Jurnal AgroPet Vol. 14 Nomor 2 Desember 2017 ISSN: 1693-9158 STUDI PERFORMA AKAR JAGUNG (Zea mays L. ) PADA APLIKASI PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK Oleh: Odit F. Kurniadinata. Rusdiansyah dan Nurul P. Palupi. Email : odit. ferry@gmail. ABSTRACT High adaptability causes maize to be cultivated in different geographical conditions. The physical properties of the soil have an effect on the growth of maize, including the growth and distribution of plant roots. Organik and inorganik applications will affect the growth and development of root maize crops. This study aims to: . Identify the effect of application of organik fertilizer . okashi chicken manur. and inorganik (NPK compound fertilize. to root growth and development. Developing Rekomedasi root performance optimization technology to improve nutrient uptake and translocation to fruit tissue. The experiment was conducted using non factorial Randomized Block Design (RAK) with 3 replications, the treatment of fertilizer application (P) consisting of 6 levels: c0 = control . ithout fertilize. c1 = 100% bokashi Application. c2 = 100% NPK Fertilizer Application. c3 = Bokasi Application 50% NPK 50%. c4 = Bocation Application 75% NPK 25%. and c5 = Application Bocation 25% NPK 75%. The results showed that: . the application of 75% and inorganik . %) organik fertilizer (NPK) increased the total root length, root diameter and root depth respectively 57. 4 cm, 58. 3 cm and 20. 1 cm . To increase the growth and development of maize roots the application of combinations of organik and inorganik fertilizers can be given. Keywords: root aeration, root, rhizosphere, fertilizer, maize ABSTRAK Daya adaptasi yang tinggi menyebabkan Jagung dapat dibudidayakan pada kondisi geografis berbeda. Sifat fisik tanah memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan jagung, diantaranya adalah pertumbuhan dan sebaran akar tanaman. Aplikasi organik dan anorganik akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan untuk: . Mengidentifikasi pengaruh aplikasi pupuk organik . okashi kotoran aya. dan anorganik . upuk majemuk NPK) terhadap pertumbuhan dan perkembangan akar. Mengembangkan Rekomedasi teknologi optimasi performa akar untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. Percobaan dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 3 ulangan, terdiri atas perlakuan pertama yaitu aplikasi pupuk (P) yang terdiri atas 6 taraf yaitu: c0 = kontrol . anpa pupu. c1= Aplikasi bokashi 100%. c2 = Aplikasi Pupuk NPK 100%. c3 = Aplikasi Bokasi 50% NPK 50%. c4 = Aplikasi Bokasi 75% NPK 25%. dan c5 = Aplikasi Bokasi 25% NPK 75%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: . aplikasi pupuk organik . 75% dan anorganik (NPK) 25% mampu meningkatkan panjang akar total, diameter sebaran akar dan kedalaman akar masingmasing sebesar 57. 4 cm, 58. 3 cm dan 20. 1 cm . Untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan akar jagung maka aplikasi kombinasi pupuk organik dan anorganik dapat diberikan. Kata Kunci: aerasi tanah, akar, rhizosphere, pupuk, jagung Staf Pengajar Program Studi Agroteknologi,Fakultas Pertanian. Universitas Mulawarman PENDAHULUAN Tanaman Jagung (Zea mays ) merupakan salah satu tanaman pangan selain gandum dan padi. Daya Jagung dibudiddayakan di banyak tempat Kebutuhan terhadap komoditi tanaman jagung terus mengalami peningkatan, yaitu meningkatnya permintaan pasar baik lokal maupun internasional untuk memenuhi kebutuhan pangan dan Selain untuk pangan dan pakan, jagung juga telah banyak digunakan dalam industri makanan, minuman, kimia, dan farmasi. Dalam bentuk biji utuh, jagung dapat diolah misalnya menjadi tepung jagung, beras jagung, dan pop corn, selain itu jagung dapat pula diolah menjadi minyak goreng, margarin, dan jenis makanan lainya (Nafziger 2. Perbedaan lingkungan menyebabkan produksi tanaman jagung dapat berbeda antara daerah satu dengan yang Donahue et al. dan Passiora . menjelaskan bahwa salah satu hal yang mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman Karena produksi tanaman merupakan fungsi dari factor-faktor internal . ifat genetis tanama. dan factor-faktor manajemen pengelolaan tanaman, sifat tanah dan iklim. Sifat fisik tanah memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan jagung, diantaranya adalah pertumbuhan dan sebaran akar tanaman. Tingkat Kepadatan tanah, porositas, aerasi tanah dan faktor fisik tanah lainnya yang tidak pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung. Hal ini disebaban oleh terganggunya pertumbuhan akar baik secara ukuran besaran maupun luasan sebaran yang selanjutnya akan mempengaruhi mendapatkan dan menyerap unsur hara penting seperti N,P,K, dan Ca. Menurut Hestiati et. bokashi merupakan kompos yang berasal dari hasil fermentasi bahan organik dengan campuran larutan Effective microorganism-4 (EM. yang dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk menyuburkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Nitrogen (N). Fosfor (P). Kalium (K) merupakan beberapa unsur-unsur hara utama yang dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman, dan serapannya sangat Serapan hara oleh tanaman selain dipengaruhi oleh transpirasi juga dipengaruhi oleh kondisi aerasi di tanah. Menurut Marschner . serapan hara selain dipengaruhi oleh proses transpirasi tanaman, juga dipengaruhi oleh kondisi aerasi didaerah perakaran. Dengan kondisi aerasi tanah yang baik maka respirasi akar dapat berjalan baik pertumbuhan dan perkembangan Peningkatan pertumbuhan dan meningkatkan serapan air dan dibutuhkan oleh tanaman termasuk hara. Peningkatan aerasi di daerah meningkatkan serapan hara oleh meningkatkan distribusi hara ke Penelitian bertujuan untuk: . Mengidentifikasi pengaruh aplikasi pupuk organik . okashi anorganik . upuk majemuk NPK) . Mengembangkan Rekomedasi teknologi optimasi performa akar untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. Metode Penelitian Percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 3 ulangan, yaitu aplikasi pupuk (P) yang terdiri atas 6 taraf : c0 = kontrol . anpa pupu. c1 = Aplikasi bokashi 100%. c2 = Aplikasi Pupuk NPK 100%. c3 = Aplikasi Bokasi 50% NPK c4 = Aplikasi Bokasi 75% NPK c5 = Aplikasi Bokasi 25% NPK METODOLOGI PENELITIAN Parameter Amatan Waktu dan Tempat . Pengukuran panjang akar total . Pada metode ini akar-akar tanaman jagung diambil dari Ruang pengambilan akar adalah sebesar 30 m x 0. 30m x 0. 30 m. Semua akar yang didapat kemudian dipisahkan dari tanah dan benda Akar-akar diletakkan dan disebar merata dalam sebuah wadah yang telah diisi dengan sedikit air. Akar kemudian ditekan dengan plastik fiber transparan yang telah diberi pola bergaris dengan ukuran 1 cm x 1 cm. Tahap selanjutnya menghitung jumlah akar yang berpotongan dengan garis secara horizontal dan vertikal. Data yang dengan persamaan Line Intersect Marsh (Tennant 1. Pengukuran diameter sebaran akar . Pengamatan dilakukan vertikal dari permukaan tanah Percobaan Kebun Pendidikan Teluk Dalam Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Pengamatan pengukuran akar tanaman jagung Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Penelitian berlangsung selama lebih kurang 3 bulan yaitu pada bulan Agustus 2017 hingga Oktober 2017. Bahan dan Alat Bahan digunakan adalah tanaman Jagung Peralatan dipergunakan antara lain cooling box, pisau cutter, serta peralatan lapang dan laboratorium lainnya yang mendukung. hingga kedalaman 0. 20 m. Panjang potongan adalah 0. 20 m. sehingga terbentuk potongan vertikal dan melintang pada profil tanah seluas 0. 20 m x 0. 20 m. Pada vertikal dari profil tanah tersebut Semua akar tanaman jagung yang terlihat/nampak pada plastik fiber tersebut kemudian digambar pola sebarannya. Pola yang didapatkan kemudian diukur menggunakan curvimeter digital Silva. Panjang dikonversikan dalam satuan cm. Pengukuran kedalaman akar . Pengamatan dilakukan vertikal dari permukaan tanah hingga kedalaman 0. 20 m. Panjang potongan adalah 0. 20 m. sehingga terbentuk potongan vertikal dan melintang pada profil tanah seluas 0. 20 m x 0. 20 m. Pada vertikal dari profil tanah tersebut Semua akar tanaman jagung yang terlihat/nampak pada plastik fiber tersebut kemudian digambar pola sebarannya. Pola yang didapatkan kemudian diukur menggunakan curvimeter digital Silva dari permukaan tanah Kedalaman akar yang dikonversikan dalam satuan cm. Data yang didapat kemudian dihitung dengan persamaan Line Intersect Marsh (Tennant 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Aplikasi kombinasi pupuk organik dan anorganik dengan perbandingan Bokasi 75% NPK 25% menunjukkan peningkatan panjang akar total mencapai 57. cm, lebih panjang 13. 8% apabila dibandingkan dengan tanpa aplikasi pupuk yang hanya menghasilkan panjang akar total sebesar 50. 4 cm. Demikian pula diameter sebaran Aplikasi kombinasi pupuk organik dan anorganik dengan perbandingan Bokasi 75% NPK 25% mampu menghasilkan diameter sebaran akar 47. 4 cm, lebih luas 6% apabila dibandingkan dengan tanpa aplikasi pupuk yang hanya memiliki diameter sebaran akar 3cm (Tabel . Adanya . ahan organi. yang dibenamkan didaerah perakaran tanaman jagung akan organisme mikro dan makro dalam proses dekomposisi bahan organik Dalam proses ini akan terbentuk pori-pori alami di sekitar lubang dan perakaran tanaman. Pori-pori yang terbentuk secara alami sangat bermanfaat bagi tanaman jagung. Pori-pori tanah akan terisi oleh air dan udara yang akan meningkatkan aerasi tanah di sekitar perakaran. Kondisi aerasi terjadinya peningkatan serapan dan distribusi hara dalam jaringan akar menuju xylem dan kemudian ke jaringan buah (Marschner 1995. Dong et al. Aplikasi pupuk anorganik (NPK) menghasilkan panjang akar total yang berbeda tidak nyata dengan aplikasi Bokasi 50% NPK 50% dan kombinasi pupuk organik dan anorganik dengan perbandingan Bokasi 25% NPK 75% (Tabel . Hal pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman jagung sangat diperngaruhi oleh keberadaan bahan organik dibagian perakaran. Tabel 1. Panjang Akar Total. Diameter Sebaran Akar dan Kedalaman Akar Tanaman Jagung Pada Aplikasi Pupuk Organik dan Anorganik Perlakuan Panjang Akar Diameter sebaran Kedalaman Akar Total . Bokashi 100% Bokasi 75% NPK 25% Bokasi 50% NPK 50% Bokasi 25% NPK 75% NPK 100% 5 ab Ket: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata berdasarkan uji BNT 5 % Tanaman udara dan air dalam tanah, serta keseimbangan yang baik antara ruang pori makro dan mikro untuk pertumbuhan tanaman yang optimal. Setelah pori-pori tanah terbentuk, terjadi peningkatan kondisi aerasi tanah yang berkaitan dengan peningkatan pertukaran gas seperti CO2 dan O2 di daerah perakaran Tanah menyebabkan terjadinya penurunan jumlah pori-pori dalam tanah. Kondisi ini akan menghambat pertumbuhan akar atau mengubah pola pertumbuhan akar. Hal ini terkait dengan kondisi aerasi Kondisi porositas yang rendah peningkatan CO2 dan penurunan O2 pada daerah perakaran tanaman Hal ini disampaikan oleh Albert dan Armstrong . bahwa terjadinya peningkatan kepadatan tanah akan mendorong peningkatan kelembaban tanah yang selanjutnya peningkatan CO2 dan penurunan O2. Jumlah, ukuran dan distribusi pori tanah akan mempengaruhi aerasi yang berkaitan dengan pergerakan dan ketersediaan air dan udara di dalam tanah. Aerasi yang baik di daerah perakaran tanaman akan meningkatkan serapan hara oleh akar (Marschner 1. Selain itu kondisi aerasi yang baik juga akan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan akar serta proses respirasi akar. Pergerakan dan translokasi hara menuju xylem di dalam kortek terjadi secara aktif dan pasif yaitu secara simplas dan apoplas (Rigney dan Wills 1981. Song et al. Serapan hara secara aktif oleh sel-sel akar berkaitan dengan adanya haraATPase dan H /hara -antiporter serta Calsium channel, sehingga dibutuhkan energi dalam proses tersebut (Park et al. Energi yang dihasilkan dari proses respirasi akar akan dimanfaatkan dalam translokasi hara secara aktif oleh sel-sel akar tanaman menuju jaringan xylem (Chiu 1980. Wiebel et White dan Broadley 2. Dari hasil pengamatan pada penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi pertumbuhan akar-akar baru selama fase pertumbuhan tanaman Terbentuknya akar-akar baru diduga terkait dengan upaya pertumbuhan dan perkembangan Pori-pori di rhizosphere akan mendukung terbentuknya akar-akar muda termasuk pembentukan akar sekunder dan tersier pada tanaman Hal ini akan memberikan nilai positif terhadap peningkatan serapan hara oleh akar (Wiebel et al. Akar baru menjadi faktor penting dalam mekanisme serapan dan translokasi hara dari daerah perakaran menuju xylem (Drazeta et Terbentuknya akar-akar baru diduga terkait dengan upaya pertumbuhan dan perkembangan Serapan hara terutama terjadi perpanjangan akar, yaitu didaerah diantara jaringan meristem dan (Marschner Hasil Hidayat . menunjukkan bahwa terjadi pertumbuhan akar yang cepat. Pertumbuhan akar yang cepat pada tanaman disebabkan karena adanya peningkatan kebutuhan asimilat akibat jaringan meristem aktif Selanjutnya berdasarkan urutan waktu pertumbuhan akar, setelah pembentukan akar sekunder dan tersier, terjadi penebalan akar dan akhirnya pertumbuhan akar akan berhenti (Huxley 1. Akar baru menjadi faktor penting dalam mekanisme serapan dan translokasi hara dari daerah perakaran menuju Dijelaskan oleh Himelrick dan McDuffie . serta Marschner . bahwa hara terutama diserap pada jaringan akar yang masih Hara akan melalui jaringan endodermis akar muda yang masih belum terbentuk pita kaspari. Pita kaspari merupakan substansi yang menghalangi masuknya air dan berbagai zat lain di jaringan endodermis akar. Pita kaspari yang telah menutupi sel-sel endodermis akar akan menghambat translokasi hara menuju xylem . urniadinata et Berdasarkan tingkat pertumbuhan akar, setelah akar terinisiasi terjadi pertumbuhan akar pembentukan akar sekunder dan tersier (Marschner . Aplikasi kombinasi pupuk organik dan pertumbuhan dan perkembangan akar-akar muda tersebut. Saat poripori tanah telah terbentuk maka akar-akar muda dapat tumbuh dengan lebih baik. Akar-akar muda pada tanaman kontrol hanya sebagian kecil yang dapat rumbuh dan berkembang dengan baik. Akar tanaman jagung dengan aplikasi kombinasi pupuk organik dan anorganik terbukti memiliki panjang akar yang lebih besar dibandingkan tanaman tanpa aplikas kombinasi pupuk organik dan anorganik. Pertumbuhan jagung dapat dikelompokkan ke dalam tiga tahap yaitu . fase perkecambahan, saat proses imbibisi air yang ditandai dengan pembengkakan biji sampai dengan sebelum munculnya daun . fase pertumbuhan vegetatif, yaitu fase mulai munculnya sempurna sampai tasseling dan sebelum keluarnya bunga betina . , fase ini diidentifiksi dengan jumlah daun yang terbentuk. pertumbuhan setelah silking sampai masak fisiologis (Subekti 2. Pada fase V6-V10, yaitu fase dimana jumlah daun sempurna berjumlah 6-10 helai. Fase ini berlangsung pada saat tanaman berumur antara 18 -35 hari setelah berkecambah. Titik tumbuh sudah di atas permukaan tanah, dan pada fase ini terjadi perkembangan akar dan penyebarannya di tanah yang sangat cepat. Selanjutnya Fase Fase V11- Vn . umlah daun terbuka sempurna 11 sampai daun terakhir 15-. , pada fase ini berlangsung pada saat tanaman berumur antara 33-50 hari setelah Tanaman tumbuh dengan cepat dan akumulasi bahan kering meningkat dengan cepat Kebutuhan hara dan air relatif sangat tinggi untuk mendukung laju dengan terjadinya perkembangan akar dan penyebarannya di tanah yang sangat cepat (Akil 2. Berdasarkan Tabel 1 terlihat bahwa aplikasi kombinasi pupuk organik dan anorganik dengan perbandingan Bokasi 75% NPK 25% dapat mengingkatkan tingkat kedalaman pertumbuhan akar terdalam. Kondisi ini juga didapatkan pada perlakuan aplikasi pupuk organik 100%. Terjadi kedalaman pertumbuhan akar pada perlakuan aplikasi kombinasi pupuk organik dan anorganik dengan perbandingan Bokasi 75% NPK 25% serta perlakuan aplikasi pupuk masing-masing sebesar dan 20,2 dan 20. 3 cm (Gambar Peningkatan pertumbuhan dan perkembangan akar yang lebih baik pada kedua kondisi rhizophere tanaman jagung Kondisi aerasi dan porositas tanah yang dibentuk oleh pupuk organik serta tersedianya unsur hara menyebabkan akar dapat tumbuh lebih dalam (Donahue et al. Gardner et al. Pori-pori alami yang terbentuk akan memberikan kondisi yang menguntungkan bagi aerasi di daerah perakaran tanaman jagung dan menyediakan ruang bagi pertumbuhan akar-akar muda untuk tumbuh dan memberikan kontak lebih luas dengan tanah. Dijelaskan oleh Marschner . bahwa akar selain berfungsi untuk menyerap air dan zat hara dari dalam tanah, juga berfungsi sebagai penyokong dari tanaman agar tanaman bisa kokoh berdiri, serta membawa zat yang diserap dan juga mengangkut air ke bagian tubuh dari tumbuhan. Kepadatan tanah merupakan salah satu kendala fisik bagi Pengaruh pemadatan tanah mengganggu diameter akar sebagian besar pada lapisan hardpan dalam tanah. Dijelaskan oleh Barley . dan Materechera et al. bahwa di tanah yang padat . , akar biasanya tumbuh lebih tebal. Sedangkan pendapat lain dijelaskan oleh Taylor & Ratliff . dan Duruoha et al. dalam risetnya bahwa di tanah yang padat, laju pemanjangan akar akan melambat, dan pertumbuhan dihentikan sama sekali jika tanahnya terlalu kuat. Pupuk organik akan mengurangi tingkat kekerasan tanah didaerah rhizhosphere tanaman jagung. Panjang akar total, diameter sebaran akar dan kedalaman pertumbuhan akar menjadi hal penting dalam memastikan tanaman jagung tumbuh dengan baik dan mampu menyerap air dan unsur hara yang dibutuhkan selama fase Seperti yang dijelaskan oleh Marschner . Pessarakli . Poovarodom . , dan Wilsdorf . yang menyatakan bahwa sepanjang fase pertumbuhan berbuah, semua unsur hara akan ditranlokasikan ke semua jaringan tumbuhan termasuk ke jaringan pertumbuhan dan perkembangan KESIMPULAN Dari disimpulkan bahwa : Aplikasi pupuk organik . 75% dan anorganik (NPK) 25% mampu meningkatkan panjang akar total, diameter sebaran akar dan kedalaman akar masingmasing sebesar 57. 4 cm, 58. cm dan 20. 1 cm. Untuk meningkatkan performa akar, maka aplikasi kombinasi pupuk organik dan anorganik menunjang pertumbuhan dan produksi tanaman jagung yang DAFTAR PUSTAKA