KESANTUNAN SAPAAN PENGANTAR KONSULTASI TUGAS PERKULIAHAN BAHASA INDONESIA SECARA DARING MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG Houtman Universitas Muhammadiyah Palembang houtman03@gmail. How to cite . n APA Styl. : Houtman. Kesantunan Sapaan Pengantar Konsultasi Tugas Perkuliahan Bahasa Indonesia secara Daring Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 14 . , pp. Abstract: Politeness in language is very necessary in communicating. By having polite language besides one's relationship can be better, one's heart will not be hurt by listening to the spoken words. The formulation of the problems in this study are: . What is the expression in the greeting of students to lecturers through the WhatsApp social media? . To what extent does the utterance include positive politeness and negative politeness? This study aims to describe politeness in the use of student greetings to lecturers during lecture assignment guidance interactions. Data collection was carried out through field research using a sociolinguistic approach. The research method used is the observation method and the method of observation using the technique of free listening proficiently, note-taking techniques and recording techniques. Data were analyzed descriptively. The population of this study were all greeting speeches of students in the Faculty of Medicine (FK) Universitas Muhammadiyah Palembang. The sample of this research is a number of utterances which are considered to represent the first semester students in FK. The results showed that there were four forms of use of the principle of politeness. From this study it was found that the average student was good at placing utterances that should be spoken to the lecturer. Besides that, it was also found that sometimes students seemed to be pushy in asking for a response from the lecturer. This is certainly not polite to do especially in an academic environment. In this study, more positive politeness was found. Keywords: politeness, speech acts, social media. WhatssApp Abstrak: Kesantunan berbahasa sangat diperlukan dalam berkomunikasi. Dengan memiliki bahasa yang santun selain hubungan seseorang bisa menjadi lebih baik, hati seseorang tidak akan terluka dengan mendengarkan kata-kata yang diucapkan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: . Bagaimana ungkapan dalam sapaan mahasiswa kepada dosen melalui media sosial WhatsApp? . Sejauh mana tuturan tersebut termasuk kesantunan positif dan Kesantunan Sapaan Pengantar Konsultasi Tugas Perkuliahan Bahasa Indonesia secara Daring Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang kesantunan negatif? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan penggunaan sapaan mahasiswa kepada dosen saat interaksi bimbingan tugas Pengumpulan data dilakukan melalui penelitian lapangan dengan pendekatan sosiolinguistik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi dan metode observasi menggunakan teknik mahir menyimak bebas, teknik mencatat dan teknik merekam. Data dianalisis secara deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh pidato sambutan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Palembang. Sampel penelitian ini adalah sejumlah tuturan yang dianggap mewakili mahasiswa semester pertama di FK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat bentuk penggunaan prinsip Dari penelitian ini ditemukan bahwa rata-rata mahasiswa pandai menempatkan ujaran yang seharusnya diucapkan kepada dosen. Selain itu, ditemukan pula bahwa terkadang mahasiswa terkesan memaksa dalam meminta tanggapan dari dosen. Hal ini tentu tidak sopan untuk dilakukan apalagi di lingkungan akademik. Dalam penelitian ini, kesantunan yang lebih positif Kata kunci: kesantunan, tindak tutur, media sosial. Whatsapp PENDAHULUAN Kata sapaan digunakan untuk menegur sapa orang yang diajak berbicara. Sistem penggunaan kata sapaan dalam suatu bahasa dengan bahasa yang lain tentulah berbeda. Oleh karena itu, penggunaan kata sapaan dalam suatu bahasa dapat mencerminkan sistem interaksi sosial masyarakat penuturnya. Hal ini dapat terjadi karena tiap-tiap budaya memiliki kaidah bahasa dan nilai masyarakat yang Perbedaan ini membawa konsekuen bagi orang yang akan mempelajari dan menggunakannya dalam tindak komunikasi. Hal ini, tentunya juga bisa terjadi pada mahasiswa yang terkadang tidak bisa menempatkan penggunaan bahasa yang diutarakannya ketika berkomunikasi dengan dosen. Ketika seseorang berkomunikasi dengan orang yang memiliki usia lebih tinggi, hendaklah menggunakan tuturan yang santun. Meskipun sebenarnya tujuan yang ingin disampaikan bermaksud baik, namun bila tidak dikemas dengan bahasa yang santun, orang yang usianya lebih tinggi tentu merasa kurang dihargai (Saleh, 2. Prinsip kesantunan menganjurkan agar komunikasi verbal dilakukan dengan sopan, yaitu bijaksana, mudah diterima, rendah hati, cocok dan Fenomena penggunaan bentuk-bentuk sapaan yang berkesantunan dalam interaksi mahasiswa--dosen tentunya beragam. Penulis tertarik untuk menelusuri prinsip kesantunan yang terjadi saat mahasiswa menyapa dosennya secara daring dalam aktivitas pembimbingan tugas perkuliahan. Dalam konteks riset yang berkait hubungan antara dosen dan mahasiswa dalam berkomunikasi seperti ini, pernah dilakukan oleh Budiwati . yang mengungkap bahwa komunikasi tertulis mahasiswa kepada dosen dalam media sosial cenderung berbentuk informal dan terkesan santai dengan tanda-tanda: penggunaan banyak singkatan, istilah informal/santai/alay, morfem terikat santai, dosen yang muda memengaruhi sikap mahasiswa yang cenderung santai bahasanya, mahasiswa cenderung bersikap lebih santai dan kurang sopan saat Houtman LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 53-62 berkomunikasi dengan dosen yang sama program studinya, dibandingkan dengan dosen yang tidak sama prodinya dengan mahasiswa, dan bahasa yang lebih dan paling santun yang digunakan mengandung organisasi yang relatif lengkap, seperti salam pembuka, pengenalan nama, maksud, permohonan maaf, ucapan terimakasih, dan salam penutup. Selain itu, bentuk-bentuk kesantunan berbahasa mahasiswa UAD dalam media sosial adalah Muka Positif dan Muka Negatif. Terinspirasi dari hasil penelitian tersebut, peneliti lanjutkan terhadap mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Dilihat dari lingkup mahasiswa Fakultas Kedokteran, penggunaan bentuk sapaan yang digunakan mahasiswa akan menarik untuk dikaji lebih lanjut, dengan menyimak cara mereka bertutur dalam bahasa tulis, apakah sudah terbentuk kesantunannya dengan baik sesuai dengan komponen-komponen tuturnya atau Pemilihan dan pemilahan kode tuturan yang dapat menghindarkan mereka dari segala permasalahan dalam interaksi mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Diketahui bahwa dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak lepas dari kegiatan komunikasi yang mengharuskan kita untuk menyapa seseorang. Untuk menyapa seseorang, kita menggunakan kata sapaan. Menurut Ayatrohaedi . , kata sapaan adalah memberi teguran dengan maksud bercakap-cakap atau berkenalan melalui tuturan sesuai dengan kontruksi alat bicara, berdasarkan kehendak penyapa. Sapaan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sapaan yang dituangkan dalam bentuk tertulis di media whatsapp yang akan ditelusuri kategori kesantunannya. KAJIAN TEORI Kesantunan adalah kecenderungan untuk mempertahankan keseimbangan nilai antara peserta A dan B. Hal ini terutama jelas dalam kasus terima kasih dan permintaan maaf, dua tindak tutur yang dapat digambarkan sebagai perbaikan. Dalam satu kasus, berterima kasih muncul dari tindakan kebaikan dari pihak lain. Hal yang paling penting dari revisi prinsip kesantunan menurut Leech . 3, 2. adalah perubahan jumlah maksim yang sebelumnya ada enam maksim menjadi sepuluh maksim. Semua maksim yang berjumlah sepuluh ini dinamakan General Strategy of Politeness . isingkat GSP atau Strategi Umum Kesantuna. , dimana dalam rangka bersikap santun. S . diri sendir. hendaklah menyiratkan makna yang menguntungkan bagi O . rang lai. , bukan bagi S. Maksim Kedermawanan (Generosity Maxi. Give a high value to OAos . Maksim Kearifan (Tack Maxi. Give a low value to OAos wants. Maksim Pujian (Approbation Maxi. Give a high value to OAos qualities. Maksim Kerendahan Hati (Modesty Maxi. Give a low value to OAos Kesantunan Sapaan Pengantar Konsultasi Tugas Perkuliahan Bahasa Indonesia secara Daring Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang . Maksim Keniscayaan SEO (Obligation of S to O Maxi. Give a high value to SAos obligation to O. Maksim Keniscayaan OES (Obligation of O to S Maxi. Give a low value to OAos obligation to S. Maksim Kesepakatan (Agreement Maxi. Give a high value to O's . Maksim Opini-Keengganan (Opinion-reticence Maxi. Give a low value to S's opinions. Maksim Simpati (Sympathy Maxi. Give a high value on O's feelings. Maksim Perasaan-Keengganan (Feeling-reticence Maxi. Give a low value to S's feeling. Kesantunan berbahasa selalu diukur dari mitra tutur. Oleh karena itu, demi menjaga kesantunan hendaknya penutur memperlakukan mitra tutur sebagai . Jangan perlakukan mitra tutur sebagai orang yang tunduk kepada penutur. Jangan mengatakan hal-hal yang kurang baik mengenai diri mitra tutur atau orang atau barang yang ada kaitannya dengan mitra tutur. Jangan mengungkapkan rasa senang atas kemalangan mitra tutur. Jangan menyatakan ketidaksetujuan dengan mitra tutur sehingga mitra tutur merasa jatuh harga dirinya . Jangan memuji diri sendiri atau membanggakan nasib baik atau kelebihan diri sendiri. (Pranowo, 2. Selanjutnya. Brown dan Levinson . dikutip oleh Sartini, 2. menggagas teori kesantunan yang lebih komprehensif. Mereka menyatakan bahwa kesantunan berbahasa pada hakikatnya merupakan penyimpangan dari bentuk pertuturan yang rasional dan efisien. Meskipun demikian, mitra tutur dapat memahami alasan bagi ketidakrasionalan dan inefisiensi ujaran penutur. Teori tersebut melandasi pandangan Levinson . tentang konsep AumukaAy . , yang didefinisikan sebagai gambaran diri seorang penutur yang dimiliki dan harus dipedomani oleh setiap individu dewasa yang rasional ketika dia berinteraksi dalam pertuturan. Konsep AumukaAy mencakup dua aspek yang saling berhubungan, yaiu muka positif dan muka negatif. Muka positif adalah keinginan semua penutur agar wajah mereka disenangi lawan bicara. Sedangkan muka negatif merupakan keinginan semua penutur agar tindakan mereka tidak dihambat oleh lawan bicara. Memperjelas uraian tentang pragmatik di atas yang mencakup prinsip kerjasama, prinsip kesantunan dan keinginan peneliti untuk mengkaji tuturan imperatif dalam kategori kelakar, dalam upaya melakukan kajian tindak tutur. Leech . telah merumuskan hierarki dari prinsip pragmatik berikut ini. Houtman LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 53-62 Tabel 1. Hierarki prinsip pragmatik Hierarchy Zero order: 1st order: 2nd order Name of Principle Cooperative Principle Politeness Principle Irony Principle 2nd/3rd order Banter Principle Phenomena it accounts for Basic communicative cooperation Politeness. Impoliteness Conversational irony, sarcasm (Mock politenes. Banter . ock impoliteness/rudeness. Also potentially: mock sarcas. Hierarki prinsip pragmatik di atas menjelaskan bahwa prinsip kooperatif ditempatkan dalam hierarki awal dengan fenomena yang mengiringinya berupa kerjasama komunikasi yang bersifat mendasar. Selanjutnya pada hierarki pertama, prinsip yang masuk pada tingkatan ini adalah prinsip kesantunan dengan fenomena yang berlaku berwujud kesantunan dan ketaksantunan. METODE Data penelitian ini berupa penggalan wacana tutur tulis. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari respons/ ajuan mahasiswa saat konsultasi tugas via whattsApp. Data diperoleh dengan memakai teknik observasi melalui pesan Ae pesan yang masuk lewat media whattsApp penulis dan dari situlah penulis mulai mengambil data yang terkait dengan permasalahan dalam penelitian ini. Di samping itu, teknik catat ikut dipakai sebagai lanjutan dari teknik observasi. Analisis data terdiri dari beberapa tahap yaitu penyortiran data, pengidentifikasian data, dan menjawab permasalahan (Mahsun, 2. Penyortiran data dilakukan untuk memudahkan analisis. Dengan demikian, penyortiran dilakukan untuk menghindari supaya data yang sama tidak teranalisis dua kali. Penyajian hasil analisis data dilakukan dalam bentuk narasi. Penyajian ke dalam bentuk narasi dibagi atas dua jenis yaitu metode formal dan informal (Sudaryanto, 1. Penyajian analisis ini menggunakan metode informal karena penyajian analisis dari penelitian ini hanya dengan memakai kata-kata biasa. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian ditemukan wujud kesantunan berbahasa dalam wacana konsultasi tugas perkuliahan sebagai berikut. Penutur Menyampaikan Salam dan Perkenalan Diri sebagai Bentuk Penghormatan . Assalamualaikum Wr Wb pak. Sebelumnya maaf mengganggu waktunya Perkenalkan nama saya VAP dengan Nim 7. 2 mahasiswa Fakultas Kedokteran, izin memperlihatkan tugas akhir berupa artikel yang sudah saya buat. Terimakasih pak Wassalamualaikum Wr Wb Kesantunan Sapaan Pengantar Konsultasi Tugas Perkuliahan Bahasa Indonesia secara Daring Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang . Assalamualikum wr wb pak Ht. Sebelumnya perkenalkan nama saya C K dengan NIM : 7. 8, izin mengumpulkan tugas bahasa indonesia pak. Maaf telah mengganggu waktunya pak Ht. Terima kasih pak. Wassalamualikum wr wb . Assalammualaikum wr wb pak ht, sebelumnya perkenalkan nama saya AS. Nim: 7. 4, izin mengumpulkan tugas artikel bahasa Indonesia pak, terima kasih. Wassalammualaikum wr wb Baik pak, mohon bimbingannya nya pak, jika ada yang harus diperbaiki. Terima kasih pak Tuturan di atas memuat kesantunan maksim kedermawanan atau maksim kemurahan hati, para peserta tutur diharapkan dapat menghormati orang lain. Penghormatan terhadap orang lain akan terjadi apabila orang dapat mengurangi keuntungan bagi dirinya sendiri dan memaksimalkan keuntungan bagi pihak lain. Memberikan salam ketika membuka kegiatan awal pembimbingan tugas perkuliahan sekaligus memperkenalkan diri, merupakan wujud penghargaan yang terhadap orang lain. Tidak hanya pada kegiatan diskusi, ucapan salam tersebut selalu diucapkan oleh seseorang . kepada orang lain. Di dalam salam tersebut tidak hanya mengandung makna penghormatan kepada orang lain, namun di dalamnya terkandung doa. Ujaran yang disampaikan oleh VAP merupakan bentuk maksim kedermawanan dalam berinteraksi. Selanjutnya tuturan sapaan mahasisa pada data 1 ini juga mengandung Maksim Keniscayaan SEO (Obligation of S to O Maxi. Give a high value to SAs obligation to O. Permintaan maaf untuk beberapa pelanggaran yang dilakukan S terhadap O adalah contoh pernyataan santun yang memberikan apresiasi tinggi terhadap kesalahan S terhadap O. Berikut adalah contoh singkat dengan bentuk minta maaf. AuA. Sebelumnya maaf mengganggu waktunya pak. Ay Selanjutnya tuturan di atas juga mengandung muatan penutur menyarankan suatu tindakan kepada mitra tutur untuk memberikan pendapat dan harapan persetujuan atas tugas yang telah dibuat. Hal ini masuk dalam kategori Maksim Kesepakatan. Di dalam maksim ini, diharapkan para peserta tutur dapat saling membina kecocokan atau kemufakatan di dalam kegiatan bertutur. Apabila terdapat kemufakatan atau kecocokan antara diri penutur dan mitra tutur Hal tersebut dapat dilihat dalam wacana berikut ini. Aizin memperlihatkan tugas akhir berupa artikel yang sudah saya buat. Berdasarkan kutipan percakapan antara mahasiswa dengan dosen di atas menunjukkan adanya maksim kerendahan hati dalam percakapan tersebut. Dalam tuturannya, mahasiswa terlihat berusaha untuk santun terhadap dosennya, baik di awal hingga di akhir percakapan. Houtman LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 53-62 Penutur Menggunakan Kata Sapaan Kesantunan berbahasa dalam wacana konsultasi juga ditandai oleh adanya kata sapaan bapak dan ibu. Hal tersebut dapat dilihat dalam wacana berikut ini. Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh, maaf pak sebelumnya mengganggu waktu dan kegiatannya. Izin mengirimkan tugas artikel Bahasa Indonesia pak, atas nama MFRS, dengan NIM 7. Terima kasih pak atas waktunya, mohon maaf apabila mengganggu kegiatannya. Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh . Assalamu'alaikum Wr Wb. Pak, nama saya PAM. NIM 7. Mohon maaf sebelumnya mengganggu waktu bapak. Putri ingin memperlihatkan tugas akhir yang sudah Putri buat. Terima kasih atas waktunya. Wassalamualaikum Wr Wb. Dalam contoh di atas penutur menggunakan kata sapaan pak/bapak. Hal ini menunjukkan bahwa penutur sangat menghormati mitra tuturnya. Penggunaan kata sapaan merupakan lanjutan dari ungkapan penghormatan setelah pemberian kata salam . aksim kemurahan hat. Penutur Tidak Mengancam Muka Kesantunan berkaitan dengan nosi yaitu muka positif dan muka negatif. Muka positif mengacu pada citra diri orang yang berkeinginan agar apa yang dilakukannya, apa yang dimilikinya diakui orang sebagai sesuatu yang baik, menyenangkan dan patut dihargai. Perhatikan data tuturan berikut ini . Assalamualaikum Pak Ht. Maaf mengganggu pak ini APP dari angkatan 2020 dengan NIM 7. 1, mohon izin pak ingin mengirim perkembangan hasil karya ilmiah yang dibuat dan meminta pendapat bapak terkait tugas karya ilmiah tentang kesehatan tersebut. Terima kasih pak sebelumnya. assalamu'alaikum pak ht maaf pak sebelumnya saya AU nim 7. 9 mahasiswi blok 3 fk ump pak mau izin bertanya pak, untuk tugas pembuatan karya ilmiah berbentuk jurnal pak saya hampir selesai pak, hanya pada bagian pembahasan masih ada yang harus ditambah pak, mohon izin pak mengenai tugas yang saya buat apakah sudah benar pak? terima kasih pak sebelumnya, maaf mengganggu waktunya, wassalamu'alaikum Dalam contoh di atas, penutur mencoba menyampaikan sesuatu dengan harapan mitra tutur berkenan memberikan apresiasi yang positif dan mungkin menyetujui apa yang dilakukan penutur. Penutur juga menjelaskan apa adanya atas apa yang telah dikerjakannya seccara optimal. Kesantunan Sapaan Pengantar Konsultasi Tugas Perkuliahan Bahasa Indonesia secara Daring Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Penutur Menggunakan Permintaan/perintah Halus Kesantunan berbahasa juga ditandai oleh adanya perintah halus kepada lawan tutur. Perintah halus tersebut biasanya ditandai oleh adanya kata meminta, mohon, dan tolong. Hal tersebut dapat dilihat dalam contoh berikut ini. Assalamualaikum pak, saya RAA nim 7. 9 dari fakultas kedokteran universitas muhammadiyah palembang, sebelumnya maaf mengganggu waktunya pak, saya ingin bertanya pak mengenai tugas karya tulis yang bapak berikan pak. Saya sudah menyelesaikan tugas karya tulisnya pak, namun saya masih ragu pak, bolehkah saya meminta pendapat bapak mengenai karya tulis saya? Sebelumnya izin mengirimkan file pak Mohon bimbingannya pak jika ada yang kurang atau salah dalam karya tulis saya. Assalamualaikum pak, izin pak, nama AJR dengan NIM 7. 1 dari kelompok B Bahasa Indonesia izin bertanya pak, apakah boleh judul untuk tugas artikel itu adalah ADetoksifikasi Bagi Tubuh ManusiaA, terima kasih pak sebelumnya, maaf mengganggu waktunya pak. Wassalamualaikum . Assalamualaikum pak Ht. Maaf mengganggu waktunya. Sebelumnya perkenalkan nama saya IH NIM 7. Jurnal nya masih proses pak, tapi saya mau minta pendapat bapak dulu. Dan maaf pak, kalau bisa tolong dikoreksi ya pak, biar saya tahu dimana salahnya. Terimakasih sebelumnya pak, wassalamualaikum wr. Assalamualaikum pak. Izin saya GTF Nim 7. 4 dari kelompok 2 bahasa indonesia pak, izin mengirimkan hasil karya ilmiah saya pak, mohon diperiksa pak bila ada kesalahan akan segera saya perbaiki pak Dalam contoh . kata tolong digunakan untuk memperhalus perintah. Perintah ini ditujukan kepada dosennya. Di samping itu, kesantunan berbahasa dalam contoh tersebut juga ditandai oleh adanya ucapan terima kasih meskipun mitra tutur belum merespon sapaan yang disampaikan penutur. Begitu juga contoh . kata mohon digunakan untuk memperhalus permintaan dalam hal ini penutur mengharapkan penjelasan. SIMPULAN Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa wujud kesantunan berbahasa dalam pengantar konsultasi tugas perkuliahan di FK UM Palembang adalah . penutur menyampaikan salam dan perkenalan diri sebagai bentuk penghormatan, . penutur tidak mengancam muka, . penutur menggunakan kata sapaan, dan . penutur menggunakan permintaan/perintah Halus. Houtman LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. , 53-62 DAFTAR PUSTAKA