108 INOVASI : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat. Vol. No. 2, 2023 Pelatihan Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran dalam Rangka Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Yayasan Kemala Bhayangkari Makassar Reski Febyanti Rauf1*. Indrayani1. Amiruddin Hambali1. Mantasiah R2. Ibandong3 Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Makassar Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman. Fakultas Bahasa dan Sastar. Universitas Negeri Makassar Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka Makassar *Email: reski. febyanti@unm. Abstrak. Penyelenggara pendidikan harus mendapatkan pelatihan tentang kurikulum merdeka yang mencakup beberapa tahapan seperti pengembangan pemahaman dasar dan pembuatan perangkat pembelajaran untuk mendukung mereka beradaptasi dengan kurikulum tersebut. Perangkat pembelajaran dalam kurikulum Merdeka mencakup beragam sumber daya pengajaran yang digunakan oleh pendidik untuk secara efektif memenuhi tujuan dan capaian pembelajaran, termasuk mengenai alur tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, dalam upaya memberikan penguatan pemahaman guru mengenai alur tujuan pembelajaran pada kurikulum merdeka maka pelaksanaan pengabdian berupa pelatihan terkait hal tersebut perlu dilakukan. Tahapan pelaksanaan pelatihan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan pendampingan dengan pendekatan sosialisasi, diskusi, simulasi dan Indikator keberhasilan diukur berdasarkan penilaian instrumen pre-test dan post-test. Hasil analisis menunjukkan peningkatan pemahaman materi dan praktik guru masing-masing sebesar 85,4% dan 83,4%. Pelatihan ini memberikan dampak positif bagi guru, bermanfaat, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun alur tujuan pembelajaran. Kata kunci: alur tujuan pembelajaran, guru, kurikulum merdeka, pelatihan Abstract. Education providers must receive training on the independent curriculum which includes several stages such as developing basic understanding and creating learning tools to support them in adapting to the curriculum. Learning tools in the independent curriculum include a variety of teaching resources used by educators to effectively meet learning goals and outcomes, including regarding the flow of learning objectives. Therefore, in an effort to strengthen teachers' understanding regarding the flow of learning objectives in the independent curriculum, it is necessary to carry out community service in the form of training related to this matter. The stages of training implementation include preparation, implementation and mentoring using outreach, discussion, simulation and evaluation approaches. Success indicators are measured based on pre-test and post-test instrument assessments. The results of the analysis show an increase in material understanding and teacher practice of 85. 4% and 83. 4% respectively. This training has a positive impact on teachers, is useful and effective in increasing teachers' understanding and skills in developing the flow of learning objectives Keywords: flow of learning objectives, teachers, independent curriculum, training PENDAHULUAN Mutu pendidikan di tingkat sekolah sangat bergantung pada efektivitas perencanaan dan Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran terlihat jelas dan disusun secara cermat sesuai format kurikulum yang terstruktur (Supardi, 2. Kurikulum mengacu pada program pendidikan dan berbagai mata pelajaran yang disediakan oleh lembaga pendidikan, yang mencakup rencana pelajaran yang disampaikan kepada siswa pada tahun akademik tertentu (Baihaqi et al. , 2. Kurikulum terdiri dari tujuan pembelajaran, pedoman pengajaran, dan pedoman penilaian. Komponen program ini berfungsi sebagai landasan untuk mengembangkan pengalaman belajar yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan individu siswa (Rohmadi et al. , 2023. Camellia et al. , 2022. Alimudin et al. , 2. Kurikulum merdeka adalah kurikulum fleksibel yang memenuhi beragam kebutuhan pembelajaran dan menekankan mata pelajaran mendasar, serta memberikan siswa banyak kesempatan untuk mempelajari dan memperkuat konsep belajar (Feriyanto et al. , 2022. Ramadhan, 2023. Noviantari dan Agustina, 2. Menerapkan kurikulum merdeka belajar Pelatihan Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran 109 merupakan sebuah tantangan karena banyak kendala yang dihadapi selama pelaksanaannya. Untuk menerapkan kurikulum merdeka secara efektif, sangat penting untuk membina kolaborasi antara kepala sekolah, guru, lembaga pemerintah, orang tua, dan pemangku kepentingan terkait lainnya. (Baihaqi et al. , 2023. Damayanti et al. , 2. Selain itu, terdapat kendala tambahan yang harus diatasi dalam penerapan kurikulum merdeka, seperti kesiapan individu dalam hal kompetensi dan kemampuannya, serta pola pikir guru yang akan bertanggung jawab dalam menyelenggarakan program pendidikan. Selain itu, kesiapan infrastruktur dan sumber daya yang diperlukan untuk pelaksanaannya juga merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan (Feriyanto et al. , 2022. Ramadhan, 2023. Alimudin et al. Guru juga harus memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi dan memahami ciri khas dan kebutuhan siswa untuk memfasilitasi lingkungan belajar yang kondusif sejalan dengan kebijakan baru yang telah ditetapkan (Juliana, 2022. Sumandya dan Sukendra, 2022. Kusumawardhana et al. , 2. Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pendidikan mengharuskan penerapan dan pemanfaatan kurikulum pembelajaran merdeka, sehingga lembaga pendidikan tidak memiliki pilihan selain memasukkannya ke dalam kerangka pendidikan mereka (Warni et al. , 2. Proses transisi kurikulum memungkinkan penyelenggara pendidikan untuk memilih kurikulum transisi sekaligus memahami dan memantapkan kurikulum operasional satuan pendidikan masing-masing penyelenggara. Penyelenggara pendidikan harus mendapatkan pelatihan tentang kurikulum pembelajaran merdeka yang mencakup beberapa tahapan seperti pengembangan pemahaman dasar dan pembuatan perangkat pembelajaran. Pelatihan ini sangat penting untuk mendukung administrator dalam upaya mereka beradaptasi dengan kurikulum tersebut. Perangkat pembelajaran dalam kurikulum Merdeka Belajar mencakup beragam sumber daya pengajaran yang digunakan oleh pendidik untuk secara efektif memenuhi tujuan dan capaian pembelajaran, termasuk juga mengenai alur tujuan pembelajaran (Rohmadi et al. , 2023. Yulianto dan Iryani, 2023. Sulistyowati, 2023. Sumarsih et , 2022. Damayanti et al. , 2. Proses penyusunan alur tujuan pembelajaran sebagai bagian dari perangkat pembelajaran dapat dengan mudah dilakukan melalui pendekatan yang linier, logis, dan kolaboratif. Penyusunan alur tujuan pembelajaran memerlukan pengaturan hasil pembelajaran yang sistematis dalam setiap tahapan, serta pengorganisasiannya secara berurutan dari awal hingga seluruh tahapan tersebut berakhir (Eppendi dan Simon, 2. Guru secara strategis merancang alur tujuan pembelajaran untuk mengoptimalkan pemanfaatan waktu pembelajaran yang tersedia. Alur tujuan pembelajaran harus dirancang sedemikian rupa sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan secara efektif oleh guru. Rancangan yang disusun harus selaras dengan kebutuhan dan tujuan yang diidentifikasi dari capaian pembelajaran (Ruspa et al. , 2. Pada hakikatnya alur tujuan pembelajaran sama halnya dengan silabus pada kurikulum 13, akan tetapi pada kurikulum yang diperbarui ini, terdapat penekanan yang lebih besar pada pemberdayaan guru untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang berkelanjutan dan efektif (Purnomo et al. , 2023. Rizal et al. , 2022. Deswita et al. , 2. Kurangnya pengetahuan dan kesiapan guru dalam mengembangkan bahan ajar dan menetapkan alur tujuan pembelajaran dapat mempengaruhi prestasi akademik siswa (Kusumawardhana et al. , 2022. Mahmudah et al. , 2. Sejalan dengan penjelasan tersebut, berdasarkan analisis situasi yang telah dilakukan, penerapan kurikulum merdeka yang berkaitan dengan penyusunan perangkat pembelajaran khususnya alur tujuan pembelajaran belum dipahami sepenuhnya oleh seluruh guru. Oleh 110 INOVASI : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat. Vol. No. 2, 2023 karena itu, dalam upaya memberikan penguatan pemahaman guru mengenai alur tujuan pembelajaran pada kurikulum merdeka maka pelaksanaan pengabdian berupa pelatihan terkait hal tersebut perlu dilakukan. Meskipun pengabdian sejenis telah banyak dilaksanakan, akan tetapi objek, tempat dan tujuan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian memiliki Adapun tujuan pelatihan untuk menganalisis respon peserta, mengukur tingkat pemahaman, tingkat kepentingan, dan kebermanfaatan dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Diharapkan pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman guru dalam menyusun alur tujuan pembelajaran kurikulum merdeka sehingga proses belajar lebih optimal dan berdampak pada peningkatan kompetensi siswa. METODE PELAKSANAAN Tahapan Kegiatan Pelatihan ini dilaksanakan di Sekolah Yayasan Kemala Bhayangkari Makassar. Kec. Panakukang. Kota Makassar. Provinsi Sulawesi Selatan, dengan metode pendekatan partisipasi mitra, sosialisasi, diskusi, simulasi, dan evaluasi (Rauf et al. , 2022. Mukhlis et al. , 2. Teknik pengambilan data melalui teknik sampling jenuh dengan variasi data meliputi data observasi, kuisioner, instrumen pre-test dan post-test, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif analisis melalui pendekatan kuantitatif dengan data analisis meliputi data respon peserta, tingkat pemahaman, tingkat kepentingan, kebermanfaatan, dan efektivitas pelaksanaan pelatihan. Adapun tahapan kegiatan diuraikan sebagai berikut: Persiapan Tahapan ini meliputi kegiatan observasi lanjutan, sosialisasi, pendataan awal peserta pelatihan, penentuan narasumber dan jadwal kegiatan, serta persiapan peralatan dan instrument penilaian. Pelaksanaan Kegiatan Tahapan ini meliputi pengisian pre-test yang bertujuan untuk memperoleh penilaian awal peserta (Rivai et al. , 2. , pemberian materi oleh narasumber, sesi diskusi dan tanya jawab, praktik penyusunan alur tujuan pembelajaran, observasi kegiatan, evaluasi melalui pengisian post-test, dan refleksi. Tahap Pendampingan Tahapan ini bertujuan untuk memastikan bahwa peserta memahami materi dan praktik dalam pelatihan secara optimal (Rauf et al. , 2. Hal ini berdampak pada peningkatan kemampuan guru dalam menyusun alur tujuan pembelajaran dengan tepat sebagai bagian dari perangkat pembelajaran kurikulum merdeka. Perangkat pembelajaran tersebut yang akan diterapkan di sekolah. Peserta Pelatihan Peserta pelatihan adalah guru dari Sekolah Yayasan Kemala Bhayangkari Makassar yang terdiri dari guru tingkat SD dan SMP dengan total peserta pelatihan berjumlah 30 orang. Peserta jenjang SD berjumlah 14 guru terdiri dari 4 laki-laki dan 10 perempuan, sedangkan peserta jenjang SMP berjumlah 16 guru yang terdiri dari 3 laki-laki dan 13 perempuan (Gambar Pelatihan Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran 111 Gambar 1. Peserta pelatihan penyusunan alur tujuan pembelajaran di Yayasan Kemala Bhayangkari HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pelatihan penyusunan alur tujuan pembelajaran dalam rangka implementasi kurikulum merdeka di Sekolah Yayasan Kemala Bhayangkari Makassar telah berhasil Untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tujuan yang diharapkan maka kegiatan tersebut perlu untuk dievaluasi. Adapun hasil evaluasi yang telah dilakukan meliputi hasil analisis tingkat pemahaman, tingkat kepentingan, kebermanfaatan, dan efektivitas pelaksanaan pelatihan. Tingkat Pemahaman Peserta terkait Materi Pelatihan Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, tingkat pemahaman peserta tentang materi implementasi kurikulum merdeka, khususnya yang berkaitan dengan alur tujuan pembelajaran, menunjukkan peningkatan sebesar 85,4% dibandingkan sebelum peserta menerima materi. Hal tersebut mengindikasikan bahwa proses pelaksanaan pelatihan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Adapun tingkat pemahaman peserta sebelum pelatihan tergolong rendah dan sedang (Tabel . Akan tetapi, setelah mengikuti pelatihan, tingkat pemahaman peserta berada pada kategori tinggi dan sedang, dapat dilihat pada Tabel 2. Hasil analisis tingkat pemahaman peserta juga digambarkan dalam bentuk grafik box plot. Gambar 1, yang menunjukkan perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah pelaksanaan pelatihan. Tabel 1. Distribusi Respon Awal Tingkat Pemahaman Materi Peserta Interval Kelas X Ou 24 16 O X < 24 X < 16 Jumlah Frekuensi Frekuensi Kategori Relatif Kelompok (%) Tinggi Sedang Rendah 112 INOVASI : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat. Vol. No. 2, 2023 Tabel 2. Distribusi Respon Akhir Tingkat Pemahaman Materi Peserta Interval Kelas X Ou 24 16 O X < 24 X < 16 Jumlah Frekuensi Frekuensi Relatif (%) Kategori Kelompok Tinggi Sedang Rendah Gambar 1. Box plot hasil pre-test dan post-test tingkat pemahaman materi peserta Tingkat Pemahaman Peserta terkait Praktik Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran Pada pelaksanaan pelatihan penyusunan alur tujuan pembelajaran dilakukan praktik cara merancang dan menyusun alur tujuan pembelajaran yang mengacu pada kurikulum merdeka dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik. Analisis tingkat pemahaman peserta dalam praktik menyusun alur tujuan pembelajaran sebelum dan setelah pelatihan menunjukkan perbedaan yang signifikan. Berikut nilai hasil pre-test dan post-test tingkat pemahaman peserta ditunjukkan melalui grafik box plot pada Gambar 2. Tingkat pemahaman peserta meningkat sebesar 83,4% dari sebelumnya yang mengindikasikan besarnya dampak praktik yang dilakukan dalam pelatihan terhadap pemahaman peserta dalam menyusun alur tujuan pembelajaran. Keberhasilan dalam penyampaian informasi dan ilmu pengetahuan serta penguasaan suatu keterampilan dipengaruhi oleh pelaksanaan pelatihan yang menitikberatkan pada kegiatan simulasi dan praktik yang dilanjutkan dengan pendampingan (Rauf et al. , 2. Gambar 2. Box plot hasil pre-test dan post-test tingkat pemahaman praktik peserta Pelatihan Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran 113 Tingkat Kepentingan Pelatihan Penerapan kurikulum merdeka sebagai bagian dari kebijakan pemerintah merupakan proses yang wajib dilaksanakan dan menjadi bagian penting dalam kerangka pendidikan setiap lembaga pendidikan saat ini. Meski kurikulum tersebut belum sepenuhnya diterapkan, akan tetapi proses transisi memungkinkan lembaga pendidikan untuk beradaptasi. Dalam upaya menuju penerapan kurikulum merdeka secara bertahap, maka lembaga pendidikan harus mempersiapkan sumber daya, dalam hal ini adalah tenaga pendidik, yang memahami kurikulum merdeka dan memiliki kemampuan untuk membuat perangkat pembelajaran termasuk menyusun alur tujuan pembelajaran. Pada kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di Sekolah Yayasan Kemala Bhayangkari Makassar, hasil analisis data respon peserta sebelum mengikuti pelatihan mengindikasikan bahwa masih banyak guru yang belum mengetahui dan memahami kurikulum merdeka serta bagaimana implementasinya, ditunjukkan pada Gambar Peserta juga belum memiliki gambaran mengenai perangkat pembelajaran kurikulum merdeka sehingga berdampak pada kurangnya pengetahuan peserta tentang tahapan penyusunan alur tujuan pembelajaran. Gambar 3. Tingkat kepentingan pelaksanaan pelatihan . espon sebelum pelatiha. Berdasarkan analisis respon peserta setelah mengikuti pelatihan menunjukkan adanya perubahan yang mengarah pada peningkatan pemahaman peserta tentang dampak implementasi kurikulum merdeka (Gambar . Peserta mengetahui pentingnya alur tujuan pembelajaran dalam pembuatan perangkat pembelajaran dan memahami perlunya penyusunan alur tujuan pembelajaran yang terstruktur sebagai panduan guru dalam memenuhi capaian pembelajaran yang sesuai kurikulum merdeka. Hasil respon ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan kegiatan pelatihan memberi dampak positif bagi peserta. Ibandong et al. dalam artikelnya juga menjelaskan bahwa dampak pelaksanaan pelatihan khususnya yang berhubungan dengan implementasi kurikulum merdeka, memberikan pengalaman belajar dan pengembangan keterampilan bagi guru sebagai bentuk adaptasi dengan kondisi sistem pendidikan saat ini. 114 INOVASI : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat. Vol. No. 2, 2023 Gambar 4. Tingkat kepentingan pelaksanaan pelatihan . espon setelah pelatiha. Kebermanfaatan dan Efektivitas Pelaksanaan Pelatihan Pelaksanaan kegiatan pelatihan dinilai bermanfaat dan efektif dapat diukur melalui instrumen evaluasi yang diberikan kepada peserta setelah pelatihan. Berdasarkan penilaian tersebut dihasilkan data respon peserta yang menunjukkan bahwa seluruh peserta merasakan manfaat dari pelatihan yang mereka dapatkan (Gambar . Selain itu. Uji N-Gain juga dilakukan untuk menganalisis sejauh mana efektivitas pelaksanaan kegiatan pelatihan yang telah Adapun hasil dari pengujian N-Gain sebesar 84,4% dan menurut Hake . nilai tersebut termasuk dalam kategori efektif. Efektivitas pelaksanaan pelatihan dibuktikan dengan meningkatnya pengetahuan dan informasi serta pemahaman dan keterampilan peserta dalam menyusun alur tujuan pembelajaran. Gambar 5. Respon kebermanfaatan pelatihan KESIMPULAN Kegiatan pelatihan penyusunan alur tujuan pembelajaran dalam rangka implementasi kurikulum merdeka di Sekolah Yayasan Kemala Bhayangkari Makassar telah berhasil dilaksanakan, berjalan dengan lancar dan efektif meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan peserta dalam menyusun alur tujuan pembelajaran kurikulum merdeka. Dari pelatihan ini, peserta memahami pentingnya alur tujuan pembelajaran dan merasakan manfaat dari kegiatan pelatihan ini. UCAPAN TERIMA KASIH Universitas Negeri Makassar. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNM, dan Sekolah Yayasan Kemala Bhayangkari Makassar telah memberikan dukungan, baik berupa dana maupun motivasi dan apresiasinya. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasinya dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan pelatihan ini. Pelatihan Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran 115 DAFTAR PUSTAKA