Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 Implementation of Brainstorming Learning Method to Improve Students' Understanding of the Material of Hadith Elements for Class X Liana Fika Ariyani1*. Darnoto2 Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara Article History: Received: 7/5/2025 Revised: 7/6/2025 Accepted: 5/7/2025 Published: 22/7/2025 Keywords: Brainstorming Method. Hadith Learning. Student Understanding Kata Kunci: Implementasi, metode Correspondence Address: lvika5944@gmail. Abstract: The purpose of this study was to test the effectiveness of the brainstorming method in learning and improving the understanding of class X Bahasa MAN 2 Jepara students on the material of the elements of The brainstorming method can actually improve understanding, learning motivation, and student participation through active participation in discussions to generate ideas, develop concepts, and pay attention to the material with personal knowledge. This study is a classroom action research (PTK) which is carried out in two stages, each stage including observation, reflection, planning stage, and The sample of this study was selected using a purposive sampling technique and the subjects of the study were class X Bahasa MAN 2 Jepara students. understanding the elements of hadith given before . re-tes. and after . ost-tes. Data analysis was carried out using the t-test statistical test . lso known as the "difference test") with SPSS 23. 0 software. The findings of the study showed that the average value increased from 61. 85 in the initial test to 76. 85 in the final test. Thus, the application of the brainstorming method has proven effective in improving students' understanding of the material of the elements of Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas metode brainstorming dalam pembelajaran dan meningkatkan pemahaman siswa kelas X Bahasa MAN 2 Jepara pada materi unsur hadis. Metode brainstorming sebenarnya dapat meningkatkan pemahaman, motivasi belajar, dan peran serta siswa melalui partisipasi aktif dalam diskusi untuk menghasilkan ide, mengembangkan konsep, dan memperhatikan materi dengan pengetahuan pribadi . Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas ( PTK ) yang dilaksanakan dalam dua tahap, yang masing-masing tahap meliputi observasi, refleksi, tahap perencanaan, dan pelaksanaan . Sampel penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dan subjek penelitian adalah siswa kelas X Bahasa MAN 2 Jepara . memahami unsur hadis yang diberikan sebelum . re-tes. dan sesudah ( post-tes. Analisis dilakukan data dengan menggunakan uji statistik t-test ( juga dikenal sebagai "uji beda ") dengan perangkat lunak SPSS 23. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata meningkat dari 61,85 pada tes awal menjadi 76,85 pada tes akhir. Dengan demikian, penerapan metode brainstorming terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi unsur Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 PENDAHULUAN Kemajuan zaman yang terus berkembang membawa berbagai perubahan signifikan dalam kehidupan manusia, termasuk dampak yang besar di bidang Tentunya dalam proses pembelajaran ada banyak kesulitan yang terjadi, salah satunya siswa kesulitan memahami materi pembelajaran, khususnya materi hadis, dikarenakan materi hadis sering dianggap sulit atau kurang relevan dengan materi yang lainnya. Tidak hanya itu, beberapa siswa juga kesulitan menghubungkan hadis dengan kehidupan mereka sehari-hari. terkadang hadis yang dipelajari terasa "jauh" dari permasalahan kontemporer (Junita et al. , 2. Kesulitan siswa dalam belajar hadis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari segi materi, metode, maupun kondisi siswa sendiri (Ambarwati et al. Dalam pemahaman bahasa, hadis ditulis dalam bahasa Arab, yang mungkin sulit dipahami oleh siswa yang tidak memiliki dasar kuat dalam bahasa ini. Banyak istilah teknis seperti sanad, matan, rawi, dan jarh wa ta'dil yang membutuhkan pemahaman mendalam (Nur, 2. Siswa sering kesulitan memahami konteks historis atau budaya di mana hadis itu disampaikan. Pemahaman yang kurang tentang Rasulullah AA mengakibatkan kesalah pahaman isi hadis. Siswa juga sering bingung dengan pembagian hadis menjadi sahih, hasan, dan dhaif. Memahami proses kritik sanad dan matan memerlukan keahlian teknis dan pengetahuan mendalam (Imtyas. Dari beberapa kesulitan-kesulitan yang telah dijelaskan di atas, peneliti berpikir untuk menggunakan metode brainstorming agar para siswa dapat lebih mudah memahami hadis(Rahmadani et al. , 2. Keterlibatan aktif ini membantu mengurangi kebosanan dan mendorong siswa untuk lebih memahami materi secara mandiri. Diskusi kolektif yang dilakukan dalam brainstorming dapat membantu siswa mengatasi kesulitan individu dengan cara mendengarkan ide dan penjelasan dari teman-teman (Winata et al. , 2. Siswa yang awalnya kesulitan memahami isi atau pesan hadis dapat mendapat pencerahan dari ide-ide spontan yang disampaikan teman lain selama sesi brainstorming (Bitu et al. , 2. Ketika siswa melihat berbagai contoh aplikasi hadis yang dibagikan dalam brainstorming. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 mereka lebih mudah memahami relevansi hadis dalam kehidupan nyata (Taja et , 2. Seperti yang dilakukan guru di sekolahan, peneliti meminta siswa menyebutkan contoh penerapan hadis dalam kehidupan sehari-hari, seperti hadis tentang kejujuran atau kasih sayang. Siswa mengumpulkan berbagai ide tentang relevansi hadis dalam konteks modern, seperti dalam etika media sosial, kerja sama, atau keberlanjutan lingkungan. Setelah brainstorming, guru memandu diskusi untuk menyaring ide yang paling sesuai dan relevan dengan isi hadis (Firdayanti et al. , 2. Penelitian yang dilakukan oleh Hairunnisa . di SMA Negeri 14 Makassar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam menunjukkan bahwa ratarata nilai peserta didik di kelas yang tidak menggunakan metode brainstorming sebesar 81, sedangkan kelas yang menggunakan metode ini mendapatkan nilai rata-rata hasil belajar sebesar 84,9. Peneliti menyimpulkan bahwa metode brainstorming memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa (Rahma Sari et al. , 2. Penelitian Abdul Karim juga menunjukkan bahwa penerapan metode brainstorming meningkatkan ketuntasan belajar siswa dari 74,66% pada siklus I menjadi 87,88% pada siklus II di SMPN 4 Rumbo Jaya kelas VII (Abdullah & Sari, 2. Hasil dari pengujian hipotesis di kelas XI MAS Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung pada mata pelajaran Akidah Akhlak menunjukkan bahwa teknik brainstorming berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa (Rika Widianita, 2. Berdasarkan pemaparan fakta dan beberapa penelitian terdahulu, belum ditemukan adanya penelitian yang secara khusus menghasilkan bahwa metode brainstorming dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berbicara di depan umum. Oleh karena itu, penelitian ini diperlukan untuk mengetahui keefektifan penggunaan metode pembelajaran brainstorming, dengan mengkaji penelitian terdahulu. Dengan pendekatan yang tepat, metode brainstorming diyakini mampu menjadi alat yang efektif dalam proses pembelajaran Al-Quran Hadis, sehingga metode pembelajaran tersebut peneliti terapkan di MAN 2 Jepara. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pemilihan PTK bertujuan agar peneliti dapat lebih mudah menemukan masalah yang ada di dalam kelas dan mencari solusi dari masalah tersebut (Cahyanti & Nuroh, 2. Penelitian tindakan ini dilaksanakan untuk mengetahui sebesar apa pengaruh penggunaan metode brainstorming dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi unsur-unsur hadis, sekaligus untuk mendorong keberanian siswa dalam berbicara di depan umum. Melalui pendekatan PTK, peneliti dapat melakukan intervensi secara langsung, mengevaluasi hasilnya, dan memperbaiki pembelajaran berdasarkan temuan di setiap siklus (Hastuti, 2. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Bahasa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Jepara yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling (Sampel, 2. Alasan memilih kelas X Bahasa adalah karena siswa pada tahap ini sedang berada dalam masa transisi akademik dari SMP ke MA, menghadapi tantangan akademik yang lebih kompleks, dan berasal dari berbagai latar belakang pendidikan (MTs dan SMP), sehingga memerlukan penyesuaian dalam memahami materi hadis (SURYADI & USMAN, 2. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman, terdiri dari soal pre-test dan post-test berjumlah 20 soal pilihan ganda yang dirancang untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap unsur-unsur hadis, untuk indikator penilaiannya tidak hanya dari soal pre test dan post test tapi dari proses diskusi dan penyampaian presentasi sehingga kita dapat tahu apakah pemahaman konsep dan penyampaian materi saat diskusi meningkat atau tidak. Metode pembuatan soal ini menggunakan teknik Expert Judgement soal-soal ini disusun berdasarkan indikator pemahaman yang relevan dan menggunakan validasi oleh ahli materi dan ahli evaluasi pendidikan untuk memastikan kesesuaian konten, kejelasan bahasa, serta tingkat kesulitan soal. Prosedur penelitian dilakukan melalui beberapa tindakan. Setiap tindakan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Langkah awal adalah pemberian pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal siswa. Setelah itu, diterapkan metode pembelajaran brainstorming, di mana Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 guru memberikan penjelasan singkat mengenai materi unsur-unsur hadis, membagi siswa dalam kelompok-kelompok kecil, dan masing-masing kelompok melakukan diskusi terhadap topik yang telah disiapkan guru (Junita et al. , 2. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antar kelompok untuk memperdalam pemahaman materi (Rahma Sari et al. , 2. Pada sesi akhir, guru menyimpulkan hasil diskusi dan memberikan penguatan materi. Setelah beberapa minggu pelaksanaan metode ini, peneliti memberikan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman siswa (Bitu et al. , 2. Dua siklus dipilih agar dapat memperbaiki proses pembelajaran berdasarkan refleksi hasil siklus pertama dan memberikan kesempatan perbaikan lebih lanjut pada siklus kedua, sebagaimana prinsip dasar PTK. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Skor pre-test dan post-test siswa dianalisis dengan menggunakan uji t . ji bed. untuk melihat signifikansi peningkatan pemahaman siswa setelah penerapan metode brainstorming. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS 23. 0 untuk memperoleh hasil yang akurat dan terukur (Abdullah & Sari, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan pembelajaran di kelas X Bahasa MAN 2 Jepara menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa setelah penerapan metode brainstorming. Metode Brainstorming memfasilitasi proses penggalian ide secara terbuka dan bebas, memungkinkan siswa untuk mengungkapkan pengetahuan dan pemahaman mereka tentang unsur-unsur hadis. Dengan melibatkan banyak perspektif dalam diskusi, metode ini membantu siswa untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai topik yang dibahas. Brainstorming mendorong partisipasi aktif dari semua siswa. Karena mereka diharapkan untuk berkontribusi dalam menyampaikan pendapat dan ide, siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga terlibat dalam pencarian dan pengembangan pengetahuan bersama. Ini Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran, yang pada gilirannya meningkatkan retensi dan pemahaman mereka terhadap materi hadis. Dalam metode brainstorming, setiap siswa memiliki kesempatan untuk berbicara dan memberikan kontribusinya. Hal ini menciptakan suasana yang inklusif dan demokratis, di mana setiap ide dihargai. Dalam konteks unsur-unsur hadis, siswa dapat berbagi pemahaman mereka tentang sanad, matan, dan konteks hadis, serta saling membantu dalam memperjelas konsep-konsep yang sulit Pendekatan ini memfasilitasi diskusi yang lebih kaya dan memperkuat pemahaman kolektif. Metode ruang bagi mengembangkan dan memperdalam pemikiran mereka. Secara keseluruhan, metode brainstorming tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang unsurunsur hadis, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, teks-teks (Asyafah, 2. Sebelum menggunakan metode ini, peneliti memberikan soal pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal siswa. Setelah itu, metode brainstorming diterapkan dalam pembelajaran, diikuti dengan pemberian post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa terhadap materi unsur-unsur hadis. Tabel 1. Hasil nilai pre test dan post test NAMA SISWA PRE TEST POST TEST ANM AHA AFSAM ADM ANA AVM BNI CASI Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 DNA HKLS KIR LNM MNSF MDL RAF SJW VTL VBA Sumber: Hasil Penilaian peneliti Tabel 1 menunjukkan perbandingan antara nilai pre-test dan post-test siswa. Rata-rata nilai pre-test adalah 61,85, sedangkan rata-rata nilai post-test meningkat menjadi 76,85, dengan selisih peningkatan sebesar 15 poin. Beberapa siswa mengalami peningkatan yang signifikan, seperti A N M. A D M, dan A N A, sementara sebagian lainnya menunjukkan peningkatan yang cukup besar meskipun memiliki nilai awal yang rendah. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 Tabel 2. Hasil uji statistrik sempel berpasangan Paired Samples Statistics t test Deviation Error Mean Std. Std. Tabel 2 memberikan deskripsi statistik untuk pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan rata-rata yang signifikan. Nilai rata-rata pre-test adalah 61,85, dan post-test adalah 76,85, dengan deviasi standar yang relatif kecil, yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami peningkatan pemahaman setelah penerapan metode brainstorming. Tabel 3. Hasil uji korelasi sempel berpasangan Paired Samples Correlations Corre pre test & post test Sig Dari tabel uji korelasi diatas menjelaskan adanya hubungan korelasi antara pre test dan post test sebesar 0,441 dan p-value 0,021. Korelasi positif ini menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh nilai tinggi pada pre-test cenderung memperoleh nilai tinggi pada post-test. Signifikansi korelasi ini menegaskan bahwa perubahan yang terjadi bukanlah kebetulan, melainkan akibat dari penerapan metode brainstorming. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 Tabel 4. Hasil uji sempel berpasangan Tabel 4 menyajikan hasil uji t untuk sampel berpasangan, yang Paired Samples Test Paired DifferencesAo Confidence Interval St of the Difference Mea test post Deviation Mean Low Upp D. tf taile. air re Std. Error 50000E1 9400 1350 4 19. 026 6 000 menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan antara nilai pre-test dan post-test . = 0,000 < 0,. Hasil uji t ini mengindikasikan bahwa metode brainstorming memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi unsur hadis. Selain itu, peningkatan ini juga tercermin dalam peningkatan keberanian siswa untuk berbicara di depan umum dan mengungkapkan pendapat mereka, yang merupakan salah satu tujuan dari metode brainstorming. Secara keseluruhan, hasil statistik ini menunjukkan bahwa penerapan metode brainstorming secara efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi unsur-unsur hadis dan mengembangkan keterampilan berbicara siswa di depan umum. Peningkatan yang signifikan pada post-test dan penyampaian hasil diskusi merupakan poenelitian ini, berbeda dengan penelitian yang sebelumnya, sehingga menunjukkan model pembelajaran ini berhasil memenuhi tujuan penelitian tidak hanya meningkatkan pemahaman tetapi meningkatkan kualitas Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam | Vol. No. 1, 2025 DOI: http://dx. org/ 10. 33477/alt. E-ISSN: 2614-3860 KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran brainstorming efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi unsur-unsur hadis di kelas X Bahasa MAN 2 Jepara. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terdapat peningkatan yang signifikan pada skor rata-rata siswa, yang menunjukkan bahwa metode ini dapat membantu siswa lebih memahami materi yang diajarkan. Meskipun sebagian besar siswa mengalami peningkatan, beberapa siswa menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, seperti A N M. A D M. A N A. H K L S, dan V T L. Bahkan siswa dengan nilai pre-test rendah pun mengalami kemajuan yang signifikan, menunjukkan bahwa metode ini bermanfaat untuk berbagai tingkat pemahaman siswa. Hasil uji statistik juga mendukung temuan ini, dengan nilai p-value yang lebih kecil dari 0,05, menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan post-test. Korelasi positif yang sedang antara skor pre-test dan post-test mengindikasikan bahwa penerapan metode brainstorming secara efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi tersebut. REFERENSI