Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X PENERAPAN LAYANAN INFORMASI MELALUI DIGITAL DALAM BIMBINNGAN BELAJAR SISWA SMP NEGERI 2 REJANG LEBONG Febriansyah Institut Agama Islam Negeri Curup (Febriansyah@iaincurup. ABSTRAK Layanan informasi melibatkan usaha-usaha untuk menyediakan beragam informasi kepada peserta didik dengan tujuan mendukung perkembangan mereka dan memperluas wawasan, termasuk masalah belajar yang dihadapi siswa, cara layanan informasi digital mengatasi masalah belajar, serta kekuatan dan kelemahan dari layanan informasi melalui digital. Kesulitan belajar yang dialami siswa umumnya adalah masalah yang sering terjadi, dan penyebabnya bisa berasal dari diri pribadi, lingkungan keluarga, sekolah, maupun lingkungan pergaulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed method dengan desain tranformasi Adalah mengunakan salah satu gabungan dari desai sebelumnya. Proses ini saling melengkapi, memastikan bahwa data kuantitatif mendukung temuan dari data kualitatif. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 93 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, angket, wawancara, dan Untuk memastikan keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 60,69% siswa mengalami masalah belajar, sedangkan 57,14% siswa memanfaatkan media digital seperti Youtube. Tiktok. Whatsapp, dan Canva sebagai media yang dapat membantu dalam proses belajar siswa. Kelebihan dari layanan media digital adalah menyajikan konten yang menarik, sementara kelemahannya termasuk masalah kuota internet dan partisipasi siswa dalam grup Whatsapp ketika layanan disampaikan melalui media tersebut. Masalah kesulitan belajar di sekolah membutuhkan perhatian serius karena terkait dengan kurangnya semangat, motivasi rendah, serta kondisi sosial dan ekonomi orang tua yang kurang memadai. Kata Kunci: Layanan Informasi. Digital. Bimbingan Belajar ABSTRACK Information services involve efforts to provide a variety of information to students with the aim of supporting their development and broadening their horizons, including learning problems faced by students, how digital information services address learning problems, as well as the strengths and weaknesses of information services through Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X digital means. The learning difficulties experienced by students are generally common issues, and the causes can stem from personal factors, family environment, school, or Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X social environment. The method used in this research is a mixed method with a sequential transformative design. This involves using one of the combinations of previous designs. This process complements each other, ensuring that quantitative data supports the findings from qualitative data. The sample size in this study was 93 The data collection techniques used include observation, questionnaires, interviews, and documentation. To ensure the validity of the data, source triangulation and technique triangulation were used. The results of the study show that 60. 69% of students experience learning problems, while 57. 14% of students use digital media such as YouTube. TikTok. WhatsApp, and Canva as media that can assist in the learning The advantages of digital media services are that they present interesting content, while the disadvantages include issues with internet quotas and student participation in WhatsApp groups when services are delivered through these media. Learning difficulties in schools require serious attention because they are related to lack of enthusiasm, low motivation, and inadequate social and economic conditions of Keywords: Information Services. Digital. Learning Guidance Pendahuluan Bimbingan konseling adalah bentuk bantuan yang diberikan oleh seorang konselor kepada konselinya dengan maksud membantu mereka mengatasi masalah terkait dengan diri mereka. (Ir. Sehat Keloko t. Latar belakang penelitian ini menyoroti pentingnya bimbingan konseling sebagai bantuan dalam mengatasi masalah pribadi dan sosial, serta mendorong kemandirian dan tanggung jawab individu. Dalam era teknologi 4. 0, peran konselor sangat penting dalam membantu siswa menghadapi tantangan belajar dengan memanfaatkan teknologi digital. Penelitian di SMP Negeri 2 Rejang Lebong menemukan bahwa banyak siswa mengalami kesulitan memahami materi pelajaran dan kurang tertarik pada layanan bimbingan yang disampaikan secara Penggunaan teknologi digital dalam layanan bimbingan diharapkan dapat membuat proses pembelajaran lebih menarik dan efektif, meskipun ada tantangan seperti keterbatasan kuota internet dan partisipasi siswa. (Ahmad Zaki Firza t. Penggunaan layanan informasi digital bertujuan memberikan pengetahuan yang relevan dan membantu siswa membuat keputusan yang tepat dalam mengatasi masalah (Asep Halimurosid t. ) Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan layanan informasi digital dalam bimbingan belajar, serta mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari pendekatan ini. Dengan memanfaatkan teknologi, guru pembimbing dapat mengembangkan kreativitas dan meningkatkan Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X pemahaman siswa, sehingga mereka dapat berkembang secara optimal. (Marta Dwi Angraini t. Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X Dalam konteks pendidikan nasional, layanan bimbingan konseling juga harus mendukung pengembangan potensi siswa dalam aspek spiritual, intelektual, dan (Indah Sukma Wati Dkk t. ) Teknologi digital menawarkan peluang besar, namun juga memerlukan pendekatan yang kreatif dan inovatif dari para guru pembimbing untuk mencapai hasil yang optimal. (Sari dkk. Penelitian ini penting untuk menilai bagaimana layanan bimbingan berbasis digital dapat diimplementasikan secara efektif di SMP Negeri 2 Rejang Lebong dan mengatasi tantangan yang dihadapi siswa. Diharapkan, penelitian ini dapat memberikan wawasan yang bermanfaat bagi pengembangan bimbingan konseling di sekolah, serta mendukung siswa dalam mengatasi kesulitan belajar dan berkembang menjadi individu yang mandiri dan bertanggung jawab. Metodelogi Penelitian Penelitian ini menggunakan metode mix method dengan desain transformasi (Arikunto t. ) Data dikumpulkan di SMP Negeri 2 Rejang Lebong melalui wawancara terstruktur dengan guru BK dan siswa, angket, observasi, dan dokumentasi. Populasi terdiri dari 372 siswa kelas Vi, dengan sampel acak 93 siswa dari tiga kelas. Teknik dokumentasi,(Sugiyono 2. sementara validitas diuji menggunakan AUM yang telah Analisis data kualitatif mengungkap tema utama melalui kata-kata, sementara data kuantitatif dianalisis secara deskriptif dan direpresentasikan dalam . ugiyono t. ) Keabsahan data dijamin dengan triangulasi sumber dan Sumber data primer berasal dari siswa kelas Vi, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen terkait. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efektivitas layanan informasi digital dalam bimbingan belajar siswa. Hasil Penelitian Masalah Belajar Siswa Berdasarkan hasil angket yang diisi oleh 93 siswa dan wawancara dengan guru BK dan siswa kelas Vi, ditemukan bahwa banyak siswa mengalami masalah Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X belajar yang umum, seperti kesulitan mengatur waktu belajar dan memahami materi Bidang Masalah 1 . JUMLAH SKOR Item Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X Masalah ini sering disebabkan oleh kurangnya perlengkapan yang memadai, gangguan kebisingan saat belajar, dan penggunaan ponsel yang tidak teratur. Sebanyak 57% siswa selalu menggunakan media digital untuk memahami materi pelajaran, namun 29% siswa masih kesulitan mengakses materi karena kendala Jumlah Pertanyaan Alternatif jawaban Jumlah Menurut saya, media digital bisa menjadi alat yang berguna materi pelajaran. ujian/ulangan saya karena saya Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X JUMLAH Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X Guru BK telah berusaha mengatasi masalah ini dengan menggunakan media digital secara kreatif dan memberikan layanan informasi yang menarik melalui grup WhatsApp. Meskipun banyak siswa merasa tidak terganggu oleh suara bising, ada 51% siswa yang mengaku waktu belajarnya terganggu karena sering menggunakan ponsel untuk bermain game. Selain itu, 50% siswa merasa kesulitan mengikuti pembelajaran kelompok karena kurangnya akses media digital. Sebanyak 62% siswa juga khawatir tentang keterbatasan keuangan yang mempengaruhi penggunaan media digital untuk belajar. Jumlah Pertanyaan Saya memahami materi Pelajaran karna akses internet di hp saya kurang Alternatif Jumlah Jumlah Jumlah Pertanyaan Saya merasa kekurangan waktu untuk belajar karna saya sering mengunakan hanphone untuk main game? Jumlah Alternatif Jumlah Meskipun demikian, banyak siswa yang merasa tidak terlalu terpengaruh oleh masalah keuangan dan lebih nyaman belajar dengan bantuan Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X video dari YouTube yang digunakan oleh guru. Siswa yang menghadapi kesulitan memahami materi pelajaran baru karena tidak didukung oleh media digital juga mencapai 87%. Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media digital dan strategi pengajaran yang menarik dapat membantu siswa mengatasi berbagai masalah belajar yang mereka hadapi. Layanan Informasi Melalui Digital Guru bimbingan konseling (BK) memiliki peran yang sangat penting dalam membantu siswa di sekolah. Mereka bertanggung jawab untuk menangani berbagai masalah yang dihadapi oleh siswa, termasuk dalam proses belajar, kesulitan memahami materi pelajaran, dan masalah dengan teman sebaya. Guru BK membantu siswa menyelesaikan masalah yang muncul antara siswa dan lingkungan sekitarnya serta membantu siswa mengenali dirinya dengan baik. Kreativitas dalam memberikan layanan kepada peserta didik dan pemanfaatan media digital yang terus berkembang menjadi aspek penting bagi guru BK. Penggunaan Media Digital untuk Memahami Materi Pelajaran Jumlah Pertanyaan digital/internet memahami materi Pelajaran sebelumnya yang belum saya Alternatif Jumlah Jumlah 98% siswa selalu menggunakan media digital/internet untuk memahami materi pelajaran yang belum dipahami, 2% siswa sering menggunakannya. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menggunakan media digital sebagai sarana utama untuk belajar. Kemudahan Akses Materi Pelajaran Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X Jumlah Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X Pertanyaan Menurut saya adanya media digital/internet memudahkan saya dalam mengakses materi pelajaran yang belum saya Alternatif Jumlah Jumlah 53% siswa merasa media digital/internet memudahkan akses materi pelajaran, 35% sering merasa demikian, 12% jarang, dan 0% tidak pernah. Mayoritas siswa menganggap media digital mempermudah proses belajar Pengaturan Bahan Pelajaran Jumlah Pertanyaan Dalam belajar saya membuat internet dan menjawabnya Jumlah Alternatif Jumlah Siswa Penelitian ini menunjukkan bahwa media digital memiliki peran penting dalam proses pembelajaran siswa di SMP Negeri 2 Rejang Lebong. Sebagian besar siswa menggunakan media digital untuk memahami materi pelajaran, mengatur bahan pelajaran, dan menghilangkan kejenuhan. Guru BK juga memanfaatkan media digital untuk memberikan layanan yang lebih kreatif dan menarik. Oleh karena itu, penggunaan media digital dalam bimbingan konseling dan pembelajaran di sekolah ini sangat dianjurkan untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif dan menyenangkan. Kekuatan Dan Kelemahan Dari Layanan Informasi Melalui Digital Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X Penelitian ini mengungkapkan bahwa media digital sangat membantu siswa SMP Negeri 2 Rejang Lebong dalam memahami materi pelajaran dan Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X menyelesaikan tugas sekolah, dengan sebagian besar siswa memanfaatkan platform seperti YouTube dan Google. Meski ada hambatan, seperti kurangnya respons siswa terhadap layanan digital dan kendala teknis, guru BK tetap kreatif dalam memberikan layanan melalui video dan konten menarik di platform digital, serta menggunakan presentasi PowerPoint dan permainan di kelas untuk menjaga minat Kreativitas guru BK dalam memanfaatkan media digital dan memberikan pendekatan personal sangat vital dalam mendukung keberhasilan proses belajar siswa, membantu mereka tidak hanya dalam aspek akademik tetapi juga dalam pengembangan karakter dan keterampilan. Berdasarkan pandangan Sunnarto, kesulitan belajar merupakan kondisi di mana siswa mengalami hambatan dalam proses belajar dan perubahan perilaku mereka tidak sesuai dengan lingkungan sekitar, yang dapat berdampak negatif pada diri mereka sendiri dan lingkungan mereka. (Prayitno Dan Erman Amit t. ) Dari data yang diperoleh, sebanyak 60,69% siswa di SMP Negeri 2 Rejang Lebong mengalami masalah belajar yang disebabkan oleh gangguan jaringan, ketiadaan kuota internet, serta keterbatasan waktu belajar karena harus membantu orang tua. Untuk mengatasi masalah ini, guru BK di sekolah(Kristianto Batuadji. Nuryanti Atamimi Dkk t. tersebut menyediakan layanan informasi melalui media digital seperti YouTube. Tiktok. Whatsapp. Canva, dan Telegram, yang disampaikan melalui grup Whatsapp. (Ketut Gading t. ) Meskipun layanan ini memiliki kelebihan, seperti konten yang menarik dan jarang membuat siswa bosan, ada juga tantangan seperti siswa yang jarang membuka grup Whatsapp, gangguan sinyal, dan masalah kuota internet. adilah t. ) Guru BK juga memberikan tips dan trik kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar dan menggunakan permainan dalam penyampaian materi agar proses belajar tidak (Ahmad Zaki Firza t. ) Dalam konseling behavior,(Kristianto Batuadji. Nuryanti Atamimi Dkk t. ) perubahan perilaku dapat dicapai melalui proses belajar tertentu, dan guru BK di SMP Negeri 2 Rejang Lebong menggunakan media digital untuk menciptakan kondisi belajar yang lebih menarik dan efektif. Dengan demikian, peran media digital dalam mendukung proses belajar siswa sangat penting, dan guru serta orang tua perlu memahami cara mengelola media ini agar dapat digunakan secara (Ganjar Susilo Dkk t. Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X Kesimpulan Berdasarkan penelitian mengenai masalah belajar siswa di SMP Negeri 2 Rejang Lebong, ditemukan bahwa kesulitan belajar yang dialami siswa disebabkan oleh kurangnya perlengkapan belajar yang memadai, gangguan kebisingan saat belajar, serta penggunaan ponsel yang tidak teratur. Dari 93 siswa yang mengisi angket, sebanyak 60,69% siswa mengalami masalah belajar, yang sering disebabkan oleh gangguan jaringan dan ketiadaan kuota internet. Guru BK di sekolah ini telah berusaha mengatasi masalah ini dengan menyediakan layanan informasi melalui media digital seperti YouTube. Tiktok. WhatsApp. Canva, dan Telegram. Sebanyak 57% siswa selalu menggunakan media digital untuk memahami materi pelajaran, meskipun 29% siswa masih kesulitan mengakses materi karena kendala internet. Guru BK juga menghadapi tantangan dalam menjaga minat siswa terhadap layanan digital, namun mereka tetap kreatif dengan memberikan tips dan trik, serta menggunakan permainan dalam penyampaian materi agar proses belajar tidak monoton. Penggunaan media digital dianggap efektif dalam mendukung proses belajar siswa, dengan 98% siswa menggunakan media digital untuk memahami materi yang belum dipahami dan 53% siswa merasa media digital memudahkan akses materi pelajaran. Penelitian ini menunjukkan bahwa kreativitas guru BK dalam memanfaatkan media digital sangat penting dalam membantu siswa mengatasi berbagai masalah belajar, serta dalam mendukung keberhasilan proses belajar mengajar yang lebih efektif dan Namun, kendala teknis seperti gangguan sinyal dan masalah kuota internet masih menjadi tantangan yang perlu diatasi. Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DAFTAR REFERENSI Ahmad Zaki Firza. AuGuru Bk Dalam Menjawab Era Digital. Vol. No. Ay Arikunto, suharismi. prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. jakarta rineka Asep Halimurosid. AuStrategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Menghadapi Era Revolusi Industry 4. Jurnal Pendidikan Dan Konseling. Vol No. Th 2022. Ay instrumen non tes bimbingan dan konseling. LP2 IAIN Curup, 2013. Ganjar Susilo Dkk. Rahayu Sri Waskitoningtyas. AuJurnal Solma. Proses Layanan Bimbingan Belajar Dalam Meningatkan Kemampuan Belajar Anak Gunung Sari Ilir, . Vol 11 No 3. Ay Indah Sukma Wati Dkk. Lisa Mardian Nova. AuJurnal Ilmiah Konseling, . Evektifitas Layanan Informasi Dengan Pendekatan Problem Based Learning Untuk Meningatkan Kebiasaan Belajar Siswa, (Dewa Ketut Sukardi, 2. Ay Ir. Sehat Keloko. Muallaf Sejuta Inspirasi. AuDasar-Dasar Bimbingan Dan Konselng. Medan, . Perdana Publsing. Ay Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X Ketut Gading. Gusti Aprianti Utari. Jurnal Bimbingan Dan Konseling. Pengembangan Buku Bimbingan Dan Konseling Dkk, . H-78. Ay Kristianto Batuadji. Nuryanti Atamimi Dkk. AuHubungan Antara Efektivitas Fungsi Bimbingan Dan Konseling Dengan Persepsi Siswa Terhadap Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Menengah Pertama Stella Duce I Yogyakarta. Jurnal Piskologi. Vol 36 No. Ay Marta Dwi Angraini. Au. Pengembangan Software Gaya Belajar Bagi Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 13 Surabaya, . Ay Prayitno Dan Erman Amit. Au. Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling, (Jakarta. Rineka Cipta, 2. Ay Sari. Azmatul Khairiah. Neviyarni Neviyarni. Riska Ahmad, dan Yarmis Syukur. AuPemanfaatan Sarana Prasarana dalam Pelaksanaan Bimbingan Konseling di Sekolah. Ay Jurnal Inovatif Ilmu Pendidikan 3. :126Ae40. 23960/jiip. Sugiyono. AuMetode penelitian kombinasi . ixed method. Ay Sugiyono Bandung: Alfabeta, 2015 . Austatistik untuk penelitian. Ay jakarta rineka cipta, 2013 61.