P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Organizational Citizenship Behavior Pada PT Agung Citra Transformasi Tri Ajeng Putri Ananda1. Maya Syafriana Effendi2 Jl. Pangeran Diponegoro No. Kenari. Senen. Jakarta Pusat 10430 Email : triajengputriananda@gmail. com 1, maya. effendi@upi-yai. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meneliti Pengaruh Komitmen Organisasi. Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Kepuasan Kerja Terhadap Organizational Citizenship Behavior Pada PT Agung Citra Transformasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif dan observasional korelasional . Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan penyebaran Analisis statistik menggunakan software SmartPLS versi 4. Sampel yang digunakan adalah sampling jenuh dari populasi sebesar 46 karyawan yang mana semua anggota populasi menjadi Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen organisasi tidak berpengaruh terdahap organizational citizenship behavior dengan probabilitas p-value sebesar 0. 115 > 0. 05 maka hipotesis pertama Ho1 diterima dan Ha1 ditolak. Gaya kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh terhadap organizational citizenship behavior dengan probabilitas p-value sebesar 0. 409 > 0. 05 maka dari itu, hipotesis kedua Ho2 diterima dan Ha2 ditolak. Kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap organizational citizenship behavior dengan probabilitas p-value sebesar 0. 001 < 0. 05 maka hipotesis ketiga Ho3 ditolak dan Ha3 diterima. Kata Kunci : Komitmen Organisasi. Gaya Kepemimpinan Transformasional. Kepuasan Kerja dan Organizational Citizenship Behavior ABSTRACT This study aims to examine the Effect of Organizational Commitment. Transformational Leadership Style and Job Satisfaction on Organizational Citizenship Behavior at PT Agung Citra Transformation. The method used in this study is descriptive quantitative method. Data collection techniques use questionnaires and observations. Statistical analysis using SmartPLS software version 4. The sample used was a saturated sampling of a population of 46 employees in which all members of the population were respondents. The results showed that organizational commitment had no effect on organizational citizenship behavior with a probability of p-value of 0. 115 > 0. 05, then the first hypothesis of Ho1 was accepted and Ha1 was rejected. Transformational leadership style has no effect on organizational citizenship behavior with a probability of p-value of 0. 409 > 0. 05 therefore, the second hypothesis of Ho2 is accepted and Ha2 is rejected. Job satisfaction has a positive effect on organizational citizenship behavior with a probability of p-value of 0. 001 < 0. 05, then the third hypothesis of Ho 3 is rejected and Ha3 is accepted. Keywords: Organizational Commitment. Transformational Leadership Style. Job Satisfaction and Organizational Citizenship Behavior Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. PENDAHULUAN Pada saat sekarang ini, salah satu faktor yang dapat mendukung kemajuan Kemajuan dari ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat dihindari oleh sumber daya manusia yang menjadi sistem Di dalam suatu perusahaan pada umumnya sangat memerlukan adanya sumber daya manusia karena bagi merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perusahaan disamping faktor yang lain seperti modal. Setiap perusahaan berusaha untuk mencari sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten terhadap masing-masing bidang yang difokusinya untuk mencapai tujuan serta visi dan misi dari perusahaan tersebut. Kualitas dari masing-masing sumber daya manusia diharapkan dapat memberikan kontribusi yang terbaik bagi perusahaan. Perilaku kewarganegaraan atau yang sering disebut organizational citizenship behavior yang diwujudkan dalam diri karyawan mengacu pada tindakan individu yang melilbatkan tanggung jawab dan komitmen individu terhadap organisasi. Faktor yang dapat mempengaruhi organizational citizenship behavlor yaitu komitmen organisasi yang ada dalam diri karyawan. Komitmen organisasi merujuk kepada tingkat loyalitas karyawan terhadap organisasi tempat mereka bekerja. Hal tersebut seringkali kali mencerminkan kepercayaan karyawan terhadap visi dan misi, tujuan organisasi, dan kemauan karyawan untuk berinvestasi dalam pekerjaan dan keinginan untuk terus bekerja di dalam suatu perusahaan tersebut. Selain itu juga karyawan mempunyai rasa tanggung jawab yang besar untuk Selain itu, yang dapat memengaruhi organizational citizenship behavior yaitu gaya kepemimpinan yang gaya dari seorang pemimpin dalam memimpin suatu perusahaan merupakan tolak ukur bagi kemajuan perusahaan tersebut. Gaya kepemimpinan transformasional yaitu pemimpin yang dapat menginspirasi para pengikutnya, memililki karismatik dan mampu menggerakkan pengikutnya untuk menuju visi dan misi yang lebih tinggi. Faktor lainnya yaitu, kepuasan kerja biasanya merujuk pada perasaan yang dirasakan oleh karyawan pada saat bekerja dan lingkungan kerja mereka. Faktor yang menyebabkan karyawan puas dalam bekerja dapat berasal dari gaji, jaminan sosial, tunjangan, fasilitas yang diberikan oleh perusahaan, promosi jabatan, hubungan dengan rekan kerja maupun dengan atasan, dll. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti pada PT Agung Citra Transformasi permasalahan yang berhubungan dengan komitmen organisasi, gaya kepemimpinan transformasional, kepuasan kerja dan organizational citizenship behavior pada karyawan yang bekerja disana. Dilihat dari sudut pandang peneliti dan telah dilakukan penyebaran kuesioner, beberapa masalah tersebut disebabkan oleh beberapa faktor di Berdasarkan penejelasan di atas, maka judul dari penelitian ini adalah Pengaruh Komitmen Organisasi. Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Kepuasan Kerja Terhadap Organizational Citizenship Behavior Pada PT Agung Citra Transformasi. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Rumusan masalah Rumusan masalah dari penelitian ini sebagai berikut : Apakah komitmen organisasi behavior pada PT Agung Citra Transformasi? Apakah gaya kepemimpinan citizenship behavior pada PT Agung Citra Transformasi? Apakah behavior pada PT Agung Citra Transformasi? LANDASAN TEORI Manajemen Menurut Hasibuan . dalam Mujito, . manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Manajemen sebagai pengorganisasian, pengoordinasian, dan pengendalian sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien hal ini dikemukakan oleh Griffin . dalam Pratama, . Selain itu, menurut Suhendi dan Sasangka . 4: . dalam Amri elt al. , . manajemen adalah ilmu pengkoordinasian, dan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan organisasi yang sudah Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Manajemen Sumber Daya Manusia Pengertian manajemen sumber daya manusia menurut Hasibuan, . dalam Fachrurazi elt al. , . yaitu pelaku dan sifatnya dilakukan oleh keturunan dan kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk Sedangkan menurut Handoko . dalam Fachrurazi et al. , . manajemen sumber daya manusia adalah perekrutan, seleksi, penggunaan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan individu dan organisasi. Selain itu menurut Marwansyah . dalam Ichsan et al. , . mendefinisikan pengelolaan sumber daya manusia dalam sebuah organisasi yang dilakukan melalui perencanaan tenaga kerja, rekrutmen dan seleksi, pengembangan bakat, perencanaan dan pengembangan karir, kompensasi dan tunjangan, kesehatan dan keselamatan kerja, dan fungsi-fungsi hubungan Organizational Citizenship Behavior Menurut Coulquitt. Lepine dan Wisson . dalam Syamsudin, . yang mendefinisikan bahwa organizational citizenship behavior adalah perilaku sukarela individu secara sukarela yang tidak terpengaruh oleh sistem imbalan yang Sedangkan menurut Wirawan . dalam Sutardy & Effendi, . Organizational Citizenship Behavior (OCB) Aumerupakan tindakan sukarela di tempat kerja, yang bebas dilakukan oleh karyawan, sehingga tidak ada dalam sistem imbalan organisasi yang berada di luar lingkup persyaratan kerja dan peraturan organisasi, jika diterapkan oleh karyawan, mempengaruhi fungsi organisasiAy. Adapun pendapat lain menurut Robbins dan Judge . dalam Syamsudin, . , mengatakan bahwa P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. organizational citizenship behavior adalah perilaku yang bukan merupakan bagian dari persyaratan kerja formal karyawan, tetapi memberikan kontribusi untuk lingkungan psikologis dan sosial di tempat Komitmen Organisasi Robbins dan Judge . dalam Silitonga, . komitmen organisasi merupakan salah satu keadaan dimana seorang individu memihak organisasi serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keangotaannya dalam organisasi. Melnurut Saraswati & Hakim . dalam Kurniawan et al. , . mendefinisikan komitmen organisasi sebagai bentuk kepercayaan seorang pegawai kepada organisasinya yang mampu memicu keloyalitasan terhadap organisasi dan juga partisipasi pegawai tersebut pada setiap kegiatan di dalam organisasinya. menggambarkan seseorang atas perasaan sikapnya senang atau tidak senang, puas atau tidak puas dalam kerja. Sedangkan menurut Sutrisno . dalam Kartika Putri elt al. , . adalah suatu sikap karyawan terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan situasi kerja, kerja sama antar karyawan, imbalan yang diterima dalam kerja, dan hal-hal yang menyangkut faktor fisik dan psikologis. Adapun melnurut Luthans . dalam Wahyuni elt al. , . , mendefinisikan kepuasan kerja sebagai sebuah sikap atau keadaan emosi yang menyenangkan dan positif dalam diri seorang karyawan dalam menjalankan pekerjaan-pekerjaannya. Kerangka Pemikiran Gaya Kepemimpinan Transformasional Menurut Priadana & Hadian . dalam Kosasih, . mengemukakan bahwa kepemimpinan transformasional adalah karakter kepemimpinan yang berorientasi pada perubahan tataran nilai untuk kemudian mengajak masyarakat menghadapi tujuan-tujuan jangka panjang dan lebih hakiki dibandingkan dengan pemenuhan kepentingan jangan pendek. Adapun menurut Gibson et al . dalam Kosasih, . memberi inspirasi serta motivasi kepada pada pengikut guna meraih hasil-hasil yang lebih besar dari yang direncanakan secara orisinal dan untuk imbalan internal. Kepuasan Kerja Menurut Rivai dan Sagala dalam Rahmawati elt al. , . , pengertian kepuasan kerja adalah evaluasi yang Gambar 1 Kerangka Pemikiran Sumber : Diolah oleh penulis . Hipotesis Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini yaitu : H1: Terdapat pengaruh komitmen organisasi terhadap organizational citizenship behavior pada PT Agung Citra Transformasi. H2: Terdapat pengaruh gaya kepemimpinan organizational citizenship behavior pada PT Agung Citra Transformasi. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. H3: Terhadap pengaruh kepuasan kerja terhadap organizational citizenship behavior pada PT Agung Citra Transformasi. dan semua populasi yang ada dijadikan sebagai sampel (Sugiyono, 2010 dalam Saputra et al. , 2. Maka jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 46 responden. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan . enggambarkan secara jelas dan terinc. mengenai aspek-aspek yang relevan dari fenomena yang menjadi ketertarikan peneliti dengan berlandasan data konkrit berupa angka-angka yang akan diukur menggunakan statistik sebagai alat uji penghitungan (Solimun et al. , 2. dan penelitian observasional yaitu peneliti hanya melakukan pengamatan atau observasi terhadap objek atau subjek penelitian atau dengan kata lain peneliti mengobservasi fenomena yang terjadi sedangkan korelasional yaitu penelitian untuk mengatahui keterkaitan . antar variabel (Solimun et al. , 2. Populasi dan Sampel Menurut Sugiyono . dalam Ajnya elt al. , . , populasi adalah wilayah generalisasai yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 46 karyawan yang berada di kantor pusat PT Agung Citra Transformasi. Sedangkan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki Sugiyono . dalam Ajnya elt al. , . Metode pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti adalah sampling jenuh karena populasi yang ada relatif kecil Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Variabel Demografi Sampel Identitas Responden Jenis Kelamin Lama Bekerja Usia Karyawan Pendidikan Terakhir Klasifikasi Frekuensi Laki-Laki Perempuan Total < 1 Tahun 1-5 Tahun 6-10 Tahun > 10 Tahun Total 20-25 Tahun 26-40 Tahun > 40 Tahun Total SMA atau SMK Sederajat Total Persentase (%) Sumber : Data diolah oleh penulis . Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa karyawan dengan jenis kelamin perempuan lebih banyak yaitu sebanyak 30 karyawan atau 65,2%. Lalu karyawan dengan lama bekerja 1-5 tahun mendominasikan sebanyak 23 orang atau 50%. Selanjutnya karyawan didominasi dengan rentang usia 26-40 tahun sebanyak 30 orang atau 65,2%. Terakhir terdapat 39 karyawan atau 84,8% dengan pendidikan terakhir yaitu S1. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Measurement Model (Outer Mode. Tabel 2 Hasil Uji Outer Laoding Uji Convergent Validity Variabel Rule of Thum yang biasanya digunakan untuk menilai validitas convergent yaitu nilai loading factor yang mana nilainya harus lebih dari 0. 7 untuk penelitian yang bersifat confirmatory dan nilai loading faktor antara 0. 6 - 0. 7 untuk penelitian yang bersifat exploratory masih dapat diterima (Ghozali & Latan, 2. Sedangkan menurut (Hair et al. 2014 dalam Effendi et al. , 2. nilai cut off untuk loading faktor yaitu sebesar 0. Nilai cut off untuk loading faktor yang peneliti gunakan yaitu menurut (Ghozali & Latan. Gambar dan tabel berikut ini menjelaskan nilai outer loading dalam penelitian ini. Komitmen Organisasi Gaya Kepemimpinan Transformasio Kepuasan Kerja Organizational Citizenship Behavior Indikator KO 1 KO 8 KO 9 KO 10 GKT 1 GKT 2 GKT 3 GKT 4 GKT 5 GKT 6 GKT 7 GKT 8 GKT 9 GKT 10 KK 6 KK 8 KK 11 KK 12 KK 14 OCB 1 OCB 2 OCB 3 OCB 5 OCB 6 OCB 7 OCB 8 OCB 9 OCB 11 Loading Factor Rule of Thumb Sumber: Ouput SmartPLS, data diolah oleh penulis . Setelah pengolahan data dan mengeliminasi instrumen yang tidak valid, semua instrumen yang tersisa telah memenuhi kriteria dengan nilai > 0. Hal ini menunjukkan bahwa variabel laten merefleksikan indikator-indikator yang ada dalam penelitian ini dan dapat diterapkan untuk analisis lebih lanjut. Sumber: Ouput SmartPLS, data diolah oleh penulis . Gambar 2 Hasil Pengolahan Data Berdasarkan hasil gambar di atas, berikut ini adalah pengolahan data: Pada tahap pengujian validitas konvergen selanjutnya, akan dievaluasi menggunakan hasil uji AVE (Average Variance Extracte. Berikut adalah tabel nilai AVE. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Uji Discriminant Validity Fornell Larcker Heterotrait Monotrait - HTMT Untuk validitas diskriminan selanjutnya dapat dilakukan perbandingan nilai akar kuadrat AVE dengan nilai korelasi antar konstruk . ariabel late. dalam model (Ghozali & Latan, 2. Berikut ini adalah hasil output nilai dari Fornell Larcker yang menunjukkan hasil sebagai berikut. Pendekatan diskriminan adalah Heterotrait-Monotriat (HTMT). Menurut Henseler et. dalam Wahjoedi, . menganjurkan bahwa nilai dari HTMT yaitu < 0. 90 yang berarti sangat baik. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan hasil pengujian validitas diskriminan. Tabel 3 Discriminant Validity Ae Heterotrait Monotrait Variabel GKT OCB Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepuasan Kerja Komitmen Organisasi Organizational Citizenship Behavior Sumber: Output SmartPLS, data diolah oleh penulis . Berdasarkan Tabel 3 di atas, uji nilai dari validitas diskriminan dengan metode Heteroit Monotrait menunjukkan bahwa seluruh nilai berada di bawah 0. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa semua konstruk yang ada dinyatakan valid secara diskriminan hal tersebut sejalan dengan pendapat dari Henseler et. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 Tabel 4 Fornell Larcker GKT Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepuasan Kerja Komitmen Organisasi Organizational Citizenship Behavior OCB Sumber: Ouput SmartPLS, data diolah oleh penulis . Dari tabel 4 diatas menunjukkan bahwa nilai dari setiap konstruk sudah lebih besar dari korelasi antar konstruk. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua konstruk atau variabel laten sudah memililki validitas diskrminan yang baik, dimana pada blok indikator konstruk tersebut lebih baik daripada indikator blok P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Uji Construct Reliability Uji reliabilitas konstruk dilakukan untuk membuktikan akurasi, konsistensi dan ketetapan instrumen dalam mengukur Adapun yang akan diuji yaitu CronbachAos Alpha dengan nilai cut off lebih besar dari 0,7menurut Hair et al. , . Henseler et al. , . dalam Effendi et al. Composite Reliability dengan nilai cut off harus lebih besar dari 0. 7 untuk penelitian yang bersifat confirmatory dan 6 - 0. 7 masih dapat diterima untuk penelitian yang bersifat exploratory (Ghozali & Latan, 2021:. dan Average Variance Extracted (AVE) dengan nilai cut off lebih besar dari 0. 5 menurut Hair et al. Henseler et al. , . dalam Effendi et al. , . Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan validitas serta reliabilitas konstruk. Tabel 5 Composite Reliability. Cronbach Alpha dan AVE Variabel Cronbach's Alpha Composite Reliability . Avarage Variance Extracted (AVE) Komitmen Organisasi Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepuasan Kerja Organizational Citizenship Behavior Sumber : Ouput SmartPLS, data diolah oleh penulis . Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai CronbachAos Alpha lebih rendah dari nilai Composite Reliability. Hal ini dikarenakan nilai CronbachAos Alpha Composite Reliability mewakili nilai atas. untuk semua konstruk bernilai lebih dari 0,70. Nilai dari Composite Reliability yang tinggi memiliki konsistensi dari masingmasing indikator dalam mengukur konstruknya, sehingga dapat disimpulkan bahwa semua konstruk memiliki tingkat reliabilitas yang baik. Selain itu dapat dilihat nilai AVE dari variabel laten sudah lebih besar dari 0,50 yang artinya indikator-indikator yang ada mampu menjelaskan lebih dari 50% variabel laten yang diteliti. Structural Model (Inner Mode. R2 (RAeSquar. Menurut Ghozali & Latan, . nilai R-square dibedakan kedalam tiga kategori yaitu nilai 0. 75 menunjukkan model kuat, 0. 50 menunjukkan model moderat dan 0. 25 menunjukkan model Berikut ini adalah tabel R-Square yang menunjukkan hasil evaluasi sebagai Tabel 6 R-square R Ae Square Variabel R - Square Adjusted OCB Sumber : Output SmartPLS, data diolah oleh penulis . Berdasarkan tabel 6, nilai R-square Adjusted yakni 0. yang organizational citizenship behavior dapat dijelaskan oleh naik turunnya variabel komitmen organisasi, gaya kepemimpinan transformasional, dan kepuasan kerja dengan kata lain bahwa variabel independent memberi pegaruh bersamasama sebesar 51% terhadap variabel Sedangkan, sisanya sebesar Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. 49% organizational citizenship behavior dijelaskan oleh naik turunnya variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian. -squar. Nilai cut off dari f-square yaitu 0. yang memiliki pengaruh kecil, 0. memiliki pengaruh menengah, dan 0. memiliki pengaruh besar pada level structural (Chin, 1988:2010 dalam Ghozali & Latan, 2021:. Berikut adalah hasil output untuk f-square. Tabel 7 f-square Variabel f-Square KO -> OCB GKT -> OCB KK -> OCB Sumber : Output SmartPLS, data diolah oleh penulis . Berdasarkan tabel 7 di atas, variabel komitmen organisasi memiliki nilai fsquare sebesar 0. 065 yang artinya komitmen organisasi memberikan efek yang kecil terhadap organizational citizenship behavior. Begitu juga dengan transformasional memiliki nilai f-square 017 yang artinya gaya memberikan efek yang kecil terhadap Sedangkan kepuasan kerja memiliki nilai fsquare sebesar 0. 392 yang artinya kepuasan kerja memberikan efek yang besar terhadap organizational citizenship behavior. Menurut Hair et al, 2011 dalam Yamin, . pengukuran selanjutnya yaitu dapat dilihat dari nilai VIF apabila nilai VIF > 5 maka menunjukkan adanya multikolinier sebaliknya jika nilai VIF < 5 maka tidak ada multikolinier . dan dapat diabaikan. Berikut ini merupakan hasil output dari VIF sebagai berikut. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 Tabel 8 Variance Inflation Factor (VIF) Variabel Indikator VIF KO 1 KO 8 Komitmen Organisasi KO 9 KO 10 GKT 1 GKT 2 GKT 3 GKT 4 Gaya GKT 5 Kepemimpinan GKT 6 Transformasional GKT 7 GKT 8 GKT 9 GKT 10 KK 6 KK 8 Kepuasan KK 11 Kerja KK 12 KK 14 OCB 1 OCB 2 OCB 3 OCB 5 Organizational OCB 6 Citizenship Behavior OCB 7 OCB 8 OCB 9 OCB 11 Sumber: Ouput SmartPLS, data diolah oleh penulis . Berdasarkan tabel 8 di atas, seluruh indikator komitmen organisasi mempunyai nilai di bawah 5 yang artinya indikatorindikator tersebut tidak memiliki hubungan P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. dengan konstruk lain selain komitmen Lalu kepemimpinan transformasional terdapat indikator yang memiliki nilai di atas 5 yaitu GKT 2. GKT 3. GKT 5. GKT 7. GKT 8 yang artinya terdapat hubungan antara indikator tersebut dengan variabel lain Variabel kepuasan kerja terdapat indikator yang memiliki nilai di atas 5 yaitu KK 14 yang artinya terdapat hubungan antara dengan konstruk lain selain kepuasan kerja. Variabel organizational citizenship behavior terdapat 3 indikator yang memiliki nilai di atas 5 yaitu OCB 1. OCB 2. OCB 8 yang artinya terdapat hubungan antara indikator tersebut dengan variabel lain selain organizational citizenship behavior. Keterangan : KO = Komitmen Organisasasi GKT = Gaya Kepemimpinan Transformasional KK = Kepuasan Kerja OCB = Organizational Citizenship Behavior Berdasarkan tabel 9, hasil uji hipotesis dapat dijelaskan sebagai berikut : Uji Hipotesis Uji hipotesis digunakan untuk menentukan apakah variabel independen memiliki pengaruh terhadap variabel Tabel 9 Path Coefficient Variabel Original Sample (O) Standard Deviation TDEV) t-statistics . CO/STDEV. p-values KO (X. -> OCB (Y) GKT (X. -> OCB (Y) KK (X. -> OCB (Y) Sumber: Ouput SmartPLS, data diolah oleh penulis . Komitmen Organisasi Terhadap Organizational Citizenship Behavior Variabel memiliki nilai t-statistik atau thitung < ttabel yaitu sebesar 1. 576 < 2. 0154 atau probabilitas p-values sebesar 0. Maka variabel komitmen organisasi tidak memiliki pengaruh terhadap organizational citizenship Oleh karena itu, hipotesis pertama Ho1 diterima dan Ha1 ditolak. Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Organizational Citizenship Behavior Variabel transformasional memiliki nilai tstatistik atau thitung < ttabel sebesar 0. < 2,0154 atau probabilitas p-values 409 > 0. Hal ini kepemimpinan transformasional tidak organizational citizenship behavior. Maka dari itu, hipotesis kedua Ho2 diterima dan Ha2 ditolak. Kepuasan Kerja Terhadap Organizational Citizenship Behavior Variabel kepuasan kerja memiliki nilai t-statistik atau thitung < ttabel sebesar 256 >2,0154 atau probabilitas pvalues sebesar 0. 001 < 0. Hal ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja organizational citizenship behavior. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Oleh karena itu, hipotesis ketiga Ho3 ditolak dan Ha3 diterima. Hasil dari penelitian pengujian software SmartPLS 4. 2 dapat diperoleh model bootstrapping sebagai berikut. yaycuya yaycuya yaycuya = Ooi yaycOya y OoIyci2I = Oo0. 678 y Oo0. = 0. Keterangan: i = Nilai rata-rata AVE yaycOya Iyci2 = Nilai rata-rata R2 Berdasarkan perhitungan di atas, nilai Goodness of Fit (GoF) dalam penelitian ini yaitu 0. 706 yang menunjukkan bahwa tingkat kecocokan model secara keseluruhan dinyatakan tinggi atau kuat. KESIMPULAN Berdasarkan analisis penelitian ini penulis menyimpulkan sebagai berikut: Sumber: Ouput SmartPLS, data diolah oleh penulis . Gambar 3 Model Bootstrapping Goodness of Fit (GoF) Goodness of Fit (GoF) biasa diterapkan untuk menguji kecocokan dari model secara keseluruhan, baik untuk Berikut ini adalah rumus dan perhitungan untuk Goodness of Fit (GoF). DAFTAR PUSTAKA