Jurnal Nasional Holistic Science Vol. No. Agustus 2025, pp. ISSN: 2721-3838. DOI: 10. 30596/jcositte. The Influence of Work-Life Balance and Burnout on the Performance of Relationship Credit Employees at PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Medan Sekar Nirwani1. Sienny2 1,2Program Studi Manajemen. Universitas Negeri Medan. Indonesia Email: sekarnirwani425@gmail. sienny_tan@yahoo. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Work Life Balance dan Burnout terhadap Kinerja Pegawai di PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Medan. Work Life Balance adalah interaksi antara pekerjaan dan kegiatan lain yang mencakup keluarga, komunitas, waktu luang, dan pengembangan pribadi, sedangkan Burnout dapat diartikan sebagai suatu sindrom akibat stres kronis di tempat kerja yang dapat ditandai dengan perasaan kehabisan energi atau kelelahan, peningkatan jarak mental dari pekerjaan seseorang atau perasaan negativisme yang terkait dengan pekerjaan seseorang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pegawai Relationship Credit PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Medan dan jumlah sampel menggunakan sampel jenuh yaitu sebanyak 71 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner. Dengan reliabilitas Cronbach Alpha Work Life Balance 856. Burnout sebesar 0. 739, dan kinerja pegawai 0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Work Life Balance terhadap Kinerja Pegawai. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Burnout terhadap Kinerja Pegawai. Terdapat pengaruh secara positif dan signifikan antara Work Life Balance dan Burnout secara bersama-sama terhadap Kinerja Pegawai. Keyword: Work Life Balance. Burnout. Kinerja Pegawai ABSTRACT This study aims to analyze the influence of Work Life Balance and Burnout on Employee Performance at PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Medan. Work Life Balance is the interaction between work and other activities that include family, community, leisure time, and personal development, while Burnout can be interpreted as a syndrome due to chronic stress in the workplace that can be characterized by feelings of exhaustion or fatigue, increased mental distance from one's work or feelings of negativism related to one's work. The research method uses a descriptive quantitative approach. The population in this study were all Relationship Credit employees of PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Medan and the number of samples used saturated samples, namely 71 Data analysis used multiple linear regression analysis. Research data were collected using a questionnaire. With a Cronbach Alpha reliability of Work Life Balance 856. Burnout of 0. 739, and employee performance of 0. The results of the study indicate that: . There is a positive and significant influence between Work Life Balance on Employee Performance. There is a positive and significant influence between Burnout on Employee Performance. There is a positive and significant influence between Work Life Balance and Burnout together on Employee Performance. Keyword: Work Life Balance. Burnout. Employee Performance Corresponding Author: Sekar Nirwani. Universitas Negeri Medan. Jalan Willem Iskandar/Pasar V. Medan Estate. Percut Sei Tuan. Deli Serdang. Sumatera Utara. Indonesia. Kode Pos 20221. Indonesia Email: sekarnirwani425@gmail. Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/HS A Jurnal Nasional Holistic Science A INTRODUCTION Manajemen Sumber Daya Manusia memainkan peran penting dalam kelangsungan dan keberhasilan Jones dan George . menyatakan bahwa Manajemen Sumber Daya Manusia ialah aktivitas yang dilakukan oleh manajer untuk menarik, mempertahankan, dan memaksimalkan kinerja karyawan demi pencapaian organisasi. Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki peranan yang sangat penting dalam suatu organisasi, baik instansi swasta maupun instansi pemerintah. Sumber Daya Manusia merupakan salah satu penentu organisasi dalam mencapai tujuannya. Dengan demikian. Sumber Daya Manusia merupakan bagian dari suatu sistem organisasi yang tentunya juga merupakan bagian dari sistem manajemen SDM (Mauliddiyah. Sumber Daya Manusia tidak hanya sekadar memenuhi jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, tetapi juga harus dilihat dari kinerja pegawai dalam mencapai tujuan organisasi (Nusuki, 2. PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia menghadapi tantangan dalam mengelola pegawai, terutama dalam departemen yang berhubungan langsung dengan debitur. Relationship Credit memiliki peranan penting dalam menyikapi kredit bermasalah melalui pendekatan yang tepat kepada debitur. Meskipun Relationship Credit telah memiliki pengalaman panjang dalam menangani kredit bermasalah, terdapat masalah yang terkait dengan kinerja Relationship Credit itu sendiri, khususnya dalam hal kualitas dan efektivitas kerja. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan dengan Manajer Relationship Credit di PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Medan, diketahui adanya masalah terkait dengan kinerja pegawai Relationship Credit dalam efektivitas kerja. Dengan tingginya target yang ditetapkan perusahaan, pegawai Relationship Credit membutuhkan waktu yang cukup panjang dan mengalami kesulitan dalam melakukan negosiasi untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan antara bank dan debitur. Hal ini dapat mengakibatkan kualitas kerja Relationship Credit menurun, dikarenakan buruknya portofolio kredit bank dan naiknya kredit macet yang berdampak terhadap laba perusahaan. Zaky . dalam penelitiannya mengemukakan bahwa keseimbangan kehidupan kerja dan kehidupan pribadi merupakan faktor penting dalam mencapai kinerja pegawai yang optimal. Work Life Balance merujuk pada keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Penelitian menunjukkan bahwa Work Life Balance yang baik dapat meningkatkan kinerja pegawai (Khan et al. , 2. Dalam konteks perbankan. Work Life Balance yang baik dapat membantu Relationship Credit untuk lebih fokus dan efisien dalam menjalankan tugas serta meningkatkan kinerja pegawai Relationship Credit di PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Medan. Mujahidin et al. menunjukkan bahwa variabel Work Life Balance berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Temuan berbeda diungkapkan oleh Foanto et al. yang menunjukkan tidak terdapat pengaruh signifikan antara variabel Work Life Balance terhadap kinerja pegawai. Faktor lain yang memengaruhi kinerja pegawai adalah Burnout yang dialami pegawai itu sendiri, sebagaimana dibuktikan oleh Alfajar dan Hidayati . yang mengemukakan bahwa dampak Burnout memengaruhi kinerja pegawai. Maslach dan Leiter . menyatakan bahwa Burnout dapat mengakibatkan penurunan kinerja, peningkatan absensi, serta dampak negatif terhadap kesehatan mental dan fisik pegawai. Pegawai yang mengalami Burnout cenderung memiliki kinerja yang menurun, yang dapat mengganggu kemampuan mereka untuk berinteraksi dengan debitur secara efektif (Sari et al. , 2. Laily et al. menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Burnout terhadap kinerja pegawai. Temuan berbeda diungkapkan oleh Evy Cornelia Hutasoit . yang menunjukkan adanya pengaruh negatif dan signifikan antara Burnout terhadap kinerja pegawai. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan maksud mengetahui secara lebih mendalam terkait AuPengaruh Work Life Balance dan Burnout Terhadap Kinerja Pegawai Relationship Credit pada PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Medan. RESEARCH METHOD Jenis penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian dasar. Berdasarkan tujuannya, penelitian ini merupakan penelitian asosiatif yang mengaitkan antara dua atau lebih variabel. Pendekatan yang dimanfaatkan pada penelitian ini ialah kuantitatif sebagai metodologi penelitiannya. Menurut Sahir . , metode penelitian kuantitatif merupakan pendekatan yang memanfaatkan alat statistik untuk mengolah data, menghasilkan informasi, dan temuan dalam bentuk angka. Penelitian kuantitatif berfokus pada pencapaian hasil yang bersifat objektif, yang didapatkan melalui distribusi kuesioner, kemudian diuji dengan proses validitas dan reliabilitas. Dalam penelitian kuantitatif, masalah yang diteliti dibagi menjadi beberapa variabel, di mana setiap variabel diberikan simbol yang berbeda sesuai dengan kebutuhan atau fokus masalah yang akan dianalisis oleh peneliti. Populasi dan Sampel . Populasi Populasi ialah seluruh kelompok yang menjadi objek penelitian dalam area dan periode tertentu, berdasarkan karakteristik yang ditetapkan oleh peneliti. Populasi ini akan menjadi sumber data bagi penelitian. (Sekar Nirwan. A Jurnal Nasional Holistic Science Oleh karena itu, peneliti akan memilih target populasi yang relevan dengan tujuan penelitian (Amruddin et al. Pada penelitian ini, populasi mencakup seluruh pegawai Relationship Credit pada PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Medan, di seluruh segmen kredit baik mikro, menengah, maupun korporasi, dengan total sebanyak 71 pegawai. Sampel Sampel adalah bagian dari keseluruhan kuantitas dan atribut suatu populasi. Jika populasinya luas dan peneliti dibatasi oleh sumber daya yang terbatas, maka dapat dipilih sampel representatif untuk diteliti (Abdullah et al. , 2. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel nonprobability sampling dengan jenis sampling jenuh. Sampling jenuh ialah metode pengambilan sampel di mana seluruh anggota populasi yang memenuhi kriteria penelitian dijadikan sampel. Dengan demikian, sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 71 pegawai. RESULTS AND DISCUSSION Pengaruh Work Life Balance terhadap Kinerja Pegawai Relationship Credit PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Medan Berdasarkan hasil penelitian di PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Medan, ditemukan bahwa work life balance memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Analisis menunjukkan nilai t-hitung sebesar 733 dengan tingkat signifikansi 0. 000 (<0. , yang secara statistik membuktikan kontribusi work life balance terhadap peningkatan kinerja. Selain itu, koefisien regresi sebesar 0. 162 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan pada work life balance akan meningkatkan kinerja pegawai sebesar 16,2%. Hasil ini menegaskan pentingnya work life balance dalam mendukung kinerja pegawai di perusahaan tersebut. Hasil ini juga terlihat dari kuesioner yang telah dibagikan. Pada item pernyataan X1_13 dengan pernyataan AuSaya merasa terlibat dalam pekerjaan saya tanpa mengabaikan kehidupan pribadiAy, 9 responden menjawab tidak setuju dan 30 responden menjawab netral. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai masih mengabaikan kehidupan pribadi demi kebutuhan keterlibatan dalam pekerjaan. Pada item pernyataan X1_15 dengan pernyataan AuSaya merasa puas dengan keseimbangan kehidupan yang saya milikiAy, 2 responden menjawab sangat tidak setuju, 8 responden menjawab tidak setuju, dan 21 responden menjawab netral. Dengan pernyataan tersebut diketahui bahwa pegawai masih merasa kurang puas dengan keseimbangan kehidupan yang dimiliki. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan Manajer Relationship Credit di PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Medan, ditemukan bahwa rendahnya keseimbangan waktu menjadi faktor utama menurunnya kinerja pegawai. Hal ini didukung oleh tingginya absensi lembur pegawai yang bekerja di luar jam kerja yang sudah ditetapkan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mujahidin et al. AuThe Influence of Work-Life Balance. Work Stress and Work Environment on Employee Performance in the Regional Financial and Asset Management Agency in Palopo CityAy yang menyatakan bahwa work life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Work life balance dapat memberikan manfaat bagi pegawai, khususnya dalam peningkatan kinerja agar lebih produktif dalam melaksanakan kehidupan pekerjaan maupun pribadi di suatu organisasi (Mujahidin et al. , 2. Oleh karena itu, dengan adanya work life balance yang baik akan berpengaruh terhadap kinerja mereka dalam mencapai hasil yang maksimal. Kemudian, masalah kinerja pegawai yang kurang maksimal dapat dilihat dari hasil kuesioner kinerja. Pada item pernyataan Y_1 AuSaya mampu menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh atasanAy, 1 responden menjawab sangat tidak setuju, 8 responden menjawab tidak setuju, dan 32 responden menjawab netral. Pada item pernyataan Y_2 AuSaya selalu meminta feedback atas pekerjaan yang sudah saya selesaikanAy, sebanyak 14 responden menjawab tidak setuju dan 22 responden menjawab netral. Pada item pernyataan Y_4 AuSaya mampu mencapai target yang ditetapkan perusahaanAy, 1 responden menjawab sangat tidak setuju, 13 responden menjawab tidak setuju, dan 22 responden menjawab netral. Dari hasil penelitian ini terlihat masih banyak pegawai yang belum mampu menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh atasan, serta belum mampu mencapai target yang ditetapkan perusahaan. Hasil observasi dan wawancara dengan Manajer Relationship Credit menunjukkan adanya permasalahan terkait kinerja pegawai dalam efektivitas kerja, yang terlihat dari tidak tercapainya target Banyak pegawai gagal memenuhi target, mencerminkan kualitas kerja yang belum optimal. Hal ini sejalan dengan identifikasi masalah pada variabel kinerja pegawai, di mana kinerja pegawai Relationship Credit belum optimal. Hal tersebut ditandai oleh realisasi kinerja yang tidak mencapai target yang telah Dari hasil penelitian ini, terlihat bahwa work life balance memiliki pengaruh besar terhadap kinerja pegawai, sebagaimana terlihat dari perhitungan kuesioner dan hasil olah data menggunakan SPSS. Oleh karena itu, work life balance menjadi faktor kunci dengan adanya evaluasi rutin terhadap kinerja pegawai sebagai Jurnal Nasional Holistic Science Vol. No. Agustus 2025: 194 Ae 199 Jurnal Nasional Holistic Science A upaya meningkatkan manajemen sumber daya manusia, yang pada gilirannya berdampak positif pada kinerja pegawai Relationship Credit di PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Medan. Pengaruh Burnout terhadap Kinerja Pegawai Relationship Credit PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Medan Berdasarkan hasil penelitian di PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Medan, ditemukan bahwa burnout berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Analisis menunjukkan nilai t-hitung sebesar 2. > t-tabel 1. 99495 dengan tingkat signifikansi 0. 00 < 0. Selain itu, koefisien regresi sebesar 0. menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan pada burnout akan meningkatkan kinerja pegawai sebesar 16,8%. Hasil statistik ini menunjukkan bahwa secara parsial dan signifikan, burnout berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai Relationship Credit. Hasil kuesioner juga mengungkapkan bahwa pada item pernyataan X2_18 AuSaya pernah izin tidak masuk bekerja dikarenakan sakit akibat kecapekan bekerjaAy, sebanyak 8 responden menjawab sangat setuju, 32 responden menjawab setuju, dan 25 responden menjawab netral. Pada item pernyataan X2_20 AuSaya merasa emosional dikarenakan tekanan pekerjaanAy, sebanyak 7 responden menjawab sangat setuju, 34 responden menjawab setuju, dan 21 responden menjawab netral. Pada item pernyataan X2_17 AuSaya merasa sering sakit kepala disaat sedang bekerjaAy, sebanyak 11 responden menjawab sangat setuju, 24 responden menjawab setuju, dan 28 responden menjawab netral. Dari hasil ini, terlihat banyak pegawai mengalami gangguan fisik seperti sakit akibat kecapekan bekerja, sakit kepala, serta gangguan emosional akibat tekanan Hasil observasi dan wawancara dengan Manajer Relationship Credit menunjukkan adanya permasalahan mengenai kesehatan mental dan fisik pegawai. Banyaknya absensi yang fluktuatif dikarenakan sakit menjadi hambatan dalam mengelola situasi kompleks serta memberikan layanan optimal kepada debitur. Hal ini berdampak pada menurunnya kinerja pegawai secara keseluruhan. Temuan ini sejalan dengan identifikasi masalah dalam latar belakang, di mana burnout terutama dalam aspek kesehatan mental dan fisik pegawai terlihat dari absensi Relationship Credit periode 2024. Penelitian ini sejalan dengan temuan Khustina & Laily . dalam penelitian berjudul AuPengaruh Kepemimpinan Transformasional. Kompensasi dan Job Burnout Terhadap Kinerja Karyawan PT. Asia Kemasan CantikAy yang mengemukakan bahwa burnout berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Pengaruh Work Life Balance dan Burnout terhadap Kinerja Pegawai Relationship Credit PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Medan Work life balance dan burnout berpengaruh terhadap kinerja pegawai Relationship Credit. Uji simultan (F) menunjukkan nilai F-hitung 28. 343 > F-tabel 3. 13 dengan signifikansi 0. 000 < 0. Berdasarkan nilai koefisien determinasi Adjusted R-Square sebesar 0. 455, diketahui bahwa 45,5% kinerja pegawai dipengaruhi oleh work life balance dan burnout, sedangkan sisanya 54,5% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Secara parsial, variabel work life balance memberikan pengaruh lebih dominan terhadap kinerja Hal ini terlihat dari nilai t-hitung sebesar 7. 488 dengan signifikansi 0. 000 < 0. 05 serta koefisien 768, yang berarti bahwa setiap peningkatan work life balance akan meningkatkan kinerja pegawai sebesar 76,8%. Data kuesioner mendukung temuan ini, di mana masih terdapat work life balance yang buruk. Hal ini terlihat dari banyak pegawai yang merasa harus mengorbankan kehidupan pribadi demi pekerjaan, serta merasa belum puas dengan keseimbangan yang dimiliki. Sementara itu, burnout juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai t-hitung sebesar 2. 287 dan tingkat signifikansi 0. 000 < 0. Koefisien regresi sebesar 0. 288 menunjukkan bahwa setiap peningkatan pada burnout akan mempengaruhi kinerja pegawai sebesar 28,8%. Namun demikian, hasil kuesioner menunjukkan bahwa masih terdapat persepsi negatif dari sebagian pegawai terkait work life balance. Hal ini memperkuat permasalahan sebelumnya, di mana rendahnya keseimbangan waktu terlihat dari tingginya absensi lembur pegawai di luar jam kerja. Temuan ini mengidentifikasikan bahwa work life balance berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Oleh karena itu, work life balance dan burnout perlu menjadi perhatian dalam strategi pengelolaan sumber daya manusia di perusahaan. Dari hasil penelitian ini secara simultan, work life balance dan burnout memiliki pengaruh positif terhadap kinerja pegawai Relationship Credit. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Marlinda & Halin . , yang mengungkapkan bahwa work life balance dan burnout berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh Work Life Balance dan Burnout terhadap kinerja pegawai Relationship Credit di PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk. Medan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (Sekar Nirwan. A Jurnal Nasional Holistic Science Work Life Balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Nilai signifikansi 000 < 0. 05 menunjukkan bahwa variabel Work Life Balance berpengaruh signifikan terhadap kinerja Semakin tinggi Work Life Balance pegawai maka semakin baik kinerja pegawai dalam menjalankan tugas. Burnout berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Nilai signifikansi 0. 000 < 0. menunjukkan bahwa Burnout memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Pegawai dengan tingkat Burnout yang tinggi sangat memengaruhi kinerja pegawai itu sendiri. Work Life Balance dan Burnout berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Melalui hasil uji F, diketahui bahwa Work Life Balance dan Burnout secara simultan bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Nilai signifikansi sebesar 0. 000 < 0. serta koefisien determinasi (RA) sebesar 0. 455 menunjukkan bahwa 45,5% kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut secara bersama-sama, selebihnya dijelaskan oleh faktor lain. Hal ini menegaskan bahwa peningkatan Work Life Balance dan Burnout yang kuat secara bersamaan dapat mendorong peningkatan kinerja pegawai secara maksimal. REFERENCES