Bilangan : Jurnal Ilmiah Matematika. Kebumian dan Angkasa Vol. 2 No. 3 Juni 2024 e-ISSN :3032-7113. p-ISSN :3032-6389. Hal 01-15 DOI: https://doi. org/10. 62383/bilangan. Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita: Suatu Analisis Berdasarkan Prosedur Newman Pada Materi SPLDV Silvia Melisa Aring Jurusan Matematika. FMIPAK. Universitas Negeri Manado. Indonesia Jhon R. Wenas Jurusan Matematika. FMIPAK. Universitas Negeri Manado. Indonesia Anekke Pesik Jurusan Matematika. FMIPAK. Universitas Negeri Manado. Indonesia Korespondensi penulis: silviaaring0003@gmail. Abstract. This research aims to analyze students' errors in solving mathematics problems on Systems of Linear Equations in Two Variables according to the Newman procedure. This research was conducted in class ViA of St. Catholic Middle School. Johanis Laikit. This type of research uses descriptive qualitative. The methods used in collecting data were written tests and interviews. The written test was given to class ViA students, totaling 18 students as subjects, the test questions consisted of 3 essay questions. Based on the test results, 5 students were selected based on different mistakes to be interviewed. The research results showed that from the 3 questions given, the majority of students made mistakes in answering SPLDV story questions using the Newman procedure as shown in the test results, namely errors in writing the final answer with a percentage of 74. 07%, process skills errors with a percentage of 66. , transformation errors with a percentage of 48. 14%, understanding errors 18%, and reading errors 25. Keywords: Student Errors. Story Problems. Newman Procedure. SPLDV. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada Sistem Persamaan Linier Dua Variabel menurut prosedur Newman. Penelitian ini dilakukan di kelas ViA SMP Katolik St. Johanis Laikit. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes tertulis dan wawancara. Tes tertulis diberikan kepada siswa kelas ViA yang berjumlah 18 siswa sebagai subjek, soal tes terdiri dari 3 soal esai. Berdasarkan hasil tes, dipilih 5 siswa berdasarkan kesalahan yang berbeda untuk diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 3 soal yang diberikan, sebagian besar siswa melakukan kesalahan dalam menjawab soal cerita SPLDV dengan menggunakan prosedur Newman seperti terlihat pada hasil tes yaitu kesalahan penulisan jawaban akhir dengan persentase 74,07%, kesalahan keterampilan proses dengan persentase 66,66%. , kesalahan transformasi dengan persentase 48,14%, kesalahan pemahaman 35,18%, dan kesalahan membaca 25,92%. Kata Kunci: Kesalahan Siswa. Soal Cerita. Prosedur Newman. SPLDV. PENDAHULUAN Pendidikan adalah fenomena yang1sangat penting dalam1kehidupan manusia. Dimanapun ada kehidupan, pasti ada pendidikan. Pendidikan adalah upaya untuk memanusiakan manusia itu sendiri (Dinda, 2. Seiring dengan perkembangan, ada tuntutan untuk memiliki pendidikan yang lebih baik dan teratur guna mengembangkan potensi manusia (Idrus, 2. Hal ini memunculkan pemikiran teoritis tentang pendidikan (Anita, 2. Matematika sering kali dianggap sebagai mata pelajaran yang menantang oleh siswa. Persepsi ini bermula dari keyakinan bahwa pelajaran matematika hanya melibatkan berhitung dan menghafal rumus. Akibatnya, ketika siswa tidak mampu menyelesaikan suatu masalah. Received April 19, 2024. Accepted Mei 02, 2024. Published Mei 31, 2024 * Silvia Melasa Aring silviaaring0003@gmail. Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita: Suatu Analisis Berdasarkan Prosedur Newman Pada Materi SPLDV mereka sering merasa tidak berdaya dan cenderung menghindari matematika sama sekali. (Mangelep, 2013. Judijanto dkk. , 2. Matematika terutama berkaitan dengan konsep, kerangka kerja, dan koneksi yang disusun secara koheren (Mangelep, 2. Matematika berkaitan dengan konsep-konsep yang bersifat abstrak, sehingga siswa harus menyesuaikan diri dengan materi pelajaran. Pemecahan masalah dalam matematika di sekolah sering kali diperoleh melalui soal cerita yang terkait1dengan kehidupan1sehari-hari. Dalam1menyelesaikan soal1cerita tersebut, akan1digunakan (Mangelep, 2. Namun, masih banyak siswa yang membuat kesalahan saat mengerjakan soal cerita yang diberikan oleh guru (Priyanto,2. Berdasarkan Grahita . , kurangnya pemahaman bahasa siswa menyebabkan kesalahan siswa dalam mengerjakan soal cerita matematika. Contohnya, peserta didik mungkin tidak memahami pertanyaan yang diajukan oleh soal cerita, tidak mengerti arti kata tertentu, tidak memahami konsep yang terkait, dan kurang menguasai teknik berhitung (AsAoari dkk. , 2017. Mangelep , 2. Berdasarkan observasi yang dilaksanakan oleh peneliti di SMP Katolik St Johanis Laikit, didapati banyak siswa yang masih mendapat nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada mata Pelajaran matematika adalah 67. Jumlah keseluruhan siswa yaitu 40 orang siswa, siswa yang mencapai KKM hanya 40% sedangkan siswa yang tidak mencapai KKM Pada materi SPLDV terdapat salah satu jenis permasalahan yang harus dipecahkan, yaitu pemecahan1masalah dalam1bentuk soal1cerita. Oleh sebab itu, dalam1menyelesaikan telah1diajarkan (Rini, 2017. Mangelep dkk. , 2. Masih ada banyak siswa yang menghadapi kesulitan ketika mengerjakan soal cerita. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep SPLDV. Kesalahan1tersebut terjadi1karena siswa tidak sepenuhnya memahami1maksud dari soal1cerita tersebut, sehingga1mereka membuat kesalahan saat mencatat informasi yang diketahui dan yang ditanyakan (Mangelep, 2. Kesalahan lain yang sering terjadi adalah siswa mengalami kesulitan dalam memodelkan soal cerita ke dalam bentuk matematika yang tepat (Mangelep dkk. , 2. Selain itu, banyak siswa yang juga salah dalam menyelesaikan soal-soal operasi, terutama dalam bentuk penjelasan atau uraian (Rahmawatiningsih, 2020. Mangelep dkk. , 2. Untuk menganalisis kesalahan-kesalahan yang dilakukan, peneliti menggunakan Teori Newman dikutip oleh White dalam (Sugiono, 2014. Mangelep dkk. , 2. yaitu sebagai berikut: . reading error . esalahan membac. : tidak mengetahui arti simbol dan istilah pada BILANGAN - VOL. 2 NO. 3 JUNI 2024 e-ISSN :3032-7113. p-ISSN :3032-6389. Hal 01-15 . comprehension error . esalahan pemahama. : dapat1membaca soal dengan1baik tetapi dapat1memahami arti dari1kata, simbol1atau pernyataan. transformation error . esalahan transformas. : tidak bisa mentransformasi masalah ke dalam bentuk matematis. processing skill error . esalahan proses penyelesaia. : bisa memilih operasi yang sesuai tetapi tidak bisa menyelesaikannya dengan benar. ecording error . esalahan menarik kesimpula. : bisa menunjukkan operasi dengan benar tetapi tidak menulis jawaban akhir dengan benar (Sunardiningsih dkk. , 2. Dengan menggunakan analisis kesalahan peserta didik dapat membantu guru menemukan di mana siswa melakukan kesalahan saat menyelesaikan soal cerita, terutama tentang materi SPLDV. Oleh karena itu penelitian ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan yang telah dikemukakan di atas. METODE Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Peneliti memilih metode ini dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman komprehensif tentang keadaan sosial, mengidentifikasi pola, merumuskan hipotesis, dan mengembangkan teori. Penelitian kualitatif mengacu pada jenis penelitian yang datanya dianalisis berupa data kualitatif. Penelitian kualitatif berupaya memahami fenomena-fenomena yang ditemui partisipan penelitian, seperti perilaku, persepsi, tindakan, dan sebagainya. Penelitian kualitatif ditandai dengan ukuran sampel yang kecil, durasi yang relatif lama, pemilihan data yang tidak acak, dan ketidakmampuan membuat generalisasi. Penelitian ini tidak mempunyai hipotesis. Data yang diperoleh berupa informasi deskriptif yang diungkapkan melalui bahasa tulis atau lisan. Penelitian1ini dilaksanakan di kelas Vi SMP Katolik St Johanis Laikit yang beralamat di Desa Laikit. Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Waktu penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas Vi SMP katolik St Johanis Laikit tahun ajaran 2023/2024. Instrumen1yang digunakan1dalam penelitian1ini adalah peneliti sendiri, tes tertulis dan Instrument tes1yang digunakan1adalah soal1uraian matematika yang telah di validasi oleh pakar matematika yaitu Dosen jurusan matematika dan guru bidang studi di SMP katolik St Johanis Laikit. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara. Sedangkan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data serta penarikan kesimpulan. Penelitian ini mengumpulkan data dari hasil tes. Fase atau langkah yang diikuti oleh siswa kemudian dianalisis berdasarkan tanggapan mereka. Data hasil tes dan data yang Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita: Suatu Analisis Berdasarkan Prosedur Newman Pada Materi SPLDV diperoleh dari wawancara dibandingkan sehingga menghasilkan data yang sah. Selanjutnya dilakukan reduksi data yang meliputi pemilihan, penyederhanaan, dan transformasi data mentah yang diperoleh dari catatan lapangan. Prosedur reduksi data berupaya untuk mencegah pengumpulan data atau informasi dari siswa. Selanjutnya, data akurat disediakan untuk setiap respons beserta penyebab yang menyebabkan ketidakakuratan tersebut. Teknik analisis data ini dilakukan untuk menjawab rumusan masalah, khususnya untuk mengidentifikasi jenis-jenis kesalahan siswa dalam menyikapi permasalahan yang berkaitan dengan materi SPLDV dan variabel-variabel yang mendasari terjadinya kesalahan tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil4penelitian ini dilaksanakan4di SMP Katolik St. Johanis Laikit, yang terletak di jln. Sukur Ae Likupang. Desa Laikit. Kecamatan Dimembe. Kabupaten Minahasa Utara. Provinsi Sulawesi Utara dengan ibu Annastas Wantania S. Pd sebagai kepala sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat bantu tes dan wawancara. Tes ini dilakukan dengan memberikan soal cerita dengan materi SPLDV kepada siswa. Kemudian, jawaban siswa dianalisis untuk mengetahui jenis kesalahan yang dilakukan. Setelah mengumpulkan data tes hasil kerja siswa, dilakukan wawancara untuk memperjelas penyebab kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal materi SPLDV. Pada proses analisis data, peneliti tidak hanya melihat jawaban akhir siswa, tetapi juga menganalisis setiap langkah penyelesaian yang dilakukan siswa. Hal ini dilakukan agar peneliti dapat melihat jenis kesalahan apa yang dilakukan siswa saat menyelesaikan soal cerita materi SPLDV. Kesalahan yang dilakukan siswa dianalisis menggunakan prosedur Newman. Berdasarkan4hasil klasifikasikan4menurut prosedur4Newman yaitu, kesalahan4membaca . eading error. , . , . , kesalahan4proses . rocess skill4error. , dan kesalahan4penulisan jawaban akhir . ndcoding Dalam4penelitian ini4dipilih lima4orang siswa yang4melakukan kesalahan dalam penyelesaian4soal untuk4dijadikan subjek wawancara tentang cara mereka menyelesaikan soal tes tertulis. Berdasarkan4hasil tes dan4wawancara yang4dilakukan, ditemukan kesalahankesalahan4yang dilakukan siswa4kelas ViA4SMP Katolik St. Johanis Laikit dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi SPLDV yaitu dapat dilihat pada tabel di bawah BILANGAN - VOL. 2 NO. 3 JUNI 2024 e-ISSN :3032-7113. p-ISSN :3032-6389. Hal 01-15 Tabel 1. Jenis Kesalahan Siswa Nama Soal4nomor 1 4D,E4 4A,B,C,D,E 4A,B,C,D,E 4D,E 4A,B,C,D,E 4A,B,C,D,E 4C,D,E 4B,C,D,E 4D,E Jenis4Kesalahan Soal4nomor 2 4A,B,C,D,E4 4B,C,D,E 4D,E 4D,E 4C,D,E 4D,E 4D,E 4A,B,C,D,E 4C,D,E 4B,C,D,E 4C,D,E 4A,B,C,D,E Soal4nomor 3 44A,B,C,D,E4 4A,B,C,D,E 4D,E 4A,B,C,D,E 4A,B,C,D,E 4B,C,D,E 4D,E 4A,B,C,D,E 4C,D,E 4C,D,E 4B,C,D,E 4C,D,E 4C,D,E 4A,B,C,D,E 4A,B,C,D,E Keterangan A: Kesalahan4Membaca B: Kesalahan4memahami C: Kesalahan4Trasnformasi D: Kesalahan4Keterampilan4Proses E: Kesalahan4Penulisan Jawaban4Akhir R: Benar4Semua Berdasarkan identifikasi hasil tes yang diberikan kepada siswa, jenis-jenis kesalahan siswa menurut prosedur Newman4yang dilakukan siswa4saat menyelesaikan soal4tes uraian matematika4materi SPLDV4berdasarkan item soal adalah sebagai berikut: Pada soal nomor 1, kesalahan yang dilakukan siswa menurut prosedur Newman yaitu: Sebanyak 4 siswa dari 18 siswa atau 22,22% melakukan kesalahan membaca . eading error. Sebanyak 5 siswa dari 18 siswa atau 27,77% melakukan kesalahan pemahaman . omprehension error. Sebanyak 5 siswa dari 18 siswa atau 27,77% melakukan kesalahan transformasi . ransformation error. Sebanyak 9 siswa dari 18 siswa atau 50% siswa melakukan kesalahan proses penyelesaian . rocess skilss error. Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita: Suatu Analisis Berdasarkan Prosedur Newman Pada Materi SPLDV Sebanyak 11 siswa dari 18 siswa atau 61,11% siswa melakukan4kesalahan menentukan4jawaban akhir . ndcoding error. Pada4soal nomor42, kesalahan4yang dilakukan siswa menurut prosedur Newman adalah: Sebanyak 3 siswa dari 18 siswa atau 16,66% yang melakukan kesalahan membaca . eading error. Sebanyak 5 siswa dari 18 siswa atau 27,77% siswa melakukan kesalahan pemahaman . omprehension error. Sebanyak 8 siswa dari 18 siswa atau 44,44% siswa melakukan kesalahan transformasi . ransformation error. Sebanyak 12 siswa dari 18 siswa atau 66,66% siswa melakukan kesalahan proses penyelesaian . rocess skilss error. Sebanyak 13 siswa dari 18 siswa atau 72,22% siswa melakukan4kesalahan menentukan4jawaban akhir . ndcoding error. Pada4soal nomor 3, kesalahan4yang dilakukan4siswa menurut prosedur Newman adalah: Sebanyak 7 siswa dari 18 siswa atau 38,88% yang melakukan kesalahan membaca . eading error. Sebanyak 9 siswa dari 18 siswa atau 50% siswa melakukan kesalahan pemahaman . omprehension error. Sebanyak 13 siswa dari 18 siswa atau 72,22% siswa melakukan kesalahan transformasi . ransformation error. Sebanyak 15 siswa dari 18 siswa atau 83,33% siswa melakukan kesalahan proses penyelesaian . rocess skilss error. Sebanyak 16 siswa dari 18 siswa atau 88,88% siswa melakukan kesalahan menentukan jawaban akhir . ndcoding error. Untuk mengetahui berapakah persentase jenis kesalahan yang dilakukan siswa saat menyelesaikan soal cerita SPLDV, berikut ini dilakukan perhitungan pada tiap soal yang diberikan, serta akan dipaparkan hasil perhitungan persentase dari kesalahan4membaca, kesalahan pemahaman, kesalahan transformasi, kesalahan proses4penyelesaian, kesalahan menentukan jawaban4akhir dengan rumus sebagai berikut: ycE= ycu ycA y 100% Keterangan4: P = Persentase4jenis kesalahan4siswa n = Banyaknya4kesalahan untuk4masing-masing jenis4kesalahan BILANGAN - VOL. 2 NO. 3 JUNI 2024 e-ISSN :3032-7113. p-ISSN :3032-6389. Hal 01-15 N = Banyaknya4kesalahan yang mungkin4terjadi Tabel 2. Presentase Jenis Kesalahan 4Jenis Kesalahan4 Soal Jumlah Presentase 4Membaca4 4Memahami4 4Transformasi4 25,92% 35,18% 48,14% Pembahasan Kesalahan4Membaca . Keterampilan Proses 66,66% Jawaban Akhir 74,07% Jenis kesalahan4membaca soal . eading error. adalah dimana siswa salah pada tahapan membaca masalah yaitu tidak dapat membaca kata, simbol, atau angka yang merupakan kata kunci pada soal. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata persentase kesalahan membaca adalah 5,12%. Kesalahan4yang sering terjadi adalah siswa salah4dalam membaca4soal materi SPLDV, siswa tidak mampu membaca dengan benar dan ada yang sudah benar membaca soal namun tidak bisa mengambil informasi pada soal dengan baik dan benar. Nama4yang dicantumkan pada4penelitian ini adalah4nama samaran atau4bukan sebenarnya. SKR4merupakan kode nama4salah seorang siswa4yang melakukan4kesalahan membaca soal4nomor 1, dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Soal nomor 1: Ivan membeli42 kg jeruk dan41 kg mangga dan4ia harus4membayar Rp15. 000,00, sedangkan4Vicky membeli41 kg jeruk4dan 24kg mangga dengan harga Rp18. 000,00. Berapakah4harga 54kg jeruk dan43 kg mangga? Gambar 1. Jawaban siswa KKR sebagai contoh kesalahan membaca Hasil wawancara dengan siswa SKR : Peneliti : Coba kamu perhatikan pada soal4nomor 1, tolong4bacakan soal4tersebut SKR : (Mulai4membaca soa. Peneliti : Apa4yang diketahui4pada soal4tersebut ? Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita: Suatu Analisis Berdasarkan Prosedur Newman Pada Materi SPLDV SKR : 24kg Jeruk dan41 kg Mangga dengan harga415. 000 dan 14kg jeruk dan 24kg mangga dengan harga418. 000 bu. Peneliti : itu kamu tau, kenapa kamu menjawab harganya tidak dengan angka ribuan? SKR : oh iya bu, mohon maaf karena pada saat membaca soal saya terburu-buru dan tidak membaca seluruh soal dengan benar juga tidak memperhatikan angka ribuan pada Peneliti : oke, selanjutnya kamu harus membaca soal dengan benar SKR : baik bu, terima kasih Berdasarkan hasil wawancara di4atas, dapat4dilihat bahwa4siswa SKR melakukan kesalahan4pada tahap pertama prosedur Newman yaitu kesalahan membaca, dengan hasil wawancara yang dilakukan dengan SKR terlihat bahwa SKR salah dalam membaca soal karena terburu-buru dan tidak membaca keseluruhan soal dengan benar sehingga tidak memperhatikan angka ribuan pada soal lalu SKR menjawab dengan angka belasan saja. Kesalahan4Pemahaman . Jenis4kesalahan pemahaman (Comprehension error. adalah4siswa tidak mampu dalam memahami4masalah dalam soal4dimana siswa4tidak atau belum menggunakan informasi yang benar pada masalah yang akan diselesaikan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata persentase kesalahan membaca adalah 35,18%. Kesalahan yang4dilakukan siswa4adalah sulit memahami4soal seperti siswa tidak4menuliskan apa yang4diketahui dan4ditanyakan pada soal atau siswa masih salah4dalam menentukan apa yang4diketahui dan4ditanyakan pada soal. Nama4yang dicantumkan pada4penelitian ini adalah4nama samaran atau4bukan sebenarnya. SKC merupakan4kode nama salah4seorang siswa yang melakukan4kesalahan membaca soal4nomor 1, dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Gambar 2. Jawaban Siswa SKC Sebagai Contoh Kesalahan Memahami Hasil wawancara dengan siswa SKC: Peneliti : coba perhatikan soal nomor 1. menurut kamu, apa saja yang diketahui dari soal BILANGAN - VOL. 2 NO. 3 JUNI 2024 e-ISSN :3032-7113. p-ISSN :3032-6389. Hal 01-15 SKC : harga42 kg jeruk dan41 kg mangga 15. 0004sedangkan harga41 kg jeruk dan 2 Peneliti : selanjutnya, apa yang ditanyakan pada soal ? SKC : berapa harga 5 kg jeruk dan 3 kg mangga Peneliti : benar, mengapa kamu tidak menulisnya di lembar jawaban? SKC : saya tidak paham langkah-langkahnya bu Berdasarkan4hasil wawancara diatas dengan siswa4SKC, ditemukan bahwa4siswa tersebut melakukan4kesalahan pada tahap kedua prosedur Newman yaitu kesalahan memahami Kesalahan terjadi karena SKC tidak menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan pada SKC berkata bahwa ia tidak paham langkah-langkah mengerjakan soal sehingga tidak menulis apa yang diketahui dan ditanya pada soal. Peneliti menyimpulkan bahwa kesalahan pemahaman terjadi karena tidak paham langkahlangkah dalam menjawab karena pada saat wawancara SKC bisa menyebutkan informasi apa saja yang terdapat dalam soal. Kesalahan Transformasi . ransformation erro. Jenis kesalahan transformasi . ransformation error. adalah siswa melakukan kesalahan4dalam mentransformasi soal4kedalam bentuk4matematika. Hasil data analisis menunjukkan4bahwa persentase pada kesalahan transformasi adalah sebesar 48,14%. Kesalahan yang sering terjadi adalah siswa tidak menulis model matematika atau rumus dalam menyelesaikan soal dan menulis model matematika tapi belum tepat. Nama4yang ditulis pada4penelitian ini adalah nama4samaran atau bukan sebenarnya. SKT merupakan4kode nama salah seorang siswa yang4melakukan kesalahan membaca4soal nomor 2, dapat dilihat pada4gambar di bawah ini. Soal nomor 2 : Di4dalam kandang terdapat4kambing dan ayam4sebanyak 13 ekor. Jika jumlah4kaki hewan tersebut432 ekor, maka jumlah4kambing dan ayam4masing-masing adalah? Gambar3. Jawaban4Siswa SKT Contoh Kesalahan Transformasi Hasil wawancara dengan siswa SKT: Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita: Suatu Analisis Berdasarkan Prosedur Newman Pada Materi SPLDV Peneliti : coba kamu perhatikan soal nomor 2, bagaimana cara kamu menyelesaikan soal SKT : . Peneliti : kenapa hanya diam? coba kamu jelaskan apa yang kamu tulis di lembar jawabanmu SKT : kambing = x dan ayam = y. Jika jumlah kaki 32 ekor maka berapa jumlah masingmasing kambing dan ayam Peneliti : kemudian langkah selanjutnya? SKT : saya menulis model matematika persamaan pertama dan persamaan kedua Peneliti : menurut kamu apakah yang kamu jawab mulai dari yang diketahui dan model matematika pada soal sudah benar? SKT : saya tidak tau bu, saya tidak paham dan bingung mengerjakan soal itu sehingga saya tidak bisa menyelesaikannya sampai akhir Peneliti : baik, selanjutnya jika ada soal yang belum kamu paham, kamu bisa tanyakan pada guru agar guru bisa menjelaskan maksud dari soal tersebut SKT : baik bu guru, terima kasih. Berdasarkan4hasil wawancara di atas dengan4siswa SKT, ditemukan bahwa4siswa prosedur4Newman kesalahan SKT yaitu tidak mentransformasikan soal dengan benar, hal ini disebabkan karena siswa tidak paham dan bingung dalam mengerjakan soal sehingga tidak bisa menyelesaikan soal tersebut. Peneliti menyimpulkan bahwa SKT melakukan kesalahan transformasi karena tidak4memahami soal sehingga4tidak bisa mengubah soal cerita tersebut menjadi bentuk4matematika. Kesalahan Proses Penyelesaian . rocess skills error. Kesalahan Proses Penyelesaian . rocess skills error. adalah siswa tidak mampu memilih prosedur untuk perhitungan sesuai tahapan dan siswa4tidak dapat4melakukan perhitungan4dengan benar dalam4menyelesaikan soal. Hasil data analisis menunjukkan bahwa persentase pada kesalahan proses penyelesaian ini adalah sebesar 66,66%. Kesalahan4yang sering terjadi pada4tahap ini adalah siswa4tidak dapat melakukan perhitungan dan dapat melakukan perhitungan tapi masih terdapat kekeliruan dalam proses perhitungan. Nama4yang ditulis pada penelitian4ini adalah nama samaran4atau bukan sebenarnya. SKS merupakan4kode nama salah4seorang siswa yang melakukan4kesalahan proses penyelesaian nomor42, dapat dilihat pada gambar4di bawah ini. BILANGAN - VOL. 2 NO. 3 JUNI 2024 e-ISSN :3032-7113. p-ISSN :3032-6389. Hal 01-15 Gambar 4. Kesalahan Proses Penyelesaian Hasil wawancara dengan siswa SKS : Peneliti : coba4kamu perhatikan jawaban4soal nomor 2 yang4telah kamu4kerjakan, bagaimana4cara kamu mengoperasikan4soal itu? SKS : saya4menulis persamaan 1 dan 2 kemudian saya melakukan eliminasi kedua persamaan itu lalu menyubstitusi nilai yang didapat dari proses eliminasi Peneliti : iya4benar. Coba4kamu perhatikan jawaban4yang sudah kamu4kerjakan, apakah perhitungan4yang kamu lakukan4udah benar? SKS : salah4bu Peneliti : Dimana letak4kesalahannya? SKS : dari hasil pengurangan proses eliminasi bu, saya kurang teliti melakukan Peneliti : baik, jawaban yang benarnya apa? SKS : seharusnya jawaban benar dari y = adalah 10 bu Peneliti : iya benar, selanjutnya kamu harus lebih teliti lagi dalam perhitungan ya! SKS : iya bu, terima kasih Berdasarkan4hasil wawancara di atas dengan 4iswa SKS ditemukan bahwa4siswa tersebut4melakukan kesalahan4pada tahap keempat4prosedur Newman yaitu4kesalahan Kesalahan dari SKS yaitu tidak teliti dalam melakukan perhitungan matematika sehingga jawaban yang didapat salah dan langkah selanjutnya hingga jawaban akhir yang dibuat sampai juga menjadi salah. Kesalahan Menentukan Jawaban4Akhir . ndcoding error. Jenis4kesalahan menentukan jawaban4akhir . ndcoding error. adalah4kesalahan siswa4dalam penentuan jawaban akhir. Hasil data analisis menunjukkan bahwa persentase pada kesalahan proses penyelesaian ini adalah sebesar 74,07%. Kesalahan yang banyak terjadi adalah siswa masih salah dalam menulis dan menentukan jawaban akhir ataupun tidak menuliskan jawab akhir sama sekali. Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita: Suatu Analisis Berdasarkan Prosedur Newman Pada Materi SPLDV Nama4yang ditulis pada penelitian4ini adalah nama samaran atau bukan4sebenarnya. SKT merupakan4kode nama salah4seorang siswa yang4melakukan kesalahan membaca soal4nomor 3, dapat dilihat pada4gambar di bawah ini. Seorang4tukang parkir4mendapat uang4sebesar4Rp. 000,00 dari43 buah mobil4dan 5 buah4motor, sedangkan4dari 4 buah4mobil dan 24buah motor ia4mendapat uang Rp. 000,00. Jika4terdapat 204mobil dan 304motor, banyak4uang parkir yang4diperoleh adalah? Gambar 5. Kesalahan Menentukan Jawaban Akhir Hasil wawancara dengan SKT : Peneliti : coba kamu perhatikan soal nomor 3. Bagaimana kamu menyelesaikan soal tersebut? SKT : pertama saya menulis apa yang diketahui dalam soal kemudian membuat model matematikanya, lalu mencari nilai x dan y dengan cara eliminasi dan substitusi Peneliti : yah benar. Apakah kamu sudah mendapat hasil dari masing-masing mobil dan SKT : iya sudah bu Peneliti : kamu sudah mendapat jawaban hasil masing-masing mobil dan motor, kemudian dari soal itu kamu diminta untuk mencari apa? SKT : mencari banyaknya uang parkir yang diperoleh bu Peneliti : iya benar, itu adalah jawaban akhir tapi kenapa kamu tidak menuliskan jawabannya dan kesimpulan jawaban? SKT : oh iya bu guru, maaf saya lupa menuliskan jawaban akhir dan kesimpulan karena terburu-buru Berdasarkan hasil wawancara di atas dengan siswa SKT ditemukan bahwa siswa tersebut4melakukan kesalahan4pada tahap keempat4prosedur Newman yaitu4kesalahan penulisan jawaban akhir. Kesalahan SKT yaitu terburu-buru mengerjakan soal hingga lupa menuliskan jawaban akhir dan kesimpulan pada soal. Berdasarkan data hasil penelitian yang dilakukan terhadap 18 orang siswa kelas ViA SMP Katolik St. Johanis Laikit, menunjukkan bahwa siswa melakukan kesalahan ditinjau dari BILANGAN - VOL. 2 NO. 3 JUNI 2024 e-ISSN :3032-7113. p-ISSN :3032-6389. Hal 01-15 lima tahapan prosedur Newman yaitu, tahap kesalahan membaca, memahami masalah, transformasi masalah, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir. Penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab siswa melakukan kesalahan karena siswa tidak mampu membaca soal dengan benar. Pada tahap memahami4masalah, siswa tidak memahami4soal dimana siswa tidak4dapat menentukan4apa saja yang4diketahui dan ditanya dalam soal dengan benar. Pada4tahap transformasi4masalah, siswa memiliki kesulitan karena tidak dapat mengubah soal cerita ke bentuk matematika, siswa sering lupa, dan juga Pada4kesalahan keterampilan4proses, siswa masih salah dalam proses perhitungan karena kurang teliti. Pada tahap penulisan jawaban akhir, siswa tidak menuliskan jawaban akhir, merasa tidak perlu ditulis, lupa menuliskannya, terburu-buru sehingga siswa keliru menulis jawaban akhir. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada siswa kelas ViA SMP Katolik St. Johanis Laikit, maka dapat disimpulkan bahwa dari kelima4jenis kesalahan menurut Prosedur4Newman dalam menyelesaikan4soal pada materi4SPLDV, kesalahan yang4paling sering4terjadi mulai dari persentase yang paling tinggi hingga yang paling rendah yaitu kesalahan jawaban akhir 74,07%, kesalahan keterampilan proses 66,66%, kesalahan transformasi 48,14%, kesalahan memahami 35,18%, dan kesalahan membaca 25,92%. Kesalahan yang dilakukan siswa saat menyelesaikan soal materi sisitem persamaan linear dua variabel yaitu siswa masih salah dalam membaca soal dengan benar, siswa kurang memahami soal sehingga siswa tidak menulis apa4yang diketahui dan ditanyakan4dari soal, tidak4dapat menentukan4rumus apa yang4digunakan dalam menyelesaikan4soal, siswa4salah melakukan perhitungan, kurang4teliti dalam4proses perhitungan4sehingga salah dalam menentukan dan menuliskan jawaban akhir. DAFTAR PUSTAKA