Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 709 Ae 720 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. Pengaruh Perputaran Modal Kerja dan Perputaran Piutang Terhadap Return on Equity pada Perusahaan Sektor Properti dan Real Estate Periode 20192023 Chintia Listanti Kamaru1. Hais Dama2. Selvi3 1,2,3Universitas Negeri Gorontalo chintiakamaru22@gmail. ABSTRACT This research aims to examine the effect of working capital turnover and accounts receivable turnover on Return on Equity (ROE) in property and real estate subsector companies during the 20192023 period. The data collection technique in this research is secondary data, specifically financial reports published by property and real estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The sample selection technique employed purposive sampling, resulting in a total sample of 14 The data are analyzed using multiple linear regression analysis. The result of hypothesis using multiple linear regression analysis indicate that working capital turnover does not have a partial effect on return on equity, whereas accounts receivable turnover has a partial effect on return on equity. However, when analyzed simultaneously both working capital turnover and accounts receivable turnover influence return on equity. Keywords : Working Capital Turnover. Accounts Receivable Turnover. Return on equity. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perputaran modal kerja dan perputaran piutang terhadap return on equity pada perusahaan sub sektor properti dan real estate periode 2019-2023. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data laporan keuangan yang telah dipublikasikan oleh perusahaan Properti dan Real Estate di Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 14 perusahaan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa secara parsial perputaran modal kerja tidak berpengaruh terhdap return on equity, dan secara parsial perputaran piutang berpengaruh terhadap return on equity. Sedangkan secara simultan perputaran modal kerja dan perputaran piutang berpengaruh terhadap return on equity. Kata kunci : Perputaran Modal Kerja. Perputaran Piutang. Return On Equity. PENDAHULUAN Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan kebutuhan manusia akan tempat tinggal, perkantoran, dan lain-lain membuat perusahaan properti dan real estate menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan bagi para investor. Hal ini ditandai dengan nilai aset yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu yang membuat sektor ini menjadi pilihan investasi jangka panjang. Sektor Properti dan Real Estate merupakan salah satu perusahaan jasa yang terdaftar sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan di sektor ini bergerak dalam bidang pemenuhan konsumen atas rumah dan properti dimana 709 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 709 Ae 720 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. saat ini kebutuhan tempat tinggal atau hunian merupakan kebutuhan pokok dasar atau kebutuhan primer bagi kehidupan masyarakat. Perusahaan yang ada di berbagai sektor, termasuk sektor properti tentu didirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas, atau sesuai dengan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan aktivitasnya. Untuk mewujudkan hal tersebut, perusahaan diharapkan mampu mengoptimalkan pencapaian laba perusahaan, baik dalam jangka waktu pendek maupun jangka panjang. Perusahaan yang memiliki profitabilitas yang baik maka akan menarik investor untuk menanamkan modalnya dengan harapan untuk memperoleh keuntungan dari penanaman modal tersebut. Dalam hal ini, investor dapat menilai profitabilitas perusahaan tersebut dengan salah satu rasio profitabilitas yaitu Return On Equity (ROE). Return on Equity merupakan rasio yang berperan penting bagi para pemegang saham . dalam mengukur besarnya tingkat pengembalian yang mereka peroleh dari investasi yang mereka tanamkan dalam suatu perusahaan (Brigham & Houston, 2010 : Pengukuran pengembalian ekuitas penting bagi perusahaan karena dapat digunakan untuk mengevaluasi seberapa efisien mereka dalam menggunakan ekuitas perusahaan. Sedangkan para investor menggunakan ROE untuk menilai apakah mereka memperoleh imbal hasil yang baik. Hal ini tentu menjadi salah satu strategi bagi para investor untuk memilih perusahaan atau saham yang akan mereka investasikan agar dapat memberikan return yang optimal (Selvi, 2. Suatu perusahaan harus mampu menghasilkan ROE yang lebih tinggi dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh dari investasi, dengan risiko yang lebih rendah agar dapat memuaskan para investor. Berikut ini disajikan data terkait laba perusahaan yang diukur dengan menggunakan dari periode 2019-2023: Rata-rata Return on Equity ROE ( %) Gambar 1 Rata-rata Return On Equity Sumber: w. ata diolah 2. Jika dilihat pada grafik, dapat disimpulkan bahwa rata-rata return on equity dari tahun 2019 sampai 2023 mengalami fluktuasi. Rata-rata return on equity dari tahun 2019 ke 2020 telah mengalami penurunan yang cukup drastis yaitu sebesar 28,8% yang diduga merupakan dampak terjadinya pandemi Covid-19. Diketahui bahwa telah terjadi penurunan permintaan terhadap properti serta rendahnya daya beli masyarakat pada periode tersebut, dimana sebagian masyarakat lebih mementingkan kebutuhan pangan 710 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 709 Ae 720 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. dibandingkan papan. Fenomena ini tentu menjadi penyebab utama turunnya penjualan di beberapa perusahaan dan akhirnya berimbas pada penurunan laba bersih yang merupakan bagian dari perhitungan ROE. Selain faktor di atas, ada juga faktor internal perusahaan yang diduga mempengaruhi nilai ROE, yaitu perputaran modal kerja. Perputaran modal kerja merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur aktivitas bisnis terhadap hasil yang diperoleh dari aset lancar atas utang lancar yang ditunjukkan dari banyaknya penjualan (Sari, 2. Modal kerja dan laba sebuah perusahaan saling berhubungan satu sama lain, karena modal kerja digunakan dalam menjalankan aktivitas maupun kegiatan operasi yang dilakukan dengan tujuan mendapatkan laba yang pada akhirnya berdampak pada meningkatnya ROE perusahaan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ulfa, et al . dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa perputaran modal kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROE. Dari beberapa penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya dapat ditarik kesimpulan bahwa perputaran modal kerja itu berpengaruh terhadap ROE karena sama-sama berhubungan erat dengan penjualan perusahaan. Selain perputaran modal kerja, ada pun faktor internal lain yang juga mempengaruhi Return On Equity (ROE) yaitu perputaran piutang. Perputaran piutang merupakan sebuah alat ukur yang digunakan untuk mengukur berapa lama waktu yang diperlukan dalam penagihan piutang selama satu periode serta seberapa sering dana yang di investasikan dalam piutang tersebut dapat berputar kembali dalam satu periode (Kasmir 2019 : . Investasi yang terlalu besar dalam piutang dapat menyebabkan lambatnya perputaran piutang yang kemudian berdampak pada kemampuan perusahaan dalam meningkatkan volume penjualan menjadi semakin kecil sehingga mengakibatkan semakin kecil pula kesempatan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan atau laba. Maka secara garis besarnya rasio perputaran piutang digunakan bersama dengan modal kerja sebab keduanya saling berhubungan dalam mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba (Supatmin, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh perputaran modal kerja dan perputaran piutang terhadap return on equity perusahaan properti dan real METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni kuantitatif dan teknik pengambilan sampel menggunakan puposive sampling dengan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 14 perusahaan dari 62 perusahaan properti dan real estate. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder yakni data laporan tahunan dan laporan keuangan yang telah dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Analisis data pada penelitian ini antara lain asumsi klasik, pengujian hipotesis, dan uji regresi linier berganda yang diuji secara statistik menggunakan aplikasi SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN Sebelum menganalisis data dengan pendekatan statistik inferensial, data dianalisis terlebih dahulu dengan statistik deskriptif. Adapun variabel yang digunakan pada 711 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 709 Ae 720 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. penelitian ini yaitu perputaran modal kerja yang diproksikan dengan Working Capital Turnover (WCT). Perputaran Piutang yang diproksikan dengan Receivable Turnover (RT) sebagai variabel independen, serta Return On Equity (ROE) sebagai variabel dependen. Hasil statistik deskriptif disajikan pada tabel berikut. Tabel 1 Statistik Deskriptif Working Capital Turnover Receivable Turnover Return On Equity Valid N . Minimum Maximum -47,51 74,51 3,28 16,73 1,34 94,70 Mean 1,5358 20,9361 7,9014 Std. Deviation 11,54105 22,43780 2,91886 Sumber: Data Sekunder, diolah 2024 Berdasarkan tabel 1, dapat dilihat bahwa N atau jumlah data dari setiap variabel Dari 70 data sampel tersebut, variabel perputaran modal kerja (WCT) memiliki nilai minimum sebesar -47,51 yang dimiliki oleh perusahaan MKPI, nilai maximum sebesar 74,51 yang dimiliki perusahaan JRPT, dengan nilai rata-rata sebesar 1,5358, dan nilai standar deviasi sebesar 11,54105. Variabel perputaran piutang (RT) memiliki nilai minimum sebesar 1,34 yang dimiliki oleh perusahaan CTRA, nilai maximumnya sebesar 94,70 yang dimiliki oleh perusahaan JRPT, nilai rata-rata sebesar 20,9361, dengan standar deviasi sebesar 22,43780. Berikutnya variabel Return On Equity menunjukkan nilai minimum sebesar 3,28 yang dimiliki oleh perusahaan REAL, nilai maximum sebesar 16,73 yang dimiliki oleh perusahaan DMAS, dengan nilai rata-ratanya sebesar 7,9014, serta standar deviasi yang berjumlah 2,91886. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah distribusi data mengikuti atau mendekati distribusi normal. Dalam penelitian ini, uji normalitas dilakukan dengan menggunakan uji statistik Kolmogrov-Smirnov (K-S). Tabel 2 Uji Normalitas Data Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. 712 | Volume 4 Nomor 2 2025 Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Unstandardiz ed Residual ,0000000 5,01032383 ,101 ,101 -,073 ,101 ,071c Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 709 Ae 720 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. Sumber: Data Sekunder, diolah 202 Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai signifikan atau nilai probabilitasnya sebesar 0,071 > 0,05, maka dengan ini dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas dilakukan untuk menguji apakah model regresi ditemukan ada korelasi antar variabel bebas. Apabila variabel bebas saling berkorelasi, maka dinyatakan terdapat gejala multikolinear pada penelitian (Ghozali, 2. Tabel 3 Multikolinearitas Variabel Tolerance VIF Kesimpulan Perputaran Modal 0,899 1,112 Tidak ada multikolinearitas Kerja Perputaran Piutang 0,899 1,112 Tidak ada multikolinearitas Sumber: Data sekunder, diolah 2024 Tabel diatas menunjukkan bahwa semua variabel independen baik perputaran modal kerja hingga perputaran piutang memperoleh nilai VIF di bawah 10 dan Tolerance yang lebih dari 0,1, sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi pada penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas pada antar variabel independen. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dan residual suatu pengamatan dengan pengamatan lainnya. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mendeteksi terjadinya heteroskedastisitas, dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode Grafik Scatterplot yang diperoleh dari SPSS. Gambar 2 Scatterplot 713 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 709 Ae 720 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. Berdasarkan gambar 2, dapat disimpulkan bahwa model regresi ini tidak mengandung adanya gejala heteroskedastisitas. Hal ini dikarenakan titik-titik yang ditunjukkan pada grafik itu menyebar secara acak di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y dan tidak pula membentuk pola tertentu. Uji Autokorelasi Uji aurokorelasi dilakukan untuk mengetahui hubungan yang kuat baik positif maupun negatif atau tidak ada hubungan antar data yang ada pada variabel-variabel Autokorelasi dapat diperoleh melalui Uji Durbin-Watson (D-W Tes. Tabel 4 Autokorelasi Model ,790a R Square ,625 Adjusted R Square ,614 Std. Error of the Estimate ,65092 DurbinWatson 1,913 Sumber: Data sekunder, diolah 2024 Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai Durbin Watson (DW) yaitu sebesar 1,913. Jika diketahui nilai Du sebesar 1,6715 maka nilai Durbin Watson dalam penelitian ini berada di antara du dan 4-du . ,6715 < 1,913 < 2,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi. Analisis Linier Berganda Uji regresi linier berganda dalam penelitian di lakukan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen (Perputaran Modal Kerja dan Perputaran Piutan. terhadap variabel dependen (Return On Equit. , serta menunjukkan arah hubungan antara variabel independen dan variabel dependen dalam penelitian. Tabel 5 Analisis Linier Berganda Model 1 (Constan. Working Capital Turnover Receivable Turnover Unstandardized Coefficients 7,090 -,017 ,040 Std. Error ,468 ,030 ,016 Standardized Coefficients Beta -,068 ,307 15,150 -,554 2,500 Sig. ,000 ,582 ,015 Sumber: Data sekunder, diolah 2024 Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda di atas, maka diperoleh persamaan sebagai berikut : Y = 7,090 Oe 0,017X1 0,40 X2 0,468 Berdasarkan persamaan tersebut, maka dapat dijelaskan sebagai berikut : Diketahui bahwa nilai konstan sebesar 7,090 dengan arah hubungannya positif, yang berarti bahwa apabila variabel bebas yakni perputaran modal kerja dan perputaran piutang diangap konstan atau tidak mengalami perubahan, maka variabel terikat (Return On Equit. mengalami kenaikan sebesar 7,090. 714 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 709 Ae 720 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. Nilai koefisien regresi perputaran modal kerja yaitu sebesar -0,349 dengan arah hubungannya negatif, artinya jika perputaran modal kerja mengalami kenaikan 1 satuan dan yang lainnya konstan, maka akan mengakibatkan turunnya Return On Equity sebesar 0,017 satuan. Nilai koefisien regresi perputaran piutang yaitu sebesar 0,40 dengan arah hubungannya positif, artinya jika perputaran piutang mengalami kenaikan 1 satuan dan yang lainnya konstan, maka akan mengakibatkan naiknya Return On Equity sebesar 0,40. Uji Koefisien Determinasi Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat dan disajikan dalam bentuk persenan. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel independen sangat terbatas dalam menjelaskan variabel Sebaliknya, nilai R2 yang mendekati 1 berarti bahwa variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel Tabel 6 Koefisien Determinasi Model ,790a R Square ,625 Adjusted R Square ,614 Std. Error of the Estimate ,65092 DurbinWatson 1,913 Sumber: Data sekunder, diolah 2024 Tabel 6 di atas menunjukkan nilai koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,625 atau 62,5% yang berarti bahwa Perputaran Modal Kerja dan Perputaran Piutang berpengaruh terhadap Return On Equity sebesar 62,5%, sedangkan sisanya sebesar 37,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Uji Hipotesis Statistik Uji Parsial (Uji-. Model Tabel 7 Uji Parsial Unstandardized Coefficients Std. Error ,030 (Constan. 7,090 Receivable Turnover ,040 Working Capital Turnover Sumber: Data sekunder, diolah 2024 ,468 ,016 Standardized Coefficients Beta -,068 ,307 Sig. 15,150 ,000 2,500 ,015 -,554 ,582 Perputaran modal kerja (WCT) memiliki nilai t hitung sebesar -0,554 dan diketahui nilai t tabel sebesar 1,99601 dengan tingkat signifikansi 0,582 > 0,05 maka nilai t hitung < t tabel (-0,554 < 1,99. yang berarti H1 ditolak, sehingga dapat pula disimpulkan bahwa 715 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 709 Ae 720 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. Perputaran Modal Kerja secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity. Perputaran Piutang (RT) memiliki nilai t hitung sebesar 2,500 dan diketahui nilai t tabel yaitu sebesar 1,99601 dengan tingkat signifikansi 0,015 < 0,05 maka nilai t hitung > t tabel . ,500 > 1,99. dalam artian H2 diterima, sehingga dapat pula disimpulkan bahwa Perputaran Piutang secara parsial berpengaruh terhadap Return On Equity. Uji Simultan (Uji-F) Uji F digunakan untuk mengetahui apakah secara bersama-sama variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Uji simultan ini dilakukan dengan membandingkan nilai FEaycnycnycnycnycnycnycnycnycnycn dengan nilai Fycycycycycycycycycyc dengan tingkat signifikan sebesar 5% atau 0,05. Tabel 8 Uji Simultan Model Regression Residual Sum of Squares Total 50,585 537,278 587,863 Mean Square 25,292 8,019 3,154 Sig. ,049b Sumber: Data sekunder, diolah 2024 Berdasarkan tabel 8, dapat dilihat bahwa nilai Fhitung sebesar 3,154 dan nilai Ftabel sebesar 3,13 dengan nilai signifikansi 0,049 < 0,05, maka nilai FEaycnycnycnycnycnycnycnycnycnycn > Fycycycycycycycycycyc . ,154 > 3,. yang artinya H3 diterima. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa Perputaran Modal Kerja dan Perputaran Piutang secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity. PEMBAHASAN Pengaruh Perputaran Modal Kerja Terhadap Return On Equity Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa perputaran modal kerja tidak mempengaruhi hasil laba bersih sehingga tidak juga mempengaruhi Return On Equity. Hasil penelitian ini berdasar pada hasil bagi penjualan/pendapatan yang nilainya lebih kecil dibandingkan jumlah modal kerja bersih perusahaan. Sebagian besar perusahaan properti memiliki jumlah aset lancar yang sangat tinggi, namun diduga sangat kurang dalam mengelola aset lancar tersebut dan berimbas pada kurangnya pemanfaatan modal kerja Meskipun jumlah aset lancar perusahaan terbilang tinggi, namun jika dibandingkan dengan pendapatan bersih perusahaan yang kurang dari jumlah aset maka akan memperoleh hasil bagi di bawah 1. Apabila rasio perputaran modal kerja lebih kecil dari 1 maka kondisi keuangan perusahaan berada dalam bahaya karena jumlah hutang yang lebih banyak dibandingkan aset perusahaan (Nasution dan Lumbantoruan, 2. Itulah mengapa perusahaan harus bisa menyeimbangkan manajemen modal kerjanya agar nantinya bisa meningkatkan profit atau laba perusahaan. Pada perusahaan sub sektor properti dan real estate tentu juga mengalami fluktuasi pada rasio Return On Equity. Namun jika dibandingkan dengan nilai perputaran modal kerja perusahaan, diperoleh hasil bahwa 716 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 709 Ae 720 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. keduanya tidak berjalan selaras. Hal ini membuktikan bahwa baik tidaknya Return On Equity tidak selalu diikuti oleh hasil modal kerja yang serupa, sebab laba bersih dapat ditingkatkan oleh perusahaan yang sejalan dengan peningkatan pendapatan namun modal kerja yang diperoleh dari aset lancar dapat naik dan turun diluar kendali perusahaan dengan dipengaruhi oleh faktor eksternal lain. Adapun penelitian yang sejalan dengan penelitian ini yakni penelitian yang dilakukan oleh Ratnasari et al. dengan hasil berupa secara parsial, perputaran modal kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity. Hal ini disebabkan oleh ratarata perusahaan memiliki nilai perputaran modal kerja yang tinggi sedangkan laba yang dihasilkan kecil bahkan mengalami kerugian. Perputaran modal kerja yang relatif besar itu dapat diakibatkan oleh nilai aktiva lancar yang hampir sama dengan nilai utang lancar perusahaan, sehingga modal kerja bersih perusahaan yang diperoleh pun menjadi kecil. Pengaruh Perputaran Piutang Terhadap Return On Equity Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa perputaran piutang dapat mempengaruhi Return On Equity. Investasi yang terlalu besar dalam piutang dapat menyebabkan lambatnya perputaran piutang yang kemudian berdampak pada kemampuan perusahaan dalam meningkatkan volume penjualan menjadi semakin kecil sehingga mengakibatkan semakin kecil pula kesempatan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan atau laba, dan begitu pun sebaliknya. Selain besarnya jumlah piutang yang dimiliki perusahaan, kecepatan dalam mengubah piutang menjadi uang tunai juga sangat menentukan profitabilitas atau keuntungan (Devilishanti, et al. Jika modal kerja yang tertanam dalam piutang usaha semakin kecil, maka perputaran piutang yang akan diperoleh menjadi tinggi, sehingga perusahaan dapat lebih baik dalam meningkatkan laba (Kasmir, 2. Dengan laba perusahaan yang meningkat maka akan mempengaruhi hasil perhitungan Return On Equity Adapun penelitian yang dilakukan oleh Sari et al. dan Yuningsih . yang sejalan dengan penelitian ini dengan memperoleh hasil bahwa adanya hubungan positif antara perputaran piutang dengan Return On Equity. Pengaruh Perputaran Modal Kerja dan Perputaran Piutang Terhadap ROE Hasil pengujian hipotesis ketiga diperoleh hasil bahwa perputaran modal kerja dan perputaran piutang secara simultan mempengaruhi return on equity. Semakin tinggi nilai perputaran piutang menandakan bahwa modal kerja yang ditanamkan dalam akun piutang itu rendah. Jika semakin lama pula syarat pembayaran kredit perusahaan, maka akan semakin lama modal kerja terikat dalam piutang dan kemudian akan memperkecil profitabilitas atau keuntungan dalam sebuah perusahaan. Menurut Supatmin . , rasio perputaran piutang digunakan bersama dengan modal kerja sebab keduanya saling berhubungan dalam mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Penelitian yang sejalan dengan penelitian ini, yakni penelitian yang dilakukan oleh Yamin dan Pratiwi . yang meneliti 2 variabel independen yang sama pula dan memperoleh hasil bahwa secara parsial perputaran modal kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity, secara parsial perputaran piutang berpengaruh terhadap Return On Equity, dan secara simultan perputaran modal kerja dan perputaran 717 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 709 Ae 720 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. piutang secara bersama-sama berpengaruh terhadap Return On Equity. Selain itu, ada pula penelitian yang dilakukan oleh Ulfa, et al. yang meneliti tiga variabel independen dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa secara parsial perputaran modal kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROE, perputaran piutang berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROE. Ketiga variabel independen tersebut secara simultan berpengaruh terhadap ROE. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian adalah : Hipotesis pertama menyatakan bahwa secara parsial perputaran modal kerja tidak berpengaruh terhadap Return On Equity pada perusahaan sub sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019 Ae 2023, dikarenakan sebagian besar perusahaan properti memiliki jumlah modal kerja yang tinggi dibandingkan dengan pendapatan bersih, sebab dipengaruhi oleh pengeluran tunai dalam jumlah besar dan adanya peningkatan dalam utang usaha dalam rangka pembayaran atau pembelian produk serta layanan yang pada akhirnya berimbas pada tingginya jumlah aset lancar perusahaan. Hipotesis kedua menyatakan bahwa secara parsial perputaran piutang berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity pada perusahaan sub sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019 Ae 2023. Hal ini menandakan bahwa kemampuan perusahaan dalam mengelola piutang dengan mengubah dana yang ditanamkan menjadi kas kembali sudah dinilai baik dan berdampak pada semakin baik pula kesempatan perusahaan dalamm menghasilkan keuntungan atau laba. Hipotesis ketiga menyatakan bahwa secara simultan perputaran modal kerja dan perputaran piutang bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity pada perusahaan sub sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019 Ae 2023. Dengan nilai koefisien determinasi . cIycI 2 ) dalam penelitian ini yaitu sebesar 0,625, sehingga hal ini menunjukkan bahwa variabel Return On Equity dipengaruhi oleh variabel perputaran modal kerja dan perputaran piutang sebesar 62,5% dan sisanya sebesar 37,5% diipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Saran Untuk peneliti selanjutnya diharapkan mencari dan mengkaji indikator-indikator yang dapat mempengaruhi profitabilitas selain yang digunakan dalam penelitian ini. Selain itu, peneliti diharapkan dapat mengkaji perusahaan lainnya selain yang digunakan dalam penelitian ini agar hasil yang didapatkan lebih baik lagi terutama pada perputaran modal kerjanya. Untuk perusahaan, dengan tujuan untuk meningkatkan perputaran modal kerja, diharapkan dapat mengelola lebih baik lagi modal kerjanya dengan upaya lebih menekankan utang usaha tepatnya pada pembayaran maupun pembelian produk agar nantinya dapat meningkatkan nilai modal kerja perusahaan dan berdampak pada 718 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 709 Ae 720 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. meningkatnya laba. Selain itu, dalam upaya mempertahankan nilai perputaran piutang, maka perusahaan diharapkan tetap melakukan pencadangan piutang dan terus mengenakan denda atas keterlambatan pembayaran guna meminimalisir risiko kredit atas piutang. Untuk para investor, diharapkan dapat melihat dan menganalisis terlebih dahulu terkait kondisi perusahaan sebelum memustuskan untuk berinvestasi. DAFTAR PUSTAKA