DEVOTE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global id/index. php/devote Vol. No. 4, 2024 e-ISSN: 2962-4029 SOSIALISASI PENCATATAN SEDERHANA PENGELOLAAN UMKM PADA SANTRI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM Syarifah Massuki Fitri. Muhammad Syukri. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram *Corresponding Author: m. syukri513@gmail. Article Info Article history: Received December 13, 2024 Revised December 19, 2024 Accepted December 24, 2024 Keywords: Financial Recording. UMKM. Santri Knowledge ABSTRAK Pencatatan keuangan yang baik merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan pengelolaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Namun banyak UMKM, khususnya santri di Pondok Pesantren Darussalam yang menjalankan usaha kecil dan menengah, menghadapi berbagai kendala dalam hal ini. Permasalahan utamanya mencakup kurangnya pengetahuan dasar akuntansi, catatan keuangan yang tidak terdokumentasi, dan terbatasnya akses. Hal ini mempersulit pengambilan keputusan bisnis seperti menentukan harga jual, menghitung keuntungan, dan merencanakan perluasan usaha. Pengabdian melalui sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pengelolaan dan pencatatan keuangan UMKM santri dan memberikan solusi melalui sosialisasi pengelolaan pencatatan keuangan Pendekatan yang diusulkan meliputi pelatihan dasar akuntansi dan Dengan menerapkan solusi ini, harapan tim supaya santri yang menggeluti UMKM semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang baik serta mampu secara mandiri mencatat dan menganalisis keuangan usaha. Hasil dari sosialisasi yang dilakukan menunjukkan nilai pretest dari 20 santri didapatkan 4 orang . %) yang mendapatkan nilai baik. Setelah dilakukan sosialisasi edukasi pencatatan sederhana, meningkat dengan hasil post test didapatkan bahwa dari 20 santri, terdapat 18 orang . %) yang mendapatkan nilai bagus, peningkatan keterampilan ini diharapkan dapat mendorong keberlanjutan dan pertumbuhan pada setiap usaha yang sedang dijalankan. ABSTRACT Copyright A 2024. The Author. This is an open access article under the CCAeBY-SA license Good financial records are one of the key factors for the success of micro, small and medium enterprises (MSME. However, many MSMEs, especially students at the Darussalam Islamic Boarding School who run small and medium businesses, face various obstacles in this regard. The main problems include a lack of basic accounting knowledge, undocumented financial records, and limited access. This makes it difficult to make business decisions such as determining selling prices, calculating profits, and planning business expansion. This service through socialization aims to provide education on the management and financial records of MSME students and provide solutions through socialization of simple financial record management. The proposed approach includes basic accounting training and mentoring. By implementing this solution, the team hopes that students who are involved in MSMEs will increasingly understand the importance of good financial management and be able to independently record and analyze business finances. The results of the socialization carried out showed that the pretest value of 20 students was obtained by 4 people . %) who got good scores. After conducting a socialization of simple recording education, the results of the post-test showed that out of 20 students, 18 people . %) got good scores. This increase in skills is expected to encourage sustainability and growth in every business that is being run. How to cite: Fitri. , & Syukri. , . SOSIALISASI PENCATATAN SEDERHANA PENGELOLAAN UMKM PADA SANTRI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM. Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 3. , 211Ae214. https://doi. org/10. 55681/devote. PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia. Namun, salah satu tantangan utama yang dihadapi UMKM adalah kurangnya pencatatan keuangan yang sistematis. Hal ini sering kali terjadi karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pemilik UMKM dalam mengelola keuangan secara efektif, khususnya di kalangan pelaku usaha muda, termasuk santri yang menjalankan usaha kecil. Salah satu pihak yang berpotensi terciptanya UMKM org/10. 55681/devote. | 211 Fitri et al org/10. 55681/devote. adalah santri siswi. Kemandirian, tanggung jawab, keuletan, ketekunan, rasa percaya diri dan kemampuan memulai usaha ditanamkan dalam jiwa santri selama menempuh pendidikan di pesantren. Tidak peduli seberapa kecil usaha yang dijalankan santri, santriseharus menerima pelatihan khusus dalam pengelolaan keuangan, termasuk proses akuntansi dan pembukuan. Pencatatan sederhana sangat diperlukan bagi UMKM karena merupakan bagian dari praktik pencatatan sebenarnya, yaitu persediaan arus kas yang mencatat proses penerimaan pendapatan dan pengeluaran berupa pembelian dan biaya operasional. Selain itu. UMKM juga memerlukan laporan penjualan untuk mencatat setiap transaksi penjualan, termasuk jumlah barang yang terjual dan harga barang tersebut. Untuk memastikan proses penjualan berjalan lancar dan kebutuhan pelanggan terpenuhi. UMKM juga harus memperhatikan tingkat persediaan baik yang dipajang maupun di gudang. Untuk mengetahui apakah persediaan produk yang tersedia mencukupi. UMKM perlu membuat stok persediaan. Sebagaian besar UMKM belum memahami pencatatan keuangan dan pentingnya pencatatan keuangan. Para UMKM cenderung mengambil keputusan berdasarkan pengalaman dan perkiraan saja. Oleh karena itu, diperlukan bimbingan mengenai pencatatan sederhana pengelolaan UMKM. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dasar pengelolaan pencatatan dan akuntansi kepada UMKM serta meningkatkan kapasitas santri Pondok Pesantren Darussalam yang berada pada Dusun Ketapang. Gegerung. Kec. Lingsar. Kabupaten Lombok Barat. Nusa Tenggara Barat. Pencatatan yang digunakan oleh UMKM adalah metode pencatatan sederhana yang diharapkan para UMKM dapat menghasilkan laporan keuangan yang sederhana sehingga dapat memverifikasi aktivitas Namun dengan perkembangan pesat saat ini, pelaku UMKM juga perlu berbenah dengan munculnya berbagai teknologi dan pengelolaan keuangan modern. Pengelolaan keuangan modern membantu UMKM memantau kinerja karyawan dan menjaga aset usahanya. Selain itu, dengan adanya sosialisasi kepada UMKM diharapkan dapat membantu para santri merencanakan keberlanjutan usaha yang dijalankannya. Dengan meningkatkan keterampilan pencatatan keuangan, santri yang menjalankan UMKM akan lebih mampu mengelola usahanya secara profesional. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan keberlanjutan usaha, tetapi juga menanamkan kebiasaan baik dalam pengelolaan keuangan yang lebih bermanfaat. METODE PELAKSANAAN Ada beberapa tahapan yang harus dipersiapkan sebelum melakukan pengabdian guna mendukung terlaksanya penelitian tersebut. Tim pengabdian masyarakat mengajarkan langsung pelatihan dasar akuntansi baik teori maupun praktek kepada santri Pondok Pesantren Darussalam. Pada kegiatan tahap pertama, santri menyelesaikan pretest dengan menjawab pertanyaan yang disiapkan oleh tim pengabdian Pada tahap kedua, tim pengabdian masyarakat menggunakan metode ceramah dan media powerpoint untuk menambah pemahaman dengan materi secara langsung. Materi yang disampaikan berkaitan dengan pencatatan sederhana dalam mengelola usaha kecil dan menengah. Tahap ketiga adalah praktik langsung metode akuntansi sederhana dalam pengelolaan produk UMKM di Pondok Pesantren Darussalam dengan menggunakan alat dan bahan yang telah disediakan. Tahap keempat dilakukan proses diskusi partisipatif dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya dan menjelaskan kendala yang dihadapi dalam menerapkan materi yang disampaikan. Tahap terakhir adalah evaluasi dimana para santri mengisi post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan kemampuan pencatatan sedehana. HASIL DAN PEMBAHASAN Penyampaian materi sosialisasi pencatatan sederhana pengelolaan UMKM di pondok pesantren Darussalam yang melibatkan 20 orang, diantaranya pelaku usaha yang merupakan santri-santri pondok yang menjual aksesoris dan perlengkapan solat hingga makanan dan minuman. Kegiatan berlangsung dimulai dengan pemberian materi oleh tim pengabdian masyarakat khususnya tentang pentingnya pencatatan keuangan dan mengapa perlu belajar akuntansi dalam menjalankan usaha yang telah lakukan dan materi dijelaskan beserta contoh-contoh yang sering terjadi dilapangan agar memudahkan peserta dalam menyerapan materi. kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab untuk mengukur pemahaman para peserta akan materi yang telah di sampaikan dan sesi ini disambut baik oleh peserta. Adapun hasil yang diperoleh hasil dari sosialisasi yang dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat DEVOTE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global | 212 Fitri et al org/10. 55681/devote. menunjukkan nilai pre test dari 20 santri didapatkan 4 orang . %) yang mendapatkan nilai baik. Setelah dilakukan sosialisasi edukasi pencatatan sederhana, meningkat dengan hasil post test didapatkan bahwa dari 20 santri, terdapat 18 orang . %) yang mendapatkan nilai bagus, peningkatan keterampilan ini diharapkan dapat mendorong keberlanjutan dan pertumbuhan pada setiap usaha yang sedang dijalankan. Secara garis besar dengan dilakukan kegiatan sosialisasi ini bahwa. Terbentuknya kesadaran akan pentingnya pencatatan keuangan untuk keberlanjutan usaha kecil yang dikelola. Santri memahami konsep dasar akuntansi seperti pencatatan pemasukan, pengeluaran, dan keuntungan. Santri mampu membuat buku kas sederhana untuk mencatat transaksi harian. Tersedianya contoh laporan keuangan dari usaha kecil yang mereka kelola. Peningkatan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan usaha Gambar 1. foto bersama dan penyampaian sosialisasi KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan yang bisa diambil dari kegiatan sosialisasi dengan memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman mereka terhadap pengelolaan keuangan usaha. Melalui kegiatan ini juga santri dapat memahami pentingnya pencatatan pemasukan, pengeluaran, dan keuntungan, serta mulai menerapkan teknik pencatatan manual maupun digital. Dengan adanya panduan dan pendampingan yang tepat, santri mampu menyusun laporan keuangan sederhana yang dapat mendukung pengambilan keputusan usaha mereka. Selain itu, kegiatan ini juga turut mendorong budaya kewirausahaan yang profesional dan berkelanjutan di lingkungan pesantren. diakhir kegiatan semua peserta dan pengurus Pondok Pesantren Darussalam menyampaikan terimaksih karena Tim PKM sudah mensosialisaikan pencatatan pengelolaan keuangan dan berharap mereka terus didampingi dengan sosialisasi selanjutnya untuk memperdalam lagi pengetahuan santri seperti membuat laporan arus kas, perencanaan anggaran, atau strategi keuangan usaha. Selain itu Disarankan adanya pendampingan secara berkala untuk membantu santri menghadapi kendala dalam pencatatan keuangan atau mengembangkan usaha mereka lebih jauh. UCAPAN TERIMA KASIH Dalam pelaksanaan ini saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram yang telah memfasilitasi sehingga PKM ini bisa terlaksana. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh Pengurus dan santri Pondok Pesantren Darussalam atas kesediaannya untuk menerima tim kami. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh tim dalam pelaksanaan PKM ini. DEVOTE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global | 213 Fitri et al org/10. 55681/devote. DAFTAR PUSTAKA