Volume 8 | Nomor 2 | Tahun 2025 | Halaman 449Ai458 E-ISSN 2615-8655 | P-ISSN 2615-725X http://diglosiaunmul. com/index. php/diglosia/article/view/1161 Kesalahan diksi dan struktur kalimat dalam warta jemaat GMIT Kota Kupang: Tinjauan dari perspektif keterbacaan dan pemahaman Mistakes in diction and sentence structure in the GMIT Kota Kupang congregational bulletin: A review from the perspective of readability and comprehension Aris Nurhuda1. Narantoputrayadi M. Malay2. Semuel H. Nitbani3. Margaret P. Djokaho4, & Anastasia J. Leda5 1,2,3,4,5 Universitas Nusa Cendana Jalan Adisucipto Penfui. Kupang. Indonesia *Email: arisreog95@gmail. Orcid: https://orcid. org/0009-0002-7801-4552 Email: putrayadi. naranto0@gmail. Orcid: https://orcid. org/0009-0008-5837-807X Email: semuelnitbani@staf. Orcid: https://orcid. org/0009-0003-8443-3611 Email: margaret@staf. Orcid: https://orcid. org/0009-0008-4514-7504 Email: anastasialeda@staf. Orcid: https://orcid. org/0009-0003-3485-6595 Article History Received 5 January 2025 Revised 19 March 2025 Accepted 25 April 2025 Published 9 June 2025 Keywords sentence structure. congregational bulletin. GMIT Kupang City. Kata Kunci struktur kalimat. GMIT Kota Kupang. Read online Scan this QR code with your smart phone or mobile device to read online. Abstract The aim of this study is to explore the contribution of diction and effective sentences to the readability and comprehension of the GMIT Congregational Bulletin in Kota Kupang. The research employs a qualitative descriptive method to provide an in-depth explanation of linguistic phenomena, particularly the use of diction and effective sentence construction. The findings reveal several errors in word choice and sentence structure, such as excessive word use, influence of colloquial language, and improper sentence arrangement, which lead to vague meanings and ineffective message delivery. Accurate word choiceAiincluding appropriate conjunctions, precise synonyms, and the avoidance of nonstandard or redundant wordsAican clarify meaning and aid reader comprehension. Effective sentences, characterized by clarity, precision, and appropriateness, help prevent confusion and enhance the readerAos understanding of the bulletin content. The implications of this study encourage the bulletinAos editorial team to conduct regular training on effective writing for writers and church administrative staff. Furthermore, it is recommended to develop an internal writing guide that includes language usage rules and examples of well-constructed sentences to ensure consistency and language quality in every edition of the GMIT Congregational Bulletin. Abstrak Tujuan penelitian ini ialah mengeksplorasi kontribusi diksi dan kalimat efektif terhadap keterbacaan dan pemahaman Warta Jemaat GMIT Kota Kupang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk menjelaskan secara mendalam fenomena kebahasaan, khususnya penggunaan diksi dan kalimat efektif. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesalahan dalam pemilihan kata dan penyusunan kalimat, seperti penggunaan kata berlebihan, pengaruh bahasa cakapan, dan struktur kalimat yang kurang tepat, sehingga makna menjadi kabur dan pesan tidak tersampaikan dengan baik. Ketepatan dalam pemilihan kata, seperti kesesuaian kata hubung, penggunaan sinonim yang tepat, serta penghindaran kata tidak baku atau redundan, dapat memperjelas makna dan memudahkan pemahaman pembaca. Kalimat efektif yang ditandai dengan kejelasan, ketepatan, dan kesesuaian juga mampu menghindari kebingungan dan meningkatkan pemahaman isi warta. Implikasi dari penelitian ini mendorong pengelola Warta Jemaat untuk mengadakan pelatihan penulisan efektif secara berkala bagi penulis dan staf administrasi gereja. Selain itu, disarankan agar disusun panduan penulisan internal yang memuat ketentuan kebahasaan serta contoh kalimat yang baik untuk menjaga konsistensi dan kualitas bahasa dalam setiap edisi warta jemaat. A 2025 The Author. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya by Universitas Mulawarman How to cite this article with APA style 7th ed. Nurhuda. Malay. Nitbani. Djokaho. , & Leda. Kesalahan diksi dan struktur kalimat dalam warta jemaat GMIT Kota Kupang: Tinjauan dari perspektif keterbacaan dan pemahaman. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya, 8. , 449Ae458. https://doi. org/10. 30872/diglosia. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya is an open access article under the terms of the Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License (CC BY-SA 4. Aris Nurhuda. Narantoputrayadi M. Malay. Semuel H. Nitbani. Margaret P. Djokaho, & Anastasia J. Leda Pendahuluan Dalam komunikasi massa, pemilihan kata . dan penggunaan kalimat efektif adalah elemen penting yang memengaruhi pemahaman audiens terhadap pesan. Komunikasi memungkinkan seseorang atau kelompok untuk menyampaikan sikap dan perasaannya sehingga mudah dipahami pihak lain. Namun, komunikasi akan berhasil jika penyampaian pesan dipahami dengan cara yang sama oleh penerimanya (Suyanto, 2. Pola bahasa yang fungsional tercermin dari sejauh mana jemaat menunjukkan minat dalam mendengarkan dan menginterpretasikan pesan yang disampaikan (Wenda et al. , 2. Prinsip ini juga berlaku dalam konteks warta jemaat . ejenis pengumuman, arahan, dan pandangan gereja secara tertulis untuk jemaat gereja yang bernaung di gereja tersebu. , yang berfungsi sebagai media informasi internal gereja. Warta jemaat di GMIT Kota Kupang memainkan peran sentral dalam menyampaikan berbagai informasi penting kepada jemaat, seperti pengumuman peribadatan, program pelayanan, dan kegiatan sosial gereja. Pemilihan diksi yang tepat serta kalimat yang efektif sangat penting dalam penyusunan warta jemaat. Diksi yang baik tidak hanya memudahkan pembaca dalam memahami pesan, tapi dalam penulisan, diksi yang digunakan cenderung lebih formal dan harus disertai penggunaan tanda baca yang tepat, khususnya dalam bahasa Indonesia, agar makna yang ingin disampaikan penulis dapat dipahami dengan baik oleh pembaca (Nisa et al. , 2. Agar pemilihan kata dilakukan dengan tepat, pengguna bahasa perlu memahami berbagai syarat dalam memilih kata. Syarat-syarat tersebut mencakup ketepatan dan kesesuaian dalam penggunaan diksi. Ketepatan diksi melibatkan beberapa hal, yaitu: . membedakan secara jelas antara makna konotasi dan . mengenali perbedaan makna pada kata-kata yang nyaris serupa. membedakan kata-kata dengan ejaan yang mirip. menghindari penggunaan akhiran asing yang tidak sesuai. memahami perbedaan antara kata-kata yang bersifat umum dan khusus. perubahan makna kata-kata perlu diperhatikan (Nurdjan et al. , 2. Pemilihan kata yang kurang tepat atau ambigu dapat menyebabkan kesalahpahaman di kalangan jemaat, mengurangi efektivitas komunikasi, dan bahkan memengaruhi partisipasi jemaat dalam kegiatan gereja. Oleh sebab itu, warta jemaat juga harus mampu mencerminkan nilai-nilai agama dan budaya yang dipegang GMIT. Selain itu, kalimat yang efektifAisingkat, jelas, dan lugasAidapat meningkatkan keterbacaan warta jemaat. Kalimat yang panjang atau terlalu rumit dapat menyulitkan pembaca dalam menangkap inti pesan. Pesan yang ingin disampaikan sering kali mengandung informasi yang kurang atau tidak lengkap, yang disebabkan oleh penggunaan kalimat yang tidak efektif. Hal ini menyebabkan terjadinya kesalahpahaman antara komunikan dan komunikator (Agustinus. Kalimat efektif berperan penting dalam menarik perhatian pembaca, mendorong mereka untuk terlibat dalam kegiatan, serta memahami instruksi atau arahan yang disampaikan. Penelitian ini dikhususkan pada diksi warta jemaat dan tidak membahas tentang ejaan Bahasa Indonesia yang lain, untuk melihat kesalahan pilihan kata pada warta jemaat. Penelitian yang selama ini dilakukan tidak menyentuh cara penulisan khususnya pilihan kata. Nurhuda et al. menganalisis warta jemaat pada sistem ejaan bahasa Indonesia . enulisan huruf, penulisan tanda baca, penulisan kat. , sedangkan penelitian ini membahas tentang pilihan kata. Penelitian lain tentang warta jemaat adalah terkait digitalisasi warta jemaat yang dilakukan oleh Malau . Wowiling . , dan Marco et al. Konteks GMIT di Kota Kupang, dengan keberagaman latar belakang budaya dan tingkat pemahaman bahasa yang bervariasi di antara jemaatnya, menekankan pentingnya penggunaan diksi yang inklusif dan mudah dipahami. Penyusunan kalimat yang sederhana namun tetap tepat sasaran menjadi sangat penting. Teks diciptakan dalam konteks atau suasana tertentu yang khas, sehingga memungkinkan adanya keterhubungan dengan teks lainnya (Pratiwi et al. , 2. Pemakaian bahasa yang tepat dan efisien berperan penting dalam membentuk cara masyarakat menangkap dan menanggapi pesan yang disampaikan. Penggunaan bahasa yang komunikatif, menarik, dan selaras dengan konteks budaya lokal dapat memperkuat daya tarik pesan. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 449Ai458 Kesalahan diksi dan struktur kalimat dalam warta jemaat GMIT Kota Kupang: Tinjauan dari perspektif keterbacaan dan pemahaman memudahkan pemahaman, serta mendorong terjadinya respons atau tindakan yang diharapkan (Mukti & Sulistyono, 2. Oleh karena itu, kajian mengenai penggunaan diksi dan kalimat efektif pada warta jemaat GMIT sangat relevan untuk meningkatkan efektivitas komunikasi gereja serta memperkuat keterlibatan jemaat dalam kehidupan berjemaat. Penelitian ini bermaksud untuk mengeksplorasi lebih jauh peran diksi dan kalimat efektif dalam perspektif keterbacaan dan pemahaman. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan model penggunaan bahasa yang lebih tepat dalam warta jemaat, yang tidak hanya mengutamakan keterbacaan, tetapi juga mempertimbangkan sensitivitas budaya dan religiositas jemaat GMIT di Kota Kupang. Pemilihan kata tidak hanya berkaitan dengan benar atau salah, tetapi juga harus memperhatikan bagaimana kata tersebut diterima oleh orang lain supaya suasana yang tercipta tidak berubah. Diksi yang dianggap benar untuk menyampaikan suatu maksud, tidak menjamin akan diterima secara positif. Ini disebabkan adanya aturan atau norma yang berlaku di masyarakat (Maharani, 2. Hal lain yang tidak boleh dilewatkan adalah indeks keterbacaan memiliki kaitan yang signifikan dengan kemampuan memahami bacaan. Oleh karena itu, formula keterbacaan dapat digunakan untuk memperkirakan tingkat kesulitan atau kemudahan dalam memahami materi bacaan bagi pembaca (Yasa et al. , 2. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menjelaskan secara mendalam bagaimana pemilihan diksi dan struktur kalimat memengaruhi keterbacaan serta pemahaman pesan oleh jemaat. Secara teoretis, metode penelitian merujuk pada serangkaian langkah atau kegiatan sistematis yang dirancang untuk mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis informasi, sehingga menghasilkan data yang komprehensif dan valid (Sahir. Lokasi penelitian ini adalah GMIT Kota Kupang, dengan subjek penelitian berupa warta jemaat yang diterbitkan gereja pada periode FebruariAiMaret 2024. Dalam implementasinya, peneliti melakukan serangkaian langkah sistematis untuk menjamin validitas data dan analisis. Pertama, peneliti mengumpulkan data berupa dokumen tertulis dari beberapa edisi Warta Jemaat GMIT Kota Kupang. Dokumen-dokumen ini dipilih secara purposif berdasarkan keterwakilan isi dan variasi gaya bahasa dalam penyampaiannya. Kedua, peneliti melakukan identifikasi awal terhadap kesalahan diksi dan struktur kalimat dengan berpedoman pada kaidah kebahasaan baku, seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Setiap paragraf atau kalimat dianalisis untuk mengidentifikasi indikasi penggunaan kata yang tidak tepat . isalnya: kata tidak baku, ambigu, atau kurang relevan dengan kontek. serta struktur kalimat yang tidak efektif . eperti kalimat bertele-tele, tidak runtut, atau tidak memiliki subjek dan predikat yang jela. Ketiga, temuan-temuan tersebut dikelompokkan ke dalam kategori, seperti kesalahan diksi, redundansi, pengaruh bahasa lisan, dan struktur kalimat tidak efektif. Pengelompokan ini memungkinkan analisis yang lebih terfokus dan mendalam. Keempat, peneliti menganalisis dampak dari kesalahan-kesalahan tersebut terhadap keterbacaan dan kejelasan pesan yang ingin disampaikan, dengan mengkaji potensi terjadinya salah tafsir, kehilangan makna utama, atau hambatan pemahaman di pihak pembaca. Melalui langkah-langkah ini, validitas metodologi diperkuat karena peneliti tidak hanya mengandalkan subjektivitas, melainkan juga menerapkan alat bantu kebahasaan yang objektif serta prosedur analisis yang sistematis dan dapat direplikasi. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh tentang hubungan antara kualitas bahasa dan efektivitas komunikasi dalam konteks warta jemaat. Pembahasan Diksi atau Pilihan Kata Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 449Ai458 Aris Nurhuda. Narantoputrayadi M. Malay. Semuel H. Nitbani. Margaret P. Djokaho, & Anastasia J. Leda Diksi merupakan proses pemilihan kata-kata untuk digunakan saat menyampaikan pendapat atau pemikiran kepada pembaca atau pendengar. Penggunaan bahasa yang tepat sangatlah penting, termasuk menghindari penggunaan jargon yang bertentangan dengan kaidah baku (Reskian, 2. Dalam menulis pilihan kata menjadi salah satu hal wajib untuk membuat tulisan menarik untuk dibaca. Selain itu, pilihan kata dimaksudkan untuk menjadikan sebuah kalimat menjadi kalimat efektif. Pilihan kata hanya dapat dikuasai jika penulis memiliki cukup kosakata dalam bahasa Indonesia. Kemampuan seseorang menguasai kosakata, akan semakin mahir pula kemampuannya dalam memilih kata dan mengekspresikan pemikirannya melalui pilihan kata Di sisi lain, keakuratan makna membutuhkan kesadaran penulis dalam memahami bentuk kata yang digunakan beserta acuan atau referensinya (Wardani, 2. Tabel 1. Penggunaan Diksi No. Kata Data Majelis dan jemaat Eden Kisbaki mengucapkan terima kasih kepada Pdt. Dr. Mery L. Kolimon. Pdt. Dina Dethan Pendapada. Th. Pdt. Jeane M. Olivier-Nalle. Ibadah ini berlangsung dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus mengalami sukacita. Selamat berbahagia bagi Bpk/Ibu/ Sdr/ i yang oleh karena, bahkan mengalami sukacita oleh karena hari ulang tahun kelahiran, pernikahan bahkan hari-hari bahagia lainnya Penambahan kata Biarlah seluruh keutuhan hidupmu diserahkan hubung untuk 2 klausa bagi Allah menjadi senjata-senjata kebenaran marilah kita menaikkan puji-pujian kepada Tuhan kita jemaat Oleh karena itu di harapkan kepada kita jemaat dapat berpartisipasi dalam kegiatan di maksud Atas nama Majelis dan Jemaat Priel Manutapen kami nyatakan turut berdukacita Perbaikan Majelis dan jemaat Eden Kisbaki mengucapkan terima kasih kepada Pdt. Dr. Mery L. Kolimon. Pdt. Dina Dethan Pendapada. Th, dan Pdt. Jeane M. Olivier-Nalle. Ibadah ini berlangsung dalam nama Bapa. Anak, dan Roh Kudus Selamat berbahagia bagi Bpk/Ibu/ Sdr/ i yang sedang bersukacita karena ulang tahun kelahiran, ulang tahun pernikahan atau sedang merayakan hari-hari bahagia lainnya. Biarlah seluruh keutuhan hidupmu diserahkan bagi Allah dan menjadi senjata-senjata kebenaran marilah kita memadahkan puji-pujian kepada Tuhan Oleh karena itu, diharapkan kepada jemaat, agar berpartisipasi dalam kegiatan dimaksud. Atas nama Majelis dan Jemaat Pniel Manutapen kami menyampaikan/ menyatakan/ mengucapkan turut berdukacita Tabel 1 merupakan data diksi. Pada data 1, permasalahan yang terjadi ialah menyangkut soal ejaan. Perlu dipahami bahwa ejaan merupakan aturan dasar yang wajib diikuti bagi pengguna bahasa untuk memastikan keseragaman dan keteraturan bentuk, khususnya pada bahasa tulis (Karyati, 2. Poin terpenting dalam bahasa Indonesia sehingga mendapat perhatian khusus adalah masalah ejaan. Arti penjelasan ini mengandung maksud bahwa ejaan berkaitan dengan tata tulis, seperti pemakaian tanda baca dan huruf, penulisan kata, termasuk penulisan istilah serapan, dan (Marselina, 2. Hal yang tampak pada data 1 adalah kata hubung AodanAo menjadi pilihan kata untuk menyatakan hubungan yang sederajat atau setara, dan memiliki persamaan fungsi. Pilihan kata Aodan' lebih tepat dibandingkan dengan penggunaan tanda baca koma, karena hanya terdapat dua pemerian, jika lebih dapat digunakan tanda koma pada pemerian pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya sampai pada sebelum pemerian terakhir gunakan kata hubung dan atau serta. Pada data 2, frasa mengalami sukacita dapat diganti dengan kata bersukacita yang memiliki makna yang sama. Kata bahkan adalah konjungsi yang menghubungkan satu bagian kalimat dengan bagian lainnya atau mengaitkan antar kalimat untuk menyatakan penegasan, penekanan, atau sesuatu yang lebih dari sebelumnya. Dalam konteks kalimat tersebut, perian ketiga memiliki kedudukan yang sama dengan perian pertama dan kedua, maka kata hubung yang tepat untuk menyatakan kesetaraan antara perian tersebut adalah kata hubung atau untuk menyatakan penghubung yang menandai pilihan di antara beberapa hal . ilihan yang setar. Pada data 3, terdapat 2 klausa. Klausa pertama Biarlah seluruh keutuhan hidupmu diserahkan bagi Allah dan klausa kedua menjadi senjata-senjata kebenaran. Dengan demikian dibutuhkan kata hubung untuk menghubungkan kedua klausa tersebut. Kata hubung yang tepat guna menghubungkan kedua klausa tersebut adalah kata hubung dan. Kata hubung dan menyatakan Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 449Ai458 Kesalahan diksi dan struktur kalimat dalam warta jemaat GMIT Kota Kupang: Tinjauan dari perspektif keterbacaan dan pemahaman penghubung bahasa, baik itu kata, frasa, klausa, maupun kalimat yang setara, termasuk tipe yang sama serta memiliki fungsi yang tidak berbeda. Pada data 4, kata menaikkan memiliki makna menjadikan naik . ertambah banyak, meningkat, bertambah besar, dan sebagainy. Kalimat tersebut memiliki konteks menaikkan bersinonim dengan meninggikan yang bermakna menjadikan tinggi. supaya tinggi. Pilihan kata tersebut sebenarnya dapat diganti dengan kata memadahkan yang bermakna mengatakan. mengucapkan, di mana kata dasar memadahkan adalah madah yang bermakna kata-kata pujian. Pada data 5, frasa nomina kita jemaat dapat diringkas menjadi jemaat karena rujukannya Tanpa menambahkan pronomina kita, rujukannya telah menunjukkan bahwa yang dimaksud adalah jemaat yang berada di bawah naungan gereja bukan jemaat dari tempat yang Keinginan untuk menyempurnakan kalimat yang ada, pada akhirnya menjadikan kalimat tersebut redundan. Pilihan kata dapat diganti dengan agar. Kata dapat bermakna mampu. bisa dalam konteks kalimat tersebut. Kata agar merupakan kata penghubung untuk menandai harapan. Jika dilihat dari konteks kalimat tersebut, maka kata agar lebih tepat digunakan dibandingkan dengan kata dapat. Pada data 6, kata nyatakan adalah bahasa tidak baku, sedangkan bahasa bakunya adalah Kalimat baku bahasa Indonesia setidaknya memiliki dua unsur, yaitu subjek dan Unsur lain, seperti pelengkap, objek, dan keterangan, bisa ada, tidak ada, atau bersifat opsional dalam sebuah kalimat (Hidayat & Putri, 2. Dalam konteks kalimat tersebut, kata menyatakan memiliki makna mengemukakan . si hati, pikira. erasaan dan sebagainy. Kata tersebut dapat diganti dengan kata menyampaikan atau mengucapkan yang merupakan sinonim dari kata menyatakan. Kata menyampaikan dalam konteks kalimat tersebut bermakna mengantarkan. Kata mengucapkan dalam konteks kalimat tersebut bermakna menyatakan. Ketiga kata tersebut dapat dipilih salah satunya untuk digunakan dalam konteks kalimat seperti kalimat tersebut. Kalimat Efektif Kalimat yang disusun secara ringkas dan jelas, tanpa menggunakan kata-kata yang berlebihan dapat dikatakan kalimat efektif. Setiap kata yang digunakan harus memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi. Menghindari kata-kata yang tidak perlu membantu menjaga teks tetap ringkas dan jelas (Perangin-Angin, et al. , 2. Sumber lain menyatakan hal yang sama bahwa kalimat efektif mampu menyampaikan ide pembicara atau penulis dengan tepat, sehingga pembaca atau pendengar bisa memahami ide tersebut secara serupa. Penyampaian gagasan perlu dilakukan melalui kalimat yang memenuhi beberapa kriteria kalimat efektif, seperti adanya kesepadanan dan kesatuan, keselarasan bentuk, penekanan yang sesuai, efisiensi dalam penggunaan kata, serta variasi dalam struktur kalimat (Listika et al. , 2. Efektifnya sebuah kalimat bukan ditunjukkan pada panjang pendeknya sebuah kalimat tetapi ketepatan penggunaan kata dan pilihan kata serta penguasaan bahasa yang memadai oleh si Tabel 2 merupakan data bentuk kalimat efektif. Pada data 1, kata hari perlu dihilangkan, karena kata Selasa merupakan nama hari, sehingga kata hari menjadi bentuk pemborosan atau Redundansi merujuk pada penggunaan unsur bahasa yang berlebihan dalam kalimat. Kesalahan yang termasuk redundansi meliputi pemakaian dua kata dengan kesamaan makna yang terdapat dalam satu kalimat atau berlebihan dalam penggunaan kata sehingga merusak kejelasan struktur kalimat (Ramadhanti, 2. Hal ini juga tampak pada data 2. Kata tanggal tidak dibutuhkan dalam kalimat tersebut karena 31 Maret 2024 telah menunjukkan tanggal yang Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 449Ai458 Aris Nurhuda. Narantoputrayadi M. Malay. Semuel H. Nitbani. Margaret P. Djokaho, & Anastasia J. Leda Tabel 2. Bentuk Kalimat Efektif No. Kata yang adalah memberi diri kita banyak kali dengan apa dapat kita lewat dengan sebentar, bagi tanggung remaja yang karena, yang sudah Data Pengantaran pendeta ke Jemaat Karmel Fatululi akan dilaksanakan pada hari Selasa, 06 Februari 00 Wita Pendaftaran dibuka sampai tanggal 31 Maret Yesus membiarkan diri-Nya menjadi korban ketidakadilan dan harus menggantikan posisi penjahat yang sebenarnya, bernama Barabas yang adalah simbol kita semua orang berdosa marilah memberi diri kita dituntun oleh perkataan firman Tuhan banyak kali hal ini membuat kecewa Bapak/ Mama/ Sdr/i dengan apa dapat kita membalas pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib untuk kita? Mari kita menyatakan syukur lewat dengan memberi persembahan sambil mengingat firmanNya Penilaian lomba hias salib akan dilaksanakan pada Sabtu, 30 Maret 2024 pada pukul 07. Setelah doa syafaat sebentar, kesempatan diberikan kepada Sdra. Morionis A. Peu. untuk mengungkapkan isi hatinya bagi kita semua lomba makan pisang & telur untuk kategori tanggung remaja Bagi anggota sidi yang karena sakit atau yang sudah lanjut usia dan ingin untuk mendapat pelayanan di rumah, dapat menghubungi presbiter rayon Atas nama Majelis Jemaat Sonaf Amasat Hoinbala mengucapkan bahagia Sesuai dengan keputusan Persidangan MI maka kewajiban Jemaat per KK untuk konsistori sebesar Rp 500. 000,- setahun atau Rp 40. 000,- per Lomba membuat kreativitas salib dari stick Perbaikan Pengantaran pendeta ke Jemaat Karmel Fatululi akan dilaksanakan pada Selasa, 06 Februari pukul 00 Wita Pendaftaran dibuka sampai dengan, 31 Maret Yesus membiarkan diri-Nya menjadi korban ketidakadilan dan harus menggantikan posisi penjahat yang sebenarnya. Barabas menjadi simbol kita orang berdosaA. marilah kita memberi diri untuk dituntun dalam firman Tuhan A acap kali, hal ini sering membuat kita kecewaA. Bapak/ mama/ sdr/i dengan apa kita dapat membalas pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib untuk kita? Mari kita menyatakan syukur dengan memberi persembahan sambil mengingat firman-Nya Penilaian Lomba Hias Salib akan dilaksanakan pada Sabtu, 30 Maret 2024 pada pukul 07. malam atau 19. 00 Wita. Setelah doa syafaat, diberikan kesempatan kepada Sdra. Morionis A. Peu. Th. menyampaikan isi hatinya. Lomba makan pisang . ebus/ goren. dan telur . ebus/ goren. untuk kategori remaja tanggung/ Bagi anggota sidi yang sedang sakit atau lanjut usia dan ingin mendapatkan pelayanan di rumah, dapat menghubungi presbiter rayon Atas nama Majelis Jemaat Sonaf Amasat Hoinbala mengucapkan selamat berbahagia Sesuai dengan keputusan Persidangan MI, maka diwajibkan kepada jemaat per KK untuk menyumbang pembangunan gedung konsistori sebesar Rp 500. 000,- setahun atau Rp 40. 000,- per Lomba kreativitas membuat salib dari stik Pada data 3, kalimat tersebut tidak efektif karena kalimatnya terlalu luas sehingga makna yang dimaksudkan oleh pembicara tidak sesuai. Aspek kesatuan dalam kalimat efektif perlu Kesatuan dalam kalimat berarti adanya satu ide utama yang menjadi fokus. Dengan kata lain, setiap kalimat harus memiliki satu tujuan utama yang ingin disampaikan sehingga pembaca bisa mengenali dan memahaminya dengan jelas (Hidayat & Putri, 2. Pada kasus ini, kalimat tersebut perlu diubah menjadi dua kalimat di mana kalimat pertama berisi tentang pengorbanan Yesus Kristus dan kalimat kedua berisi Barabas menjadi cerminan kita orang berdosa. Lebih jauh lagi, kedua kalimat ini memuat makna Yesus mati di kayu salib guna menebus dosa-dosa orang berdosa. Pada data 4, pengaruh bahasa cakapan sangat terasa pada kalimat ini. Bahasa cakapan ini dipengaruhi oleh bahasa pertama sehingga menghasilkan konstruksi bahasa yang bukan konstruksi bahasa Indonesia. Konstruksi kalimat AuMarilah memberi diri kitaA. Ay dan konstruksi kalimat AuMarilah kita memberi diriA. Ay adalah dua konstruksi bahasa yang berbeda. Dalam bahasa Indonesia yang diterangkan dalam kalimat tersebut adalah ajakan untuk menyerahkan dan memasrahkan diri secara utuh agar dituntun oleh firman Tuhan. Apabila konstruksi kalimatnya adalah AuMarilah memberi diri kitaA. Ay maka hal yang diterangkan oleh kalimat tersebut adalah ajakan tanpa memasrahkan diri untuk dituntun dalam firman Tuhan. Masalah dalam penulisan bahasa Indonesia tergolong kompleks karena sering kali bahasa lisan dicampuradukkan dengan bahasa tulisan (Herniti, 2. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 449Ai458 Kesalahan diksi dan struktur kalimat dalam warta jemaat GMIT Kota Kupang: Tinjauan dari perspektif keterbacaan dan pemahaman Pada data 5, kata banyak kali merupakan gabungan kata yang dipengaruhi oleh bahasa Pengaruh konstruksi gabungan kata ini mengakibatkan pilihan katanya menjadi tidak Untuk itu perlu perbaikan berupa pilihan kata baku yang sesuai dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pilihan gabungan kata acap kali atau sering kali lebih tepat dibandingkan dengan banyak kali. Sebuah kata dikategorikan sebagai kata tidak baku jika penggunaannya tidak mengikuti kaidah bahasa Indonesia. Ketidakbakuan ini dapat disebabkan tidak hanya karena kesalahan penulisan, dapat juga kekeliruan pengucapan dan penyusunan kalimat yang tidak benar (Ningrum, 2. Pada data 6, seperti pada data 4 konstruksi kalimat pada data 6 menunjukkan bahwa konstruksi kalimat tersebut merupakan konstruksi bahasa pertama atau bahasa cakapan. Konstruksi bahasa Au. dengan apa dapat kitaA. Ay dan konstruksi bahasa Au. dengan apa kita dapatA. Ay merupakan dua konstruksi bahasa yang berbeda. Keduanya memiliki makna yang berbeda walau terlihat mirip. Konstruksi Audapat kitaAy dapat disinonimkan dengan Aumampu kita. Ay Aubisa kita. Ay atau Ausanggup kita. Ay Sedangkan konstruksi Aukita dapatAy jika disinonimkan dengan Aukita Ay Aukita sanggup. Ay atau Aukita bisa. Ay Dari susunan konstruksi kata-kata yang disinonimkan maka dapat dilihat bahwa lebih tepat menggunakan Aukita dapatAy dibandingkan dengan Audapat Ay Dalam analisis kesalahan berbahasa pada tataran sintaksis dapat dibagi menjadi dua Pertama, kesalahan frasa. Kedua, kesalahan pada penyusunan kalimat (Rosalina & Maspuroh, 2. Pilihan kata lewat dan dengan pada data ke-7, keduanya memiliki kedudukan yang sama dalam kalimat. Dapat dilihat bahwa kedua kata tersebut memiliki makna gramatikal yang sama. Oleh karenanya dapat dipilih salah satu dari kedua kata tersebut untuk membuat kalimat itu menjadi lebih efektif. Kata dengan lebih tepat digunakan dibandingkan dengan kata lewat. Kata dengan menjadi partikel penghubung untuk menerangkan cara. Hal yang tidak bisa dilakukan oleh kata lewat. Keteraturan bentuk dapat berimplikasi pada kejelasan dan ketepatan makna (Karyati, 2. Pada data ke-8 untuk menunjukkan waktu sebaiknya menggunakan dua jenis penunjuk waktu yakni 24 jam atau 12 jam dengan keterangan situasi . agi, siang, mala. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman dalam pembacaan waktu. Jika 24 jam, maka disertakan dengan zona waktu (WIB. Wita. WIT), sedangkan untuk 12 jam disertakan dengan keterangan situasi pagi, siang, dan malam. Data 9, kata cakapan sebentar dan bagi yang dimasukkan dalam kalimat tersebut, menjadikan kalimat tersebut kalimat cakapan bahasa Indonesia. Untuk menjadikan kalimat tersebut menjadi kalimat efektif, maka perlu dihilangkan kata cakapan tersebut sehingga menjadi kalimat yang lebih efektif dan baku. Perwujudan bahasa baku berkaitan dengan pengaplikasian kalimat baku itu sendiri (Alfian & Fatonah, 2. Pada data 9, terdapat kata sebentar dan bagi yang lebih tepat untuk dihilangkan dibandingkan dengan menggunakannya dalam kalimat tersebut. Selanjutnya, dalam kalimat tersebut pilihan kata menyampaikan lebih resmi dibandingkan dengan mengungkapkan karena dalam peristiwa tersebut kegiatan yang terjadi adalah kegiatan resmi. Maka ragam bahasa resmi yang sebaiknya digunakan. Pada data 10, yang dimaksud oleh penulis adalah remaja tanggung bukan tanggung remaja. Remaja tanggung dapat diganti dengan taruna dalam bahasa Indonesia. Kekeliruan berbahasa tulis dapat menunjukkan kemampuan berbahasa seseorang. Oleh karena itu, penulis sebaiknya membaca kembali apa yang telah ditulisnya. Perbaikan mandiri yang dilakukan oleh penulis menunjukkan bahwa penulis telah memiliki kesadaran berbahasa tulis yang baik. Data 11, menunjukkan pengaruh bahasa pertama sangat kuat dalam penyusunan bahasa Dapat dilihat kata-kata yang karena sakit dan kata-kata yang sedang sakit, kita dapat melihat makna kata karena dan kata sedang untuk membandingkan penggunaan kata yang tepat. Kata karena bermakna . disebabkan oleh. kata penghubung untuk menandai alasan atau Kata sedang bermakna . alam melakukan suatu ha. dalam pada . dalam waktu . Makna kedua kata dapat dikatakan mirip sehingga penulis menggunakan kata karena dan bukan kata sedang. Dalam konteks ini, kata karena Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 449Ai458 Aris Nurhuda. Narantoputrayadi M. Malay. Semuel H. Nitbani. Margaret P. Djokaho, & Anastasia J. Leda sebaiknya tidak digunakan karena merupakan kata bahasa cakapan dalam konstruksi kalimat Pilihan kata yang tepat untuk konstruksi kalimat tersebut adalah kata sedang. Data 12, menunjukkan kekeliruan dalam pilihan kata sehingga kalimat tersebut menjadi tidak lengkap atau utuh. Penambahan nomina selamat sebelum adjektiva bahagia diperlukan agar frasa adjektiva dapat menduduki predikat pada kalimat tersebut. Penambahan imbuhan ber- pada kata bahagia untuk menjadikan kalimat tersebut menjadi kalimat efektif. Kata-kata berfungsi untuk menyampaikan pesan sehingga pemilihan dan penyusunan kata harus dilakukan sedemikian rupa agar pesan tersebut dapat tersampaikan dengan efektif (Reskian, 2. Pada data ke-13, penggunaan bahasa cakapan sangat tampak dalam kalimat tersebut. Diperlukan perbaikan secara menyeluruh pada kalimat tersebut untuk menjadikannya kalimat Kata kewajiban diubah menjadi diwajibkan kepada. Selanjutnya, pilihan kata-kata penjelas untuk menjelaskan kewajiban atau tugas yang harus dilaksanakan oleh jemaat perlu disertakan dalam kalimat tersebut. Untuk itu dipilih kata-kata Aumenyumbang pembangunan gedung konsistori. Ay Pilihan kata-kata tersebut untuk memberi kejelasan terkait hal apa yang harus dilakukan oleh jemaat sesuai dengan kesepakatan rapat atau persidangan. Pada data ke-14 kekeliruan yang terjadi adalah kekeliruan menempatkan kata membuat dan Kedua kata tersebut sebaiknya dipertukarkan tempatnya untuk mendapatkan makna yang diinginkan. Yang dimaksud dalam kalimat tersebut adalah Aulomba kreativitasAy bukan Aulomba membuat kreativitas. Ay Jika kalimat tersebut ditulis menjadi Aulomba membuat kreativitas,Ay maka yang dibuat adalah kreativitas bukan kecakapan kreativitas peserta dalam membuat sesuatu. Untuk itu perlu dipertukarkan kata kreativitas dan kata membuat, agar maknanya dapat dipahami sebagai lomba untuk menguji kreativitas peserta. Tulisan ilmiah harus memperhatikan kaidah yang berlaku, serta memerlukan kecermatan dan ketelitian dalam penulisan agar hasilnya terstruktur dengan jelas, terorganisir, dan memudahkan pemahaman pembaca, dengan menggunakan kalimat efektif (Nurhayatin et al. , 2. Penutup Simpulan dari analisis tersebut menunjukkan bahwa pemilihan diksi dan penyusunan kalimat efektif memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas tulisan dan keterbacaan. Pemilihan kata yang tepat, seperti penggunaan konjungsi yang sesuai, sinonim yang lebih akurat, serta penghindaran kata yang tidak baku atau redundan, dapat memperjelas makna dan memudahkan pembaca memahami pesan. Kalimat yang efektifAiyang ditandai dengan kejelasan, ketepatan, dan pemilihan kata yang sesuaiAidapat mencegah kebingungan dan memaksimalkan pemahaman pesan yang disampaikan kepada audiens. Dalam beberapa data yang dianalisis, kekeliruan dalam pemilihan kata atau konstruksi kalimat, seperti penggunaan kata yang berlebihan, pengaruh bahasa sehari-hari, dan struktur kalimat yang kurang tepat, menyebabkan makna menjadi kabur atau pesan tidak tersampaikan dengan jelas. Oleh karena itu, perhatian lebih terhadap pemilihan kata dan penyusunan kalimat yang baku sangat diperlukan, terutama dalam konteks penulisan warta jemaat GMIT di Kota Kupang, agar pesan dapat diterima dengan jelas dan efektif oleh jemaat. Sebagai implikasi praktis, penelitian ini merekomendasikan agar pengelola Warta Jemaat GMIT Kota Kupang menyelenggarakan pelatihan rutin tentang penulisan efektif bagi para penulis atau tenaga administrasi gereja. Selain itu, disarankan untuk menyusun pedoman penulisan internal yang berisi standar kebahasaan dan contoh kalimat efektif agar kualitas bahasa dalam warta jemaat dapat lebih terjaga. Penerapan proses penyuntingan yang lebih ketat sebelum naskah dipublikasikan juga dapat membantu meminimalkan kesalahan. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan warta jemaat tidak hanya menjadi media informasi, tetapi juga cerminan kualitas komunikasi gereja yang tertib, jelas, dan membangun. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 449Ai458 Kesalahan diksi dan struktur kalimat dalam warta jemaat GMIT Kota Kupang: Tinjauan dari perspektif keterbacaan dan pemahaman Ucapan Terima Kasih Dengan penuh hormat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Nusa Cendana yang telah memberikan dukungan pembiayaan atas penelitian ini melalui kontrak penelitian Nomor: 5/UN15. 3/PPK. SPK/II/2024. Bantuan dan kepercayaan yang diberikan menjadi motivasi dan dukungan penting dalam kelancaran pelaksanaan penelitian ini. Semoga kerja sama yang baik ini dapat terus terjalin di masa yang akan datang. Daftar Pustaka