ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 3 . Nomor 2. September 2020 OPTIMASI SISTEM BUDIDAYA POLIKULTUR DENGAN PENENTUAN KOMPOSISI ORGANISME YANG BERBEDA ANTARA BANDENG (C. UDANG VANAME (L. DAN RUMPUT LAUT (G. Baedlowi1. Andi Rahmad Rahim2. Aminin2 Mahasiswa Progam Studi Akuakultur. Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik Dosen Progam Studi Akuakultur. Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik Email: duwibaedlowi@gmail. Telepon: 6282310809504 ABSTRACT The application of polyculture cultivation techniques is expected to increase the carrying capacity of farmland in certain circumstances, where production growth will remain stable. In this study, to be cultivated with a polyculture system are bandeng (C. , shrimp vaname (L. , and seaweed G. The increase in productivity of ponds . can be seen by the increase in fish production related to solid spread in cultivation media. The priority of this study is to examine the difference in density of bandeng, shrimp and seaweed in the polyculture system. The design in this study is to use complete randomized design (RAL) with 3 treatments, each treatment has 3 replays so there are 9 experimental units. The variables observed are absolute weight and Specific Growth Rate (SGR). The results of this study show that the determination of the composition of different organisms in the polyculture system gives a real influence on absolute weight and SGR with the best treatment for absolute weight is treatment A . ensity of shrimp and bandeng 10 tails/m2, 250 g/m2 seawee. is 73 g, and the best treatment for SGR is treatment A . hrimp density and bandeng 10 tails/m2, seaweed 250 g/m. 15 /Day. Keywords: Polyculture, solid spread, absolute weight, and Specific Growth Rate(SGR) ABSTRAK Penerapan teknik budidaya secara polikultur diharapkan dapat meningkatkan daya dukung lahan tambak pada keadaan tertentu, dimana pertumbuhan produksi akan tetap stabil. Dalam penelitian ini, yang akan dibudidayakan dengan sistem polikultur adalah bandeng (C. , udang vaname (L. , dan rumput laut G. Peningkatan produktivitas Tambak . dapat dilihat dengan adanya peningkatan produksi ikan yang berhubungaan dengan padat tebar pada media budidaya. Keutamaan penelitian ini adalah mengkaji perbedaan kepadatan ikan bandeng, udang dan rumput laut yang terbaik pada sistem Rancangan pada penelitian ini yaitu menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan, masing Ae masing perlakuan memiliki 3 kali ulangan sehingga terdapat 9 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah bobot mutlak dan Specific Growth Rate (SGR). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penentuan komposisi organisme yang berbeda pada sistem polikultur memberikan ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 3 . Nomor 2. September 2020 pengaruh nyata terhadap bobot mutlak dan SGR dengan perlakuan terbaik untuk bobot mutlak adalah perlakuan A . epadatan udang dan bandeng 10 ekor/m2, rumput laut 250 g/m. sebesar 40,73 g, dan perlakuan terbaik untuk SGR adalah perlakuan A . epadatan udang dan bandeng 10 ekor/m2, rumput laut 250 g/m. sebesar 1,15 /Hari. Kata kunci: Polikultur, padat tebar, bobot mutlak, dan Specific Growth Rate(SGR) PENDAHULUAN Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai pembudidaya ikan. Sumber air di kecamatan Glagah terbilang cukup melimpah karena di lewati oleh sungai bengawan solo. Namun pada musim penghujan wilayah tersebut menjadi langganan banjir yang menenggelamkan pemukiman penduduk dan kolam budidaya, hal ini membuat penduduk Glagah kurang optimal dalam melakukan proses budidaya sehingga pendapatan yang diperoleh kurang optimal serta menghambat perekonomian masyarakat. Salah satu upaya dalam mengoptimalkan produksi lahan budidaya yaitu dengan cara melakukan budidaya dengan metode polikultur. Polikultur adalah suatu cara memelihara dua jenis atau lebih organisme pada wadah yang sama dengan tujuan efisiensi pengunaan lahan (Anggadireja et al, 2. Polikultur juga bisa di artikan dengan proses pemeliharaan dua jenis komoditas atau lebih dengan menggunakan satu wadah pada satu siklus. Dengan sistem ini diperoleh manfaat yaitu tingkat produktifitas lahan yang tinggi karena dalam satu siklus dapat menghasilkan lebih dari satu komoditas. Penerapan teknik budidaya secara polikultur diharapkan dapat meningkatkan daya dukung lahan tambak pada keadaan tertentu, dimana pertumbuhan produksi akan tetap Salah satu komoditas yang dalam metode ini yaitu ikan bandeng, udang vaname dan rumput lautG. Dalam polikultur ikan bandeng, udang vaname dan rumput laut di tambak diharapkan dapat memberikan nilai tambah terhadap ketiga komoditas, misalnya rumput laut sebagai penghasil oksigen dan dapat juga di jadikan tempat berlindung oleh udang pada saat pergantian kulit serta tempat berlindung bagi ikan bandeng dari sengatan sinar matahari. Ikan bandeng dan udang membuang kotoran yang dapat dipakai sebagai nutrien serta pupuk oleh rumput laut, selain itu aktifitas ikan bandeng yang bergerak untuk mencari makan sampai dasar perairan membantu untuk mengontrol pertumbuhan rumput laut yang banyak di tumbuhi alga dan plankton agar tidak terjadi blooming. Dengan demikian, polikultur ini diharapkan dapat meningkatkan produktifitas lahan serta mengurangi resiko kegagalan budidaya. Pada sistem polikultur. Gracillaria sp. dapat meningkatkan kelulushidupan dan pertumbuhan ikan bandeng dan udang (Istiyanto. Arini, dan Rachmawati, 2. Jika proses konversi pakan menjadi daging berjalan dengan baik, maka laju pertumbuhan . enambahan bobot bada. akan menjadi lebih baik. Oleh karena itu perlu dilakukan uji coba berupa penelitian yang berjudul optimasi sistem budidaya polikultur dengan penentuan komposisi organisme yang berbeda antara bandeng . Chano. , udang vaname . Vanname. , dan rumput ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 3 . Nomor 2. September 2020 laut (G. Penelitian ini mengkaji secara ilmiah tentang pemanfaatan lahan budidaya perairan tawar untuk kegiatan budidaya polikultur dengan tujuan meningkatkan produktivitas hasil panen ikan bandeng air tawar, sehingga mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan selama 42 hari pada bulan mei sampai dengan juni 2020 di tambak milik Bapak Aminin S. Pi. P di Desa Soko kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan. Alat dan Bahan Dalam penelitian ini, diperlukan beberapa peralatan dan bahan untuk melancarkan kegiatan penelitian yang akan berjalan. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 1. Alat Ae alat Penelitian Nama Alat Fungsi Terpal berbentuk kotak dengan ukuran 1x1x1,5 meter 9 buah Wadah budidaya penelitian Timbangan analitik dengan tingkat ketelitian 1 g Menimbang bobot pertumbuhan dan dosis pupuk vermikompos Refraktometer Alat ukur salinitas air pH pen /pH paper Alat ukur suhu dan pH air Waring Biosecurity dari gangguan hama Jala Untuk mengambil komoditas Kayu dengan panjang 2 meter 36 batang Penyangga wadah budidaya ATK Menulis hasil pengamatan DO meter Mengukur DO ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 3 . Nomor 2. September 2020 Sedangkan untuk bahan yang digunakan dalam penelitian dapat dilihat pada tabel 2: Tabel 2. Bahan Ae bahan penelitian Nama Alat Fungsi Rumput laut G. Bahan uji penelitian Ikan bandeng Bahan uji penelitian Udang vaname Bahan uji penelitian Pupuk vermicompos Pupuk alami Pakan pelet Pakan ikan bandeng dan udang Aquades Mensterilkan alat Tisu Membersihkan alat Metode Penelitian Padapenelitian ini analisis data menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali pengulangan, sehingga total keseluruhan ada 9 unitpercobaan. Dari masing Ae masing perlakuan diambil secara acak 5 sampel untuk udang dan bandeng, dan rumput laut diambil berat awal 10 gram untuk pengukuran. Setiap variabel dievaluasi dengan menggunakan analysis of variance (ANOVA) yang bertujuan untuk melihat apakah data berpengaruh secara signifikan atau tidak dengan menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 20, kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey jika berpengaruh secara signifikan dengan taraf kepercayaan 95% . <0,. Masing Ae masing perlakuan yang diberikan pada penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut: C Perlakuan A: Kepadatan ikan bandeng dan udang vaname 10 ekor/m2, rumput laut 250 g/m2. C Perlakuan B: Kepadatan ikan bandeng dan udang vaname 20 ekor/m2, rumput laut 500 g/m2. C Perlakuan C: Kepadatan ikan bandeng dan udang vaname 30 ekor/m2, rumput laut 1000 g/m2. Variabel Pengamatan Pertumbuhan Bobot Mutlak Rumus yang digunakan untuk menghitung pertumbuhan berat menurut Effendi. W=Wt Ae Wo ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 3 . Nomor 2. September 2020 Keterangan: Pertumbuhan bobot mutlak. Wt: Bobot ikan akhir . Wo: Bobot ikan awal . Specific Growth Rate (SGR) Specific Growth Rate (SGR) dihitung menggunakan rumus dari Zonneveld et al. SGR = x 100% Keterangan: SGR: Laju pertumbuhan spesifik (/har. Wt: Berat rata-rata ikan pada hari ke-n . Wo: Berat rata-rata ikan pada awal pemeliharaan . waktu pemeliharaan HASIL DAN PEMBAHASAN Bobot Mutlak . Bobot Mutlak . :10:. :20:. :30:1. Kepadatan Bandeng . : Udang . : R. Laut . Gambar 1: Rata-rata bobot mutlak ikan bandeng, udang vaname, dan rumput laut dengan metode polikultur Dari . menunjukkan bahwa rata-rata bobot mutlak ikan bandeng, udang vaname, dan rumput laut Gracillaria verucossa dengan metode polikultur selama penelitian yaitu kisaran antara 25,13 g Ae 40,73 g. Dengan hasil tertinggi terdapat pada perlakuan A . epadatan bandeng dan udang 10 ekor/m2, rumput laut 250 g/m. yaitu 40,73 g dan hasil terendah di dapat oleh perlakuan C . epadatan bandeng dan udang 30 ekor/m2, rumput laut 1000 g/m. yaitu 25,13 g. Dari hasil analisis statistik Analysis of Variance (ANOVA) menunjukkan bahwa perlakuan kepadatan yang berbeda memberikan pengaruh nyata atau signifikan terhadap ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 3 . Nomor 2. September 2020 pertumbuhan bobot mutlak . <0,. , sehingga dilakukan uji lanjut dengan menggunakan Tukey (BNJ). Dari hasil uji lanjut menggunakan Tukey menunjukkan bahwa perlakuan A . epadatan bandeng dan udang 10 ekor/m2, rumput laut 250 g/m. memberikan perbedaan yang nyata terhadap perlakuan B . epadatan bandeng dan udang 20 ekor/m2, rumput laut 500 g/m. dan perlakuan C . epadatan bandeng dan udang 30 ekor/m2, rumput laut 1000 g/m. <0,. Perlakuan B . epadatan bandeng dan udang 20 ekor/m2, rumput laut 500 g/m. memberikan perbedaan yang nyata terhadap perlakuan A . epadatan bandeng dan udang 10 ekor/m2, rumput laut 250 g/m. dan perlakuan C . epadatan bandeng dan udang 30 ekor/m2, rumputy laut 1000 g/m. <0,. Pertumbuhan bobot mutlak pada masing Ae masing perlakuan sampai hari ke-42, tidak lepas dari pengaruh padat tebar yang digunakan pada masing Ae masing perlakuan. Semakin banyak komoditas yang dibudidayakan, maka pertumbuhan juga akan semakin lambat. Menurut Cholik. Rochmansyah, dan Tonek . , padat penebaran akan mempengaruhi kompetisi terhadap ruang gerak, kebutuhan makanan dan kondisi lingkungan yang pada gilirannya dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kelulushidupan yang merinci pada produksi. Specific Growth Rate (/Har. Specific Growth Rate (SGR) A. :10:. :20:. :30:1. Kepadatan Bandeng . : Udang . : R. Laut . Gambar 2. Rata Ae rata specific growth rate (SGR) ikan bandeng, udang vaname,dan rumput laut dengan metode polikultur Dari . menunjukkan bahwa nilai SGR ikan bandeng, udang vaname, dan rumput laut Gracillaria verucossa yang di pelihara selama 42 hari dengan metode polikultur berkisar antara 0,78 Ae 1,15 /Hari. Dengan nilai tertinggi terdapat pada perlakuan A . epadatan bandeng dan udang 10 ekor/m2. ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 3 . Nomor 2. September 2020 rumput laut 250 g/m. yaitu 1,15 /Hari. Sedangkan nilai terendah terdapat pada perlakuan C ( kepadatan bandeng dan udang 30 ekor/m2, rumput laut 1000 g/m. yaitu 0,78 /Hari. Dari hasil analisis statistik Analysis of Variance (ANOVA) menunjukkan bahwa perlakuan kepadatan yang berbeda memberikan pengaruh nyata atau signifikan terhadap Specific Growth Rate (SGR) . <0,. , sehingga dilakukan uji lanjut dengan menggunakan Tukey (BNJ). Dari hasil uji lanjut menggunakan Tukey menunjukkan bahwa Dari hasil uji lanjut menggunakan Tukey menunjukkan bahwa perlakuan A . epadatan bandeng dan udang 10 ekor/m2, rumput laut 250 g/m. memberikan perbedaan yang nyata terhadap perlakuan B . epadatan bandeng dan udang 20 ekor/m 2, rumput laut 500 g/m. dan perlakuan C . epadatan bandeng dan udang 30 ekor/m2, rumputy laut 1000 g/m. <0,. Perlakuan B . epadatan bandeng dan udang 20 ekor/m2, rumput laut 500 g/m. memberikan perbedaan yang nyata terhadap perlakuan A . epadatan bandeng dan udang 10 ekor/m2, rumput laut 250 g/m. <0,. tetapi tidak memberikan perbadaan yang nyata terhadap perlakuan C . epadatan bandeng dan udang 30 ekor/m2, rumputy laut 1000 g/m. >0,. Laju pertumbuhan spesifik sampai hari ke-42 tidak lepas dari pengaruh perlakuan kepadatan yang berbeda pada setiap wadah budidaya. Menurut Nurlaela et al. , dikatakan secara umum bahwa semakin tinggi padat penebaran yang diaplikasikan maka pertumbuhan akan semakin rendah, karena akan terjadi persaingan baik ruang gerak, oksigen terlarut maupun pakan yang pada akhirnya akan berpengaruh pada pertumbuhan. Kualitas Air Kualitas air adalah parameter penunjang yang sangat mempengaruhi pertumbuhan serta kelangsungan hidup komoditas budidaya. Pada penelitian ini kualitas air yang di amati adalah suhu, pH. DO, dan salinitas. Hasil pengamatan kualitas air selama penelitian dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. Data kualitas air selama penelitian KisaranKualitas Air SelamaPenelitian Perlakuan Suhu . C) Salinitas A . andengdanudang 29,2 Ae 32,8 6,54 Ae 7,5 1Ae3 10 ekor/m r. g/m. B . andeng dan udang 29,4 Ae 32,4 6,88 Ae 8 1Ae2 20 ekor/m , r. g/m. C . andeng dan udang 30,2 Ae 32,8 6,66 Ae 8 1Ae2 30 ekor/m , r. 1000 g/m. SNI kualitas air 28 Ae 33 7,5 Ae 8,5 15 Ae 33 ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 3 . Nomor 2. September 2020 Berdasarkan data pengukuran kualitas air selama penelitian dari hari ke-0 sampai hari ke-42 suhu air di semua perlakuan berkisar antara 29,2 Ae 32,8, untuk pH air berkisar antara 6,54 Ae 8 , dan untuk salinitas berkisar antara 1 Ae 3 ppt. Untuk pH dan suhu sudah sesuai dengan kondisi yang baik dalam pertumbuhan komoditas yang dibudidayakan. Namun untuk salinitas kurang baik untuk pertumbuhan rumput laut G. Menurut Zatnika . , kondisi salinitas yang baik untuk pertumbuhan rumput laut yaitu berkisar antara 15 Ae 34 ppt. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kesimpulan dari hasil penelitian ini antara lain sebagai berikut : Perlakuan kepadatan yang berbeda terhadap specific growth rate ikan bandeng(C. , udang vaname(L. , dan rumput laut G. verucossa dengan metode polikultur selama 42 hari memberikan pengaruh Dimana hasil terbaik di dapat pada perlakuan A . epadatan ikan bandeng dan udang 10 ekor/m2, rumput laut 250 g/m. sebesar 1,15/hari. Sedangkan nilai terendah terdapat pada perlakuan C ( kepadatan bandeng dan udang 30 ekor/m2, rumput laut 1000 g/m. yaitu 0,78 /Hari. Perlakuan kepadatan yang berbeda terhadap bobot mutlak ikan bandeng (C. , udang vaname (L. , dan rumput laut G. verucossa dengan metode polikultur selama 42 hari memberikan pengaruh nyata. Dimana hasil terbaik di dapat pada perlakuan A . epadatan ikan bandeng dan udang 10 ekor/m2, rumput laut 250 g/m. sebesar 40,73 g. Sedangkan hasil terendah di dapat oleh perlakuan C . epadatan bandeng dan udang 30 ekor/m2, rumput laut 1000 g/m. yaitu 25,13 g. Kualitas air pada semua perlakuan yaitu antara lain suhu berada pada kisaran 29,2 0C Ae 32,8 0C, pH pada kisaran 6,59 Ae 8, dan salinitas berada pada kisaran 1 Ae 3 ppt. Berdasarkan pengukuran kualitas air selama melakukan budidaya, hasil yang didapat sudah sesuai dengan standar budidaya. Saran Pada penelitian budidaya ikan bandeng, udang vaname, dan rumput laut jenis G. verucossa dengan kepadatan yang berbeda menggunakan metode polikultur untuk menghasilkan pertumbuhan terbaik disarankan menggukan kepadatan bandeng dan udang 10 ekor/m2, rumput laut 250 g/m2. UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih disampaikan kepada segenap pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan penelitian ini terutama kepada kedua orang tua dan dosen pembimbing Dr. Andi Rahmad Rahim. Pi. Si, dan Aminin. Pi. P serta seluruh dosen Program Studi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Gresik. ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 3 . Nomor 2. September 2020 Tidak lupa diucapkan terimakasih kepada seluruh angkatan 2016 Akuakultur yang telah banyak membantu baik secara material dan spiritual. DAFTAR PUSTAKA