AJER Advanced Journal of Education and Religion Vol. 2 No. 3 September 2025 Pengembangan Media Pembelajaran SNAMBO (Snake Math Bo. Materi KPK dan FPB Kelas IV SDN Pomahan I Siti Amirotus Sholikah1*. Lailatul Magfiroh2 123Fakultas Agama Islam. Universitas Islam Darul Ulum Lamongan *Corresponding author: sitiamirotus. 2021@mhs. ARTICLE INFO ABSTRACT Article history Received 05-09-25 Revised 17-09-25 Accepted 24-09-25 This study aims to analyze the development, validity, effectiveness, and studentsAo responses to the SNAMBO learning media in improving fourth grade studentsAo understanding of Least Common Multiple (LCM) and Greatest Common Divisor (GCD) at SDN Pomahan I. The research applied the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which included expert validation, small-group and large-group trials, as well as student response questionnaires. The results of material validation obtained a score of 89% with a very feasible category, while media validation achieved 80% with a feasible category. Normality tests showed that data from both small and large groups were normally distributed. The N-gain analysis indicated an average of 31. 69 in the small group and 40. 69 in the large group, both classified as moderately effective. In addition, studentsAo responses to the SNAMBO media reached 80%, categorized as very good. These findings demonstrate that SNAMBO media is attractive, easy to use, and beneficial in helping students understand LCM and GCD concepts. Furthermore, it provides an innovative alternative to game- based mathematics learning that enhances student engagement. Based on these results. SNAMBO is not only valid, feasible, and effective, but also strongly supports the mathematics learning process. Therefore, this media is highly necessary as an innovative tool to improve the quality of elementary school mathematics learning. Keyword Development Media SNAMBO KPK and FPB Pendahuluan Matematika menjadi salah satu bidang studi yang dipelajari di sekolah dasar. Matematika sangat berperan dalam menjawab permasalahan matematis di kehidupan sehari-hari. Sehingga matematika merupakan salah satu mata pelajaran penting dipelajari oleh siswa sekolah dasar agar memiliki kemampuan berpikir Ajer Advanced Journal of Education and Religion Vol. No. September 2025 yang logis, kritis, sistemastis, dan objektif sehingga mampu menguasai IPTEK dalam menghadapi perkembangan zaman (Rianti And I Wayan, 2. Mengingat pentingnya matematika, menjadi salah satu pelajaran yang harus dikuasai sejak Namun pada kenyataanya, banyak siswa mulai mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran matematika sejak di sekolah dasar (Sirwanti and Nurfaidah. Banyak siswa memandang matematika sebagai pelajaran yang rumit dan menjadi momok yang menakutkan. Hal ini salah satunya disebabkan karena banyak siswa yang memperoleh nilai rendah pada ulangan matematika (Rosmalah dkk, 2. Permasalahan tersebut didukung dengan berbagai penelitian yang membuktikan bahwa kemampuan matematika anak Indonesia masih rendah. Rendahnya kemampuan tersebut tidak lepas dari pengaruh berbagai faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Pertama, penelitian Diana Zuschaiya menyimpulkan bahwa faktor internal seperti kemampuan intelektual dan minat belajar, serta faktor eksternal seperti peran guru dan kondisi lingkungan, turut kontribusi terhadap kesulitan belajar matematika (Diana, 2. Penelitian lain oleh Taurinda Mahardiyanti juga menguatkan bahwa tantangan belajar matematika berasal dari kombinasi berbagai faktor internal dan eksternal yang saling memengaruhi (Taurinda, 2. Salah satu bentuk dukungan yang berperan penting dalam proses pembelajaran adalah media pembelajaran. Minimnya penggunaan media, yang menjadi salah satu faktor eksternal menunjukkan media memiliki peran yang strategis dalam membantu siswa memahami materi secara efektif. Media dalam pembelajaran erat kaitannya dengan hasil belajar, karena adanya media maka pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan tujuan yang akan di capai (M Sahib dkk, 2. Media pembelajaran khususnya pada mata pelajaran matematika sangat diperlukan, karena matematika yang bersift abstrak, sehingga jika penyampaiannya tidak dilakukan dengan metode yang tepat, akan memperkuat anggapan bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan menakutkan (M Sahib dkk, 2. Peneliti memilih menerapkan media SNAMBO pada pelajaran matematika karena selain bertujuan untuk memudahkan siswa dalam memahami konsep dasar KPK dan FPB yang sering dianggap abstrak dan membingungkan, juga agar siswa dapat memahami penerapan konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari. KPK dan FPB bukan hanya mareri yang harus dikuasai secara teoritis, tetapi juga memiliki manfaat praktis, seperti dalam menentukan waktu bertemu dua kejadian yang berulang atau dalam menyederhanakan permasalahan sehari-hari. Mengacu dengan latar belakang yang sudah dipaparkan, peneliti tertarik guna menjadikan permasalahan ini sebagai fokus penelitian dengan judul "Pengembangan Media Pembelajaran SNAMBO Pada Materi KPK dan FPB Kelas IV SDN Pomahan I". Ajer Advanced Journal of Education and Religion Vol. No. September 2025 Metode Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yaitu Research and Development (R&D) dengan model ADDIE sebagai acuan dalam proses pengembangan produk. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran pada materi KPK dan FPB. Metode ini digunakan untuk menghasilkan produk tertentu yang bersifat analisis kebutuhan serta menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas, maka diperlukan penelitian untuk menguji keefektifan produk tersebut (Fayrus, 2. Model ADDIE terdiri atas lima tahapan, yaitu analyze . , design . , development . , implementation . , dan evaluation . (Leroy, 2. Subjek yang dilibatkan pada tahap pengembangan meliputi satu dosen dan guru kelas yang berperan sebagai validator tingkat kelayakan media. Adapun uji coba penerapan media AuSNAMBOAy dilaksanakan pada siswa kelas IV SDN Pomahan I sebanyak 23 siswa. Uji coba ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan respon siswa terhadap media AuSNAMBOAy. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa teknik, yaitu observasi, wawancara, angket, tes awal . re-tes. dan tes akhir . ost-tes. , serta Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan pada tahap prapenelitian dan saat proses penelitian untuk mengetahui proses pembelajaran serta mengetahui respon siswa terhadap media SNAMBO, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan karakteristik peserta Sementara itu, analisis data kuantitatif bersumber dari angket validasi ahli materi dan ahli media guna menilai kelayakan produk, angket respon siswa untuk mengetahui respon pada media, serta hasil pre-test dan post-test sebagai indikator efektivitas bahan ajar. Penilaian angket validasi maupun respon siswa menggunakan skala Likert dengan kategori tertentu sebagaimana disajikan pada Tabel berikut: Tabel 1 Kategori Skala Likert Jawaban Skor Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang (Masitowarni, 2. Penentuan jumlah persentase kevalidan dan kemenarikan ditinjau dari hasil instrumen validasi ahli materi, ahli bahan ajar, serta angket respons guru menggunakan rumus sebagai berikut: Ajer Advanced Journal of Education and Religion Vol. No. September 2025 ycE= yce y 100 ycA Skor akhir dari instrumen angket respons siswa . ji kemenarika. ditentukan menggunakan skala Guttman dengan kategori sebagai berikut: Tabel 2. Kategori Skala Guttman Alternatif Jawaban Skor Tidak (Slamet Widodo, 2. Rumus untuk menghitung P kemenarikan ditinjau dari angket respons siswa adalah sebagai berikut: yce ycE= ycA y 100 Setelah persentase kevalidan dan kemenarikan diperoleh, maka dalam menentukan keseluruhan hasil analisis instrumen data untuk menentukan tingkat kelayakan media, menggunakan kriteria interpretasi kelayakan sebagai berikut: Tabel 3. Kriteria Tingkat Interpretasi Kelayakan Tingkat penapaian (%) 81%-100% 61%-80% 41%-60% 21%-40% 0%-20% Kualifikasi Kriteria Interpestasi Sangat Baik Sangat Layak Baik Layak Cukup Baik Cukup Layak Tidak Baik Tidak Layak Sangat Tidak Baik Sangat Tidak Layak (Fitroh, 2. Penilaian soal pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat keefektifan media SNAMBO dengan melakukan uji N-Gain berbantuan aplikasi SPSS. Penentuan tingkat keefektifan media SNAMBO dengan menggunakan pembagian skor gain sebagai berikut: Tabel 4. Pembagian Skor N-Gain Nilai N-Gain Ou 0,7 0,30 Ae 0,70 0,00 Ae 0,29 Klasifikasi Tinggi Sedang Rendah Ajer Advanced Journal of Education and Religion Vol. No. September 2025 (Gito Supriadi, 2. Hasil dan Pembahasan Hasil Pengembangan Media Pengembangan media dirancang dengan menggunakan model ADDIE, yaitu Analyze. Design. Development. Implementation. Evaluation. Berikut hasil penelitian menggunakan model ADDIE : Analisis (Analyz. Tahap analisis dibagi dalam 2 tahap yaitu analisis kebutuhan dan Capaian Pembelajaran (CP). Hal ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang terjadi dan diperlukan adanya penelitian. Penjelasan terkait analisis dapat dijabarkan sebagai berikut: Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru kelas IV, dan studi literatur. Berdasarkan hasil analisis tersebut, ditemukan bahwa proses pembelajaran masih bersifat monoton, minim interaksi, dan belum banyak menggunakan media pembelajaran yang inovatif. Hal ini mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep KPK dan FPB secara mendalam. Oleh karena itu, melalui analisis ini disimpulkan perlunya pengembangan media pembelajaran SNAMBO sebagai solusi untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika. Analisis Capaian Pembelajaran Analisis capaian pembelajaran dilakukan untuk memastikan bahwa media yang dikembangkan sesuai dengan arah pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka. Pada Fase B, yaitu kelas IV, siswa diharapkan mampu memahami dan menentukan KPK serta FPB melalui berbagai representasi. Berdasarkan hasil analisis dokumen kurikulum dan kompetensi yang ditetapkan, media SNAMBO dirancang untuk mendukung pencapaian kompetensi tersebut dengan pendekatan yang menyenangkan dan kontekstual, sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa secara lebih bermakna. Desain (Desig. Tahap desain memiliki kemiripan dengan merancang kegiatan belajar Pada tahap ini peneliti mulai merancang bentuk dan isi media pembelajaran SNAMBO yang akan dikembangkan. Desain dilakukan dengan mengacu pada hasil analisis kebutuhan dan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan dalam Kurikulum Merdeka. Tahap ini mencakup perencanaan visual media, penyusunan soal KPK dan FPB yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa kelas IV, perancangan aturan permainan, serta pemilihan warna dan symbol yang menarik. Semua elemen dirancang agar dapat memfasilitasi pemahaman konsep secara menyenangkan, interaktif, dan Ajer Advanced Journal of Education and Religion Vol. No. September 2025 Tabel 5. Desain Media SNAMBO Gambar Keterangan Bagian depan berisi judul dan fungsi media, yaitu sebagai alat bantu siswa dalam memahami materi KPK dan FPB melalui permainan. Gambar 4. 1 Cover Bagian Depan Media SNAMBO Bagian belakang berisi cara bermain yang memandu siswa dalam menggunakan media SNAMBO. Gambar 4. Cover Bagian Belakang Media SNAMBO Bagian dalam atas berisi 100 kotak soal permainan SNAMBO. Gambar 4. Sisi Atas Bagian dalam Media SNAMBO Ajer Advanced Journal of Education and Religion Vol. No. September 2025 Bagian dalam bawah berupa papan angka 1-100 yang digunakan untuk membantu siswa menentukan hasil KPK dan FPB. Gambar 4. Sisi Bawah Bagian dalam Media SNAMBO Pengembangan (Dedevelopmen. Tahap pengembangan merupakan proses menghasilkan produk yang telah dirancang pada tahap sebelumnya. Pada tahap ini, peneliti mengembangkan media pembelajaran SNAMBO berbasis materi KPK dan FPB yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa sekolah dasar. Media SNAMBO dikembangkan dalam bentuk papan permaian dua sisi yang terdiri atas kotak-kotak berisi soal, tantangan dan instruksi. Desain media dibuat menarik, interaktif, dan mudah digunakan, agar mampu meningkatkan motivasi serta keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran. Tabel 7. Hasil analisis lembar validasi Jenis validasi Nilai rata-rata Presentase rata-rata Materi Sangat Layak Media Layak Penerapan (Implementatio. Implementasi merupakan langkah menerapkan media pembelajaran yang kita Setelah divalidasi oleh ahli materi dan ahli media dilakukan uji coba yang akan menghasilkan perangkat pembelajaran. Pada langkah ini dilakukan kegiatan uji coba penggunaan media SNAMBO pada siswa kelas IV SDN Pomahan I sebanyak 23 siswa. Sebelum digunakan secara luas, media SNAMBO diuji coba dalam skala terbatas sebanyak 6 siswa guna mengetahui tingkat kepraktisan dan respon awal dari siswa. Hasil dari uji coba terbatas ini akan menjadi acuan untuk perbaikan lebih lanjut sebelum media diimplementasikan secara lebih luas di lingkungan sekolah dasar. Ajer Advanced Journal of Education and Religion Vol. No. September 2025 Tabel 8. Kegiatan Penerapan Media SNAMBO Kegiatan Dokumentasi Tahap Pemberian Pre- Test Kelompok Kecil Gambar 4. 5 Pemberian Pre-Test Kelompok Kecil Tahap Pemberian Post- Test Kelompok Kecil Gambar 4. 6 Pemberian Post-Test Kelompok Besar Tahap pemberian Pre- Test kelompok besar Gambar 4. 7 Pemberian Pre-Test Kelompok Besar Ajer Advanced Journal of Education and Religion Vol. No. September 2025 Tahap penerapan media SNAMBO. Gambar 4. 8 Peneliti Menjelaskan cara Penggunaan Media SNAMBO Tahap pemberian post- test Kelompok Besar Gambar 4. 9 Pemberian Post-Test Kelompok Besar Pemberian angket respon siswa untuk mengetahui kemenarikan media SNAMBO. Gambar 4. 10 Tahap Pengisian Angket Respon Siswa Ajer Advanced Journal of Education and Religion Vol. No. September 2025 Hasil uji keefektivan media SNAMBO pada kelompok kecil diperoleh nilai mean N-Gain sebesar 31,69. Mengacu pada klasifikasi kriteria N-Gain menurut Hake maka termasuk dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan peningkatan pemahaman siswa setelah penggunaan media SNAMBO tergolong cukup efektif. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan SPSS, diperoleh nilai mean NGain pada kelompok besar yaitu 40,69. Mengacu pada klasifikasi kriteria NGain menurut Hake maka termasuk dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan peningkatan pemahaman siswa setelah penggunaan media SNAMBO tergolong cukup efektif. Untuk mengetahui hasil respon peserta didik terhadap medi SNAMBO dengan menggunakan angket. Adapun hasil analisis angket adalah sebagai berikut: Tabel 9. Hasil Analisis Respon Siswa Terhadap Media SNAMBO Pernyataan Jumlah Presentase kriteria Skor Media SNAMBO ini menarik dan membuat Sangat saya senang belajar. Baik Saya lebih mudah memahami materi KPK dan Baik FPB. Saya lebih mudah mengingat materi setelah Sangat bermain dengan media SNAMBO. Baik Saya menjadi lebih aktif saat pembelajaran Baik menggunakan media SNAMBO. Media SNAMBO membuat saya lebih Baik semangat belajar. Pembelajaran terasa lebih cepat dan tidak Sangat membosankan dengan media ini. Baik Saya bisa belajar sendiri menggunakan media Baik SNAMBO. Ajer Advanced Journal of Education and Religion Vol. No. September 2025 Saya jadi tahu bagaiman materi pelajaran digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Baik Media SNAMBO memberikan contoh soal yang mudah dipahami. Media SNAMBO membantu saya mengetahui apakah saya sudah paham materi atau belum. Sangat Baik Sangat Baik Jumlah Rata-rata Sangat Baik Evaluasi (Evaluatio. Tahap terakhir adalah melakukan evaluasi yang meliputi evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Evaluasi formatif dilakukan untuk mengumpulkan data pada setiap tahapan yang yang digunakan untuk penyempurnaan dan evaluasi sumatif dilakukan pada akhir program untuk mengetahui pengaruhnya terhadap hasil belajar peserta didik dan kualitas pembelajaran secara luas. Dalam penelitian ini hanya dilakukan evaluasi formatif, karena jenis evaluasi ini berhubungan dengan tahapan penelitian pengembangan untuk memperbaiki produk pengembangan yang dihasilkan. Tujuan evaluasi ini dilakukan untuk melihat seberapa jauh tingkat keberhasilan pengembangan media SNAMBO. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian pengembangan media pembelajaran SNAMBO di kelas IV SDN Pomahan I, dapat disimpulkan bahwa media SNAMBO berhasil dikembangkan secara sistematis melalui model Research and Development (R&D) dengan memperhatikan kebutuhan, karakteristik, dan gaya belajar siswa sehingga mampu membantu memahami konsep abstrak KPK dan FPB secara konkret, interaktif, dan menyenangkan. Hasil validasi menunjukkan bahwa media ini sangat layak dari segi materi dengan skor 89% dan layak dari segi tampilan dengan skor 80%, sedangkan uji keefektifan melalui N-Gain memperoleh kategori sedang dengan rata-rata 31,69 pada kelompok kecil dan 40,69 pada kelompok besar. Selain itu, respon siswa terhadap penggunaan media memperoleh persentase kemenarikan sebesar 80% dengan kategori baik, yang berarti media SNAMBO dinyatakan layak, cukup efektif, serta menarik digunakan dalam pembelajaran KPK dan FPB pada siswa sekolah dasar. Sebagai tindak lanjut dari penelitian pengembangan media pembelajaran SNAMBO, peneliti memberikan saran agar media ini dapat dimanfaatkan untuk membantu memudahkan proses pembelajaran, khususnya pada materi KPK dan FPB, sekaligus menjadi alternatif yang menyenangkan bagi siswa dalam belajar. Mengingat media hasil penelitian ini terbukti bermanfaat bagi guru dan siswa, disarankan agar media SNAMBO tidak hanya digunakan pada materi KPK dan Ajer Advanced Journal of Education and Religion Vol. No. September 2025 FPB, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran lainnya karena bentuknya yang fleksibel dan mudah disesuaikan. Selain itu, guru diharapkan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, sehingga media SNAMBO dapat digunakan secara maksimal dan benar-benar membantu meningkatkan pemahaman siswa dalam belajar. Referensi