Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 1 2025, 96-102 Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) https://journal. id/index. php/DBESTI P-ISSN: 3047-1028 E-ISSN: 3032-775X PENINGKATAN EFISIENSI JARINGAN INTERNET MENGGUNAKAN FIREWALL FORTIGATE STUDI KASUS PT JARVIS INTEGRASI SOLUSI Daffa Bagus Radityo1. April Rustianto2 1, 2 Teknik Informatika. Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri Jakarta Selatan. DKI Jakarta. Indonesia 12640 daff21107ti@student. id, april. rustianto@dosen. Abstract PT Jarvis Integrasi Solutions often experiences unstable internet connections, which disrupt productivity. To address this, the company implemented SD-WAN (Software-Defined Wide Area Networ. technology using the FortiGate 40F Firewall, replacing the previous Mikrotik gateway router. This SD-WAN feature enables smarter, more efficient network management by automatically adjusting settings based on connection quality and traffic load. The study used a quantitative method involving system design. SD-WAN configuration, and performance testing for failover and load balancing. Results showed that the FortiGate 40F significantly reduced downtime and improved network distribution. During failover tests, the system quickly switched to a backup path within 1Ae2 RTOs. Load balancing tests showed stable speeds, with inbound speeds of 7. 21 Mbps and 17 Mbps and outbound speeds of 829. 53 Kbps and 757. 76 Kbps. Overall. SD-WAN optimized traffic usage and enhanced connection stability, offering clear benefits to the company's internet operations. Keywords: Bandwidth Optimization. Failover. Load Balance. Network Stability. SD-WAN Abstrak Koneksi internet yang tidak stabil di PT Jarvis Integrasi Solutions sering dirasa mengganggu produktivitas perusahaan, sehingga mendorong PT Jarvis Integrasi Solutions untuk meningkatkan ketersediaan dan stabilitas jaringan internet. Menjawab adanya kebutuhan tersebut, penelitian ini mencoba menerapkan teknologi SD-WAN (Software-Defined Wide Area Networ. pada perangkat Firewall FortiGate 40F di PT Jarvis Integrasi Solutions. Firewall FortiGate 40F digunakan untuk menggantikan router gateway Mikrotik dengan fitur SD-WAN yang memungkinkan manajemen jaringan yang lebih efisien dengan pengaturan otomatis yang didasarkan pada kualitas koneksi dan beban lalu lintas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan mencakup tahapan perancangan sistem, konfigurasi SD-WAN, dan pengujian performa failover dan load Hasil pengujian menunjukkan bahwa teknologi SD-WAN Firewall FortiGate 40F dapat mendistribusikan jaringan secara merata dan mengurangi waktu down time secara signifikan. Pengujian failover menunjukkan bahwa sistem beralih otomatis ke jalur alternatif dalam waktu 1 hingga 2 RTO saat terjadi gangguan. Pengujian load balance menunjukkan kecepatan 21 Mbps dan 7. 17 Mbps, dan kecepatan outbound 829. 53 Kbps dan 757. 76 Kbps masing-masing. Pengujian juga menunjukkan pengoptimalan penggunaan beban traffic yang meningkatkan performa jaringan secara keseluruhan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat diketahui bahwa penggunaan SD-WAN dapat meningkatkan stabilitas koneksi dan memberikan manfaat yang signifikan bagi operasional internet perusahaan. Kata kunci: Failover. Load Balance. Optimasi Bandwidth. SD-WAN. Stabilitas Jaringan PENDAHULUAN PT Jarvis Integrasi Solusi adalah perusahaan di bidang Teknologi Informasi yang fokus pada penyediaan layanan konsultasi jaringan untuk memenuhi kebutuhan bisnis Perusahaan ini menawarkan perencanaan infrastruktur perangkat keras seperti router, switch, dan firewall, serta migrasi perangkat usang untuk meningkatkan reliabilitas dan mengurangi risiko gangguan dalam proses bisnis klien. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah link internet yang sering down, mengakibatkan operasional perusahaan Diterima 27 Februari 2025. Direvisi 30 Mei 2025. Diterima untuk publikasi 30 Mei 2025 97 | Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 1 Mei 2025 Ketika terjadi gangguan, komunikasi melalui email dan akses ke layanan cloud terputus, sehingga karyawan tidak dapat melanjutkan pekerjaan. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan teknologi yang dapat menjaga ketersediaan jaringan internet, seperti teknik load balance dan failover. Load balance bertujuan untuk membagi beban lalu lintas jaringan secara merata di antara beberapa jalur atau sumber daya, sehingga setiap jalur dapat beroperasi secara optimal. , sedangkan failover memastikan bahwa jalur cadangan dapat mengambil alih saat jalur utama mengalami masalah, meminimalkan down time jaringan. PT Jarvis Integrasi Solusi sebelumnya menggunakan teknologi load balance dengan perangkat Mikrotik, namun kurang efektif dalam mengalihkan jalur koneksi yang tidak Oleh karena itu, penulis mengusulkan penggantian router gateway Mikrotik dengan perangkat firewall Fortigate 40F yang didukung oleh teknologi SD-WAN. Teknologi SD-WAN memanfaatkan SLA (Service Level Agreemen. untuk menentukan jalur internet terbaik berdasarkan kualitas koneksi dan beban lalu lintas, sehingga menyediakan link internet yang lebih efisien dan responsif. METODE PENELITIAN Pada bagian ini menguraikan aspek-aspek metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini, mencakup langkah-langkah prosedural yang sistematis untuk memastikan kelancaran penelitian dari awal hingga akhir. Dijelaskan bahwa rancangan penelitian dimaksudkan untuk membantu analisis dan pelaksanaan implementasi dengan benar. Selain itu, dibahas jenis penelitian yang dipilih dan alasan mengapa mereka dipilih. Bagian ini juga membahas teknik analisis data, pengolahan dan pengumpulan data, dan implementasi dan evaluasi sistem. Selain itu, dijelaskan lingkungan pengembangan yang mendukung penelitian, serta jadwal dan durasi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan penelitian secara efektif. Tahapan Penelitian Tahapan penelitian merupakan kegiatan yang dilakukan dengan cara yang sistematis, terorganisir, dan terencana untuk mencapai tujuan tertentu. Proses ini dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan kerangka penelitian. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, penulis melakukan hal-hal pada gambar 1 di bawah ini sebagai berikut. Gambar 1. Tahapan Penelitian Pada gambar 1 terdapat rincian mengenai sejumlah langkah yang dilakukan pada penelitian ini: sebelumnya yang relevan dengan penelitian yang akan Studi Literatur Studi Pendahuluan Tahapan studi pendahuluan dilakukan untuk memperluas pengetahuan peneliti mengenai masalah yang akan diteliti, memperoleh referensi, dan menyelidiki temuan dari studi Pada tahapan ini, data dari studi pendahuluan digunakan untuk menganalisis masalah teknis, termasuk koneksi dan efektivitas load balance yang ada. Data teknis, seperti 98 | Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 1 Mei 2025 alamat IP, topologi jaringan, dan perangkat yang digunakan di PT Jarvis Integrasi Solusi dikumpulkan. Informasi ini sangat penting untuk memahami penerapan SD-WAN secara optimal. beban internet untuk mengevaluasi seberapa baik sistem mengelola bandwidth dari kedua ISP. Studi Lapangan Hasil tes dianalisis untuk menilai kinerja sistem dan memastikan bahwa solusi yang digunakan memenuhi tujuan Setelah implementasi dan pengujian sistem selesai, pemantauan terus menerus dilakukan untuk memastikan bahwa lalu lintas jaringan berjalan sesuai rencana dan masalah koneksi telah teratasi dengan baik. Pengamatan langsung dilakukan di PT Jarvis Integrasi Solusi untuk memahami kondisi saat ini, termasuk masalah berulang pada link internet dan ketidakefektifan load balance yang ada. Pada tahap penghimpunan data, metode kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan informasi dan komentar dari pihak-pihak terkait di perusahaan. Tujuan dari studi ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai solusi yang dapat meningkatkan koneksi internet di PT Jarvis Integrasi Solusi, serta mendapatkan data aktual tentang kondisi koneksi internet yang akan menjadi dasar untuk tahapan selanjutnya. Analisis Pada tahapan ini, data dari studi pendahuluan digunakan untuk menganalisis masalah teknis, termasuk koneksi dan efektivitas load balance yang ada. Data teknis, seperti alamat IP, topologi jaringan, dan perangkat yang digunakan di PT Jarvis Integrasi Solusi, dikumpulkan. Informasi ini sangat penting untuk memahami penerapan SD-WAN secara optimal. Perancangan Sistem Berdasarkan hasil analisis, rencana sistem yang akan dilaksanakan adalah konfigurasi SD-WAN menggunakan Fortigate 40F. Desain awal sistem mencakup struktur jaringan baru yang berfokus pada pengaturan SD-WAN, memungkinkan dua ISP di PT Jarvis Integrasi Solusi untuk mengelola lalu lintas secara dinamis dan efisien. Untuk mencapai tujuan ini. SLA digunakan dengan konfigurasi maximize bandwidth, memastikan penggunaan kapasitas Implementasi Setelah perancangan sistem selesai, tahap implementasi dimulai dengan mengonfigurasi fitur SD-WAN dan mengganti perangkat router gateway Mikrotik dengan Fortigate 40F. Semua rancangan yang dirancang untuk meningkatkan koneksi internet di PT Jarvis Integrasi Solusi diterapkan, termasuk konfigurasi SLA (Service Level Agreemen. dengan metode maximize bandwidth untuk memilih jalur internet terbaik. Testing Setelah implementasi selesai, pengujian dilakukan untuk memastikan bahwa SD-WAN Fortigate dapat mengatasi failover dengan baik jika salah satu koneksi mengalami Pengujian dilakukan dengan metode failover dan load balance untuk memastikan kelancaran pergantian jalur internet saat terjadi gangguan, serta mengukur pembagian Evaluasi Selesai Setelah semua tahapan selesai dan sistem berjalan sesuai harapan, penelitian ini dinyatakan selesai. PT Jarvis Integrasi Solusi diharapkan dapat memanfaatkan koneksi internet yang lebih stabil dan efisien. Metode Analisis Data Studi ini menerapkan metode kuantitatif, yang menggunakan data berbasis angka untuk mengukur dan menganalisis variabel yang relevan dengan kinerja jaringan. Data kuantitatif yang digunakan mencakup angka, frekuensi, dan persentase, yang akan dianalisis secara statistik untuk menguji keandalan teknologi SDWAN. Penelitian ini bersifat objektif dan mengikuti pendekatan ilmiah yang universal dalam ilmu kuantitatif, dengan penekanan pada pengecekan reliabilitas dan variabel-variabel penting yang mempengaruhi hasil. Untuk memudahkan pengelompokan dan pemahaman tema yang muncul, peneliti akan mengkodekan data dengan menambahkan label atau kategori pada bagian-bagian yang Proses ini bertujuan untuk menemukan pola yang berulang, masalah utama, dan wawasan terkait penerapan serta kinerja SD-WAN di PT Jarvis Integrasi Solusi. Analisis tematik ini akan dilanjutkan dengan menyusun tema yang mencerminkan masalah, kesulitan, dan keuntungan utama yang ditemukan selama observasi, serta menafsirkan topik-topik tersebut untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pengaruh SD-WAN terhadap kualitas jaringan dan efektivitas solusi yang Metode Pengumpulan Data Studi ini menerapkan metode kuantitatif untuk mengumpulkan data dengan tujuan memperoleh informasi yang terukur mengenai penerapan teknologi SD-WAN menggunakan perangkat Fortigate di PT Jarvis Integrasi Solusi. Pengumpulan data dilakukan melalui dua tahap, yaitu observasi dan studi pustaka. Observasi Dalam lingkungan PT Jarvis Integrasi Solusi, observasi langsung akan dilakukan untuk mengamati kondisi jaringan internet yang menggunakan dua ISP, yaitu Indihome dan Oxygen. Perhatian khusus akan diberikan pada perilaku 99 | Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 1 Mei 2025 jaringan sebelum dan sesudah penerapan SD-WAN, dengan fokus pada stabilitas koneksi dan respons sistem terhadap beban lalu lintas. Pengamatan ini memungkinkan peneliti untuk melihat secara langsung bagaimana teknologi SDWAN mempengaruhi performa jaringan dalam berbagai kondisi operasional. Studi Pustaka Studi pustaka atau studi dokumentasi akan dilakukan pada dokumen teknis yang berkaitan dengan infrastruktur jaringan yang digunakan di PT Jarvis Integrasi Solusi. Dokumen-dokumen ini mencakup konfigurasi jaringan yang telah diterapkan, laporan kinerja jaringan sebelumnya, serta hasil uji coba failover dan pengukuran kecepatan Studi ini sangat krusial untuk memperoleh pemahaman mengenai latar belakang teknis dan mengevaluasi perubahan yang terjadi setelah penerapan SDWAN. Tahapan ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pemahaman yang menyeluruh mengenai seberapa efektif teknologi SD-WAN dalam mengatasi masalah yang terus-menerus dan meningkatkan kinerja jaringan di PT Jarvis Integrasi Solusi. Metode Pengujian Pengujian ini dilakukan dengan pendekatan black box testing, yaitu teknik uji yang dilaksanakan tanpa perlu memiliki wawasan mengenai internal kerja aplikasi. Black box testing berfokus pada spesifikasi fungsional perangkat lunak. Pengujian ini bertujuan untuk memastikan bahwa fungsi dalam sistem berjalan dengan benar dan valid, serta untuk mengevaluasi respons sistem terhadap input-input tertentu. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengevaluasi kemampuan teknologi SD-WAN pada perangkat Fortigate 40F dalam mengoptimalkan load balance, failover dan meningkatkan kinerja jaringan di PT Jarvis Integrasi Solusi. ini sangat penting untuk menilai keandalan, kecepatan, dan efektivitas mekanisme failover dalam menjaga layanan internet PT Jarvis Integrasi Solusi tetap aktif. Berikut gambar 2 di bawah ini merupakan hasil pengujian failover. Pengujian Failover Gambar 2. Hasil Failover Pengujian Load Balance Pengujian load balance akan dilakukan untuk mengevaluasi performa jaringan sebelum dan sesudah penerapan SDWAN. Pengujian ini melibatkan pengukuran parameter penting seperti throughput, latensi, jitter, dan packet loss pada kedua jalur ISP. Pengujian dilakukan dalam berbagai kondisi beban lalu lintas untuk melihat bagaimana SDWAN mengatur distribusi traffic secara optimal berdasarkan SLA (Service Level Agreemen. Hasil pengujian akan dibandingkan untuk menilai apakah ada penekanan pada penggunaan SD-WAN sebagai gateway. Analisis ini sangat penting untuk memastikan bahwa SDWAN mampu menangani kegagalan koneksi dengan failover dan proaktif mengoptimalkan penggunaan kedua jalur ISP untuk memastikan kinerja jaringan yang optimal. Berikut gambar 3 di bawah ini merupakan hasil pengujian load balance. Pengujian failover adalah komponen utama yang digunakan untuk menilai keandalan teknologi SD-WAN. Proses ini memastikan bahwa sistem jaringan dapat secara otomatis berpindah ke rute koneksi alternatif saat terjadi kegagalan atau gangguan pada jalur utama, perangkat keras, atau jaringan. Dalam konteks ini, teknologi SD-WAN pada perangkat Fortigate harus mampu mengalihkan traffic internet ke ISP lain. dengan cepat dan efisien, sehingga layanan internet tetap berjalan tanpa gangguan yang Untuk melakukan pengujian ini, jalur koneksi salah satu penyedia layanan internet (ISP) akan diputus secara sengaja untuk menyimulasikan kegagalan jaringan atau kondisi Peneliti akan mengamati bagaimana SD-WAN mengatasi situasi tersebut, dengan tujuan mengetahui apakah sistem dapat mengalihkan traffic ke jalur lain tanpa mengganggu koneksi internet secara signifikan. Pengujian Gambar 3. Hasil Load Balance HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini hasil penelitian dan pembahasan penelitian menjelaskan tentang hasil implementasi sistem yang dirancang berdasarkan masalah dan tujuan penelitian yang telah dirumuskan. 100 | Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 1 Mei 2025 1 Rancangan Desain memastikan semua interface WAN terhubung dengan Akses ke antarmuka grafis Fortigate dilakukan melalui browser web, yang memungkinkan konfigurasi dan pemantauan jaringan secara efisien. Desain Topologi Jaringan Tahap Awal Konfigurasi IP Gambar 5. Konfigurasi IP Pada gambar 5 tahap awal konfigurasi alamat IP pada perangkat yang digunakan untuk konfigurasi agar sesuai dengan subnet Fortigate. Setelah akses ke GUI Fortigate berhasil, konfigurasi interface WAN dilakukan dengan memasukkan parameter yang disediakan oleh ISP, termasuk alamat IP static, subnet mask, gateway, dan server DNS. Gambar 4. Topologi Jaringan Berikut gambar 4 di atas merupakan desain topologi SDWAN yang berada di PT Jarvis Integrasi Solusi. Topologi jaringan yang di atas merupakan salah satu model SD-WAN yang digunakan. Berikut tabel 1 di bawah ini merupakan addressing dan subnetting pada jaringan SD-WAN yang Konfigurasi SD-WAN Tabel 1. Jaringan Perangkat Modem 1 (Indihom. Modem 2 (Oxyge. Jaringan Lokal Client IP Address Deskripsi 3/24 Koneksi ke Modem 1 13/24 0/24 1 Ae 254 Koneksi ke Modem 2 Jaringan lokal Perangkat client Koneksi LAN ke Koneksi WAN ke Modem 1 (Indihom. Koneksi LAN ke Modem 2 (Oxyge. Ether LAN 2 Ether WAN 1 Ether LAN (A) Hasil analisis menunjukkan bahwa rencana sistem yang akan diterapkan mencakup konfigurasi SD-WAN menggunakan Fortigate 40F. Desain awal sistem ini mencakup struktur jaringan baru yang berfokus pada pengaturan SD-WAN, memungkinkan dua ISP yang ada di PT Jarvis Integrasi Solusi untuk mengelola lalu lintas secara dinamis dan efisien. Untuk mencapai tujuan ini. SLA digunakan dengan konfigurasi maximize bandwidth guna memastikan penggunaan kapasitas terbaik. Gambar 6. Konfigurasi SD-WAN Pada gambar 6 konfigurasi SD-WAN dilakukan dengan menambahkan interface WAN yang telah dikonfigurasi ke dalam pengaturan SD-WAN. Proses ini mencakup penambahan member SD-WAN dengan IP Gateway yang sesuai untuk masing-masing ISP, yang bertujuan untuk mengoptimalkan distribusi lalu lintas jaringan. Konfigurasi Static Route Implementasi Gambar 7. Konfigurasi Static Route Implementasi konfigurasi SD-WAN pada perangkat Fortigate 40F di PT. Jarvis Integrasi Solusi dimulai dengan 101 | Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 1 Mei 2025 Pada gambar 7 pengaturan static route dilakukan untuk memastikan bahwa semua lalu lintas jaringan diarahkan melalui interface SD-WAN yang telah ditentukan. Selain itu, kebijakan firewall dikonfigurasi untuk mengatur data antara interface yang berbeda, memastikan keamanan dan efisiensi dalam pengelolaan lalu lintas. Konfigurasi Performance SLA (Service Level Agreemen. bahwa SD-WAN Fortigate dapat melakukan failover dengan baik jika salah satu koneksi mengalami masalah. Pengujian failover dilakukan untuk memastikan pergantian jalur internet yang lancar dalam kasus gangguan, sehingga layanan tetap berjalan tanpa gangguan signifikan. Selain itu, pengujian juga mencakup evaluasi load balance untuk memastikan bahwa sistem dapat mengelola distribusi bandwidth dari kedua ISP secara optimal. Dengan demikian, diharapkan SD-WAN dapat meningkatkan efisiensi dan keandalan jaringan di PT Jarvis Integrasi Solusi. Berikut tabel 2 merupakan hasil dari pengujian failover: Tabel 2. Hasil Failover Jalur Indihome Down 1 RTO failover berhasil Down Down Down 2 RTO 2 RTO 1 RTO failover berhasil failover berhasil failover berhasil Gambar 8. Konfigurasi Performance SLA Pada gambar 8 konfigurasi performance SLA (Service Level Agreemen. diterapkan untuk memantau parameter kinerja jaringan seperti latency, jitter, dan packet loss. Hal ini penting untuk mengevaluasi performa setiap koneksi WAN dan memastikan bahwa SD-WAN dapat mengelola lalu lintas secara optimal berdasarkan SLA yang telah Hasil Parameter Monitoring Gambar 9. Parameter Monitoring Pada gambar 9 setelah penerapan SD-WAN, pemantauan melalui SLA menunjukkan hasil yang signifikan. Jalur WAN2_OXYGEN mencatat packet loss 0. 00%, latency 71 ms, dan jitter 0. 08 ms, sementara WAN1_Indihome juga menunjukkan hasil baik dengan packet loss 0. 39 ms, dan jitter 0. 75 ms. Namun, pemantauan keseluruhan Monitor Internet menunjukkan packet loss 00%, latency 150. 00 ms, dan jitter 40. 00 ms, yang mengindikasikan potensi masalah pada koneksi internet. Implementasi SD-WAN diharapkan dapat meningkatkan keandalan dan efisiensi jaringan di PT Jarvis Integrasi Solusi, serta memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan sumber daya jaringan. Hasil Pengujian Pada tahap ini, setelah melakukan konfigurasi yang telah dijelaskan sebelumnya, sistem diuji untuk memastikan Jalur Oxygen Down Hasil RTO Hasil (Jumlah Timeou. 2 RTO failover berhasil Pada tabel 2 menunjukkan jumlah terjadi Request Timeout (RTO) yang terjadi selama proses failover. Semakin sedikit RTO, semakin cepat dan lancar proses Berikut tabel 3 di bawah ini adalah hasil dari pengujian load balance. Tabel 3. Hasil Load Balance Utilisasi Indihome 96 Mbps Oxygen 70 Mbps 78 Kbps 16 Mbps 69 Mbps 12 Mbps 52 Kbps 82 Kbps 98 Mbps 69 Mbps 30 Kbps 46 Kbps Hasil Load balance Load balance Load balance Load balance Load balance Load balance Pada tabel 3 Menunjukkan rata-rata bandwidth pada masing-masing jalur. Outbound menunjukkan rata-rata bandwidth outbound pada masing-masing jalur. Seperti yang ditunjukkan pada tabel 2 dan tabel 3, menunjukkan bahwa pengalihan dari jalur utama ke jalur cadangan, serta distribusi beban jaringan, berjalan dengan Sistem berhasil mengalihkan traffic dari jalur utama (Indihom. ke jalur cadangan (Oxyge. secara otomatis tanpa mengalami penundaan yang signifikan. Selain itu, sistem juga mampu membagi beban jaringan secara optimal antara kedua jalur tersebut. Dengan keberhasilan pengujian ini, sistem siap digunakan pada tahap operasional penuh, memberikan kestabilan, kinerja jaringan terbaik, dan efisiensi distribusi beban bagi PT Jarvis Integrasi Solusi. 102 | Journal of Digital Business and Technology Innovation (DBESTI) Vol. 2 No. 1 Mei 2025 KESIMPULAN Berdasarkan rumusan masalah dan pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Arsitektur perangkat SD-WAN yang diterapkan di PT. Jarvis Integrasi Solusi menggunakan firewall Fortigate 40F sebagai pengelola utama jaringan. Fortigate berfungsi sebagai SD-WAN controller yang mengatur traffic dan mengelola beberapa jalur internet. Teknologi ini membagi beban traffic secara merata antara jalurjalur tersebut, sementara failover otomatis memastikan kelancaran koneksi jika salah satu jalur mengalami Dengan penerapan teknologi ini. PT Jarvis Integrasi Solusi dapat mengoptimalkan pengelolaan traffic jaringan melalui load balance dan failover otomatis, yang memungkinkan pemanfaatan jalur internet yang lebih efisien dan memastikan koneksi tetap stabil meskipun terjadi gangguan pada salah satu jalur. Teknik failover yang diterapkan terbukti sangat efektif dalam mengelola koneksi internet. Pengujian failover menunjukkan bahwa setiap kali terjadi gangguan pada satu jalur, sistem secara otomatis beralih ke jalur alternatif dengan waktu yang minimal, antara 1 hingga 2 RTO. Selain itu, pengujian load balance juga memperlihatkan distribusi traffic yang efisien antara jalur Indihome dan Oxygen, dengan rata-rata kecepatan 21 Mbps untuk Indihome dan 7. 17 Mbps untuk Oxygen, serta outbound masing-masing 829. Kbps dan 757. 76 Kbps. Kedua teknik ini berhasil membagi beban traffic secara merata. Saran dari penelitian agar implementasi SD-WAN terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan Pemantauan rutin terhadap kinerja jaringan dan penyesuaian konfigurasi sangat penting untuk memastikan distribusi beban traffic tetap optimal seiring dengan perubahan penggunaan internet. Penelitian tambahan juga perlu dilakukan untuk menerapkan SD-WAN pada jaringan yang lebih kompleks dengan lebih banyak jalur koneksi dan jenis traffic yang berbeda, guna memberikan wawasan lebih dalam tentang kemampuan SD-WAN dalam mengatasi masalah yang lebih besar. Selain itu, pengujian SD-WAN pada berbagai skenario traffic, termasuk aplikasi seperti streaming, video conferencing, dan VoIP, akan membantu memahami kinerja SD-WAN dalam kondisi nyata dan mengidentifikasi metode untuk mengoptimalkan fitur ini. DAFTAR PUSTAKA