Ilmu Al-QurAoan (IQ) Jurnal Pendidikan Islam Volume 5 No. ISSN: 2338-4131 (Prin. 2715-4793 (Onlin. DOI: 10. 37542/iq. Komunikasi Pembelajaran dan Pembentukan Kepribadian Positif dalam Al-Quran Farizal MS Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta. Indonesia farizalmarlius58@ptiq. Abstrak: Perkembangan peradaban di Indonesia masih banyak diwarnai dengan perilaku moral yang negative terutama dalam tata komunikasi, seperti ungkapan para netizen menanggapi sebuah Meningkatnya jumlah kasus korupsi, kekerasan dan kasus kriminal menunjukkan perilaku amoral sangat yang berpengaruh pada interaksi sosial, komunikasi masyarakat dan perubahan prilaku. Sehingga perilaku tersebut merupakan ciri dari kepribadian seseorang, yang dalam pembentukan kepribadiannya dapat saja dimulai sejak masa keemasan (Golden Ag. hingga dewasa. Oleh karena itu, tulisan ini mengingatkan tentang perlunya kompetensi guru/pendidik dalam berkomunikasi dengan peserta didik dalam membentuk kepribadian positive secara timbal balik, baik di rumah maupun di lembaga pendidikan. Beberapa metode dapat dilakukan oleh orang tua peserta didik sebagai pendidik utama atau guru rangka membentuk kepribadian yang positif pada peserta didik. Maka hal tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain: dalam mengajar peserta didik. Pendidik beretika dalam berkomunikasi, mengajarinya dengan contoh yang kongkrit, pribadi yang berprilaku positif dalam menasihati, mengajarinya tentang kecerdasan emosional, program punishment and reward dilaksanakan, metode berkisah dalam mengajar, mengenalkan nilai luhur hubungan manusia dengan Sang Pencipta, mengawasi hubungan sosialnya, mengawasi peserta didik dalam penggunaan teknologi internet. Maka diharapkan dengan penerapan etika komunikasi dalam al-Quran yang menjadi acuan orang tua dan para pendidik, peserta didik kelak dapat memiliki ciri-ciri kepribadian positif. Kata Kunci: Kepribadian. Peserta Didik. Komunikasi Farizal MS Abstract: The development of civilization in Indonesia is still colored by negative moral behavior, especially in communication, such as the expression of netizens responding to news. The increasing number of cases of corruption, violence and criminal cases shows very immoral behavior that affects social interaction, community communication and behavior change. that this behavior is a characteristic of a person's personality, which in the formation of his personality can only start from the golden age (Golden Ag. to adulthood. Therefore, this paper reminds us of the need for competence of teachers/educators in communicating with students in forming a positive personality reciprocally, both at home and in educational Several ways can be done by parents of students as primary educators or teachers in order to form a positive personality in students. So this can be done in several ways, including: In teaching students, educators are ethical in communicating, teaching them by concrete examples, individuals who behave positively in advising, teaching them about emotional intelligence, punishment and reward programs are implemented, storytelling methods in teaching Introducing the noble value of human relations with the Creator, supervising social relations, supervising students in the use of internet technology. It is hoped that with the application of communication ethics in the Qur'an which is a reference for parents and educators, students will someday be able to have positive personality traits. Keywords: Personality. Students. Communication Pendahuluan Kepribadian . adalah keseluruhan cara seseorang individu bereaksi dan berintegrasi dengan individu lain. 1 Disamping itu sering juga diartikan sebagai suatu yang menonjol pada diri individu seperti sifat dan tingkah laku khas seseorang yang membedakannya dengan orang lain. Integrasi karakteristik dari struktur, pola tingkah laku, minat, pendirian, kemampuan dan potensi yang dimiliki seseorang. 2 Adapun Kepribadian Muslim adalah kepribadian yang seluruh aspeknya baik tingkah lakunya, kegiatan jiwanya maupun falsafah hidup dan kepercayaannya menunjukkan pengabdian kepada Allah SWT, sebagai penyerahan diri kepadanya. Kepribadian bukan merupakan sesuatu yang statis tetapi Robbins. Stepen P. Judge. Timothy A, 2008. Prilaku Organisasi Buku 1. Jakarta Salemba Empat. Sjarkawi. Pembentukan Kepribadian Anak. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Sumadi Suryabrata. Psikologi Kepribadian. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 34 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 5 No. Komunikasi Pembelajaran Dan Pembentukan Kepribadian Positif Dalam Al-Quran kepribadian memiliki sifat-sifat dinamis yang disebut dinamika kepribadian. Dinamika kepribadian ini berkembang pesat dimulai pada diri anak-anak . asa kanak-kana. saat mereka mulai melihat, mendengar, merekam, meniru dan melakukannya karena pada dasarnya mereka masih memiliki pribadi yang belum matang, yaitu masa pembentukan kepribadian. Karena kepribadian memiliki sifat dinamis maka pada diri seseorang akan mengalami masalah kepribadian yang tergambar dalam dua sisi yaitu kepribadian yang baik seperti suka beribadah dan kepribadian yang buruk seperti suka berbohong yang dapat menjadi gangguan dalam pencapaian hubungan harmonis dengan orang lain atau dengan lingkungannya. Beberapa masalah dalam kepribadian seseorang yang dapat terjadi bisa disebabkan karena interaksi social mereka misalnya: sifat pemalu, dengki, angkuh, sombong, kasar, melawan aturan dan lainnya. Namun karena sifat kedinamisan, maka karakter kepribadian seseorang dapat berubah dan berkembang sampai batas kedewasaannya. Perkembangannya sejalan dengan perkembangan kemampuan cara berpikir seseorang, interakssi sosialnya yaitu melalui Pendidikan dan pembelajaran, melalui hubungan komunikasi orang tua dengan anak atau guru dengan peserta didik sehingga membentuk kemampuan cara berpikir. Selain itu pengaruh lingkungan sekitar sebagai pengalaman dan hasil belajar. Hasil belajar dan pengalaman inilah yang memberikan warna pada kehidupan seseorang nantinya. 3 Dalam pertumbuhannya kepribadian itu seringkali menemukan suatu permasalahan dalam proses pembentukannya, maka seharusnya pembentukan kepribadian dapat dibentuk dan diusahakan terwujud sesuai dengan bentuk kepribadian yang normal dan adaptif sejak dini. Menurut Ardhana4 dalam hasil penelitiannya mengatakan bahwa tindakan amoral di Indonesia saat ini masih saja terjadi, seperti: pemerkosaan, korupsi, kriminalisme dan kekerasan sehingga dapat dikatakan atau disimpulkan bahwa perilaku dan tindakan amoral yang terjadi ini disebabkan oleh moralitas yang rendah dan disebabkan oleh faktor kepribadian yang bermasalah pada diri individu. Kebobrokan moralitas ini tidak cukup diperbaiki hanya dengan himbauan, pidato, khotbah, sandiwara, seminar, rapat kerja dan lainnya, namun harus dilakukan melalui perubahan metode komunikasi atau pendekatan dimulai sejak usia dini atau sebelum memasuki sekolah dasar/formal. Perkembangan kepribadian memang pada dasarnya bersifat individual, namun ternyata dapat menularkan atau mempengaruhi orang lain. Remaja yang terlahir dari keluarga baik-baik belum tentu setelah dewasa akan menjadi pria dewasa dengan karakter kepribadian yang Jenny Gichara. Mengatasi Perilaku Buruk Anak. Jakarta: Kawan Pustaka. Ardhana W. Keefektifan Pendidikan Moral berdasarkan Beberapa Bukti Empirik. Makalah dibacakan pada pidato Lektorat di Depan Sidang Senat Terbuka FIP IKIP Malang. Malang, 24 Agustus 1985. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 5 No. 01 2022 | 35 Farizal MS matang dan positif secara otomatis bila ia bergaul dengan teman-temannya yang berkepribadian negatif seperti: malas, suka melanggar aturan/disiplin, apatis dan suka berbohong, maka tentu akan berpeluang menjadi pribadi berkarakter negatif. Maka menghadapi peradaban modern bagi kehidupan peserta didik saat ini, perlu adanya metode pembentukan kepribadian anak sebagai solusi untuk diketahui oleh para orang tua dan guru sebagai pendidik dalam membentuk anak yang memiliki karakter kepribadian yang positif dan siap menghadapi tantangan masa depan yaitu menggunakan etika komunikasi menurut alQuran secara intensip dan disiplin tentu perubahan ini memberikan jaminan. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah kajian kepustakaan. Data-data yang dipergunakan dalam penyusunan karya tulis ini berasal dari berbagai literatur kepustakaan yang berkaitan dengan permasalahan yang dikaji. Beberapa jenis referensi utama yang digunakan adalah buku, peraturan perundangan-undangan, makalah seminar, prosiding, jurnal ilmiah edisi cetak maupun edisi online, hasil penelitian dan artikel ilmiah yang bersumber dari Jenis data yang diperoleh variatif dan bersifat kualitatif. Sumber data dan informasi didapatkan dari berbagai literatur dan disusun berdasarkan hasil studi dari informasi yang diperoleh. Penulisan diupayakan saling terkait antar satu sama lain dan sesuai dengan topik yang dikaji. Data yang terkumpul diseleksi dan diurutkan sesuai dengan topik kajian. Kemudian dilakukan penyusunan karya tulis berdasarkan data yang telah dipersiapkan secara logis dan sistematis. Teknik analisis data bersifat deskriptif argumentatif. Simpulan didapatkan setelah merujuk kembali pada rumusan masalah, tujuan penulisan, serta Adapun kesimpulan ditarik dari uraian pokok bahasan karya tulis, serta didukung dengan saran praktis sebagai rekomendasi selanjutnya. Hasil Penelitian dan Pembahasan Definisi Kepribadian Beberapa ahli Psikologi telah mencoba mendefinisikan maksud dari kepribadian, dan diantara beberapa ahli psikologi tersebut antara lain: Menurut Huczynski dan Buchanan 5 "Personality refers to the psychological qualities that influence an individual's characteristic behaviour patterns, in a distinctive and consistent manner, across different situations and over time. " (Artinya: Kepribadian mengacu pada Goleman. Daniel . "What Makes a Leader?" (PDF). Harvard Business Review: 82Ae91. 36 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 5 No. Komunikasi Pembelajaran Dan Pembentukan Kepribadian Positif Dalam Al-Quran kualitas psikologis yang mempengaruhi pola perilaku karakteristik individu, dengan cara yang khas dan konsisten, di situasi yang berbeda dan dari waktu ke wakt. Menurut Robbins dan Judge 6 "Personality is the dynamic organization within the individual of those psychophysical system that determine his unique adjustment to his (Artinya: Kepribadian adalah organisasi yang dinamis dalam diri individu dari mereka psikofisik sistem yang menentukan penyesuaian yang unik terhadap lingkunga. Gordon Allport menyatakan bahwa kepribadian merupakan suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran individu secara khas. Sigmund Freud menyatakan bahwa kepribadian merupakan suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem, yakni id, ego, dan super ego, sedangkan tingkahlaku lain merupakan hasil konflik dan rekonsiliasi ketiga unsur dalam sistem kepribadian tersebut. Menurut Browner kepribadian adalah corak tingkah laku sosial, corak ketakutan, dorongan dan keinginan, gerak-gerik, opini dan sikap seseorang. Perilaku ada yang bersifat tampak dan ada pula yang tidak tampak. Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kepribadian adalah cara unik setiap individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya berdasarkan kegnitif, emosional, dorongan dan kebutuhan sosialnya yang diwujudkan dalam bentuk pola-pola perilaku yang tampak maupun yang tidak tampak. Menurut Huczynski dan Buchanan7 menyatakan: "A type A personality, or behaviour syndrome, concerns a combination of emotions and behaviours characterized by ambition, hostility, impatience and a sense of constant time pressure. If you have a type A personality, you are more likely to suffer stress related disorders and heart disease. A type personality B or behaviour sindrom, concerns a combinations and behaviours characterized by relaxation, calm, lack out of preoccupation with achivement and an ability to take time to enjoy leisure. you have a type B personality, you are less likely to suffer stress related disorders and heart " (Artinya: tipe kepribadian A atau sindrom perilaku, menyangkut kombinasi emosi dan perilaku ditandai dengan ambisi, permusuhan, ketidaksabaran dan rasa tekanan waktu yang Jika Anda memiliki tipe kepribadian A, maka lebih mungkin untuk menderita gangguan terkait stres dan penyakit jantung. Tipe kepribadian B atau perilaku Sindrom, menyangkut kombinasi dan perilaku ditandai dengan relaksasi, tenang, kurangnya dari keasyikan dengan prestasi dan kemampuan untuk mengambil waktu untuk menikmati waktu Robbins. Stepen P. Judge. Timothy A, 2008. Prilaku Organisasi Buku 1. Jakarta Salemba Empat. Goleman. Daniel . "What Makes a Leader?" (PDF). Harvard Business Review: 82Ae91. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 5 No. 01 2022 | 37 Farizal MS Jika Anda memiliki kepribadian tipe B, maka lebih kecil kemungkinannya untuk menderita gangguan terkait stres dan penyakit jantun. Myers Briggs dalam Robbins dan Judge 8 membagi kepripadian menjadi empat indikator yang paling banyak digunakan di dunia. Extraverted atau Introverted (E atau I), . Sensing atau Intuitive (S atau N), . Thinking atau Feeling (T atau F), dan Judging atau Perceiving (J atau P). Quraish Shihab menjelaskan. Al-QurAoan juga mengisyaratkan bahwa manusia berpotensi positif dan negatif. Pada hakikatnya potensi positif manusia lebih kuat daripada potensi negatifnya. Hanya saja daya tarik keburukan lebih kuat dibanding daya tarik kebaikan. Potensi positif dan negatif manusia ini banyak diungkap oleh Al-QurAoan. Di antaranya ada dua ayat yang menyebutkan potensi positif manusia, yaitu Q. at-Tin . : 5 . anusia diciptakan dalam bentuk dan keadaan yang sebaik-baikny. dan Q. al-IsraAo . : 70 . anusia dimuliakan oleh Allah dibandingkan dengan kebanyakan makhluk-makhluk yang lai. Di samping itu, banyak juga ayat Al-QurAoan yang mencela manusia dan memberikan cap negatif terhadap Di antaranya adalah manusia amat aniaya serta mengingkari nikmat (Q. Ibrahim . : . , manusia sangat banyak membantah (Q. al-Kahfi . , dan manusia bersifat keluh kesah lagi kikir (Q. al-MaAoarij . : . Usman Najati juga menyebutkan, dua potensi manusia yang saling bertolak belakang ini diakibatkan oleh perseteruan di antara tiga macam nafsu, yaitu nafsu ammarah bi as-suAo . iwa yang selalu menyuruh kepada keburuka. , lihat Q. Yusuf . : 53. nafsu lawwamah . iwa yang amat mencel. , lihat Q. al-Qiyamah . : 1-2. dan nafsu mutmaAoinnah . iwa yang tentera. , lihat Q. al-Fajr . : 27-30. Konsepsi dari ketiga nafsu tersebut merupakan beberapa kondisi yang berbeda yang menjadi sifat suatu jiwa di tengah-tengah pergulatan psikologis antara aspek material dan aspek spiritual. Beberapa Tipe Kepribadian Dalam riset para ahli psikologi hal yang berhubungan dengan keinginan untuk menguak kepribadian seorang manusia. Mereka mengemukakan teori mengenai jenis atau isi kepribadian seorang manusia. Diantara para ahli tersebut adalah: Yiming. & Fung. Daniel. Help Your Children to Cope. Singapore: Times Books International. Quraish Shihab. Wawasan Al-QurAoan, 378. Muhammad Utsman Najati. Psikologi dalam Al-QurAoan, 373-374. 38 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 5 No. Komunikasi Pembelajaran Dan Pembentukan Kepribadian Positif Dalam Al-Quran Gregory 11 membagi tipe gaya kepribadian menjadi 12 tipe yaitu: kepribadian yang mudah menyesuaikan diri, kepribadian yang berambisi, kepribadian yang mempengaruhi, kepribadian yang berprestasi, kepribadian yang idealis, kepribadian yang sabar, kepribadian yang mendahului, kepribadian yang perseptif, kepribadian yang peka, kepribadian yang berketetapan, kepribadian yang ulet, kepribadian yang berhati-hati Immanuel Kant 12 memberikan gambaran tentang tipe kepribadian sebagai berikut: pertama, tipe sanguinis atau kepribadian ekstropvert yaitu memiliki banyak kekuatan, ceria, bersahabat, banyak bicara, humoris, semangat, dan dapat membuat lingkungannya gembira atau senang . , hanya tipe ini tidak displin, emosi labil, melalaikan waktu sehingga tidak Kedeua, tipe plegmatis atau kepribadian introvert yaitu pribadi yang mencintai kedamaian, cenderung tenang, dapat menguasi dirinya dengan baik, dan mampu melihat permasalahan secara baik dan mendalam. Hanya tipe ini sifat nya penakut, takut konflik, sulit menolak permintaan orang lain walau dalam kondisi sulit. Ketiga, tipe melankolis atau kepribadian ini juga introvert yaitu pribadi yang mengedepankan perasaan, peka, sensitif terhadap keadaan dan mudah dikuasai oleh mood, perfecsionis, analitis, teliti, rajin dan Tipe ini memiliki kelemahan yaitu mudah pesimis, sensitive, pemurung, mudah negative thinking dan kuran gaul. Keempat, tipe koleris atau kepribadian yang menggebu-gebu, pribadi yang percaya diri tinggi, cenderung berorientasi pada tugas, disiplin dalam bekerja, setia, dominan bersama orng lain dan bertanggung jawab. Hanya tipe ini cepat puas, pemarah, egois, sarkastik dan sulit memaafkan. Kelima, tipe asertif atau pribadi yang mampu menyatakan ide, pendapat, gagasan secara tegas, kritis, tetapi perasaannya halus sehingga tidak menyakiti perasaan orang lain. Gambar. 1Tipe Kepribadian Manusia Papalia. Olds S. & Feldham R. Human Development. New York: McGraw-Hill Companies. Sumadi Suryabrata. Psikologi Kepribadian. Jakarta: Raja Grafindo Persada. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 5 No. 01 2022 | 39 Farizal MS Cattel. Eysenk, dan Edward13 menyatakan bahwa kepribadian manusia terdiri dari sifatsifat yang sudah ada . ari Tuha. dan kepribadian adalah dinamika dari setiap sifat-sifat yang ada tersebut. Sifat-sifat positif yang dimaksud seperti: sabar, suka menolong, suka berprestasi, suka berpetualang, suka mengikuti aturan, suka bergaul, suka menerima pendapat orang lain dan lainnya. Selain itu tentunya ada pula sifat-sifat negatif yang muncul yang merupakan anti dari sifat-sifat positif. Faktor yang Mempengaruhi Kepribadian Menurut Sjarkawi14, ada dua faktor yang dapat mempengaruhi kepribadian seseorang dalam hidupnya, yaitu pertama, faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri orang itu sendiri. Faktor internal ini biasanya merupakan faktor keturunan . enetis atau bawaa. Faktor genetis maksudnya adalah faktor yang berupa bawaan sejak lahir dan merupakan pengaruh keturunan dari salah satu sifat yang dimiliki salah satu dari kedua orang tuanya atau bisa jadi gabungan atau kombinasi dari sifat kedua orang tuanya. Misalnya ayah yang pemarah, maka kemungkinan anaknya akan menjadi anak yang mudah marah. Kedua, faktor eksternal, adalah faktor yang berasal dari luar orang tersebut. Faktor eksternal ini biasanya merupakan pengaruh yang berasal dari lingkungan seseorang . ingkungan fisi. mulai dari lingkungan terkecilnya. Pengalaman kelompok . akni keluarga, teman, tetangg. , kebudayaan sampai dengan pengaruh dari berbagai media audiovisual seperti TV. VCD, internet, atau media cetak seperti koran, majalah dan lain sebagainya, pengalaman unik seperti perbedaan memperoleh pendidikan dari orang tuannya. Gambar. Personality Sumadi Suryabrata. Psikologi Kepribadian. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Papalia. Olds S. & Feldham R. Human Development. New York: McGraw-Hill Companies. 40 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 5 No. Komunikasi Pembelajaran Dan Pembentukan Kepribadian Positif Dalam Al-Quran Pembelajaran Berkelanjutan Orang tua sebagai pendidik utama sejak anak dilahirkan hingga usia dewasa, hidup dalam lingkungannya dan meluas pada lingkungan belajar disekolah dan masyarakat, karena orangtua lah sianak mulai mengenal apa yang akan dibutuhkannya, . elihat, mendengar, berucap, berfikir hingga berprilak. Sedang peran guru disekolah sebagai upaya melanjutkan peran orang tua mengisi ilmu pengetahuan dan menjalankan program sesuai dengan konsep pembelajaran yang disediakan oleh sekolah, dan waktu yang dibutuhkan tak sebanyak waktu saat anak berada dirumah. Sehingga dibutuhkan sinergitas dan integritas antara orang tua dan peran guru dalam membentuk kepribadian positif peserta didik yang berkelanjutan. Kompetensi Guru Dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 pasal 8, kompetensi guru meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang akan didapatkan jika mengikuti pendidikan profesi. Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian adalah kemampuan personal yang dapat mencerminkan kepribadian seseorang yang dewasa, arif dan berwibawa, mantap, stabil, berakhlak mulia, serta dapat menjadi teladan yang baik bagi peserta didik. Kompetensi kepribadian dibagi menjadi beberapa bagian, meliputi: pertama, kepribadian yang stabil dan mantap. Seorang guru harus bertindak sesuai dengan norma-norma sosial yang berlaku di masyarakat, bangga menjadi seorang guru, serta konsisten dalam bertindak sesuai dengan norma yang berlaku. Kedua, kepribadian yang dewasa. Seorang guru harus menampilkan sifat mandiri dalam melakukan tindakan sebagai seorang pendidik dan memiliki etos kerja yang tinggi sebagai guru. Ketiga, kepribadian yang arif. Seorang pendidik harus menampilkan tindakan berdasarkan manfaat IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 5 No. 01 2022 | 41 Farizal MS bagi peserta didik, sekolah dan juga masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan melakukan tindakan. Keempat, kepribadian yang berwibawa. Seorang guru harus mempunyai perilaku yang dapat memberikan pengaruh positif dan disegani oleh peserta didik. Memiliki akhlak mulia dan menjadi teladan. Seorang guru harus bertindak sesuai dengan norma yang berlaku . man dan taqwa, jujur, ikhlas, suka menolon. dan dapat diteladani oleh peserta didik. Kompetensi Pedagogik Kompetensi pedagogik yaitu kemampuan seorang guru dalam memahami peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, pengembangan peserta didik, dan evaluasi hasil belajar peserta didik untuk mengaktualisasi potensi yang mereka miliki. Kompetensi pedagogik dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya sebagai berikut: pertama, guru harus memahami peserta didik dengan lebih mendalam yaitu dengan cara memanfaatkan prinsipprinsip kepribadian, perkembangan kognitif, dan mengidentifikasi bekal untuk mengajar peserta didik, melakukan rancangan pembelajaran. Kedua, guru harus memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran, seperti menerapkan teori belajar dan pembelajaran, memahami landasan pendidikan, menentukan strategi pembelajaran didasarkan dari karakteristik peserta didik, materi ajar, kompetensi yang ingin dicapai, serta menyusun rancangan pembelajaran. Ketiga, guru harus dapat menata latar pembelajaran serta melaksanakan pembelajaran secara kondusif. Keempat, guru harus mampu merancang dan mengevaluasi proses dan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan dengan menggunakan metode, melakukan analisis evaluasi proses dan hasil belajar agar dapat menentukan tingkat ketuntasan belajar peserta didik, serta memanfaatkan hasil penilaian untuk memperbaiki program pembelajaran. Kelima, guru harus mampu memberikan fasilitas untuk peserta didik agar dapat mengembangkan potensi akademik dan nonakademik yang mereka Kompetensi Sosial Kompetensi sosial yaitu kemampuan yang dimiliki oleh seorang guru untuk berkomunikasi dan bergaul dengan tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua peserta didik, dan masyarakat di sekitar sekolah. Kompetensi sosial meliputi: pertama, guru harus memiliki sikap inklusif, bertindak obyektif, dan tidak melakukan diskriminasi terhadap agama, jenis kelamin, kondisi fisik, ras, latar belakang keluarga, dan status social. Kedua, guru harus dapat berkomunikasi secara santun, empatik, dan efektif terhadap sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta masyarakat sekitar. Ketiga, guru harus dapat melakukan adaptasi di tempat 42 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 5 No. Komunikasi Pembelajaran Dan Pembentukan Kepribadian Positif Dalam Al-Quran bertugas di berbagai wilayah Indonesia yang beragam kebudayaannya. Keempat, guru harus mampu melakukan komunikasi secara lisan dan tulisan. Kompetensi Profesional Kompetensi profesional yaitu penguasaan terhadap materi pembelajaran dengan lebih luas dan mendalam. Mencakup penguasaan terhadap materi kurikulum mata pelajaran dan substansi ilmu yang menaungi materi pembelajaran dan menguasai struktur serta metodologi Kompetensi profesional meliputi: pertama, penguasaan terhadap materi, konsep, struktur dan pola pikir keilmuan yang dapat mendukung pembelajaran yang dikuasai. Kedua, penguasaan terhadap standar kompetensi dan kompetensi dasar setiap mata pelajaran atau bidang yang dikuasai. Ketiga, melakukan pengembangan materi pembelajaran yang dikuasai dengan kreatif. Keempat, melakukan pengembangan profesionalitas secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan yang reflektif. Kelima, menggunakan teknologi dalam berkomunikasi dan melakukan pengembangan diri. Menurut Sudarmanto . , kompetensi adalah atribut untuk meletakkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas baik dan unggul. Atribut tersebut meliputi keterampilan, pengetahuan, dan keahlian atau karakteristik tertentu. Pembelajaran dan Komunikasi Kompetensi komunikasi merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki Dalam Permendiknas N0. 16/2007 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi Guru, salah satu kompetensi inti dalam kompetensi pedagogig adalah kompetensi Dalam standar kompetensi itu disebutkan Auberkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan peserta didikAy, yang kemudian diperinci menjadi Aymemahami berbagai strategi komunikasi yang efektif, empatik dan santun baik secara lisan maupun tulisan dengan peserta didik. Kompetensi komunikasi ini juga tersirat sebagai bagian dari kompetensi professional pendidik. Kompetensi Sosial pendidik dan Kompetensi kepribadian pendidik untuk di segala tingkat dan ruang Pendidikan. Bjekic dan Zlatic 15 menunjukkan, kompetensi komunikasi merupakan dasar bagi keseluruhan tindak professional guru, karena pembelajaran merupakan proses komunikasi sosio interaktif bahkan diperlukan pelatihan yang sistimatik untuk meningkatkan kompetrensi komunikasi guru ini agar guru memahami proses komunikasi. Bjekic,D dan l Zlatic,2006. Effect of Professional Activities on the TeachersAo Communication Competences Develoment, 31thAnnual ATEE Conference. Slovenia. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 5 No. 01 2022 | 43 Farizal MS Guru sebagai komunikator tentu mengharapkan komunikasi pembelajarannya berlangsung efektif dan menjadi komunikator yang efektif, perlu membiasakan diri mengkaji apa yang sudah disampaikan dalam pembelajaran, inilah yang disebut dengan metakomunikasi yaitu kita berkomunikasi tentang komunikasi. Meta komunikasi ini berlangsung sebelum, selama dan sesudah proses komunikasi pembelajaran. Komunikasi pendidik juga dipengaruhi oleh sesuatu yang disebut pusat perhatian guru. Terkait kepedulian, dijelaskan Lane16 yang mengelompokkan guru menjadi tiga yaitu, pertma, guru yang peduli pada dirinya, akan berusaha menjadi orang yang bisa diterima, kredibel, disukai dan dihormati. Kedua, guru yang peduli pada tugasnya sebagai pendidik, akan mencari cara-cara terbaik dan membuat konsep-konsep yang abstrak menjadi nyata. Ketiga, guru yang peduli pada dampak pembelajaran pada peserta didik yaitu guru yang memperhatikan bagaimana kinerjanya sehingga guru akan membangun lingkungan pembelajaran yang tidak Ketiganya ini berdampak pada perilaku komunikasinya. Pembelajaran itu pada dasarnya merupakan proses komunikasi, ada dua paradigma yang lazim digunakan dalam mengkaji komunikasi pembelajaran yaitu paradigma retorika dan paradigma Pesan-pesan yang dilibatkan dalam proses pembelajaran itu adalah pesan-pesan verbal dan non verbal. Pesan-pesan verbal sangat besar pengaruhnya karena menjadi penting untuk memahami bagaimana peran dan fungsi bahasa tubuh dalam proses komunikasi, meski bahasa tubuh sangat terkait dengan budaya. Bahasa tubuh ada yang bersifat universal seperti wajah merah karena rasa malu, kondisi ini tidak terikat oleh budaya manapun. Seperti kata Higins17 mengatakan bahwa bahasa tubuh tentang ekspresi wajah, kontak mata, gestur gerak gerik, dan sikap tubuh. Dalam pandangan Osakwe . untuk bisa membelajarkan secara efektif melalui interaksi secara efektif diruang kelas diperlukan sikap guru yang baik, serta pengetahuan dan ketrampilan berkomunikasi yang baik. Fungsi komunikasi retorikal 18 mengajak orang lain bertindak seperti yang kita inginkan atau merasa membutuhkan bertindak dan/atau berfikir seperti dikemukakan sebelumnya, kemampuan membujuk atau mempengaruhi itu akan dipengaruhi tiga factor yaitu ethos, pathos dan logos. Sedangkan paradigma relasional dalam komunikasi pembelajaran menunjukkan pada relasi peserta didik dan pendidik serta sesama peserta didik yaitu dengan menyusun dan menggunakan pesan-pesan verbal dan non verbal Lane D. Communication with students to enhance Learning. Mart 7th,2014 Higins,JM,1982. Human Relation. Concept and skills 1th ed New York Mac Graw Hills McCroskey dan VP Richmond 1996. Fundamentals of Human Communication: An Interpersonal Perspfective. Prospect Heights. IL Waveland Press. 44 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 5 No. Komunikasi Pembelajaran Dan Pembentukan Kepribadian Positif Dalam Al-Quran menjadi relasi yang baik. Di dalamnya ada ikatan dan perasaan yang sama dan mereka bawa menjadi bagian proses penting dalam kehidupan manusia yaitu proses pembelajaran. Kecerdasan Emosional Membangun kecerdasan emosional dalam proses komunikasi akan memberikan nilai dalam membentuk kepribadian karena dalam komunikasi pembelajaran tak cukup hanya membangun kecerdasan intelektual saja. Menjaga dan memahami emosi peserta didik akan memberikan efektifitas komunikasi pembelajaran berlangsung. Kecerdasan emosional (Emotional Quotient, disingkat EQ) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. Dalam hal ini, emosi mengacu pada perasaan terhadap informasi akan suatu Sedangkan, kecerdasan mengacu pada kapasitas untuk memberikan alasan yang valid akan suatu hubungan. Kecerdasan emosional (EQ) belakangan ini dinilai tidak kalah penting dengan kecerdasan intelektual (IQ). Satu studi menemukan bahwa kecerdasan emosional dua kali lebih penting. Dalam buku Daniel Goleman "Kecerdasan Emosional" dijelaskan bahwa kecerdasan emosional bertanggung jawab atas keberhasilan sebesar 80%, dan 20% ditentukan oleh IQ. Menurut Howard Gardner 20 terdapat lima pokok utama dari kecerdasan emosional seseorang, yakni mampu menyadari dan mengelola emosi diri sendiri, memiliki kepekaan terhadap emosi orang lain, mampu merespon dan bernegosiasi dengan orang lain secara emosional, serta dapat menggunakan emosi sebagai alat untuk memotivasi diri. Selain itu, seseorang yang memiliki kecerdasan emosional yang baik, lebih mudah dipercaya, bisa beradaptasi dengan baik, bisa bergaul dan bekerjasama dalam team, memiliki rasa tahu yang tinggi, serta memiliki motivasi yang tinggi. Kecerdasan emosional didefinisikan oleh Peter Salovey dan John Mayer, sebagai "kemampuan untuk mengatur emosi diri sendiri dan orang lain yang mana kecerdasan ini bertujuan untuk membedakan antara emosi yang beragam dan memberi label secara tepat, serta menggunakan informasi emosional untuk mengatur pikiran dan perilaku". 21 Definisi ini kemudian diperdalam, disempurnakan, dan kemudian diusulkan untuk dibagi menjadi empat Selviana . "Skala Kecerdasan Emosional" (PDF). Mahasiswa YAI. Howard Gardner, multiple intelligences and education". 2005-11-02. Diakses tanggal 2022-03-18 Howard Gardner, multiple intelligences and education". 2005-11-02. Diakses tanggal 2022-03-18 IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 5 No. 01 2022 | 45 Farizal MS kemampuan, yaitu memahami, menggunakan, memahami, dan mengelola emosi. Kemampuan ini sebenarnya berbeda-beda namun saling terkait. Gambar. Kecerdasan Emosi Membangun Kecerdasan Emosional menurut Daniel Golleman23 Mengenali emosi diri, yakni mengenali emosi diri sendiri merupakan salah satu faktor untuk memaksimalkan kecerdasan emosi. Mengenali emosi adalah kemampuan dasar untuk mengetahui perasaan yang akan dan sedang terjadi. Kemampuan emosi diri adalah kemampuan dasar untuk menyadari akan emosinya sendiri. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah terhadap keadaan suasana hati dan pikiran. Apabila tidak bisa mengetahui perasaan dan emosi sendiri akan terbawa akan emosi yang bisa menguasai diri. Mengelola emosi merupakan manajeman untuk mengendalikan emosi. Dengan mengelola emosi diharapkan mampu untuk memahami, menerima, serta memberikan kontrol ketika mengekspresikan emosi. 25 Emosi harus diekspresikan sesuai tujuan yang jelas, agar tercipta hubungan yang harmonis secara interpersonal. Selain mengelola emosi diri sendiri, juga belajar untuk memahami emosi yang ada pada diri orang lain. Salovey. Peter. Grewal. Daisy . "The Science of Emotional Intelligence". Current Directions in Psychological Science. : 281Ae285. ISSN 0963-7214. Daniel Goleman on Leadership and The Power of Emotional Intelligence - Forbes". 2012-11-04. Diakses tanggal 2022-03-18. Hajeriati . "Hubungan antara Kemampuan Mengenali Emosi Diri dan Kemampuan Mengelola Emosi dengan Perilaku Belajar Mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah danKeguruan UIN Alauddin Makassar". Journal UIN Alauddin. Adelia. Audra Levana . "Manajemen Emosi: Cara Mengendalikan Emosi dalam Diri". Satu Persen. Diakses tanggal 2022-03-06. Kurniadi . 0-12-. "Manajemen Emosi". Universitas Tanjungpura . alam bahasa Inggri. Diakses tanggal 2022-03-06. 46 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 5 No. Komunikasi Pembelajaran Dan Pembentukan Kepribadian Positif Dalam Al-Quran Empati, narsistik bisa timbul karena kurang empati terhadap keadaan orang lain. Narsistik adalah keadaan mental seseorang yang selalu merasa ingin mementingkan diri Kepribadian narsistik bisa dihubungkan dengan keadaan lingkungan, bisa juga disebabkan karena kondisi keluarga yang selalu memuji atau mengkritik sesuatu dengan cara 27 Empati merupakan salah satu bentuk kecerdasan emosional. Empati merupakan suatu sikap untuk mendalami perasaan orang lain, meskipun tidak mengalami secara langsung apa yang dirasakan orang tersebut. 28Ciri dari pengaplikasian sikap empati mampu memahami diri sendiri, sebelum kita memahami diri orang lain. Selain itu, orang yang memiliki rasa empati yang tinggi bisa memahami bahasa isyarat. Menjalin hubungan, kecerdasan emosional untum membangun hubungan dengan orang lain merupakan seni untuk menunjang popularitas, dan melatih untuk meminpin diri. Hal tersebut ditunjang oleh kemampuan komunikasi untuk menjalin hubungan dengan orang lain, hingga bisa bekerjasama dalam suatu team. Komunikasi, dengan berkomunikasi belajar untuk menyelesaikan masalah agar tidak timbul salah paham, juga berlatih membaca situasi sekitar agar lebih peka. Jadi kecerdasan emosional, tidak hanya pemahamannya diperoleh oleh peserta didik, tetapi harus dimiliki juga serta dipraktekkan oleh pendidik sebagai penyampai pesan/pengetahuan kepada peserta didik. Etika Komunikasi Al-QurAoan adalah surat cinta yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk segenap manusia. Di dalamnya Allah SWT menyapa akal dan perasaan manusia, mengajarkan tauhid, kepada manusia, menyucikan manusia dengan berbagai ibadah, menunjukkan manusia kepada hal-hal yang dapat membawa kebaikan serta kemaslahatan dalam kehidupan individual dan sosial manusia, membimbing manusia kepada agama yang luhur agar mewujudkan diri, mengembangkan kepribadian manusia, serta meningkatkan diri Marella. Vania Dinda . "Apa Itu Gangguan Kepribadian Narsistik? Pahami Pengertian Gejala dan Penyebabnya". Diakses tanggal 2022-03-07. Silfiasari. Silfiasari . "Empati Dan Pemaafan Dalam Hubungan Pertemanan Siswa Regular Kepada Siswa Berkebutuhan Khusus (Ab. Di Sekolah Inklusif". Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan . alam bahasa Inggri. : 129. doi:10. 22219/jipt. ISSN 2540-8291. Pamungkas. Igo Masaid. Muslikah. Muslikah . 9-12-. "Hubungan Antara Kecerdasan Emosi Dan Empati Dengan Altruisme Pada Siswa Kelas Xi Mipa Sma N 3 Demak". JURNAL EDUKASI: Jurnal Bimbingan Konseling. : 163. doi:10. 22373/je. ISSN 2460-5794. Husni. Desma . "Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Dengan Penerimaan Teman Sebaya Pada Siswa Akselerasi SMA Negeri 8 Pekanbaru" (PDF). Repositori Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim. Sholichah. Fitria Nur . "Pengaruh EQ (Emotional Quotien. dan SQ (Spiritual Quotien. terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Plus Al-Kautsar Blimbing-Malang" IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 5 No. 01 2022 | 47 Farizal MS manusia ke taraf kesempurnaan insani, dengannya manusia dapat mewujudkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dengan kata lain. Allah SWT melakukan tindakan komunikasi kepada hambanya. Yaitu Allah sebagai komunikator dengan bahasa yang indah dan hambanya sebagai komunikan, pesan-Nya Al-Quran, medianya Malaikat Jibril ataupun langsung secara verbal, sehingga penting bagi kita bagaimana merewardnya. Al-QurAoan mendorong manusia untuk merenungkan perihal dirinya, keajaiban penciptaannya, keakuratan pembentukannya serta melaksanakan pesannya sebagai tindak lanjut memperoleh kebaikan dan kebahagiaan. Sebab, pengenalan manusia terhadap dirinya dapat mengantarkannya pada maAorifatullah, sebagaimana tersirat dalam Q. At-Tariq . : 57 Intinya Komunikasi adalah pesan, . de/gagasan/pemikiran, informasi, ajaka. kepada orang lain secara lisan, tulisan, langsung-tidak langsung, juga melalui media dengan maksud pesan . nformasi, gagasa. agar dipahami oleh penerima pesan . dan berdampak pada perubahan sikap atau perilaku. Agar mencapai tujuan, komunikasi harus efektif. Allah SWT berpesan melalui AlQuran cara berkomunikasi yang baik dan efektif yang bisa disebut sebagai "komunikasi Islam" atau komunikasi berlandaskan risalah Islam. Etika, kaidah, atau prinsip komunikasi nya berlaku kapan dan di mana saja, disesuaikan dengan situasi dan kondisi, buat para guru, dosen, da'i, penceramah, dan siapa saja. Enam Prinsip Komunikasi Islam sebagai cara komunikasi yang baik dan benar dalam Al-Quran ditemukan dalam lafazh "qaulan" . yang menjadi panduan Islami, yaitu: Qaulan Sadida (QS. An-Nisa: . Qaulan Baligha (QS. An-NisaAo: . Qaulan MaAorufa (QS. Al-Baqarah: 235. QS. An- NisaAo: 5& 8. QS. Al-Ahzab: . Qaulan Karima (QS. Al-IsraAo: . Qaulan Layina (QS. Thaha: . Qaulan Maisura (QS. Al-IsraAo: . Keenamnya mendukung ayat yang menjadi prinsip dasar komunikasi dalam Islam: AuDan berkatalah kamu kepada semua manusia dengan cara yang baik . Ay (QS. Al-Baqarah: . Qaulan Sadida: Perkataan yang Benar Qaulan Sadida (AaUA a A )aeOUAartinya perkataan yang benar, jujur, faktual, tidak berbohong, bukan dusta. AaUA a AUaae Ua aae aOA a Aa aOeao aO aO aeOUA/AU aeaeI eaea o aO A a UA aaI aeO aauaO aeI aeaiaeI aac iA a AaOeaeA AuDan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap . Oleh 48 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 5 No. Komunikasi Pembelajaran Dan Pembentukan Kepribadian Positif Dalam Al-Quran sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Qaulan Sadida Aeperkataan yang benarAy (QS. An-Nisa:. Al-Qurtubi dijelaskan. As-Sadid yaitu perkataan yang bijaksana dan perkataan yang Maka dalam pembelajaran, berkomunikasi . harus menginformasikan atau menyampaikan pesan yang berbobot, ada referensinya, kebenaran, faktual, benar, jujur, tidak berbohong, juga tidak merekayasa atau memanipulasi fakta. Lawan qulan sadida adalah qulan az-zura . erkataan dust. atau informasi bohong . AaOe aac aO aeOaE OaA AuDan jauhilah perkataan-perkataan dustaAy (QS. Al-Hajj:. Qaulan Baligha: Berdampak. Efektif e AUeaeI aOaUA AaeI aO aeE aaeI ea aei aeI aeOU caUaA e Aa aa ea a aOc aaeI eaE aeUaA/A aO aU aaE aaI aeUaaI A a AA AuMereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka Qaulan Baligha Aeperkataan yang berbekas pada jiwa mereka. Au (QS An-Nisa: Dalam Tafsir al-Maraghi. Qoulan Balighan yaitu Auperkataan yang bekasnya hendak kamu tanamkan di dalam jiwa merekaAy. Kata baligha berarti tepat, lugas, fasih, difahami dan diterima serta jelas maknanya. Qaulan Baligha ( A )aeOU caUartinya menggunakan kata-kata yang efektif, mengena, tepat sasaran, mudah dimengerti, langsung ke pokok masalah . traight to the poin. , dan tidak berbelit-belit atau bertele-tele. Agar komunikasi tepat sasaran, gaya bicara dan pesan yang disampaikan hendaklah menggunakan bahasa yang tepat dan dimengerti oleh mereka. aI aeOaa a acacaaI aaeIA a Aeaa aeI aaOsE ua ca a AaOaa aeA AyTidak kami utus seorang rasul kecuali ia harus menjelaskan dengan bahasa kaumnyaAy (QS. Ibrahim:. Qaulan MaAorufa: Kata-Kata yang Baik Aa auaeI a aaUa aOea aOaeI ea aOeuaOaeI aO aO aO aaeI aeOU aeUaOe UaA/AaOa ae aO ia aeaOauaaI a aUaaE A AuDan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta . ereka yang ada dalam kekuasaanm. yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian . ari hasil harta it. dan ucapkanlah kepada mereka Qaulan MaAorufa Aekata-kata yang baik. Ay (QS An-Nissa: . Qaulan MaAorufa (A )aeOU aeUaOe UaAdalam pembelajaran artinya perkataan yang baik, ungkapan yang pantas, santun, menggunakan sindiran . idak kasa. , dan tidak menyakitkan atau IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 5 No. 01 2022 | 49 Farizal MS menyinggung perasaan, pembicaraan yang bermanfaat dan menimbulkan kebaikan . Al-Qurtubi menjelaskan. Qaulan MaAorufa yaitu melembutkan kata-kata dan menepati janji. Qaulan Karima : Ucapan yang Mulia AA aOa aeaea aO aEA s c a A Ua oU uaa aec aI aUaaE eauc aa aa aC aeO aua eaa ao aE aaC A a aOA a A ac aE a aeUc a aeO uaA ua aN a aOcaceaOaaeaI uaeA a aeOU auaUaA AuDan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada kedua orangtuamu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, seklai kali janganlah kamu mengatakan kepada kedanya perkatan AoahAo dan kamu janganlah membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Qaulan Karima Aeucapan yang muliaAy (QS. Al-Isra: . Qaulan Karima ( A )aeOU auaUaAdalam pembelajaran adalah perkataan yang mulia, dibarengi dengan rasa hormat dan mengagungkan, enak didengar, lemah-lembut, dan bertatakrama. Artinya memuliakan komunikan . eman bicar. dan siapa termasuk guru kepada peserta didik. Perkataan yang mulia wajib dilakukan saat berbicara dengan siapa saja. Qaulan Karima adalah "kata-kata yang hormat, sopan, lemah lembut di hadapan mereka" (Ibnu Katsi. Qulan Layyina: Lemah-Lembut a Aeao aOa a a aeOU a acUa aUa a a aaua aeO aeA AyMaka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan Qulan Layyina Aekata-kata yang lemahlembutAAy (QS. Thaha: . Qaulan Layina (A )aeOU a caUaAberarti pembicaraan yang lemah-lembut, dengan suara yang enak didengar, dan penuh keramahan, sehingga dapat menyentuh hati, kata-kata dan sikap yang Dengan Qaulan Layina, hati komunikan . rang yang diajak berkomunikas. akan merasa tersentuh dan jiwanya tergerak untuk menerima pesan komunikasi kita. Menurut Tafsir Al-Qurtubi, ayat ini merekomendasikan untuk memberi peringatan dan melarang sesuatu yang munkar dengan cara yang simpatik melalui ungkapan atau kata-kata yang baik dan hendaknya hal itu dilakukan dengan menggunakan perkataan yang lemah lembut, lebih-lebih jika hal itu dilakukan terhadap penguasa atau orang-orang yang berpangkat. Qaulan Maysura: Mudah Dipahami AUeaaI eca aeasi aeI ac caaE aeaOaa eao aeE aaeI aeOU aeaOUA a AIA a AaOuaa aeUaA AuDan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhannya yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka Qaulan Maysura Aeucapan yang mudahAy (QS. AlIsra: . 50 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 5 No. Komunikasi Pembelajaran Dan Pembentukan Kepribadian Positif Dalam Al-Quran Qaulan Maysura (A )aeOU aeaOUAdalam pembelajaran bermakna ucapan yang mudah, yakni mudah dicerna, mudah dimengerti, dan dipahami oleh komunikan. Menurut Tafsir Al-Azhar. Qulan Maysura adalah kata-kata yang menyenangkan dan menggembirakan. Karena kadangkadang kata-kata yang halus dan berbudi lagi membuat orang senang dan lega, lebih berharga daripada uang berbilang. Karakteristik Etika Komunikasi Beberapa karakteristik dari etika komunikasi seperti, menerapkan kejujuran sesuai dengan fakta, bersikap adil dan tidak memihak, memberlakukan etika kepatutan dan kewajaran, keakuratan informasi, bebas dan bertanggung jawab, serta dapat memberikan kritik yang Kejujuran Komunikasi Sikap jujur dan objektivitas dalam komunikasi merupakan pondasi yang didasarkan pada data dan fakta. Memberikan informasi yang benar dan sesuai fakta merupakan bentuk dari etika kejujuran komunikasi. Kejujuran yang dimaksud adalah memberi atau menyampaikan informasi dengan jujur dan benar serta tidak bertolak belakang dengan fakta yang ada sebagai pembiasaan dan pembentukan kepribadian positif. Kata jujur dan amanah dalam Al-Quran disebutkan dalam surat al-Nisa ayat 58. Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan . enyuruh kam. apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaikbaiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Adil dan Tidak Memihak Etika bersikap adil adalah tidak memihak serta tidak merugikan suatu pihak. Adil artinya tidak condong atau tidak memihak kepada satu pihak. Dalam istilah lain adil bersikap sama dan seimbang, sebagaimana Al-Quran disebutkan pada surat al-AnAoam ayat 152. Artinya: Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan Kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat. , dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat. AlQuran dan terjemahannya. Kemenag Republik Indonesia AlQuran dan terjemahannya. Kemenag Republik Indonesia IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 5 No. 01 2022 | 51 Farizal MS Kewajaran dan Kepatutan Kepatutan dan kewajaran dalam berkomunikasi terhadap informasi yang akan disampaikan baik dalam bentuk tulisan, lisan, maupun gambar dengan parameter tingkat bahayanya terhadap suatu kelompok atau golongan. Dilarang juga menyebarkan informasi yang tidak benar, menyesatkan, tidak sesuai dengan fakta, menyinggung, bersifat fitnah, tidak senonoh, sadis, dan lain-lain. Allah juga memerintahkan untuk berbicara dengan baik karena berbicara baik merupakan bagian dar isedekah bahkan lebih baik dari orang yang bersedekah namun tidak ikhlas, sebagaimana firman Allah pada surat al-Baqarah ayat 63. Artinya: Dan . , ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kamiangkatkan gunung (Thursin. di atasmu . eraya Kami berfirma. :"Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada didalamnya, agar kamu bertakwa". Keakuratan Informasi Keakuratan informasi dapat dilihat dari keaktualan informasi tersebut dan telah diteliti dengan cermat dan detail sehingga informasi tersebut telah mencapai kata tepat. Menyampaikan informasi yang tepat adalah salah satu dasar untuk menghindari masyarakat dari kesalahan. Karena informasi yang tidak tepat akan berdampak negatif bagi masyarakat. Masyarakat akan terjerumus dalam kesalahan dan kesesatan serta kerugian yang mendalam bagi masyarakat. Islam menjelaskan etika keakuratan informasi tersebut dalam beberapa ayat. Untuk menelaahnya maka digunakan kata tabayyun. Kata tabayyun dalam Al-Quran disebutkan sebanyak tiga kali, dua kali dalam surat al-Nisa ayat 94 dan satu kali padaSurat alHujurat ayat 635 Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu (QS. Al-Hujurat: . At-Thabari menjelaskan bahwa lafaz tabayyun artinya adalah berhati-hatilah dalam menerima berita sampai datang kejelasan mengenai berita tersebut, jangan terburu-buru Sedangkan al-Qurthubi menyatakan ayat tersebut mengandung arahan dan petunjuk kepada seseorang dalam menerima informasi, boleh diterima jika ia jujur dan adil, dan harus ditolak jika dia zalim dan fasik. Bebas dan Bertanggungjawab AlQuran dan terjemahannya. Kemenag Republik Indonesia AlQuran dan terjemahannya. Kemenag Republik Indonesia AlQuran dan terjemahannya. Kemenag Republik Indonesia 52 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 5 No. Komunikasi Pembelajaran Dan Pembentukan Kepribadian Positif Dalam Al-Quran Setiap manusia diberikan kebebasan berekspresi dan berkreasi yaitu kebebasan yang dibatasi dengan mematuhi norma dan aturan yang ada. Begitupun dalam berkomunikasi, semua orang bebas untuk berkomunikasi dengan syarat tetap pada koridor komunikasi yang baik dan tidak melanggar nilai-nilai etika komunikasi. Meski manusia diberikan kebebasan bukan berarti manusia tidak diberikan tanggung jawab atas perbuatannya. Allah befirman dalam QS al-IsraAo ayat 36 bahwa semua yang ada pada diri manusia akan dimintai pertanggungjawaban Artinya: Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyaipengetahuan Sesungguhnya pendengaran, penglihatan danhati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. Kritik Konstruktif Kritik konstruktif berisi tentang kritik yang membangun, positif yang mendorong terhadap suatu objek tertentu agar penyimpangan tidak boleh dibiarkan, harus ada kritik demi kebaikan kedepannya sebagai suatu evaluasi. Dalam komunikasi, kritik konstruktif merupakan salah satu pondasi dalam etika berkomunikasi. Perintah amar maAoruf nahi munkar tercatat dalam QSt Ali Imran ayat 104. Artinya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yangmenyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dariyang munkar. merekalah orangorang yang beruntung. Metode Komunikasi dalam Pembentukan Kepribadian Positif Peserta Didik Beberapa metode atau cara yang dapat dilakukan oleh orangtua dan guru pendidik dalam rangka membuat landasan pribadi yang positif pada diri anak dapat dilakukan dengan beberapa metode, namun metode komunikasi yang utama dalam Al-Quran adalah suatu amalan yang sangat berpengaruh kuat dan dapat mempengaruhi terhadap perubahan sikap maupun kepribadian peserta didik menjadi mulia dalam arti kentuan yang diberikan Allah SWT adalah suatu cara memanusiakan manusia. Pertama, mengajarkan keteladanan baik secara verbal maupun nonverbal, yaitu mengajarkan anak dengan contoh yang kongkret. Qoulan sadiida adalah komunikasi yang beralasan, memiliki referensi, memiliki contoh, ada bukti dan pengalaman yang pernah dirasakan sehingga dalam komunikasi pembelajaran dalam membentuk kepribadian positif dapat menggunakan metode kisah yaitu menceritakan orang-orang yang sukses, berhasil dan AlQuran dan terjemahannya. Kemenag Republik Indonesia AlQuran dan terjemahannya. Kemenag Republik Indonesia IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 5 No. 01 2022 | 53 Farizal MS terkemuka, baik tentang orang masa lalu maupun saat ini. Begitu juga bila kita ingin mengajarkan kedisiplinan atau kemandirian berilah contoh kongkret seperti, mengajarkan kebersihan dalam mandi pada anak maka ajarkanlah tata cara mandi dengan benar pada anak saat di kamar mandi dengan mempraktekkan cara mandi kepada anak. Kedua, selalu memberikan nasihat positif. Qoulan Baligha, sebagai guru dan orang tua sudah tugas kita untuk mengajarkan sifat dan nilai-nilai positif pada anak. Guru tidak boleh pesimis ketika mendapati anak atau anak didiknya yang memiliki kepribadian yang Pesan atau pembelajaran harus selalu sampai sehingga peserta didik faham dan Terhadap hal yang disampaikan oleh pendidik, setidaknya berusaha untuk mengulang-ulang pesannya melalui berbagai media dan melakukan penilaian terhadap pesan yang disampaikan serta memberikan respect dan reward bila peserta didik dapat memahami dan mempraktekkannya. Maka orang tua dan guru harus tidak bosan-bosannya memberikan nasihat yang serupa namun dengan kata-kata, tempat, intonasi, kondisi dan birama yang Hal ini dilakukan dengan maksud agar peserta didik tidak jenuh dan tidak berpikir negatif tentang kita, seperti kata-kata ibu cerewet, bawel, dan lain-lain. Ketiga, mengajarkan anak untuk mengendalikan emosinya. Manusia dilahirkan pasti memiliki emosi. Ada emosi positif dan juga emosi negatif. Emosi positif apabila ditunjukkan akan membuat orang disekitar kita akan menjadi senang dan bahagia. Akan tetapi apabila emosi negatif terutama amarah, apabila ditunjukkan tentunya akan membuat orang lain menjadi takut, menjauh, atau bahkan akan menjadi konflik. Oleh karena itu mengajarkan peserta didik untuk mengalihkan amarahnya dengan metode Qoulan MaAorufaa yaitu mengenali latar belakang anak, perilaku anak di rumah atau diluar rumah, mengenali apa yang diucapkan dan meluruskan kalimat dan kata-katanya dengan kalimat dan kata-kata yang maAoruf . ang indah dan bai. dengan prilaku jalan relaksasi, rekreatif, menghindari situasi yang membuatnya marah, atau membiarkan melakukan kesukaannya ketika ia akan marah. Keempat, menerapkan program hukuman dan hadiah. Apabila anak bersalah maka berilah hukuman dengan segera dan sesuaikan dengan tingkat kesalahannya namun dengan Qoulan layyina artinya tidak dengan cara yang keras tetapi dengan lemah lembut. Bila perlu dengan Qoulan kariima yaitu dengan memuliakan, bersahabat dan menyanjung serta Bukankah seseorang yang ingin mendapatkan simpati dari seseorang, dia memuliakan lawan komunikasinya agar yang dikendakinya dapat terpenuhi. Dalam hal pemberian hukuman, hukuman tidak boleh dalam bentuk fisik . ukul, tendang, cakar, terjang dan lainny. Berilah hukuman dengan cara menunda atau memberikan kesadaran pada peserta didik, misalnya: anakku yang cantik, hari ini tidak boleh main hingga larut malam karena bisa 54 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 5 No. Komunikasi Pembelajaran Dan Pembentukan Kepribadian Positif Dalam Al-Quran jadi besok bangun tidurmu kesiangan, tidak boleh menonton TV disaat jam belajar dengan orang tua memberikan alasan yang konstruktif , atau menunda acara rekreasi keluarga yang telah dijanjikan. Begitu pula dengan pemberian hadiah, harus terencana, konsisten, adil dan disesuaikan dengan usia anak. Kelima, memperkenalkan Allah SWT sebagai Sang Pencipta dan Nilai agama sejak Memperkenalkan siapa Tuhan dan nilai-nilai hidup sejak kecil terbukti sebagai salah satu cara ampuh untuk membentuk karakter anak. Dengan ajaran agama anak menjadi tahu mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan serta akibatnya kelak jika kita melanggar ajaran agama namun tetap dengan komunikasi yang dalam Al-Quran disebut sebagai Qoulan Maysura yaitu ucapan yang mudah dimengerti oleh peserta didik. Keenam, menjadi model pribadi yang positif sebagai orang tua dan guru, kita juga tidak henti-hentinya untuk belajar mengendalikan diri, mengenali perilaku kita. Jangan hanya menuntut anak berperilaku baik akan tetapi kita juga harus menjadi contoh nyata dalam berperilaku baik. Anak adalah peniru maka ia akan mencontoh segala perilaku, ucapan, sikap dan cara berpikir kita. Sikap seorang guru secara kecerdasan emosionalseorang guru dapat mengenali diri . elf awarenes. dan mengontrol dirinya sendiri . elf regulatio. dalam melaksanakan tugas pembelajaran. Ketujuh, mengawasi pergaulan anak. Masa kanak-kanak adalah masa bermain. Bermain tidak hanya di rumah namun juga di luar rumah . eperti: sekolah dan di lingkungan Perlu sikap empati dan memperhatikan dengan siapa anak kita bermain. Terkadang pergaulan yang salah membuat anak kita menjadi pribadi yang bermasalah, seperti cara bicara yang kurang sopan, perilaku yang kurang pantas, dan sikap serta cara pemikiran yang negatif terhadap situasi dan lingkungan sosialnya. Kedelapan, memiliki kemampuan sosial. Seorang guru dapat menyesuikan diri juga dengan sikap peserta didik, tidak boleh minder atau malu karena perbedaan klas ekonomi, namun sebagai pendidik kita harus mampu menyampaikan apa yang seharusnya disampaikan dengan baik sehingga dapat memotivasi peserta didik atau orang tua dalam turut serta memperbaiki prilaku anak jika ada suatu kebiasaan negative dan dapat merusak Zama artificial intelligent dalam dunia teknologi internet adalah suatu yang tak terbendung dalam dunia komunikasi, dan internet bukan lagi menjadi barang baru dan sukar untuk diperoleh. Kecanggihan komputer dan telepon genggam dapat dengan mudah mengakses Harga telepon genggam pun sudah terbilang murah, sehingga banyak orang tua yang telah membelikannya untuk anak mereka. Hal ini harus diawasi, ketika anak yang pandai dapat mengakses internet maka tidak mungkin anak tersebut akan mengakses gambar pornografi. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 5 No. 01 2022 | 55 Farizal MS pornoaksi, kekerasan, dan juga sekarang banyak yang kecanduan main game lewat internet. Maka para orang tua dan pendidik harus mampu untuk mengatur tentang penggunaan telepon genggam dan komputer yang dapat mengakses internet. Kesimpulan Pembentukan kepribadian harus sudah dimulai sejak masa keemasan . olden Ag. sampai usia dewasa . , karena pendidikan dan pembelajaran terus berlangsun, karena system biologis dalam diri seseorang ada 3 yaitu pendengaran . amAo. , pemikiran . dan pemahaman . Ketiga inilah yang memerlukan pembentukan dengan pengisian dalam pembelajaran, maka peran komunikasi sangat berguna sehingga setiap orang memiliki kecerdasan emosional. Teori apapun dapat dilahirkan oleh siapapun namun masih bersifat nisbi dikarenakan sumber informasinya masih terbatas jangkauan, sedangkan teori dan pesan Allah SWT dalam Al-Quran bersifat mutlaq karena bukan hanya menyusun cara berpesan tetapi Dia yang menciptakan struktur biologis dan mengatur perkembangannya, dalam bahasa lain. Allah Maha mengeathui apa yang ada dalam hatimu. Maka prinsip etika komunikasi dalam Al-Quran lebih pasti dalam untuk menghasilkan pembentukan kepribadian yang positif pada peserta didik. Kepribadian ditentukan oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan sifat-sifat bawaan yang diturunkan atau diwariskan oleh orang tua, sedangkan faktor eksternal diperoleh dari interaksi antara individu dengan keluarga, teman, sekolah dan masyarakat tempatnya berada. Proses pembentukan kepribadian memang sulit untuk prediksi namun sebagai manusia kita meyakini bahwa karena kepribadian bersifat dinamis berarti kita sebagai orang tua dan pendidik dapat berusaha untuk membentuk dan mengarahkan kepribadian peserta didik yang beragaam keinginan dan latar belakangnya sesuai dengan keinginan / tuntunan Al-Quran. Oleh karena itu pendidikan kepribadian baik di rumah maupun disekolah adalah pembelajaran yang lebih intensif (Interaksi Yang Berulan. yaitu sering bertemu, sering melihat, sering mendengar dan sering melakukannya, karena tujuan utama dalam komunikasi Al-Quran adalah untuk membentuk akhlaq mulia. Maka metode komunikasi Allah. Qoulan Sadiida. Qoulan Baligha. Qulan Laayyina. Qoulan Kariima. Qoulan Maaysura adalah komunikasi pembelajaran yang efektif bagi orang tua dan pendidik untuk membentuk kepribadian positif pada peserta didik sehingga memiliki karakter kepribadian yang positif juga. 56 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 5 No. Komunikasi Pembelajaran Dan Pembentukan Kepribadian Positif Dalam Al-Quran Daftar Pustaka