Strategi Pengembangan Siswa Berkarakter dengan Kegiatan Kesiswaan Rutin Teragenda (MTs Karangkedawang Sooko Mojokert. Nurdiana FI1. Yuliasnita Verlandes2. Rini Armin3. Agus HP4 Email: yuliasnitaverlandes@unim. id2 rini. armin@unim. id3, ahp@unim. 1,2,3,4 Fakultas Ekonomi. Universitas Islam Majapahit. Mojokerto Korespondensi Penulis: diana. fe@unim. Abstrack This study aims to explore the strategies implemented by MTs Al Ikhlas Karangkedawang Sooko Mojokerto to develop the character of its students. With planned and routinely implemented student activities, there is a target for character formation and development. The focus of the study includes . The process of planning student activities aimed at character formation and development begins with the initiation of Islamic Religious Education teachers at monthly routine meetings to discuss the activities to be implemented. After mutual agreement, the activities are included as habits with a scheduled routine agenda. Implementation of scheduled routine activities as a school step to develop student character. With the assistance of scheduled teachers, students are required to participate in activities by filling out the attendance list. The impact of scheduled activities on student character. Teachers and parents can see changes in student character for the better after participating in Islamic-themed student activities. This study uses a descriptive qualitative approach by conducting direct observations in the field. After the data has been successfully identified, the process of validity, reduction and presentation of data is carried Research results . Religious activity planning is designed at a monthly meeting initiated by the religious teacher, after mutual agreement the activity is included as a structured school . Religious activities carried out include. joint prayers carried out by visiting the homes of 9th grade students alternately and congregational Dhuha and Dzuhur prayers followed by reciting the Koran together. The impact on students is the formation of religious character, discipline, responsibility and hard work, and indirectly, student activities that habituate religion will foster honesty, social care, environmental care, independence and friendship. Keywords: Development Strategy. Character. Student Activitie Abstrak Penelitian ini bertujuan menggali strategi yang dilakukan oleh MTs Al Ikhlas Karangkedawang Sooko Mojokerto untuk mengembangkan karakter siswanya. Dengan kegiatan kesiswaan terencana dan rutin dilaksanakan ada target pembentukan dan pengembangan karakter. Fokus penelitian adalah meliputi . Proses perencanaan kegiatan kesiswaan yang bertujuan untuk pembentukan dan pengembangan karakter diawali dengan inisiasi guru PAI pada rapat rutin bulanan membahas kegiatan yang akan dilaksanakan. Setelah disepakati bersama, kegiatan dimasukkan sebagai pembiasaan dengan agenda rutin terjadwal. Pelaksanaan kegiatan rutin teragenda sebagai langkah sekolah untuk mengembangkan karakter siswa. Dengan pendampingan bapak dan ibu guru yang terjadwal, siswa wajib mengikuti kegiatan dengan mengisi daftar hadir. Dampak kegiatan teragenda bagi karakter siswa. Guru dan orang tua bisa melihat perubahan karakter siswa yang lebih baik setelah mengikuti kagiatan kesiswaan bernuansa islami. Penelitian Page | 152 Nurdiana FI1. Yuliasnita Verlandes2. Rini Armin3. Agus HP4 BISMAN (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Vol. 9 No. Halaman: 152 Ae 163 ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan pengamatan langsung di Setelah data berhasil di identifikasi, dilakukan proses validitas, reduksi dan penyajian Hasil penelitian . Perencanaan kegiatan keagamaan dirancang pada rapat bulanan yang di inisiasi oleh guru agama, setelah disepakati bersama kegiatan di masukkan sebagai program sekolah yang dilaksanakan secara terstruktur. Kegiatan keagamaan yang dilaksanakan meliputi. doAoa bersama yang dilaksanakan dengan anjangsana berkunjung di rumah siswa kelas 9 secara bergantian dan solat dhuha dan solat dzuhur berjamaAoah dilanjutkan dengan mengaji bersama. Dampak bagi siswa adalah terbentuk karakter religius, disiplin, tanggungjawab dan kerja keras, serta secara tidak langsung kegiatan kesiswaan pembiasaan keagamaan akan menumbuhkan karakter jujur, peduli sosial, peduli lingkungan, mandiri dan bersahabat. Kata Kunci: Strategi pengembangan. Karakter. Kegiatan Kesiswaan PENDAHULUAN Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas manusianya. Daya saing bangsa dipengaruhi oleh beberapa faktor adalah pertama bagaimana suatu bangsa mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. kedua, bagaimana kemampuan mengelola atau memanage bangsa dari segala aspek. serta ketiga, kemampuan manusianya. Tiga faktor diatas mutlak tergantung pada Sumber Daya Manusia suatu bangsa, sehingga bisa dikatakan jika suatu negara tidak mampu mengembangkan SDM nya maka negara tersebut tidak akan mampu berkembang (Nahdhah 2017:. Pendidikan merupakan kegiatan yang dilakukan manusia dalam meningkatkan potensi yang dibawanya sebagai pemberian dari sang pencipta sejak lahir (Muklasin 2016:. Pendidikan akan sangat menentukan peningkatan kualitas SDM sehingga pendidikan memegang peran penting didalam kemajuan peradaban. Dengan pendidikan transformasi akan terjadi didalam menumbuhkan karakter positif dan menekan karakter buruk merubahnya menjadi baik. Menurut Bapak Pendidikan Ki Hajar Dewantara pendidikan adalah usaha membina tumbuhnya pikiran dan fisik anak. Hal ini berarti dengan pendidikan akan menumbuhkan karakter positif pada diri peserta didik untuk menyadari kodrat sebagai manusia terdidik, mampu melakukan sesuatu sesuai ketentuan dan bermanfaat menyumbangkan kemampuan untuk masyarakat sekitarnya. Tujuan pendidikan sesuai amanat negara adalah sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dalam UndangUndang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 3 yaitu. AuPendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Ay Berdasarkan UU diatas di simpulkan bahwa pendidikan karakter faktor utama di dalam membentuk kualitas peserta didik. Pembentukan karakter termasuk dalam lingkup pengembangan SDM. Saat ini terjadi degradasi karakter pada generasi muda terutama siswa usia sekolah yang disebabkan oleh lingkungan, dampak negatif teknologi atau pengasuhan yang kurang tepat sehingga terjadi krisis moral, disiplin rendah, empati kurang dan rendahnya semangat juang atau gampang menyerah ketika berhadapan Page | 153 Nurdiana FI1. Yuliasnita Verlandes2. Rini Armin3. Agus HP4 BISMAN Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Submitted: 23-01-2026 | Accepted: 06-02-2026 | Published: 09-02-2026 Vol. 9 No. Halaman: 152 Ae 163 dengan tantangan. Hal ini menjadi tugas bersama pemerintah, insan pendidik, orang tua untuk bersama sama menekan karakter negatfi dan menumbuhkan karakter positif. Pengembangan merupakan proses peningkatan kualitas baik sumber daya manusia, metode, maupun produk, sehingga mampu memberikan hasil yang lebih optimal (Sugiyono Pengembangan merupakan proses dilakukan secara terencana serta berkelanjutan guna meningkatkan potensi, kualitas, fungsi dan kapasitas objek, lembaga atau individu untuk mencapai target terbaik. Secara umum pengembangan tidak hanya menyasar peningkatan fisik akan tetapi juga fokus pada perbaikan aspek intelektual, mental, spiritual dan sosial. Secara etimologis pengembangan berasal kata dasar kembang berarti berkembang, tumbuh dan menjadi lebih baik. Bisa diartikan pengembangan adalah upaya agar sesuatu bisa menjadi lebih optimal, lebih maju dan bermanfaat. Menurut Siagian . pengembangan merupakan upaya peningkatan kemampuan kerja melalui pendidikan dan pengalaman seseorang sehingga dapat menyelesaikan tugas dengan efektif. Maka dapat disimpulkan pengembangan adalah rangkaian proses terstruktur yang membawa kondisi yang terjadi saat ini menuju pada kondisi yang lebih baik dengan dukungan optimal dari berbagai sumber daya dan strategi terbaik. Sebagaimana yang tercantum pada dokumen Kemendiknas tahun 2010, karakter merupakan serangkaian nilai moral dan etika yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak seseorang dalam hidup bermasyarakat dan berbangsa. Implementasi karakter yang baik akan terwujud pada sikap, moral dan kebiasaan terpuji dalam diri siswa yang akan membimbimbing mereka dalam bersikap jujur, peduli, disiplin serta berperilaku sebagai warga yang baik. KAJIAN PUSTAKA Strategi secara etimologis berasal dari bahasa Yunani yang artinya AujenderalAy atau Auseni memimpin pasukanAy Dalam konteks modern strategi digunakan dalam lingkup pendidikan, bisnis pemasaran dan manajemen. Makna strategi merupakan upaya atau usaha yang terencana secara detail untuk mencapai suatu rencana yang telah Menurut Mintzberg . Strategi dapat dipahami sebagai plan, pattern, position, perspective, dan ploy, yang menggambarkan pendekatan komprehensif didalam mencapai tujuan organisasi. Makna strategi secara umum merupakan garis besar haluan yang bertindak sebagai petunjuk arah dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan (Hardiah 2021:. Strategi sebagai arah di lakukan secara detail dan terencana sehingga pencapaian tujuan akan lebih cepat dicapai. Pengembangan adalah proses terencana untuk meningkatkan potensi, kualitas, kapasitas maupun fungsi individu, lembaga atau objek untuk mencapai tujuan yang lebih Secara umum pengembangan tidak hanya mencakup peningkatan secara fisik tetapi juga menyasar aspek mental, sosial, intelektual maupun spiritual. Secara etimologi AupengembanganAy berasal dari kata kembang yang berarti tumbuh dan berkembang menjadi yang lebih baik. Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan pengembangan merupakan upaya agar sesuatu menjadi lebih baik, maju, efektif, optimal dan bermanfaat. Menurut para ahli, pengembangan adalah usaha meningkatkan kemampuan kerja manusia melalui pendidikan dan pengalaman sehingga mampu melaksanakan tugas dengan lebih Page | 154 Nurdiana FI1. Yuliasnita Verlandes2. Rini Armin3. Agus HP4 BISMAN (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Vol. 9 No. Halaman: 152 Ae 163 efektif (Siagian, 2. Sementera menurut Sugiyono . pengembangan merupakan tahapan peningkatan kualitas pada SDM, produk atau metode sehingga mampu memberikan hasil yang lebih baik dan optimal. Dari berbagai definisi diatas bisa di simpulkan pengembangan merupakan proses sistimatis untuk perubahan kepada kondisi yang lebih baik dengan mendayagunakan berbagai sumberdaya dan strategi yang terbaik. Dalam konteks sekolah, pengembangan adalah upaya kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan guru untuk membentuk perilaku siswa dengan kegiatan yang bersifat religius sehingga karakter dan moral siswa menjadi lebih baik. Kegiatan agama yang rutin teragenda akan menjadi pembiasaan yang membawa kepada keseharian siswa selalu dekat dengan aktivitas agama. Karakter secara etimologi berasal dari bahasa Yunani yang berarti Auto marksAy . dan fokus pada bagaimana menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam tindakan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia karakter memiliki arti sebagai berikut . sifat-sifat kejiwaan, akhlak budi pekerti yang akan membedakan seseorang dari orang . karakter bisa juga bermakna huruf. Menurut Kementrian Pendidikan Nasional karakter merupakan watak, akhlak, tabiat atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebijakan . yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berfikir, bersikap dan bertindak. Bapak Pendidikan Ki Hajar Dewantara memandang karakter sebagai watak atau budi pekerti. Budi pekerti merupakan bersatunya gerak, pikiran, sikap, tindakan dan kemauan yang selanjutnya menimbulkan Bisa di ringkas bahwa menurut Ki Hajar Dewantara karakter adalah sifat manusia mulai dari angan-angan hingga berubah menjadi tenaga (Azmi 2017. Secara sosiologis dan psikologis terdapat unsur-unsur yang terkait dengan terbentuknya karakter, adalah . Sikap. merupakan bagian atau bahkan dianggap sebagai cerminan karakter. Sikap seseorang didalam merespon sesuatu hal biasanya menunjukkan karakter orang tersebut. Semakin baik sikap seseorang maka dianggap semakin baik juga karakter orang tersebut. Emosi merupakan bagian dari respon terhadap situasi yang dinamis berubah ubah sesuai kondisi yang dirasakan manusia. Kepercayaan. merupakan unsur kognitif manusia yang juga merupakan faktor sosiologis psikologis. Kepercayaan terhadap sesuatu benar atau salah berdasarkan bukti, sugesti otoritas, intuisi dan pengalaman sangat penting dalam membentuk karakter manusia. Kepercayaan memperkukuh nilai eksistensi diri dalam berinteraksi dengan orang lain. Kebiasaan dan kemauan. kebiasaan adalah aspek perilaku yang menetap, dilakukan secara otomatis berulang ulang dalam waktu yang lama, sementara kemauan adalah keadaan manusia yang mencerminkan perilaku nya. Dengan kemauan manusia akan mencapai apa yang di inginkan. Karakter terbentuk dari aktivitas pengulangan yang akhirnya menjadi kebiasaan. Pembiasaan orang tua terhadap anak-anaknya mulai dari anak-anak hingga usia remaja di kehidupan keluarga akan membentuk karakter anak-anak nya. Pengaruh orang tua terhadap karakter anak-anak bisa ke arah yang baik atau yang sebaliknya ke arah yang buruk. Demikian pentingnya pembiasaan di dalam keluarga akan menunbuhkan karakter bagi anak-anak tergantung dari orang tuanya. Hal ini akan runtut terjadi seterusnya, anak-anak yang terbentuk dengan karakter baik orang tua akan menjadi calon dewasa yang berkarakter baik juga. Lingkungan keluarga akan sangat berperan pada pembentukan karakter anakPage | 155 Nurdiana FI1. Yuliasnita Verlandes2. Rini Armin3. Agus HP4 BISMAN Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Submitted: 23-01-2026 | Accepted: 06-02-2026 | Published: 09-02-2026 Vol. 9 No. Halaman: 152 Ae 163 Tujuan pembentukan karakter pada dasarnya adalah lahir nya generasi muda dengan tumbuh kembang karakter yang baik sehingga menjadi manusia yang memiliki komitmen untuk melakukan yang terbaik dan melakukan hal-hal yang benar serta memiliki arah dan tujuan hidup yang jelas. Masyarakat turut berperan didalam pembentukan karakter anak melalui orang tua dan lingkungannya. Manusia berkarakter baik akan berusaha melakukan hal-hal baik yang berkaitan dalam hubungan dengan Tuhan Sang Pencipta, sesama manusia, lingkungannya serta terhadap bangsa dan negara. Manusia yang berkarakter baik akan memiliki nilai-nilai berikut . Nilai dalam hubungan nya dengan Tuhan. adalah nilai religius yang menjadikan manusia taat pada ajaran agama nya, yang tercermin pada setiap tindakan di dalam . Nilai dalam hubungan dengan sesama manusia. yaitu nilai menghormati sesama manusia dalam berinteraksi, menghargai kepentingan orang lain, menghormati kebebasan orang lain, melaksanakan apa yang menjadi hak orang lain, taat terhadap peraturan serta bersikap demokratis dan menjunjung nilai didalam bermasyarakat. Nilai dalam hubungannya dengan diri sendiri. adalah bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, bertindak jujur, disiplin, bekerja keras, mandiri, percaya diri, hidup sehat, bahagia, menikmati hidup dengan sebaik baiknya, rasa ingin tau yang tinggi, berpikir logis, kreatif dan inovatif. Nilai dalam hubungannya dengan lingkungan. adalah rasa peduli kepada lingkungan dan lingkup sosial sekitar kita, menghargai perbedaan, mendahulukan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan. Pengembangan karakter menurut Thomas Lickona . nowing, desiring, doing the goo. yang populer dalam bukunya Educating for Character: How Our School Can Teach Respect and Responsibility, yang terbit pada tahun 1991 bahwa pengembangan karakter berfokus pada tiga hal yaitu pengetahuan moral . oral knowin. , perasaan moral . oral feelin. , dan perilaku moral . oral actio. Pengetahuan moral adalah pemahaman siswa tentang moral baik yang didapatkan di dalam pengasuhan keluarga dan pendidikan dibangku sekolah. Perasaan moral ketika siswa paham tentang karakter baik dan menyadari bahwa hal tersebut perlu dilakukan dengan kesadaran yang pada gilirannya akan mendorong realisasi adanya perilaku moral pada siswa. Dengan proses ini karakter siswa akan bisa terbangun dengan lebih terarah dan masif. Karakter pada diri seseorang terbentuk melalui beberapa hal adalah karena pembiasaan, keteladanan dan figur atau contoh dalam kehidupan. Menurut Gunawan dalam buku Pendidikan Karakter, faktor terbentuknya karakter dibagi menjadi dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi . Insting atau naluri adalah kemampuan alami pada makhluk hidup untuk merasakan, menilai dan bereaksi terhadap situasi secara spontan tanpa melalui proses berpikir sadar atau bekajar terlebih dahulu. Kebiasaan merupakan perbuatan yang sama dilakukan secara berulang ulang sehingga menjadi hal yang mudah untuk di selesaikan. Faktor kebiasaan berperan utama didalam membantuk dan menjaga akhlak . Kehendak atau kemauan merupakan keinginan atau upaya untuk mencapai tujuan, walaupun banyak hambatan dan rintangan tetap maju untuk tercapainya tujuan. Suara hati yaitu suatu kekuatan dari dalam batin manusia yang mampu merasakan, menilai, membedakan dan memberikan petunjuk mana yang baik dan Page | 156 Nurdiana FI1. Yuliasnita Verlandes2. Rini Armin3. Agus HP4 BISMAN (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Vol. 9 No. Halaman: 152 Ae 163 yang buruk sehingga membimbing manusia untuk bersikap, berkata dan bertindak sesuai moral dan kebenaran. Keturunan adalah faktor yang dapat mempengaruhi kebiasaan manusia, sehingga bisa dikatakan faktor keturunan akan menentukan karakter manusia dari pembiasaan di dalam keluarga. Faktor ekstrernal yang berkontribusi pada pembentukan karakter manusia adalah pendidikan dan lingkungan. Pendidikan berperan pada mematangkan pola pikir dan kepribabdian manusia sehingga mampu berpikir dan bertingkah laku sesuai dengan Pendidikan tidak hanya transfer ilmu tetapi juga membentuk karakter dengan cara menanamkan nilai moral dan etika, mengembangkan karakter sosial, membentuk sikap dan kebiasaan positif membangun k emandirian dan integritas serta membentuk manusia yang beriman, berakhlak mulai bertanggung jawab sebagai bagian dari bangsa dan negara. Lingkungan sebagai faktor eksternal yang berperan membentuk karakter terbagi atas . ) lingkungan bersifat fisik, adalah lingkungan yang mampu mematangkan atau mematahkan karakter seseorang. Lingkungan fisik akan melingkupi keseharian individu sehingga akan berkorelasi pada pembentukan karakternya. lingkungan bersifat kerohanian atau pergaulan sangat mempengaruhi pembentukan karakter seseorang (Azmi 2017: . Dari kebiasaan dan keseharian seseorang akan tergantung pada manusia yang ada disekitarnya. Lingkungan pergaulan berperan besar pada pembentukan karakter karena di lingkungan tersebut adalah tempat seseorang belajar nilai, sikap dan perilaku dari apa yang di lihat, diamati dan di teladani. Penguatan Pendidikan Karakter menurut Permendikbud Nomor 20 tahun 2018 pasal 2 ayat . Penguatan Pendidikan Karakter menurut Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018 pasal 2 ayat . PPK dilaksanakan dengan menerapkan nilaiAenilai Pancasila dalam pendidikan karakter terutama meliputi nilaiAenilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kratif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab. Berikut 18 nilai-nilai karakter . Religius. Sikap dan perilaku yang patuh dan taat dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya dan toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Jujur. sikap yang jujur dalam bertutur kata dan bertindak, tulus, terbuka dalam menyampaikan informasi dan tanpa ada upaya untuk menipu atau menyembunyikan kebenaran . Toleransi. Sikap dan tindakan yang mau menghargai perbedaan agama, suku, etnis, sikap, pendapat, dan tindakan orang lain yang berbeda dengan dirinya. Disiplin. Tindakan yang menunjukkan sikap tertib, patuh dan bertanggungjawab pada berbagai ketentuan dan peraturan. Kerja keras. Perilaku semangat dan sungguh Ae sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar untuk menyelesaikan tugas dan mencapai prestasi. Kreatif. kemampuan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru yang inovatif dan bermanfaat. Mandiri. Sikap dan perilaku mampu menyelesaikan masalah dengan kemampuan sendiri dengan keuletan dan kerja keras . Demokratis. Cara berfikir, bersikap, dan bertindak dengan prinsip kesetaraan yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. Rasa ingin tahu. Sikap dan perilaku yang selalu tertarik untuk mengetahui sesuatu hal dengan lebih mendalam dan meluas, mengeksplorasi sesuatu Page | 157 Nurdiana FI1. Yuliasnita Verlandes2. Rini Armin3. Agus HP4 BISMAN Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Submitted: 23-01-2026 | Accepted: 06-02-2026 | Published: 09-02-2026 Vol. 9 No. Halaman: 152 Ae 163 yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar. Semangat kebangsaan. Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan. Cinta tanah air. Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Menghargai prestasi. Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. Bersahabat komunikatif. Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sam dengan orang lain. Cinta Damai . Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya, . Gemar membaca . Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya, . Peduli lingkungan . Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya Ae upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi, . Peduli sosial. sikap peka terhadap kebutuhan dan kesulitan orang lain, mudah memberikan bantuan untuk sesama yang membutuhkan dengan tulus dan ikhlas, . Tanggung jawab. sikap dan perilaku berkomitmen terhadap setiap tindakan yang dilakukan, jika melakukan kesalahan mau mengakui dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, berusaha selalu memperbaiki diri. Kegiatan kesiswaan yang dilakukan di sekolah bertujuan untuk membina siswa dalam memantapkan dan memperluas keterampilan, pengetahuan dan internalisasi nilai keagamaan serta norma sosial untuk membentuk siswa yang seutuhnya. Tujuan kegiatan pembinaan kesiswaan sesuai Permendiknas Nomor 39 tahun 2008 adalah untuk mengembangkan potensi siswa yang optimal meliputi bakat, minat dan kreativitas serta untuk memantapkan kepribadian peserta didik dalam upaya mewujudkan ketahanan sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang terhindar dari pengaruh negatif dan usaha yang tidak sesuai dengan tujuan pendidikan. Implementasi kegiatan kesiswaan dalam upaya mewujudkan siswa yang seutuhnya sesuai minat, bakat dan kreativitas adalah untuk menyiapkan generasi muda yang siap terjun di masyarakat sebagai manusia berakhlak mulia, menghargai hak-hak orang lain, mampu berjuang demi masa depannya dan bermanfaat untuk orang lain. KERANGKA PENELITIAN Untuk menggambarkan proses penelitian ini digambarkan dengan bagan sebagai berikut. Page | 158 Nurdiana FI1. Yuliasnita Verlandes2. Rini Armin3. Agus HP4 BISMAN (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Vol. 9 No. Halaman: 152 Ae 163 Target: Membentuk dan karakter siswa MTs Al Ikhlas Strategi: Perencanaan kegiatan Pelaksanaan kegiatan Hasil strategi yang diterapkan Kegiatan keagamaan: DoAoa bersama siswa Solat dhuha & solat dzuhur berjamaAoah mengaji bersama Gambar 1. Kerangka Berpikir METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif bertujuan menemukan suatu hal yang belum diketahui dengan memahami fenomena langsung di lapangan. Penelitian mengambil objek MTs Al Ikhlas Karangkedawang Sooko Mojokerto dengan informan kepala sekolah dan guru-guru yang mendampingi siswa dalam berkegiatan setiap harinya. Data primer diambil dengan teknik wawancara informan, sementara data sekunder diambil dari laporan kegiatan siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan Wawancara dilakukan dengan informan kepala sekolah dan guru PAI serta guru pendamping lainnya. Observasi dengan pengamatan pada aktivitas kegiatan keagamaan pembiasaan siswa. Dokumentasi dengan mengakses dokumen terkait kegiatan kesiswaan antara lain daftar hadir siswa dan catatan guru PAI terkait kegiatan kesiswaan. Setelah data terkumpul dilakukan cek keabsahan data dengan triangulasi, melakukan wawancara dengan tema yang sama pada informan berbeda ketika informasi yang diperoleh sama maka data tersebut valid. Langkah berikutnya adalah reduksi data yaitu memfokuskan dan mengelompokkan data sesuai tema penelitian, mengubah data mentah hasil wawancara sesuai konteks penelitian. Langkah selanjutnya penyajian data adalah penataan data secara sistimatis dan visual untuk memudahkan memahami data dan mengetahui pola. Terakhir penarikan kesimpulan hasil apakah yang diperoleh dari proses penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN MTs Karangkedawang Sooko Mojokerto berdiri pada 3 Oktober 1996 sebagai jariyah KH. Syafii Kholil almarhum. Sekolah ini dibawah naungan Kementrian Agama dengan peringkat akreditasi B. Dengan mengusung visi AuTerwujudnya MTs yang Unggul dalam Iman. Taqwa Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Berwawasan LingkunganAy MTs Al Page | 159 Nurdiana FI1. Yuliasnita Verlandes2. Rini Armin3. Agus HP4 BISMAN Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Submitted: 23-01-2026 | Accepted: 06-02-2026 | Published: 09-02-2026 Vol. 9 No. Halaman: 152 Ae 163 Ikhlas berusaha mencetak siswa yang berpengetahuan dan berkarakter positif. Dengan 18 guru. MTs Al Ikhlas mendampingi aktivitas siswa dalam menempuh pendidikan 3 tahun di jenjang sekolah menengah. Selain kegiatan pendidikan sesuai kurikulum yang telah di tetapkan, kegiatan lain yang di lakukan adalah pembiasaan kegiatan kesiswaan untuk membentuk dan membangun lulusan yang berkarakter. Dengan jumlah total siswa sejumlah 192 dengan rincian kelas VII sebanyak 68 siswa, kelas Vi berjumlah 69 siswa dan kelas IX 55 siswa. MTs Al Ikhlas mempunyai tugas yang cukup berat sebagaimana amanah yang dititipkan oleh orang tua siswa, tidak hanya memberikan transfer ilmu akademik tetapi juga menata karakter anak-anak mereka. Fasilitas sekolah diantaranya Ruang Kepala Sekolah. Ruang Guru. Ruang kelas sejumlah 6 ruangan. Laboratorium komputer. Perpustakaan, masjid, kantin. UKS bisa memberikan dukungan pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar siswa dan kegiatan kesiswaan lainnya. Tahapan strategi pengembangan karakter di awali dengan pembahasan rencana kegiatan pada rapat bulanan yang di inisiasi oleh guru agama dan di musyawarahkan dengan kepala sekolah dan dewan guru lain nya. Konsep kegiatan keagamaan setelah dibahas dan disepakati kemudian direalisasi dengan bersinergi antara guru agama dengan dewan guru. Selanjutnya oleh kepala sekolah dimasukkan sebagai kegiatan rutin madarasah yang dilaksanakan secara terstruktur. Guru agama melakukan kolaborasi dengan guru lain untuk mensukseskan kegiatan ini karena direncanakan kegiatan keagamaan doAoa bersama akan turun anjangsana ke rumah siswa secara bergiliran, tentu memerlukan pendampingan beberapa guru secara bergantian. Dari proses yang telah dilakukan bisa di cermati bahwa semua unsur di MTs Al Ikhlas mulai dari kepala sekolah, guru agama dan dewan guru lainnya berperan aktif dalam mensukseskan kegiatan pembiasaan keagamaan untuk membangun dan mengembangkan karakter siswa. Pelaksanaan kegiatan kesiswaan di MTs Al Ikhlas Karangkedawang meliputi pembiasaan yang dilakukan rutin dan terstruktur adalah sebagai berikut. Kegiatan rutin doAoa bersama anjangsana di rumah siswa khusus kelas 9 setiap dua minggu sekali. Pada awalnya program ini membawa dilema di dalam pembuatan keputusan pada musyawarah kepala sekolah dan guru-guru MTs Al Ikhlas karena ketika doAoa bersama bergiliran di rumah siswa, bagaimana dengan konsumsi yang akan di tanggung sohibul Ternyata setelah mengundang wali murid sebagian besar setuju dengan kegiatan rutin tersebut karena orang tua siswa merasa senang ketika anak nya ikut rutin kegiatan keagamaan sekolah tidak masalah dengan menyiapkan konsumsi. Bagi orang tua siswa meskipun harus menyediakan konsumsi ketika ketempatan acara doAoa bersama keliling merasa tidak terbebani karena demi anak-anak mereka memiliki pembiasaan membaca kalimat toyyibah, bisa rutin mengikuti kegiatan keagamaan, bisa semakin akrab dengan teman temannya akan membentuk pribadi yang lebih baik kedepannya. Acara doAoa bersama di isi dengan membaca istighosah dan tahlil bersama sama dan ditutup dengan doAoa. Orang tua siswa merasa tenang ketika anak nya diberikan pembiasaan membaca kalimat toyyibah karena hal tersebut pelan-pelan akan membentuk akhlak nya. Tujuan awal kegiatan doAoa bersama dilakukan adalah untuk persiapan kelas 9 menghadapi ujian akhir, tetapi saat ini tujuan kegiatan berkembang, juga untuk menanamkan karakter baik bagi siswa. Selain dari sisi religiusitas, kegiatan rutin doAoa bersama akan memberikan pemahaman solidaritas Page | 160 Nurdiana FI1. Yuliasnita Verlandes2. Rini Armin3. Agus HP4 BISMAN (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Vol. 9 No. Halaman: 152 Ae 163 kepada sesama teman karena dengan berkunjung ke rumah siswa, maka akan tahu kondisi siswa tersebut lebih dalam, bagaimana kondisi keluarga, kondisi ekonomi atau kondisi lingkungan siswa. Ada beberapa siswa yatim yang mendapatkan santunan rutin dari sekolah, aktif mengikuti kegiatan kesiswaan sehingga teman-teman dan bapak ibu guru semakin berempati. Dampak signifikan dari kegiatan ini adalah adanya pembiasaan membaca kalimat toyyibah pada siswa yang pada akhirnya akan terbentuk karakter religiusitas, toleransi, disiplin, bersahabat, peduli sosial dan tanggungjawab. Sebagai bentuk dukungan maksimal sekolah terhadap kegiatan doAoa bersama keliling rumah siswa kelas 9 adalah sekolah menyiapkan sound sistem untuk dibawa bergiliran ke rumah siswa yang ketempatan membawa misi syiar ketika pembacaan tahlil & istighosah yang secara tidak langsung membawa dampak positif pada promosi sekolah MTs Al Ikhlas. Kegiatan berikutnya adalah pembiasaan solat dhuha berjamaAoah dan solat dzuhur berjamaAoah di masjid sekolah. Di awal masuk sekolah siswa di biasakan untuk ke masjid menunaikan solat dhuha berjamaAoah. Pembiasaan ini bertujuan untuk membentuk nilai keagamaan dalam diri siswa sekaligus menerapkan disiplin dan ikhtiar untuk masa depan Dengan adanya daftar hadir setiap kegiatan ini pada awalnya siswa akan merasa terpaksa tetapi lambat laun mereka akan terbiasa dan menjadi pembiasaan. Pada dasarnya solat dhuha bertujuan untuk memohon kelapangan rejeki kepada Allah SWT, baik rejeki harta benda, rejeki kesehatan, kelapangan atau kemudahan dalam ikhtiar menuntut ilmu. Jika sudah terbiasa maka akan ada rasa yang hilang jika tidak menunaikan solat dhuha. Rangkaian kegiatan solat dhuha di lanjutkan dengan membaca Al QurAoan, membaca yasin atau hafalan surat pendek. Pada siang hari saat adzan dzuhur berkumandang, seluruh siswa di ajak ke masjid sekolah untuk menunaikan solat dzuhur berjamaAoah. Dengan pembiasaan ini siswa akan lebih memilih solat berjamaAoah karena memberikan 27 derajat dibanding solat sendiri. Sebagaimana yang disampaikan kepala sekolah dan guru PAI bahwa siswa diberikan pemahaman di setiap aktivitas keagamaan yang mereka ikuti sehingga siswa paham dan melakukan dengan semangat setiap kegiatan dengan ikhlas. Setelah solat dzuhur berjamaAoah akan ditutup dengan pembacaan kalimat toyibah wirit rutin baAodha solat kemudian diakhiri dengan doAoa yang dipimpin oleh imam masjid bergiliran dari bapak Dampak kegiatan kesiswaan di MTs Al Ikhlas Karangkedawang adalah secara signifikan meningkatkan karakter religiusitas bagi siswa, untuk siswa kelas 9 akan lebih siap secara mental mereka didalam menghadapi ujian akhir. Siswa yang memiliki karakter spiritual akan mampu berkembang secara holistik meliputi aspek emosional, intelektual dan spiritual sehingga membentuk pribadi yang utuh dan seimbang (Mawardi Amirah, 2. Sebagaimana yang dituturkan oleh Kepala Sekolah bahwa siswa lebih siap ketika diminta memimpin bacaan yasin, tahlil atau istighosah yang nota bene semua itu adalah bacaan doAoa dan kalimat toyyibah. Siswa siswi meskipun belum sampai hapal semua bacaan tersebut tetapi sekitar 80 % Ae 90 % mereka telah lumayan hapal karena rutin dibaca. Dengan rutin membaca maka ada dampak signifikan pada pembentukan dan pengembangan karakter siswa. Kegiatan solat dhuha dan solat dzuhur berjamaAoah yang dilanjutkan dengan rutin membaca Al QurAoan, yasin, istighosah dan tahlil efektif Page | 161 Nurdiana FI1. Yuliasnita Verlandes2. Rini Armin3. Agus HP4 BISMAN Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Submitted: 23-01-2026 | Accepted: 06-02-2026 | Published: 09-02-2026 Vol. 9 No. Halaman: 152 Ae 163 membentuk budaya ibadah bagi siswa. Perlahan tetapi pasti karakter religius akan terbentuk, karakter disiplin, tanggungjawab dan kerja keras akan muncul pada diri siswa. Pada awalnya dipaksa, setelah terbiasa akan mudah untuk menunaikannya. Secara tidak langsung kegiatan kesiswaan pembiasaan keagamaan agan menumbuhkan karakter jujur, peduli sosial, peduli lingkungan, mandiri dan bersahabat. Sebagaimana yang disampaikan guru PAI bahwa ketika surat dalam Al QurAoan atau doAoa dibaca dengan istiqomah maka akan ada dampak signifikan pada pembentukan mental spiritual siswa. Tidak hanya berdampak pada lafal pembacaan tetapi pada qolbu siswa. Dengan rutin membaca insyaAllah akan selalu ada kebaikan di setiap hal baik yang dilakukan. Dengan mendampingi siswa tanpa kata mengeluh merupakan ikhtiar guru Mts Al Ikhlas didalam menabung jariyah ilmu manfaat bekal pulang ke alam akhirat kelak. KESIMPULAN Kegiatan kesiswaan MTs Al Ikhlas diawali dengan perencanaan yang di konsep guru agama selanjutnya dibahas di musyawarah bulanan dengan kepala sekolah dan dewan guru lainnya. Setelah diperoleh kesepakatan maka oleh kepala sekolah kegiatan dimasukkan sebagai program sekolah terstruktur yang rutin dilakukan. Kegiatan yang di realisasikan adalah doAoa bersama bergiliran di rumah siswa kelas 9, solat dhuha dan solat dzuhur berjamaAoah dilanjutkan dengan membaca Al QurAoan, yasin, tahlil dan istighosah. Dampak yang signifikan bagi siswa adalah terbentuknya karakter religius, disiplin, tanggungjawab dan kerja keras serta secara tidak langsung kegiatan kesiswaan pembiasaan keagamaan akan menumbuhkan karakter jujur, peduli sosial, peduli lingkungan, mandiri dan bersahabat. Page | 162 Nurdiana FI1. Yuliasnita Verlandes2. Rini Armin3. Agus HP4 BISMAN (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Vol. 9 No. Halaman: 152 Ae 163 DAFTAR PUSTAKA