 dengan signifikansi 0,000. Sedangkan nilai t tabel dengan alpha () = 0,05 dan degree of freedom . = n-2 = 138 Ae 2 = 136 diperoleh nilai sebesar 1,97756. Sehingga, jika dibandingkan nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel . ,986 > 1,97. dan signifikansi 0,000 < 0,05. Artinya bahwa terdapat pengaruh parsial variabel disiplin kerja terhadap kinerja pegawai, atau H0 ditolak dan Ha diterima. Pengujian Pengaruh Simultan Variabel Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai Tabel 15 Hasil Uji Simultan Variabel Motivasi (X. dan Disiplin Kerja (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) ANOVAa Model Sum of Mean Square Sig. Squares 1 Regression 4217,304 2108,652 37,457 ,000b Residual 7599,797 56,295 Total 11817,101 Dependent Variable: Kinerja_Pegawai Predictors: (Constan. Disiplin_Kerja. Motivasi Sumber: Data diolah Peneliti, 2020. Tabel 15 menunjukkan nilai Fhitung sebesar 37,457 dengan signifikansi sebesar 0,000. Sedangkan nilai Ftabel dengan alpha () = 0,05 dan F. :n-. = F. :138-. = 136 diperoleh nilai sebesar 3,06. Sehingga, jika dibandingkan nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel . ,457 > 3,. dan signifikansi 0,000 < 0,05. Artinya bahwa terdapat pengaruh simultan variabel motivasi dan disiplin kerj terhadap kinerja pegawai, atau H 0 ditolak dan Ha diterima. Pembahasan Kondisi Motivasi Kerja Pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang Kondisi motivasi kerja pegawai yang terdapat pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang berdasarkan tanggapan responden memiliki total skor sebesar 8. 039, nilai tersebut berada pada kriteria setuju . 038 - 8. 694 = Setuj. Artinya bahwa kondisi motivasi kerja pegawai yang terdapat pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang berada pada kondisi baik. Kondisi Disipling Kerja Pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang Kondisi disiplin kerja pegawai yang terdapat pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang berdasarkan tanggapan responden memiliki total skor sebesar 7. 517, nilai tersebut berada pada kriteria setuju . 038 - 8. 694 = Setuj. Artinya bahwa kondisi disiplin kerja pegawai yang terdapat pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang berada pada kondisi baik. Kondisi Kinerja Pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang Kondisi kinerja pegawai yang terdapat pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang berdasarkan tanggapan responden memiliki total skor sebesar 7. 708, nilai tersebut berada pada kriteria setuju . 038 - 8. 694 = Setuj. Artinya bahwa kondisi kinerja pegawai yang terdapat pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang berada pada kondisi baik. Hubungan antara Motivasi Kerja dengan Disiplin Kerja Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian mengenai hubungan atau korelasi . antara motivasi dengan disiplin kerja diperoleh nilai sebesar 0,499. Nilai tersebut menunjukan hubungan cukup kuat . ,400 Ae 0,599 = Cukup Kua. dan searah . antara motivasi dengan disiplin kerja. Pengaruh Parsial Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai Berdasarkan hasil uji koefisien jalur dan uji hipotesis pengaruh parsial variabel motivasi kerja terhadap kinerja pegawai sebagai mana telah dijelaskan di atas bahwa terdapat pengaruh parsial motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang. Pengaruh parsial secara langsung tersebut adalah sebesar 9,92%, artinya bahwa variabel motivasi kerja mempengaruhi kinerja pegawai sebesar 9,92% sedangkan sisanya 90,08% . %-9,92%= 90. 08%) dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Pengaruh parsial secara tidak langsung adalah sebesar 5,45% dan total pengaruh parsial adalah sebesar 15,37%. Pengaruh Parsial Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai Berdasarkan hasil uji koefisien jalur dan uji hipotesis pengaruh parsial variabel disiplin kerja terhadap kinerja pegawai sebagaimana telah dijelaskan di atas bahwa terdapat pengaruh parsial variabel disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang. Nilai pengaruh parsial secara langsung tersebut adalah sebesar 14,82%, artinya bahwa variabel disiplin kerja mempengaruhi kinerja pegawai sebesar 14,82% sedangkan sisanya 85,18% . %-14,82%= 85,18%) dipengaruhi oleh faktor lain. Pengaruh parsial secara tidak langsung adalah 5,45% dan total pengaruh parsial adalah sebesar 20,28%. Pengaruh Silmutan Motivasi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai Berdasarkan data hasil uji koefisien jalur dan uji hipotesis pengaruh simultan motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai sebagaimana telah dilaskan di atas bahwa terdapat pengaruh simultan motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang. Nilai pengaruh simultan tersebut adalah sebesar 35,70%. dan sisanya sebesar 64,30% . % - 35,70% = 64,30%) dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Kesimpulan dan Saran Berdasarkan hasil pembahasan penelitan mengenai pengaruh motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Karawang dapat disimpulkan sebagai berikut: Kondisi motivasi kerja pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang berada pada kriterai baik. Kondisi disiplin kerja pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang berada pada kriterai baik Kondisi kinerja pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang berada pada kriteria baik. Terdapat hubungan cukup kuat dan positif antara motivasi dengan disiplin kerja pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang. Terdapat pengaruh parsial motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, baik pengaruh parsial secara langsung maupun tidak langsung. Terdapat pengaruh parsial disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, baik pengaruh parsial secara langsung maupun tidak langsung. Terdapat pengaruh simultan motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang. Pengaruh simultan tersebut adalah positif dan signifikan Berdasarkan hasil dan kesimpulan penelitian yang telah diuraikan di atas, maka dalam usaha untuk meningkatkan kinerja pegawai ada beberapa saran diantaranya: Berdasarkan tanggapan responden tentang kondisi motivasi kerja, maka Dinas Pertanian Kabupaten Karawang perlu meningkatkan kondisi rasa nyaman diantara para teman sekantor dan meningkatkan kemampuan kerja para pegawai. Berdasarkan tanggapan responden mengenai kondisi disiplin kerja, maka Dinas Pertanian Kabupaten Karawang harus dapat memberikan sanksi yang tegas bagi pegawai yang melanggar peraturan dan memberikan arahan kepada para pegawai untuk selalu melakukan pemeriksaan terhadap peralatan yang akan digunakan sebelum bekerja. Berdasarkan tanggapan responden mengenai kondisi kinerja pegawai, maka para pimpinan yang ada Dinas Pertanian Kabupaten Karawang harus memberikan contoh dalam hal mampu mengerjakan pekerjaan dengan efektif dan efesien dan berinisiatif menyelesaikan pekerjaan tanpa harus menunggu perintah dari atasan. Perlu dilakukan pencarian indikator-indikator lain dari motivasi kerja agar dapat memiliki keeratan hubungan dengan kondisi disiplin kerja pegawai. Dinas Pertanian Kabupaten Karawang perlu memperhatikan motivasi kerja pegawai, hal ini dikarenakan dengan meningkatkan motivasi kerja, pegawai akan lebih bersemangat dalam bekerja serhingga dapat meningkatkan kinerja pegawai. Disiplin kerja merupakan kesadaran dalam memenuhi dan mentaati peraturan yang berlaku dalam upaya memperkuat pedoman organisasi. Oleh karena itu Dinas Pertanian Kabupaten Karawang perlu meningkatkan disiplin kerja pegawai dengan memberikan kesadaran akan pentingnya disiplin, membangun lingkungan kerja yang disiplin agar pegawai merasa mendapatkan dukungan dari lingkungan kerja untuk selalu disiplin dalam bekerja. Dinas Pertanian Kabupaten Karawang perlu memperhatikan motivasi dan disiplin kerja pegawai dengan memperhatikan faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Daftar Pustaka