Hubungan Prokrastinasi dengan. (Beladin Anggit Adhi. UBUNGAN PROKRASTINASI DENGAN REGULASI DIRI MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA THE RELATIONSHIP BETWEEN PROCRASTINATION WITH SELF-REGULATION OF GUIDANCE AND COUNSELING STUDENTS OF YOGYAKARTA STATE UNIVERSITY Oleh: Beladin Anggit Adhim. Bimbingan dan Konseling. Psikologi Pendidikan dan Bimbingan. Universitas Negeri Yogyakarta, 13104241066@student. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara prokrastinasi dengan regulasi diri pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 149 mahasiswa. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik product moment dari Pearson dengan menggunakan bantuan SPSS versi 22. 00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan pada variabel prokrastinasi bahwa sebagian besar mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Yogyakarta berada pada kategori yang sedang yaitu sebanyak 48% dan variabel regulasi diri memiliki kategori sedang sebanyak 63%. Hasil uji statistik diperoleh koefisien korelasi sebesar r sebesar -0,684 dan p = 0,00 . < 0,. Hal ini menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara prokrastinasi dan regulasi diri. Artinya semakin tinggi prokrastinasi, maka semakin rendah regulasi diri. Begitu juga sebaliknya semakin rendah prokrastinasi maka semakin tinggi regulasi diri. Kata kunci: prokrastinasi, regulasi diri Abstract This study aims to determine the relationship between procrastination and self-regulation in Guidance and Counseling students. Faculty of Education. Yogyakarta State University. This study uses a quantitative approach. The research sample was 149 students. Data analysis was performed using Pearson's product moment statistical technique using SPSS version 22. 00 for windows. The results showed that in the procrastination variable, most of the students of Guidance and Counseling at Yogyakarta State University were in the medium category, namely as much as 48% and the self-regulation variable was in the moderate category as much as 63%. The results of statistical tests obtained a correlation coefficient of r of -0. 684 and p = 0. <0. This shows a negative and significant relationship between procrastination and self-regulation. This means that the higher the procrastination, the lower the self-regulation. Likewise the opposite, the lower the procrastination, the higher the self-regulation. Keywords: procrastination, self-regulation berwawasan global. Untuk membentuk manusia PENDAHULUAN Pada yang bermutu dan berkualitas tersebut, maka berangsurangsur teknologi semakin berkembang dibutuhkan pendidikan dalam hidupnya. Individu pesat yang mengakibatkan terjadi kemajuan yang lahir di dunia ini tentu mengalami hampir di segala bidang. Perkembangan ini turut pertumbuhan dan perkembangan dalam dirinya mendukung negara-negara berkembang secara baik secara fisik, intelektual, emosi maupun sosial perlahan menjadi negara maju. Negara ini dan moralnya. Pertumbuhan dan perkembangan membutuhkan manusia yang kompetitif dan sadar tersebut berjalan secara dinamis dan terus berlanjut akan waktu, serta mampu menerapkan sikap sepanjang siklus kehidupan individu yang terjadi yang tinggi, akibat dari kematangan dan pengalaman sesuai dengan tugas perkembangan pada masing- masing 514 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 10. Oktober 2021 Fisik seorang individu semakin hari yang sedang ditempuh, maka semakin tinggi pula semakin bertambah, seperti usia, begitu juga tanggungjawab dan tantangan yang dihadapi, dengan sel-sel dalam otak maupun dalam tubuh sesuai dengan tugas perkembangannya masing- individu pun juga semakin bertumbuh, hal tersebut akan memacu seorang individu untuk semakin Dalam pendidikan tingkat pendidikan yang berkembang disepanjang siklus hidupnya. Individu paling tinggi adalah pada tingkat Perguruan yang mengalami pertumbuhan dipandang siap Tinggi, dapat dikatakan pada tingkat perguruan secara fisik untuk mengemban tanggungjawab dan tinggi, seorang individu atau disebut mahasiswa tantangan yang lebih meningkat lagi di masa yang memiliki tanggungjawab dan tantangan yang akan datang. Selain secara fisik yang telah paling tinggi, tantangan yang dimaksud makin dipandang siap untuk menerima tanggungjawab bertambah berat ketika seseorang memasuki level dan tantangan yang lebih tinggi, perkembangan yang lebih tinggi. Mahasiswa yang semakin individu secara sosial emosionalpun dituntut untuk bertumbuh dan berkembang memiliki tujuan, semakin berkembang lebih baik. harapan yang ingin dicapai dalam hidupnya Perkembangan negara-negara lebih tinggi. Mahasiswa juga sebagai subjek yang menjadi negara maju. Individu yang lahir di dunia menuntut ilmu di perguruan tinggi tidak akan pernah terlepas dari aktivitas belajar dan keharusan perkembangan dalam dirinya baik secara fisik, mengerjakan tugas-tugas studi termasuk mata intelektual, emosi maupun sosial dan moralnya. kuliah praktikum. Pertumbuhan dan perkembangan tersebut berjalan Tanggungjawab secara dinamis dan terus berlanjut sepanjang siklus tantangan yang dihadapinya merupakan salah satu kehidupan individu yang terjadi akibat dari proses dalam mencapai sebuah pencapaian, kematangan dan pengalaman sesuai dengan tugas keinginan, tujuan yang mahasiswa harapkan. perkembangan pada masing- masing tahapnya. Selama proses tersebut dibutuhkan kemampuan sehingga ia menempun tingkat pendidikan yang Pendidikan adalah salah satu sarana atau mengendalikan diri atau regulasi diri yang baik. wadah bagi setiap individu untuk bertumbuh dan Regulasi Pengelolaan Pendidikan yang tinggi sangat merupakan aspek penting dalam menentukan diperlukan untuk bersaing dalam mendapatkan perilaku seseorang. Regulasi diri adalah upaya individu untuk mengatur diri dalam suatu aktivitas Pada pendidikan yang mampu mendorong pertumbuhan dan perkembangan individu tentu memiliki metakognisi, motivasi, dan perilaku aktif. Regulasi diri bukan merupakan kemampuan mental atau Tanggungjawab dan tantangan pada tingkat kemampuan akademik, melainkan bagaimana pendidikan dasar dengan pendidikan menengah individu mengolah dan mengubah pada suatu tentu berbeda, semakin tinggi tingkat pendidikan bentuk aktivitas (Ghufron, 2010: . Menurut Hubungan Prokrastinasi dengan. (Beladin Anggit Adhi. 515 Bandura (Lisya&Subandi, 2010 : . , regulasi diri Menurut Ferrari (M. Ghufron, 2003: . , adalah kemampuan mengontrol perilaku sendiri, pengertian prokrastinasi dapat dipandang dari individu memiliki kemampuan untuk mengontrol berbagai batasan tertentu, yaitu: . prokrastinasi hanya sebagai perilaku penundaan, yaitu bahwa mengembangkan langkah-langkah mengobservasi diri, menilai diri dan memberikan respon bagi dirinya sendiri. Regulasi diri sebagai salah satu prokrastinasi, tanpa mempermasalahkan tujuan kunci bagi tercapainya sebuah prestasi, dalam serta alasan penundaan yang dilakukan. prosesnya ada keterlibatan secara aktif mahasiswa prokrastinasi sebagai suatu kebiasaan atau pola dalam menyalurkan pemikiran, rasa, dan aksi, juga perilaku yang dimiliki individu, yang mengarah perencanaan dan adaptasi pada tanggungjawab dan kepada trait, penundaan yang dilakukan sudah tantangan yang dihadapi. Apabila mahasiswa tidak merupakan respon tetap yang selalu dilakukan seseorang dalam menghadapi tugas, biasanya tanggungjawab dan tantangan yang dihadapinya disertai oleh adanya keyakinan- keyakinan yang maka cenderung akan menurunkan kinerja, . prokrastinasi sebagai suatu trait produktivtas dalam mengerjakan tanggungjawab kepribadian, dalam pengertian ini prokrastinasi yang diemban seperti tugas-tugas mata kuliah tidak hanya sebuah perilaku penundaan saja, akan tetapi prokrastinasi merupakan suatu trait yang Hal mengakibatkan penundaan akan tugas-tugas mata kuliah maupun tugas akhir skripsi yang sedang maupun struktur mental lain yang saling terkait yang dapat diketahui secara langsung maupun prokastinasi atau menunda-nunda pekerjaan. Sikap tidak langsung. Berdasarkan uraian di atas dapat atau perilaku menunda- nunda pekerjaan ini disimpulkan bahwa prokrastinasi adalah suatu berasal pula dari kombinasi tiga hal meliputi ketidakpercayaan atas kemampuan menyelesaikan dilakukan seorang individu secara sengaja dan tugas tidak bisa menolak gratifikasi, dan cenderung berulang-ulang, dengan melakukan aktivitas lain menyalahkan Aukondisi sulitAy- nya sendiri kepada yang tidak diperlukan dalam pengerjaan tugas pihak eksternal. yang prnting. Seorang individu yang memiliki komponen-komponen Istilah prokrastinasi berasal dari bahasa kesulitan untuk mengerjakan tugas dengan batasan Latin procrastination dengan awalan AuproAy yang waktu yang telah ditentukan, sering mengalami berarti mendorong maju atau bergerak maju dan keterlambatan mempersiapkan diri secara berlebih, akhiran AucrastinusAy yang berarti keputusan hari maupun gagal dalam menyelesaikan suatu tugas ataupun pekerjaan sesuai dikatan sebagai procrastinator. berikutnya (Burka & Yuen, 2008: . Sayangnya hingga saat ini prokrastinasi 516 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 10. Oktober 2021 Namun, pemahaman mengenai adanya hubugan negatif diperhatikan bahwa kebiasaan menunda-nunda dan menarik diri dari tanggung jawab ini jika dilakukan Hubungan negatif di sini berarti bahwa semakin secara kontinyu dan repetitif, memungkinkan tinggi tingkat prokrastinasi semakin rendah seseorang menjadi memiliki anggapan yang selalu regulasi diri. Begitu juga sebaliknya, semakin menganggap enteng berbagai perkara di masa rendah prokrastinasi maka semakin tinggi tingkat Hal ini sejalan dengan penelitian regulasi diri. sebelumnya milik Fira Septian yang berjudul Berbagai permasalahan tersebut muncul AuHubungan Harga Diri dan Regulasi Diri dengan terkait dengan objek yang akan dikaji. Oleh karena Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Fakultas itu pembatasan masalah perlu di dilakukan agar Psikologi Universitas Muhammadiyah MalangAy. peneliti tidak jauh menyimpang dengan topik yang Pada penelitian tersebut menunjukkan bahwa ada akan di kaji, pembatasan masalah pada penelitian hubungan negatif signifikan antara kedua variabel ini adalah terfokus pada ada atau tidaknya bebas . arga diri dan regulasi dir. dengan variabel hubungan antara prokrastinasi dengan regulasi diri terikat . rokrastinasi akademi. Perbedaan yang mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas ada terlihat pada locus penelitian, posisi variabel Negeri Yogyakarta. bebas dan terikat, serta teknik analisis yang digunakan, jika Fitra menggunakan regresi linier METODE PENELITIAN berganda, sedangkan peneliti memakai korelasi Jenis Penelitian product moment. Sedangkan persamaannya dapat Berdasarkan pada permasalahan yang dilihat dari objek kajian yang masih berkutat pada prokrastinasi dan regulasi diri. pendekatan kuantitatif, penelitian ini termasuk Prokrastinasi pada umumnya dialami pada Menurut mahasiswa Bimbingan dan Konseling Fakultas Sukmadinata . mengemukakan bahwa Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta. penelitian korerasional adalah penelitian yang Pada tahun 2020, masih terdapat mahasiswa ditujukan untuk mengetahui hubungan suatu Angkatan 2013 yang belum menyelesaikan tugas variabel dengan variabel-variabel lain. Hubungan akhir skripsi. Sebanyak 12 mahasiswa yang masa antara satu dengan beberapa variabel lain studi hampir 7 tahun belum menyelesaikan tugas dinyatakan dengan besarnya koefisien korelasi dan akhir skripsi. Maka dari itu, peneliti tertarik keberartian . secara statistik. Korelasi melakukan penelitian di lingkungan Bimbingan positif berarti nilai yang tinggi dalam suatu Konseling Ilmu Pendidikan variabel berhubungan dengan nilai yang tinggi Yogyakarta. Penelitian pada variabel lainnya. Korelasi negatif berarti nilai dilakukan di lingkungan Bimbingan dan Konseling yang tinggi dalam suatu variabel berhubungan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri dengan nilai yang rendah dalam variabel lain. Yogyakarta Tempat dan Waktu Penelitian Universitas Fakultas Negeri Hubungan Prokrastinasi dengan. (Beladin Anggit Adhi. 517 Penelitian ini dilakukan di Universitas . Menyalahkan Negeri Yogyakarta Fakultas Ilmu Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Jalan oranglain adalah penyebab sulitnya pekerjaan Colombo No. Karangmalang. Caturtunggal, dan oranglain adalah alasan untuk menunda Depok. Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta pekerjaan atau tugas. Waktu penelitian bulan Februari 2021. Aspek Skala Regulasi Diri Instrumen yang digunakan untuk variabel Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah regulasi diri adalah alat ukur yang dikembangkan mahasiswa Bimbingan dan Konseling fakultas oleh Pichardo et. al yang dalam hal ini diadaptasi Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta dari teori Brown . Pada instrumen ini dari angkatan 2018, 2019, dan 2020 yang terdapat 17 item sebaran dengan empat aspek yang berjumlah 260 mahasiswa. Sampel penelitian adalah 149 mahasiswa dengan menggunakan (SSRQ)I. Skala tersebut terbagi dalam empat teknik proportional random sampling. aspek, yaitu: Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data . Goal Teknik pengumpulan data yang digunakan Short Setting. Self-Regulated Goal Scale dalam penelitian ini oleh peneliti adalah dengan penyusunan rencana guna mencapai tujuan. mengunakan kuesioner berupa skala online . Preserverance. Preserverance meliputi teguh menggunakan bantuan Microsoft form. dalam mencapai tujuan, dan hambatan mudah Pada penelitian ini, terdapat dua variabel yang diteliti, sehingga terdapat dua skala, yaitu untuk dilewati. Pengambilan skala prokrastinasi, dan skala regulasi diri. Skala Prokrastinasi keputusan, identifikasi opsi dan information Alat ukur yang dipakai merupakan Pengambilan instrumen original dari Tuckmann yang diberi . Belajar dari kesalahan. Belajar dari kesalahan nama Tuckman Procrastination Scale (TPS) . Alat ukur ini diringkas mampu mengukur memgevaluasi kesalahan, serta memutuskan tiga hal utama, yaitu: untuk memperbaiki kesalahan. Penundaan memulai dan menyelesaikan tugas. Teknik Analisis Data Aspek ini berhubungan dengan menunda untuk memulai sebuah pekerjaan atau tugas. Teknik analisis data yang perlu dilakukan . Menghindari tugas. Aspek ini berhubungan variabel dan jenis responden, mentabulasi data dengan tugas tidak menyenangkan, perlu berdasarkan variabel dari seluruh responden, dihindari dan pekerjaan yang sulit dan tidak perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan perhitungan untuk menguji hipotesis yang 518 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 10. Oktober 2021 telah diajukan (Sugiyono, 2016: . Data yang Analisis uji hipotesis tidak menguji kebenaran hipotesis, melainkan untuk menguji menggunakan analisis statistik dengan bantuan hipotesis tersebut diterima atau ditolak. SPSS For Windows Seri 22. Uji Prasyarat Hasil Analisis diinterpretasikan dengan menunjukan tabel r Uji Normalitas product moment. Pada araf signifikansi 5%, jika Uji mengetahui apakah skor variabel yang diteliti perhitungan lebih besar dari r tabel maka, korelasi dianggap signifikan atau Ha diterima dan H0. mengikuti distribusi normal atau tidak. Sebaran data dapat diketahui normal tidaknya dengan HASIL PENELITIAN menggunakan uji normalitas sebaran. Kaidah Deskripsi Variabel Prokrastinasi yang digunakan adalah jika p > 0. 05 maka Data sebarannya normal dan apabila p O 0. 05 maka prokrastinasi terdiri dari 31 butir pernyataan. sebarannya tidak normal. Teknik yang digunakan Menggunakan empat alternatif jawaban dengan adalah uji Kolmogrov Smirnov melalui program rentang skor 1 sampai dengan 4. Dimana skor SPSS. Uji Linearitas terendah adalah 1 dan skor tertinggi adalah 4. Uji Hasil analisis menggunakan SPSS Seri mengetahui bentuk hubungan antara variable 00 for windows diperoleh harga mean (M) bebas dengan variabel terikat. Kaidah yang sebesar 96,18. Median (M. sebesar 97,00. Modus digunakan adalah jika p O 0. 05 maka hubungan (M. dan Standar Deviasi (SD) sebesar antara keduanya adalah linear. Sedangkan jika p> 7,54. 05 maka hubungan kedua variabel tidak linear. prokrastinasi selanjutnya dibuat kategorisasi. Uji linearitas menggunakan analisis varian Kategorisasi dibagi menjadi lima kategori, yaitu melalui program SPSS. AuSangat TinggiAy. AuTinggiAy. AuSedangAy. AuRendahAy. Uji Hipotesis dan AuSangat RendahAy dengan mengacu pada Setelah uji normalitas dan uji linearitas. Data batasan-batasan menurut Azwar . 5: . dengan rumus sebagai berikut : menggunakan teknik analisis korelasi dengan Tabel 1. Tabel Batasan Kategori Frekuensi teknik Corelasional Product Moment Tidar Person Rumus dan dibantu dengan menggunakan program SPSS Mi 1,5 SDi < x For Windows Versi 22. Teknik tersebut Kategori Sangat tinggi Mi 0,5 SDi < x O Mi 1,5 SDi Tinggi digunakan untuk menguji hubungan variabel Mi - 0,5 SDi < x O Mi 0,5 SDi Sedang independent dan dependent. Mi - 1,5 SDi < x O Mi - 0,5 SDi Rendah X O Mi Ae 1,5 Sdi Sangat Rendah Analisis uji hipotesis bertujuan untuk mengetahui apakah hipotesis penelitian yang telah disusun sebelumnya dapat diterima atau Hubungan Prokrastinasi dengan. (Beladin Anggit Adhi. 519 Berdasarkan rumus kategori yang telah tertinggi 59 dan skor terendah sebesar 32. Hasil pengolahan variabel prokrastinasi dengan hasil analisis menggunakan SPSS versi 22. 00 for windows diperoleh harga mean (M) sebesar 45Ao53. Tabel Interval Frekuensi Median (M. sebesar 46,00. Modus (M. sebesar Pada variabel regulasi diri diperoleh skor Kategori dan Standar Deviasi (SD) sebesar 5,16. Variabel Data hasil penelitian pada variabel regulasi Prokastinasi Frekuensi No. Interval Kategori X > 100,25 85,25 < X O 100,25 Kategori diri, selanjutnya dibuat kategorisasi. Kategorisasi dibagi menjadi lima kategori, yaitu AuSangat Sangat TinggiAy. AuTinggiAy. AuSedangAy. AuRendahAy, dan AuSangat batasanbatasan menurut Tinggi Sedang Rendah RendahAy Azwar . 5: . dengan rumus sebagai berikut : Tabel 3. Tabel Batasan Kategori Frekuensi X O 54,25 Rumus Kategori Sangat Sangat Mi 1,5 SDi < x Rendah Mi 0,5 SDi < x O Mi 1,5 SDi Tinggi Berdasarkan tabel diatas dapat digambarkan Mi - 0,5 SDi < x O Mi 0,5 SDi Sedang melalui pie chart sebagai berikut: Mi - 1,5 SDi < x O Mi - 0,5 SDi Rendah Sangat X O Mi Ae 1,5 Sdi Berdasarkan Rendah ditentukan, maka peneliti melakukan pengolahan variabel regulasi diri dengan hasil distribusi kecenderungan sebagai berikut: Gambar 1. Prosentase Kategori Butir pada Tabel 4. Interval Kategori Frekuensi Variabel Variabel Prokrastinasi Regulasi diri Interval Kategori Frekuensi No. Kategori Deskripsi Variabel Regulasi Diri Data penelitian pada variabel regulasi diri X > 48,75 terdiri dari 15 butir pernyataan. Menggunakan empat alternatif jawaban dengan rentang skor 1 sampai dengan 4. Dimana skor terendah adalah 1 dan skor tertinggi adalah 4. Sangat Tinggi 520 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 10. Oktober 2021 Tabel 5. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Sedang Unstandardized 41,25 Residual 26,25 < X O 33,75 Rendah Normal Parametersa,b X O 26,25 Berdasarkan tabel Sangat Mean Rendah Std. Deviation diatas dapat digambarkan melalui pie chart sebagai berikut: Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Regulasi Diri Test Statistic Sangat tinggi Tinggi Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Sedang Calculated from data. Rendah Lilliefors Significance Correction. Sangat Rendah This is a lower bound of the true significance. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa variabel Gambar 2. Prosentase Kategori Butir pada prokrastinasi dan variabel regulasi diri memiliki Variabel Regulasi diri 3. Hasil Uji Prasyarat Analis signifikansi lebih besar dari 0,05. Uji Linearitas Uji Nornalitas Dasar dari pengambilan keputusan dalam Uji normalitas bertujuan untuk menguji uji linearitas adalah apabila nilai yahycnycycycuyci < yaycycaycayceyco apakah data penelitian pada semua variabel pada taraf signifikansi 5% atau 0,05, maka artinya memiliki distribusi normal atau tidak. Uji hubungan antara variabel tersebut linear. normalitas diujikan pada variabel prokrastinasi Sebaliknya, apabila nilai yahycnycycycuyci > yaycycaycayceyco pada dan regulasi diri. Dasar pengambilan keputusan taraf signifikansi 5% atau 0,05, maka hubungan dalam uji normalitas yaitu apabila nilai variabel tidak linear. Hasil uji linearitas disajikan signifikansi lebih dari 0,05 maka data tersebut dalam tabel adalah sebagai berikut: berdistribusi normal. Namun apabila nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka data Kolmogrov-Sminorv dengan bantuan SPSS versi 00 for windows. Hasil uji normalitas masing Ae masing variabel disajikan dalam tabel sebagai Tabel 6. Hasil Uji Linearitas Harga F Sig. Keterangan Hubungan Prokrastinasi dengan. (Beladin Anggit Adhi. 521 Besarnya sumbangan efektif dari variabel 0,1 Fhitung0,05 sehingga variabel dalam penelitian ini dapat Model R Square dikatakan linear. Pengujian Hipotesis Uji Hipotesis Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Predictors: (Constan. , prokrastinasi Hasil pengujian hipotesis Hubungan antara Prokrastinasi dengan regulasi diri pada mahasiswa program studi Bimbingan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta adalah terdapat hubungan negatif antara prokrastinasi dengan regulasi diri pada mahasiswa program studi Bimbingan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta. Hasil pengolahan korelasi disajikan dalam tabel dibawah ini : Dependent Variable: regulasi diri Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa koefsien determinasi sebesar 0,684. Artinya variabel prokrastinasi memberikan sumbangan mahasiswa program studi Bimbingan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta sebesar 68,4 % sedangkan sisanya 31,6% di pengaruhi oleh faktor lain yang tidak di teliti pada penelitian ini. Tabel 7. Hasil Uji Hipotesis Pembahasan Variabel Rhitung Sig. Prokrastinasi Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara regulasi -0,684 -0,468 0,00 diri dengan prokrastinasi pada mahasiswa Regulasi Diri Hasil pengujian hipotesis diatas menunjukkan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri bahwa nilai nilai ychycnycycycuyci lebih besar nilai ycycycaycayceyco. Yogyakarta. Berdasarkan data penelitian yang yaitu -0,684 > -0,468. Dengan nilai signifikansi telah diolah oleh peneliti, terdapat hubungan kurang dari 0,05 yaitu 0,00 < 0,05. Berdasarkan yang negatif antara prokrastinasi dengan regulasi hasil analisis korelasi product moment dapat diri pada mahasiswa program studi Bimbingan diketahui bahwa terdapat hubungan negatif antara prokrastinasi dengan regulasi diri serta Universitas Negeri Yogyakarta. Hal tersebut hipotesis dalam penelitian ini diterima. ditunjukan dari nilai rhitung lebih besar dari nilai Sumbangan Efektif r tabel yaitu yaitu -0,684 > -0,468 dan nilai Konseling Bimbingan Fakultas Ilmu Konseling Pendidikan 522 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 10. Oktober 2021 signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti lebih mementingkan kegiatan atau aktivitas yang penelitian ini bernilai negatif dan signifikan. mereka sukai ketimbang menyelesaikan tugas Berdasarkan hasil penelitian, pada variabel Gufron dan Risnawita, 2. mengatakan bahwa memiliki skor prokrastinasi yang sangat tinggi. sebagai suatu perilaku penundaan, prokrastinasi Mahasiswa yang berada pada pengelompokkan dapat termanifestasikan dalam indicator tertentu prokrastinasi kategori tinggi sebanyak 34%. yang dapat diukur dan diamati ciri-ciri tertentu Mahasiswa yang berada pengelompokan variable antara lain : melakukan aktivitas yang lebih prokrastinasi kategori sedang sebanyak 48%. Melakukan aktivitas lain yang Mahasiswa yang berada pengelompokan variable lebih menyenangkan daripada melakukan tugas prokrastinasi kategori rendah sebanyak 17% dan yang harus dikerjakan. Seorang prokrastinator pada kategori sangat rendah sebanyak 1%. Dengan dengan sengaja tidak segera melakukan tugasnya. demikian dapat dilihat bahwa mahasiswa program Akan tetapi, menggunakan waktu yang dia miliki studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri untuk melakukan aktivitas lain yang dipandang Yogyakarta lebih menyenangkan dan mendatangkan hiburan. ataupun pekerjaan. Menurut Ferrari,dkk. alam prokrastinasi yang tinggi. Pada hasil penelitian pada variabel regulasi Hasil analisis data menunjukkan bahwa diri menunjukkan 3% mahasiswa berada pada mayoritas mahasiswa memilih AusesuaiAy pada item kategori sangat tinggi, 33% mahasiswa berada pernyataan Ausaya selalu menunda menyelesaikan pada kategori tinggi, 63% mahasiswa berada pada pekerjaan, bahkan ketika pekerjaan itu pentingAy. kategori sedang, 12% mahasiswa berada pada Hal ini menunjukan bahwa mahasiswa selalu kategori rendah dan tdak ditemukan mahasiswa menunda menyelesaikan tugas atau pekerjaan, yang berada pada kategori sangat rendah. Hal ini meskipun itu memiliki prioritas yang tinggi. menunjukkan bahwa mahasiswa program studi Menurut Ferrari (M. Ghufron, 2003: . Bimbingan pengertian prokrastinasi dapat dipandang dari Yogyakarta tergolong pada kategori regulasi diri berbagai batasan tertentu, yaitu: prokrastinasi yang sedang. hanya sebagai perilaku penundaan, yaitu bahwa Konseling Universitas Negeri Hasil analisis data pada variabel regulasi diri, mayoritas mahasiswa memilih item Aupada tujuan yang saya miliki, saya bisa merencanakan prokrastinasi, tanpa mempermasalahkan tujuan cara yang akan saya lakukanAy dan item Ausaya serta alasan penundaan yang dilakukan. merasa mudah dialihkan dari rencana awalAy. Ini Selain itu mayoritas mahasiswa memilih menunjukan bahwa mahasiswa dapat membuat Ausangat sesuaiAy pada item pernyataan Ausaya rencana tahapan-tahapan untuk merealisasikan terjebak dalam zona nyaman meskipun saya tahu tujuan yang dimiliki, namun mudah dialihkan betapa pentingnya untuk memulai sesuatu tugas dalam melakukan rencana yang sudah dibuat. atau pekerjaanAy. Hal ini menunjukan mahasiswa Menurut Bandura dalam Lisya dan Subandi Hubungan Prokrastinasi dengan. (Beladin Anggit Adhi. regulasi diri merupakan kemampuan mengatur tingkah laku dan menjalankan tingkah pekerjaan sesuai batas waktu. Mahasiswa yang laku tersebut sebagai strategi yang berpengaruh mampu meyelesaikan pekerjaan maupun tugas terhadap performansi seseorang mencapai tujuan dengan tepat waktu tanpa menundanya cenderung atau prestasi sebagai bukti peningkatan. Regulasi mampu mengatur tindakan, pikiran dan tujuan diri sebagai salah satu kunci bagi tercapainya yang akan dicapainya. sebuah tujuan ataupun prestasi, dalam prosesnya Sehingga dapat diartikan bahwa semakin ada keterlibatan seberapa aktif seseorang dalam tinggi tingkat prokrastinasi mahasiswa, maka menelurkan pemikiran, rasa, dan aksi, juga semakin rendah tingkat regulasi dirinya. Begitu perencanaan dan adaptasi. Berdasarkan data penelitian yang telah diolah oleh peneliti, terdapat hubungan yang prokrastinasi pada mahasiswa, maka semakin tinggi tingkat regulasi dirinya. negatif antara prokrastinasi dengan regulasi diri mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Negeri Yogyakarta. Hal tersebut ditunjukan dari Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan nilai rhitung lebih besar dari nilai r tabel yaitu yaitu tentang Auhubungan antara prokrastinasi dengan -0,684 > -0,468 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 regulasi diri mahasiswa Bimbingan dan Konseling < 0,05, yang berarti penelitian ini bernilai negatif Universitas dan signifikan. Mahasiswa yang memiliki tingkat dilihat bahwa hasil regulasi diri yang tinggi mampu mengatur dan bahwa terdapat hubungan yang negatif dan mengelola pikiran, perasaan, keinginan, dan signifikan antara prokrastinasi dengan regulasi diri penetapan tindakan yang akan dilakukan. Selain itu pada mahasiswa juga dapat mengatur pencapaian dan aksi dari Universitas Negeri Yogyakarta. Hal ini dapat perencanaan tindakan tersebut, hingga selanjutnya dilihat dari nilai ychycnycycycuyci lebih besar nilai ycycycaycayceyco, dapat mengevaluasi kesuksesan, memberi reward yaitu -0,684 > 0,468. Dengan nilai signifikansi atas pencapaian, dan menentukan target yang lebih kurang dari 0,05 yaitu 0,00 < 0,05, sehingga dapat Hal ini bertentangan dengan teori tentang diambil kesimpulan bahwa semakin tinggi tingkat prokrastinasi, yang merupakan suatu penundaan prokrastinasi mahasiswa, maka semakin rendah tugas maupun pekerjaan yang dilakukan seorang tingkat regulasi dirinya. Begitu juga sebaliknya, individu secara sengaja dan berulang-ulang, dengan melakukan aktivitas lain yang tidak mahasiswa, maka semakin tinggi tingkat regulasi diperlukan dalam pengerjaan tugas yang prnting. Seorang individu yang memiliki kesulitan untuk mengerjakan tugas dengan batasan waktu yang telah ditentukan, sering mengalami keterlambatan mempersiapkan diri secara berlebih, maupun gagal Negeri YogyakartaAy. Bimbingan dan Konseling 524 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 10. Oktober 2021 (Peranan Regulasi Dir. Yogyakarta: Saran Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan memberikan beberapa saran sebagai berikut : Bagi Mahasiswa Pustaka Pelajar. Ghufron. , & Risnawita. Teoriteori Psikologi. Jogjakarta: AzRuzz Media Istriyanti. Ni Luh Arick &, and Nicholas Berdasarkan penelitian ini disarankan kepada Simarmata. mahasiswa agar mewaspadai dampakdampak Regulasi Diri Dan Perencanaan Karir negatif dari prokrastinasi dan mengetahui Pada Remaja Putri Bali. Ay Jurnal pentingnya regulasi diri. Psikologi Udaya 1, no. Hal Bagi Konselor Berdasarkan AuHubungan Antara Nur Ghufron & Rini Risnawita S. kepada konselor untuk mensosialisasikan Teori-teori Psikologi. Jogjakarta: Ar- kepada mahasiswa mengenai dampak dari Ruzz Media. prokrastinasi dalam dan pentingnya regulasi Tuckman. The Development and Concurrent Bagi Peneliti Selanjutnya Berdasarkan Validity Procrastination Scale. Educational and menyarankan kepada peneliti selanjutnya agar Psychological Measurement. 51:2, 473Ae480 mampu mempelajari variabel-variabel lain diluar Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, dari variabel yang diteliti itu sendiri agar penelitian Kualitatif dan R&D Bandung: Afabeta. mendapat hasil yang lebih maksimal. Peneliti selanjutnya diharapkan untuk dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam terkait dengan prokrastinasi dan regulasi diri. DAFTAR PUSTAKA