430 | Permana et al. Pengembangan bisnis produk manisan pala Pengembangan Bisnis Produk Manisan Pala Di Umkm My Sari Pala Dengan Pendekatan Metode Business Model Canvas Business Development of Candied Nutmeg Products In UMKM My Sari Pala with A Business Model Canvas Method Approach Azi Permana1. Amar MaAoruf1. Delfitriani Delfitriani1a 1Jurusan Teknologi Industri Pertanian. Fakultas Ilmu Pangan Halal. Universitas Djuanda Bogor. Jl. Tol Ciawi No. Bogor 16720 aKorespondensi : Delfitriani Delfitriani. E-mail: delfitriani@unida. Diterima: 07 Ae 10 Ae 2023 . Disetujui: 31 Ae 12 - 2024 ABSTRACT Business development involves producing commodities and services needed by society, which is at the core of any business. Business operations will evolve with emerging societal needs and enhance My Sari Pala has the potential to develop its business, thus requiring an analysis of business development strategies for its progress. The business development strategy analysis in this study uses the Business Model Canvas approach. This research aims to develop a business model for My Sari Pala, an SME in the food and beverage industry. Using the Business Model Canvas approach and SWOT analysis, this study identifies the current business model implemented by My Sari Pala, evaluates its current condition through the nine blocks of the Business Model Canvas, and formulates alternative strategies for business improvement and development. The analysis results indicate that My Sari Pala has successfully built a business focusing on high-quality products and excellent service. However, there are still weaknesses, such as a weak business brand. Therefore, development strategies include market expansion, product quality improvement, workforce enhancement, collaboration with professional partners, and better capital management. By implementing these strategies. My Sari Pala is expected to enhance its competitiveness in the local and national processed nutmeg market. conclusion, this research provides strategic recommendations to help My Sari Pala overcome challenges and sustainably improve its business growth Keywords: business development, business model canvas, swot matrix ABSTRAK Pengembangan bisnis memproduksi komoditas layanan yang dibutuhkan masyarakat adalah inti dari Operasi bisnis akan berkembang dengan kebutuhan masyarakat yang muncul juga meningkatkan profitabilitasnya. My Sari Pala berpotensi mengembangkan usaha sehingga diperlukan analisis strategi pengembangan usaha untuk kemajuan usaha My Sari Pala. Metode analisis strategi pengembangan usaha pada penelitian ini menggunakan pendekatan Business Model Canvas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model bisnis pada usaha My Sari Pala, sebuah UMKM di bidang industri makanan dan minuman. Dengan menggunakan pendekatan Business Model Canvas dan analisis SWOT, penelitian ini mengidentifikasi model bisnis yang sedang dijalankan oleh My Sari Pala, mengevaluasi kondisi saat ini melalui sembilan blok Business Model Canvas, serta merumuskan strategi alternatif untuk perbaikan dan pengembangan bisnis. Hasil analisis menunjukkan My Sari Pala telah berhasil membangun bisnis dengan fokus pada produk berkualitas tinggi dan pelayanan terbaik. Namun, masih terdapat kelemahan seperti merk usaha yang belum kuat. Oleh karena itu, strategi pengembangan meliputi perluasan pasar, peningkatan kualitas produk, peningkatan tenaga kerja, kolaborasi dengan mitra profesional, dan manajemen modal yang lebih baik. Dengan implementasi strategi, diharapkan My Sari Pala dapat meningkatkan daya saingnya di pasar olahan pala lokal maupun nasional. Kesimpulannya, penelitian ini memberikan rekomendasi strategi yang dapat membantu My Sari Pala mengatasi tantangan dan meningkatkan pertumbuhan bisnisnya secara berkelanjutan. Kata kunci: business model canvas, matriks swot, pengembangan bisnis Permana. MaAoruf. , & Delfitriani. Pengembangan Bisnis Produk Manisan Pala di Umkm My Sari Pala Dengan Pendekatan Metode Business Model Canvas. Jurnal Agroindustri Halal, 10. , 430 Ae 439. Jurnal Agroindustri Halal ISSN 2442-3548 Volume 10 Nomor 3. Desember 2024 | 431 PENDAHULUAN Business model (BM) menggambarkan aliran produk, layanan, dan informasi, serta menjelaskan berbagai pelaku bisnis, peran mereka, potensi manfaat, dan sumber pendapatan bagi para pelaku tersebut. BM secara tepat mendefinisikan hubungan antara elemen rantai nilai dan para pelakunya. Osterwalder dan Pigneur . mendefinisikan bisnis melalui sembilan blok bangunan yang disebut dengan business model canvas (BMC) dan memvisualisasikan blok tersebut pada kanvas tunggal untuk memfasilitasi diskusi pemangku kepentingan dan memberikan pemahaman yang komprehensif tentang BM. Enam prinsip . engapa, siapa, apa, bagaimana, di mana, kapa. membentuk BM, yang masing-masing diterjemahkan menjadi blok penyusun BMC. Misalnya. AusiapaAy selaras dengan segmen pelanggan, dan Audi manaAy menunjukkan saluran. AuMengapaAy menggambarkan narasi tentang bagaimana perusahaan menghasilkan laba dan bagaimana perusahaan menciptakan dan memberikan nilai kepada pelanggan sasarannya, sebagaimana didefinisikan dalam BM oleh Johnson et al. Business model canvas merupakan alat yang digunakan untuk memetakan model bisnis BMC berfungsi sebagai gambaran singkat dari aktivitas perusahaan untuk memberikan proporsi nilainya . roduk, layanan, atau proporsi nilai lainny. bagi pelanggan, mitra, dan pemangku kepentingan (Kittichotsatsawat et al. , 2. BMC juga digunakan untuk memodelkan kondisi terkini model bisnis perusahaan dan mengeksplorasi inovasi potensial di masa mendatang dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan (Delfitriani, 2019. Delfitriani et al. , 2. Pengembangan bisnis yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan mengacu pada UMKM My Sari Pala. My Sari Pala memiliki potensi untuk dikembangkan karena memiliki berbagai macam jenis produk olahan pala diantaran manisan, sirup, permen, teh, dan kue. Kendala yang selama ini dihadapi yaitu keterbatasan sumber daya manusia, proses pemasaran yang tidak optimal dan proses distribusi yang tidak efisien. Metode analisis strategi pengembangan usaha pada penelitian ini menggunakan pendekatan Business Model Canvas terintegrasi dengan SWOT. Analisis SWOT menurut Wulandari . , merupakan akronim untuk kata kekuatan . , kelemahan . , peluang . , ancaman . Analisis SWOT ini mampu mengidentifikasi faktor internal . ekuatan dan kelemaha. maupun faktor eksternal . ncaman dan tantanga. yang mempengaruhi baik positif maupun negatif sehingga harus mampu mengelola dalam mempertahankan peluang agar bertahan apabila mengalami Faktor strategis internal dan ringkasan analisis faktor strategis internal ialah Internal Strategic Factors Analysis Summary (IFAS). Faktor strategis eksternal juga dikenal sebagai External Strategic Factors Analysis Summary (EFAS). Tujuan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi model bisnis dengan sembilan blok Business Model Canvas pada usaha My Sari Pala, menganalisis matriks SWOT pada sembilan blok Business Model Canvas pada usaha My Sari Pala dan merumuskan alternatif strategi dan perbaikan Business Model Canvas pada usaha My Sari Pala. MATERI DAN METODE Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu sekunder dan primer. Sekunder meliputi studi literatur dan primer terdiri dari obervasi lapangan, wawancara, focus grup discussion. Berikut diagram alir proses penelitian dapat dilihat pad Gambar 1. 432 | Permana et al. Mulai Melakukan studi literatur . kripsi, jurnal, artikel, buk. Melakukan . istem bisnis Pengembangan bisnis produk manisan pala Melakukan Melakukan Melakukan focus group Mengidentifikasi usaha dengan Business Model Canvas dan analisis SWOT Menganalisis Business Model Canvas yang dengan analisis SWOT Merumuskan strategi model bisnis dengan matriks SWOT Merumuskan alternatif strategi model bisnis baru dengan Business Model Canvas Selesai Gambar 1. Diagram alir penelitian. Metode Analisis Data Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Secara umum penelitian kualitatif menurut Ratnaningtyas et al. , . , adalah teknik untuk menjelaskan dan menganalisis fenomena, pengamatan, dinamika, interaksi sosial, kepercayaan, dan persepsi individu atau kelompok terhadap sesuatu. Subjek dengan menggunakan data yang dikumpulkan melalui wawancara atau observasi terhadap masalah yang sedang berlangsung. Metode analisis deskriptif kualitatif ini diolah berdasarkan sembilan blok Business Model Canvas. Kemudian, dilakukan proses analisis SWOT dengan demikian strategi alternatif pengembangan usaha dapat dirumuskan dan ditentukan. Berikut tahapan proses analisis data yang akan dilakukan. Identifikasi model bisnis dengan sembilan blok Business Model Canvas pada usaha My Sari Pala Proses mengidentifikasi model bisnis dilakukan dengan mengawali teknik wawancara kemudian Focus Group Discussion yang melibatkan pihak internal My Sari Pala dengan tujuan untuk mendapatkan data kemudian dikategorikan ke dalam sembilan blok Business Model Canvas. Identifikasi model bisnis dengan sembilan blok Business Model Canvas pada usaha My Sari Pala dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Identifikasi model bisnis dengan sembilan blok Business Model Canvas pada usaha My Sari Pala Elemen Business Model Canvas Customer segments Value propositions Channels Customer relationships Revenue streams Key resources Key activities Key partnerships Cost structures Rincian indikator Keterangan Sumber : Departemen Agribisnis. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor . Analisis matriks SWOT pada sembilan blok Business Model Canvas pada usaha My Sari Pala Selanjutnya proses analisis dengan matriks SWOT dilakukan pada sembilan blok Business Model Canvas usaha My Sari Pala yang bertujuan untuk mengevaluasi serta mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari setiap elemen. Setelah proses evaluasi akan menghasilkan strategi alternatif dalam merumuskan serta memformulasikan model bisnis yang baru. Analisis matriks SWOT pada sembilan blok Business Model Canvas pada usaha My Sari Pala dapat dilihat Tabel 2. Jurnal Agroindustri Halal ISSN 2442-3548 Volume 10 Nomor 3. Desember 2024 | 433 Tabel 2. Analisis matriks SWOT pada sembilan blok Business Model Canvas pada usaha My Sari Pala Elemen BMC Kekuatan (S) Kelemahan (W) Peluang (O) Ancaman (T) Customer Value Channels Customer Revenue Key resources Key activities Key Cost structures Sumber : Sekolah Bisnis. Institut Pertanian Bogor . Perumusan alternatif strategi dan perbaikan Business Model Canvas pada usaha My Sari Pala Perumusan alternatif strategi model bisnis dengan matriks SWOT Setelah dilakukan perumusan alternatif strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT, hasil tersebut kemudian dijadikan acuan dalam merumuskan alternatif bisnis model pada sembilan blok Business Model Canvas. Strategi-strategi yang telah dirumuskan tersebut kemudian dipetakan pada kesembilan blok Business Model Canvas untuk mengetahui hal-hal yang perlu dipertahankan, diciptakan, dan ditingkatkan, sehingga terbentuklah alternatif perbaikan model bisnis di My Sari Pala. Rancangan alternatif strategi model bisnis dengan matriks SWOT dapat dilihat Gambar 2. Analisis Internal Kekuatan (Strengh. Kelemahan (Weaknesse. Analisis Eksternal Peluang (Opportunitie. Strategi S-O Strategi W-O Ancaman (Threa. Strategi S-T Strategi W-T Gambar 2. Perumusan alternatif strategi model bisnis dengan matriks SWOT (Departemen Agribisnis. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor, 2. Perumusan alternatif strategi model bisnis baru dengan Business Model Canvas 434 | Permana et al. Pengembangan bisnis produk manisan pala Setelah perumusan strategi pada matriks SWOT selanjutnya pembaruan Business Model Canvas pada My Sari Pala. Pada tahapan ini akan dievaluasi kesembilan blok Business Model Canvas mengenai hal yang di perbaiki berdasarkan pada strategi prioritas yang telah dipilih dan dikomunikasikan dengan pemilik usaha dan strategi tersebut dirumuskan ke dalam Business Model Canvas baru. Hasil data dari analisis strategi prioritas yang telah dirumuskan ke dalam sembilan elemen Business Model Canvas dapat dilihat pada Gambar 3. Key Key resources Value Customer Customer Key activities Cost structure Channels Revenue streams Gambar 3. Perumusan alternatif strategi model bisnis baru dengan matriks SWOT dan Business Model Canvas (Departemen Agribisnis. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Identifikasi model bisnis dengan sembilan blok Business Model Canvas pada usaha My Sari Pala My Sari Pala, merupakan suatu UMKM yang berlokasi di Jl. Kp. Buntar No. 27 RT 04/08, Muarasari. Kec. Bogor Selatan. Kota Bogor. My Sari Pala membuka usaha yang bergerak di bidang makanan dan minuman secara online dan offline dimana motivasi dari pemilik My Sari Pala adalah mengembangkan produk olahan dari buah pala. Nurhasanah mendirikan usaha My Sari Pala pada tanggal 10 September 2015. Dengan adanya program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS). P2WKSS menurut Lestari et al. , . merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup di daerah pedesaan dengan meningkatkan kontribusi perempuan dalam proyek-proyek pembangunan dalam rangka mendukung masyarakat yang berkualitas. Dengan hadirnya kegiatan tersebut mendorong munculnya My Sari Pala. My Sari Pala memiliki beberapa segmen pasar yang telah dibidik. Dari beragamnya segmen pasar, salah satu nilai yang ditonjolkan oleh My Sari Pala ialah terdapat beberapa variasi produk olahan pala yang dipasarkan oleh My Sari Pala, yakni manisan pala, teh pala, permen pala, minuman pala, sirup pala dan kue pala. Dalam kegiatannya sehari-hari. My Sari Pala melakukan komunikasi, distribusi dan menerima pesanan melalui Whatsapp dan Instagram ataupun berkunjung pada official store, yang kemudian pesanan akan diproses setelah transfer atau bayar tunai selesai. Untuk kegiatan operasional sehari-hari, dalam hal penerimaan pemesanan, pemberian informasi dan konsultasi mengenai produk, serta negosiasi harga produk hanya dilakukan oleh pemilik My Sari Pala saja. Menurut Sarifah . , proses identifikasi Bussines Model Canvas melalui wawancara secara mendalam guna menggali informasi lebih detail terkait kondisi usaha saat ini, bersama pihak internal. Proses mengidentifikasi model bisnis dengan sembilan blok Business Model Canvas, dengan melakukan proses wawancara dan kuesioner. Kuesioner terdiri dari ketiga tahapan, kuesioner dilakukan secara mendalam dan utuh guna menggali informasi lebih terperinci secara jelas terkait kondisi usaha saat ini bersama pihak pemilik My Sari Pala. Hasil data dan informasi dari kuesioner yang telah dilakukan kepada pihak internal My Sari Pala, identifikasi model bisnis dengam sembilan blok Business Model Canvas pada usaha My Sari Pala dapat dilihat pada Lampiran 3. Setelah proses kuesioner dilakukan selanjutnya analisis keterkaitan antara sembilan blok Business Model Canvas yang memberikan sebuah gambaran Jurnal Agroindustri Halal ISSN 2442-3548 Volume 10 Nomor 3. Desember 2024 | 435 tentang kondisi usaha saat ini. Identifikasi model bisnis dengan sembilan blok Business Model Canvas pada usaha My Sari Pala dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Identifikasi 9 blok BMC Elemen Business Model Canvas Customer Segments Value Propositions Customer Relationships Channels Revenue Streams Key Resources Key Activities Key Partnerships Cost Structures Rincian Tipe segmentasi dan karakteristik Nilai lebih yang kepada pelanggan Keterangan Konsumen usia 20-40 tahun dan cakupan wilayah kota serta kabupaten Bogor. Varian produk olahan turunan pala. Manfaat buah pala seperti obat pencahar, pereda nyeri perut dan kontraksi usus, nyeri kepala, diare, mual, muntah, demam, bau mulut, merangsang nafsu makan, mengatasi perut kembung, merangsang tidur, anti rematik, obat stress. Wawasan buah pala bahwa pala adalah aset berharga. Jenis hubungan Konsumen menjadi agen pemasaran. Konsultasi dibangun produk online. Konsumen tetap menjadi reseller. dengan pelanggan Saluran untuk Saluran pengusaha ke agen dan saluran menjangkau fase pengusaha ke konsumen. Sumber Manisan pala 200gram Rp. Permen pala 150gram Rp. Teh pala 50gram Rp. Sirup pala 250ml Rp. Minuman pala 250ml Rp. Kue pala 200gram Rp. penetapan harga Jenis sumber daya Fasilitas fisik . andphone, laptop, peralatan yang penanaman, peralatan produksi, peralatan pengemasa. Sumber daya manusia . emilik, empat karyawa. Bahan baku. Jenis aktivitas Pengelolaan tanaman pala. Proses produksi yang . nam jenis produk olahan pal. Proses pengemasan . tanding pouch dan toples plasti. Pemasok . etani pal. Proses pemasaran melalui offline . oko oleh-ole. kota/kabupaten Bogor Jenis dan online (Whatsapp dan Instagra. Biaya tetap . aji karyawan, pemeliharaan mesin, listrik, jasa distribusi, jasa pemasara. Biaya Jenis biaya model tidak tetap . ahan baku, gas, kemasan, proses Analisis matriks SWOT pada sembilan blok Business Model Canvas pada usaha My Sari Pala Osterwalder A . menggabungkan Business Model Canvas dengan analisis SWOT, atau pemeriksaan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman perusahaan, untuk menilai deskripsi model bisnis yang digunakan oleh perusahaan atau organisasi. Sebuah ilustrasi bisnis tentang inisiatif untuk berkonsentrasi pada pembicaraan formal dalam pencarian strategi perusahaan adalah Business Model Canvas. Sementara itu, analisis SWOT mengevaluasi komponen-komponen dari Business Model Canvas. Berikut merupakan hasil 436 | Permana et al. Pengembangan bisnis produk manisan pala analisis menggunakan maktriks SWOT terhadap sembilan elemen Business Model Canvas pada My Sari Pala. Analisis matriks SWOT pada sembilan blok Business Model Canvas pada usaha My Sari Pala dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Analisis matriks SWOT pada sembilan blok Business Model Canvas pada usaha My Sari Pala Elemen BMC Kekuatan (S) Konsumen usia 2040 kota/kabupaten Manfaat buah pala merangsang tidur, obat pereda stress, anti rematik Tersedia konsultasi kepada Kelemahan (W) Produk banyak di kenal oleh konsumen dan calon konsumen Peluang (O) Tinggi nya minat Potensi pala dan olahan Ancaman (T) Sulit Tersingkir dengan produk viral Tidak umpan balik dari konsultasi yang di Membangun konsumen tetap Tidak pengusaha dengan Hanya pendapatan saja Potensial bekerja dengan pengecer Menambah aliran berupa kegiatan peduli kesehatan Mengembangkan SDM yang ada Konsumen tetap beralih pada brand lain karena jasa konsultasi tidak Saluran pengusaha dengan berjalan efektif Peluang yang di miliki belum jelas Customer Segment Value Propositions Customer Relationships Channels Pengusaha ke agen dan pengusaha ke Revenue Streams Memiliki penjualan keenam varian olahan pala Key Resources Kurang nya SDM yang berkompeten untuk mengelola Key Activities Key Partnerships Memiliki fasilitas fisik, sumber daya sumber bahan baku ketiga hal tersebut daya bisnis Memiliki aktivitas tanaman pala. Memiliki hubungan kerja sama dengan petani pala Cost Structure Memiliki yang cukup Belum sistem pengelolaan Prosisi nilai yang di miliki My Sari Pala hanya dalam segi Proses Kurang pemasok buah pala Bisa distribusi melalui ojek online Potensi mencari pemasok buah pala dari banyak menanam pohon pala Melatih SDM agar SDM yang ada sesuai apa yang diinginkan My Sari Pala Peluang yang di miliki tidak dapat Wilayah penghasil buah pala sudah brand olahan pala yang lain Terjadi perubahan dalam biaya tetap dan tidak tetap Jurnal Agroindustri Halal ISSN 2442-3548 Volume 10 Nomor 3. Desember 2024 | 437 Perumusan alternatif strategi model bisnis dengan matriks SWOT dan Business Model Canvas Perumusan alternatif strategi model bisnis dengan matriks SWOT Menurut Rahayu . analisis SWOT dari sembilan komponen Business Model Canvas digunakan untuk membangun dan meningkatkan model bisnis, hal ini kemudian digunakan untuk menentukan alternatif strategi pertumbuhan bisnis untuk mendorong ekspansi Dalam penelitian ini, strategi dibuat dengan menggunakan analisis SWOT, dan strategi lainnya dikembangkan dengan menggunakan metode diskusi kelompok internal untuk menentukan strategi mana yang paling berpotensi untuk kesuksesan bisnis. Dalam hal ini, matriks SWOT tidak mencakup semua variabel karena varian dalam variabel dan desakan matriks untuk memperhatikan setiap elemen Business Model Canvas. Oleh karena itu, penulis menggunakan alat ini untuk mencari sebanyak mungkin alternatif strategi dengan menggabungkan setiap unsur SWOT secara individual. Dari sejumlah alternatif strategi yang mereka temukan, penulis merangkum atau mengerucutkan pilihan mereka. Rancangan alternatif strategi bisnis model baru dapat dilihat pada Gambar 4. Analisis Internal Analisis Eksternal Peluang (Opportunitie. Kekuatan (Strengh. Kelemahan (Weaknesse. Strategi S-O Strategi W-O Strategi pemanfaatan fitur social media (S3. S4. O3. O4. Pembuatan digital katalog yang informatif di berbagai aplikasi untuk seluruh varian olahan pala (S1. S2. S3. S5. O2. Ancaman (Threa. Strategi S-T Membuat konten pemasaran produk yang menarik (S1. S3. S4. T3. T4. Menambah saluran penjualan secara langsung (W1. W3. W4. W8. O1. O4. O5. Menjalin kerja sama serta berkolaborasi dengan mitra dan pemasok yang strategis (W1. W4. W8. O6. Menambah sumber daya baru yang berkompeten (W6. Strategi W-T Meningkatkan kreativitas desain tampilan kemasan olahan pala (W1. W2. W6. T2. T4. Gambar 4. Rancangan alternatif strategi bisnis model Perumusan alternatif strategi model bisnis baru dengan Business Model Canvas Menurut Nurillisan . strategi-strategi alternatif yang telah dirumuskan kemudian diimplementasikan pada Business Model Canvas. Hal ini bertujuan untuk melihat setiap elemen yang dapat dipertahankan, ditingkatkan serta diciptakan. Pada tahapan ini ada proses evaluasi sembilan blok Business Model Canvas mengenai hal yang harus dikurangi, ditambah, atau diperbaiki yang berdasarkan strategi prioritas yang telah dipilih dan dikomunikasikan dengan pemilik usaha lalu strategi tersebut dirumuskan ke dalam blok Business Model Canvas Hasil data alternatif strategi model bisnis baru yang telah dirumuskan pada sembilan elemen Business Model Canvas dan matriks SWOT dapat dilihat pada Gambar 5. 438 | Permana et al. Pengembangan bisnis produk manisan pala Key partnerships Key resources Value propositions Customer relationships Customer segments Pemasok . etani pal. Fasilitas fisik Varian produk olahan Konsumen bisa Konsumen usia 20-40 menjadi agen tahun dan cakupan Pemilik toko oleh-oleh wilayah Bogor Pemasaran (Whatsapp dan Instagra. -Distribusi . jek onlin. andphone, laptop, peralatan penanaman. Manfaat buah pala Konsultasi prihal wilayah kota dan peralatan produksi, seperti merangsang produk via media kabupaten Bogor peralatan pengemasa. nafsu makan. Sumber daya manusia . emilik dan empat *Membangun kerja sama baru dengan pemasok buah pala di turunan pala Bahan baku . uah kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi *Menambah admin *Membangun relasi *Menambah dengan toko oleh-oleh organigram usaha merangsang tidur, obat pereda stress, anti Konsumen tetap bisa menjadi reseller Wawasan buah pala *Komunitas peduli *Perilaku . ertarik *Tersedianya katalog bahwa buah pala adalah variasi produk yang aset yang berharga varian olahan pal. *Penerjemah keinginan wilayah Jabodetabek Key activities Channels Penanaman pohon pala Semua saluran Proses produksi . nam varian olahan pal. Proses pengemasan pemasaran offline atau Bekerja sama dengan . tanding pouch dan berbagai toko makanan toples plasti. dan minuman Berkunjung langsung *Pemasaran . ke tempat produksi bazaar dan pamera. , . nline : konten *Media sosial : marketing produ. Facebook dan Tik-Tok *Market place : Shopee dan Tokopedia *Langsung : Bazar dan Cost structures Revenue streams Biaya tetap . aji karyawan, pemeliharaan mesin, listrik, jasa distribusi, jasa Ae Manisan pala 200 gram Rp. - Permen pala 150 gram Rp. Biaya tidak tetap . ahan baku, gas, kemasan, proses produks. - Teh pala 50 gram Rp. - Sirup pala 250 ml Rp. *Alokasi biaya - Minuman pala 250 ml Rp. *Administrasi keuangan - Kue pala 200 gram Rp. *Penyelenggaraan acara workshop peduli Gambar 5. Business Model Canvas My Sari Pala KESIMPULAN My Sari Pala menjalankan bisnis dengan produk berkualitas tinggi dan layanan terbaik sesuai dengan Business Model Canvas. Meskipun telah menyelesaikan semua elemen model bisnis, perlu strategi pembaruan karena masih ada kelemahan seperti brand yang belum kuat. Analisis SWOT menunjukkan kebutuhan akan penyempurnaan model bisnis untuk bersaing lebih baik dengan usaha sejenis. Strategi pengembangan mencakup perluasan pasar, peningkatan kualitas produk, penambahan tenaga kerja dan sumber daya manusia, kolaborasi dengan mitra profesional, serta manajemen modal yang lebih baik. Jurnal Agroindustri Halal ISSN 2442-3548 Volume 10 Nomor 3. Desember 2024 | 439 DAFTAR PUSTAKA