Infotekmesin Vol. No. Juli 2025 p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 DOI: 10. 35970/infotekmesin. 2667, pp. Rancang Bangun Jig Welding Modifikasi Pneumatic Clamp Untuk Pengelasan Rear Tube Sepeda Motor Listrik Sanurya Putri Purbaningrum1*. Edwin Sahrial Solih2. Indah Kurnia Mahasih Lianny3. Sarip Awaludin4. Dirham Sidiq5 1, 2,4,5Program Studi Teknologi Rekayasa Otomotif. Politeknik STMI Jakarta 3Program Studi Teknik Industri Otomotif. Politeknik STMI Jakarta 1,2,3,4,5Jl. Letjen Suprapto No. Cemp. Putih Tim. Jakarta 10510. Indonesia E-mail: sanuryaputri@stmi. id1, edwin. solih@stmi. id2, indah-kml@stmi. stmi@gmail. com4, dirhamsidiq783@gmail. Abstrak Info Naskah: Naskah masuk: 19 Februari 2025 Direvisi: 10 Juli 2025 Diterima: 24 Juli 2025 Pengelasan rear tube frame sepeda motor listrik di PT Ganding Toolsindo masih menggunakan jig welding manual clamp yang menimbulkan permasalahan lamanya waktu setup part dan hasil sambungan las kurang presisi. penelitian ini bertujuan untuk merancang jig welding yang lebih efisien, yang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas pengelasan dengan melakukan modifikasi pneumatic clamp pada jig welding yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan antara lain studi literatur, observasi lapangan, analisis dan pengumpulan data, desain jig welding dengan pneumatic clamp, pembuatan dan uji coba jig welding. Pengelasan dengan jig welding manual clamp membutuhkan waktu setup part selama 40 detik. Sedangkan setup part pada pengelasan dengan jig welding modifikasi pneumatic clamp adalah sebesar 19 detik. Pengurangan waktu setup part dengan penggunaan jig welding modifikasi pneumatic clamp adalah sebesar 21 detik atau sebesar 52%. Hasil ini membuktikan bahwa bahwa penggunaan jig welding modifikasi pneumatic clamp mampu meningkatkan efisiensi pengelasan dan hasil sambungan las lebih Abstract Keywords: welding jig. welding quality. pneumatic clamp. setup part. Welding of electric motorcycle rear tube frames at PT Ganding Toolsindo still uses manual clamp welding jigs, which cause problems with long part setup times and less precise weld joints. This study aims to design a more efficient welding jig, which can increase productivity and welding quality by modifying the pneumatic clamp on the welding jig used. The research methods used include literature studies, field observations, data analysis and collection, welding jig design with pneumatic clamps, manufacturing, and testing of welding jigs. Welding with manual clamp welding jigs requires a part setup time of 40 seconds. While the part setup in welding with pneumatic clamp modified welding jigs is 19 seconds. The reduction in part setup time by using pneumatic clamp modified welding jigs is 21 seconds or 52%. These results prove that the use of pneumatic clamp modified welding jigs can increase welding efficiency and produce more precise weld joints. *Penulis korespondensi: Sanurya Putri Purbaningrum E-mail: sanuryaputri@stmi. p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 Pendahuluan Pada era industri 4. 0, efisiensi dan kualitas produksi menjadi dua aspek yang sangat penting bagi perusahaan manufaktur, termasuk di sektor otomotif . Salah satu komponen krusial dalam pembuatan sepeda motor listrik adalah frame, yang harus dirakit dengan presisi tinggi untuk memastikan kekuatan dan keselamatan produk akhir. Proses pengelasan merupakan tahap vital dalam perakitan frame, di mana kualitas sambungan las berpengaruh langsung terhadap daya tahan dan performa sepeda motor listrik. Oleh karena itu, penggunaan jig welding yang tepat menjadi sangat penting untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam proses pengelasan . Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang komponen otomotif yang saat ini sedang memproduksi sepeda motor listrik adalah PT Ganding Toolsindo. Metode pengelasan yang digunakan di PT Ganding Toolsindo saat ini masih bergantung pada jig manual, yang seringkali menghadapi berbagai tantangan, seperti waktu setup yang lama dan ketidakakuratan posisi komponen . Hal ini dapat menyebabkan variasi dalam kualitas sambungan las, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas produk akhir . Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan inovasi dalam desain jig welding yang dapat mempercepat proses pengelasan dan meningkatkan akurasi sambungan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah modifikasi jig dengan menggunakan pneumatic clamp . Penggunaan pneumatic clamp diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam penguncian dan penempatan komponen . Metode reverse engineering akan digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis desain jig welding yang Reverse engineering sendiri merupakan proses analisis produk yang sudah ada dengan memahami cara kerjanya, desain, komponen, serta prinsip teknisnya . Identifikasi kekurangan dan potensi perbaikan yang diperlukan dalam pembuatan jig welding dapat dilakukan dengan memahami dan mengevaluasi desain yang sudah ada . Proses ini tidak hanya memungkinkan pengembangan desain yang lebih baik, tetapi juga memberikan wawasan tentang bagaimana teknologi terkini dapat diintegrasikan ke dalam proses produksi yang sudah ada . Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk merancang jig welding yang lebih efisien, yang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas pengelasan di PT Ganding Toolsindo. Jig yang dimodifikasi yaitu jig yang digunakan untuk pengelasan rear tube. Rear tube merupakan bagian pada frame motor listrik yang berfungsi untuk menopang body kendaraan. Oleh sebab itu proses welding komponen rear tube harus presisi agar komponen tersebut dapat dirakit dengan bagian-bagian lain sehingga membentuk satu kendaraan yang utuh. Selain itu, lamanya proses setup pada saat pengelasan juga menjadi permasalahan yang harus segera dicarikan solusi. Dengan demikian, penggunaan pneumatic clamp dalam jig welding juga diharapkan dapat mengurangi waktu setup dan peningkatan fleksibilitas dalam penempatan komponen . Sistem pneumatik yang dapat bekerja dengan sekali tekan menyebabkan seluruh clamp dapat bergerak secara bersamaan sehingga waktu pemasangan dan pelepasan komponen menjadi lebih cepat . Dengan mengurangi waktu setup, produktivitas di PT Ganding Toolsindo juga meningkat sehingga berdampak positif pada daya saing produk di pasar. Penggunaan jig welding dengan pneumatic clamp juga dapat meningkatkan keselamatan kerja operator ketika melakukan proses pengelasan . Adanya pneumatic clamp membuat operator tidak perlu mengangkat handle clamp satu persatu yang kemungkinan besar terkena percikan api pada waktu pengelasan sehingga dapat melukai tangan . Penggunaan pneumatic clamp juga mengurangi tingkat kelelahan operator karena tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk menaikkan handle clamp. Penelitian sebelumnya menggunakan jig pneumatic untuk meningkatkan presisi dan efisiensi dalam proses pengeboran . Kelebihan dari penelitian ini dilengkapi dengan simulasi analisis tegangan dan deformasi, termasuk perhitungan factor of safety. Kekurangan dari penelitian sebelumnya yang dapat dilakukan pada penelitian ini yaitu penelitian sebelumnya kurang relevan untuk proses pengelasan, tidak menekankan aspek keselamatan operator dan tidak melakukan perhitungan keuntungan. Sedangkan pada penelitian ini, jig welding modifikasi pneumatic clamp memperhatikan aspek keselamatan dan memperhitungkan biaya penghematan yang dapat diperoleh dari penggunaan Penelitian serupa yang dapat dijadikan rujukan pada penelitian ini yaitu penggunaan jig pneumatic clamping untuk proses surface machining pada part bracket engine mounting . Penelitian sebelumnya mengkaji pengaruh penggunaan pneumatic clamp terhadap pengurangan cycle time dan telah dilakukan analisis tegangan serta Akan tetapi, penggunaan pneumatic clamp hanya berfokus pada proses machining saja sehingga gap yang dapat diisi melalui penelitian ini yaitu mengembangkan jig welding dengan modifikasi pneumatic clamp yang berfokus untuk proses pengelasan. Penelitian ketiga yang dapat dikan rujukan yaitu perancangan welding fixture untuk mempercepat proses pengelasan struktur conveyor . Welding fixture yang dirancang menggunakan dua toggle clamp dan dua pneumatic clamp. Gap yang dapat diisi melalui penelitian ini yaitu jig welding yang dirancang pada penelitian ini menggunakan 6 pneumatic clamp sehingga tidak menggunakan manual toggle clamp. Selain itu, pada penelitian ini jig welding digunakan untuk pengelasan rangka motor listrik. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat dihasilkan desain jig welding yang inovatif dan efektif, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis dalam pengelasan frame sepeda motor listrik, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknologi di industri otomotif . Dengan demikian, penelitian ini memiliki potensi untuk memberikan manfaat praktis bagi PT Ganding Toolsindo dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi proses produksi, serta memperkuat posisi perusahaan di pasar yang semakin Metode Pendekatan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan reverse engineering untuk memahami, menganalisis, dan merancang ulang jig welding p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 dengan modifikasi pneumatic clamp. Pendekatan ini dipilih agar peneliti dapat mengidentifikasi komponen dan fungsi alat yang telah ada, kemudian melakukan perbaikan dan modifikasi sesuai kebutuhan proses pengelasan frame sepeda motor listrik di PT Ganding Toolsindo . Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar 1. Observasi dilakukan untuk memahami kondisi aktual dan kebutuhan di PT Ganding Toolsindo. Pengamatan jig welding yang sudah digunakan di pabrik dilakukan untuk mengidentifikasi kelemahan atau kekurangannya dan untuk melihat proses pengelasan frame sepeda motor listrik yang sedang berlangsung. Jig welding yang ada di PT Ganding toolsindo dilakukan pengukuran pada setiap bagiannya, baik ukuran locator, jarak antar locator, clamp, maupun bagianbagian lain yang terdapat pada jig welding. Hasil pengukuran dimensi nantinya akan gunakan sebagai data awal desain CAD jig welding menggunakan metode reverse engineering. Perhitungan gaya clamp dilakukan untuk mengetahui jenis clamping yang digunakan sehingga ketika membuat bill of material bisa sesuai dengan kondisi yang ada. Desain jig welding pneumatic clamp menggunakan metode reverse engineering dimulai dari data hasil pengukuran jig welding kemudian dibuat gambar 3 dimensi dan 2 dimensi kemudian dibuat bill of material. Perhitungan gaya pneumatic clamp dilakukan untuk mengetahui jenis silinder yang nanti akan digunakan pada jig welding modifikasi pneumatic clamp. Pada tahap Desain jig welding dengan Pneumatic clamp dilakukan proses perancangan jig welding modifikasi. Proses ini mencakup pemodelan 3D yang dimulai dengan membuat desain jig welding dengan menggunakan perangkat lunak CAD untuk memvisualisasikan perubahan desain dan pengaturan pneumatic clamp. Setelah desain jig selesai, pembuatan jig welding dilakukan di workshop PT Ganding Toolsindo. Proses ini terdiri dari machining komponen tambahan seperti bracket, perakitan komponen dan pemasangan pneumatic clamp pada jig sesuai rancangan. Setelah itu, dilakukan uji coba penggunaan jig welding dengan frame sepeda motor listrik untuk melihat: Efisiensi Waktu dan Keuntungan Perusahaan: Menilai apakah penggunaan jig yang dimodifikasi dapat meningkatkan efisiensi waktu pengelasan dan mengurangi waktu siklus . ycle tim. Analisis ini juga digunakan untuk menghitung keuntungan yang didapatkan perusahaan ketika menggunakan jig welding modifikasi pneumatic . Kualitas Pengelasan: Memeriksa kualitas pengelasan frame untuk memastikan tidak ada cacat las atau deformasi akibat penjepitan. Berdasarkan hasil uji coba dan evaluasi, dibuat kesimpulan mengenai keberhasilan rancang bangun jig welding dengan pneumatic clamp. Peneliti juga akan memberikan rekomendasi untuk pengembangan jig selanjutnya atau potensi penerapan jig serupa di proses produksi lain di PT Ganding Toolsindo. Gambar 1. Diagram Alir Penelitian Pada tahap ini studi literatur dilakukan pengumpulan literatur terkait jig welding, pneumatic clamp, dan teknik reverse engineering. Studi literatur ini akan mencakup teori tentang proses pengelasan, desain jig, serta karakteristik sistem pneumatic yang cocok untuk proses pengelasan frame sepeda motor listrik. Hasil dan Pembahasan 1 Desain Jig Welding Manual Clamp Pada tahap ini, diperoleh data jig welding yang saat ini digunakan oleh PT Ganding Toolsindo. Setelah didapatkan data jig welding manual clamp, dilakukan analisis dengan menggunakan reverse engineering. Dari hasil reverse engineering, dibuat desain ulang yang dapat dilihat pada p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 dilihat pada gambar 3. Jenis dan ukuran locator yang digunakan pada jig welding manual clamp sesuai dengan penomoran pada gambar 3 dapat dilihat pada tabel 2. Gambar 2. Desain Jig Welding Manual Clamp Gambar 3. Posisi Locator pada Jig Welding Manual Clamp Desain jig welding manual clamp memiliki dimensi panjang 500,10 mm, lebar 350,57 mm, 429,80 mm. Besarnya gaya clamp yang dibutuhkan untuk menahan benda kerja berupa tabung tubular dapat dihitung dengan rumus . Fc x Dt = Fa x l Dimana: Fc = Clamping Force (N) Dt = Tube Diameter . Fa= Axial stress (N) l = Tube Lenghth . Tabel 2. Jenis dan Dimensi Lokator Nomor Dimensi raw Gambar Lokator Lokator 1 70 x 40 x 12 119,5 x 70 x 12 50 x 25 x 12 Lokator 2 70 x 40 x 12 119,5 x 70 x 12 50 x 25 x 12 Lokator 3 80 x 30 x 12 108 x 30 x30 55 x 30 x 20 Lokator 4 72 x 70 x 12 76 x 70 x 12 Lokator 5 121,5x50x20 Lokator 6 80 x 50 x 12 115,9 x 50 x 30 Sedangkan menghitung axial force yang dimiliki tabung dapat digunakan rumus . ya ycEycc2 EL = = . cc 2y. 2Oeycc ya . Dimana : EL = massa benda (N/m. P = internal pressure (N/m. g = diameter dalam silinder . t = ketebalan material . Jenis clamp yang digunakan dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Spesifikasi Toggle Manual Clamp Type Qty MC07-5-Toggle Clamps-Push-Pull Type MC04-4 Ae Toggle Clamps Ae Bottom Holder. Vertical Handle Type MC01H-3-Toggle Clamps Ae High Arm Type Clamping Force (N) Terdapat 9 lokator dengan 6 ukuran yang berbeda. Posisi lokator pada manual jig welding manual clamp dapat Langkah Ae langkah pengelasan menggunakan jig welding manual clamp, antara lain: Menyiapkan rear tube yang akan dilas. p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 . Menaikkan handle clamp agar part dapat diletakkan di . Meletakkan rear tube dan komponen yang akan dilas. Memastikan rear tube masuk sempurna dengan mengetok rear tube menggunakan palu. Menekan handle untuk mengunci clamp pada benda . Menekan tombol on pada pengaturan spot welding untuk memulai pengelasan. Membuka handle clamp agar part dapat dikeluarkan . Mencongkel benda kerja menggunakan palu agar benda kerja keluar sempurna. Mengeluarkan benda kerja dari jig welding. Port Size: PT1/8''. Piston Port Size: M8x1. Max. Operating Pressure 10/kgf/cmA Weight: 276g . 5/2 way valve push buton . One way valve pneumatic Pada pemodelan 3D dihasilkan desain jig welding pneumatic clamp dengan software CAD. Hasil desain jig welding pneumatic clamp dapat dilihat pada gambar 4. Lamanya waktu untuk proses pengelasan yaitu 1,35 Sedangkan lama waktu pemasangan benda kerja ke jig selama 30 detik dan waktu pelepasan benda kerja dari jig welding sebesar 10 detik. Jadi total waktu yang digunakan untuk pemasangan dan pelepasan benda kerja dari jig welding adalah selama 40 detik Desain Jig Welding dengan Pneumatic clamp Sebelum dilakukan pembuatan desain jig welding dengan pneumatic clamp, dilakukan perhitungan untuk menentukan tipe silinder yang digunakan. Adapun rumus yang digunakan untuk perhitungan silinder pneumatic, antara lain : Fct = Fc x sf Dimana: Fct = total clamping force (N/m. sf = safety factor steel steady load . Setelah diketahui total clamping force, maka langkah selanjutnya adalah menentukan luas silinder pneumatic yang didapat dari rumus perhitungan tekanan pompa yang Pada umumnya pompa yang digunakan memiliki tekanan sebesar 5 bar . ,5 N/mm. yaycayc ya . Dimana: P = tekanan pompa (N/mm. A= luas permukaan batang piston . Setelah luas permukaan batang piston diketahui, selanjutnya menghitung diameter silinder piston dengan rumus : A = x A xD2 Dimana : D = diameter silinder piston . Setelah gaya yang pneumatic cylinder clamp dihitung, maka langkah selanjutnya yaitu menentukan spesifikasi pneumatic air cylinder yang digunakan, adapun tipe yang digunakan, antara lain: Pneumatic air cylinder double acting MAL 20-75 Bore: 20mm. Stroke: 75mm Action Type: Double Acting. Rod Type: Single Rod Gambar 4. Desain Jig Welding Pneumatic Clamp Pada dasarnya desain jig welding pneumatic clamp tidak merubah desain awal dari desain jig welding manual Perbedaan desain hanya ada pada clamp. Manual clamp menggunakan clamp standar dari Misumi tanpa modifikasi, sedangkan pneumatic clamp menggunakan desain clamp yang sudah dimodifikasi dengan penambahan bracket dan silinder pneumatic. Jig welding pneumatic juga menggunakan selang untuk menyambung antara silinder dan kompresor. Selain itu juga diperlukan power on-off untuk mengatur clamp dalam posisi menjepit atau membuka. Clamp yang digunakan masih menggunakan manual clamp dengan modifikasi bagian handle dengan penambahan bracket dan beberapa komponen lain yang dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Komponen Tambahan pada Pneumatic clamp Nama Part Bahan Jumlah Bracket Air Clamp SPHC Vertikal Besar Clamp Bracket Air Clamp SPHC Tengah Engsel Tambahan SPHC Clamp Tengah Engsel Tambahan SPHC Clamp Vertikal Kecil Bracket Air Clamp SPHC Vertikal Kecil Batang Rod 3 Pembuatan dan Uji Coba Jig Welding Komponen tambahan pada pneumatic clamp dibuat dengan cara machining menggunakan mesin CNC milling di workshop PT Ganding Toolsindo. Salah satu komponen yang dimachining yaitu bracket air silinder yang digunakan untuk menyambungkan antara air siilinder pneumatic dan p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 air silinder clamp. Komponen bracket air silinder dapat dilihat pada gambar 5. Langkah selanjutnya yaitu perakitan komponen dimana bracket, silinder, clamp dan valve silinder disatukan agar bisa dipasang pada jig welding. Komponen yang sudah dirakit dapat dilihat pada gambar 6. Clamp yang sudah dirakit dengan silinder pneumatic kemudian dipasang kembali pada jig welding dan dirangkai dengan selang pneumatic ke oneway 5/2, saklar, serta selang yang menuju ke kompresor. Jig welding yang sudah final dapat dilihat pada gambar 7. Gambar 5. Komponen Tambahan yang sudah dimachining Pengujian jig welding modifikasi dilakukan di PT Ganding Toolsindo. Adapun langkah pengujian jig welding pneumatic, antara lain: Menyiapkan rear tube yang akan dilas. Melakukan setting pada spot welding. Meletakkan rear tube dan komponen yang akan dilas. Memastikan rear tube masuk sempurna dengan mengetok rear tube menggunakan palu. Menekan pneumatic swith untuk mengunci clamp pada benda kerja. Menekan tombol on pada pengaturan spot welding untuk memulai pengelasan. Menekan tombol swith untuk membuka clamp. Mencongkel benda kerja menggunakan palu agar benda kerja keluar sempurna. Mengeluarkan benda kerja dari jig welding. Waktu pemasangan benda kerja pada jig welding serta waktu pengkleman total selama 15 detik. Sedangkan waktu pelepasan benda kerja dari jig welding selama 4 detik. Total waktu pemasangan dan pelepasan benda kerja dengan menggunakan jig welding modifikasi adalah sebesar 19 detik, sedangkan total waktu pemasangan dan pelepasan benda kerja menggunakan jig welding manual clamp sebesar 40 detik. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan jig welding modifikasi pneumatic clamp dapat mengurangi waktu proses sebesar 21 detik atau sebesar 52%. Analisis Hasil Uji Coba Jig Welding Analisis hasil uji coba jig welding dilakukan untuk mengetahui keuntungan perusahaan yang dapat diperoleh dengan proses pengelasan menggunakan jig welding modifikasi pneumatic clamp. Selain itu, analisis juga dilakukan untuk membandingkan hasil pengelasan sebelum menggunakan jig welding modifikasi pneumatic clamp dan sesudah menggunakan jig welding modifikasi pneumatic Gambar 6. Komponen yang sudah dirakit Gambar 7. Jig Welding yang sudah final 1 Analisis Efisiensi dan Keuntungan Perusahaan Analisis efisiensi waktu pengelasan dilakukan dengan menghitung waktu pengelasan sebelum menggunakan jig welding modifikasi pneumatic clamp. Adapun waktu yang diperlukan untuk proses pengelasan sebelum menggunakan jig welding modifikasi pneumatic clamp adalah selama 1 menit 29 detik . Sedangkan proses pengelasan rear tube yang dapat dilakukan dalam waktu 1 jam adalah sebanyak 40 part. Proses pengelasan rear tube menggunakan jig welding modifikasi pneumatic clamp adalah selama 1 menit 8 detik . , sehingga jumlah part yang dapat dilakukan pengelasan dalam 1 jam adalah 52 part. Keuntungan perusahaan dengan menggunakan jig welding modifikasi pneumatic clamp dapat dihitung sebagai . Produksi per hari tanpa jig welding modifikasi pneumatic clamp = 3 x 40 = 120 part p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 . Produksi dalam satu bulan tanpa jig welding modifikasi pneumatic clamp = 20 x 120 = 2400 part . Produksi per hari dengan jig welding modifikasi pneumatic clamp = 3 x 52 = 156 part . Produksi dalam satu bulan dengan jig welding modifikasi pneumatic clamp = 20 x 156 = 3120 part . Selisih jumlah part sebelum dan sesudah penggunaan jig welding modifikasi pneumatic clamp = 3120 Ae 2400 = 720 part . Biaya assembly tiap part Rp 10. 000, 00 Keuntungan dalam satu bulan sebelum dikurangi biaya pembuatan jig = 720 x Rp 10. 000, 00 = Rp 7. 000,00 Biaya Produksi Jig Welding Modifikasi Pneumatic clamp Rp 5. 000,00 Keuntungan bersih dalam satu bulan = Rp 7. 000,00 - Rp 5. 000,00 = Rp 2. 000,00 Jadi total keuntungan perusahaan yang didapatkan dengan menggunakan jig welding modifikasi pneumatic clamp adalah sebesar Rp 2. 000,00. 2 Analisis Hasil Pengelasan Kekuatan penjepitan yang dihasilkan oleh pneumatic clamping terdistribusi normal, hal ini dikarenakan aliran udara yang sudah disetting masuk pada masingmasing katup sehingga posisi clamp sudah dipastikan menjepit dengan normal tanpa ada clamp yang masih terbuka atau kendor. Hasil pengelasan dapat dilihat melalui trial pengelasan rear tube sebanyak 30 sample. Dari sampel tersebut identifikasi perbandingan hasil pengelasan sebelum menggunakan jig welding modifikasi pneumatic clamp dan sesudah menggunakan jig welding modifikasi pneumatic Perbandingan hasil pengelasan dapat dilihat pada Tabel 4. Perbandingan Hasil Pengelasan Pembanding Kepresisian titik 30 OK Sesudah n jig welding 3 NG/ 27 OK Sambungan menyatu dengan logam induk 30 OK 5 NG / 25 OK Sebelum menggunakan jig welding pneumatic Hasil pengelasan dengan jig welding lebih presisi. Hal ini dikarenakan posisi clamping yang langsung terkunci secara otomatis sehingga tidak ada kejadian lupa mengunci Kelalaian dalam penguncian clamp mengakibatkan benda kerja memuai ketika proses pengelasan dan hasilnya menjadi not good atau NG. Selain menurunkan waktu proses, penggunaan jig welding modifikasi juga menurunkan risiko kecelakaan Kecelakaan kerja yang mungkin terjadi adalah ketika pelepasan benda kerja, tangan operator yang sedang menarik manual clamp dapat terkena benda kerja yang baru saja dilas dengan suhu tinggi. Akibatnya tangan bisa luka atau Proses pemasangan rear tube motor listrik dapat dilihat pada gambar 8. Gambar 8. Proses pemasangan rear tube Penggunaan jig welding pneumatic clamp terbukti dapat mengurangi tingkat kelelahan operator. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil wawancara dengan operator yang bekerja di bagian pengelasan rear tube. Adanya pneumatic clamp membuat operator tidak lagi perlu menaikkan handle satu per satu sehingga tingkat kelelahan operator menjadi Kesimpulan Kesimpulan dari hasil yang telah didapatkan dan pembahasan yang sudah dilakukan yaitu telah didapatkan desain jig welding modifikasi pneumatic clamp dengan menggunakan 5 air cylinder clamp dengan tambahan bracket air cylinder dan engsel tambahan. Hasil trial menunjukkan bahwa penggunaan jig welding modifikasi pneumatic clamp dapat menurunkan waktu proses sebesar 52%. Keuntungan perusahaan yang didapat dengan penggunaan jig welding modifikasi pneumatic clamp adalah sebesar Rp 000,00. Penggunaan jig welding modifikasi pneumatic clamp juga meningkat kepresisian hasil pengelasan dan meminimalkan cacat fusi. Rekomendasi yang dapat diberikan dari penelitian ini, yaitu melakukan penyempurnaan rancangan dengan pengecatan dan pembersihan area sekitar sehingga proses produksi bisa lebih mudah, melakukan simulasi tegangan dan termal agar diketahui kekuatan dari rancangan alat bantu jig welding modifikasi pneumatic clamp Ucapan Terimakasih Terima kasih kepada PT Ganding Toolsindo sebagai mitra penelitian yang sudah menyediakan tempat dan objek penelitian serta bantuan machining komponen. Terima kasih juga untuk Politeknik STMI Jakarta yang telah mendanai penelitian ini. p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 Daftar Pustaka