Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index PEMAHAMAN TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK PADA SISWA KELAS 6 SDN 4 JEROWARU Paryono*1. Damai Diniariwisan2. Sitti Hilyana1. Sadikin Amir1. Mahardika R. Himawan1. Donna A. Maylanda1. Ardiansyah1. Ibadur Rahman1. Wiwid Andriyani Lestariningsih1. Edwin Jefri1. Nurliah1. Chandrika Eka Larasati1. Saptono Waspodo1. Rhojim Wahyudi1. Sholihati Lathifa Sakina1. Soraya Gigentika1. Ayu Adhita Damayanti1. Baiq Hilda AstrianaA 1Program Studi Ilmu Kelautan. Fakultas Pertanian. Universitas Mataram 2Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Pertanian. Universitas Mataram Jalan Pendidikan No. 37 Kota Mataram *korespondensi: paryonoap1@unram. Artikel history Received Revised Published : 26 Agustus 2023 : 15 Oktober 2023 : 30 Oktober 2023 DOI : https://doi. org/10. 29303/pepadu. Abstrak: Sampah plastik adalah salah satu jenis sampah anorganik yang memberikan ancaman serius untuk lingkungan karena selain jumlahnya yang semakin banyak, plastik juga sulit terurai oleh proses Edukasi dan pemahaman tentang pengelolaan limbah plastik perlu dilakukan sedini mungkin. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk mengetahui dan meningkatkan pemahaman siswa SDN 04 Jerowaru tentang pengelolaan sampah plastik. Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan melalui pengisian kuesioner, diskusi, dan demo pemilahan sampah guna mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang sampah dan pengelolaannya. Pengetahuan siswa berdasarkan hasil kuesioner dan tanya jawab tentang pengertian sampah dan jenis-jenis sampah menunjukkan sebagian besar siswa sudah memiliki pengetahuan yang baik. Setelah penyampaian materi, siswa terlihat lebih memahami apa bahaya dari sampah plastik dan juga pengelolaan sampah yang tepat. Pemahaman tentang pengelolaan sampah merupakan satu langkah untuk meningkatkan kesadaran siswa agar lingkungan tidak tercemar dan mengurangi penggunaan plastik. Kata Kunci: Pengelolaan Sampah Plastik. Pemahaman. Siswa Abstract: Plastic waste is a type of inorganic waste that poses a serious threat to the environment because in addition to increasing amount, plastic is also difficult to decompose by natural processes. Education about plastic waste management need to be done as early as possible. The purpose is to find out and increase students' understanding of SDN 04 Jerowaru about plastic waste management. This community service activity method uses an approach through filling out a questionnaire, discussion, pratice to find out the extent of students' understanding of waste and its management. Student knowledge based on the results of questionnaires and questions and answers about the definition of waste and types of waste. Most of the students already have good knowledge. However, there are still students who have not answered correctly about the impact of plastic waste where the percentage is still above 40%, which means that there are still quite a number of students who do not know well the dangers that can arise from plastic waste. An understanding of management is one of the first steps to increase student awareness so they want to reduce plastic use. Key Word: Plastic Waste management. Understanding. Students Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index PENDAHULUAN Sampah merupakan sisa kegiatan harian manusia dan juga dari proses alamiah yang umumnya bentuk padat. Manusia adalah produsen atau penghasil sampah, menghasilkan timbunan sampah. Bermacam-macam kegiatan manusia baik di kota besar atau kecil, setiap waktu tidak pernah terlepas dari produksi limbah dan sampah. Ada 2 kategori yaitu sampah organik dan anorganik, dimana organik yang dapat terurai atau busuk oleh mikroorganisme sedangkan anorganik tidak dapat terurai (Asmarawati et al. , 2. Salah satu jenis sampah anorganik yang sangat banyak ditemukan di lingkungan sekitar yaitu sampah plastik. Persoalan sampah plastik di laut telah menimbulkan berbagai permasalahan yang komplek berdampak terhadap berbagai spesies organisme, termasuk terhadap ikanikan yang ditujukan untuk konsumsi manusia, sehingga pada akhirnya berdampak terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Sampah plastik adalah suatu jenis sampah anorganik yang menjadi ancaman serius untuk lingkungan, selain karena kuantitasnya yang semakin banyak, juga sulit terurai oleh proses alam atau non biodegradable (Arum et al. , 2. Sampah plastik juga disebut pencemar xenobiotik . idak dikenali oleh sistem biologis lingkunga. sehingga bisa berakibat akumulasi di alam. Beragam jenis sampah plastik seperti kantong plastik belanja, botol air mineral plastik, sedotan plastik, popok bayi . , balon dan lain-lain dapat menghalangi peresapan air di tanah. Dampak sampah plastik yang merugikan bahkan sudah masuk ke wilayah laut. Sampah plastik di laut dapat terpapar sinar matahari dan terfotodegradasi yang memecah dan membuat plastik menjadi ukuran kecil dan masuk dalam organ tubuh biota laut (Lestari et al. , 2. Permasalahan sampah adalah sesuatu yang dianggap cukup sederhana namun memiliki dampak yang besar. Masyarakat belum merasa memiliki tanggung jawab terkait pengelolaan sampah. Menurut Hakim et al. , kurangnya kesadaran dari masyarakat agar membuang sampah sesuai pada tempatnya dan minimnya pengetahuan tentang pengelolaan sampah yang bisa didaur ulang menjadi hal dasar yang perlu diperhatikan dan dibenahi. Diperlukan kesadaran masyarakat tentang dampak dan bahaya sampah plastik, perlu mengurangi penggunaan, serta mengelola dengan langkah tepat, sehingga diharap dapat mengurangi volume sampah yang akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau yang berujung di ekosistem (Mahyudin, 2. Solusi lain tentang pengelolaan sampah yang mulai diterapkan masyarakat salah satunya melalui bank sampah (Asteria dan Heruman, 2. Edukasi dan pemahaman tentang bahaya sampah plastik, pengurangan penggunaan dan pengelolaan limbah plastik perlu dilakukan sejak sedini mungkin, seperti sasaran anak-anak usia sekolah dasar. Sekolah Dasar Negeri 4 Jerowaru, yang berlokai di Kabupaten Lombok Timur. Nusa Tenggara Barat adalah salah satu SD yang memiliki jumlah siswa sebanyak 188 orang dan guru sebanyak 12 orang. siswa SD yang masih usia muda perlu ditanamkan pemahamanan bahaya akan sampah yang tidak dikelola dengan baik. Harapannya, dengan edukasi untuk meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan sampah plastik akan lebih berdampak pada perilaku penanganan sampah yang baik. Hal ini dengan pertimbangan bahwa membina saat usia muda akan jauh lebih mudah dibanding usia tua. Kegiatan pengabdian pada masyarakat dilakukan di SDN 04 Jerowaru. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya sampah plastik dan Harapan kedepannya agar para siswa bisa menjadi bagian dari masyarakat yang memiliki kesadaran penuh dalam mewujudkan cinta lingkungan. Jurnal PEPADU https://journal. id/index. php/pepadu/index e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 METODE KEGIATAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai Pemahaman tentang Pengelolaan Sampah Plastik dilakukan di SDN 04 Jerowaru. Kecamatan Jerowaru. Kabupaten Lombok Timur. Provinsi Nusa Tenggara Barat pada bulan Juli 2023 dengan jumlah peserta sebagai sasaran pemahaman sebanyak 30 siswa kelas VI. Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan melalui pengisian kuesioner guna mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang sampah dan Langkah yang ditempuh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari 2 tahap yaitu persiapan dan pelaksanaan. Tahap persiapan meliputi koordinasi internal yang dimulai dari pembuatan proposal pengabdian, pembagian tugas, pembuatan instrumen kuesioner dan materi edukasi, serta melakukan perizinan ke pihak terkait yang dalam hal ini yaitu Kepala SDN 04 Jerowaru. Tahap pelaksanaan yaitu berupa kegiatan pengabdian di SDN 04 Jerowaru berupa kegiatan pengisian kuesioner, penyampaian materi dan diskusi serta pelatihan pengelolaan sampah. Gambar 1. Lokasi SDN 04 Jerowaru. Kecamatan Jerowaru. Lombok Timur HASIL DAN PEMBAHASAN Tingginya volume sampah dari waktu ke waktu yang semakin meningkat, perlu diikuti dengan kegiatan pengelolaan dan penanganan yang tepat. Jenis sampah plastik sendiri butuh waktu berpuluh bahkan berates-ratus tahun untuk bisa terdegradasi alam. Selain upaya pengurangan penggunaan sampah plastik, diperlukan pula penanganan seperti penggunaan kembali atau biasa disebut daur ulang . euse dan recycl. (World Bank Group, 2. Perilaku masyarakat sebagai manusia dipengaruhi beberapa faktor yaitu reinforcing, enabling dan predisposing. Predisposing merupakan faktor yang mempermudah terjadinya suatu perilaku misalnya pengetahuan dan informasi tentang sampah plastik dan efek bagi lingkungan. Enabling . aktor pendukun. adalah yang bisa memfasilitasi suatu perilaku seperti sarana juga prasarana yang tersedia sebagai pengganti bahan plastik yang satu kali pemakaian. Sedangkan reinforcing . aktor pendoron. adalah yang memperkuat terjadinya perilaku atau kebiasaan misalnya aturan yang tegas dari pemerintah (Gusti et al. , 2. Kegiatan berfokus pada predisposing factor yang menekankan pada pengetahuan siswa selaku peserta tentang definisi sampah plastik, macam-macam dan dampaknya di lingkungan serta metode mengurangi limbah plastik. Hal ini berdasar pada pengertian bahwa sebelum seseorang mengadopsi perilaku mengurangi penggunaan plastik, orang itu harus mengetahui arti atau manfaat perilaku tersebut untuk dirinya dan masyarakat (Nasution, 2. Karena perilaku yang berdasar pada pengetahuan akan lebih tertanam daripada yang tidak berdasar pengetahuan. Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Mengawali kegiatan pengabdian mengenai pemahaman tentang pengelolaan sampah plastik diberikan, siswa kelas VI SDN 04 Jerowaru diberikan kuesioner berupa pernyataan seputar sampah Berdasarkan hasil kuesioner, diketahui jika pengetahuan siswa kelas VI SDN 04 Jerowaru masih kurang. Selain itu pengelolaan sampah plastik yang ada di lingkungan sekitar juga masih rendah, bahkan ada yang menyatakan bahwa sampah plastik dibuang ke selokan atau laut. Gambaran hasil pengetahuan siswa terkait pengetahuan tentang sampah plastik disajikan dalam Tabel 1. Tabel 1. Pengetahuan Siswa Kelas VI SDN 04 Jerowaru tentang Sampah Pengetahuan Definisi sampah Macam-macam sampah Sumber penghasil sampah Kurang Jumlah Baik Jumlah Total Jumlah Kuesioner yang diberikan terdiri dari beberapa pernyataan tentang definisi sampah, macammacam, sumber penghasil sampah plastik, dan dampak sampah plastik untuk lingkungan. Pengetahuan tentang definisi, macam-macam dan dampak dari sampah plastik sebagian besar peserta sudah cukup berpengetahuan baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan presentase siswa yang menjawab dengan benar diatas 50%. Namun hasil kuesioner tersebut juga menunjukkan bahwa masih cukup banyak siswa yang belum menjawab dengan benar, misalnya pada materi dampak sampah plastik dimana presentase masih diatas 40% yang berarti masih cukup banyak siswa yang belum mengetahui dengan baik bahaya yang dapat ditimbulkan dari sampah plastik. Berdasarkan data kuesioner tentang pengetahuan persepsi siswa tentang sampah, bahwa siswa bisa menyebut sampel sampah di sekitar area mereka, tapi masih ada yang belum bisa mengkategorikan jenis sampah organik maupun yang anorganik. Sebagian siswa juga masih terlihat belum paham sumber penghasil sampah, manfaat dan dampak sampah plastik. Masih terdapat siswa yang mengatakan tidak tahu dampak sampah plastik terutama bagi biota perairan, dan belum memahami manfaat sampah plastik. Pendapat mereka didasarkan pada pemikiran bahwa semua sampah sudah tidak punya manfaat dan tak bernilai. Untuk itu pengetahuan siswa pada pengelolaan dan pengolahan sampah perlu segera ditanamkan sejak usia dini, sehingga sejak awal siswa dapat paham jika tiap sampah yang dihasilkan harus dikelola dan diolah dengan tepat dan baik. Perilaku seseorang dapat terbentuk melalui 3 tahapan, yaitu pengetahuan, sikap dan perilaku. Peningkatan pengetahuan melalui pemahaman dapat mengubah tingkah laku seseorang menjadi lebih mendalam, khususnya disini mengenai pengelolaan sampah plastik (Purwaningrum, 2. Menurut pendapat Kusumo et al. , pemberian pemahaman tentang kegiatan edukasi atau pemahaman materi ramah lingkungan bisa diketahui dapat memberikan pengaruh pada perilaku dan sikap yang Gambar 1. Kegiatan Penyampaian Materi Pemahaman Pengelolaan Sampah Plastik di Kelas Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Pola pengelolaan sampah dari pemerintah melalui 3R yaitu Reduce. Reuse dan Recycle. Dimana reduce yaitu pengelolaan menggunakan cara pengurangan kuantitas sampah yang dihasilkan, reuse yaitu pengelolaan sampah dengan menggunakan kembali, dan recycle yaitu pengelolaan dengan memakai cara daur ulang kembali menjadi suatu bentuk atau barang yang lebih bernilai atau bermanfaat (Purnami, 2. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilanjutkan dengan pemberian materi tentang sampah terutama sampah plastik. Materi pola pengelolaan yang diberikan yaitu recycle yang merupakan upaya mendaur ulang kembali sampah plastik yang ada menjadi bentuk lain. Beberapa contoh pengolahan sampah plastik menjadi bentuk lain atau menjadi barang kreatif seperti tas, bunga, dan berbagai bentuk hiasan lain (Fati dan Sudarisman, 2. Pengetahuan dan pengalaman yang diberikan pada siswa untuk mampu memilah sampah sesuai jenisna yaitu sampah organik, sampah Pada sampah anorganik diberikan pemahaman tentang daur ulang sampah plastik menjadi barang yang lebih berestetika dan bernilai ekonomi tinggi. Selain pemilahan sampah, siswa diberikan pemahaman tentang bahaya sampah plastik dan bahaya sampah yang tidak dikelola dengan benar. Pada memahaman bahaya sampah plastik, siswa diberikan pengetahuan bahaya sampah plastik bagi biota laut. Mengingat lingkungan siswa/sekolah yang berada di daerah pantai. Pengelolaan sampah yang diterapkan di SDN 04 Jerowaru yaitu pengelolaan sampah dengan perpaduan antara sikap, pengatahuan dan ketrampilan. Pola yang dilakukan berdasar pola awareness atau penumbuhan kesadaran, yaitu kesadaran tentang definisi, jenis, bahaya dan manfaat. Selanjutnya pola thinking atau menumbuhkan kebiasaan untuk berfikir, yaitu dengan cara mengamati sekitar tentang kondisi yang berada di lingkungan, khususnya di lingkungan sekolah. Kebiasaan untuk peduli pada lingkungan memang harus dipicu sejak dini, hal ini disebabkan masih banyak masyarakat dewasa yang kurang punya kepedulian pada lingkungan. Menurut Purnami et al. , pola pengelolaan sampah di wilayah sekolah dapat menjadi stimulator untuk murid agar mampu melakukan identifikasi masalah yang terdapat di lingkungan, kemudian mereka mampu merumuskan masalah serta selanjutnya mencoba untuk memecahkan masalah. Pembuangan sembarangan terutama di sungai dan saluran air menjadikan pendangkalan dan penyumbatan saluran air yang memicu banjir Pola pengelolaan sampah di SDN 04 Jerowaru sebagian besar dilakukan oleh warga sekolah tersebut yaitu murid dan guru. Hasil wawancara dengan pimpinan yaitu kepala sekolah SDN 04 Jerowaru ternyata pengelolaan dilakukan secara mandiri karena keterbatasan peran dan kontribusi dinas terkait yang dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup untuk mengelola, mengolah dan membawa sampah yang berasal dari sekolah. Pengelolaan selama ini dilakukan di sekolah biasanya dengan cara pengumpulan sampah dan selanjutnya dibakar. Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada siswa SDN 04 Jerowaru, diharapkan mereka telah memahami pengelolaan serta pengolahan sampah yang tepat. KESIMPULAN DAN SARAN Adanya edukasi pemahaman tentang pengelolaan sampah plastik merupakan salah satu langkah awal bagi tim pengabdian masyarakat untuk dapat meningkatkan kesadaran dan menggerakkan siswa agar mau dan mampu mengurangi penggunaan plastik. Kedepannya agar siswa dapat menerapkan pengelolaan sampah di lingkungan tempat tinggalnya. UCAPAN TERIMA KASIH Pada aktivitas pengabdian kepada masyarakat kali ini, kami telah mendapat banyak sekali bantuan dari bermacam pihak. Kami mengucapkan terimakasih kepada LPPM Universitas Mataram yang telah memberi kesempatan melakukan kegiatan pengabdian ini melalui hibah pengabdian. Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Selain itu, penulis juga mengucap terimakasih pada mitra yaitu pihak SDN 04 Jerowaru yang sudah mengizinkan dan bersedia menjadi peserta dalam kegiatan pengabdian. DAFTAR PUSTAKA