Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 468-480 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Pengaruh Guided Discovery Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah pada Mata Pelajaran Fikih Kelas X MAS JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura Mida Fitriana1. Muhammad Saleh2. Ahmad Zaki3 1,2,3 Sekolah Tinggi Agama Islam JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura. Langkat. Sumatera Utara. Indonesia Email : midafitriana8@gmail. com1, muhammad. saleh81@yahoo. zackyahmad212@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh guided discovery learning terhadap kemampuan pemecahan masalah pada siswa. Metode penelitian ini yaitu Berdasarkan hasil deskripsi data, uji persyaratan analisis, hasil penelitian, temuan penelitian dan keterbatasan penelitian maka peneliti memperoleh kesimpulan bahwa Hasil perhitungan angket guided discovery learning yang memiliki hasil rataan sebesar 51,9 median sebesar 54,8 modus sebesar 53,4 varians sebesar 26,04 dan simpangan baku sebesar 5, 10 dapat diterima dengan batas toleransi yang signifikan. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan. Kemampuan pemecahan masalah siswa memiliki hasil rataan rataan sebesar 53,4 median sebesar 53,7 modus sebesar 53,2 varian sebesar 18,19 dan simpangan baku sebesar 4,26 dan dapat diterima dengan batas toleransi yang signifikan. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan pada guided discovery learning dengan kemampuan pemecahan masalah dengan garis regresi Y=19,76 0,66 X. Terdapat korelasi yang signifikan antara guided discovery learning dengan kemampuan pemecahan masalah siswa pada mata pelajaran fikih di Madrasah Aliyah Swasta JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura setelah dilakukan uji regresi dengan rumus product moment dengan hasil hitung 0,818 dengan tingkat hubungan yang kuat atau tinggi. Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan diketahui bahwa penerapan model guided discovery learning baik diterapkan dan mampu berkontribusi pada kemampuan pemecahan masalah pada pelajaran fikih kelas X Madrasah Aliyah JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura, untuk itu diharapkan bagi guru mampu menerapkan model tersebut dengan baik sehingga dampak kepada siswa dapat lebih berpengaruh positif. Kata kunci: Guided Discovery Learning. Kemampuan Pemecahan Masalah. The Influence of Guided Discovery Learning on Problem Solving Ability in Jurisprudence Subjects Class X MAS Jam'iyah Mahmudiyah Tanjung Pura Abstract This study aims to determine how much influence guided discovery learning has on students' problem solving abilities. This research method is quantitative. Based on the results of the data description, analysis requirements test, research results, research findings and research limitations, the researchers || Mida Fitriana, et. || Pengaruh Guided Discovery Learning. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 468-480 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety concluded that the results of the guided discovery learning questionnaire calculation which had an average result of 51. 9 median of 54. 8 mode of 53. 4 variance of 26, 04 and a standard deviation of 5, 10 are acceptable with significant tolerance limits. This indicates a positive and significant relationship. The problem solving ability of students has an average result of 53. 4, median of 53. 7, mode of 53. variance of 18. 19 and standard deviation of 4. 26 and can be accepted with a significant tolerance limit. This indicates a positive and significant relationship. There is a positive and significant relationship between guided discovery learning and problem solving skills with a regression line Y=19. 66 X. There is a significant correlation between guided discovery learning and students' problem-solving skills in fiqh subjects at Madrasah Aliyah Swasta Jam 'iyah Mahmudiyah Tanjung Pura after the regression test was carried out with the product moment formula with a calculated result of 0. with a strong or high level of relationship. From the results of the research conducted by the researchers, it is known that the application of the guided discovery learning model is well applied and is able to contribute to problem solving abilities in fiqh lessons for class X Madrasah Aliyah Jam'iyah Mahmudiyah Tanjung Pura, for that it is hoped that teachers will be able to apply the model well so that the impact on students can be more positive influence. Keywords: Guided Discovery Learning. Problem Solving Ability. PENDAHULUAN Model pembelajaran terus mengalami kemajuan seiring dengan semakin baiknya sistem pendidikan yang diterapkan dimana prioritasnya adalah siswa yang aktif dan mampu berfikir dan menganalisis masalah sehingga menemukan pemecahan masalahnya (Fathurrohman, 2. Guru sebagai pendidik diharapkan mampu memposisikan diri sebagai pembimbing yang cepat tanggap dalam memberikan pembelajaran agar pembelajaran sesuai dengan apa yang diharapkan. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah yang dimunculkan dalam pembelajaran adalah model guided discovery learning (Brown and Campione, 1. Model ini merupakan model yang dirancang dengan menghadapkan siswa pada suatu situasi tertentu yang memerlukan pemecahan masalah kemudian siswa diberikan kebebasan untuk melakukan penyelidikan dan menyimpulkan hasilnya (Rosidi, 2. Guru memposisikan diri sebagai guided . siswa untuk membuat analisis kemungkinan jawaban dan mencoba melakukan penyelesaiannya. Dengan demikian maka siswa akan berkembang kemampuan berfikir kretaifnya dan kemampuan analisisnya dalam menyelesaikan suatu persoalan. Pendidikan yang dilakukan guru harus mampu mengembangkan kemampuan konsep siswa dengan melatihnya berfikir secara aktif saat proses pembelajaran. Guru harus mampu menjadi seorang yang membantu siswa menyelesaikan persoalan dan membimbing serta memandunya agar sukses dalam belajar. Guru tidak boleh berlaku keras dan kasar pada siswa karena justru akan membuatnya menjauh dan malas belajar. Oleh sebab itu, model giuded discoveri learning ini cocok diterapkan pada siswa. Allah menjelaskan akan larangannya berlaku kasar, firmannya dalam surah An-Nahl 125 (Said 2. Guru diharuskan bisa mengusai berbagai macam model pembelajaran dan guru harus bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dari peserta didik di kelas X MA Swasta JamAoiyah agar proses pembelajaran tersampaikan dengan efektif kreatif dan menyenangkan sehingga peserta didik tidak hanya mendapatkan dari kognitif nya saja akan tetapi bisa || Mida Fitriana, et. || Pengaruh Guided Discovery Learning. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 468-480 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety mengaplikasinya melalui kehidupan di masyarakat. Karena sering terjadi di setiap tahunnya beragam permasalah yang terjadi, dengan dilaksanakannya model ini harapan peneliti peserta didik bisa menghadapi persoalan dan bisa menyelesaikannya. METODE Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode statistik deskriptif dan penelitian analisis inferensial yang bertujuan untuk mengkaji variabel penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah dengan manggunakan model Guided Discovery Learning pada mata pelajaran Fikih kelas X di MA Swasta JamAoiyah Mahmudiyah Tajung Pura Kabupaten Langkat. Sumatera Utara. Adapun cara yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu 4 . teknik dalam proses pengumpulan data, meliputi wawancara, observasi, angket dan Populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh siswa kelas X Madrasah Aliyah Swasta JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura yang berjumlah 30 siswa. Populasi di sini merupakan seluruh objek penelitian yang telah diambil oleh peneliti. Sedangkan dalam pengambilan Sampel penelitian ini menggunakan sampling total yaitu 30 orang siswa kelas Peneliti mengambil sampel secara total mengingat jumlah siswa yang sedikit sehingga memungkinkan untuk diteliti secara keseluruhan sebab mudah dalam melakukan pengumpulan data. Melalui sampel total menjadi keseluruhan dari populasi dan hal ini memudahkan peneliti dalam pengumpulan data. Selanjutnya data diuji melalui pendekatan statistik dengan menguji persyaratan normalitas dan homogenitas data. HASIL DAN PEMBAHASAN Model Guied Discovery Learning Model pembelajaran guided discovery learning merupakan model pembelajaran aktif. Secara etimologi guided berasal dari kata guide sebagai kata benda berarti buku pedoman, pemandu, dan sebagai kata kerja berarti mengemudikan, menuntun, menjadi petunjuk jalan, membimbing dan mempedomani. Sedangkan guided sebagai kata sifat berarti kendali (John Model guided discovery learning juga mengandung kata discovery yang artinya dipahami sebagai menemukan. AoSund dalam Roestiyah menyebutnya dengan metode penemuan, yaitu proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan suatu konsep atau Maksud dari proses mental tersebut adalah mengamati, mencerna, mengerti, menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur dan menyimpulkan (Roestiyah 2. Makna lain dari AoMetode discovery merupakan cara mengajar yang melibatkan siswa dalam kegiatan mental melalui tukar pendapat, dengan diskusi, seminar, membaca sendiri dan mencoba sendiri, agar anak dapat belajar sendiriAu. Intinya upaya mencoba sendiri yang dilakukan siswa dalam belajar sehingga siswa terlatih untuk mandiri. Model Discovery Learning adalah suatu prosedur mengajar yang mementingkan pengajaran, perseorangan, manipulasi objek dan lain-lain percobaan, sebelum sampai pada Sebelum siswa sadar akan pengertian guru tidak menjelaskan dengan katakataAu. Model discovery merupakan teori belajar sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan mengorganisasi sendiri. Anak harus berperan aktif dalam belajar di kelas sehingga metode || Mida Fitriana, et. || Pengaruh Guided Discovery Learning. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 468-480 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety ini tepat digunakan di mana murid mengorganisasi bahan yang dipelajari dengan suatu bentuk akhir. Selanjutnya makna guided discovery learning itu sendiri maksudnya ialah pembelajaran penemuan terbimbing. AoModel pembelajaran penemuan terbimbing adalah suatu model yang menghadapkan siswa pada situasi di mana mereka bebas menyelidiki dan menarik kesimpulan sedangkan guru mengarahkan siswa untuk membuat terkaan, intuisi dan mencoba-cobaAu (Juliawati, 2. Agar siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik, siswa harus terlibat secara aktif dalam mengungkapkan ide atau gagasan yang ia miliki. Dalam proses pembelajaran, siswa dituntut untuk mengeksplorasi, mengolah serta menggunakan potensi dan pengetahuan yang ada pada dirinya semaksimal mungkin. Siswa diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil pemikirannya kepada teman temannya, sehingga dalam pembelajaran tidak hanya menumbuhkan keterampilan berpikir saja, melainkan juga dapat menumbuhkan kepercayaan siswa akan kemampuannya dalam menyelesaikan suatu Pendapat lainnya, dapat kita pahami yaitu AoModel guided discovery learning merupakan model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif untuk mencoba menemukan sendiri informasi maupun pengetahuan yang diharapkan dengan bimbingan dan petunjuk yang diberikan oleh guru. Pada awal pembelajaran, siswa diberikan stimulasi berupa suatu permasalahanAu (Dewi, 2. Guru memposisikan diri sebagi pembimbing dan pemandu jalannya proses pemeblajaran tersebut. Guru yang memberikan stimulus berupa permasalahan kepada ssiwa dan siswa dituntut untuk menemukan konsep tersebut, siswa terlebih dahulu diarahkan untuk mengidentifikasi masalah yang diberikan sebelumnya. Setelah itu, siswa mengumpulkan informasi dari berbagai sumber kemudian menginterpretasikan ide-ide yang diperolehnya dalam bentuk simbiol-simbol maupun gambar. Jika siswa dapat memahami dan melakukan perencanaan pemecahan masalah dengan benar, maka siswa dapat dengan mudah menyelesaikan masalah dan menemukan suatu kesimpulan. Selain itu, selama pembelajaran berlangsung siswa bekerja sama dan berdikusi dengan kelompoknya. Kegiatan diskusi dengan kelompok tersebut memungkinkan terjadi interaksi antar Dari proses interaksi tersebut siswa dapat melihat pengalaman keberhasilan yang ditunjukkan oleh siswa lain sehingga dapat memberikan pandangan positif kepada siswa terhadap kemampuan memahami materi pelajaan yang dimilikinya. AoHal ini sesuai dengan pernyataan Bandura yang menyatakan bahwa ketika melihat orang lain dengan kemampuan yang sama berhasil dalam suatu bidang atau tugas melalui usaha yang tekun, individu juga akan merasa yakin bahwa dirinya juga dapat berhasil dalam bidang tersebut dengan usaha yang samaAu (Dewi 2. Siswa akan termotivasi dengan teman kelompoknya sebab ia merasa memiliki kemampuan yang sama dengan teman satu kelompoknya. Dengan proses belajar tersebut maka akan memberikan rasa percaya diri siswa untuk mampu menyelesaikan masalah yang muncul dalam pembelajaran. Minat siswa akan tinggi dalam belajar bila diarahkan dan dipandu untuk mampu menyelesaikan setiap masalah yang Selanjutnya Lavine, menyatakan AoGuided discovery learning is based upon the discovery learning model, which also forms the basis of problembased learning, simulation-based learning, and casebased learning, terms which are similar in origin but not identical to guided discovery learningAu. || Mida Fitriana, et. || Pengaruh Guided Discovery Learning. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 468-480 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Maksud dari pernyataan tersebut yaitu Guided discovery learning didasarkan pada model belajar penemuan, yang juga berdasarkan pada pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis simulasi, dan pembelajaran berbasis kasus, bersumber dari hal yang sama tetapi tidak sama dengan pembelajaran penemuan terbimbing (Fernando, 2. Model guided discovery learning memadukan model yang ada seperti penemuan . kemudian didalamnya diberikan sebuah permasalahan yang harus diselesaikan siswa dan guru memberikan rangsangan dan contoh dalam menyelesaikannya dalam sebiah kasus tertentu sehingga siswa mampu memahami apa yang harus dikerjakannya dalam pembelajaran yang diberikan guru dengan model guided discovery learning. Model guided discovery learning pada prinsipnya menerapkan model discovery yang lebih terarah dan terbimbing oleh guru. Tujuan dari pembelajaran ini sama dengan model Tujuan metode discovery yaitu sebagai berikut: . Untuk memperoleh metode pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Untuk mengaktifkan siswa belajar (CBSA) sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran. Untuk memvariasikan metode pembelajaran yang digunakan agar siswa tidak bosan. Agar siswa dapat menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, dan memecahkan sendiri masalah yang dipelajari, sehingga hasilnya setia dan tahan lama dalam ingatan, dan tidak mudah dilupakan (Fernando, 2. Model guided discovery learning yang diterapkan bertujuan agar ada penyesuaian antara materi yang diberikan kepada siswa sehingga siswa lebih faham atas materi yang diberikan guru. Dengan model ini siswa juga menjadi aktif saat belajar karena dituntut untuk menyelesaikan masalah secara mandiri dan kelompok. Model belajar akan lebih variasi dengan motode ini dan siswa tidak akan bosan dalam belajar. Siswa akan memiliki kemampuan pemecahan masalah dan membuatnya faham sehingga mudah untuk mengingatnya kembali saat dibutuhkan. Dengan adanya kemampuan menemukan jawaban atau penyelesaian masalah maka siswa akan mandiri dalam belajarnya. Model ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan sebagaimana model lainnya. Kelebihan dan kekurangan Guided Discovery Learning Model Guided Discovery Learning memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga perlu dipahami dalam menerapkan metode tersebut. Kelebihan dari metode penemuan sebagai berikut: Pertama, dianggap membantu siswa mengembangkan atau memperbanyak persediaan dan penguasaan keterampilan dan proses kognitif siswa, andaikata siswa itu dilibatkan terus dalam penemuan terpimpin. Kekuatan dari proses penemuan datang dari usaha untuk menemukan. jadi seseorang belajar bagaimana belajar itu. Kedua, pengetahuan diperoleh dari model ini sangat pribadi sifatnya dan mungkin merupakan suatu pengetahuan yang sangat kukuh, dalam arti pendalaman dalam pengertian retensi dan Ketiga, strategi penemuan membangkitkan gairah pada siswa, misalnya siswa merasakan jerih payah penyelidikannya, menemukan keberhasilan dan kadangkadang Keempat, metode ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk bergerak maju sesuai dengan kemampuannya sendiri. Kelima, metode ini menyebabkan siswa mengarahkan sendiri cara belajarnya, sehingga ia lebih merasa terlibat dan bermotivasi sendiri untuk belajar, paling sedikit pada suatu proyek penemuan khusus. Keenam, metode ini dapat membantu memperkuat pribadi siswa dengan bertambahnya kepercayaan pada diri sendiri || Mida Fitriana, et. || Pengaruh Guided Discovery Learning. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 468-480 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety melalui proses-proses penemuan. Dapat memungkinkan siswa sanggup mengatasi kondisi yang mengecewakan. Ketujuh, strategi ini berpusat pada anak, misalnya memberi kesempatan kepada mereka dan guru berpartisipasi sebagai sesama dalam mengecek ide. Guru menjadi teman belajar, terutama dalam situasi penemuan yang AojawabanAunya belum diketahui sebelumnya. Kedelapan, membantu perkembangan siswa menuju skeptisisme yang sehat untuk menemukan kebenaran akhir dan mutlak (Fernando, 2. Model guded discovery learning ini mendorong siswa memiliki persediaan sumber belajar dan informasi terkait materi pelajaran sehingga ketikan dibutuhkan akan sangat membantu siswa memahami materi yang ada. Model guded discovery learning ini juga memberikan gairah belajar pada siswa sebab ketikan melakukan penyelidikan dan menemukan hasil yang tepat maka siswa menjadi senang dan bersemangat. ia mendapatkan kepuasan dalam menyelesaikan tugas yang diberikannya. Keperibadian siswa akan lebih baik sebab ia menjadi lebih percaya diri karena mampu menyelesaikan tugas-tugas yang Adapun kelemahan Guided Discovery Learning yaitu sebagai berikut: Pertama, dipersyaratkan keharusan adanya kesiapan mental untuk cara belajar ini. Misalnya, siswa yang lamban mungkin bingung dalam usahanya mengembangkan pikirannya jika berhadapan dengan hal-hal yang abstrak, atau menemukan saling ketergantungan antara pengertian dalam suatu subjek, atau dalam usahanya menyusun suatu hasil penemuan dalam bentuk tertulis. Siswa yang lebih pandai mungkin akan memonopoli penemuan dan akan menimbulkan frustasi kepada siswa yang lain. Kedua, metode ini kurang berhasil untuk mengajar kelas besar. Misalnya sebagian besar waktu dapat hilang karena membantu seorang siswa menemukan teoriteori, atau menemukan bagaimana ejaan dari bentuk kata-kata tertentu. Ketiga, harapan yang ditumpahkan pada strategi ini mungkin mengecewakan guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran secara tradisional. Kelima, mengajar dengan penemuan mungkin akan dipandang sebagai terlalu mementingkan memperoleh pengertian dan kurang memperhatikan diperolehnya sikap dan keterampilan. Sedangkan sikap dan keterampilan diperlukan untuk memperoleh pengertian atau sebagai perkembangan emosional sosial secara keseluruhan. Keenam, dalam beberapa ilmu, fasilitas yang dibutuhkan untuk mencoba ide-ide mungkin tidak ada. Ketujuh, strategi ini mungkin tidak akan memberikan kesempatan untuk berpikir kreatif, kalau pengertian-pengertian yang akan ditemukan telah diseleksi terlebih dahulu oleh guru, demikian pula proses-proses dibawah pembinaannya (Fernando, 2. Guru yang menerapkan model guided discovery learning dan mengetahui kelebihan dan kekurangannya maka dapat menyesuaikan materi dan mata pelajaran yang tepat untuk digunakannya model ini. Pembelajaran agama Islam sangat cocok menggunakan model ini karena siswa akan lebih mudah menemukan jawaban atau solusi dari permasalahan yang ada sebab banyak sumber yang dapat diperoleh dan digunakan dalam pendidikan agama Islam. Guru yang kreatif akan memberikan kemudiahan bagi siswanya dalam menemukan solusi yang diinginan sebab mampu mengguankan media yang tepat khususnya diera digital ini. Pendapat lainnya terkait model pembelajaran guided discovery learning ialah model yang melatih siswa untuk berfikir, mengamati, membuat dugaan, menganalisis dan || Mida Fitriana, et. || Pengaruh Guided Discovery Learning. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 468-480 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Sebagaimana pengertian berikut yaitu AoModel pembelajaran guided discovery learning adalah Aoa learning model that present a problem or question that makes the students can think, observe, make conjectures, explain, and analyze to find a knowledge with guidance and instructions from teachers. Au Artinya. Model pembelajaran yang menyajikan masalah atau pertanyaan yang membuat peserta didik dapat berfikir, mengamati, membuat dugaan, menjelaskan, dan menganalisis untuk menemukan pengetahuan dengan bimbingan dan instruksi dari pendidik (Hendriani , 2. Pengertian di atas memberikan pemahaman bahwa melalui model ini siswa terlatih untuk mampu berfikir secara kritis dengan tindakan yang dilakukannya dengan mengamati, membuat dugaan dan menjelaskannya. Proses ini tentunya membutuhkan informasi yang banyak yang harus diperoleh siswa. Model ini mendukung kurikulum yang ada dimana kegiatan belajar mengajar harus melibatkan siswa secara aktif. Pada dasarnya tujuan pembelajaran yang menggunakan model guided discovery learning adalah kegiatan pembelajaran yang melibatkan proses mental peserta didik dalam menemukan suatu konsep atau pengetahuan melalui bimbingan dan petunjuk dari pendidik. Proses pembelajaran dengan model penemuan ini pada prinsipnya ada penemuan murni . ree discover. atau disebut juga dengan komunikasi satu arah . yang merupakan proses pembelajaran yang tidak ada campur tangan bimbingan pendidik. Selanjutnya ada pula penemuan terbimbing (Guided Discover. atau komunikasi dua arah merupakan proses pembelajaran dimana peserta didik masih melibatkan pendidik dalam menjawab pertanyaan. Peserta didik sebagai penemu . dan pendidik sebagai pembimbing dalam proses pembelajaran. Setiap model pembelajaran tentunya memiliki ciri tersendiri. AoCiri khas yang dimiliki model guided discovery learning ini adalah peserta didik dapat menyelidiki atau menemukan sendiri suatu konsep sesuai dengan langkah-langkah yang pendidik arahkan. Hal ini memacu peserta didik untuk memahami konsep dan memecahkan masalah berdasarkan indikator sehingga hasil belajar peserta didik optimalAu . Peserta didik pula dapat mencapai dua kriteria penting, yaitu mengaktifkan pengetahuan yang tersedia untuk menciptakan pengetahuan baru dan penggabungan informasi baru dengan informasi yang sudah ada. Ketika dalam pengimplementasian model guided discovery learning, ada beberapa Langkah-langkah yang harus dipahami baik itu pendidik maupun peserta didik dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan agar proses pembelajaran berjalan sesuai dengan yang diharapkan, di antaranya: . Peserta didik harus bisa membuat rumuskan masalah berdasaran data yang tersedia. Peserta didik mempersiapkan, memproses, mengatur, dan menganalisis data yang disediakan pendidik. Peserta didik membuat praduga dari hasil analisis data. Pendidik memeriksa analisis data. Pendidik memberikan penjelasan kepada peserta didik. Setelah peserta didik menemukan apa yang mereka butuhkan, pendidik harus memberi latihan atau pertanyaan tambahan untuk memeriksa apakah analisis atau temuan peserta didik benar (Fernando 2. Model guided discovery learning ini diawali dengan merumuskan masalah atas dasar data yang ada. Selanjutnya peserta didik yang memproses, mengatur yang disediakan. kemudian siswa membuat prediksi, menganalisis dan membuat kesimpulan. Sintak ini harus dilakukan secara berurutan. AoAdapun menurut Syah siktak model guided discovery learning di antaranya. pemberian rangsang . , . identifikasi masalah . roblem || Mida Fitriana, et. || Pengaruh Guided Discovery Learning. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 468-480 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety statemen. , . pengumpulan data . ata collectin. , . pengolahan data . ata processin. , . , dan . menarik kesimpulan . Hasil Penelitian Data yang telah didapatkan telah di bentuk dalam statistik deskriptif dan juga melalui uji persyaratan data yang telah diberikan pada sub bahasan sebelumnya yang dijabarkan pada bab terdahulu. Selanjutnya setelah dipaparkan data secara kualitatif, maka akan dipaparkan juga secara kuantitatif terhadap penelitian tentang guided discovery learning dengan kemampuan pemecahan masalah siswa. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan alat bantu dari softwere Excel maka di dapat bahwa terdapat relevansi antara guided discovery learning dengan kemampuan pemecahan masalah siswa. Adapun data tersebut menggunakan batas toleransi untuk menerima atau menolak pengajuan hipotesis secara statistik dekriptif yaitu: Tabel 1. Uji Statistik Deskriptif Hasil Statistik Deskriptif Batas Toleransi Penerimaan Uji Statisitk guided discovery learning Mean Median 45 O XO 100 45 O MedO 100 Diterima Diterima 0 O XO 44 0 O MedO44 Ditolak Ditolak Modus 45 O ModO 100 Diterima 0 O ModO44 Ditolak Varians Standart deviasi 25,26 5,03 25 O S2O 100 5 O SO 10 Diterima Diterima 0 O S2O 24 0 O SO 4 Ditolak Ditolak Setelah melihat batas toleransi penerimaan uji statistik deskriptif maka dapat disimpulkan bahwa data angket tentang guided discovery learning tersebut dapat diterima dengan batas signifikasi toleransi. Selanjutnya juga dipaparkan data kemampuan pemecahan masalah. Dari hasil perhitungan yang dilakukan menggunakan batas toleransi untuk menerima atau menolak pengajuan hipotesis secara statistik dekriptif. Tabel 2. Uji Statistik Deskriptif Hasil Statistik Deskriptif Batas Toleransi Penerimaan Uji Statisitk kemampuan pemecahan Mean 53, 4 45 O XO 100 Diterima 0 O XO 44 Ditolak Median 53, 7 45 O MedO Diterima 0 O Ditolak MedO44 Modus 53, 2 45 O ModO Diterima 0 O Ditolak ModO44 Varians 58 25 O S O 100 Diterima 0 O S2O 24 Ditolak Standart deviasi 5 O SO 10 Diterima 0 O SO 4 Ditolak Setelah melihat batas toleransi penerimaan uji statistik deskriptif maka dapat disimpulkan bahwa data kemampuan pemecahan masalah dapat diterima dengan batas signifikasi toleransi. Hasil perhitungan antara Pengaruh guided discovery learning dengan || Mida Fitriana, et. || Pengaruh Guided Discovery Learning. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 468-480 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety kemampuan pemecahan masalah menggunakan statistik inferensial yaitu uji regresi. Ada beberapa syarat menggunakan analisis regresi yaitu sampel yang di ambil bersifat acak . , sampel berdistribusi normal, variasi sampel yang homogen terpenuhi. Tujuan pokok analisis regresi adalah: . Mencari pengaruh antara kriterium dengan predictor. Menguji apakah korelasi signifikan atau tidak. Mencari persamaan garis regresi. Data yang diperoleh pada sampel penelitian terkait variabel bebas . uided discovery learnin. dan variabel terikat . emampuan pemecahan masala. telah dibentuk menurut pola statistik inferensial dan dihitung dengan menggunakan excel, sebaran data sebagai Sumber: hasil perhitungan tabulasi data dengan menggunakan excel || Mida Fitriana, et. || Pengaruh Guided Discovery Learning. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 468-480 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Selanjutnya data akan di analisis dengan menggunakan uji regresi. Adapun langkah matematis menggunakan uji regtesi linier sederhana adalah: Langkah 1: Mencari persamaan garis regresi: ycU = yu ycaycU Di mana: ycU ycU 2 Oe ycU ycUycU yu = ycu ycU 2 Oe ycU 2 1625 81767 Oe 1559 84943 yu = 30 . Oe 1559 2 132871375 Oe 132426137 yu = 2453010 Oe 2430481 yu = = yay , yiyi ycu ycUycU Oe ycU ycU yca = ycu ycU 2 Oe ycU 2 30 84943 Oe 1559 1625 yca = 30 . Oe 1559 2 2548290 Oe 2533375 yca = 2453010 Oe 2430481 yca = = ya , yiyi Maka persamaan untuk regresi variabel bebas . uided discovery learnin. dan variabel terikat . emampuan pemecahan masala. adalah yeA = yay , yiyi ya , yiyi yc . Persamaan tersebut menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi bernilai positif sebesar 0,66 yang berarti jika guided discovery learning meningkat satu satuan maka kemampuan pemecahan masalah akan meningkat sebesar 0,66 satuan. Langkah 2: Untuk mengetahui tentang korelasi antara guided discovery learning dengan kemampuan pemecahan masalah akan digunakan korelasi Product Moment. Guided discovery learning X . ariable X = Faktor yang mempengaruh. , dan kemampuan pemecahan masalah Y . ariabel Y = Faktor yang dipengaruh. Selanjutnya memasukkan variabel X dan variabel Y tersebut ke dalam tabel persiapan perhitungan korelasi product moment sebagai berikut: N = 30 OcX = 1559 OcY = 1625 OcXA = 81767 OcYA = 88513 OcXY = 84943 Hasil perhitungan tersebut kemudian dimasukkan kedalam rumus korelasi Product Moment, yaitu: (NOcXY) - (OcX) (OcY) En{(N. OcXA - (OcX) A . N OcYA - (OcY) A} || Mida Fitriana, et. || Pengaruh Guided Discovery Learning. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 468-480 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety 30 x 84943 - 1559 x 1625 En[ 30 x 81767 - . A] . [ 30 x 88513 - . A] 2548290 - 2533375 rxy = ` En[ 30 x 81767 - 2430481 ] . x 88513 - 2640. 2548290 - 2533375 En . 3010 - 2430481 ] . 5390 - 2640. 2548290 - 2533375 rxy = En [ 22529 ] [ 14765 ] 2548290 - 2533375 rxy = En[ 22529 x 14765 ] 2548290 - 2533375 En332640685 rxy = 0,818 Untuk mengetahui bagaimana kedudukan nilai rxy hasil hitungan . , sebagaimana indeks korelasi guided discovery learning dengan kemampuan pemecahan masalah siswa , maka akan di lihat kedudukannya dengan nilai baku rxy Product Moment yang telah ditetapkan oleh para ahli statistik. Untuk itu dicari terlebih dahulu nilai df . egrees of freedo. atau derajat bebas. Adapun ketentuan dalam menetapkan df . egrees of freedo. diketaui dengan rumus adalah: df = N Ae Nr df = degrees of freedom N = Number of casess . umlah sample yang ditelit. Nr = Banyaknya variable yang dikorelasikan. Dengan demikian, derajat bebas atau df dalam penelitian ini adalah : 30-2 = 28. Setelah diperoleh df selanjutnya adalah mencari besar rxy pada df 28 yang telah ditetapkan oleh para ahli, sebagaimana terdapat dalam tabel berikut : Nilai r Product Moment Dari Person Untuk Berbagai df Banyaknya variable yang dikorelasikan 2 variable Taraf Signifikan Taraf Signifikan Taraf Signifikan 0,997 1,00 0,468 0,590 0,325 0,418 0,950 0,990 0,456 0,575 0,304 0,393 0,878 0,959 0,444 0,561 0,372 0,811 0,917 0,433 0,549 0,273 0,354 0,754 0,874 0,423 0,537 0,250 0,325 0,707 0,834 0,413 0,526 0,232 0,302 || Mida Fitriana, et. || Pengaruh Guided Discovery Learning. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 468-480 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety 0,666 0,632 0,602 0,576 0,553 0,532 0,514 0,497 0,482 0,798 0,765 0,735 0,708 0,684 0,661 0,641 0,623 0,606 0,404 0,396 0,388 0,381 0,374 0,367 0,361 0,355 0,349 0,515 0,505 0,496 0,487 0,478 0,470 0,463 0,456 0,449 0,205 0,195 0,174 0,159 0,113 0,098 0,088 0,283 0,267 0,254 0,228 0,208 0,181 0,148 0,128 0,115 0,062 0,081 Dari hasil perhitungan di atas, diproleh nilai rxy sebesar 0,818, sedangkan nilai rxy yang ada pada table korelasi Product Moment dengan df 28 dengan tingkat signifikasi 5% menunjukan 0,361, sedangkan pada signifikan 1% menunjukkan 0,463. Nilai rxy hitung lebih besar dari nilai rxy baku pada df 28 baik pada tabel signifikan 5% maupun pada table signifikan 1%. Dengan demikian dapat di pahami bahwa guided discovery learning dengan kemampuan pemecahan masalah siswa terdapat hubungan yang signifikan, baik pada tahap 5% maupun pada tahap 1%. Sedangkan untuk mengetahui penafsiran nilai rxy hasil dari perhitungan dapat dilihat daftar indeks dan makna korelasi berikut: Daftar Indeks Dan Makna Korelasi Besarnya AorAu Makna Korelasi 0,00-0,20 Antara variable X dan variable Y memang terdapat korelasi, akan tetapi itu sangat lemah, sehingga korelasi itu diabaikan . ianggap tidak ada korelasi antara variable X dan variable Y 0,20-0,40 Antara variable X dan variable Y terdapat korelasi yang lemah atau rendah 0,40-0,70 0,70-0,90 0,90-1,00 Antara variable X dan variable Y terdapat korelasi yang sedang atau cukup Antara variable X dan variable Y terdapat korelasi yang kuat atau tinggi Antara variable X dan variable Y terdapat korelasi yang yang sangat kuat/sangat tinggi Nilai rxy hasil hitungan 0,818 tersebut menunjukkan bahwa nilai itu berada dalam kelompok 0,70-0,90 yang bermakna antara variable X dan variable Y terdapat korelasi yang kuat atau tinggi. Dengan demikian, hasil hipotesis yang didapatkan dalam penelitian menunjukkan bahwa guided discovery learning dengan kemampuan pemecahan masalah siswa berpengaruh secara signifikan Pada Siswa kelas X Madrasah Aliyah JamAoiyah mahmudiyah Tanjung Pura. Pada uraian di atas telah dipaparkan sedemikian sehingga || Mida Fitriana, et. || Pengaruh Guided Discovery Learning. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 2022, hal 468-480 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety diketahui guided discovery learning dengan kemampuan pemecahan masalah siswa memiliki signifikan yang kuat atau tinggi. SIMPULAN Berdasarkan hasil deskripsi data, uji persyaratan analisis, hasil penelitian, temuan penelitian dan keterbatasan penelitian maka peneliti memperoleh kesimpulan sebagai berikut: . Hasil perhitungan angket guided discovery learning yang memiliki hasil rataan sebesar 51,9 median sebesar 54,8 modus sebesar 53,4 varians sebesar 26,04 dan simpangan baku sebesar 5, 10 dapat diterima dengan batas toleransi yang signifikan. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan. Kemampuan pemecahan masalah siswa memiliki hasil rataan rataan sebesar 53,4 median sebesar 53,7 modus sebesar 53,2 varian sebesar 18,19 dan simpangan baku sebesar 4,26 dan dapat diterima dengan batas toleransi yang signifikan. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang positif dan . Terdapat hubungan yang positif dan signifikan pada guided discovery learning dengan kemampuan pemecahan masalah dengan garis regresi Y=19,76 0,66 X . Terdapat korelasi yang signifikan antara guided discovery learning dengan kemampuan pemecahan masalah siswa pada mata pelajaran fikih di Madrasah Aliyah Swasta JamAoiyah Mahmudiyah Tanjung Pura setelah dilakukan uji regresi dengan rumus product moment dengan hasil hitung 0,818 dengan tingkat hubungan yang kuat atau tinggi. DAFTAR PUSTAKA