AHMAR METAKARYA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Available online at: http://journal. id/index. php/AMJPM Vol. No. Februari 2023. Halaman 60-67. p-ISSN 2807-3797 e-ISSN 2807-3576 Pencegahan Karies Gigi Melalui Kegiatan Menyikat Gigi Dan Cuci Tangan Pada Masa New Normal Di SD Negeri 2 Baumata Timur Kabupaten Kupang Ferdi Fankari*1. Emma Krisyudhanti1. Ratih Variani1. Shri Ayu Purnami1 1Program Studi Diploma i Kesehatan Gigi. Jurusan Kesehatan Gigi. Poltekkes Kemenkes Kupang. Kupang. Nusa Tenggara Timur. Indonesia * E-mail: ffankari22@gmail. Received: 28 Oktober 2022 Accepted: 13 Januari 2023 Published: 28 Februari 2023 Abstract Recent research on the impact of the pandemic on habits to maintain oral health is still limited. Since the COVID-19 pandemic, people wash their hands twice as often . %) than brush their teeth . %). In school children, dental disease is a very disturbing problem, because it not only causes complaints of pain but also spreads infection to other parts of the body, resulting in decreased productivity. Objectives: To prevent diseases that attack school children . aries and diarrhe. , and to improve students' healthy living skills in a healthy living environment so that students can learn, grow, and develop harmoniously and become highquality human resources . Method Using action research / participatory research / work research / participatory research where students, teachers and parents are actively involved in this activity, namely the practice of brushing their teeth and washing their teeth every day. Results: This activity was carried out at SD Negeri 2 Baumata Timur, targeting 130 students in grades I-VI, in the form of dental health counseling for all students, distribution of toothbrushes and toothpaste for brushing teeth together and washing hands with soap guided by a community service team as well as distribution of tooth brushing calendars for all students where parents also supervise children when at home and teachers supervise students when at school in terms of brushing teeth and washing hands. The media used in this activity are dental health posters and dental phantoms. Conclusion: The East Baumata 2 Public Elementary School students have carried out activities of washing hands with soap as an effort to teach clean and healthy living behaviors and dental health education activities. Keywords: Prevention of Dental Caries. Brushing teeth and washing hands. New Normal Period. Abstrak Penelitian terkini mengenai dampak pandemi pada kebiasaan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut masih Sejak pandemi COVID-19 orang dua kali lebih sering mencuci tangan . %) dibandingkan menyikat gigi . %). Pada anak sekolah penyakit gigi merupakan masalah yang sangat mengganggu, karena tidak saja menyebabkan keluhan rasa sakit tetapi juga menyebarkan infeksi ke bagian tubuh lainnya sehingga mengakibatkan menurunnya produktifitas. Tujuan pengabdian kepada masyarakat yaitu untuk mencegah penyakit yang banyak menyerang anak sekolah . aries dan diar. , dan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh, dan berkembang secara harmonis dan setinggi-tingginya menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Metode pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan action research / participatory research / penelitian kerja / penelitian partisipatif dimana siswa, guru dan orang tua terlibat aktif dalam kegiatan ini yaitu praktek menyikat gigi dan mencuci setiap hari. Hasil kegiatan ini telah dilakukan di SD Negeri 2 Baumata Timur, sasaran murid kelas I-VI sebanyak 130, berupa penyuluhan kesehatan gigi untuk seluruh siswa, pembagian sikat gigi dan pasta gigi untuk menyikat gigi bersama dan mencuci tangan pakai sabun dipandu oleh tim pengabdian masyarakat serta dilakukan pembagian kalender menyikat gigi untuk seluruh siswa dimana orang tua ikut mengawasi anak ketika di rumah dan guru mengawasi murid ketika di sekolah dalam hal menyikat gigi dan mencuci tangan. Media yang digunakan dalam kegiatan ini adalah poster kesehatan gigi dan phantom Fankari. Krisyudhanti. Variani. , & Purnami. Pencegahan Karies Gigi Melalui Kegiatan Menyikat Gigi Dan Cuci Tangan Pada Masa New Normal Di SD Negeri 2 Baumata Timur Kabupaten Kupang. Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2 . , 60-67. Kesimpulan kegiatan pada siswa SD Negeri 2 Baumata Timur telah dilaksanakan kegiatan mencuci cuci tangan pakai sabun sebagai upaya mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat dan kegiatan penyuluhan kesehatan gigi, menyikat gigi bersama dan pemberian kalender menyikat gigi sebagai upaya mengajarkan perilaku menjaga kesehatan gigi. Kata Kunci: Pencegahan Karies Gigi. Menyikat gigi dan Mencuci tangan. Masa New Normal. PENDAHULUAN Pandemi covid-19 berdampak terhadap semua aspek kehidupan terutama kesehatan. Rendahnya aktivitas fisik serta pola hidup sehat yang diterapkan oleh masyarakat sangat berpengaruh terhadap tingkat kesehatan masyarakat (Atmaja et al. , 2. Covid-19 merupakan penyakit baru di masyarakat, sehingga masih banyak masyarakat yang belum mengetahui cara penularan maupun pencegahan penyebaran virus ini, dalam menghadapi hal tersebut masyarakat perlu dibekali pengetahuan yang baik mengenai protocol kesehatan pada masa pandemi Covid -19. Menjaga kesehatan tubuh dan terhindar dari virus merupakan prioritas utama, melaksanakan 5 M yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas (Bethary, 2. Saat ini masa pandemi virus corona mulai menunjukkan kurva yang landai dibeberapa provinsi di Indonesia, maka pemerintah Indonesia akhirnya membuka kembali perlahanlahan dunia pendidikan untuk keberlangsungan proses pendidikan yang selama ini berjalan di Dunia pendidikan diizinkan kembali memulai proses belajar mengajar dengan memperhatikan protokol kesehatan di Era New Normal yang tertuang dalam (Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, 2. mengenai protokol layanan pendidikan dan sekolah dimana salah satu peraturannya adalah mengintruksikan kepada warga sekolah melakukan cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis akohol, dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) lainnya seperti makan jajanan sehat, menggunakan jamban bersih dan sehat, olahraga yang teratur, tidak merokok, membuang sampah pada tempatnya. Pola hidup sehat ditengah-tengah pandemi Covid19 harus selalu diterapkan. Pola hidup sehat merupakan latihan yang dipraktekkan secara sadar sebagai hasil belajar untuk menolong diri sendiri dan keluarga dalam bidang kesehatan. Sehingga kegiatan tentang hidup sehat dan bersih harus dilaksanakan secara berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan (Wiranata, 2. Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Jika kesehatan gigi dan mulut terganggu maka berpengaruh terhadap kesehatan tubuh sehingga mem-pengaruhi kualitas sumber daya manusia (Anggina et al. , 2. Pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya meningkatkan kesehatan. Mulut bukan sekedar untuk pintu masuknya makanan dan minuman tetapi fungsi mulut lebih dari itu dan tidak banyak orang menyadari besarnya peranan mulut bagi kesehatan dan kesejahteraan seseorang. Oleh karena itu kesehatan gigi dan mulut sangat berperan dalam menunjang kesehatan seseorang (Ratih & Yudita, 2. Penyakit karies gigi merupakan masalah utama dalam rongga mulut anak sampai saat ini. Anak usia sekolah khususnya anak sekolah dasar merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit gigi dan mulut karena umumnya anak-anak tersebut masih mempunyai perilaku atau kebiasaan diri yang kurang menunjang terhadap kesehatan gigi (Warni. Pada anak sekolah penyakit gigi merupakan masalah yang sangat mengganggu, karena tidak saja menyebabkan keluhan rasa sakit tetapi juga menyebarkan infeksi ke bagian tubuh lainnya sehingga mengakibatkan menurunnya produktifitas. Kondisi ini tentu akan mengurangi frekuensi kehadiran anak ke sekolah, mengganggu konsentrasi belajar, mempengaruhi nafsu makan dan asupan makanan sehingga dapat mempengaruhi status gizi, pada akhirnya dapat menggakibatkan gangguan pertumbuhan fisik dan berimplikasi pada kualitas sumber daya manusia sebagai penerus generasi bangsa. Karies gigi merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi yang ditandai dengan kerusakan jaringan, dimulai dari permukaan gigi . it, fisur, dan daerah interproxima. meluas kearah pulpa. Karies gigi . ooth deca. disebabkan oleh pembentukan plak pada gigi. Plak terbentuk karena gula di dalam mulut mengundang datangnya bakteri. Plak bersifat sangat asam dan mengikis enamel Inilah tahap awal dari proses gigi berlubang. Seiring pelebaran lubang gigi, bakteri di mulut dapat menyerang pulp gigi . aringan hidup di gig. dan menyebabkan inflamasi yang bisa berlanjut menjadi infeksi bernama abses. Proses ini cukup menyakitkan dan sangat tidak nyaman, belum termasuk biaya pengobatannya yang sangat mahal. Namun, karies gigi bisa dicegah dengan membersihkan gigi dengan sikat gigi dan benang gigi, makan makanan yang tepat, serta kunjungan teratur ke dokter gigi untuk pembersihan dan pemeriksaan gigi. Usia sekolah merupakan masa untuk meletakkan landasan kokoh bagi terwujudnya manusia yang berkualitas dan kesehatan merupakan faktor penting yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Peran sekolah sangat diperlukan dalam upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak, karena faktor lingkungan yang salah satunya adalah sekolah, memiliki kekuatan besar dalam menentukan perilaku. Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan 57,6% penduduk Indonesia mengalami masalah gigi dan mulut dan hanya sekitar 10,2% yang telah mendapatkan pelayanan medis. Prevalensi gigi berlubang pada anak usia dini sangat tinggi . %) dan hanya 7% anak yang bebas dari masalah gigi berlubang. Untuk wilayah NTT juga ditemukan waktu menyikat gigi yang benar hanya 3,72%. Oleh karena itu, sangat perlu untuk mulai melakukan tindakan pencegahan gigi berlubang sejak dini dengan salah satunya menyikat gigi (Kemenkes RI, 2. Sekolah Dasar Negeri 2 Baumata Timur merupakan salah satu sekolah yang ada di wilayah kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Berdasarkan hasil survey awal di Sekolah tersebut ditemukan karies gigi pada muird-murid tersebut dengan persentase sebesar 65%. Dengan kegiatan pengabdian masyarakat ini melalui kegiatan menyikat gigi dan mencuci tangan yang baik dan benar dapat meningkatkan kesehatan gigi sekaligus menunjang kesehatan tubuh murid di sekolah tersebut dan ke depannya bukan menjadi hambatan anak dalam menerima proses belajar mengajar tanpa adanya masalah kesehatan yang timbul seperti karies dan diare. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan siswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat dan mengajarkan siswa tentang perilaku menjaga kesehatan gigi. METODE DAN PELAKSANAAN Khalayak Sasaran Sasaran pengabdian kepada masyarakat ini adalah semua anak SD Negeri Baumata Timur kelas I sd kelas VI sebanyak 130 anak. Metode Pelaksanaan Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat adalah metode AuParticipatory Action ResearchAy dengan tahapan sebagai berikut: . Tahap sosialisasi, berupa pertemuan pendahuluan dengan pihak sekolah adalah menyampaikan maksud dan tujuan dari kegiatan menyikat gigi dan mencuci tangan, pertemuan ini juga dimaksudkan untuk mendapatkan persetujuan pihak sekolah. Penentuan tempat untuk membangun sarana cuci tangan dan sikat . Pertemuan dengan pihak komite sekolah untuk meminta persetujuan dengan pihak orang tua murid dalam mendukung kegiatan menyikat gigi dan cuci tangan. Pembangunan fasilitas tempat cuci tangan dan menyikat gigi. Pengadaan sikat gigi, pasta berfluuride, sabun cuci . Kegiatan promotif dan prevensi tentang pentingnya menyikat gigi setiap hari, mencuci tangan setiap hari. Pembimbingan sikat gigi dan cuci tangan oleh nakes gigi kepada seluaruh . Uji coba menyikat gigi dan cuci tangan oleh seluruh siswa. Monitoring dan evaluasi penerapan program fit for school. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini secara tidak langsung membantu terlaksananya program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah dan Usaha Kesehatan Sekolah yang menjadi tanggungjawab Puskesmas. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 23 April 2022. Rancangan Evaluasi Evaluasi akan dilakukan setelah 3 bulan untuk pelaksanaan kegiatan, sedangkan hasil atau dampak dari program ini akan di evaluasi 6 bulan berikutnya. Aspek Aeaspek yang di evaluasi adalah: Pelaksanaan kegiatan, . Partisipasi semua siswa, . Peran guru kelas dalam membantu siswa, . Peran orang tua dalam memberi dukungan bagi siswa dan guru, . Output dari kegiatan ini . erilaku menyikat gigi dan mencuci tanga. , pertumbuhan nilai-nilai karakter siswa SD Negeri Baumata Timur. Fankari. Krisyudhanti. Variani. , & Purnami. Pencegahan Karies Gigi Melalui Kegiatan Menyikat Gigi Dan Cuci Tangan Pada Masa New Normal Di SD Negeri 2 Baumata Timur Kabupaten Kupang. Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2 . , 60-67. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat dimulai dengan terelebih dahulu meminta ijin pelaksanaan kegiatan di sekolah dasar negeri 2 Baumata Timur pada tanggal 5 Maret 2022. Pihak sekolah menyambut positif kegiatan pengabdian masyarakat ini dan siap mendukung. Kemudian pihak sekolah memberikan ijin bahwa kegiatan pelaksanaan pengabdian masyarakat bisa dilakukan pada tanggal 23 April 2022. Pada tanggal 23 April kegiatan ini diikuti oleh murid SD Negeri 2 Baumata Timur kelas I-VI sejumlah 130 Orang. Teknik pelaksanaan kegiatan ini adalah terlebih dahulu melakukan penyuluhan bergantian tiap kelas dan tim pengabmas dibagi melakukan penyuluhan dengan menggunakan media poster dan phantom dengan materi sebagai berikut: Penyuluhan ini dilakukan oleh tim pengabmas menggunakan media berupa poster dan phantom gigi dan dilaksanakan secara bergantian untuk tiap kelas. Adapun materi yang diberikan adalah: Cara menyikat gigi yang benar. Cara mencuci tangan pakai sabun yang benar. Karies gigi. Karang gigi. Makanan yang menyehatkan gigi. Gambar 1. Kegiatan Penyuluhan Setelah penyuluhan, kepada tiap siswa dibagikan sabun, pasta gigi dan sikat gigi untuk melaksanakan kegiatan berikutnya berupa mencuci tangan pakai sabun dan menyikat gigi bersama. Gambar 2. Pembagian Sikat Gigi Mencuci tangan pakai sabun dilakukan setelah siswa mendapatkan penyuluhan yang dilakukan oleh tim pengabmas, dilaksanakan bersama-sama secara bergantian tiap kelas, dibimbing oleh tim pengabmas. Setelah mencuci tangan pakai sabun, dilanjutkan dengan kegiatan menyikat gigi bersama. Selanjutnya dilakukan kegiatan menyikat gigi dimana dilaksanakan setelah siswa melaksanakan cuci tangan pakai sabun, dibawah bimbingan tim pengabmas dan dilakukan bergantian untuk tiap kelas. Gambar 3. Kegiatan menyikat gigi bersama Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian kalender menyikat gigi setelah melakukan kegiatan mencuci tangan pakai sabun dan menyikat gigi bersama, tiap siswa dibagikan kalender menyikat gigi sebagai sarana dokumentasi kegiatan menyikat gigi mandiri oleh siswa di rumah. Adapun kalender menyikat gigi tersebut dapat digunakan selama 30 hari. Gambar 4. Pembagian Kalender Menyikat Gigi Kemudian dilakukan evaluasi Pengabdian Kepada Masyarakat pertama dilaksanakan sewaktu penyuluhan sedang berlangsung dan sesudah penyuluhan. Selama penyuluhan dapat dilihat siswa sangat antusias dalam memperhatikan apa yang disampaikan oleh penyuluh, sesekali bertanya langsung dan ada pula sesekali bertanya langsung dan ada pula beberapa siswa yang mengajukan pertanyaan setelah selesai penyuluhan serta kegiatan mencuci tangan dan menyikat dilaksanakan oleh 130 anak. Evaluasi kedua kemudian diadakan evaluasi setelah 3 bulan dengan memeriksa kegiatan menyikat gigi dua kali sehari pagi sesudah makan dan malam sebelum tidur melalui pengisian kalender menyikat gigi, sekitar 130 anak mengembalikan Fankari. Krisyudhanti. Variani. , & Purnami. Pencegahan Karies Gigi Melalui Kegiatan Menyikat Gigi Dan Cuci Tangan Pada Masa New Normal Di SD Negeri 2 Baumata Timur Kabupaten Kupang. Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2 . , 60-67. kalender menyikat gigi . eskipun baru terkumpul lengkap dalam waktu 1 bula. dan juga melaksanakan kegiatan menyikat gigi 2 kali sehari, hal ini menunjukkan partisipasi yg aktif dari orang Guru juga terlibat aktif karena setelah dievaluasi dapat dilihat kegiatan menyikat gigi dan mencuci tangan sudah mulai rutin dilaksanakan. Dalam hal ini sudah terjadi perubahan perilaku menyikat gigi dan mencuci tangan. Pembahasan Dalam kegiatan ini sudah terjadi perubahan perilaku dari belum rutinnya kegiatan menyikat gigi hingga setelah dilakukan kegiatan menyikat gigi mulai rutin melaksanakan kegiatan menyikat gigi dan mencuci tangan setiap hari. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikas, memberikan informasi dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, sehingga membantu masyarakat mengenali dan mengatasi masalah sendiri, dalam tatanan rumah tangga, agar dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara, dan meningkatkan kesehatan (Umaroh et al. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sangant penting untuk diterapkan oleh masyarakat, dibutuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap PHBS ini dimanapun dan kapanpun agar terhindar dari penyakit yang disebabkan Covid-19 ini (Ibrahim, 2. Salah satu bagian dari PHBS adalah mencuci tangan dan menyikat gigi yang termasuk dalam 12 indikator memakai sabun sebelum dan sesudah melakukan suatu kegiatan. Mencuci tangan yang baik adalah dengan mengikuti 7 langkah membersihkan tangan sesuai prosedur yang benar untuk membunuh kuman penyebab penyakit. Dengan mencuci tangan memakai sabun baik sebelum makan atau pun sebelum memulai pekerjaan, akan menjaga kesehatan tubuh dan mencegah penyebaran penyakit melalui kuman yang menempel di tangan (Andriansyah & Rahmantari, 2. Mencuci tangan menggunakan sabun adalah sebuah tindakan personal hygine yaitu dengan membasuh tangan dan sela Ae sela jari di bawah air mengalir dan tidak lupa harus memakai sabun agar tangan terbebas dari berbagai macam virus,bakteri maupun parasit yang berukuran mikro penyebab penyakit. Selain itu tujuan dari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) adalah untuk mencegah timbulnya berbagai macam penyakit. Tangan merupakan sebuah agen utama penyebab kuman berpindah dan menyebar dari orang yang satu ke orang lainnya, baik akibat kontak langsung maupun tidak langsung . enyentuh permukaan Ae permukaan bend. (Wahyono et al. , 2. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dilihat sudah dilakukan tindakan mencuci tangan yang dilakukan 130 murid yang ada di SD negeri 2 Baumata Timur. Sedangkan intervensi untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut juga sudah dilakukan dalam kegiatan ini adalah sebanyak 130 anak mulai kelas 1-VI. Sebelum melakukan tindakan menyikat gigi dan mencuci tangan, terlebih dahulu diberikan penyuluhan kesehatan gigi dengan materi : . Cara menyikat gigi yang benar, . Cara mencuci tangan pakai sabun yang benar, . Karies gigi, . Karang Gigi, . Makanan yang menyehatkan gigi. Perilaku tersebut dapat terwujud jika pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut baik. Pengetahuan tersebut didapat dengan berbagai cara. Salah satunya dengan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut. Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut memiliki tujuan agar dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk mencapai tingkat kesehatan gigi yang lebih baik. Dalam kegiatan ini juga dibagikan sikat gigi dan pasta gigi serta mengisi stiker menyikat gigi setiap pagi sesudah makan dan malam sebelum tidur. Praktek kebersihan mulut oleh masingmasing individu adalah tindakan pencegahan yang paling dianjurkan, sehingga individu telah melakukan tindakan pencegahan yang sesungguhnya. Praktek kebersihan mulut ini dapat dilakukan oleh individu dengan cara menyikat gigi. Menyikat gigi berfungsi untuk menghilangkan dan menghindari terjadinya pembentukan plak dan debris, membersihkan kotoran sisa makanan yang menempel pada gigi, menstimulasi jaringan gingiva,serta menghilangkan halitosis atau biasa disebut bau mulut yang tidak diinginkan (Arianto, et al. , 2. Menyikat gigi harus dilakukan dengan baik dan benar agar debris atau sisa makanan dapat dihilangkan dari permukaan gigi. Debris jika tidak dibersihkan akan menimbulkan berbagai masalah, antara lain karang gigi, gigi berlubang . , bau mulut, dan sebagainya. Cara menyikat gigi yang baik dan benar yaitu dilakukan secara rutin, tekun, teliti, teratur. Waktu yang paling tepat untuk menyikat gigi adalah setiap selesai sarapan dan sebelum tidur malam (Ramadhan, 2. Sikat gigi yang aman untuk anak adalah sikat gigi Sikat gigi manual adalah sikat gigi yang biasa digunakan sehari-hari dengan menggunakan kekuatan tangan dalam menyikat. Ukuran sikat yang bisa digunakan adalah sikat dengan panjang tangkai 13 cm, panjang kepala 2 cm dan lebar kepalanya 0,6 cm. Sikat gigi yang dipakai berbentuk lurus, pegangan sikat lurus segaris dengan kepala sikat serta sikat berbulu rata atau datar sehingga mampu dikendalikan saat menyikat. Kepala sikat kecil supaya dapat menjangkau seluruh bagian mulut anak yang sempit. Bulu sikat yang terbuat dari bahan nilon lebih efektif untuk menyikat plak karena lebih lentur, lebih halus dan tipis, serta tidak menyerap air. Kekakuan bulu sikat yang lunak lebih baik dan fleksibel membersihkan daerah gingival bebas dan interdental. Sikat gigi berumpun banyak, selain terdiri atas sikat gigi yang biasa dijumpai juga ada yang berserabut jarang yang baik untuk membersihkan daerah sulkus gusi (Ginting, 2. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini melalui penyuluhan dan bimbingan menyikat gigi adalah proses mengajarkan kepada seseorang agar harapannya dapat merubah perilaku. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari (Budiman & Riyanto, 2. , pendidikan adalah proses perubahan sikap dan perilaku seseorang atau kelompok dan merupakan usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Begitu juga hal sesuai dengan (Notoadmojo, 2. dimana pemberian informasi baik melalui penyuluhan mengenai kesehatan ataupun penyakit dapat meningkatkan pengetahuan yang Selanjutnya dengan pengetahuan tersebut akan timbul kesadaran dan perilaku yang dilakukan sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki dan bersifat langsung bukan karena paksaan. Demikian juga dengan hasil pengabdian masyarakat ini kiranya dapat merubah perilaku murid untuk tetap menjaga kesehatan dengan mencuci tangan dan menyikat gigi selama new normal. Masa new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap melakukan aktivitas normal dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan COVID-19. Dengan diberlakukannya new normal, kita mulai melakukan aktivitas di luar rumah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah diatur oleh pemerintah. Oleh karena itu, menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut dengan cara menyikat gigi merupakan salah satu upaya yang sangat penting untuk mencegah penularan virus corona mengingat virus bisa masuk melalui salah satunya yaitu rongga mulut (Bains & Bains, 2. KESIMPULAN Telah dilaksanakan kegiatan mencuci cuci tangan pakai sabun pada siswa SD Negeri 2 Baumata Timur sebagai upaya mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat serta Telah dilaksanakan juga kegiatan penyuluhan kesehatan gigi, menyikat gigi bersama dan pemberian kalender menyikat gigi pada siswa SD Negeri 2 Baumata Timur sebagai upaya mengajarkan perilaku menjaga kesehatan gigi. Dengan kegiatan ini diharapkan ke depannya dapat menurunkan angka karies dan meningkatkan kesehatan tubuh melalui kegiatan pencegahan yaitu menyikat gigi dan mencuci tangan. Saran setelah kegiatan ini diharapkan agar Puskesmas Baumata melanjutkan kegiatan ini terutama untuk petugas UKGS ke depannya lebih menggiatkan kegiatan pelayanan kesehatan gigi bagi anak sekolah serta kepada SDN Baumata 2 dapat menjadi sekolah contoh bagi sekolah yang lain dengan cara menjalin kerjasama lebih intensif lagi dengan tenaga kesehatan gigi Puskesmas Baumata. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Bapak Kepala Sekolah dan bapak ibu guru SD Negeri 2 atas kesediannya menerima kami tim pengabmas dan ikut berpartisipasi dan telah menfasilitasi kegiatan PkM ini juga terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA