AuEKOMABIS: Jurnal Ekonomi Manajemen Bisnis AuDOI: https://doi. org/10. 37366/ekomabis. e-ISSN 2716-0238Ay Volume 5 Issue 02 Ae Jul 2024Ay Dampak Pengelolaan Keuangan dengan Pendekatan Kebebasan Finansial. Teknologi Keuangan. Dan Modal Sosial Terhadap Pendapatan Usaha The Impact of Financial Management with A Focus on Financial Freedom. Financial Technology. And Social Capital on Business Income Submit: 09 May 2024 Review: 06 Jun 2024 Accepted: 18 Jun 2024 Publish: 17 Jul 2024 Yudhanta Sambharakreshna1*). Fariyana Kusumawati2. Anis Wulandari3 Abstrak Penelitian*ini*bertujuan*untuk*mengevaluasi dampak *pengelolaan *keuangan *UMKM dengan pendekatan kebebasan finansial, teknologi keuangan, dan modal sosial terhadap pendapatan/keuntungan. Metode*penelitian*yang*digunakan*adalah*kuantitatif *dengan pengambilan*sampel*yang dilakukan secara convenient dan purposive*sampling. Analisis data melibatkan beberapa tahapan, termasuk analisis deskriptif, uji validitas dan reliabilitas data, *analisis*regresi*linear*berganda, *uji*asumsi*klasik, pengujian*goodness*of fit model regresi, dan*pengujian*hipotesis*penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan dengan pendekatan kebebasan finansial, teknologi keuangan dan modal*sosial*secara*parsial*memiliki*pengaruh*positif*terhadap*pendapatan UMKM. Kata Kunci: kebebasan finansial, teknologi keuangan, modal sosial, pendapatan. Abstract The*purpose*of this*study*is*to*assess*how*financial management strategies for MSME's affect income and profitability*through*the*use*of social capital, financial*technology, and financial independence. The research methodology employed is quantitative, and convenient and purposeful sampling is done. Descriptive analysis, testing for data validity and reliability, testing for multiple linear regression, testing for classical assumptions, testing for the goodness of fit regression model, and testing for research hypotheses are some of the phases involved in data analysis. The*study's*findings*indicate*that social capital, financial*technology, and*financial management with an emphasis on financial freedom all partially contribute to MSME revenue. Keywords: financial freedom, financial technology, social capital, and income. 1 AuJurusan Akuntansi. FEB Universitas Trunojoyo MaduraAy. yudhanta_fe@trunojoyo. 2 AuJurusan Akuntansi. FEB Universitas Trunojoyo MaduraAy. kusumawati@trunojoyo. 3 AuJurusan Akuntansi. FEB Universitas Trunojoyo MaduraAy. wulandari@trunojoyo. *) Correspondence AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 175 AuDampak Pengelolaan Keuangan dengan Pendekatan Kebebasan FinansialAAy Pendahuluan UMKM memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pemerintah mendukung dan memperkuat sektor UMKM serta berusaha keras untuk mengembangkan serta meningkatkan UMKM guna melaksanakan program pengentasan kemiskinan dengan efektif. Kehadiran UMKM juga mampu menciptakan lapangan kerja yang signifikan dalam distribusi ekonomi bagi masyarakat yang kurang mampu dan meratakan peluang kerja baik di daerah pedesaan maupun perkotaan (Muttaqin et al. , 2020. Mistriani & Ghumro, 2. Berdasarkan data, sekitar 60% produk domestik bruto (PDB) disumbangkan oleh UMKM dan sekitar 97% angkatan kerja bekerja di sektor UMKM (Yarlina & Hunda, 2. Jumlah pelaku UMKM di wilayah Madura sangat tinggi dan kehadiran UMKM tersebut memberikan dampak positif bagi perekonomian Madura. Berikut jumlah UMKM dan tenaga kerja yang terserap di masing-masing kabupaten. UMKM di Kabupaten Bangkalan berjumlah 166. 768 orang dan menyerap 210. 003 tenaga kerja. UMKM di Kabupaten Sampang berjumlah 195. 215 orang dan mempekerjakan 264. 569 orang. UMKM di Kabupaten Pamekasan berjumlah 195. 554 orang dan mempekerjakan 257. Terdapat 269. 005 UMKM di Kabupaten Sumenep dan menampung 486. Namun UMKM di Madura juga menghadapi berbagai kendala yang menghambat perkembangan dan keberlanjutannya (Haliza & Sifa, 2. Sejak pandemi virus corona (COVID-. menyebar di negara-negara maju maupun berkembang, telah terjadi perubahan perilaku individu atau manusia dalam kehidupan sosial mereka(Yarlina & Hunda, 2021. Zulfikar, 2. Perubahan tersebut signifikan terjadi pada aspek sosial dan ekonomi(Meutia. Ismail. , & Ummi, 2018. Rosita, 2020. Leonandri & Fitriana, 2. Kerugian sebesar Rp 517,5 trilliun jika hal tersebut tidak dapat ditangani sesegera mungkin dapat mengakibatkan kontraksi hingga -2,07% pada pertumbuhan ekonomi Indonesia (Laga & Jamu, 2018. Hadiwardoyo, 2020. Yarlina & Hunda, 2. Manajemen keuangan merupakan aspek krusial dalam memastikan kesehatan suatu perusahaan secara menyeluruh. Namun, disayangkan bahwa banyak*usaha mikro, keuangan*pribadi dengan*keuangan*usaha. Kondisi keuangan ini memerlukan perhatian lebih, karena kurangnya disiplin dan pemahaman dalam mengelola keuangan bisa mengakibatkan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pendanaan di masa depan. Faktanya, sekitar 40% UMKM mengalami kebangkrutan, dan faktor yang menjadi penyebabnya adalah sedikitnya pemahaman tentang manajemen/pengelolaan usaha (Ariesta, 2. Dalam menghadapi situasi seperti itu. UMKM perlu merancang strategi untuk tetap bertahan dan mengembangkan bisnis mereka. Salah satu aspek utama yang berdampak besar bagi pelaku UMKM adalah menurunnya penjualan yang dapat membahayakan posisi keuangan UMKM. Beberapa strategi yang dapat dipertimbangkan oleh UMKM meliputi: diversifikasi produk atau layanan, migrasi ke online, pemangkasan biaya, kemitraan dan kolaborasi, pengelolaan keuangan yang lebih baik, pengembangan pelanggan setia, eksplorasi pendanaan tambahan, rekayasa produk atau layanan, pemasaran kreatif, edukasi dan pelatihan. Strategi ini dapat membantu UMKM untuk mengatasi tantangan dan krisis yang dihadapi selama pandemi dan memungkinkan mereka untuk tetap bertahan dan tumbuh di pasar yang berubah-ubah. 176 | P a g e Au E K O M A B I S : J u r n a l E k o n o m i M a n a j e m e n B i s n i s Ay AuYudhanta Sambharakreshna. Fariyana Kusumawati. Anis WulandariAy Berdasarkan temuan berbagai lembaga seperti BPS (Badan Pusat Statisti. Bapenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasiona. , dan Bank Dunia, wabah yang terjadi saat ini telah menyebabkan sebagian besar UMKM kesulitan membayar cicilan pinjaman, oprrasonal, dan bahkan tagihan listrik. Bahkan untuk pembayaran gaji karyawan pun terbukti menghadapi kesulitan. Beberapa UMKM terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk mengatasi tekanan finansial yang mereka hadapi. Situasi ini mencerminkan betapa parahnya dampak pandemi COVID-19 terhadap sektor UMKM masing-masing negara(Bahtiar, 2. Banyak*usaha*kecil*dan*menengah*yang*tidak*dapat berkembang dengan baik dan hanya melakukan usaha kecil-kecilan. Beberapa kelemahan yang menyebabkan UMKM tidak dapat berkembang antara lain: . rendahnya pengetahuan tentang pengelolaan . kesulitan dalam menerapkan akuntansi. rendahnya kesadaran akan pentingnya akuntansi. kurangnya modal kerja. keterbatasan teknologi informasi yang kuasai, . kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas, dan . teknik/strategi pemasaran yang kurang. Kesehatan keuangan UMKM dapat dilihat dari peningkatan kinerja keuangan. Suatu UMKM dikatakan sehat secara finansial jika manajemennya mampu mengelola keuangannya dengan merencanakan dan melaksanakan analisis yang tepat sesuai dengan tujuan UMKM tersebut (Saskia & Yulhendri, 2020. Afaf & Yendrawati, 2. Alasan mengapa pengusaha gagal mencapai kesehatan finansial antara lain pengeluaran yang lebih tinggi dari pendapatan, utang yang bersifat konsumtif tidak terkelola, ketidakmampuan menyimpan dana darurat atau dana tabungan, dan kurangnya perencanaan keuangan. Hasil penelitian terkait pengelolaan keuangan UMKM menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan dapat memengaruhi cara individu memahami situasi keuangan mereka, serta berperan untuk mengambil keputusan yang strategis terkait keuangan dan pengelolaan usaha. Pelaku usaha yang memiliki kemampuan literasi keuangan*yang*baik, mereka dapat mengambil*keputusan*keuangan yang lebih tepat guna mengelola keuangan bisnis mereka, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada kesuksesan dan keberlanjutan UMKM tersebut (Anggraeni, 2015. Rumbianingrum & Wijayangka, 2018. Saputra et al. , 2018. Humaira & Sagara, 2018. Widya Sari et al. , 2019. Pusporini, 2020. Rosita, 2020. Saskia & Yulhendri, 2. Pemahaman*literasi*keuangan oleh pelaku*usaha memberikan kemampuan untuk mengelola keuangan dengan baik. Manajemen keuangan merupakan aspek krusial yang dapat mempengaruhi kesuksesan sebuah usaha. Hal ini mencakup berbagai faktor seperti perencanaan keuangan, pencatatan transaksi, pelaporan keuangan, dan pengendalian anggaran. Manajemen keuangan yang kurang teliti bisa membuat pengusaha tidak dapat mengambil langkahlangkah preventif untuk mengantisipasi penyimpangan yang mungkin terjadi dalam operasional bisnis mereka (Hongyun et al. , 2. Manajemen keuangan berperan secara positif dan penting dalam*meningkatkan*kinerja*Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (Rumain & Mardani, 2. Sebaliknya, penelitian*yang dilakukan*oleh Ardiyani et , . membuktikan bahwa pengelolaan keuangan tidak memiliki dampak signifikan terhadap kinerja UKM. Ada hasil yang berbeda dalam studi tentang bagaimana pengelolaan keuangan memengaruhiAykinerja UMKM. AyPenelitian"yang dilakukanAyolehAyRumain & Mardani . menyimpulkan bahwa pengelolaan keuangan secara positif dan signifikan meningkatkan kinerja UMKM. Namun, penelitian yang dilakukan oleh Ardiyani et al. menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan tidak berdampak pada kinerja UKM. AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 177 AuDampak Pengelolaan Keuangan dengan Pendekatan Kebebasan FinansialAAy Perbedaan hasil ini menunjukkan adanya gap penelitian yang memerlukan kajian lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mungkin menyebabkan ketidakkonsistenan tersebut, serta kondisi atau konteks spesifik yang mempengaruhi hubungan antara pengelolaan keuangan dan kinerja UMKM. Untuk mengatasi gap penelitian ini, pendekatan financial freedom dapat diterapkan. Financial freedom, atau kebebasan finansial, adalah saat seseorang atau sebuah organisasi memiliki sumber daya keuangan yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan mereka tanpa bergantung pada pendapatan dari satu sumber tertentu. Dalam konteks UMKM, pengelolaan keuangan yang efektif tidak hanya berfokus pada pencatatan dan pengelolaan arus kas, tetapi juga pada pencapaian kebebasan finansial. Dengan demikian, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana pengelolaan keuangan yang berorientasi pada kebebasan finansial dapat mempengaruhi kinerja UMKM. Pendekatan ini mencakup strategi diversifikasi pendapatan, investasi, dan pengelolaan utang yang lebih baik, yang mungkin memberikan wawasan baru tentang bagaimana pengelolaan keuangan dapat meningkatkan kinerja UMKM secara konsisten di berbagai kondisi dan konteks. Variabel manajemen keuangan dalam studi ini menggunakan pendekatan financial freedom yang merupakan inovasi baru dibandingkan dengan penelitian sebelumnya. Hasil studi yang dilakukan oleh Sambharakreshna et al. , . , menunjukkan bahwa UMKM secara tidak langsung telah menerapkan prinsip financial freedom dalam manajemen keuangan operasional mereka. Financial Freedom atau kebebasan keuangan merupakan suatu kondisi untuk memperoleh kebebasan dalam urusan keuangan, yang memberikan arti bahwa seseorang dapat menuntukan pilihannya dalam megelola keuangan sesuai dengan harapan dan tujuan hidupnya. Financial freedom adalah kondisi di mana individu tidak lagi merasa khawatir atau cemas mengenai kekurangan finansial dan memiliki kebebasan untuk mengelola kekuatan finansialnya tanpa perlu meningkatkan usaha lebih keras (Afaf & Yendrawati, 2. Di era revolusi industri 4. 0, pengadopsian teknologi informasi sangat mendukung pertumbuhan berkelanjutan bagi UMKM. Dalam konteks keuangan, penerapan teknologi keuangan sangatlah memiliki peran penting untuk meningkatkan pelayanan di bidang keuangan. Perkembangan teknologi keuangan menciptakan inovasi baru yang dapat dimanfaatkan pada berbagai aspek layanan keuangan seperti sistem pembayaran pinjaman, fasilitas kredit, alat simpanan, dan lain-lain (Safitri, 2. Hal tersebut menunjukkan bahwa teknologi yang diaplikasikan di bidang keuangan memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM, dan adanya perkembangan teknologi keuangan dengan aplikasi yang mudah diakses pelaku usaha, mereka disediakan kemudahan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam mendukung kegiatan usaha (Hamidah et al. , 2. Salah satu faktor penting dalam kelangsungan usaha UMKM adalah ketersediaan modal Modal sosial diperoleh melalui kerjasama, membangun kepercayaan, dan memperluas jaringan sosial, sehingga modal sosial diartikan sebagai hubungan dengan teman, rekan kerja, dan secara umum, jaringan sosial yang membuka peluang untuk memanfaatkan modal ekonomi dan sumber daya manusia (Burt, 2. Modal sosial juga dapat dianggap sebagai penghubung yang memfasilitasi pembentukan norma dan kepercayaan dalam struktur jaringan tersebut (Eklinder-Frick et al. , 2. Peran modal sosial dalam meningkatkan kinerja UMKM sangat penting dan memiliki dampak positif 178 | P a g e Au E K O M A B I S : J u r n a l E k o n o m i M a n a j e m e n B i s n i s Ay AuYudhanta Sambharakreshna. Fariyana Kusumawati. Anis WulandariAy yang signifikan, di mana semakin tinggi modal sosialnya akan menyebabkan peningkatan kinerja (Yarlina & Hunda, 2. Penelitian mengenai peran modal sosial dalam meningkatkan kinerja UMKM ada yang menunjukkan hasil yang berbeda dari penelitian Yarlina & Hunda . Mahar & Ghumro . menemukan bahwa aspek tertentu*dari*modal*sosial, seperti relasi atau jaringan, tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja UMKM. Mereka menjelaskan bahwa tidak semua relasi atau jaringan bisnis yang dalam modal sosial menyediakan layanan yang cukup bagi pengusaha untuk mengakses sumber daya yang relevan. Perbedaan temuan ini menunjukkan adanya gap penelitian yang memerlukan kajian lebih lanjut untuk memahami kondisi atau faktor spesifik yang mempengaruhi efektivitas berbagai dimensi modal sosial terhadap kinerja UMKM. Metodologi Pengembangan Model Manajemen keuangan adalah faktor krusial yang dapat mempengaruhi kinerja sebuah Ketika manajemen keuangan tidak tepat atau kurang memadai, hal ini dapat menghambat kemampuan perusahaan untuk mengambil tindakan proaktif dan preventif terhadap penipuan atau penyimpangan yang mungkin terjadi dalam operasional bisnis (Hongyun et al. , 2. Manajemen keuangan juga*memiliki*dampak positif*dan penting terhadap kinerja Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). Ini berarti bahwa cara UMKM mengelola dan mengatur keuangannya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap seberapa baik mereka beroperasi dan berhasil dalam bisnis mereka (Rumain & Mardani, 2. Pengelolaan keuangan dapat dilakukan dengan pendekatan kebebasan finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM yang telah menerapkan financial freedom dalam mengelola keuangan dan usaha, mereka dapat pendapatan usaha sesuai harapannya (Sambharakreshna et al. , 2. Financial freedom juga memiliki peran yang penting dalam memungkinkan seseorang untuk menghasilkan pendapatan yang signifikan dari investasi, karena hal itu memberikan keleluasaan dan keamanan finansial yang diperlukan untuk mengambil risiko dan melihat hasil jangka panjang dari investasi (Lestari Putri, 2023. Lisnawati, 2. Kelangsungan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di era Revolusi Industri 4. didukung oleh penerapan teknologi informasi. Di sektor keuangan, terdapat teknologi keuangan yang mendukung berbagai*layanan*keuangan. Inovasi*yang*dapat dimanfaatkan*dari*kemajuan*teknologi keuangan dalam industri jasa keuangan mencakup beragam opsi pembayaran, fasilitas kredit, produk tabungan, dan lainnya. (Safitri, 2. Studi yang dilakukan oleh Mulyani & Soenhardji, . dan Hertadiani & Lestari, . menyatakan bahwa teknologi*keuangan*memberikan*dampak*positif dan penting terhadap kinerja Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM), yang menandakan pentingnya peran financial technology dalam mendukung UMKM. Teknologi finansial dinilai lebih efektif dan efisien, aplikasinya juga mudah didapat sehingga memudahkan dalam menunjang aktivitas bisnis. Financial technology memiliki dampak positif dan signifikan terhadap kinerja Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM), dimana peran fintech sangtlah penting dalam mendukung pertumbuhan dan efisiensi bisnis UMKM (Haliza & Sifa, 2. Teknologi informasi membantu pemilik bisnis menyelesaikan tugas sesuai dengan tujuan mereka dan AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 179 AuDampak Pengelolaan Keuangan dengan Pendekatan Kebebasan FinansialAAy meningkatkan efisiensi serta produktivitas bisnis. Hal ini konsisten dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa teknologi informasi memiliki dampak positif yang signifikan terhadap pencapaian kinerja yang lebih baik (Infithor & Kornitasari, 2. Keberlanjutan usaha UMKM juga didukung oleh keberadaan modal sosial. Modal sosial merupakan hasil dari kolaborasi, pembangunan kepercayaan, dan pembentukan jaringan sosial. Konsep modal sosial sebagai sebuah perjanjian informal yang terjadi antara individu dalam lingkungan sosial tertentu dan mencakup hubungan antara teman, rekan kerja, atau orang lain yang memberikan akses terhadap sumber daya ekonomi dan manusia (Burt, 2. Modal sosial memainkan peran sebagai penghubung yang membentuk norma dan membangun kepercayaan di dalam struktur jaringan. (Eklinder-Frick et al. , 2. Modal sosial memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja UMKM (Yarlina & Hunda, 2. Modal sosial memiliki peran penting dan berpengaruh pada kinerja usaha yang dilakukan oleh pengusaha wanita (Nasib et , 2. Dalam konteks UMKM (Usaha Mikro. Kecil, dan Menenga. , modal sosial memainkan peran penting dalam mendorong kinerja usaha. Hubungan baik dengan pelanggan, pemasok, dan mitra bisnis dapat membuka akses ke sumber daya, informasi, dan peluang baru yang tidak selalu tersedia melalui saluran formal (Yarlina & Hunda. H1. : Financial freedom secara signifikan mempengaruhi pendapatan UMKM H2. : Teknologi keuangan secara signifikan mempengaruhi pendapatan UMKM H3. : Modal Sosial secara signifikan mempengaruhi pendapatan UMKM Gambar 1. Model Penelitian Pengumpulan Data Populasi penelitian terdiri dari pelaku UMKM di wilayah Madura, untuk sampel penelitian terdiri dari pelaku UMKM sektor wisata di Madura. Pengumpulan sampel menggunakan teknik convenient sampling. Kuisioner dididtribusikan kepada pelaku UMKM sebagai sumber data primer. Jumlah sampel yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 54 responden. Responden dikelompokkan menurut gender, lama usaha, jenis usaha dan omzet usaha dengan tujuan untuk melakukan deskripsi profil dari Dalam penelitian tersebut, skala interval respon dengan metode skala Likert dipakai untuk mengkategorikan respon responden. Kemudian, jawaban-jawaban dari responden tersebut diuraikan dan diukur dengan menggunakan mean . ata-rat. , standar deviasi, varians, nilai maksimum, dan minimum untuk memberikan gambaran mengenai variabel penelitian dan karakteristik responden. 180 | P a g e Au E K O M A B I S : J u r n a l E k o n o m i M a n a j e m e n B i s n i s Ay AuYudhanta Sambharakreshna. Fariyana Kusumawati. Anis WulandariAy Metode Analisis Kuisioner penelitian harus memenuhi keabsahan yang memadai dengan melakukan pengujian validitas data. Keabsahan kuesioner mencerminkan sejauh mana pertanyaan di dalamnya mampu mencerminkan konsep atau variabel yang sebenarnya ingin Proses pengujian ini umumnya melibatkan perbandingan nilai signifikansi . ua ara. dengan ambang batas probabilitas 0,05 . %), serta nilai korelasi Pearson. (Notoatmojo, 2. Kriteria dalam uji validitas ini adalah sebagai berikut: . Jika nilai signifikansi kurang dari 5% . dan nilai korelasi Pearson positif, maka setiap pertanyaan dalam kuesioner dianggap valid. Jika nilai signifikansi kurang dari 5% . dan nilai korelasi Pearson negatif, maka masing-masing pertanyaan dalam kuesioner dianggap tidak valid. Jika nilai signifikansi lebih dari 5% . , maka tiaptiap pertanyaan dalam kuesioner tidak dianggap valid. (Notoatmojo, 2. Uji reliabilitas dilakukan untuk mengevaluasi tingkat konsistensi atau keandalan suatu alat penelitian dalam mengukur variabel atau konstruk yang sama. Salah satu teknik statistik yang sering digunakan dalam uji reliabilitas adalah koefisien alpha Cronbach. Secara umum, jika nilai koefisien alpha Cronbach dari alat penelitian melebihi 0,6, maka alat tersebut dianggap memiliki reliabilitas yang memadai. (Notoatmojo, 2. Ini menunjukkan bahwa variabel tersebut dapat diandalkan untuk mengukur konsep atau konstruk yang sama dengan konsistensi yang tinggi. Dengan demikian, uji reliabilitas memberikan indikasi tentang seberapa baik instrumen penelitian dapat memberikan hasil yang konsisten dan dapat dipercaya dalam mengukur variabel yang diteliti. Pendekatan statistik yang digunakan dalam penelitian ini yakni regresi linear berganda yang betujuan untuk menjelaskan variabel terikat/dependen (Y) dengan lebih dari satu variabel bebas/independen (X), dengan asumsi bahwa hubungan antara variabelvariabel tersebut adalah linier. Dengan pendekatan tersebut, penelitian akan dapat mengevaluasi pengaruh variabel-variabel bebas secara parsial dan bersamaan terhadap variabel terikat, serta mengidentifikasi kontribusi relatif masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Hal itu memungkinkan peneliti dapat memahami bagaimana variabel-variabel independen secara parsial dan bersama-sama mempengaruhi variabel terikat/dependen dalam suatu model linier. Persamaan regresi yang digunakan untuk analisis ini adalah: Y = 1 X1 2 X2 3 X3 a . Dimana: merupakan konstanta, adalah koefisien regresi, e adalah error estimated. Y merupakan variabel pendapatan dan X1 sampai X3 secara berturut merupakan variabel financial freedom, teknologi keuangan dan modal sosial. Analisis asumsi klasik dalam studi ini mencakup uji normalitas, multikolinieritas, dan Normalitas data dikonfirmasi dengan memeriksa perbedaan dan Jika nilai signifikansi lebih dari 5%, model dianggap normal. Uji normalitas umumnya menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Pengujian multikolinieritas dilakukan untuk menilai korelasi antara variabel independen. Model regresi dianggap memuaskan jika tidak ada korelasi antara variabel independen. Pengujian multikolinieritas melibatkan pemeriksaan toleransi dan Variance Inflation Factor (VIF). Multikolinieritas terjadi jika toleransi > 0,10 atau VIF < 10. Uji Glejser juga digunakan untuk mendeteksi heteroskedastisitas. Dengan demikian, analisis asumsi klasik ini memastikan keandalan dan validitas*hasil*dari*analisis regresi linier*berganda*yang*dilakukan*dalam*studi ini. AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 181 AuDampak Pengelolaan Keuangan dengan Pendekatan Kebebasan FinansialAAy Untuk menilai sejauh mana model dapat menjelaskan variasi dari variabel terikat ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi yang digunakan dalam penelitian. Nilai adjusted R2 bisa saja negatif, tergantung pada variabel independen dalam model Semakin kecil nilai dari kesalahan standar menandakan bahwa prediksi dari model regresi lebih akurat. Uji-t dipakai untuk menguji hipotesis mengenai signifikansi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikansi kurang dari 0,05 . %), maka hipotesis tersebut diterima. Hasil Deskripsi. Profil Responden. (UMKM) Jumlah responden penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini sebanyak 54 Responden tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan gender pelaku usaha, lama usaha, jenis usaha dan omzet usaha. Adapun kelompok responden tersebut dapat dilihat pada tabel 1 . Tabel 1. Responden Penelitian Kelompok Keterangan Laki-laki Perempuan Total Batik Makanan Jenis Usaha Kerajinan (Soveni. Pertokoan Total Tahun. 6-10 Tahun. Lama Usaha 11-15 Tahun. Lebih dari 15 Tahun. Total <5. 000 Ae 10. Omzet (R. 000 Ae 15. 000 Ae 20. > 20. Total Sumber: Data hasil kuesioner yang diolah, 2023 Gender Jumlah Prosentase Dari total 54 pelaku usaha UMKM . , sebanyak 54% dikelola dan dimiliki oleh gender laki-laki, sedangkan 46% dikelola dan dimiliki oleh gender perempuan. Angkaangka ini mencerminkan perbandingan relatif antara pemilik dan pengelola UMKM berdasarkan jenis kelamin. Berdasarkan data tersebut, peneliti dapat menyimpulkan bahwa dalam kelompok UMKM yang diteliti, mayoritas pelaku usaha adalah laki-laki, sedangkan perempuan juga memiliki peran yang signifikan dalam kepemilikan dan pengelolaan UMKM. Data ini dapat digunakan untuk menganalisis peran gender dalam sektor UMKM dan juga sebagai dasar untuk mengembangkan kebijakan yang lebih 182 | P a g e Au E K O M A B I S : J u r n a l E k o n o m i M a n a j e m e n B i s n i s Ay AuYudhanta Sambharakreshna. Fariyana Kusumawati. Anis WulandariAy inklusif dan berkeadilan dalam mendukung perkembangan UMKM yang beragam. Komposisi dilihat dari gender tercermin pada tabel 1 berikut: Jenis usaha UMKM sektor wisata terdiri dari usaha batik, makanan, kerajinan dan Sebanyak 72% dari usaha UMKM dalam sektor wisata yang diteliti adalah usaha batik. Ini mengindikasikan bahwa sebagian besar pelaku usaha UMKM terlibat dalam produksi atau penjualan produk batik. Sebanyak 13% dari usaha UMKM dalam sektor wisata berfokus pada bidang makanan. Ini bisa mencakup restoran, kafe, kedai makanan, atau usaha lain yang terkait dengan penyediaan makanan dan minuman kepada wisatawan atau pelanggan lokal. Hanya 4% dari usaha UMKM dalam sektor wisata ini bergerak di bidang kerajinan. Ini mungkin mencakup pembuatan dan penjualan kerajinan tangan, dekorasi, atau produk-produk seni lainnya yang dapat menarik minat wisatawan. Sebanyak 11% dari usaha UMKM dalam sektor wisata adalah toko-toko. Kategori ini mungkin mencakup toko suvenir, toko pakaian, toko aksesoris, dan berbagai jenis toko lain yang menyediakan barang-barang yang diminati oleh Data survey ini dapat memberikan wawasan yang berharga tentang diversifikasi jenis usaha UMKM dalam sektor wisata, serta seberapa besar peran setiap jenis usaha dalam ekosistem pariwisata. Analisis lebih lanjut tentang jenis usaha ini dapat membantu dalam mengembangkan strategi pengembangan sektor wisata dan pemberdayaan UMKM. Ditinjau dari lama usaha UMKM, sebanyak 13% dari mereka memiliki usaha yang beroperasi selama 1 hingga 5 tahun. Ini mengindikasikan bahwa sebagian kecil dari UMKM baru saja dimulai atau masih dalam tahap awal pengembangan. Sebanyak 24% dari UMKM, usahanya telah berjalan selama 6 sampai 10 tahun. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM dalam kelompok tersebut telah melewati tahap awal dan mungkin sudah memiliki pengalaman yang lebih matang dalam mengelola usaha Data survey juga menunjukkan bahwa sebanyak 35% dari UMKM telah beroperasi selama 11 hingga 15 tahun. Ini adalah persentase tertinggi, yang mengindikasikan bahwa sebagian besar UMKM dalam kelompok tersebut telah menjadi bagian dari pasar atau industri selama lebih dari satu dekade. Sebanyak 28% dari UMKM yang beroperasi lebih dari 15 tahun. Kelompok ini menunjukkan bahwa hampir sepertiga dari UMKM telah berdiri dan beroperasi selama periode yang sangat panjang, dan mereka mungkin memiliki stabilitas dan pengalaman yang tinggi dalam industri Data ini dapat digunakan untuk menggambarkan profil lama usaha UMKM dalam kelompok tersebut. Informasi ini bisa bermanfaat untuk berbagai tujuan, termasuk perencanaan strategi bisnis, analisis risiko, dan pengembangan kebijakan yang sesuai untuk mendukung perkembangan berkelanjutan UMKM dalam berbagai tahapan usaha. Omzet usaha Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam sektor wisata terbagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan besaran omzet yang diperoleh, yakni kelompok omzet dibawah 5 juta, 5-10 juta, 10-15 juta, 15-20 juta dan kelompok diatas 20 Sebanyak 44% dari UMKM dalam sektor wisata memiliki omzet yang kurang dari 5 juta. Ini mengindikasikan bahwa sebagian besar UMKM dalam penelitian ini menghasilkan omzet yang relatif kecil. Sebanyak 26% dari UMKM dalam sektor wisata menghasilkan omzet antara 5 hingga 10 juta. Ini menunjukkan bahwa sebagian kecil UMKM memiliki omzet yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok Sebanyak 11% dari UMKM dalam sektor wisata memiliki omzet dalam kisaran 10 hingga 15 juta. Ini adalah kelompok yang lebih kecil, tetapi memiliki omzet yang lebih AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 183 AuDampak Pengelolaan Keuangan dengan Pendekatan Kebebasan FinansialAAy tinggi dibandingkan dengan dua kelompok sebelumnya. Sebanyak 7% dari UMKM dalam sektor wisata menghasilkan omzet antara 15 hingga 20 juta. Kelompok ini lebih kecil lagi, tetapi memiliki omzet yang lebih besar dibandingkan dengan kelompok Sebanyak 11% dari UMKM dalam sektor wisata memiliki omzet lebih dari 20 juta. Ini adalah kelompok yang memiliki omzet tertinggi di antara semua kelompok yang disebutkan. Data ini memberikan gambaran tentang sebaran omzet yang beragam dalam sektor wisata UMKM dalam penelitian ini. Analisis lebih lanjut membantu memahami faktor apa saja yang memengaruhi omzet UMKM dan merencanakan strategi pengembangan bisnis yang sesuai dengan masing-masing kelompok omzet. Analisis Analisis. Deskriptif. Nilai rata-rata . untuk variabel pendapatan sebesar 4,306 pada skala 1-5 mengindikasikan bahwa dalam skala ini, responden secara umum memberikan penilaian yang tinggi terkait dengan variabel pendapatan UMKM. Lebih spesifik, ratarata mendekati nilai tertinggi di skala . aitu, . , yang bisa menunjukkan bahwa mayoritas responden melaporkan pendapatan yang relatif tinggi. Dengan nilai rata-rata yang tinggi, ini bisa diartikan sebagai tingkat kepuasan yang tinggi dari responden terhadap perolehan pendapatan UMKM dalam penelitian ini. Ini juga bisa mengindikasikan bahwa UMKM dalam sampel memiliki kinerja yang kuat dalam hal Nilai rata-rata ini dapat menjadi dasar untuk membuat kesimpulan awal dalam analisis data. Tabel 2. Statistik. Deskriptif. Pendapatan UMKM Financial Freedom Teknologi Keuangan Modal Sosial Sumber: Pengolahan Data, 2023 Mean. Std. Deviation. 4,305556 4,378307 4,362963 4,396825 ,3557700 ,2938955 ,3535781 ,2906139 Nilai rata-rata 4,378 pada skala 1-5 untuk variabel financial freedom yang diperoleh dari hasil jawaban kuisioner secara keseluruhan, tingkat kebebasan finansial memperoleh penilaian yang sangat tinggi. Nilai rata-rata yang mendekati nilai tertinggi . menandakan bahwa mayoritas responden merasa sangat puas atau memiliki tingkat kebebasan finansial yang sangat tinggi. Nilai rata-rata yang tinggi juga bisa menunjukkan bahwa responden merasa memiliki kontrol yang kuat atas keuangan mereka, memiliki cadangan dana yang cukup, atau merasa aman secara finansial. Hasil ini dapat menjadi dasar untuk membuat kesimpulan awal tentang kebebasan finansial Nilai rata-rata 4,361 pada skala 1-5 untuk variabel teknologi keuangan yang diperoleh dari hasil jawaban kuisioner yakni penggunaan teknologi dalam konteks keuangan mendapat penilaian yang sangat tinggi. Nilai rata-rata yang mendekati nilai tertinggi . mengindikasikan bahwa mayoritas responden sangat aktif atau positif terhadap penggunaan teknologi dalam aspek-aspek keuangan. Nilai rata-rata yang tinggi juga bisa menunjukkan bahwa responden merasa bahwa penggunaan teknologi 184 | P a g e Au E K O M A B I S : J u r n a l E k o n o m i M a n a j e m e n B i s n i s Ay AuYudhanta Sambharakreshna. Fariyana Kusumawati. Anis WulandariAy dalam hal keuangan mereka efektif, efisien, dan bermanfaat. Hasil ini dapat menjadi dasar untuk membuat kesimpulan awal tentang penggunaan teknologi keuangan Jika penggunaan teknologi keuangan dianggap sangat tinggi dalam konteks penelitian atau bisnis, mungkin tidak diperlukan tindakan perbaikan besar. Nilai rata-rata 4,397 pada skala 1-5 untuk variabel Aumodal sosialAy yang diperoleh dari hasil jawaban kuisioner menunjukkan penilaian yang sangat tinggi dalam konteks penelitian atau pengukuran yang dilakukan. Nilai rata-rata yang mendekati nilai tertinggi . mengindikasikan bahwa mayoritas responden merasa bahwa modal sosial dalam konteks penelitian ini sangat kuat dan penting. Nilai rata-rata yang tinggi juga bisa menunjukkan bahwa responden menganggap modal sosial . ubungan sosial, jaringan, kepercayaan, dll. ) memiliki peran yang sangat penting dalam konteks yang Hasil ini dapat menjadi dasar untuk membuat kesimpulan awal tentang modal sosial dalam konteks penelitian atau pengukuran yang dilakukan. Jika pendapatan UMKM, finansial freedom, teknologi keuangan dan modal sosial dianggap tinggi dalam konteks penelitian atau bisnis, mungkin tidak diperlukan tindakan perbaikan besar. Namun, jika ada potensi untuk perbaikan, hasil ini dapat dijadikan dasar untuk melakukan rencana strategi pengembangan kedepannya. Uji. Kualitas. Data. Hasil uji validitas data menghasilkan nilai signifikan kurang dari 5% dan nilai pearson correlation masing-masing variabel bernilai positif. Ini menunjukkan bahwa kuisioner penelitian semuanya valid. Untuk pengujian realibilitas data, nilai cronbachAos alpha lebih besar dari 0,6 untuk semua variabel. Ini menunjukkan kuisioner penelitian adalah Tabel 3. Uji Realibitas Data Variabel. Finacial Freedom Teknologi Keuangan Modal Sosial Pendapatan UMKM Sumber: Pengolahan Data, 2023 Nilai CronbachAos. Alpha. 0,734 0Ao895 0Ao790 0Ao814 Analisis. Regresi Berdasarkan tabel 4, masing-masing variabel yaitu yakni financial freedom, teknologi keuangan dan modal sosial memiliki koefisien regresi secara berturut-turut sebesar 0,547. 0,266 dan 0,440. Persamaan model regresi untuk penelitian ini sebagai berikut: Pendapatan = 0,547 Finc. Freedom 0,266 Teknologi Keu 0,440 Modal Sosial Financial freedom, teknologi keuangan dan modal sosial memiliki pengaruh yang positif terhadap pendapatan UMKM. Dengan asumsi kondisi ceteres paribus, jika terjadi kenaikan satu satuan pada masing-masing varianbel independennya maka akan mengakibatkan kenaikan pada variabel pendapatan UMKM. Dari persamaan regresi tersebut, semakin tinggi kenaikan pada masing-masing variabel independen . inancial freedom, teknologi keuangan, modal sosia. akan mengakibatkan kenaikan pada pendapatan UMKM, begitu juga sebaliknya jika terjadi penurunan pada masing-masing AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 185 AuDampak Pengelolaan Keuangan dengan Pendekatan Kebebasan FinansialAAy variabel independen . inancial freedom, teknologi keuangan, modal sosia. akan mengakibatkan penurunan pada pendapatan UMKM. Variabel financial freedom memiliki koefisien regresi paling tinggi sebesar 0,547. Ini menunjukkan bahwa variabel financial freedom memiliki pengaruh sebesar 54,7% lebih tinggi dari variabel lainnya. Dapat disimpulkan, pengelolaan keuangan berbasis financial freedom dapat mempengaruhi pendapatan UMKM sebesar 54,7%. Tabel 4. Koefisien Regresi Model (Constan. Financial Freedom Teknologi Keuangan Modal Sosial Sumber: Pengolahan Data, 2023 Unstandardized. Coefficients. Std. Error. -1,181 ,547 ,266 ,440 ,416 ,105 ,080 ,097 Uji Good Fitness of Regression Model Berdasarkan tabel 5, nilai standard error sangat rendah yakni 0. 172 atau 17,2% sehingga ini mengindikasikan model regresi semakin tepat memprediksi variabel pendapatan. Nilai R Square sebesar 0,78 atau 78% menunjukkan variabel independen . inancial freedom, teknologi keuangan, modal sosia. mampu menjelaskan variabel pendapatan dalam model regresi tersebut, dan 22% dijeaskan oleh variabel diluar model. Dapat disimpulkan, persamaam model regresi dalam penelitian ini sangatlah baik. Tabel 5. Uji Good Fitness Model. Square. ,883a ,780 Sumber: Pengolahan Data, 2023 Adjusted. Square. ,766 Std. Error of. The Estimate. Square. Change. ,1719354 ,780 Pengujian Hipotesis Penelitian Berdasarkan tabel 6, nilai signifikasi dari masing-masing variabel independen independen . inancial freedom, teknologi keuangan, modal sosia. kurang dari 0,05 . %). Ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian diterima yakni variabel financial freedom, teknologi keuangan, dan modal sosial secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan UMKM. Tabel 6. Nilai Signifiansi t Hitung Model (Constan. Financial Freedom Teknologi Keuangan Modal Sosial Sumber: Pengolahan Data, 2023 -2,839 5,219 3,302 4,528 Sig. ,007 ,000 ,002 ,000 186 | P a g e Au E K O M A B I S : J u r n a l E k o n o m i M a n a j e m e n B i s n i s Ay AuYudhanta Sambharakreshna. Fariyana Kusumawati. Anis WulandariAy Pembahasan Dampak Pengelolaan Keuangan Berbasis Finansial Freedoom Terhadap Pendapatan UMKM Hasil penelitian ini menemukan bahwa pengelolaan keuangan dengan pendekatan financial freedom dapat mempengaruhi pendapatan UMKM. Nilai koefisien regresi financial freedom bernilai positif yaitu 0,547. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang telah dilaksankan oleh (Mohammed et al. , 2. dan (Fitriasandy & Anam, 2. Financial freedom . ebebasan finansia. adalah kondisi di mana seseorang atau entitas memiliki cukup aset dan sumber daya finansial untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan mereka tanpa harus bergantung pada gaji bulanan atau pendapatan rutin. Financial freedom bisa menjadi sumber modal awal yang kuat untuk memulai atau mengembangkan UMKM. Jika seorang pengusaha memiliki simpanan atau investasi yang signifikan, mereka mungkin dapat mengalokasikan sumber daya ini ke bisnis mereka tanpa harus terlalu bergantung pada pinjaman atau pendanaan eksternal. Ini dapat membantu UMKM untuk memulai atau mengembangkan operasi mereka dengan lebih lancar dan potensial menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi. Orang yang memiliki tingkat financial freedom yang tinggi mungkin lebih cenderung mengambil risiko dalam bisnis mereka. Mereka bisa mencoba peluang bisnis yang berisiko tinggi dengan keyakinan bahwa mereka memiliki jaringan keselamatan finansial yang mencukupi untuk mengatasi kemungkinan kerugian. Hal ini dapat membantu UMKM dalam menjalankan strategi yang berpotensi memberikan pendapatan lebih besar. Pengusaha yang memiliki financial freedom mungkin lebih mampu untuk menginvestasikan dana dalam pengembangan bisnis mereka. Ini bisa mencakup pengembangan produk baru, ekspansi ke pasar yang lebih luas, atau peningkatan infrastruktur dan pemasaran. Investasi ini dapat meningkatkan potensi pendapatan UMKM. Financial freedom memberikan fleksibilitas dalam mengelola keuangan bisnis. Seorang pengusaha yang merasa lebih aman finansial mungkin tidak terlalu tertekan oleh fluktuasi pendapatan bisnis mereka. Mereka dapat merencanakan jangka panjang dengan lebih baik, mengelola aset dengan bijak, dan membuat keputusan strategis yang mendukung pertumbuhan pendapatan. Financial freedom dapat membuka pintu bagi pengusaha untuk mengejar peluang Ini dapat mencakup investasi di sektor-sektor yang menjanjikan pendapatan tinggi atau peluang bisnis baru yang memerlukan investasi awal yang besar. Meskipun financial freedom dapat memiliki dampak positif pada pendapatan UMKM. Penting untuk diingat bahwa financial freedom juga memerlukan manajemen keuangan yang Orang yang memiliki financial freedom harus tetap berhati-hati dalam mengelola keuangan bisnis mereka agar tetap berkelanjutan dan mendukung pertumbuhan Dampak Teknologi Keuangan Terhadap Pendapatan UMKM Hasil penelitian ini menemukan bahwa secara signifikan teknologi keuangan dapat mempengatuhi tingkat pendapatan UMKM dan memiliki arah yang positif, artinya jika penggunaan teknologi keuangan semakin meningkat atau baik akan mengakibatkan peningkatan pendapatan UMKM. Pada model persamaan regresi menghasilkan nilai AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 187 AuDampak Pengelolaan Keuangan dengan Pendekatan Kebebasan FinansialAAy koefisien regresi untuk variabel teknologi keuangan dengan nilai positif yaitu 0,266. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Infithor & Kornitasari . Hamidah et al. , . dan Fitriasandy & Anam . Teknologi keuangan, sering disebut sebagai fintech, telah menjadi faktor penting dalam mengubah landscape bisnis UMKM di seluruh dunia. Fintech telah memungkinkan UMKM untuk mengakses sumber pembiayaan dengan lebih mudah. Mereka dapat mengajukan pinjaman atau mendapatkan modal ventura melalui platform fintech tanpa harus melewati proses yang rumit dan berbelit-belit yang sering terjadi di lembaga keuangan tradisional. Fintech juga membantu UMKM meningkatkan efisiensi operasional mereka. Aplikasi dan perangkat lunak keuangan dapat membantu dalam pengelolaan inventaris, pemantauan stok, serta proses perencanaan keuangan. Ini membantu UMKM mengurangi biaya operasional mereka dan meningkatkan Dengan bantuan teknologi. UMKM dapat menjual produk atau layanan mereka melalui platform online dan pasar elektronik. Ini memungkinkan mereka untuk mencapai pasar yang lebih luas dan meningkatkan pendapatan dengan menjangkau pelanggan di luar wilayah geografis mereka. Teknologi keuangan telah mempermudah UMKM dalam menerima pembayaran elektronik, seperti kartu kredit, dompet digital, dan transfer uang elektronik. Teknologi keuangan juga memberikan akses ke alat analisis data yang canggih. UMKM dapat menggunakan data ini untuk memahami perilaku pelanggan, tren pasar, dan mengambil keputusan yang lebih cerdas dalam mengelola bisnis mereka. Ini dapat membantu meningkatkan strategi pemasaran dan penjualan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan. Teknologi keuangan juga dapat memberikan solusi untuk melindungi UMKM dari risiko keuangan, seperti asuransi online atau produk keuangan yang dirancang khusus untuk mengatasi risiko tertentu yang mungkin dihadapi oleh UMKM. Dampak Modal Sosial Terhadap Pendapatan UMKM Hasil penelitian ini membuktikan modal sosial secara signifikan dapat mempengaruhi pendapatan UMKM dengan arah positif. Hal itu menandakan bahwa UMKM yang memiliki modal sosial yang semakin baik dapat meningkatkan pendapatan usaha mereka, misalnya melalui relasi-relasi atau jaringan-jaringan bisnis mereka. Pada persamaan model regresi menunjukkan koefisien regresi modal sosial bernilai positif yaitu 0,440. Hasil penelitian tersebut mendukung hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Hongyun et al. , . Yani et al. , . dan Fitriasandy & Anam . Modal sosial berupa jaringan sosial, norma-norma, dan nilai-nilai dimana individu dan kelompok melakukan interaksi secara positif dalam berbagai konteks, termasuk bisnis. Modal sosial memainkan peran krusial dalam mendukung pertumbuhan dan pendapatan UMKM. Modal sosial menciptakan akses ke sumber daya yang dapat membantu UMKM. Ini termasuk akses ke modal finansial melalui pinjaman dari rekan bisnis atau relasi yang kuat dalam jaringan sosial. UMKM bisa memanfaatkan koneksi mereka untuk memperoleh akses ke bahan baku yang lebih murah atau berkualitas. Jaringan sosial yang kuat dapat membantu UMKM dalam mencari pelanggan dan memperluas basis pelanggan mereka. Melalui rekomendasi dan referensi dari rekan bisnis atau pelanggan yang puas. UMKM bisa mendapat kepercayaan dari pelanggan, yang akhirnya akan meningkatkan pendapatan mereka. 188 | P a g e Au E K O M A B I S : J u r n a l E k o n o m i M a n a j e m e n B i s n i s Ay AuYudhanta Sambharakreshna. Fariyana Kusumawati. Anis WulandariAy Modal sosial juga dapat memberikan akses ke penasihat bisnis, mentor, atau ahli dalam berbagai bidang yang dapat membantu UMKM dalam mengembangkan strategi, manajemen, dan inovasi. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing UMKM, yang berpotensi meningkatkan pendapatan. Modal sosial memungkinkan UMKM untuk berkolaborasi dengan pihak lain dalam jaringan mereka. Ini dapat mencakup kolaborasi dalam pengembangan produk atau layanan baru, kerjasama pemasaran, atau berbagi sumber daya. Kolaborasi semacam ini dapat membantu UMKM untuk mencapai skala yang lebih besar dan menghasilkan pendapatan tambahan. Dalam beberapa kasus, modal sosial dapat membantu UMKM mendapatkan akses lebih mudah ke kredit atau pembiayaan dari anggota jaringan sosial mereka atau lembaga keuangan yang memiliki hubungan baik dengan jaringan tersebut. UMKM dapat terbantukan untuk menumbuhkembangkan bisnis mereka dan meningkatkan Hubungan yang dibangun melalui modal sosial cenderung lebih kuat, yang dapat menghasilkan pelanggan yang lebih loyal. Pelanggan yang merasa terhubung dengan UMKM secara sosial mungkin lebih cenderung untuk terus membeli produk atau layanan mereka, yang dapat meningkatkan pendapatan jangka panjang. Dengan demikian, modal sosial dapat menjadi aset berharga bagi UMKM dalam mencapai pertumbuhan dan peningkatan pendapatan. Oleh karena itu, penting bagi UMKM untuk membangun dan menjaga hubungan sosial yang kuat dalam jaringan bisnis mereka, serta memanfaatkan sumber daya dan peluang yang dapat dihasilkan dari modal sosial tersebut. Kesimpulan Pengelolaan keuangan dengan pendekatan financial freedom dapat mempengaruhi secara signifikan pada tingkat pendapatan UMKM di sektor wisata. Semakin meningkat financial freedom pelaku usaha UMKM sektor wisata akan dapat meningkatkan pendapatan UMKM tersebut. Financial freedom memberikan fleksibilitas dalam mengelola keuangan bisnis. Teknologi keuangan, secara signifikan juga dapat memiliki mempengaruhi tingkat pendapatan UMKM, dimana semakin baik penggunaan teknologi keuangan akan meningkatkan pendapatan UMKM. Penggunaan teknologi keuangan oleh pelaku UMKM melalui platform online dan pasar elektronik, memungkinkan mereka untuk mencapai pasar yang lebih luas dan meningkatkan pendapatan dengan menjangkau pelanggan di luar wilayah geografis mereka. Modal sosial secara signifikan juga mempengaruhi tingkat pendapatan UMKM, semakin baik atau luas cakupan modal sosial yang dimiliki UMKM akan meningkatkan pendapatan UMKM. Melalui modal sosial, pelaku UMKM cenderung lebih kuat dapat menarik pelanggan yang lebih loyal. Pelanggan yang memiliki hubungan sosial dengan pelaku UMKM, kemungkinan lebih cenderung untuk terus membeli produk atau layanan Keterbatasan penelitian ini adalah terdapat beberapa indikator dalam pengukuran variabel financial freedom seperti investasi surat berharga yang tidak dilibatkan dalam pengukuran ini karena adanya ketidasesuaian dengan kondisi responden. Untuk penelitian selanjutnya, pengukuran variabel financial freedom dapat menggunakan semua indikator sesuai dengan konsep financial freedom. AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 189 AuDampak Pengelolaan Keuangan dengan Pendekatan Kebebasan FinansialAAy Daftar Pustaka