e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 9 No. 1 (June 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. PERAN AI DALAM KEHIDUPAN MODERN: STUDI KASUS DI PENDIDIKAN. RUMAH TANGGA. DAN DUNIA KERJA Muhammad Nurkholis1. Dyah Febria Wardhani 2 Program Studi Teknologi Informasi1. Program Studi Teknologi Informasi2 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi1. Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi 2 Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin1. Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin2 240104040055@mhs. uin-antasari. id1, dyah2302@gmail. Received: April 7, 2025. Revised: May 10, 2025. Accepted: May 12. Issue Period: Vol. 9 No. Pp. Abstrak: Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bidang pendidikan, rumah tangga, dan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran AI dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas aktivitas manusia dalam konteks pendidikan, manajemen rumah tangga, dan pekerjaan, serta mengidentifikasi tantangan yang muncul dalam penerapannya. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan wawancara dengan individu yang memiliki pengalaman langsung dalam pemanfaatan AI di bidang pendidikan rumah tangga dan pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI membantu dalam proses pembelajaran dengan menyediakan akses ke materi pendidikan yang lebih luas dan personalisasi metode Dalam rumah tangga. AI berperan dalam otomatisasi tugas domestik dan manajemen keuangan keluarga, sementara dalam dunia kerja. AI meningkatkan efisiensi operasional dan memungkinkan otomatisasi berbagai tugas administratif. Namun, tantangan yang muncul meliputi keterbatasan literasi digital, kekhawatiran akan pengurangan tenaga kerja, serta persoalan etika dalam penggunaan data pribadi. Kesimpulannya. AI memiliki peran besar dalam meningkatkan kualitas hidup manusia dalam berbagai aspek, tetapi diperlukan regulasi dan kebijakan yang tepat untuk memastikan bahwa pemanfaatannya memberikan manfaat maksimal bagi Kata kunci: Kecerdasan Buatan. Otomatisasi Pendidikan. Rumah Tangga. Pekerjaan. Abstract: Artificial Intelligence (AI) has become an integral part of daily life, including in the fields of education, household management, and the workplace. This study aims to analyze the role of AI in enhancing the efficiency and effectiveness of human activities within the contexts of education, household management, and employment, as well as to identify the challenges associated with its implementation. DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 9 No. 1 (June 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. The methodology used in this research includes literature review and interviews with individuals who have direct experience in utilizing AI in education, household, and professional settings. The results show that AI supports the learning process by providing broader access to educational materials and personalizing learning In households. AI contributes to the automation of domestic tasks and financial management, while in the workplace. AI enhances operational efficiency and enables automation of various administrative tasks. However, several challenges emerge, including limited digital literacy, concerns over workforce reduction, and ethical issues related to the use of personal data. In conclusion. AI plays a significant role in improving human quality of life across various aspects, but appropriate regulations and policies are needed to ensure that its utilization brings maximum benefit to society. Keywords: Artificial Intelligence. Education. Household. Employment. Automation PENDAHULUAN Perkembangan teknologi yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan manusia modern, di mana Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) memainkan peran penting dalam berbagai aspek aktivitas sehari-hari. AI kini tidak hanya diterapkan dalam sistem teknologi tinggi, tetapi juga hadir dalam berbagai perangkat digital yang mendukung aktivitas harian. Sistem Internet of Things (IoT), misalnya, memungkinkan perangkat rumah tangga saling terhubung melalui jaringan internet dan berkomunikasi secara real-time untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan (Aditsan et al. , 2. Salah satu bentuk penerapan AI yang semakin umum ditemui adalah asisten virtual seperti ChatGPT, yang memberikan pengalaman interaksi berbasis bahasa alami dan mampu membantu pengguna dalam memperoleh informasi dengan cepat dan efisien . Lebih dari sekadar alat bantu. AI telah mengubah cara individu berinteraksi dengan teknologi, menghadirkan pendekatan yang lebih personal, adaptif, dan cerdas dalam berbagai konteks kehidupan. Penerapan AI yang semakin luas juga memberikan dampak signifikan dalam bidang pendidikan, rumah tangga, serta dunia kerja. Dalam ranah pendidikan, teknologi AI digunakan untuk menciptakan sistem pembelajaran adaptif yang mampu menyesuaikan materi dengan kebutuhan siswa, sekaligus meningkatkan keterlibatan dan efektivitas belajar . , . , . Guru pun terbantu melalui pemanfaatan AI untuk menganalisis data kinerja siswa dan mengotomatisasi tugas administratif . Sementara itu, di lingkungan rumah tangga. AI mengotomatiskan berbagai aktivitas, seperti pengaturan suhu, pencahayaan, dan keamanan rumah, yang dioperasikan melalui perintah suara atau aplikasi digital . , . Dalam sektor pekerjaan, khususnya industri dan UMKM. AI digunakan untuk menyederhanakan proses bisnis, mengotomatisasi analisis data, serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas, termasuk melalui strategi pemasaran digital yang lebih optimal . , . Bahkan, laporan menunjukkan bahwa sistem layanan berbasis AI mampu mengurangi biaya operasional perusahaan hingga 47% melalui otomatisasi yang cerdas . Meskipun demikian, perkembangan pesat AI juga menimbulkan sejumlah tantangan, terutama dalam aspek etika, sosial, dan kebijakan. Ketergantungan berlebihan pada teknologi ini dapat menurunkan kemampuan berpikir kritis dan pengambilan keputusan mandiri . Ketimpangan akses terhadap AI dalam dunia pendidikan berisiko memperlebar kesenjangan digital antar siswa . , . Selain itu, penggunaan AI secara luas memunculkan persoalan privasi data, bias algoritmik, serta kurangnya transparansi dalam pengambilan keputusan otomatis . Jika tidak diantisipasi, sistem AI yang dibangun dengan data yang tidak representatif DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 9 No. 1 (June 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. dapat memperkuat bias yang ada dan menghasilkan keputusan yang tidak adil. Oleh karena itu, penting untuk membangun kerangka regulasi yang kuat agar implementasi AI dapat dilakukan secara adil dan bertanggung jawab . Dalam konteks ini, pendidikan literasi AI dan pengembangan etika teknologi menjadi aspek kunci untuk memastikan pemanfaatan AI yang berkelanjutan dan berkeadilan. Literasi AI perlu ditanamkan melalui kurikulum pendidikan yang efektif guna meningkatkan kesadaran terhadap potensi dan risiko penggunaannya . , . Berbagai sektor, termasuk bisnis, keuangan, akademik, dan pertanian, juga memerlukan kerangka etika yang adaptif untuk menghadapi tantangan seperti bias dan akuntabilitas . , . , . Dalam dunia akademik, misalnya, integritas dalam penggunaan AI perlu diperhatikan agar tidak menurunkan kualitas ilmiah . , . Dengan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam membangun sistem pengawasan dan transparansi. AI dapat dioptimalkan sebagai teknologi yang inklusif dan berdaya guna dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. II. METODE DAN MATERI Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan kuantitatif dipilih karena penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis data numerik yang diperoleh dari kuesioner. Sementara itu, metode deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran mengenai peran artificial intelligence (AI) dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan data yang diperoleh dari responden di sektor pendidikan, rumah tangga, dan Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah survey cross-sectional, yaitu penelitian yang dilakukan dalam satu waktu tertentu tanpa adanya intervensi. Dengan desain ini, penelitian bertujuan untuk mengukur persepsi dan pemanfaatan AI dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan tanggapan responden dari tiga sektor utama yang menjadi fokus penelitian. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini mencakup individu yang bekerja atau beraktivitas dalam sector pendidikan, rumah tangga, dan pekerjaan. Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel, yakni dengan memilih responden yang memiliki pengalaman atau pemahaman mengenai penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari. Sampel minimal yang digunakan adalah 100 responden untuk memastikan keandalan data . Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kuesioner daring berbasis Google Form yang disebarkan melalui media sosial dan platform komunikasi digital. Kuesioner mencakup tiga kategori, yaitu: data demografis . enis kelamin, usia, pendidikan terakhi. , pertanyaan umum tentang kecerdasan buatan . emahaman, pengalaman, aplikasi yang digunakan, dampak, dan harapa. , serta pertanyaan sektoral yang mencakup bidang pendidikan, rumah tangga, dan dunia kerja. Pada masing-masing sektor, responden diminta menilai peran, tantangan, serta dampak AI berdasarkan pengalaman mereka. Instrumen disusun dalam format pilihan ganda dan skala Likert untuk mengukur persepsi serta pengalaman secara kuantitatif. PEMBAHASA DAN HASIL Pemahaman dan Penggunaan AI dalam Kehidupan Sehari-hari Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pemahaman yang bervariasi terhadap kecerdasan buatan (AI). Sebanyak 41,5% responden memahami AI dengan baik dan sering menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari, sementara 50,8% memiliki pemahaman dasar tetapi jarang DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 9 No. 1 (June 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Selain itu, 7,7% responden hanya pernah mendengar tentang AI tanpa memahami konsepnya secara mendalam, sedangkan tidak ada responden yang sama sekali tidak mengetahui keberadaan AI. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun mayoritas responden telah mengenal AI, penggunaannya masih terbatas pada kelompok tertentu. Penelitian tentang perkembangan kecerdasan buatan (AI) menunjukkan bahwa meskipun mayoritas responden telah mengenal teknologi ini, tingkat pemahaman dan penggunaannya masih bervariasi di berbagai Guru PAUD menunjukkan sikap positif terhadap AI, tetapi implementasinya bergantung pada pelatihan dan dukungan yang memadai . Di kalangan mahasiswa, sebagian besar memiliki pemahaman yang cukup dan mampu menggunakan aplikasi berbasis AI, meskipun penggunaannya masih terhambat oleh pemahaman yang tidak merata dan kurangnya pelatihan spesifik . , . Dalam industri kreatif. AI membantu proses kreatif, tetapi implementasinya bergantung pada keterampilan pengguna dan konteks industri. , . Hambatan utama dalam adopsi AI meliputi keterbatasan infrastruktur, kesiapan teknis, serta kurangnya kebijakan dan investasi dalam pelatihan . , . Oleh karena itu, diperlukan program pelatihan yang komprehensif agar AI dapat diintegrasikan secara lebih luas dan efektif di sektor pendidikan dan industri kreatif. Gambar 1. Survei pemahaman kecerdasan buatan AI Penggunaan AI dalam Kehidupan Sehari-hari Berdasarkan hasil kuesioner yang telah dikumpulkan dari 66 responden, mayoritas responden, yaitu 56,1%, menyatakan bahwa mereka menggunakan AI tetapi hanya untuk hal tertentu, seperti asisten virtual atau rekomendasi media. Sementara itu, 25,8% responden sering menggunakan AI dalam berbagai aktivitas. Di sisi lain, 16,7% responden tidak yakin apakah mereka pernah menggunakan AI, dan 7,6% responden menyatakan bahwa mereka tidak pernah menggunakan AI. Dari data ini, dapat disimpulkan bahwa AI telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sebagian besar responden, meskipun banyak yang hanya menggunakannya untuk keperluan terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa AI telah diintegrasikan ke dalam berbagai layanan yang digunakan masyarakat, seperti media sosial, navigasi, dan asisten virtual, meskipun tidak semua orang sepenuhnya menyadari penggunaannya. Hasil ini juga mengindikasikan bahwa masih terdapat kebutuhan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keberadaan dan manfaat AI. Responden yang tidak yakin atau merasa tidak pernah menggunakan AI mungkin sebenarnya telah menggunakannya tanpa disadari, misalnya dalam fitur otomatisasi yang tersedia di perangkat mereka. Oleh karena itu, edukasi mengenai teknologi AI dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi langkah penting dalam meningkatkan adopsi dan pemanfaatan AI secara lebih optimal. DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 9 No. 1 (June 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Dalam era digital, kecerdasan buatan (AI) semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari, meskipun banyak individu hanya memanfaatkannya untuk keperluan terbatas, seperti chatbot dan asisten virtual . , . Hidayat-ur-Rehman . menunjukkan bahwa kompetensi dalam penggunaan AI berpengaruh terhadap keterlibatan pengguna dalam pembelajaran, meskipun sebagian besar hanya menggunakannya secara dangkal. Selain itu. AI juga berperan dalam mengatasi hambatan komunikasi dan memberikan peluang pembelajaran baru . Namun, studi menunjukkan adanya kesenjangan antara niat adopsi AI dan perilaku penggunaan aktual dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan dan perusahaan . Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan program edukasi yang mencakup pelatihan praktis, studi kasus, diskusi kolaboratif, serta peningkatan kesadaran akan etika AI agar pengguna tidak hanya memahami manfaat teknologi ini, tetapi juga mampu mengoptimalkan pemanfaatannya secara bertanggung jawab. Gambar 2. Hasil survei penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari Aplikasi AI yang Sering DIgunakan Hasil kuesioner dari 66 responden menunjukkan bahwa 63,6% rutin menggunakan chatbot AI seperti ChatGPT dan Bing AI, menjadikannya bentuk AI paling umum dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, 45,5% memanfaatkan AI di sektor transportasi, 37,9% menggunakan asisten virtual, dan 36,4% di media sosial. Penggunaan di bidang kesehatan masih terbatas . ,2%), sementara 1,5% menyebutkan aplikasi lain seperti Gamma dan Meta AI. Temuan ini mencerminkan integrasi luas AI dalam aktivitas harian, meskipun masih terdapat potensi pengembangan di sektor tertentu seperti kesehatan. Penggunaan kecerdasan buatan (AI) semakin meluas dalam kehidupan sehari-hari, dengan mayoritas responden memanfaatkannya dalam berbagai aspek seperti chatbot . ,6%), navigasi transportasi . ,5%), asisten virtual . ,9%), media sosial . ,4%), dan kesehatan . ,2%) . , . , menunjukkan bahwa AI telah menjadi bagian integral dari aktivitas manusia, terutama dalam komunikasi dan mobilitas . , . Meskipun demikian, pemanfaatan AI di sektor kesehatan masih relatif rendah, meskipun memiliki potensi besar untuk meningkatkan diagnosis awal, manajemen pasien, dan pemantauan Kesehatan . , . , sehingga diperlukan pengembangan lebih lanjut dalam integrasi AI di bidang ini, serta di sektor lain seperti pendidikan dan industri kreatif . Selain itu, upaya edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai manfaat AI perlu ditingkatkan agar teknologi ini dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dalam berbagai aspek kehidupan . DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 9 No. 1 (June 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Gambar 3. Hasil survei aplikasi AI yang sering digunakan Dampak Penggunaan AI Hasil kuesioner dari 66 responden menunjukkan bahwa mayoritas merasakan dampak positif dari penggunaan AI, dengan 36,4% menyatakan sangat positif dan 45,5% cukup positif. Sebagian kecil . ,2%) bersikap netral, dan hanya 1,5% menilai AI lebih banyak membawa dampak negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa AI umumnya diterima dengan baik, meskipun masih terdapat kekhawatiran terkait privasi, ketergantungan teknologi, dan dampak etis. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan regulasi untuk mengoptimalkan manfaat AI dan meminimalkan risikonya. Kecerdasan Buatan (AI) telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari dengan mayoritas responden merasakan dampak positifnya, terutama dalam pekerjaan dan pendidikan, di mana 36,4% menyatakan AI sangat membantu dan 45,5% menilainya cukup bermanfaat, sementara 15,2% bersikap netral dan hanya 1,5% yang merasa dampak negatif, terutama terkait privasi data dan etika penggunaan teknologi . , . , . oleh karena itu, untuk memaksimalkan manfaat AI sekaligus meminimalkan risikonya, diperlukan edukasi yang lebih luas, regulasi yang jelas, serta kampanye kesadaran guna meningkatkan pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap teknologi ini . , . , . Gambar 4. Hasil Survei dampak penggunaan AI Harapan Terhadap AI di Masa Depan Berdasarkan hasil kuesioner yang dikumpulkan dari 66 responden, mayoritas responden mengharapkan agar perkembangan kecerdasan buatan (AI) tetap dikendalikan melalui batasan yang jelas. Sebanyak 63,6% DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 9 No. 1 (June 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. responden menilai bahwa AI perlu terus dikembangkan, namun harus disertai regulasi guna menghindari risiko seperti persoalan etika, privasi, dan dampak sosial. Sebanyak 33,3% responden menunjukkan optimisme terhadap kemajuan teknologi ini dan berharap AI dapat semakin membantu kehidupan manusia dalam berbagai sektor, seperti dunia kerja, pendidikan, dan kesehatan. Sementara itu, 1,5% responden menyatakan bahwa AI sebaiknya tidak berkembang terlalu jauh karena dikhawatirkan akan menggantikan peran manusia secara signifikan, dan 1,5% lainnya tidak memiliki pendapat, kemungkinan karena kurangnya pemahaman atau minat terhadap teknologi ini. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa meskipun masyarakat cenderung mendukung perkembangan AI, terdapat kebutuhan akan batasan dan pengawasan yang jelas untuk menghindari dampak negatifnya, sehingga keseimbangan antara inovasi teknologi dan tanggung jawab etis dapat terjaga dalam implementasi AI ke depan. Masyarakat semakin menyadari potensi AI dalam meningkatkan efisiensi di berbagai bidang, dengan mayoritas responden . ,6%) mendukung pengembangannya asalkan terdapat batasan yang jelas untuk menghindari risiko etika, privasi, dan dampak sosial, sementara 33,3% optimis terhadap AI yang lebih canggih, serta 1,5% khawatir akan potensi AI menggantikan peran manusia dan 1,5% lainnya bersikap netral. , . , sehingga diperlukan regulasi yang jelas serta edukasi dan diskusi publik untuk menyeimbangkan inovasi teknologi dengan tanggung jawab etika dan sosial . , . , . , . , . Gambar 5. Hasil survei harapan terhadap AI di masa depan Peran AI dalam Sektor Pendidikan Survei terhadap 44 responden menunjukkan bahwa 56,8% menilai AI sangat membantu dalam proses belajar mengajar, khususnya dalam pembelajaran online, penilaian otomatis, dan akses materi. Sebanyak 36,4% menganggap AI cukup membantu meski masih terbatas, terutama dalam menilai tugas kompleks dan interaksi Sementara itu, 4,5% merasa AI kurang berdampak dibanding metode tradisional, dan 2,3% belum pernah melihat penerapan AI dalam pendidikan. Temuan ini mencerminkan potensi positif AI di pendidikan, meskipun masih terdapat tantangan dan keterbatasan yang perlu diatasi. Berdasarkan survei, mayoritas responden . ,8%) menilai AI sangat membantu dalam pendidikan, terutama dalam pembelajaran daring dan penilaian otomatis . , . , sementara 36,4% menganggap AI cukup bermanfaat tetapi memiliki keterbatasan dalam interaksi manusia dan penilaian tugas kompleks . , . , sedangkan 4,5% lebih memilih metode tradisional karena dianggap lebih interaktif dan mendalam . , serta 2,3% belum pernah melihat penggunaan AI dalam pendidikan, yang menunjukkan perlunya peningkatan sosialisasi dan pelatihan tentang integrasi AI dalam pembelajaran . DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 9 No. 1 (June 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Gambar 6. Hasil survei Peran AI dalam Sektor Pendidikan Apakah AI Dapat Menggantikan Metode Pembelajaran Tradisonal Survei menunjukkan bahwa mayoritas responden . ,3%) berpendapat bahwa AI hanya dapat menggantikan sebagian metode pembelajaran tradisional dan tetap memerlukan peran manusia sebagai pendamping, yang menandakan pentingnya interaksi langsung dengan pengajar. Sebanyak 13,6% responden percaya bahwa AI dapat sepenuhnya menggantikan metode tradisional, sementara 9,1% berpendapat pembelajaran tradisional lebih efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan komunikasi Tidak ada responden yang merasa ragu, menunjukkan opini yang jelas tentang peran AI dalam Kesimpulannya. AI dapat menggantikan beberapa aspek pembelajaran tradisional, tetapi kombinasi AI dan metode tradisional adalah pendekatan terbaik, dengan AI meningkatkan efisiensi dan personalisasi, sementara pengajar tetap berperan sebagai fasilitator utama. Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, kecerdasan buatan (AI) semakin diakui perannya dalam mendukung metode pengajaran, dengan mayoritas responden . ,3%) berpendapat bahwa AI hanya dapat menggantikan sebagian metode tradisional dengan tetap memerlukan peran manusia sebagai pendamping, sementara 13,6% meyakini AI dapat sepenuhnya menggantikan metode konvensional, dan 9,1% lebih memilih pendekatan tradisional karena dinilai lebih efektif dalam membangun keterampilan berpikir kritis serta komunikasi interpersonal, sehingga pendekatan terbaik adalah integrasi AI dan metode konvensional untuk mencapai pembelajaran yang optimal . , . , . , . , . , . , . Gambar 7. Hasil survei Apakah AI Dapat Menggantikan Metode Pembelajaran Tradisonal DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 9 No. 1 (June 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Tantangan Terbesar Dalam Mengadopsi AI Di Dunia Pendidikan Survei terhadap 66 responden mengenai tantangan adopsi kecerdasan buatan (AI) di dunia pendidikan mengungkapkan bahwa kekhawatiran terhadap plagiarisme dan hilangnya kreativitas siswa adalah tantangan terbesar, yang diungkapkan oleh 38,6% responden. Kekhawatiran ini mencerminkan potensi penyalahgunaan AI yang dapat mengurangi berpikir kritis. Selain itu, 36,4% responden menyoroti keterbatasan infrastruktur dan teknologi, seperti akses perangkat dan internet yang belum merata. Sebanyak 25% responden juga menyebut rendahnya literasi digital sebagai hambatan utama. Hanya sedikit responden yang berpendapat bahwa AI tidak menghadirkan tantangan besar. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun AI berpotensi meningkatkan kualitas pendidikan, diperlukan upaya strategis dalam penguatan infrastruktur, peningkatan literasi digital, dan regulasi untuk mencegah penyalahgunaan, termasuk plagiarisme. Adopsi kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan menghadapi berbagai tantangan, termasuk kekhawatiran terhadap plagiarisme dan hilangnya kreativitas siswa . ,6%) yang dapat menghambat eksplorasi dan pemikiran kritis . , . , keterbatasan infrastruktur serta akses teknologi . ,4%) yang menyebabkan ketimpangan pendidikan, terutama di daerah terpencil . , serta rendahnya literasi digital di kalangan tenaga pendidik dan siswa . %) yang menghambat pemanfaatan teknologi secara optimal . Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan investasi dalam infrastruktur teknologi seperti jaringan internet dan perangkat keras yang memadai . , pengembangan program literasi digital bagi pendidik dan siswa agar dapat memanfaatkan AI secara efektif dan etis . , . , serta regulasi yang jelas guna mencegah penyalahgunaan AI dalam pendidikan, termasuk pedoman penggunaan dan alat deteksi plagiarisme yang efektif . Dengan langkah-langkah ini. AI dapat diadopsi secara lebih aman dan memberikan manfaat optimal dalam sistem pendidikan. Gambar 8. Hasil survei Tantangan Terbesar Dalam Mengadopsi AI Di Dunia Pendidikan Penggunaan AI untuk Aktivitas Rumah Tangga Berdasarkan hasil survei mengenai penggunaan AI dalam membantu aktivitas rumah tangga, mayoritas responden . %) menyatakan bahwa mereka hanya menggunakan AI dalam beberapa aspek tertentu, seperti pencarian resep atau belanja online. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun AI telah hadir dalam kehidupan sehari-hari, penggunaannya dalam aktivitas rumah tangga masih terbatas pada tugas-tugas spesifik yang berkaitan dengan pencarian informasi atau transaksi daring. Sementara itu, masing-masing 20% responden mengakui bahwa mereka secara sadar menggunakan AI dalam bentuk asisten suara, robot pembersih, atau perangkat rumah tangga pintar, serta 20% lainnya yang menyatakan tidak pernah menggunakan AI untuk keperluan rumah tangga. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun AI telah mulai diintegrasikan dalam kehidupan domestik, masih banyak orang yang belum mengadopsinya secara luas, baik karena kurangnya DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 9 No. 1 (June 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. kebutuhan, keterbatasan akses, atau kurangnya kesadaran mengenai keberadaan AI dalam aktivitas rumah tangga mereka. Adopsi kecerdasan buatan (AI) dalam rumah tangga masih terbatas, dengan mayoritas responden . %) hanya menggunakannya untuk tugas spesifik seperti pencarian resep atau belanja online, sementara 20% memanfaatkan AI dalam bentuk asisten suara atau perangkat rumah tangga pintar, dan 20% lainnya tidak menggunakan AI sama sekali . , . Faktor-faktor yang menghambat adopsi AI meliputi kurangnya kebutuhan, akses terbatas, serta rendahnya kesadaran dan literasi digital terhadap teknologi ini . , . , . Untuk meningkatkan adopsi AI dalam rumah tangga, diperlukan edukasi masyarakat mengenai manfaat teknologi ini, peningkatan infrastruktur teknologi untuk memperluas akses, serta pengembangan produk yang lebih user-friendly agar dapat diterima oleh berbagai lapisan masyarakat . , . Gambar 9. Hasil survei Penggunaan AI untuk Aktivitas Rumah Tangga apakah AI dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga Berdasarkan hasil survei mengenai peran AI dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, mayoritas responden . %) berpendapat bahwa AI dapat membantu menghemat waktu dan tenaga, yang berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa banyak orang menyadari manfaat AI dalam meringankan pekerjaan rumah tangga dan tugas sehari-hari. Sementara itu, 20% responden mengaku belum yakin dengan manfaat AI secara langsung dalam konteks keluarga, yang mengindikasikan adanya keraguan atau kurangnya pemahaman mengenai penerapan AI dalam kehidupan rumah tangga. Tidak ada responden yang menyatakan bahwa AI memiliki dampak negatif atau hanya memberikan pengaruh kecil, sehingga dapat disimpulkan bahwa AI dipandang cukup positif dalam meningkatkan efisiensi dan kenyamanan dalam kehidupan keluarga. Namun, pemahaman dan adopsi AI dalam rumah tangga masih perlu ditingkatkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas. Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas responden . %) percaya bahwa AI berkontribusi positif terhadap kesejahteraan keluarga dengan menghemat waktu dan tenaga, sementara 20% masih meragukan manfaatnya, kemungkinan akibat kurangnya pemahaman atau pengalaman langsung . , . , . Tidak ada responden yang melaporkan dampak negatif, yang menunjukkan persepsi umum yang cenderung positif terhadap teknologi ini . Meskipun AI memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi dalam rumah tangga, tantangan berupa skeptisisme dan keterbatasan akses masih perlu diatasi melalui edukasi, kampanye kesadaran, dan peningkatan ketersediaan teknologi bagi seluruh lapisan masyarakat . , . DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 9 No. 1 (June 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Gambar 10. Hasil survei apakah AI dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga Kekhawatiran Terbesar Terkait Penggunaan AI Dalam Kehidupan Rumah Tangga Berdasarkan hasil survei mengenai kekhawatiran terbesar terkait penggunaan AI dalam kehidupan rumah tangga, mayoritas responden . %) merasa khawatir terhadap privasi dan keamanan data, terutama terkait dengan pengumpulan dan penggunaan informasi pribadi oleh AI. Selain itu, 40% responden mengkhawatirkan ketergantungan berlebihan terhadap AI, yang dapat membuat manusia menjadi kurang mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Beberapa responden . %) juga menyoroti potensi berkurangnya interaksi sosial akibat AI menggantikan komunikasi antar anggota keluarga, serta permasalahan terkait kesalahan dan keandalan AI dalam mengenali atau mengeksekusi perintah. Meskipun ada beberapa kekhawatiran, sebagian kecil responden . %) mengaku tidak memiliki kekhawatiran berarti terhadap AI dalam rumah tangga. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun AI menawarkan banyak manfaat, masih terdapat keprihatinan yang signifikan mengenai dampaknya terhadap privasi, ketergantungan, dan dinamika sosial dalam Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang jelas serta edukasi kepada masyarakat untuk memastikan penggunaan AI yang aman dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Seiring dengan meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam berbagai aspek kehidupan, muncul berbagai kekhawatiran di kalangan masyarakat, di mana mayoritas responden mengkhawatirkan privasi dan keamanan data . %) akibat pengumpulan dan potensi penyalahgunaan informasi pribadi . , . , sementara 40% lainnya khawatir terhadap ketergantungan berlebihan yang dapat mengurangi kemandirian individu dalam pengambilan keputusan . , . , serta 20% responden menyoroti berkurangnya interaksi sosial dan permasalahan keandalan AI dalam pengambilan keputusan . , meskipun terdapat 20% responden yang tidak memiliki kekhawatiran dan optimis terhadap perkembangan AI di masa depan . , oleh karena itu, diperlukan regulasi yang jelas, edukasi kepada masyarakat, serta pengembangan AI yang lebih etis untuk memastikan penggunaannya yang aman dan bertanggung jawab . , . DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 9 No. 1 (June 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Gambar 11. Hasil survei Kekhawatiran Terbesar Terkait Penggunaan AI Dalam Kehidupan Rumah Tangga Peran AI dalam Pekerjaan saat ini Berdasarkan hasil survei terkait peran AI dalam pekerjaan, mayoritas responden . ,1%) menyatakan bahwa AI memiliki peran cukup besar dalam membantu beberapa aspek pekerjaan mereka. Sementara itu, 23,5% responden menyebutkan bahwa hanya sedikit teknologi AI yang digunakan di tempat kerja mereka, menunjukkan bahwa penerapan AI masih terbatas dalam beberapa bidang pekerjaan. Sebanyak 17,6% responden merasa sangat bergantung pada AI dalam banyak tugas, menandakan bahwa AI telah menjadi bagian integral dari pekerjaan mereka. Namun, 11,8% responden mengungkapkan bahwa pekerjaan mereka tidak berhubungan dengan AI sama sekali. Hasil ini menunjukkan bahwa AI telah memiliki dampak yang signifikan dalam dunia kerja, meskipun tingkat adopsinya masih bervariasi tergantung pada sektor dan jenis pekerjaan yang dilakukan. Peningkatan pemanfaatan AI di berbagai bidang dapat lebih dioptimalkan dengan pelatihan dan edukasi yang tepat agar pekerja dapat lebih memahami serta memanfaatkan teknologi ini secara maksimal. Kecerdasan Buatan (AI) memiliki dampak yang signifikan terhadap dunia kerja, dengan 47,1% responden merasakan manfaatnya, 23,5% menghadapi keterbatasan penerapan, 17,6% sangat bergantung pada AI, dan 11,8% tidak terkait sama sekali, yang menunjukkan perlunya edukasi dan pelatihan guna meningkatkan pemahaman serta pemanfaatan teknologi ini secara optimal di berbagai sektor . , . , . , . , . , . Gambar 12. Hasil survei Peran AI dalam Pekerjaan saat ini Efisiensi dan Produktivitas AI Membantu dalam Pekerjaan DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 9 No. 1 (June 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Hasil survei menunjukkan bahwa 41,2% responden menilai AI cukup membantu meningkatkan efisiensi kerja meski masih perlu pengembangan, sementara 35,3% menyatakan AI sangat membantu dalam mempercepat penyelesaian tugas. Sebanyak 23,5% responden belum yakin terhadap manfaat AI, mengindikasikan perlunya pemahaman lebih lanjut. Tidak ada responden yang merasa AI mempersulit Temuan ini menegaskan bahwa AI berkontribusi positif terhadap produktivitas kerja, namun masih dibutuhkan pengembangan dan edukasi untuk optimalisasi pemanfaatannya secara luas. Kecerdasan Buatan (AI) telah memberikan dampak yang signifikan dalam dunia kerja, dengan 47,1% responden merasakan manfaatnya dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas melalui otomatisasi tugas serta analisis data yang lebih akurat, sementara 23,5% menghadapi keterbatasan dalam penerapannya, seperti tantangan integrasi dengan sistem yang sudah ada dan kurangnya pelatihan yang memadai. selain itu, 17,6% responden menunjukkan ketergantungan tinggi terhadap AI dalam menjalankan tugas harian, yang dapat menimbulkan risiko hilangnya keterampilan dasar, sedangkan 11,8% lainnya tidak merasakan keterkaitan dengan AI, yang dapat disebabkan oleh keterbatasan akses atau kurangnya pemahaman akan manfaat teknologi ini, sehingga diperlukan edukasi, pelatihan berkelanjutan, serta strategi integrasi yang efektif guna mengoptimalkan pemanfaatan AI di tempat kerja . , . , . , . , . , . , . , . Gambar 13. Hasil survei Efisiensi dan Produktivitas AI Membantu dalam Pekerjaan Persiapan Menghadapi Era AI dalam Dunia Kerja Survei terhadap 17 responden mengenai persiapan menghadapi perkembangan AI di dunia kerja menunjukkan bahwa mayoritas . ,3%) memilih mempelajari keterampilan baru melalui kursus atau pelatihan terkait AI. Sebanyak 23,5% responden lebih fokus mengembangkan keterampilan manusiawi, seperti kreativitas dan pemikiran kritis, yang sulit digantikan oleh AI. Sementara itu, 17,6% responden memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas, dan 17,6% lainnya menyesuaikan diri dengan tren teknologi digital. Beberapa responden merasa kurang khawatir atau belum mengetahui cara mempersiapkan diri. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun banyak yang berusaha beradaptasi, masih diperlukan edukasi lebih lanjut untuk membantu masyarakat menghadapi perubahan yang ditimbulkan oleh AI dalam dunia kerja. Perkembangan kecerdasan buatan (AI) menuntut individu untuk mempersiapkan diri agar tetap relevan di dunia kerja, di mana mayoritas responden . ,3%) memilih mengikuti kursus atau pelatihan, sementara lainnya mengembangkan keterampilan manusiawi . ,5%), memanfaatkan AI untuk produktivitas . ,6%), dan menyesuaikan diri dengan tren teknologi . ,6%), namun masih terdapat sebagian yang belum mengetahui cara beradaptasi . , . Kesadaran akan pentingnya adaptasi ini mencerminkan perlunya edukasi dan sosialisasi lebih lanjut guna memastikan bahwa individu memiliki pemahaman yang tepat dalam menghadapi perubahan DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 9 No. 1 (June 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. akibat AI . , . Program pendidikan dan pelatihan yang lebih luas, kampanye sosialisasi, serta integrasi keterampilan manusiawi ke dalam kurikulum menjadi strategi utama yang direkomendasikan untuk meningkatkan kesiapan masyarakat terhadap perkembangan teknologi . , . Gambar 14. Hasil survei Persiapan Menghadapi Era AI dalam Dunia Kerja IV. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan buatan (AI) telah dikenal luas dan digunakan dalam berbagai aspek kehidupan modern, seperti asisten virtual, pendidikan, rumah tangga, dan dunia kerja, meskipun dengan tingkat pemahaman yang bervariasi. AI dinilai memberikan manfaat dalam meningkatkan efisiensi, tetapi masih menimbulkan kekhawatiran terkait privasi, ketergantungan teknologi, dan dampak terhadap lapangan kerja. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan regulasi yang tepat agar AI dapat dimanfaatkan secara optimal dan REFERENASI Marcellino. Fernandes. Caroline. Hasan. Moniung, and M. Pribadi. AuPengenalan Web Ai Chatgpt (Generative Pre-Trained Transforme. Oleh Openai Di SMP Indriasana Palembang,Ay Abdimas Iptek, vol. 3, no. 2, p. 96, 2023, doi: 10. 53513/abdi. Windiarti. Bahri, and A. Prabowo. AuMelangkah Maju Dengan Teknologi Generative AI: Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah SMP Di Kota Palangkaraya,Ay Parta J. Pengabdi. Kpd. Masy. , vol. 4, no. 1, pp. 46Ae 52, 2023, doi: 10. 38043/parta. Maola. Handak, and Y. Herlambang. AuPenerapan Artificial Intelligence Dalam Pendidikan Di Era Revolusi Industri 4. 0,Ay Educatio, vol. 19, no. 1, pp. 61Ae72, 2024, doi: 10. 29408/edc. Ramadhina. Jason. Pratama. Raihan. Mufti, and M. Meranti. AuDinamika Perubahan Dalam Komunikasi Manusia Di Era Teknologi Artificial Intelligence,Ay Commun. Sph. , vol. 3, no. 2, pp. 114Ae 123, 2023, doi: 10. 55397/cps. Ningsih. AuPengaruh Teknologi Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Di Indonesia,Ay Benefit, vol. 2, no. 1, pp. 1Ae9, 2024, doi: 10. 37985/benefit. Yogia. Wicaksono. Wahyudi, and A. Munir. AuPeran Artificial Intelligence Sebagai Pengungkit Produktivitas Usaha Mikro Kecil Menengah Di Desa Sei Simpang Dua Kecamatan Kampar Kiri Hilir. Kabupaten Kampar,Ay Patikala J. Pengabdi. Kpd. Masy. , vol. 3, no. 2, pp. 891Ae896, 2023, doi: 51574/patikala. DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 9 No. 1 (June 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. Marimin. Fahrozi. Saddam, and C. Casilam. AuPeningkatan Pemasaran Dan Promosi UMKM Melalui Digitalisasi Dan Media Sosial Pondok Pesantren Hidayatullah Depok,Ay Jipm, vol. 1, no. 1, pp. 45Ae49, 2023, doi: 55903/jipm. Fatihah and I. Saidah. AuModel Promosi Marketplace Berbasis Artificial Inteligence (AI) Di Indonesia. ,Ay Jmbi Unsrat (Jurnal Ilm. Manaj. Bisnis Dan Inov. Univ. Sam Ratulang. , vol. 8, no. 3, 2021, doi: 35794/jmbi. Salsabilla. Hadi. Pratiwi, and S. Mukaromah. AuPengaruh Penggunaan Kecerdasan Buatan Terhadap Mahasiswa Di Perguruan Tinggi,Ay Sitasi, vol. 3, no. 1, pp. 168Ae175, 2023, doi: 33005/sitasi. Sreerangapuri. AuAI-Driven Service Transformation : Revolutionizing Operational Excellence,Ay Int. Sci. Res. Comput. Sci. Eng. Inf. Technol. , vol. 10, no. 6, pp. 132Ae140, 2024, doi: 10. 32628/cseit24106154. Aditsan et al. AuPengenalan Sistem Iot Pada Pemanfaatan Kebutuhan Sehari-Hari Di Lingkungan Karang Taruna. Kecamatan Driyorejo. Gresik,Ay J. Cakrawala Marit. , vol. 7, no. 1, pp. 21Ae32, 2024, doi: 35991/jcm. Du. Sun. Jiang. Islam, and X. Gu. AuExploring the Effects of AI Literacy in Teacher Learning: An Empirical Study,Ay Humanit. Soc. Sci. Commun. , vol. 11, no. 1, 2024, doi: 10. 1057/s41599-02403101-6. Hamsar. Dewantara. Andini. Ardiansyah. Afrizah, and M. Hasta. AuAnalisis Literasi Artifical Intelligence Mahasiswa Pada Perguruan Tinggi,Ay J. Vocat. Inform. Comput. Educ. , pp. 72Ae81, 2024, doi: 10. 61220/voice. Adeyelu. Ugochukwu, and M. Shonibare. AuEthical Implications of Ai in Financial Decision Ae Making: A Review With Real World Applications,Ay Int. Appl. Res. Soc. Sci. , vol. 6, no. 4, pp. 608Ae630, 2024, doi: 10. 51594/ijarss. Abhulimen and O. Ejike. AuEthical Considerations in AI Use for SMEs and Supply Chains: Current Challenges and Future Directions,Ay Int. Appl. Res. Soc. Sci. , vol. 6, no. 8, pp. 1653Ae1679, 2024, doi: 51594/ijarss. Ryan. AuThe Social and Ethical Impacts of Artificial Intelligence in Agriculture: Mapping the Agricultural AI Literature,Ay Ai Soc. , vol. 38, no. 6, pp. 2473Ae2485, 2022, doi: 10. 1007/s00146-021-01377-9. Adzan and A. Azhar. AuEtika Penggunaan Artificial Intelligence Dalam Penulisan Karya Ilmiah,Ay J. Penelit. Inov. , vol. 4, no. 4, pp. 2297Ae2308, 2024, doi: 10. 54082/jupin. Cahyono. AoUyun, and S. Mukaromah. AuEtika Penggunaan Kecerdasan Buatan Pada Teknologi Informasi,Ay Sitasi, vol. 3, no. 1, pp. 482Ae491, 2023, doi: 10. 33005/sitasi. Riana. AuPersepsi Guru PAUD Terhadap Penggunaan Teknologi Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI) Untuk Anak Usia Dini,Ay J. Kridatama Sains Dan Teknol. , vol. 7, no. 01, pp. 10Ae17, 2025, doi: 53863/kst. Aeni. Hanifah. Djuanda. Maulana. Febrian, and T. Erlina. AuPenguatan Karakter Religius Melalui Pelatihan Ahfidz Al-Quran Dan Doa-Doa Seputar Ibadah Dengan Metode Tikrar,Ay Reson. Ilm. Pengabdi. Masy. , vol. 6, no. 2, p. 162, 2022, doi: 10. 35906/resona. Resnawita and D. Karmanita. AuSistematik Literatur Review : Intelegent System Didunia Pendidikan,Ay Jised, 2, no. 4, pp. 51Ae55, 2024, doi: 10. 62386/jised. Anwar. Caroline. Kornarius. Gusti, and A. Gunawan. AuBagaimana Artificial Intelligence Mengubah Lanskap Industri Kreatif,Ay Eco-Buss, vol. 7, no. 1, pp. 226Ae238, 2024, doi: 10. 32877/eb. Savanah. Triananda. Anandithya, and S. Christian. AuFaktor Penentu Pilihan Mahasiswa Terhadap Penggunaan AI,Ay CRT, vol. 1, no. 2, pp. 54Ae61, 2024, doi: 10. 24036/crt. Iqbal. Suryana, and F. Fahrizal. AuPotensi Dan Tantangan Pembelajaran Di Era Industri 4. 0 Dalam Dunia Pendidikan,Ay Dharmas Educ. , vol. 5, no. 2, pp. 1445Ae1451, 2024, doi: 10. 56667/dejournal. Thamrin. Fatkhurrahman, and M. Arsyad. AuPelatihan Aplikasi Kecerdasan Buatan Dalam Pendidikan Bagi Dosen UMMAD,Ay Abdi Teknoyasa, pp. 291Ae295, 2024, doi: 10. 23917/abditeknoyasa. Hidayat-ur-Rehman. AuExamining AI Competence. Chatbot Use and Perceived Autonomy as Drivers of StudentsAo Engagement In informal Digital Learning,Ay J. Res. Innov. Teach. Learn. , vol. 17, no. 2, pp. 196Ae212. DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. e-ISSN : 2597-3673 (Onlin. , p-ISSN : 2579-5201 (Printe. Vol. 9 No. 1 (June 2. Journal of Information System. Informatics and Computing Website/URL: http://journal. id/index. php/jisicom Email: jisicom@stmikjayakarta. id , jisicom2017@gmail. 2024, doi: 10. 1108/jrit-05-2024-0136. Sarwari. Javed. Adnan, and M. Wahab. AuAssessment of the Impacts of Artificial Intelligence (AI) on Intercultural Communication Among Postgraduate Students in a Multicultural University Environment,Ay Sci. Rep. , vol. 14, no. 1, 2024, doi: 10. 1038/s41598-024-63276-5. Kim. Blazquez, and T. Oh. AuDeterminants of Generative AI System Adoption and Usage Behavior in Korean Companies: Applying the UTAUT Model,Ay Behav. Sci. (Base. , vol. 14, no. 11, p. 1035, 2024, doi: 3390/bs14111035. DOI: 10. 52362/jisicom. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional.