Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Pendampingan P5 Dalam Peningkatan Kreativitas dan Pencegahan Stunting Melalui Hidroponik Serta Produksi Kripik Bayam di SDN 013 Pulau Tengah Hadi Purwanto1*. Sejratul Ihkram Mulya2. Rira Almipa Suci Sefindra3. Nur Rohmatulloh4*. Aisyah Firmathoina5 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Komputer. Universitas Muhammadiyah Riau. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Muhammadiyah Riau. Fakultas Mipa dan Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Riau. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Muhammadiyah Riau. Fakultas Ekonomi Bisnis. Universitas Muhammadiyah Riau. email: *hadipurwanto@umri. Abstract This program focuses on implementing the Strengthening Pancasila Student Profile (P. Project at SDN 013 Pulau Tengah. Pangean District. Kuantan Singingi Regency. Through hydroponic planting methods and the production of spinach chips, students in grades 4, 5 and 6 are invited to increase their creativity while participating in stunting prevention. This activity includes socialization about the importance of balanced nutrition, training in hydroponic planting using used materials, and processing harvests into economically valuable products, such as spinach chips which are rich in vitamin A. The results of the activities show an increase in students' understanding of nutrition, stunting, and their ability to implement modern agricultural technology. Apart from that, this program has also succeeded in developing students' entrepreneurial skills through the production and marketing of spinach chips products. This program not only contributes to strengthening skills-based education and entrepreneurship, but also plays a role in efforts to reduce stunting rates among children through the introduction of healthy and sustainable eating patterns. Keywords: Project for Strengthening Pancasila Student Profiles, creativity, hydroponics, stunting, spinach chips. Abstrak Program ini berfokus pada penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SDN 013 Pulau Tengah. Kecamatan Pangean. Kabupaten Kuantan Singingi. Melalui metode tanam hidroponik dan produksi keripik bayam, siswa kelas 4, 5, dan 6 diajak untuk meningkatkan kreativitas mereka sekaligus berpartisipasi dalam pencegahan stunting. Kegiatan ini melibatkan sosialisasi mengenai pentingnya gizi seimbang, pelatihan penanaman hidroponik menggunakan bahan bekas, dan pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai ekonomi, seperti keripik bayam yang kaya akan vitamin A. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai nutrisi, stunting, serta kemampuan mereka dalam menerapkan teknologi pertanian modern. Selain itu, program ini juga berhasil mengembangkan keterampilan kewirausahaan siswa melalui produksi dan pemasaran produk keripik Program ini tidak hanya berkontribusi pada penguatan pendidikan berbasis keterampilan dan kewirausahaan, tetapi juga berperan dalam upaya mengurangi angka stunting di kalangan anak-anak melalui pengenalan pola makan sehat dan berkelanjutan. Kata Kunci: Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Kreatifitas. Hidroponik. Stunting. Kripik Bayam PENDAHULUAN Kurikulum penting dalam proses pembelajaran di semua jenjang pendidikan. Untuk https://doi. org/10. 37859/jpumri. menciptakan suatu program pendidikan berdasarkan tujuan yang diinginkan, maka perlu adanya kurikulum yang memuat prinsip-prinsip, lingkungan dan kebutuhan p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 yang memandu program pendidikan sesuai dengan tujuan program pendidikan yang Dalam sistem pendidikan Indonesia yang dimulai pada tahun 1947, kurikulum yang sangat mendasar, terjadi sebelas kali perubahan kurikulum hingga berakhirnya kurikulum Perubahan yang dilakukan merupakan kebijakan dari pihak-pihak yang terlibat dalam pendidikan. Pemerintah menerapkan kebijakan belajar mandiri bebas yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan siswa dan lulusan yang unggul yang mampu menghadapi tantangan masa depan yang rumit . Profil siswa Pancasila adalah berdasarkan hasil yang diharapkan. Ini diterapkan selama pembelajaran di kelas . Hal ini sejalan dengan kemampuan guru dalam mengimplementasikan AuProfil Siswa PancasilaAy yang tertuang dalam keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendik Direks. Nomor 22 Tahun 2022 tentang rencana strategis Kementerian Pendidikan. Pendidikan dan Kebudayaan 2020 -2024 Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila dilaksanakan di dalam kelas. Siswa Tuhan kepemimpinan, keberagaman di dunia, kerjasama, kemandirian, berpikir kritis dan berpikir kreatif. Kurikulum model Pancasila terdiri dari enam keterampilan yang dirancang sebagai komponen utama. Keenam faktor tersebut saling berhubungan dan saling menguatkan. Oleh karena itu, dikembangkan secara bersamaan, tidak terpisah-pisah, untuk mewujudkan model Pancasila. Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Riau Angkatan 26 ini diberikan penghargaan di Desa Pulau Tengah. Kecamatan Pangean. Kabupaten Kuantan Singingi. Provinsi Riau, yang dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2024 Ae Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 07 September 2024. Penyelenggaraan Program Pemberdayaan Mahasiswa (Pancasil. Lingkungan Pertanian Hidroponik dan produk kripik bayam sebagai solusi inovatif Baru di SDN 013 Pulau Tengah. Puncak dari proyek P5 adalah kreativitas, siswa kelas 4, 5 dan 6 SDN 013 Tengah menanam tanaman hidroponik dengan cara diolah menjadi kripik bayam yang tinggi serat dan vitamin. Stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan pada balita yang diakibatkan oleh kekurangan gizi dalam jangka panjang, yang bisa terjadi sejak masa kehamilan hingga usia 24 bulan. Gejala yang sering muncul adalah melambatnya pertumbuhan, terutama pada balita. Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga dapat kognitif, dan intelektual anak. Anak-anak yang sejak kecil terdiagnosis sesak napas memperbaikinya sehingga terus berlanjut hingga anak mencapai usia dewasa. Tidak ada jaminan bahwa seorang anak tidak akan dilahirkan dengan berat badan lahir rendah di kemudian hari, meskipun ia mempunyai anak. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ini adalah suatu kondisi dimana seseorang lebih pendek dibandingkan rata-rata umur dan tinggi badan orang lain. Kabupaten Kuantan Singingi telah menurunkan angka stunting, dengan pemerintah daerah menetapkan target untuk menurunkan angka stunting dari 8% menjadi 4% pada tahun 2024, dengan aspirasi untuk akhirnya mencapai angka stunting nol. Ini adalah bagian dari agenda yang lebih luas yang sejalan dengan prioritas nasional. Tanaman tersebut dapat dihindari dalam waktu singkat dengan menggunakan Penggunaan Hidroponik sangat bermanfaat karena dapat mengurangi . kebutuhan air, . resiko buruknya makanan dan . pencemaran https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 lingkungan. Salah satu tanaman yang hidroponik, bayam merupakan tanaman yang kaya nutrisi dan mudah tumbuh di lahan sempit. Bayam mengandung zat besi, kalsium, dan vitamin A yang penting untuk tumbuh kembang anak. Memasukkan bayam hidroponik ke masyarakat lokal, khususnya di lingkungan perkotaan dengan lahan terbatas, meningkatkan akses terhadap pangan yang baik. Hal ini membantu mengurangi risiko kekerasan terhadap anak dengan meningkatkan gizi anak sejak usia dini dan mendorong pola makan sehat yang berkelanjutan di METODE PENGABDIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang melihat keadaan secara keseluruhan dengan mempelajari keadaan tersebut berdasarkan kasus per kasus karena terdapat berbagai jenis permasalahan yang diteliti. Metode digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data yang meliputi observasi, sosialisasi, pelatihan dan kegiatan lokal. Kecamatan Pangean merupakan kabupaten yang mempunyai jenjang pendidikan dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) siswa KKN UMRI dan bertujuan untuk pengembangan anak usia dini di SDN 013 desa Pulau Tengah. Kreativitas siswa Observasi ini dilakukan pada siswa kelas 4, 5 dan 6 SDN 013, karena tingkat kesiapan siswa dalam bidang pertanian, pangan dan ketahanan lebih tinggi dibandingkan siswa kelas 1, 2 dan 3. Survei ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan pembelajaran siswa terkait pertanian modern khususnya mengembangkan kreativitas. Pengamatan ini dilakukan secara berkala untuk memahami bagaimana siswa memulai dan berkembang selama program berlangsung Tahap sosialisasi dilakukan dengan memberikan materi edukasi kepada siswa https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 mengenai pentingnya gizi seimbang dan dampak negatif stunting terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak. Selain itu, siswa juga dikenalkan dengan konsep bercocok tanam hidroponik menggunakan barang bekas beserta manfaat dan cara Materi ini disampaikan secara interaktif melalui penyajian visual, diskusi kelompok, dan demonstrasi langsung, sehingga siswa dapat lebih mudah memahami dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh. Setelah sosialisasi, siswa diberikan pelatihan langsung tentang cara menanam sayur secara hidroponik menggunakan bahan bekas seperti botol Pelatihan ini bertujuan untuk mengasah keterampilan praktis siswa dalam bercocok tanam hidroponik, nilai-nilai keberlanjutan melalui pemanfaatan barang Pada pembelajaran ini siswa dibimbing untuk menyiapkan bedengan tanam, menanam bibit dan merawat tanaman hingga siap dipanen. Setelah berhasil menanam dan hidroponik, pelatihan dilanjutkan dengan mengolah hasil panen menjadi produk lokal berupa keripik bayam. Proses ini meliputi pencucian, pemotongan, penggorengan, dan pembungkusan. Hasil dari karya ini tidak hanya berupa pengetahuan tentang produksi pangan, namun juga pengenalan konsep kewirausahaan kepada mahasiswa. Dengan cara ini, siswa akan belajar pertanian dari segi ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup mereka dan masyarakat sekitar. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil temuan di SDN 013 Desa Pulau Tengah menunjukkan bahwa siswa kelas 4, 5, dan 6 lebih siap dalam memahami konsep pertanian, pangan, dan menganalisis sampel kelas bawah. Persyaratan ini menjadi dasar pelaksanaan program pembangunan yang menekankan pentingnya gizi yang baik dan dampak negatif dari kekurangan gizi. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 dalam industri pertanian hidroponik mudah terlihat dapat dilakukan di lahan pertanian atau di atap rumah, atau di atas tanah, dan lain-lain. Gambar 1 Observasi Dalam proses interaktif, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, namun juga mampu berpartisipasi dalam diskusi, demonstrasi, dan kegiatan praktik langsung yang dirancang untuk memperdalam pemahamannya terhadap apa yang Dengan pembelajaran berbeda ini, siswa dapat lebih memahami pentingnya menjaga pola makan sehat dalam upaya mencegah Partisipasi siswa membantu mereka menghubungkan teori dengan pekerjaan nyata, sehingga lebih mudah dalam menggunakan informasi yang mereka terima sehari-hari. Siswa dapat mengukur pengetahuannya tentang air, manfaatnya, dampak sampah botol plastik dan cara mendaur ulangnya. Pada kegiatan ini siswa akan belajar bagaimana menyiapkan tanaman, menanam bibit dan merawat tanaman hingga siap dipanen. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa para siswa dapat secara efektif menggunakan teknologi pertanian terkini, mulai dari penanaman hingga perawatan Selain itu, dengan menggunakan materi sekunder, siswa tidak hanya memperkuat keterampilan praktisnya, tetapi juga menekankan pentingnya Ini kesempatan pembelajaran pengembangan diri yang memungkinkan guru dan siswa tanaman untuk memanfaatkan lahan di sekitar sekolah dan meningkatkan kegiatan mengembangkan dan menanam tanaman hidroponik untuk memenuhi kebutuhan sayuran sehari-hari. Gambar 2 Sosialisasi Selain itu, hidroponik merupakan salah satu metode bercocok tanam yang ditanami tanah tanpa menggunakan tanah. Oleh karena itu, hidroponik merupakan praktik pertanian yang menggunakan air sebagai pengganti tanah. Oleh karena itu, sistem pertanian hidroponik dapat digunakan pada lahan sempit. Bercocok tanam dengan sistem hidroponik tidak memerlukan lahan yang luas dan pelaksanaannya, namun Gambar 3 Pelatihan hidroponik Setelah dipanen, para siswa dilatih untuk mengolah hasil pertanian menjadi produk yang ekonomis, yaitu keripik berbentuk bulat yang mengandung vitamin https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 Prosesnya meliputi banyak tahapan mulai dari pencucian, pemotongan hingga pengemasan hasilnya. Hasil dari latihan ini menunjukkan bahwa siswa tidak hanya mampu memproduksi keripik bayam, namun juga memahami dasar-dasar Mereka diajarkan untuk melihat potensi ekonomi dari produk pertanian dan bagaimana menjadikan produk tersebut menjadi usaha yang bermanfaat bagi mereka dan masyarakat Gambar 4 Pengolahan Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan kreativitas siswa dengan memadukan pendidikan, teknologi pertanian, dan kewirausahaan. Mahasiswa yang selama ini hanya mengenal pertanian konvensional kini bisa memanfaatkan teknologi hidroponik untuk menanam sayuran sehat. Selain itu, mereka juga dapat mengolah produknya menjadi produk sampingan sehingga lebih kreatif dalam mengelola sumber daya yang ada. KESIMPULAN Kurikulum memegang peranan penting dalam pembelajaran pada semua jenjang pendidikan di Indonesia. Sejak tahun 1947, telah terjadi sebelas perubahan kurikulum dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan zaman. Kebijakan pendidikan khusus yang diberlakukan pemerintah adalah mempersiapkan siswa yang baik untuk menghadapi tantangan masa depan. Implementasi kebijakan informasi pelajar Pancasila ini hendaknya diterapkan di dalam kelas. https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Selain itu, kegiatan langsung seperti pelatihan hidroponik, di mana siswa terlibat dalam bercocok tanam dan mengubah hasil panen menjadi produk yang bernilai ekonomis, menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada pengembangan keterampilan praktis dan bisnis. Oleh karena itu, programprogram ini akan membantu meningkatkan kreativitas, menyadarkan siswa akan keberlanjutan dan memahami pentingnya pola makan seimbang, sehingga pada akhirnya mengurangi masalah gizi buruk pada anak. UCAPAN TERIMAKASIH