Jurnal Citra Pendidikan Volume 2 Nomor 3 Tahun 2022 ISSN 2775-1589 Hal. (JCP) http://jurnalilmiahcitrabakti. id/jil/index. php/jcp/index PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MULTILITERASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENULIS PUISI KELAS X Intan Muzahiyatul Latifah. Tsalitsatul Maulidah. Maulidia Tifani Alfin Nur Hardiana Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Billfath Lamongan intanmuzahiyatullatifah7@gmail. com, tsalitsatulmaulidah@gmail. tifani@gmail. Abstract This Study aims to determine the effect of the multiliterate learning model based on local wisdom on the ability to write poetry for class X students. This Type of quantitave research uses a quasi-experimental method with a pretest-posttest control group design. Data analysis techniues used include descriptive analysis, normality test, homogeneity test, t-test, and hypothesis testing. The results of this study indicate an increase in studentAos poetry writing skills. In the pretest score for writing poetry, student obtained an average score of 21,32, and increase in the posttest score with an average of 21,84. This proves that there is a significant effect between the multiliterate learning model based on local wisdom on the ability to write poetry for class X student. Article History Received:15-02-2022 Reviewed:10-03-2022 Published: 30-07-2022 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan menulis puisi siswa kelas X. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan ancangan penelitian eksperimen semu . uasi experimen. dengan desain pretest-posttest control group design. Teknik analisis data yang digunakan diantaranya yaitu analisis deskripstif, uji normalitas, uji homogenitas, uji t, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan kenaikan kemampuan menulis puisi siswa. Pada skor pretest menulis puisi siswa diperoleh skor rata-rata sebesar 21,32, mengalami peningkatan pada skor posttest dengan rata-rata sebesar 21,84. Hal ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan menulis puisi siswa kelas X. Sejarah Artikel Diterima:15-02-2022 Direview:10-03-2022 Disetujui: 30-07-2022 7 Key Words Multiliterate learning model based on local wisdom. Poetry. Kata Kunci Model pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal. Puisi. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 541 PENDAHULUAN Menurut Dalman . , menulis merupakan suatu kegiatan komunikasi berupa penyampaian pesan . secara tertulis kepada pihak lain dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Selain itu. Dalman . , menyatakan bahwa menulis merupakan suatu proses kreatif yang banyak melibatkan cara berpikir divergen . daripada konvergen . Berdasarkan pendapat tersebut, dapat disimpulkan menulis adalah keterampilan berbahasa dengan mengungkapkan gagasan melalui bahasa tulis sebagai media berkomunikasi secara tidak langsung agar mudah Salah satu bentuk keterampilan menulis, yaitu menulis puisi. Achmad . , menjelaskan bahwa puisi merupakan salah satu jenis karya sastra yang terikat oleh rima, ritme, atau jumlah baris dan ditandai oleh bahasa yang padat. Achmad . , puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias . Pentingnya keterampilan menulis puisi merupakan salah satu hal yang harus dikuasai. Hal ini sesuai dengan kurikulum bahasa Indonesia SMA kelas X yaitu menulis puisi dengan memperhatikan unsur pembangunnya, (Permendikbud nomor 70 tahun 2. Dalam pembelajaran menulis puisi, siswa tidak hanya dapat mengembangkan kemampuan membuat puisi, tetapi juga mencermati pemilihan diksi, dan memiliki kemampuan untuk menuangkan ide atau gagasan dengan cara membuat puisi yang menarik untuk dibaca. Berdasarkan hasil observasi, peneliti menemukan bahwa rata-rata nilai siswa pada pembelajaran menulis teks puisi tergolong rendah. Hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara guru Bahasa Indonesia dan sebagian siswa kelas X, yang menyatakan bahwa nilai yang diperoleh pada ulangan harian pada materi teks puisi rata-rata nilai yang diperoleh adalah C70. Dari permasalahan yang ditemukan saat observasi tersebut dibutuhkan sebuah penerapan model pembelajaran yang menarik, dalam hal ini peneliti menerapkan model pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal agar kemampuan menulis siswa dapat berkembang atau meningkat. Menurut Abidin . , multiliterasi adalah keterampilan menggunakan beragam cara untuk menyatakan dan memahami ide-ide dan informasi dengan menggunakan bentukbentuk teks konvensional maupun teks inovatif, simbol, dan multimedia. Pembelajaran multiliterasi merupakan salah satu desain pembelajaran yang digunakan dalam konteks Konsep multiliterasi dirancang untuk menjawab kebutuhan keterampilan di abad Pembelajaran multiliterasi didesain menghubungkan 4 keterampilan multiliterasi . embaca, menulis, berbahasa lisan, dan berIT) dengan 10 kompetensi belajar secara khusus abad ke 21. Kesepuluh kompetensi Abidin . yakni : . kreativitas dan inovasi, . berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pembuatan keputusan, . metakognisi, . komunikasi, . kolaborasi, . Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 542 berkewarganegaraan, . berkehidupan dan berkarier, dan . responsibilitas personal dan sosial, termasuk kesadaran atas kompetensi dan budaya. Sementara itu, kearifan lokal adalah identitas atau kepribadian budaya sebuah bangsa yang menyebabkan bangsa tersebut mampu menyerap, bahkan mengolah kebudayaan yang berasal dari luar/bangsa lain menjadi watak dan kemampuan sendiri. Wibowo . Dalam karya sastra, kearifan lokal jelas merupakan bahasa, baik lisan maupun tulisan. Ratna . Dalam masyarakat, kearifan-kearifan lokal dapat ditemui dalam cerita rakyat, nyayian, pepatah, sasanti, petuah, semboyan, dan kitab-kitab kuno yang melekat dalam perilaku sehari-hari. Kearifan lokal ini akan mewujud menjadi budaya tradisi, kearifan lokal akan tercermin dalam nilai-nilai yang berlaku dalam kelompok masyarakat tertentu, (Haryanto, 2013: . Menurut Abidin . model pembelajaran multiliterasi memiliki tiga tujuan, yakni: kepemilikan atas dan peningkatan keterampilan belajar abad ke-21, pemahaman yang mendalam terhadap berbagai konsep, proses, dan sikap ilmiah disiplin ilmu yang sedang dipelajari. Kemudian, peningkatan dan pengembangan keterampilan multiliterasi dan karakter siswa. Berdasarkan tujuan tersebut peneliti menyimpulkan bahwa tujuan didalam model multiliterasi untuk memberikan kesempatan atau peluang kepada siswa dalam mengembangkan dirinya mulai dari keterampilan, pemahaman, dan karakter siswa. METODE PENELITIAN Jenis penelitian kuantitatif ini menggunakan metode eksperimen semu. Sugiyono . menyatakan bahwa Quasi Eksperimental Design adalah sebuah eksperimen yang mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabelvariabel luar yang memengaruhi pelaksanaan eksperimen. Eksperimen semu bertujuan untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan melibatkan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Penelitian eksperimen semu ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh model pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal terhadap hasil menulis Penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest control group design. Desain dilaksanakan dengan memilih dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol secara acak. Kedua kelompok diberikan pretest untuk menganalisis kondisi awal kedua kelompok. Kemudian kelompok eksperimen diberi perlakuan. Selanjutnya pemberian posttest pada kedua kelompok, dan dianalisis perbedaan yang muncul diantara kedua kelompok tersebut (Sugiyono:2015:. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 543 Tabel 1. Desain Penelitian Kelas Pretest Perlakuan Posttest Keterangan : : Kelas eksperimen . elas dengan siswa yang mendapatkan perlakuan model pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal dalam menulis puis. : Kelas kontrol . elas dengan siswa yang tidak mendapatkan perlakuan model pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal dalam menulis puis. : Hasil pretest kelas eksperimen sebelum diberikan perlakuan : Hasil posttest kelas eksperimen sesudah diberikan perlakuan : Hasil pretest kelas kontrol sebelum diberikan perlakuan : Hasil posttest kelas kontrol yang tidak diberikan perlakuan : Pemberian perlakuan kepada kelas eksperimen : Tidak adanya perlakuan kelas kontrol Penelitian ini dilaksanakan di kelas X SMA 1 Simanjaya Sekaran Lamongan. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 2 . berjumlah 25 siswa dan kelas X MIPA 1 . berjumlah 25 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Sugiyono . menyatakan bahwa teknik pengumpulan data merupakan langkah awal dalam pelaksanaan penelitian, karena pemerolehan data merupakan tujuan dari sebuah penelitian. Teknik yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik tes kemampuan siswa dan observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes, rubrik penilaian, dan pedoman observasi. Sugiyono . menyatakan bahwa analisis data merupakan kegiatan terakhir setelah semua data terkumpul. Data dapat diperoleh dari responden atau sumber lain. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji-t dengan teknik t-tes yang pertama, yaitu normalitas, kedua yaitu uji homogenitas, dan ketiga yaitu Uji-t. Tahap ini digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan hasil belajar pada kedua kelas. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal terhadap kemampuan menulis puisi siswa. Analisis dilakukan pada skor pretest dan posttest kelas eksperimen. Data analisis deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-T pada kelas eksperimen disajikan dalam tabel berikut. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 544 Tabel 2. Hasil analisis data pretest dan posttest kelas eksperimen Posttest Pretest Kelas Data Kelas Eksperimen Eksperimen Skor Tertinggi Skor Terendah Mean 21,32 21,84 Median Modus 19 dan 22 Standar Deviasi 3,625 4,661 Uji Normalitas 0,060 0,064 Uji Homogenitas 0,269 0,206 Uji-t -0,420 Berdasarkan tabel 2 tersebut, dapat diketahui bahwa skor tertinggi pretest siswa mencapai 26 dan skor tertinggi posttest siswa mencapai skor 30. Distribusi frekuensi skor pretest-posttest menulis puisi kelas eksperimen dapat dilihat pada tabel dan grafik berikut. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Perolehan Skor Pretest Kemampuan Menulis Puisi Kelas Eksperimen Frekuensi Frekuensi Frekuensi Kumulatif Skor Frekuensi (%) Kumulatif (%) Total Berdasarkan tabel 3, dapat diketahui hasil skor pretest menulis puisi kelas Pada skor 24 diperoleh 5 siswa . %), skor 15 diperoleh 2 siswa . %), skor 16 diperoleh 2 siswa . %), skor 17 diperoleh 1 siswa . %), skor 19 diperoleh 3 siswa . %), skor 20 diperoleh 3 siswa . %), skor 22 diperoleh 4 siswa . %), skor 25 diperoleh 1 siswa . %), dan skor 26 diperoleh 4 siswa . %). Berdasarkan tabel tersebut, dapat disajikan dalam bentuk histogram sebagai berikut. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 545 Skor Frekuensi Gambar 1. Histogram Distribusi Frekuensi Perolehan Skor Pretest Kemampuan Menulis Puisi Kelas Eksperimen Tabel 4. Distribusi Frekuensi Skor Posttest Kemampuan Menulis Puisi Kelas Eksperimen Frekuensi Frekuensi Frekuensi Skor Frekuensi (%) Kumulatif Kumulatif (%) Total Berdasarkan tabel 4. 3, dapat diketahui hasil skor posttest menulis puisi kelas Frekuensi terbanyak terdapat pada skor 19 dan 22 yang masing-masing diperoleh 5 siswa . %), skor 14 diperoleh 1 siswa . %), skor 16 diperoleh 2 siswa . %), skor 17 diperoleh 2 siswa . %), skor 18 diperoleh 1 siswa . %), skor 24 diperoleh 2 siswa . %), skor 25 diperoleh 1 siswa . %), skor 26 diperoleh 1 siswa . %), skor 27 diperoleh 2 siswa . %), dan skor 30 diperoleh 3 siswa . %). Tabel di atas dapat disajikan dalam bentuk histogram sebagai berikut. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 546 Skor Frekuensi Gambar 2. Histogram Distribusi Frekuensi Perolehan Skor Posttest Kemampuan Menulis Puisi Kelas Eksperimen Berdasarkan tabel 2 di atas, dapat diketahui hasil uji normalitas kelas eksperimen. Data pretest hasil menulis puisi diketahui memperoleh sig . -taile. sebesar 0,060. Data posttest hasil menulis cerpen diketahui memperoleh sig . -taile. sebesar 0,064. Hal tersebut menunjukkan bahwa data Pretest dan posttest menulis puisi dinyatakan berdistribusi normal karena sig . -taile. yang diperoleh lebih besar dari 5% . >0,. Dengan hasil penghitungan yang menunjukkan kenormalan distribusi, data tersebut telah memenuhi syarat untuk analisis. Dilihat dari tabel 2 tersebut, dapat diketahui bahwa data pretest menulis puisi dalam penelitian ini diperoleh hasil Sig. 0,269>0,05. Data posttest menulis cerpen diperoleh hasil Sig. 0,206>0,05. Dari hasil penghitungan uji homogenitas varian pretest dan posttest menulis cerpen dengan program IBM SPSS 25 dalam penelitian ini menunjukkan kedua data telah memenuhi syarat untuk dianalisis karena nilai signifikansi hitung lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 . %). Selanjutnya, berdasarkan tabel 2 terebut, diketahui besarnya thitung . sebesar 0,420 dengan df 24. Nilai th tersebut dikonsultasikan dengan nilai ttabel . pada taraf signifikansi 5% dan df 24. Hasil yang didapat ttb sebesar 0,678, hal tersebut menunjukkan bahwa nilai th lebih kecil dari nilai ttb . th: -0,420 < ttb: 0,. Hasil uji-t pada skor pretest dan posttest tersebut menerangkan perbedaan, yaitu terjadi peningkatan pada skor posttest hasil menulis puisi pada kelas eksperimen. Dengan kata lain, keadaan awal dan akhir hasil menulis puisi kelas eksperimen adalah berbeda. Dengan demikian, hipotesis alternatif (H. yang menyatakan AuModel pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal berpengaruh terhadap hasil menulis puisi siswa kelas XAy diterima. Sementara itu, hipotesis nihil (H. yang menyatakan AuModel pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal berpengaruh terhadap hasil menulis cerpen siswa kelas XIAy ditolak. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 547 Penerapan model pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal dalam menulis puisi dilakukan di kelas eksperimen. Langkah-langkah model pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut. Penerapan model pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal dilakukan pada pertemuan ketiga pada hari Selasa, 31 Mei 2022. Siswa yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 25 siswa. Teks yang dipelajari merupakan kearifan lokal Lamongan yang berjudul AuSejarah Monumen Van Der WijckAy. Pada perlakuan ketiga, guru mengubah Masing-masing kelompok terdiri atas dua siswa. Guru menyampaikan topik pembelajaran, yaitu video berita dengan judul AuSejarah Monumen Van Der WijckAy. Selanjutnya, guru telah menyiapkan tayangan berita tentang monumen Van Der Wijck. Berita tersebut dilansir dari channel TV. TV One. Dalam tahapan ini, guru membimbing siswa untuk membangun konteks dengan menyimak tayangan berita. Siswa menuliskan pokok-pokok isi berita. Tahapan selanjutnya, tiap kelompok mengumpulkan hasil tulisannya, kemudian guru memilih acak untuk mempresentasikan hasil tulisannya. Hal tersebut dilakukan hingga tiga kelompok, kemudian ada satu kelompok yang diberikan tugas untuk menyimpulkan dari ketiga kelompok presentator tersebut. Pada kegiatan penutup, guru memberikan rangkuman dan simpulan pelajaran. Setelah itu, guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya dan menutup pelajaran dengan salam penutup. Pada pelaksanaan pretest di kelas eksperimen skor maksimal yang didapatkan siswa 26, skor minimal 15, dengan rata-rata sebesar 21,32. Selanjutnya, pada pelaksanaan posttest, skor maksimal yang didapatkan siswa 30, skor minimal 14, dengan rata-rata sebesar 21,84. Hasil tersebut terlihat bahwa terdapat perbedaan pengaruh penggunaan model pembelajaran multiliterais berbasis kearifan lokal terhadap hasil menulis puisi siswa karena kelas eksperimen mendapatkan perlakuan yang cukup membantu kesulitan-kesulitannya dalam menulis puisi. Hasil rata-rata skor posttest menunjukkan skor siswa di kelas eksperimen mengalami peningkatan signifikan dari skor pretest. SIMPULAN DAN SARAN Siklus belajar pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran meliputi, melibatkan, merespon, elaborasi, meninjau ulang, dan mempresentasikan. Melalui siklus belajar pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal, siswa kelas eksperimen mampu menggali ide, menentukan ide, dan mengembangkan ide dalam menyusun puisi. Kelas eksperimen mengalami peningkatan dari pretest menuju posttest. Pretest diperoleh skor terendah yang didapatkan siswa 15, skor tertinggi 26, dan mean 21,32. Sedangkan posttest dengan skor terendah yang didapatkan siswa 14, skor tertinggi 30, dan mean 21,84. Model pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal berpengaruh terhadap hasil menulis Hal ini terbukti dari hasil analisis menggunakan uji-t pada skor pretest dan posttest kelas eksperimen. Dari perhitungan pada kelas eksperimen diketahui besarnya thitung . lebih kecil dari nilai ttabel . pada taraf signifikansi 5% df 24 . th: -0,420 < ttb: 0,. Jurnal Citra Pendidikan (JCP) || 548 Berdasarkan hasil penelitian pada pembelajaran menulis puisi menggunakan model pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal, peneliti memberikan saran kepada pihakpihak Bagi siswa dapat menerapkan langkah-langkah pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran menulis puisi. Bagi guru, penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan kepada guru bahasa Indonesia untuk menerapkan model pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal pada materi menulis puisi untuk mempermudah siswa menentukan ide dan mengembangkan cerita dalam menulis puisi. Bagi Sekolah, penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan kepada guru untuk menerapkan model pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal sebagai salah satu alternatif menerapkan pembelajaran lain selain materi menulis puisi. Bagi Peneliti, bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat menggunakan penelitian ini sebagai sumber referensi penelitian terdahulu supaya terdapat perkembangan pengetahuan khususnya penerapan model pembelajaran multiliterasi berbasis kearifan lokal terhadap hasil menulis puisi. DAFTAR PUSTAKA