Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Edukasi Pemanfaatan Komposting Dalam Mewujudkan Lingkungan Bersih Di Pondok Pesantren Bait Et Tauhied Surya Darma Syam1. Arma Hikam Nurhuda2. Rendi Viandika Syahputra3. Ninis Ayuni4. Rohma Yanti5, 1Ekonomi Syariah. Fakultas Studi Islam dan Pendidikan. Universitas Serang Raya Banten. Jl. Raya Serang Cilegon KM. 5, (Taman Drangon. Kota Serang 42162 2Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Serang Raya Banten. Jl. Raya Serang Cilegon KM. 5, (Taman Drangon. Kota Serang 42162 3Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Serang Raya Banten. Jl. Raya Serang Cilegon KM. 5, (Taman Drangon. Kota Serang 42162 4,5Akuntansi. Fakultas Ekonomi Bisnis. Universitas Serang Raya Banten. Jl. Raya Serang Cilegon KM. 5, (Taman Drangon. Kota Serang 42162 suryadarma@unsera. ABSTRAK Permasalahan sampah organik di Pondok Pesantren Bait Et Tauhied Kota Serang seringkali menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan lingkungan yang bersih. Di Pondok Pesantren terdapat banyak pohon sehingga sampah daun kering sering kali berserakan dan terjadi penumpukan sampah. Kegiatan pengabdian ini di rancang untuk memberikan pengetahuan kepada warga Pondok Pesantren dalam melakukan pemanfaatan metode komposting sebagai solusi pengelolaan sampah di Pondok Pesantren Bait Et Tauhied. Melalui pendekatan edukasi, pelatihan dan praktik langsung pembuatan kompos, para warga dan pengurus pesantren dilibatkan secara aktif dalam proses pengumpulan, pemilahan, hingga pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos. Metode ini bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan penurunan volume sampah daun kering serta terciptanya kompos yang dapat digunakan kembali untuk keperluan taman atau pertanian di lingkungan Pondok Pesantren. Hasil kegiatan menunjukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengelola sampah organik serta terciptanya lingkungan Pondok Pesantren yang lebih bersih. Metode komposting ini terbukti efektif dalam mendukung terciptanya lingkungan bersih dan berkelanjutan di Pondok Pesantren Bait Et Tauhied karena dapat membentuk karakter warga Pondok Pesantren yang peduli terhadap lingkungan. Kata kunci: kompos, lingkungan bersih, pengelolaan sampah. Pondok Pesantren, sampah organik ABSTRACT The problem of organic waste in Bait Et Tauhied Islamic Boarding School in Serang City is often a challenge in realizing a clean environment. In the Islamic Boarding School there are many trees so that dry leaf waste is often scattered and there is a buildup of waste. This service activity is designed to provide knowledge to the residents of the Islamic Boarding School in utilizing the composting method as a waste management solution at the Bait Et Tauhied Islamic Boarding School. Through an educational approach, training and direct practice of composting, residents and pesantren administrators are actively involved in the process of collecting, sorting, and managing organic waste into compost fertilizer. This method aims to provide practical understanding and increase awareness of the importance of environmentally-based waste management. The results of the activity show a decrease in the volume of dry leaf waste and the creation of compost that can be reused for garden or agricultural purposes in the Islamic Boarding School environment. The results of the activity showed an increase in the knowledge and skills of residents in managing organic waste and the creation of a cleaner Islamic Boarding School environment. This composting method is proven to be effective in supporting the creation of a clean and sustainable environment in Bait Et Tauhied Islamic Boarding School because it can form the character of Islamic Boarding School residents who care about the environment. Keywords: compost, clean environment, waste management. Islamic Boarding School, organik SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Permasalahan sampah merupakan konsekuensi dari beragam aktivitas manusia yang mencakup sektor industri, rumah tangga, hingga institusional (Sahil et al. , 2. Menurut terminologi yang ditetapkan dalam Undang-Undang No. Tahun 2008, sampah adalah sisa kegiatan manusia atau proses alam yang berwujud (Undang-Undang Republik Indonesia, 2. Klasifikasi utama sampah dibedakan menjadi dua jenis, yaitu organik dan anorganik. Sampah organik, seperti sisa makanan dan material nabati lainnya, memiliki sifat mudah terurai (Suyanto et al. , 2. sisi lain, sampah anorganikAimencakup plastik, logam, dan kacaAiumumnya berasal dari produk industri dan memiliki waktu dekomposisi yang sangat lama (Eteruddin et al. , 2. Permasalahan sampah organik di lingkungan Pondok Pesantren merupakan tantangan yang memerlukan penanganan yang terstruktur dan berkelanjutan. Metode komposting skala kecil efektif dalam mengurangi volume sampah organik rumah tangga dan lingkungan sekitar (Azza & Istighfarrani, 2. Dengan melibatkan partisipasi masyarakat Pondok Pesantren melalui pelatihan dan praktik langsung, dalam pembuatan kompos terbukti mampu menjadi solusi dalam menciptakan lingkungan bersih masyarakat Pondok Pesantren terhadap lingkungan (Azza & Istighfarrani, 2. Metode komposting merupakan proses mikroorganisme dalam kondisi yang terkontrol sehingga menghasilkan pupuk alami . yang dapat dimanfaatkan penghijauan (Wardani et al. , 2. Edukasi terkait tahapan pengumpulan, pemilahan, pencacahan, dan perputaran bahan organik menjadi penting agar proses komposting dapat berjalan optimal dan efisien. Edukasi, pelatihan dan praktik langsung dalam pembuatan kompos menanamkan kesadaran lingkungan yang Dalam menunjukkan bahwa pelatihan intensif dalam membuat kompos organik tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis mereka, tetapi juga memperkuat nilai-nilai pengalaman belajar yang aplikatif (Annur et al. , 2. Di lingkungan pesantren, pelibatan warga dalam pengelolaan sampah dapat menjadi langkah strategis. Pelatihan diversifikasi produk dari sampah rumah tangga kepada para warga mampu menciptakan pemahaman baru bahwa sampah bukanlah beban, melainkan Selain memberikan keterampilan praktis, kegiatan ini juga mendorong perubahan perilaku dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan Pondok Pesantren (Slamet Mulyati et al. Berdasarkan berbagai temuan di atas, komposting tidak hanya memberikan solusi konkret terhadap permasalahan sampah organik, tetapi juga menjadi sarana edukatif dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Pondok Pesantren, pendekatan komposting yang berbasis edukasi, pelatihan, dan praktik langsung pengetahuan dan keterampilan warga Oleh karena itu, integrasi metode komposting dalam kehidupan sehari-hari di pesantren tidak hanya bersih, tetapi juga membentuk karakter warga yang peduli terhadap kelestarian METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Bait Et Tauhied Kota Serang pada Mei 2025. Rangkaian kegiatan diawali dengan tim pengabdian yang terdiri dari dosen pembimbing lapangan dan mahasiswa KKM yaitu dengan melakukan observasi dan wawancara dengan pengelola Pondok Pesantren Bait Et Tauhied untuk mengidentifikasi keadaan lingkungan Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Pondok Pesantren. Dari hasil observasi dan wawancara, terdapat permasalahan terkait sampah yang ada di lingkungan Pondok Pesantren, yaitu, sampah organik dikumpulkan kemudian dibakar dan tidak Dengan mengetahui kondisi tersebut, kebersihan di Pondok Pesantren, maka tim pengabdian menyusun program kegiatan sesuai dengan yang dibutuhkan. Gambar 1. Observasi dan Wawancara Bersama Unsur Pesantren Tahap Pelaksanaan Kegiatan melalui beberapa tahap : Pemberian Edukasi Tim pengabdian melakukan kegiatan pengelolaan sampah di Pondok Pesantren. Mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik, cara mengelola sampah yang ada agar bermanfaat dan dapat membuat lingkungan Pondok Pesantren lebih bersih serta metode pengelohan yang dapat diterapkan seperti komposting dengan mengadakan seminar pengelolaan sampah bersama para tim dan warga Pondok Pesantren. Dengan adanya rencana keberlanjutan yang jelas, diharapkan program ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek tetapi juga jangka Pondok Pesantren (Wajdi et al. , 2. Gambar Sampah Seminar Pengelolaan Praktik Langsung Tim pengabdian memfasilitasi sesi praktik pembuatan kompos yang diawali dengan pengenalan alat dan bahan. Peserta diperkenalkan pada fungsi reaktor kompos, penggunaan sampah organik seperti dedaunan kering, serta peran Effective Microorganism 4 (EM. sebagai aktivator biologis. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi alur kerja pembuatan kompos. Peserta dipandu secara langsung untuk mempraktikkan setiap langkah, mulai dari pengumpulan bahan baku, proses inokulasi dengan aktivator, hingga tahap inkubasi atau Gambar 2. Proses Pemilahan Sampah Pemilahan ini juga merupakan salah keberhasilan proses Karena proses tersebut merupakan dasar terwujudnya pupuk kompos yang berkualitas. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Gambar 2. Proses Penghancuran Daun Kering dilaksanakan pada 10 Mei 2025 bersama para warga. Kegiatan ini bertujuan untuk keterampilan kepada warga Pondok Pesantren dalam mengelola sampah secara terpadu menggunakan metode Warga Pondok Pesantren mempraktikan metode komposting untuk sampah organik, proses ini dimulai dengan menghancurkan sampah organik . aun kerin. menjadi potongan kecil, kemudian memasukannya ke dalam Sampah dicampur dengan EM-4, yang berfungsi sebagai aktivator untuk mempercepat proses dekomposisi. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 14 hari untuk menghasilkan kompos siap Para warga Pondok Pesantren sebagai peserta kegiatan menunjukkan partisipasi aktif, baik dalam sesi pemahaman konseptual mengenai sampah organik maupun pada sesi aplikasi praktis metode Melalui kegiatan ini, para aplikabilitas langsung di lingkungan Pondok Pesantren untuk mewujudkan sanitasi yang lebih baik. Gambar 2. Proses Pencampuran Daun Kering dengan EM-4 HASIL DAN PEMBAHASAN Pelatihan pengolahan sampah organik di Pondok Pesanten Bait Et Tauhied Gambar 3. Hasil Kompos Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam membentuk karakter warga Pondok Pesantren yang peduli terhadap lingkungan dan Dengan demikian, metode berkelanjutan di pesantren untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari. Gambar 3. Pengaplikasian Pupuk Kompos KESIMPULAN Kegiatan KKM (Kuliah Kerja Mahasisw. yang dilakukan di Pondok Pesantren Bait Tauhied komposting merupakan solusi efektif sampah organik, khususnya sampah dedaunan kering yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara optimal. Melalui pelatihan, dan praktik langsung, para pengurus pesantren menunjukkan antusiasme tinggi dan mempraktikkan proses pembuatan kompos secara mandiri. Hasil kegiatan ini tidak hanya menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan taman pesantren, tetapi juga memberikan dampak positif berupa peningkatan pengelolaan sampah yang ramah UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan sampaikan kepada segenap pimpinan Pondok Pesantren Bait Et Tauhied serta seluruh warga Pondok Pesantren yang Terima kasih atas izin, fasilitas, dan kerja sama yang diberikan sehingga pelaksanaan kegiatan KKM ini dapat berjalan dengan lancar, serta LPPM Universitas Serang Raya. DAFTAR PUSTAKA