Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Maret 2025, 99-115 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 ANALISIS KORELASI NILAI SPF DAN KANDUNGAN SENYAWA POLIFENOL TOTAL EKSTRAK BUNGA ROSELLA (Hibiscuss sabdariffa ) DAN TELANG (Clitoria ternatea L. Hidayah Anisa Fitri1*. Arina Nur Nida Shafiyatun2. Pri Iswati Utami3 Departemen Biologi Farmasi. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Pruwokerto Program Studi Sarjana Farmasi. Fakultas Farmasi. Universitas Muhammadiyah Purwokerto Departemen Kimia Farmasi. Fakultas Farmasi. Universitas Muhammadiyah Purwokerto *Email: hidayah. f@ump. Artikel diterima: 13 November 2024. Disetujui: 18 Maret 2025 DOI: https://doi. org/10. 36387/jiis. ABSTRAK Paparan sinar matahari terus menerus pada kulit yang mengandung sinar radiasi UV B tanpa perlindungan dapat menyebabkan terjadinya sunburn baik akut maupun kronis. Senyawa polifenol yang terkandung di dalam ekstrak bunga rosella merah (ER. , rosella ungu (ER. dan telang (ET) memiliki aktifitas fotoprotektor terhadap sinar UV termasuk UV B. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan nilai SPF dan kandungan senyawa fenolik (TPC) dan flavonoid total (TFC) pada masing masing ekstrak secara in vitro serta menganalisis korelasi ketiganya. Uji in vitro dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis dan analisis korelasinya mengguankan statistik metode two-tailed pearson, pengeplotan grafik dan analisis nilai r. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 0,8% ER1 dan ER2 memiliki nilai SPF maksimal, sedangkan ET memiliki nilai SPF ultra. Terdapat hubungan yang sangat kuat antara nilai SPF dengan TPC dan TFC pada ekstrak dan ketiganya sebanding dengan konsentrasinya. Semakin tinggi konsentrasi masing masing ekstrak yang digunakan maka akan semakin tinggi pula jumlah TPC dan TFCnya, sehingga semakin meningkatkan nilai SPFnya. Kandungan senyawa fenolik yang terkandung dalam ER1 dan ER2 kemungkinan lebih berkontribusi sebagai agen fotoprotektor terhadap sinar UV B dibanding senyawa flavonoidnya. Sedangkan pada ET senyawa yang berkontribusi kemungkinan adalah keduanya. Kata kunci: SPF. TPC. TFC, ekstrak rosella, ekstrak telang, korelasi ABSTRACT Excessive and persistent sun exposure containin UV B radiation to the skin causes both acute and chronic sunburn. Polyphenol compounds contained in red rosella extract (ER. , purple rosella extract (ER. and telang (ET) extracst have photoprotective activity toward UV including UV B. This study aimed to determine their SPF value, total phenolic content (TPC) and their total flavonoids content (TFC) in vitro and to analyze the correlation between the three parameters. In vitro Hidayah Anisa Fitri, dkk | 99 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Maret 2025, 99-115 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 test was performed by UV-Vis spectrophotometry method and correlation was analyzed statistically using two-tailed pearson, graphic plotting and r-value Results showed that in 0,8% concentration. ER1 and ER2 having maximum SPF values, while ET having ultra SPF value. There was a very strong relationship between SPF. TPC and TFC in the extracts and all of them dependent in concentration. The higher concentration of extract used, the higher the number of TPC. TFC and SPF value. The photoprotective mechanism towards UV B light of ER1 and ER2 were likely contributed by their TPC, but it was both TPC and TFC for ET. Keywords: SPF. TPC. TFC, roselle extract, telang extract, correlation PENDAHULUAN Fotoproteksi fotoprotektor dari sinar UV salah satunya dinyatakan sebagai nilai SPF sebagai perlindungan terhadap sinar (Sun Protector Facto. yang merujuk UV, termasuk sinar UV B dengan cara mereduksi paparan sinar yang suatu agen fotoprotektor terhadap dapat menyebabkan efek kerusakan sinar UV B (Chavda et al. , 2023. Dale pada kulit (Gabros et al. , 2. Wilson et al. , 2012. Li et al. , 2022. Fotoprotektor Puspitasari et al. , 2. Semakin tinggi nilai SPF suatu senyawa sebagai fotoproteksi (Irianti et al. fotoprotektor maka akan semakin Suatu agen fotoprotektor dapat melindungi kulit dari sinar UV karena memiliki berbagai mekanisme baik pula efektifitasnya (FDA. Tumbuhan rosella (Hibiscuss sabdariffa L. ) dan telang (Clitoria sehingga lapisan kulit di bawahnya ternatea L. ) merupakan tumbuhan dapat terlindung dari energi tinggi yang diketahui kaya akan senyawa yang terdapat dalam cahaya matahari. Agen agen fotoprotektor meliputi (Alaga et al. , 2014. Da-Costa-Rocha et al. , 2014. Kazuma et al. , 2003. termasuk juga senyawa aktif yang Multisona et al. , 2023. Nurnasari & terkandung dalam tabir surya (Gabros Khuluq, 2. Sehingga memiliki et al. , 2025. Saewan & Jimtaisong. Efektifitas dari suatu senyawa Hidayah Anisa Fitri, dkk | 100 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Maret 2025, 99-115 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Beberapa kuvet, mikropipet (Oneme. , alat-alat (Iwaki Pyre. , menunjukkan pula bahwa nilai SPF analitik (Ohau. , propipet, rotary bunga rosella dan bunga telang yang (IKA), diuji secara in vitro masuk dalam . kategori maksimal (Nopiyanti & UV-Vis (Shimadz. Bahan-bahan Aisiyah, 2020. Paonganan & Vifta, yang dibutuhkan meliputi simplisia Puspitasari et al. , 2. bunga rosella varietas roselindo 1 dan Meskipun 2, simplisia bunga telang, etanol 70%, mengenai penetapan nilai SPF dan dan reagen uji fenolik dan flavonoid kandungan senyawa polifenol dalam tumbuhan rosella dan telang telah Pembuatan Ekstrak banyak dilakukan, namun belum Ekstrak pada penelitian ini banyak kajian dan penelitian yang dibuat dari simplisia yang berasal dari memiliki korelasi. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan nilai . osella mera. dan varietas roselindo SPF tiga ekstrak, yaitu ekstrak rosela 2 . osella ung. serta simplisia dari merah (ER. , rosela ungu (ER. dan tumbuhan telang (Clitorea ternate. yang tumbuh di Kecamatan Jogorogo, (ET) menganalisis hubungan antara nilai Ngawi. SPF ekstrak rosella dan telang pembuatan simplisia dan ekstrak Jawa (Hibiscus Timur. Bagian polifenolnya, yaitu senyawa fenolik dan flavonoid totalnya. Pengujian perhiasan bunga yang masih kuncup dilakukan secara in vitro dengan yang memiliki morfologi penebalan metode spektrofotometri UV-Vis. Sedangkan pembuatan simplisia dan ekstrak METODE PENELITIAN Alat alat, dan instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah telang digunakan seluruh bagian Seluruh tumbuhan asal Hidayah Anisa Fitri, dkk | 101 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Maret 2025, 99-115 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Universitas Dibuat Muhammadiyah sebesar 2% dalam etanol p. Purwokerto dengan nomor dokumen dibuat seri konsentrasi 0,2%, 0,35%. No. 218-S. Ket. Der/L. BioFar- 0,5%, 0,65%, an 0,8%. Selanjunya Far/VII/2021. Ekstrak kental dibuat dengan metode maserasi mengacu dibaca absorbansi tiap 5 nm pada panjang gelombang 290nm Ae 320 nm. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia . Blanko yang digunakan adalah etanol. Uji SPF Replikasi dilakukan sebanyak tiga Uji SPF Data selanjutnya dihitung nilai SPF nya denggan menggunakan Paonganan & Vifta . dengan rumus berikut: SPF = CF x Oc320 EE () x I x abs () . Keterangan : : spektrum efek eritema : Spektrum intensitas sinar Abs : absorbansi : faktor koreksi (= . Nilai EE x I konstan dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 2. Kategori nilai SPF (Wasitaatmadja, 1. Nilai SPF > 15 Tabel 1. Nilai EE x I pada panjang gelombang 290-320 (Sayre et al. Panjang gelombang Total EE x I 0,0150 0,0817 0,2874 0,3278 0,1864 0,0839 0,0180 Nnilai SPF kemudian dikategorikan sesuai dengan kategori nilai SPF pada Tabel 2: Penetapan Kategori Minimal Sedang Ekstra Maksimal Ultra Kurva Baku Asam Galat Dan Kuersetin Penetapan kurva baku asam galat dan kuersetin mengacu pada metode yang dilakukan oleh Fitri & Pamungkasih Penetapan kurva baku Hidayah Anisa Fitri, dkk | 102 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Maret 2025, 99-115 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 membuat seri konsentrasi asam galat sebesar 10, 30, 50, 70 dan 90 ppm senyawa baku dan absorbansi . dalam etanol p. Selanjutnya dibuat yang didapatkan kemudian diplotkan campuran larutan dengan mengambil masing masing konsentrasi sebanyak 7,5%. Diamkan y= bx a . Content (TPC) diinkubasi terhindar dari cahaya (TFC) Kemudian UV-Vis panjang gelombang 721 nm. Penetapan Uji fenolik total/Total Phenolic total/Total ditambahkan 4mL NaOH 1% dan 1 mL dan ditambahkan 5mL reagen folin-ciocalteau . dan Flavonoid Flavonoid Metode Content Kementerian Kesehatan Republik Indonesia . dan Fitri & Pamungkasih . dengan modifikasi. Langkah teknis kuersetin dilakukan dengan membuat uji fenolik total dilakukan dengan seri konsentrasi kuersetin sebesar 25, prosedur yang sama persis dengan 50, 75, 100, dan 125 ppm dalam penetapan kurva baku asam galat dan kuersetin namun dengan sampel Selanjutnya campuran larutan dengan mengambil 1mL masing masing konsentrasi konsentrasi masing masing ekstrak sebesar 0,2. 0,35. 0,5. 0,65. dan 0,8% reagen 0,2 mL AlCl3 10%, 0,1 mL Na dalam etanol p. dilakukan replikasi Asetat 1M, dan adkan dengan etanol sebanyak tiga kali. ekstrak uji. Dibuat a sampai 10 mL. Campuran larutan Besarnya kadar TPC sebagai diikubasi selama 34 menit dan dibaca asam galat dan TFC sebagai kuersetin dihitung menggunakan rumus yang UV-Vis pada panjang gelombang 431 nm. Blanko untuk penetapan keduanya Kesehatan Republik Indonesia . dengan modifikasi: Data Kementerian Hidayah Anisa Fitri, dkk | 103 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Maret 2025, 99-115 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 ya ycu ycO ycu yceycy Kadar TPC . gGaE/. /Kadar TFC . gQE/. = 1000 ycu ycO Keterangan : : konsentrasi senyawa dalam cuplikan dari persamaan regresi linier . : volume larutan uji sebelum pengenceran . L) : faktor pengenceran larutan uji : bobot bahan uji . Analisis korelasi nilai SPF dengan (ER. dan ekstrak telang (ET). Warna TPC dan TFC dalam ekstrak merah tua yang terdapat dalam ER1 Analisisi korelasi nilai SPF dan ER2 berasal dengan kandungan TPC dan TFC antosianin jenis cyanidin-3-rutinoside dan delphinidin-3-glucoxyloside yang statistik metode korelasi two-tailed dominan terdapat dalam bagian bunga rosella yang digunakan (Nuryanti et SPSS. Kedua variabel dikatakan , 2. (Gambar 1A dan B). Sedangkan warna biru gelap (Gambar signifikasi < 0,05 (P < 0,. Tingkat 1C) dalam ET berasal dari senyawa korelasi dinyatakan dalam indeks korelasi dengan membandingkan nilai ternatin, yaitu suatu poliasilasi dari r yang didapatkan dengan makna yang mengacu pada 3,3A,5Adominan Elasari et al. , . terdapat dalam bunga telang (Vidana Untuk mengetahui jenis korelasi, data Gamage et al. , 2. Microsoft Hasil rosella, yaitu ER1 dan ER2 yang didapatkan sebesar 33,54% dan 49,983% yang mirip dibandingkan HASIL DAN PEMBAHASAN rendemen ekstrak pada percobaan Ekstrak Bunga Rosella dan Telang sebelumnya pernah dilakukan yaitu Hasil ekstrak yang didapatkan 26,46 %-57,69% pada penelitian ini yaitu ekstrak (Chongwilaikasem et al. , 2. rosella merah/var. roselindo 1 (ER. Besarnya rendemen ekstrak rosella ekstrak rosella ungu/var. pada penelitian ini juga memenuhi Hidayah Anisa Fitri, dkk | 104 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Maret 2025, 99-115 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 syarat dari standar minimal rendemen Penetapan nilai SPF. TPC dan TFC pada farmakope herbal yaitu tidak Ekstrak Uji kurang dari 19,1% (Kementerian Kesehatan Republik Hasil penetapan nilai SPF. Indonesia. TPC dan TFC ketiga ekstrak uji dapat Sedangkan Hasil rendemen dilihat pada Tabel 3. Pengujian ekstrak bunga telang (ET) pada ketiganya dilakukan dengan lima seri penelitian ini adalah sebesar 46,2%. konsentrasi yang sama. Yaitu dari Rendemen ini jauh lebih banyak konsentrasi terendah 0,20% sampai dibandingkan dengan penelitian lain dengan 0,80%. Pada konsentrasi ekstraksi yang sama yaitu sebesar didapatkan hasil bahwa nilai SPF 9,75%, 12,95, dan 16,8% (Maulina et ekstrak Rosella, baik ER1 maupun , 2022. Paonganan & Vifta, 2022. ER2 sebesar 10,795 A 0,003 dan Puspitasari et al. , 2. 14,794 A 0,018 masuk dalam kategori Sedangkan memiliki nilai SPF 17,183 A 0,015 masuk dalam kategori ultra yang merupakan kategori tertinggi untuk nilai SPF (Wasitaatmadja, 1. SPF maksimal ekstrak kedua jenis rosella pada penelitian ini lebih tinggi sebelumya . ,63A0,. yang masuk dalam kategori ekstra (Nopiyanti & Gambar 1. (A) Maserat rosella merah/var. (B) Ekstrak rosella merah/var. roselindo1 (ER. (C)Maserat rosella ungu/var. roselindo2 (ER. (D) Ekstrak rosella ungu/var. roselindo2 (ER. (E) Maserat bunga telang . Ekstrak bunga telang (ET) Aisiyah, 2. SPF ultra ekstrak telang (ET) pada penelitian ini juga sebelumnya yaitu kategori maksimal SPF 8,42 (Paonganan & Vifta, 2. Hidayah Anisa Fitri, dkk | 105 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Maret 2025, 99-115 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Tabel 3. Hasil analisis SPF. TPC dan TFC ketiga ekstrak pada lima seri Ekstrak ER1 ER2 Konsentrasi (%) 0,20 0,35 0,50 0,65 0,80 0,20 0,35 0,50 0,65 0,80 0,20 0,35 0,50 0,65 0,80 SPF A SD 2,576 A 0,883 4,560 A 0,003 5,373 A 0,007 8,699 A 0,008 10,795 A 0,003 6,359 A 0,220 9,031 A 0,067 10,852 A 0,012 13,105 A 0,154 14,794 A 0,018 6,081 A 0,013 7,707 A 0,007 8,345 A 0,016 13,986 A 0,007 17,183 A 0,015 TPC . gGAE/. A SD 0,0018 A 0,0005 0,0265 A 0,0006 0,0416 A 0,0007 0,0843 A 0,0004 0,1201 A 0,0004 0,0116 A 0,0004 0,0281 A 0,0004 0,0571 A 0,0035 0,1014 A 0,0004 0,1586 A 0,0004 0,0376 A 0,0002 0,0728 A 0,0352 0,0840 A 0,0380 0,1158 A 0,0800 0,1276 A 0,0498 TFC . gQE/. A SD 0,0199 A 0,0004 0,0325 A 0,0005 0,0458 A 0,0003 0,0564 A 0,0008 0,0763 A 0,0005 0,0200 A 0,0008 0,0264 A 0,0003 0,0384 A 0,0013 0,0426 A 0,0002 0,0572 A 0,0015 0,0398 A 0,0002 0,0786 A 0,0005 0,0992 A 0,0007 0,1142 A 0,0003 0,1538 A 0,0023 SPF atau sun proetection Nilai SPF umumnya merujuk factor adalah suatu parameter untuk pada kemampuan fotoprotektor suatu agen atau senyawa terhadap sinar UV B karena menyebabkan sunburn . fek terbaka. sinar UV B dibandingkan dengan jumlah energi dengan UV A (Chavda et al. , 2023. tersebut untuk menyebabkan sunburn Dale Wilson et al. , 2012. Puspitasari pada kulit tanpa perlindungan (FDA, et al. , 2019. Saewan & Jimtaisong. Berdasarkan pada penelitian matahari merupakan suatu keadaan ini, dapat disimpulkan bahwa ekstrak inflamasi pada kulit yang merupakan rosella dan ekstrak telang memiliki reaksi dari paparan sinar UV dari potensi sebagai agen fotoprotektor sinar matahari atau sumber UV yang cukup potensial karena memiliki buatan lain (Guerra & Crane, 2. nilai SPF kategori maksimal dan ultra Terdapat dua jenis sunburn. Yang pertama adalah yang bersifat akut dan sinar UV B. Sunburn yang bersifat kronis (Adhami et al. Hidayah Anisa Fitri, dkk | 106 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Maret 2025, 99-115 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Analisis Korelasi Nilai SPF dan TPC dan TFC Ekstrak Uji Semakin Hasil analisis korelasi antara digunakan pada penelitian maka akan nilai SPF dengan TPC dan TFC yang semakin besar kandungan jumlah TPC dan TFCnya, sehingga semakin menunjukkan bahwa nilai P atau p- meningkatkan nilai SPF. Nilai r yang value yang didapatkan untuk ketiga didapatkan dari hasil pengeplotan ekstrak uji signifikan, yaitu kurang grafik juga menunjukkan korelasi dari 0,05. Hal ini membuktikan yang sangat kuat. Hasil analisis bahwa terdapat korelasi antara nilai korelasi ini semakin menegaskan SPF dengan kandungan senyawa bahwa nilai SPF ekstrak uji memiliki fenolik dan flavonoid total dalam korelasi positif yang sangat kuat ketiga ekstrak. Hasil interpretasi nilai dengan total kandungan senyawa r yang didapatkan dari uji statistik Hasil penelitian ini juga seluruhnya masuk dalam range sejalan dengan analisis review terkait 0,80-1,000 yang mana menunjukkan hubungan TPC dan TFC berbagai korelasi yang sangat kuat (Elasari et ekstrak tumbuhan dari 35 studi , 2. (Tabel SPF Berdasarkan pada arah grafik dilakukan oleh Ng et al. , . hasil pengeplotan data pada Gambar Berdasarkan hasil studi review yang 2,3 dan 4 dapat disimpulkan bahwa telah dilakukan dapat disimpulkan hubungan korelasi yang terjadi antara terdapat korelasi yang signifikan nilai SPF dengan kandungan TPC dan antara TPC. TFC ekstrak tumbuhan TFC dalam ketiga ekstrak merupakan terhadap nilai SPFnya (Ng et al. korelasi positif. Artinya nilai SPF. TPC dan TFC ekstrak sebanding Hidayah Anisa Fitri, dkk | 107 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Maret 2025, 99-115 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Tabel 4. Analisis statistik korelasi nilai SPF dengan kandungan senyawa polifenol ketiga ekstrak menggunakan metode two-tailed pearson ER1 SPF p-value Interpretasi SPF p-value Interpretasi SPF p-value Interpretasi TPC 0,000* 0,999 Korelasi sangat kuat ER2 TPC 0,009* 0,960 Korelasi sangat kuat TPC 0,016* 0,943 Korelasi sangat kuat TPF 0,003* 0,981 Korelasi sangat kuat TPF 0,005* 0,975 Korelasi sangat kuat TPF 0,023* 0,929 Korelasi sangat kuat *signifikan (P<0,. Gambar 2. Grafik hubungan antara kosentrasi dengan nilai SPF ketiga ekstrak Gambar 3. Grafik hubungan antara konsentrasi dengan TPC/kadar fenoik total ketiga ekstrak. Hidayah Anisa Fitri, dkk | 108 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Maret 2025, 99-115 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Gambar 4. Hubungan antara konsentrasi dengan TFC/kadr flavonoid total ketiga Senyawa rendah serta delokalisasi elektron terkojugasi (Stevanato et al. , 2. gelombang UV karena memiliki Fungsi gugus kromofor pada senyawa kemampuan untuk mendelokalisasi polifenol sebagai UV filter mirip (UV mekanisme pertahanan pertama. Pada terdapat pada sel kulit manusia pertahanan kedua, senyawa polifenol terhadap radiasi sinar UV (Solano, antioksidan baik secara langsung Bunga memodulasi beberapa jalur signaling mengandung senyawa fenolik asam dalam sel untuk mencegah reaksi neoklorgenat, asam klorgenat, asam berantai akibat terbentuknya ROS (Adhami et al. , 2008. Saewan & Jimtaisong, 2013. Stevanato et al. dihiroferulat-4-O-glukoronida. Penyerapan sinar UV dan 5-O- pelepasannya pada energi yang lebih kafeolsikimat (Alara et al. , 2. Hidayah Anisa Fitri, dkk | 109 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Maret 2025, 99-115 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Selain itu terdapat 95 jenis senyawa Dalam hubungannya dengan flavonoid yang telah teridentifikasi. kemampuannya sebagai UV B filter. Beberapa jenis flavonoid tersebut TPC ekstrak rosella, baik ER1 dan ER2 pada percobaan ini yang lebih mirisetin, kuersetin, kaemferol, serta senyawa antosianin yang dominan kontribusi yang lebih besar sebagai sianidin-3-O-glikosida (Nuryanti et agen fotoprotektor. Meskipun gugus , 2012. Prasetyoputri et al. , 2021. kromofor senyawa fenolik dalam Zhang et al. , 2. Sedangkan bunga dibandingkan senyawa flavonoidnya, kuersetin-3-glukosida TFC senyawa polifenol seperti senyawa senyawa ternatin, glikosida flavonol banyak sehingga memiliki peran yang seperti kaempferol, rutin, kuersetin besar dalam penyerapan sinar UV B. dan mirisetin (Kazuma et al. , 2003. Sedangkan pada ekstrak telang (ET) Multisona et al. , 2023. Vidana Gamage et al. , 2. Seluruh struktur kemungkinan memiliki kontribusi senyawa polifenol tersebut kaya yang sama besar sebagai agen UV dengan ikatan rangkap terkojugasi filter mengingat kandungan TPC dan maupun gugus hidroksi. Senyawa TFC dalam ekstrak hampir sama. Gabungan ikatan rangkap terkojugasi yang terdapat pada senyawa fenolik diketahui memiliki berbagai aktifitas dan flavonoid memiliki efek addisi yang kemungkinan besar semakin mekanisme sel dan antiinflamasi meningkatkan aktifitasnya sebagai agen fotoprotektor UV B yang ROS (Ng et , 2022. Nichols & Katiyar, 2009. Saewan & Jimtaisong, 2. terkonfirmasi dari nilai SPF ET yang masuk dalam kategori ultra. Meskipun pada penelitian ini telah diketahui nilai SPF dari ekstrak bunga rosella merah, rosella ungu dan Hidayah Anisa Fitri, dkk | 110 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 10. Maret 2025, 99-115 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 bunga telang, korelasinya dengan masing masing ekstrak. Semakin TPC sebagai UV B filter, namun metode pengujian dalam penelitian ini masih meningkatkan nilai SPFnya. Senyawa TFCnya serta dugaan mekanismenya Pengujian dengan metode lain untuk range sinar UV yang lebih luas serta kajian lebih terhadap efek fotoprotektor ekstrak lanjut terkait aktifitasnya sebagai rosella (ER1 & ER. adalah senyawa fotoprotektor masih perlu dilakukan fenolik, sedangkan pada ekstrak telang (ET) adalah senyawa fenolik Gambaran potensi dan keamanannya dan flavonoidnya. yang lebih baik dan lengkap untuk dikembangkan sebagai sediaan tabir DAFTAR PUSTAKA