Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DIGITAL BERBASIS PUISI TRADISIONAL MENGGUNAKAN PENDEKATAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS MENULIS PUISI SISWA SMP Taufik*1. Muh. Irfan2. Diana Purwati3. Milanda Fatmawati4 Anggun5 4,5 STKIP Yapis Dompu. Indonesia 2 STKIP Al Amin Dompu. Indonesia Corespondence email: taufikbima25@gmail. [Naskah Masuk : 30 Oktober, diterima untuk diterbitkan : 02 Desembe. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar digital berbasis puisi tradisional dengan pendekatan Project Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan kreativitas menulis puisi siswa SMP. Integrasi puisi tradisional dipilih untuk menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan sesuai budaya lokal. Penelitian dilaksanakan di SMPN 2 Woja menggunakan metode Research and Development (R&D) model 4-D (Define. Design. Develop. Disseminat. Tahap Define menganalisis kebutuhan, tahap Design menghasilkan prototipe bahan ajar berbasis PjBL, dan tahap Develop mencakup uji validitas, uji praktikalitas oleh guru dan siswa, serta uji efektivitas melalui pre-test dan post-test. Tahap Disseminate dilakukan melalui pelatihan guru dan uji coba lapangan skala besar. Hasil menunjukkan bahwa bahan ajar berada pada kategori valid . ,3%) dan praktis . %). Efektivitas ditunjukkan melalui peningkatan 25,5% kreativitas menulis puisi. Data kualitatif mendukung temuan ini: guru menyatakan bahan ajar membantu penyajian materi dan alur PjBL, sedangkan siswa merasa terbantu menemukan ide serta memilih diksi. Integrasi puisi tradisional memperkaya konteks budaya Bahan ajar digital ini dinilai layak digunakan sebagai media inovatif yang mendukung kreativitas siswa sekaligus memperkuat apresiasi terhadap budaya lokal. Kata Kunci: Bahan Ajar Digital. Puisi Tradisional. PBL. Kreativitas Menulis. Puisi Abstract: This study aims to develop a digital teaching material based on traditional poetry using the Project Based Learning (PjBL) approach to enhance junior high school studentsAo creativity in writing poetry. The integration of traditional poetry was selected to provide contextualized learning aligned with local cultural values. The research was conducted at SMPN 2 Woja using a Research and Development (R&D) method with the 4-D model (Define. Design. Develop. Disseminat. The Define stage identified studentsAo and teachersAo needs. the Design stage produced the initial PjBL-based digital prototype. and the Develop stage included validity testing, practicality testing involving teachers and students, and effectiveness testing through pre-tests and post-tests. The Disseminate stage was carried out through teacher training and large-scale classroom implementation. The digital teaching material was categorized as valid . 3%) and Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma practical . %). Its effectiveness was demonstrated by a 25. 5% increase in studentsAo creativity in writing poetry. Qualitative data supported these findings: teachers stated that the material facilitated the delivery of content and PjBL steps, while students reported that multimedia features helped them generate ideas and select diction more effectively. The integration of traditional poetry enriched cultural context in learning. The developed digital material is suitable as an innovative medium that fosters studentsAo creativity and strengthens appreciation of local Keywords: Digital Instructional Materials. Traditional Poetry. Project Based Learning. Writing Creativity. Poetry PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Transformasi ini menuntut pembelajaran yang adaptif dan inovatif agar mampu mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21 (Raya, 2. Pengembangan bahan ajar digital menjadi salah satu strategi yang semakin relevan karena memungkinkan penyampaian materi secara lebih interaktif, fleksibel, dan sesuai karakteristik peserta didik (Purwati. Diana & Taufik, 2. Bahan ajar digital juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara mandiri dan aktif melalui multimedia, animasi, maupun aplikasi pembelajaran (Putri, 2. (Theresia Laksmi. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya keterampilan menulis puisi, tantangan utama yang dihadapi siswa adalah kesulitan menemukan ide, memilih diksi, serta menyusun ungkapan estetik secara padu (F. Sari & Atmojo, 2. (Taufik, 2. Metode pembelajaran yang masih konvensional sering membuat kegiatan menulis puisi terasa monoton sehingga kreativitas siswa kurang berkembang (Taufik, 2. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik, relevan, dan menantang kreativitas siswa (Taufik. Prayudi et , 2. Model Project Based Learning (PjBL) merupakan pendekatan yang sesuai untuk mengatasi permasalahan tersebut. Melalui PjBL, siswa dapat terlibat langsung dalam proses merencanakan, mengembangkan, hingga mempresentasikan proyek puisi sehingga kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif mereka meningkat (Wikanengsih & Suhara, 2. Pendekatan ini semakin bermakna jika terintegrasi dengan puisi tradisional sebagai warisan budaya. Puisi tradisional memuat nilai-nilai moral dan kearifan lokal yang relevan untuk memperkaya pengalaman belajar sekaligus menumbuhkan apresiasi budaya (Taufik, 2. (H. Sari & Yatri, 2. Integrasi puisi tradisional dalam bahan ajar digital memberikan peluang untuk menghadirkan pembelajaran yang kontekstual. Siswa tidak hanya belajar menghasilkan karya puisi, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya masyarakat Dompu sehingga pembelajaran menjadi autentik dan bermakna (Imawan, 2. SMPN 2 Woja sebagai lokasi penelitian menghadapi sejumlah kendala dalam pembelajaran menulis puisi. Hasil observasi menunjukkan bahwa 70% siswa mengalami kesulitan menemukan ide, dan 65% siswa menilai metode pembelajaran kurang menarik. Guru juga menyatakan belum tersedia bahan ajar digital yang interaktif dan berbasis budaya lokal, sehingga kreativitas siswa kurang terfasilitasi secara optimal. Kondisi ini mengindikasikan perlunya pengembangan bahan ajar digital yang dapat meningkatkan Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma motivasi dan kreativitas menulis puisi. pengembangan bahan ajar digital berbasis puisi tradisional dengan pendekatan PjBL dipandang sebagai solusi inovatif yang dapat meningkatkan kreativitas sekaligus melestarikan budaya lokal. Bahan ajar yang dirancang secara digital memungkinkan penyajian materi lebih menarik dan sistematis, serta memberi ruang kepada siswa untuk belajar melalui proyek pembuatan puisi berdasarkan nilai-nilai budaya daerah. Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah penelitian ini adalah: Bagaimana proses pengembangan bahan ajar digital berbasis puisi tradisional menggunakan pendekatan model Project Based Learning yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa dalam menulis puisi di SMPN 2 Woja? Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar digital berbasis puisi tradisional menggunakan model PjBL yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kreativitas menulis puisi siswa SMPN 2 Woja. II. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Woja. Kabupaten Dompu, dengan menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (R&D). Model pengembangan yang diterapkan adalah 4-D (Four-D Mode. , yang terdiri dari empat tahap utama, yaitu Define. Design. Develop, dan Disseminate (EkaYulianti et al. , 2. Tahapan ini dirancang untuk menghasilkan bahan ajar digital berbasis puisi tradisional yang valid, praktis, dan efektif, sekaligus memfasilitasi pengembangan kreativitas menulis puisi siswa melalui pendekatan Project Based Learning (PjBL). Gambar 1 Diagram alir penelitian Sumber (Thiagarajan. Sivasailam, 1. Metode pelatihan dilakukan melalui workshop tatap muka selama dua sesi, masing-masing berdurasi 2 jam. Sesi pertama berfokus pada pengenalan fitur bahan ajar Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma digital dan alur Project Based Learning (PjBL). Sesi kedua berisi praktik langsung, di mana guru menerapkan langkah-langkah PjBL dalam skenario pembelajaran, kemudian melakukan diskusi dan refleksi terhadap pengalaman penggunaan bahan ajar. Selain pelatihan guru, penelitian ini menyertakan uji coba lapangan skala besar dalam konteks sekolah . arge-scale classroom implementatio. yang melibatkan 58 siswa dari dua kelas di SMPN 2 Woja. Uji coba ini digunakan untuk melihat keterterapan bahan ajar pada populasi siswa yang lebih besar di sekolah tersebut, sekaligus menilai konsistensi efektivitas ketika digunakan oleh beberapa guru. Data diperoleh melalui angket respon siswa, observasi aktivitas pembelajaran, serta penilaian hasil proyek puisi. Tahap diseminasi kemudian dilanjutkan dengan publikasi hasil penelitian dalam forum seminar tingkat daerah dan penyebaran bahan ajar digital kepada guru-guru di SMPN 2 Woja sebagai sekolah mitra. Kegiatan ini memastikan bahwa produk penelitian tidak hanya digunakan pada kelas penelitian tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh guru lain untuk pembelajaran berbasis budaya lokal. Instrumen penelitian yang digunakan mencakup pedoman wawancara dan angket analisis kebutuhan untuk memperoleh informasi dari guru dan siswa mengenai kendala dan kebutuhan pembelajaran menulis puisi, lembar validasi desain bahan ajar oleh ahli materi, media, dan bahasa, lembar observasi, angket praktikalitas untuk guru dan siswa, serta pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas bahan ajar. Selain itu, lembar dokumentasi kegiatan dan angket respon guru terhadap penerapan bahan ajar digunakan sebagai umpan balik pada tahap diseminasi. Seluruh instrumen disusun berdasarkan indikator validitas, praktikalitas, dan efektivitas bahan ajar digital berbasis puisi tradisional dengan pendekatan PjBL (Babe et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar digital berbasis puisi tradisional menggunakan pendekatan Project Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan kreativitas menulis puisi siswa SMP. Penelitian dilakukan di SMPN 2 Woja. Kabupaten Dompu, dengan subjek penelitian siswa kelas IX. Tahap pengembangan mengikuti model 4-D (Define. Design. Develop. Disseminat. Hasil Tahap Define Pada tahap Define, dilakukan analisis kebutuhan siswa dan guru. Hasil observasi dan angket menunjukkan bahwa 70% siswa mengalami kesulitan dalam menemukan ide dan menyusun kata secara kreatif. Sebanyak 65% siswa merasa metode pembelajaran yang diterapkan kurang menarik dan belum mendorong kreativitas. Guru juga menyatakan belum memiliki bahan ajar digital berbasis budaya lokal. Uraian ini tetap sesuai data asli, tetapi diperkuat dengan interpretasi kebutuhan. Siswa juga mengungkapkan bahwa mereka kesulitan memulai menulis karena tidak ada contoh yang relevan dengan budaya lokal mereka. Guru menyatakan bahwa bahan ajar sebelumnya kurang mampu memancing imajinasi siswa. Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma Hasil Tahap Design Tahap Design menghasilkan prototipe awal bahan ajar digital berbasis puisi tradisional yang dilengkapi alur pembelajaran berbasis proyek. Dalam tahap ini disusun rubrik penilaian kreativitas menulis puisi yang mencakup aspek ide, ekspresi, penggunaan diksi, dan kesesuaian bentuk puisi. Prototipe awal telah disiapkan untuk diuji validitas oleh ahli materi, media, dan bahasa. Prototipe juga dilengkapi contoh puisi tradisional Mbojo yang dipilih untuk membantu siswa mempelajari gaya bahasa dan nilai lokal. Hasil Tahap Develop Pada tahap Develop, dilakukan uji validitas, praktikalitas, dan efektivitas bahan ajar digital berbasis puisi tradisional menggunakan pendekatan project based learning. Hasil Uji Validitas Bahan ajar digital divalidasi oleh tiga ahli . ateri, media, dan bahas. menggunakan skala 0Ae100%. Hasil validasi menunjukkan bahwa bahan ajar termasuk kategori valid, dengan rata-rata skor Ou 80%. Tabel 1 Validasi Materi. Media, dan Bahasa Aspek Validasi Isi Materi Media / Penyajian Skor (%) Bahasa Rata-rata Kategori Valid Valid Valid Valid Penjelasan diperkuat dengan temuan ahli:Validator menyatakan bahwa integrasi puisi tradisional dinilai relevan dan dapat meningkatkan pemahaman nilai budaya sebelum siswa menulis puisi. Hasil Uji Praktikalitas Praktikalitas diuji melalui angket guru dan siswa. Guru menilai kemudahan penggunaan, kelengkapan materi, dan interaktivitas, sedangkan siswa menilai kemudahan memahami materi dan menariknya media digital. Hasil praktikalitas menunjukkan skor Ou 80%, termasuk kategori praktis. Tabel 2 Hasil praktikalitas Responden Skor (%) Kategori Guru Praktis Siswa Praktis Rata-rata Praktis Keterangan kualitatif n Guru: AuBahan ajar ini memudahkan saya menjelaskan tahapan PjBL karena tampilannya jelas dan sistematis. Ay n Siswa: AuVideonya membuat saya lebih cepat menemukan ide. Biasanya saya hanya menulis 2 baris, sekarang bisa satu bait penuh. Ay Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma Hasil Uji Efektivitas Efektivitas diukur melalui perbandingan skor kreativitas menulis puisi siswa sebelum dan sesudah menggunakan bahan ajar . re-test dan post-tes. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, rata-rata peningkatan mencapai 25%, sehingga bahan ajar dikategorikan efektif. Tabel 3 Perbandingan skor kreativitas menulis puisi siswa sebelum dan sesudah Kelas / Subjek PrePostPeningkatan Kategori (%) IX A . Efektif IX B . Efektif Rata-rata Efektif Hasil Tahap Disseminate Tahap disseminate dilakukan dengan kegiatan pelatihan guru bahasa Indonesia mengenai penggunaan bahan ajar digital, publikasi hasil penelitian pada seminar sekolah, dan dokumentasi penggunaan bahan ajar dalam pembelajaran. Hasil menunjukkan guru memberikan respons positif terhadap penerapan bahan ajar, menyatakan media ini dapat meningkatkan kreativitas siswa dan memudahkan penyampaian materi puisi berbasis budaya lokal. Sebanyak 4 guru Bahasa Indonesia dilibatkan dalam pelatihan penggunaan bahan ajar digital. Guru mengikuti workshop 2 sesi untuk mempraktikkan langkah PjBL dan pemanfaatan puisi tradisional. Uji coba lapangan mencakup 58 siswa dari dua kelas, memperlihatkan konsistensi efektivitas bahan ajar ketika digunakan oleh guru yang Guru menyatakan bahwa bahan ajar sangat membantu memfasilitasi kreativitas Contoh komentar: AuSiswa saya jauh lebih aktif berdiskusi dan terlihat senang menulis puisi ketika menggunakan bahan ajar ini. Ay Publikasi dilakukan melalui seminar sekolah dan penyebaran bahan ajar ke guru-guru lain di SMPN 2 Woja. Pembahasan Validitas Bahan Ajar Digital Berbasis Puisi Tradisional Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar digital yang dikembangkan termasuk dalam kategori valid, dengan rata-rata skor 82,3% dari penilaian ahli materi, media, dan bahasa. Validitas ini mencerminkan bahwa konten, penyajian, dan bahasa bahan ajar sudah sesuai dengan standar kurikulum dan karakteristik siswa. Keberhasilan validitas ini sejalan dengan prinsip pengembangan bahan ajar yang efektif, yaitu materi harus relevan dengan tujuan pembelajaran, sistematis, dan mudah dipahami oleh siswa (Dewi, 2. Selain itu, penggunaan puisi tradisional sebagai sumber materi menambah nilai estetika dan kultural pada bahan ajar, sehingga siswa tidak hanya belajar menulis puisi secara teknis, tetapi juga memahami nilai-nilai moral, budaya, dan tradisi lokal. Integrasi puisi tradisional ini menjadikan bahan ajar lebih kontekstual dan autentik, mendukung pembelajaran yang menekankan kreativitas dan keterampilan abad ke-21. Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma Integrasi puisi tradisional memberikan nilai estetika dan kultural, membantu siswa memahami nilai moral dan tradisi lokal sekaligus memperkaya konteks Bahan ajar menjadi autentik dan kontekstual, mendukung kreativitas serta kemampuan literasi abad ke-21. Namun, meskipun dinyatakan valid, ahli bahasa mencatat bahwa beberapa istilah lokal dalam puisi tradisional membutuhkan glosarium tambahan agar lebih mudah dipahami semua siswa. Selain itu, validator media menilai bahwa tampilan visual dapat ditingkatkan pada versi selanjutnya agar lebih responsif ketika dibuka pada perangkat dengan ukuran berbeda. Praktikalitas Bahan Ajar Uji praktikalitas menunjukkan skor rata-rata 84%, termasuk kategori praktis. Hal ini menandakan bahwa guru dan siswa dapat menggunakan bahan ajar digital dengan mudah, memahami alur pembelajaran berbasis proyek, dan memanfaatkan fitur interaktif untuk belajar menulis puisi. Praktikalitas yang tinggi ini sejalan dengan karakteristik bahan ajar digital yang efektif, yaitu fleksibel, menarik, dan mampu memfasilitasi pembelajaran mandiri maupun kolaboratif (EkaYulianti et al. , 2. Guru melaporkan bahwa bahan ajar ini mempermudah penyampaian materi puisi tradisional, sementara siswa merasa lebih termotivasi untuk menulis karena media digital menampilkan konten yang visual, audio, dan interaktif. Hal ini menunjukkan bahwa Model PjBL membuat siswa lebih aktif mengembangkan ide, berdiskusi, dan menghasilkan karya puisi yang lebih estetik. Namun demikian, terdapat beberapa hambatan praktis. Beberapa siswa mengalami kendala perangkat seperti memori penuh atau layar kecil sehingga tidak semua fitur dapat ditampilkan optimal. Guru juga memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan navigasi bahan ajar digital, terutama dalam memandu siswa pada tugas proyek. Selain itu, pembelajaran digital membutuhkan koneksi internet stabilAisesuatu yang kadang menjadi kendala di kelas. Efektivitas Bahan Ajar dalam Meningkatkan Kreativitas Menulis Puisi Analisis pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata kreativitas siswa sebesar 25,5%, sehingga bahan ajar dikategorikan efektif. Peningkatan ini terlihat dari kemampuan siswa dalam menemukan ide baru, mengekspresikan perasaan, menggunakan diksi, dan menyusun puisi dengan bentuk yang lebih estetik. Hasil ini sejalan dengan prinsip Project Based Learning, yang menekankan pembelajaran melalui proyek nyata, kolaboratif, dan berbasis masalah (Hafsah Adha Diana & Veni Saputri, 2. Dengan PjBL, siswa terlibat aktif dalam proses merencanakan, mengeksekusi, dan mempresentasikan karyanya, sehingga kreativitas mereka terasah secara sistematis. Integrasi puisi tradisional dalam bahan ajar digital juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kreativitas siswa. Puisi tradisional mengandung nilai moral dan budaya lokal yang memicu siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menyusun ide serta mengekspresikannya dalam bentuk puisi baru. Hal ini sesuai dengan temuan penelitian sebelumnya bahwa pemanfaatan kearifan lokal dalam pembelajaran sastra dapat meningkatkan pemahaman, motivasi, dan kreativitas siswa (Nurjannah & Suhara. Walaupun efektif, peningkatan kreativitas tidak terjadi merata pada semua siswa. Beberapa siswa yang kemampuan literasinya rendah membutuhkan lebih banyak waktu Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma untuk menyusun puisi, sehingga guru perlu memberikan pendampingan tambahan. Selain itu, model PjBL memerlukan manajemen waktu yang baik. pada beberapa kelompok, kegiatan revisi puisi dan presentasi membutuhkan waktu lebih lama daripada yang Implikasi Pembelajaran Berdasarkan hasil penelitian ini, penggunaan bahan ajar digital berbasis puisi tradisional dengan PjBL memiliki beberapa implikasi penting bagi pembelajaran di n Meningkatkan Kreativitas Siswa: Siswa terdorong untuk berkreasi, mengekspresikan ide dan perasaan dalam bentuk puisi yang unik dan menarik. n Melestarikan Budaya Lokal: Siswa belajar memahami dan menghargai puisi tradisional sebagai warisan budaya, sehingga pembelajaran tidak hanya bersifat kognitif tetapi juga kultural. n Meningkatkan Motivasi Belajar: Media digital yang interaktif membuat pembelajaran lebih menarik dan relevan dengan minat generasi digital saat ini. n Mendorong Pembelajaran Kolaboratif: Model PjBL menekankan kerja sama antarsiswa, diskusi, dan presentasi proyek, sehingga keterampilan sosial dan komunikasi siswa juga berkembang. Namun, penerapan bahan ajar ini juga mengandung implikasi teknis dan pedagogis yang perlu diperhatikan. Sekolah perlu memastikan ketersediaan perangkat dan jaringan internet yang memadai. Guru perlu mendapatkan pelatihan lanjutan agar dapat memaksimalkan fitur digital dan mengelola pembelajaran berbasis proyek dengan efektif. Selain itu, siswa dengan literasi digital rendah perlu diberikan dukungan tambahan agar tidak tertinggal. IV. KESIMPULAN Penelitian ini menghasilkan bahan ajar digital berbasis puisi tradisional dengan pendekatan Project Based Learning (PjBL) yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kreativitas menulis puisi siswa. Validitas bahan ajar menunjukkan bahwa konten, bahasa, dan penyajian telah sesuai dengan standar pembelajaran dan karakteristik siswa, sementara praktikalitasnya memperlihatkan bahwa guru dan siswa dapat menggunakannya dengan mudah dalam pembelajaran. Efektivitas bahan ajar tampak dari meningkatnya kemampuan siswa dalam menemukan ide, mengekspresikan perasaan, memilih diksi, dan menyusun puisi secara lebih kreatif. Temuan ini membuktikan bahwa integrasi puisi tradisional dapat memperkuat konteks budaya dalam pembelajaran serta meningkatkan keterlibatan emosional siswa sehingga mereka lebih berani berekspresi. Secara praktis, bahan ajar digital ini memberikan kontribusi signifikan bagi pembelajaran sastra di sekolah. Media digital yang interaktif membantu guru mengelola pembelajaran berbasis proyek secara lebih sistematis, relevan, dan menarik bagi generasi Integrasi budaya lokal tidak hanya melestarikan nilai-nilai kearifan lokal, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan model bahan ajar digital lain yang berbasis konteks lokal. Temuan ini menegaskan pentingnya inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia melalui penggabungan teknologi, budaya lokal, dan PjBL untuk meningkatkan kreativitas serta kemampuan berpikir kritis siswa di era modern. Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma DAFTAR PUSTAKA