Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 GAMBARAN KADAR KALSIUM DARAH PADA PEROKOK Rianti Nurpalah. Rinrin Hariyanti Prodi Di Analis Kesehatan STIKes BTH Tasikmalaya ABSTRAK Merokok merupakan suatu kebiasaan yang merugikan kesehatan, kebiasaan tersebut berkaitan dengan resiko terjadinya beberapa penyakit diantaranya dapat mempercepat terjadinya kerapuhan Kadar kalsium darah dapat menurun diakibatkan merokok, karena zat nikotin yang terdapat dalam rokok dapat menyebabkan kerusakan pada tulang. Merokok dapat menekan kadar hormon testoteron yang dapat menyebabkan terjadinya osteoporosis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kadar kalsium darah pada perokok, sampel yang diperiksa sebanyak 15 orang dengan usia diatas 35 tahun dan lamanya mengkonsumsi rokok diatas 20 tahun. Pemeriksaan dilaksanakan pada tanggal 24 Mei 2014 di Instalasi Laboratorium Jasa Kartini Tasikmalaya. Teknik pemeriksaan kadar kalsium menggunakan metode Cresolphthalcin-complexone (CPC). Dari hasil penelitian didapat kadar kalsium normal sebanyak 9 orang . %), kadar kalsium dibawah normal adalah sebanyak 6 orang . %). Rata-rata kadar kalsium normal adalah 8,8 mg/dl. Sedangkan rata-rata kadar kalsium dibawah normal . adalah 7,05 mg/dl. Kata Kunci : Kalsium. Perokok PENDAHULUAN World Health Organization (WHO) dalam buku panduan strategi pengendalian (MPOWER) menjelaskan bahwa kematian akibat mengejutkan, terdapat 1 kematian tiap 6 detik, sebanyak 5,4 juta jiwa pada tahun 2005, dan 100 juta selama abad ke-20, jika hal ini dibiarkan maka 8 juta jiwa pada tahun 2030 dan 1 milyar jiwa selama abad ke 21 dapat meninggal karena tembakau (Depkes, 2. Perilaku merokok dilihat dari berbagai sudut pandang sangat merugikan, baik untuk diri sendiri maupun orang Di lihat dari sisi kesehatan, pengaruh bahan-bahan kimia yang dikandung rokok seperti nikotin, karbonmonoksida dan tar akan memacu kerja dari susunan syaraf pusat dan mengakibatkan tekanan darah meningkat dan detak jantung bertambah cepat, menstimulasi kanker dan berbagai penyakit lain seperti penyempitan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, jantung, paru-paru dan bronchitis kronis. Bagi ibu hamil rokok menyebabkan kelahiran prematur, berat badan bayi rendah, mortalitas prenatal, kemungkinan lahir dalam keadaan cacat, dan mengalami (Komalasari, 2. Dan akibat merokok itu sendiri diawali dengan timbulnya keluhan terhadap pernafasan berupa batuk, sesak nafas . , nyeri dada, nyeri menelan, tulang rapuh, sakit tenggorokan terus-menerus. Faktor menderita keluhan tersebut biasanya usia di atas 40 tahun (Suryo S, 2. Dengan tenggang waktu lebih dari 25 tahun antara saat pertama mulai merokok sampai dengan munculnya berbagai penyakit kronis, maka dampak buruk akibat konsumsi rokok baru disadari Bahaya mengakibatkan efek yang sangat serius pada orang dewasa. Dampak merokok akan terasa setelah 10-20 tahun pasca digunakan (Ruli A. Mustafa,2005:. Menurut Emma S Wirakusumah. Perokok mempunyai resiko terkena osteoporosis yang lebih besar dibandingkan bukan perokok . Nikotin yang terkandung dalam rokok berpengaruh buruk pada tubuh dalam penyerapan kalsium, tulang/osteoporosis (Tandra H, 2. Status mineral di dalam tubuh juga di pengaruhi oleh kebiasaan merokok, yang dapat meningkatkan hilangnya mineral tulang sehingga meningkatkan risiko osteoporosis pada usia tua (Kretchmer. Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat di dalam tubuh Fungsi utama kalsium adalah dalam proses pembentukan tulang dan gigi Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 (Olivia F dkk, 2. Gaya hidup mempunyai peran penting untuk menjaga kepadatan tulang, seperti menghindari kebiasaan merokok, konsumsi kafein, alkohol, dan melakukan olahraga teratur (Tandra H, 2. Pemeriksaan kalsium sangat penting pada perokok karena rokok dapat Perokok sangat rentan terkena osteoporosis, karena zat nikotin di Selain penyerapan tulang, nikotin juga membuat kadar dan aktivitas hormon estrogen dalam tubuh berkurang sehingga susunan-susunan sel tulang tidak kuat dalam menghadapi proses pelapukan. Merokok juga dapat menekan kadar hormon testosteron, efek penurunan hormon testosteron terhadap tulang dapat menyebabkan terjadinya osteoporosis. METODOLOGI PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan menyajikan data apa adanya dari hasil pemeriksaan. Studi literature diperoleh dari berbagai buku sumber dan melakukan analisis laboratorium dari sampel yang memenuhi criteria. Instrumentasi Instrumentasi yang digunakan pada Vacuttainer, centrifuge. Mikro pipet, kuvet. Tip lastik dan Fotomeer. Bahan Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Alkohol. Kapas. Reagen Kalsium, tissue dan sampel darah. Prosedur Penelitian Pengambilan Darah Vena Bersihkanlah vena dengan alkohol 70% dan biarkan sampai kering. Pasang torniquet pada lengan Pembendungan vena tidak perlu dengan ikatan erat-erat, bahkan sebaiknya hanya memperlihatkan dan agak menonjolkan vena. Tegangkanlah kulit diatas vena dengan jari-jari tangan kiri supaya vena tidak dapat Tusuklah kulit dengan jarum dan semprit dalam tangan kanan sampai ujung jarum masuk ke dalam lumen vena. Lepaskan atau renggangkan pembendungan dan perlahanlahanlah semprit sampai jumlah darah yang dikehendaki di dapat. Lepaskan pembendungan jika masih terpasang. Tutup dengan kapas diatas jarum dan cabutlah semprit dan jarum itu. Mintalah kepada orang yang darahnya diambil supaya tempat tusukan itu ditekan dengan kapas tadi. Angkatlah jarum dari semprit . angan semprotka. darah ke dalam wadah atau tabung yang tersedia melalui dinding. (Gandasoebrata R, 2. Pembuatan Serum Siapkan alat dan bahan Ambil darah dari pembuluh vena sebanyak 3 cc . tau sesuai yang diperluka. Masukkan darah kedalam tabung reaksi atau tabung Darah yang telah didapatkan tersebut didiamkan selama 15 Ae 20 menit Masukkan darah ke dalam tabung reaksi yang telah Biarkan pada suhu kamar 15 30 menit hingga darah Pisahkan serum dan sel-sel darah dengan cara centrifugasi dengan kecepatan 3000 rpm selama 20 menit Setelah dimasukkan ke botol sampel yang telah disiapkan. Persiapan Alat Cara kerja alat Fotometer (RA. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 Nyalakan fotometer 15 menit sebelum pemeriksaan dimulai, pilih program Ca (Kalsiu. Tekan 1 masukkan : Blanko lalu tekan AublankAy Standar tekan AucalibrateAy, selanjutnya tekan AuanalyzeAy Periksa dan pastikan apakah program test sudah sesuai Lakukan ke pembacaan test sesuai dengan perintah pada AuanalyzeAy Masukkan sampel satu persatu AuanalyzeAy Hasil akan tertera di layar Tekan power off ketika akan mematikan alat, lalu tekan tombol power AuoffAy. No. Kode Sampel Prosedur Pemeriksaan Kalsium Metode : CPC Nilai Rujukan 8,1 Ae 10,4 mg/dl Prinsip Ion Kalsium akan bereaksi dengan O Ae Cresolphthalein - Complexone membentuk warna ungu kompleks dalam suasana alkalis. Cara Kerja : Pemeriksaan dilakukan dengan memipet sampel dan standard sebanyak 20 AAL serta reagen 1000 AAL. Kemudian Campur sampai homogen dan Inkubasi 5-10 menit pada suhu kamar (A 25 oC). Baca hasil pada fotometer RA-50 dengan panjang gelombang 578 nm (Sumber : PT. Huma. HASIL PENELITIAN Pada penelitian ini didapat hasil pemeriksaan kalsium pada 15 orang perokok seperti tertera pada table berikut : Tabel 6. Hasil pemeriksaan kadar kalsium darah pada perokok Umur Lama Konsumsi Hasil Merokok Batang/hari . g/dL) . > 20 11 - 20 > 20 11 - 20 > 20 11 Ae 20 > 20 11 - 20 > 20 11 - 20 > 20 11 - 20 > 20 11 - 20 > 20 11 - 20 > 20 11 - 20 > 20 11 - 20 > 20 11 - 20 > 20 11 - 20 > 20 > 20 11 - 20 Berdasarkan hasil pemeriksaan diatas, dari 15 orang pria perokok yang berusia lebih dari 35 tahun dengan lama mengkonsumsi rokok lebih dari 20 tahun, maka persentase gambaran kadar kalsium adalah sebagai berikut : Sampel dengan kadar Kalsium Jumlah sampel perokok dengan kadar kalsium yang normal sejumlah Keterangan (Normal/rendah / tingg. Normal Rendah Rendah Normal Normal Normal Normal Normal Normal Rendah Normal Rendah Normal Rendah Rendah Sembilan orang dengan presentasi sebagai Diketahui : yuU = y 100% = 60% y 100% Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 Sampel dengan kadae Kalsium kurang dari normal . Jumlah sampel perokok dengan kadar kalsium yang dibawah normal adalah sebanyak 6 orang dengan presentase sebagai berikut : Diketahui : yuU= x y 100% = 40% Dari hasil tersebut diatas dihitung nilai rata-rata kalsium pada perokok yang masuk dalam criteria normal adalah 8,8 mg/dL, sedangkan rata-rata kadar kalsium yang dibawah normal adalah 7,05 mg/dL. PEMBAHASAN Hasil pemeriksaan kadar kalsium darah dari 15 sampel pria perokok yang berusia diatas 35 tahun dan lama mengkonsumsi lebih dari 20 tahun seperti tertera pada tabel 6. 1 diatas dapat dilihat bahwa kadar kalsium tertinggi yaitu 10,2 mg/dL dan kadar kalsium terendah yaitu 6,5 mg/dL. Hasil tersebut menunjukan bahwa erokok yang mempunyai kadar kalsium normal 60% dan yang termasuk hipokalsemia sebanyak 40% serta tidak terdapat yang hiperkalsemia. Rata-rata kadar kalsium normal adalah 8,8 mg/dL. Sedangkan rata-rata kadar kalsium dibawah normal . adalah 7,05 mg/dL. Perokok yang menjadi responden dalam penelitian ini sebagian besar adalah jenis perokok sedang karena mereka mengkonsumsi rokok 11 Ae 20 batang tiap harinya, sehingga nilai kalsiumnya masih dalam rentang normal. Menurut literature, menghisap 20 batang rokok atau lebih sehari mempunyai resiko 2 kali lipat untuk mendapatkan penyakit. Rokok juga dapat osteoporosis, sehingga perokok berat memiliki resiko patah tulang yang lebih Pada hasil penelitian sebanyak 60% sampel mempunyai nilai kalsium yang normal, mereka merupakan perokok yang usianya di bawah 50 tahun, dimana sebanyak 8 orang mengkonsumsi rokok jenis filter dan 1 orang mengkonsumsi jenis rokok kretek. Pada usia tersebut sehingga kadar kalsium darah berada dalam batas normal, begitu juga asupan wawancara setiap harinya tergolong cukup terpenuhi, sesuai dengan literature bahwa pada orang dewasa . ampai awal 40a. , asupan kalsium yang cukup dapat membantu mempertahankan kepadatan tulang, khususnya di bagian pinggul, tempat sebagian besar pengeroposan tulang terjadi. Sedangkan 40% dari total sampel nilai kalsiumnya dibawah normal, mereka merupakan perokok yang usianya 50 tahun keatas, sebanyak 6 orang semuanya mengkonsumsi jenis rokok kretek, dimana kandungan nikotin dan tar dari rokok jenis kretek lebih besar dibanding dengan rokok jenis filter sehingga nikotin akan cepat mempengaruhi kesehatan tulang. Disamping itu, rokok juga membuat penghisapnya bisa mengalami hipertensi, penyakit jantung, dan tersumbatnya aliran darah ke seluruh tubuh. Rokok dapat dikarenakan tersumbatnya aliran darah yang mengangkut sumber kalsium akan terjadi hambatan pada waktu transit dari kalsium yang akan di simpan ke tulang akan berjalan lambat dan hasilnya proses pembentukan tulang sulit terjadi. Jadi, nikotin jelas menyebabkan osteoporosis baik secara langsung maupun tidak Kalsium dalam tulang merupakan sumber kalsium darah (Almatsier, 2. Selain gaya hidup yang kurang baik seperti kebiasaan berolahraga, konsumsi alkohol, konsumsi kopi, serta kebiasaan merokok, usia dan kondisi kesehatan menjadi faktor yang menentukan untuk kebutuhan kalsium dalam tubuh. Karena seiring dengan pertambahan usia, fungsi organ tubuh justru menurun salah satunya adalah tulang yang merupakan gudang penyimpanan kalsium dalam tubuh yang paling banyak. Cara yang paling efektif untuk menjaga kesehatan tulang adalah dengan menyesuaikan kebutuhan seharihari kalsium. Anjuran kalsium bervariasi tergantung pada umur dan kebutuhan Jika seseorang memiliki gaya hidup yang kurang baik seperti kebiasaan Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 merokok lebih-lebih dengan usia yang sudah lanjut maka proses penyerapan tulang akan dipercepat sehingga kepadatan tulang akan cepat rapuh oleh daya racun yang terkandung dalam rokok yaitu Faktor lain yang mempengaruhi kadar kalsium dalam darah selain kebiasaan merokok yaitu konsumsi kopi yaitu jenis kopi hitam bahwa kafein yang terkandung dalam kopi jika dikonsumsi lebih dari 3 cangkir dalam sehari maka dalam jangka waktu lama akan menyebabkan penurunan massa tulang. Sebagian minuman berenergi mengandung kafein apabila dikonsumsi dalam dosis tinggi akan menyebabkan terganggunya Konsumsi alkohol dapat menyebabkan menurunnya kerapuhan tulang karena meningkatnya kadar PTH jika dalam jumlah banyak maka alkohol akan menguras cadangan kalsium didalam Penyakit ginjal merupakan salah satu penyebab hipokalsemia karena peningkatan sekresi PTH sebagai respons menyebabkan penyakit tulang jika tidak segera ditangani contohnya dalam kasus gagal ginjal akut. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan sebanyak 60% sampel memiliki kadar Kalsium yang normal sedangkan 40% sampel memiliki nilai Kalsium yang kurang dari normal. Hal tersebut terkait dengan usia, jumlah dan jenis rokok yang dikonsumsi, serta asupan Saran Diharapkan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut tentang hubungan konsumsi rokok dengan kadar Kalsium dalam darah, dengan sampel yang lebih banyak dan pembatasan usia perokok. DAFTAR PUSTAKA