Volume 1 Issue 1 . Pages 20-26 Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Penanaman Karakter Peduli Sosial Melalui Program Sekolah Fiki Dzakiyyatul Aula1. Ajeng Rara Veronica2. Dwi Sekar Sari3 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. STIT Muhammadiyah Bojonegoro1,2,3 Abstrak Beberapa kasus tentang kurangnya kepedulian sosial di sekitar lingkungan masyarakat, seperti ketika ada teman atau orang . ertimpa musiba. , hal pertama yang dilakukan bukanlah Namun, justru sebaliknya beberapa individu lebih sibuk mengabadikan momen tersebut dengan memvidio, memoter, atau menyebarkan pada jejaring media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus latar empiris di MI Plus AlFatimah Bojonegoro. Sumber data primer pada penelitian ini yaitu guru kelas mulai dari kelas 13. Metode pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi di MI Plus Al-Fatimah Bojonegoro. Dalam proses pengumpulan data peneliti menggunakan teknik analisis data dari Miles dan Hubarman. Proses penanaman karakter peduli sosial pada peserta didik, terdapat dua tahapan yang dilakukan MI Plus Al-Fatimah Bojonegoro. Pertama, adalah keteladanan guru. Kedua, adalah pembiasaan yang harus dilakukan secara Sedangkan dalam menguatkan kedua tahapan tersebut, ada beberapa program, yaitu donasi korban bencana alam, dan bakti sosial. Kata Kunci: Karakter. Peduli Sosial. Program sekolah Abstract Strengthening the character in students must be carried out optimally so that it supports strengthening the identity of a nation that cares regardless of race and culture or even religion. In some cases about the lack of social care around the community, such as when there are friends or people, the first thing they do is not help them. However, on the contrary, some individuals are more busy capturing the moment by making videos or taking pictures, or spreading the m on social media networks. This study uses a qualitative method with an empirical case study approach at Al-Fatimah Elementary School. The primary data sources in this study were classroom teachers from grades 1-3. The data collection method used observation, semistructured interviews and documentation. In the process of collecting data, researchers used data analysis techniques from Miles and Hubarman. The process of inculcating social care characters in students, there are two stages: First, is the example of the teacher. Second, is habituation that must be done continuously. Meanwhile, in strengthening the two stages, several programs, namely: philanthropy, donations for victims of natural disasters, and social servic es. Keywords: Character. Social Care, school programme PENDAHULUAN Pendidikan adalah sebuah usaha sadar yang dilakukan oleh peserta didik untuk menemukan kebenaran yang absolut secara kritis dan objektif. Nuryanto, memberikan sebuah pandangan posisi pendidikan sebagai solusi pada realitas sosial. Maka, posisi pendidikan dalam filsafat praktis mempunyai tiga strata, yaitu naming, reflecting, and acting (Nuryanto, 2. Maka, pendidikan seharusnya dapat menjadi solusi dari berbagai permasalahan sosial 20 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2023 Penanaman Karakter Peduli Sosial Melalui Program Sekolah Salah satu tujuannya adalah mencetak peserta didik yang peduli pada sosial Ganiem dalam bukunya mendefinisikan peduli sebagai tindakan dasar yang dimiliki pada diri seseorang, sehingga menimbulkan perhatian dan tindakan terhadap permasalahan yang diketahuinya (Ganiem & dkk,2. Sedangkan pembahasan definisi sosial yang mempunyai beberapa teori, sebagaimana Durkheim menjelaskan tentang posisi sosial dalam masyarakat adalah sebuah kelompok yang mempunyai aturan . esepakatan bersam. sehingga dapat mempengaruhi pribadinya (Wirawan,2. Maka, penanaman peduli sosial dapat dilakukan secara beriringan dengan dukungan yang terdapat pada masyarakat sekitar. Sehingga peduli sosial tidak hanya sebagai pendefinisian, namun peduli sosial adalah perilaku yang dilakukan sesuai dengan aturan yang sudah disepakati. Selain itu realitas sosial mempunyai beberapa catatan penting untuk dilakukan perbaikan sedini mungkin. Sebagaimana Nursalam dkk, mengarisbawahi tentang pentingnya menumbuhkan karakter peduli sosial pada peserta didik melalui tiga tahapan (Nursalam et al. , 2. Pertama, penguatan kompetensi peserta didik sehingga dapat merubah pemikiran tentang pentingnya peduli sosial disekitarnya. Kedua, penumbuhan keinginan dalam bertindak yang baik kepada seluruh orang di sekitarnya, sehingga pada tahapan ketiga peserta didik dapat melakukan pembiasaan dalam memberikan uluran tangan kepada yang membutuhkan. Maka, posisi penting dalam penanaman karakter peduli sosial pada peserta didik khususnya tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah perlu diimplementasikan semaksimal mungkin. METODOLOGI Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus (Yin. Sebagaimana latar empiris pada pendahuluan. MI Plus Al-Fatimah Bojonegoro menjadi salah satu sekolah dasar yang cukup tanggap dalam memberikan kepekaan sosial pada diri Hal tersebut terlihat pada beberapa dokumentasi sekolah yang masuk baik pada dunia digital . edia sosia. maupun tertata secara offline. Sumber data primer pada penelitian ini yaitu guru kelas mulai dari kelas 1-3. Guru kelas mempunyai intensitas pertemuan yang cukup banyak dibandingkan guru mata pelajaran. Metode pengumpulan data menggunakan observasi Oleh karena posisi dari salah satu peneliti adalah guru kelas di MI Plus Al-Fatimah Bojonegoro, maka dilakukan wawancara semi terstruktur kepada seluruh guru kelas dan memaksimalkan dokumentasi yang terdapat pada MI Plus Al-Fatimah Bojonegoro. Dalam proses pengumpulan data peneliti menggunakan teknik analisis data dari Miles and Hubarman, kondensasi data, data display dan pencatatan kesimpulan (Miles et al. , 2. Untuk mengurangi pembiasan data, peneliti menggunakan uji keabsahan data dari Quin Patton yaitu triangulasi sumber. Secara aplikatif yaitu menggunakan sumber data dari guru kelas yang sama namun menggunakan metode yang berbeda. Sedangkan triangulasi metode, menggunakan metode yang sama seperti wawancara namun dilakukan kepada guru kelas . yang berbeda (Patton, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Penanaman Karakter Peduli Sosial Pada Peserta Didik Di MI Plus Al-Fatimah Bojonegoro Penanaman pendidikan karakter menjadi tujuan dari pemerintah Indonesia, (Duryat & Alphan, 2. dalam menuju Indonesia emas di tahun 2045, hal tersebut diamantkan dal am permendikbud melalui 18 pendidikan karakter (Hartono, 2. Sebagaimana negara Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2023 | 21 Penanaman Karakter Peduli Sosial Melalui Program Sekolah Jepang memberikan kewajiban penanaman karakter pada diri peserta didik melalui beberapa tahapan, salah satunya yaitu memasukkan classtime pada kurikulum sekolah dasar (Bamkin. Guru kelas dalam proses penanaman karakter peduli sosial di MI Plus Al-Fatimah Bojonegoro melalui beberapa langkah. Sebagaimana yang disampaikan oleh SW 1-A bahwa dalam menanamkan karakter peduli sosial melalui pendampingan siswa untuk melakukan beberapa kegiatan secara rutin dan terjadwal, sehingga kegiatan itu sudah menjadi pembiasaan bagi peserta didik. Hal yang dilakukan seperti tolong menolong, menjenguk teman yang terkena musibah sakit atau dalam kondisi berduka. Ketika pembelajaran, guru kelas membiasakan peserta didik untuk menggunakan alat tulis seperti gunting, krayon, rautan secara berkelompok, dengan begitu peserta didik akan belajar melatih ego sehingga memunculkan sifat peduli dengan kebutuhan teman-teman di sekitarnya. Selain melakukan pembiasaan, beberapa program sekolah juga mendukung kepedulian lainnya seperti filantropis. Program tersebut di awali awal berdirinya MI Plus Al-Fatimah. Program tersebut dibuat untuk menumbuhkan rasa gemar berinfaq pada siswa. Pada proses pelaksanaannya setiap peserta didik memasukkan uang infaq pada kotak infaq yang telah tersedia setiap hari JumAoat sesuai Setelah genap satu bulan, pihak sekolah sebagai pimpinan tertinggi menyalurkan kepada orang yang membutuhkan, selain itu uang hasil infaq juga digunakan untuk menjenguk teman yang sakit, keluarga yang meninggal, bencana alam dll. Penanaman karakter peduli sosial menjadi salah satu program yang terus dilakukan, sebagaimana amanah kementrian pendidikan dan kebudayaan dalam penguatan pendidikan Proses penanaman yang dilakukan FS guru kelas II-A, bahwa selaku guru kelas mencoba semaksimal mungkin melakukan contoh berupa pembiasaan pada peserta didik seperti membantu teman yang sedang sakit atau yang sedang mengalami kesulitan, berbagi makanan dengan teman, menjenguk teman yang sakit, bertakziah ke rumah teman yang sedang berduka, berinfaq melalui program filantropis, dan donasi untuk korban bencana Selain itu guru kelas menyelipkan penguatan ke dalam pembelajaran, seperti pembelajaran PPKn materi tentang tolong menolong, di sana guru kelas memberikan penguatan tentang bentuk dan pentingnya tolong menolong kepada sesama. Beberapa tahapan yang dilakukan untuk menanamkan karakter peduli sosial pada peserta didik juga dilakukan oleh AJS selaku guru kelas i-B yang menyampaikan bahwa karakter peduli sosial di MI Plus Al-Fatimah Bojonegoro dibiasakan melalui kegiatan yang dilakukan secara bertahap dan continue kepada peserta didik, seperti infaq melalui program filantropis, menjenguk dan membantu teman yang mendapatkan musibah, bertakziah ke keluarga teman yang berduka, kemudian mengumpulkan bantuan untuk korban bencana alam sebagai rasa duka kepada sesama. Seperti saat terjadi letusan gunung semeru dan lainnya. Donasi bencana alam yang terkumpul dari peserta didik diserahkan kepada ketua KKM Kecamatan Bojonegoro, kemudian disalurkan kepada pihak yang terdampak bencana alam. Adanya kegiatan tersebutdiharapkan peserta didik mampu memahami betapa pentingnya Selain itu guru kelas juga mengingatkan untuk saling tolong menolong kepada sesama, baik itu dengan teman ataupun guru. Selain mengingatkan dan mengarahkan peserta didik, guru kelas turut serta dalam kegiatan berinfaq maupun donasi kepada korban bencana alam sebagai bentuk pemberian contoh . kepada peserta didik. Berdasarkan dari beberapa hasil yang diperoleh dari wawancara, maka dapat disimpulkan bahwa penanaman karakter peduli sosial pada peserta didik di MI Plus AlFatimah Bojonegoro meliputi . Keteladanan, dalam hal ini guru tidak hanya mengarahkan 22 | Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2023 Penanaman Karakter Peduli Sosial Melalui Program Sekolah dan mengingatkan siswa untuk bertindak tolong menolong, dan peduli terhadap sesama, akan tetapi guru juga melakukan hal yang sama sehingga dapat diambil sebagai teladan bagi peserta . Pembiasaan, hal ini dilaksanakan melalui beberapa kegiatan secara rutin, sehingga kegiatan itu sudah menjadi kebiasaan bagi peserta didik. Kegiatan tersebut meliputi tolong menolong, menjenguk,mengunjungi teman yang sedang berduka, menggunakan alat tulis secara berkelompok, berinfaq, dan beberapa program kegiatan yang lainnya. MI Plus Al-Fatimah Bojonegoro juga memberikan beberapa program kegiatan untuk mendukung penanaman karakter peduli sosial pada peserta didik. Pertama, filantropi. Program tersebut sudah dilaksanakan sejak MI Plus Al-Fatimah Bojonegoro berdiri. Program tersebut dibuat untuk menumbuhkan rasa gemar berinfaq pada peserta didik. Dalam pelaksanaannya setiap siswa akan memasukan uang infaq ke kotak infaq yang sdah tersedia setiap hari JumAoat dengan kemampuan masing-masing. Pada satu bulan sekali kotak tersebut disetorkan kepada pihak sekolah, kemudian pihak sekolah menggunakan uang tersebut untuk menenguk teman sakit, takziah, disalurkan kepada orang yang kutrang mampu dan lain-lain. Peserta didik diarahkan untuk memberikan infaq terbaiknya yang kemudian didonasikan kepada korban bencana alam, salah satunya gunung semeru yang meletus pada bulan Desember 2021. program ini. MI Plus Al-Fatimah Bojonegoro bekerjasama dengan dengan KKM (Kelompok Kepala Madrasa. Kecamatan Bojonegoro dan Kemenag (Kementrian Agam. Kabupaten Bojonegoro dalam hal penyaluran donasi. Kendala Penanaman Karakter Peduli Sosial Pada Peserta Didik Di MI Plus AlFatimah Bojonegoro Pada penanaman karakter peduli sosial peserta didik di MI Plus Al-Fatimah Bojonegoro memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta didik serta kemajuan Selain itu dapat menjalankan amanah negara untuk menguatkan pendidikan karakter pada peserta didik. Akan tetapi dalam pelaksanaannya ditemukan beberapa kendala. Hal tersebut disampaikan oleh SW selaku guru kelas I-A bahwa saat ini yang cukup perlu pemahaman adalah pada peserta didik kelas 1. Peserta didik di kelas bawah awal membutuhkan arahan terkait pembiasaan dan teladan secara inklusif. Namun, masih terdapat beberapa anak belum menyadari pentingnya bersikap peduli terhadap kondisi di sekitar . cuh tak acu. Hal tersebut akan berpengaruh pada peserta didik lainnya. Untuk mengatasi hal tersebut, guru kelas selalu berusaha memberikan penguatan pada peserta didik tentang pentingnya peduli sekitar, sehingga peserta didik tidak hanya mampu melakukan tindakan, akan tetapi peserta didik mengetahui makna tentang mengapa harus melakukan tindakan Hal senada juga disampaikan oleh FS selaku guru kelas II-A, bahwa kendala masih ada pada beberapa peserta didik yang belum memahami tentang hasil dari peduli kepada Kelas bawah menjadi catatan beberapa guru kelas agar dapat ekstra dalam memberikan tauladan, pemahaman, serta pendampingan dalam melakukan kegiatan. Untuk mengatasinya guru kelas melakukan pendekatakan pada peserta didik yang kurang aktif dalam beberapa pembiasaan peduli sosial melalui pemberian reward untuk memacu semangat peserta didik agar berlomba-lomba melakukan kebaikan. Sedangkan AJS selaku guru kelas i-B menyampaikan bahwa kendala yang ditemukan yaitu masih terdapat beberapa siswa yang kurang sadar untuk peduli dengan sekitarnya. Sikap seperti itulah yang akan mempengaruhi perkembangan sikap antara satu individu dengan individu lainnya. Dalam menanggulangi kendala tersebut, para guru melakukan pendekatan Jurnal Cakrawala : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah 1. , 2. 2 6 Penanaman Karakter Peduli Sosial Melalui Program Sekolah dan berkoordinasi dengan orang tua dengan mengadakan parenting setiap semester, sebagai khazanah ilmu tentang pendidikan anak kepada para wali murid. Berdasarkan hasil pengumpulan data di atas dapat diambil kesimpulan tentang fokus masalah beberapa kendala dalam menanamkan karakter peduli sosial pada peserta didik di MI Plus Al-Fatimah Bojonegoro meliputi, . Kurangnya kesadaran peserta didik tentang pentingnya tolong menolong serta peduli terhadap sesama. Untuk mengatasi masalah tersebut, guru kelas melakukan pendekatan dan penguatan tentang pentingnya bersikap tolong menolong serta peduli kepada sesama. Selain itu, guru kelas memberikan reward untuk memotivasi kepada peserta didik agar lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran maupun pembiasaan dan arahan guru. Perbedaan perkembangan sikap pada anak yang disebabkan karena pengaruh di lingkungan luar sekolah, seperti kecanduan dalam bermain game serta tayangan televisi yang kurang mendidik. Dalam mengatasi kendala ini guru MI Plus AlFatimah melakukan koordinasi dengan orang tua agar senantiasa memantau kegiatan anak selama di rumah, menggunakan buku penghubung sebagai sarana dalam memantau kegiatan anak di rumah, dan mengadakan program parenting setiap semester untuk menambah wawasan kepada orang tua tentang pendidikan anak. SIMPULAN Berdasarkan dari hasil dan pembahasan di atas riset ini dapat di ambil kesimpulan, bahwa dalam proses penanaman karakter peduli sosial pada peserta didik, terdapat dua tahapan yang dilakukan MI Plus Al-Fatimah Bojonegoro. Pertama, adalah keteladanan dari guru. Kedua, adalah pembiasaan yang harus dilakukan secara continue. Sedangkan dalam menguatkan kedua tahapan tersebut. MI Plus Al-Fatimah Bojonegoro, menggunakan beberapa program yaitu: Filantropi, . Donasi korban bencana alam, dan Bakti sosial. Dengan adanya program-program di atas, proses penanaman karakter peduli sosial pada peserta didik dapat berjalan secara maksimal. Namun, terlepas dari berbagai terobosan di atas. MI Plus AlFatimah Bojonegoro juga mengalami beberapa kendala, seperti: kurangnya kesadaran peserta didik tentang pentingnya tolong menolong dan peduli terhadap sesama, terutama pada peserta didik tingkat bawah yang masih perlu pendampingan dalam proses penanaman karakter peduli sosial. Dalam kendala ini guru mencoba memberikan reward sebagai salah satu motivasi pada peserta didik. Selain itu terdapatnya perbedaan perkembangan sikap pada peserta didik yang disebabkan karena pengaruh sarana hiburan, seperti game dan tayangan televisi, dalam menghadapi kendala ini, sekolah memberikan program parentingagar tercipta hubungan antara guru, orang tua dan peserta didik. DAFTAR PUSTAKA