Economos :Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 8. Nomor 3. Desember 2024 p-ISSN. e-ISSN. 2655-321X PENGARUH EARNINGS PER SHARE (EPS) DAN DEBT EQUITY RATIO (DER) TERHADAP RETURN SAHAM SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI PADA BURSA EFEK INDONESIA The Effect of Earnings Per Share (EPS) and Debt To Equity Ratio (DER) On Stock Returns In The Consumer Goods Industry Sector on The Indonesia Stock Exchange Zulkifli Setiok. Suriyanti. Arifin Sugianto. Zahrah Mukhtar. Sitti Zalsamalah. Rama Patawari. Email: zulkiflisetiok@gmail. , suriyantimangkona@umi. , sugianto88@gmail. , zahrahmukhtar3@gmail. , sittizalsamalamaulinamanjas@gmail. Ramapatawari79@gmail. Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia Makassar Jl. Urip Sumoharjo No. Panaikang. Kec. Panakkukang. Kota Makassar Sulawesi Selatan 90231 User: suriyanti Abstract The capital market serves as a platform for investors to allocate their capital, one of which is through stocks. This study aims to analyze the effect of Earnings Per Share (EPS) and Debt Equity Ratio (DER) on stock prices. The study utilizes secondary data, specifically the Annual Reports of Consumer Goods Industry Sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2020Ae2023 period, obtained from the website w. Respondent sampling was conducted using purposive sampling. The data analysis method employs a multiple linear regression analysis with a quantitative approach using a specialized application. The findings of this study reveal that: . Hypothesis testing results indicate that the earnings per share variable has a positive and significant effect on stock returns. Hypothesis testing results also show that the debt equity ratio variable has a positive and significant effect on stock This indicates that a higher debt-to-equity ratio impacts the increase in stock returns for consumer goods industry companies. Keywords : Earnings Per Share. Debt Equity Ratio. Stock Returns Abstrak Pasar modal berfungsi sebagai sarana bagi investor untuk menanamkan modal mereka, salah satunya melalui saham. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Earnings Per Share (EPS) dan Debt Equity Ratio (DER) terhadap harga saham. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data Laporan Tahunan perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi di Bursa Efek Indonesia tahun 2020-2023 dari website id dan pengambilan sampel responden dilakukan dengan cara purposive sampling . Metode analisis datanya menggunakan aplikasi khusus analisis regresi linier berganda dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: . Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel earnings per share berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel debt equity ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Artinya semakin tinggi rasio hutang ekuitas maka berpengaruh terhadap peningkatan return saham pada perusahaan industri barang konsumsi. Kata Kunci: Earning Per Share. Debt Equity Ratio. Return Saham PENDAHULUAN Modal merupakan elemen penting dalam kegiatan ekonomi, terutama di era modernisasi saat ini, yang sangat dibutuhkan oleh negara-negara yang beralih menuju sistem ekonomi Pasar modal memberikan alternatif pendanaan bagi bisnis selain perbankan, yang dapat menjadi sumber kemajuan ekonomi. Pasar modal memungkinkan akses terhadap modal dengan biaya yang relatif lebih rendah dan menawarkan peluang investasi jangka pendek maupun jangka panjang (Nenobais dan Manafe, 2. Pasar modal berfungsi sebagai sarana bagi investor untuk menanamkan modal mereka, salah satunya melalui saham. Investor tertarik pada saham karena potensi memperoleh dividen atau capital gain (Jamilah, 2. Saham merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan, di mana para pemegang saham berhak atas hasil keuntungan perusahaan (Fitra dan Nursito. Meskipun demikian, investasi saham juga memiliki risiko yang signifikan. Bagi perusahaan yang go public, pasar modal menyediakan akses untuk memperoleh pendanaan yang lebih besar, yang mendukung kelangsungan operasi dan daya saing mereka. Pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari bertambahnya jumlah perusahaan yang terdaftar di bursa efek Indonesia (BEI), yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Salah satu sektor yang penting adalah industri barang konsumsi, yang memproduksi kebutuhan sehari-hari seperti makanan, minuman, farmasi, rokok, kosmetik, dan barang rumah tangga. Sektor ini memiliki keunggulan di masa krisis, karena kebutuhan konsumsi sehari-hari tetap ada, menjadikan saham perusahaan dalam sektor ini cukup tahan terhadap gejolak pasar. Harga saham perusahaan industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI selama periode 2018 hingga 2022 menunjukkan fluktuasi yang signifikan. Beberapa perusahaan mengalami kestabilan harga saham, sementara yang lain menunjukkan perubahan yang tajam, seperti PT Multi Bintang Indonesia yang mengalami kenaikan harga saham sebesar 12% antara 2018 dan Sebaliknya. PT Sekar Laut mengalami peningkatan harga saham yang signifikan pada 2021 . %), namun mengalami penurunan yang drastis pada 2020 . %). Data ini menggambarkan fluktuasi harga saham yang terjadi dalam sektor industri barang konsumsi, yang dipilih dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat pengembalian . investasi merupakan faktor penting yang mempengaruhi keputusan investor. Investor cenderung tertarik pada perusahaan yang menawarkan tingkat pengembalian tinggi dengan risiko rendah. Sebaliknya, jika pengembalian meningkat tetapi disertai peningkatan risiko, perusahaan tersebut menjadi kurang menarik. Return terdiri dari dividen . dan capital gain, yang mencerminkan perbedaan antara harga beli dan harga jual saham (Wulandari, 2. Tujuan utama investor adalah untuk memperoleh return yang sesuai dengan ekspektasi mereka, meskipun tidak semua return yang diinginkan terealisasi sesuai Beberapa penelitian terdahulu mengkaji hubungan antara faktor-faktor seperti earning per share (EPS) dan price-earning ratio (PER) dengan return saham. Penelitian oleh Santy . dan Rahmat & Fatimah . menunjukkan bahwa EPS dan PER memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Namun, penelitian lain oleh Kurniati dan Pratama . menyatakan bahwa keduanya tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Penelitian yang melibatkan PBV (Price to Book Valu. dan DER (Debt to Equity Rati. juga menghasilkan temuan yang beragam. Wahasusmia dan Badaria . mengungkapkan bahwa PBV dan DER berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, sementara Kurniati dan Pratama . menyatakan sebaliknya, bahwa keduanya tidak berpengaruh Perbedaan hasil temuan ini menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi return saham perusahaan di Indonesia, khususnya pada sektor industri barang konsumsi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk menguji hipotesis dengan menganalisis data statistik dari populasi atau sampel tertentu. Lokasi penelitian ini adalah situs web resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dapat diakses melalui w. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di BEI dalam sektor industri barang konsumsi hingga tahun 2023. Untuk pengambilan sampel, digunakan teknik Purposive Sampling, yang bertujuan untuk memilih sampel yang representatif sesuai dengan kriteria tertentu. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, sampel yang digunakan terdiri dari 10 perusahaan dengan data selama 4 tahun, sehingga total sampel yang dianalisis adalah sebanyak 40 data poin. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan, yang diperoleh dari situs web resmi BEI . dan situs web masingmasing perusahaan. Sebelum melakukan analisis, dilakukan pengujian persyaratan analisis yang meliputi uji normalitas, uji multikolinieritas, dan uji heteroskedastisitas untuk memastikan keabsahan data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda untuk menguji hubungan antara variabel independen dengan return saham Implikasi Penelitian: Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi return saham pada perusahaan industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI. Implikasi praktis dari penelitian ini bagi investor adalah sebagai acuan dalam membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi, khususnya dalam memilih saham perusahaan dengan tingkat return yang optimal dan risiko yang terkelola dengan baik. Bagi perusahaan, hasil penelitian ini bisa menjadi pertimbangan untuk meningkatkan kinerja keuangan dan strategi yang dapat menarik minat investor. Selain itu, temuan ini dapat menjadi kontribusi bagi kebijakan pasar modal Indonesia dalam memperkuat transparansi dan efisiensi Secara akademis, penelitian ini juga memperkaya literatur yang ada mengenai hubungan antara faktor-faktor fundamental perusahaan dengan return saham, serta menjadi referensi untuk penelitian lebih lanjut di bidang ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Analisis Statistik Deskriptif Peneliti menggunakan statistik deskriptif dalam penelitian ini untuk memberikan informasi mengenai gambaran atau deskripsi variabel dalam penelitian: Tabel 1 Hasil Uji Pengujian Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Earning Per Share -235,79 281,98 9,1065 68,80629 Debt Equity Ratio ,06 3,58 1,0016 ,99626 Return Saham -36542,00 44342,00 646,1519 12596,80234 Sumber: Data primer diolah. Tahun 2024 Berdasarkan hasil perhitungan dari tabel diatas diketahui jumlah data atau pada setiap variabel yaitu 40 sampel. Earnings per share sebagai variabel independen memiliki nilai minimum sebesar -235,79 dan nilai maximum sebesar 281,98. Variabel earnings per share memiliki nilai mean . ata-rat. sebesar 9,1065. Debt equity ratio sebagai variabel independen memiliki nilai minimum sebesar 0,06 dan nilai maximum sebesar 3,58. Variabel debt equity ratio memiliki nilai mean . ata-rat. sebesar 1,0016. Return saham sebagai variabel independen memiliki nilai minimum sebesar -36542 dan nilai maximum sebesar 44342. Variabel return saham memiliki nilai mean . ata-rat. sebesar 646,1519. Uji Asumsi Klasik Gambar 1. Hasil Uji Normalitas Sumber: Data primer yang diolah 2024 Dari Gambar 1, dapat dilihat bahwa data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, sehingga dapat disimpulkan bahwa distribusi data adalah Tabel 2 Hasil Uji Multikolinearitas Toleransi Varian Inflation Factor (VIF) Earning Per Share 1,000 1,000 Debt Equity Ratio 1,000 1,000 Variabel Keterangan Tidak terjadi Multikolineritas Tidak terjadi Multikolineritas Sumber: Data primer yang diolah 2024 Berdasarkan Tabel 2, menunjukkan nilai tolerance > 0,10 yang artinya tidak terdapat kolerasi antar variabel. Masing-masing variabel Independen memiliki nilai Variance Inflation Factor (VIF) menunjukkan nilai < 10. Hal ini berarti bahwa variabel independen pada penelitian ini tidak menunjukkan adanya gejala multikolinieritas sesama variabel independen. Sehingga dapat disimupulkan bahwa model regresi ini terbebas dari multikolinearitas. Tabel 3 Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of the Square Estimate ,536 ,287 ,248 7095,08643 Predictors: (Constan. Debt Equity Ratio. Earning Per Share Dependent Variable: Return Saham Model R Square DurbinWatson ,823 Sumber: Data primer yang diolah 2024 Dari hasil output table 3 didapat nilai DW yang dihasilkan dari model regresi adalah nilai koefisien Durbin-Watson besarnya 0,823. Yang dimana nilai DW berada diantara 3 < DW < 3 (-3 < 0,823 < . dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam regresi antara variabel earning per share dan debt equity ratio terhadap return saham tidak terjadi autokorelasi Analisis Regresi Berganda Tabel 4 Hasil Uji t Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. 15,716 1584,691 ,010 Earning Per Share 18,036 6,240 ,401 2,891 Debt Equity Ratio 3750,620 1460,950 ,356 2,567 F hitung = 7. = 0,536 = 0,287 Sig = 0,002 Sumber: Data primer yang diolah 2024 Sig. ,992 ,006 ,014 Berdasarkan pada Tabel 4. Maka persamaan regresi yang di dapatkan dari hasil perhitungan adalah sebagai berikut: Y = 15,716 0,18036 X1 3750,620 X2 Nilai konstan yaitu o = 15,716, mempunyai arti bahwa, apabila variabel earning per share dan debt equity ratio sebesar 15,716 tidak mengalami perubahan, maka return saham sebesar 15,716. Koefisien variabel Earning Per Share (X. sebesar 0,18036 yang berarti hal ini berarti apabila Earning Per Share meningkat satu persen, maka return saham meningkat sebesar 18,04%. Koefisien variabel Debt Equity Ratio (X. sebesar 3750,620 yang berarti hal ini berarti apabila Earning Per Share meningkat satu persen, maka return saham meningkat sebesar 3750%. Uji Koefisien Korelasi (R) Analisis ini digunakan untuk mengetahuai besarnya proporsi sumbangan variabel independen earning per share dan debt equity ratio terhadap variable dependen return saham. Koefisien korelasi (R) = 0. 536 menunjukkan bahwa korelasi variabel Independen dan variabel dependen sangat erat kaitannya dan bernilai positif dan mendekati 1. Uji Koefisien Diterminasi. (R. Nilai Koefisien determinasi (R. = 0,287 yang menunjukkan bahwa variasi dari return saham, dapat dijelaskan oleh variabel earning per share dan debt equity ratio, sebesar 55,9%, sedangkan sisanya sebesar 28,7%, dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Hasil Uji F Tabel 5 diatas diperoleh F-hitung = 7. 444 > Ftabel = 2. 71, serta memiliki tingkat signifikansi 0,002. Karena probabilitas 0,002 jauh lebih kecil dari 0,05, maka dapat dikatakan bahwa model regresi yang telah digunakan dapat meningkatkan earning per share dan debt equity ratio secara bersama-sama berpengaruh terhadap return saham. Hipotesis yang menyatakan bahwa earning per share dan debt equity ratio berpengaruh positif dan signifikan return saham. Terbukti Diterima. Uji t (Uji Parsia. Untuk mengetahui pengaruh secara parsial dari masing- masing variabel independen yaitu variabel earning per share dan debt equity ratio berpengaruh terhadap return saham, maka berikut ini akan dijelaskan: Variabel Penempatan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Berdasarkan hasil penelitian yang menguji pengaruh earning per share terhadap return saham nilai t hitung = 2,891 > t tabel = 2. 01808, dengan tingkat signifikansi sebesar 0,006, lebih kecil jika dibandingkan dengan tingkat = 5%. Hasil ini menunjukkan bahwa secara perhitungan statistik earning per share berpengaruh terhadap return saham. Dengan demikian hipotesis pertama yang menyatakan bahwa AuEarning per share berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham terbukti (H1 diterim. Ay. Variabel Pengalaman Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Berdasarkan hasil penelitian yang menguji pengaruh debt equity ratio terhadap return saham nilai t hitung = 2,567 > t tabel = 2. 01808, dengan tingkat signifikansi sebesar 0,014, lebih kecil jika dibandingkan dengan tingkat = 5%. Hasil ini menunjukkan bahwa secara perhitungan statistik earning per share berpengaruh terhadap return saham. Dengan demikian hipotesis kedua yang menyatakan bahwa AuDebt equity ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham terbukti (H2 diterim. Ay. Pembahasan Earning per share terhadap return saham Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa variabel earning per share memberi pengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Artinya semakin tinggi earning per share maka berpengaruh terhadap peningkatan return saham pada perusahaan industri barang konsumsi. Kenaikan EPS berarti perusahaan sedang dalam tahap pertumbuhan atau kondisi keuangannya sedang mengalami peningkatan dalam penjualan dan laba. Apabila EPS suatu perusahaan tinggi ini akan meningkatkan investor untuk membeli dan menawar saham yang mengakibatkan harga saham akan tinggi. EPS yang tinggi menandakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bersih setiap lembar saham juga tinggi yang akan berpengaruh teradap return yang diperoleh investor dipasar modal. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan Ismarinanda dan Bawono, . , yang menyatakan bahwa EPS sangat berpengaruh pada Return saham, semakin tinggi EPS semakin tingi tingkat return saham dan sebaliknya. Hal ini memberikan implikasi bahwa investor melihat nilai Earning Per Share yang tinggi sebagai salah satu informasi untuk berinvestasi agar mendapatkan return yang besar karena menunjukan berapa banyak uang yang dihasilkan perusahaan untuk pemegang Berbeda dengan hasil penelitian yang di lakukan oleh Karlina. Earning Per Share mempunyai pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap Return Saham. Hal ini menunjukkan bahwa EPS bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi return saham. Bagi para peneliti lanjutan, sebaiknya perlu perlu menambah variabel-variabel lain yang memberikan pengaruh dan tidak pengaruh terhadap Return saham sehingga dapat diketahui faktor mana yang paling berpengaruh dan tidak berpengaruh dalam upaya peningkatan Return saham, menambah waktu penelitian dan menambah sampel perusahaan. Debt equity ratio terhadap return saham Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa variabel debt equity ratio memberi pengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Artinya semakin tinggi debt equity ratio maka berpengaruh terhadap peningkatan return saham pada perusahaan perusahaan industri barang konsumsi. DER mencerminkan risiko perusahaan yang relatif tinggi, sehingga pada umumnya investor akan cenderung menghindari saham-saham yang memiliki nilai DER yang tinggi. Semakin tinggi risiko dari penggunaan lebih banyak hutang akan cenderung menurunkan harga saham. Investor diharapkan mampu memperhatikan kesehatan perusahaan melalui perbandingan antara modal sendiri dengan modal pinjaman. Penggunaan hutang yang besar dapat mengakibatkan semakin rendahnya kemampuan perusahaan dalam membayar hutangnya sehingga risiko yang dimiliki perusahaan akan meningkat. Para investor cenderung menghindari risiko, maka ketika DER tinggi akan membuat saham perusahaan semakin dihindari oleh investor. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan Wingsih . dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa DER secara simultan berpengaruh positif pada return saham Hasil yang didapatkan mengindikasikan adanya pertimbangan yang berbeda dari sebagian investor dalam memandang DER. Beberapa investor memiliki sifat suka mengambil risiko . isk seeke. akan cenderung memilih saham-saham yang memiliki tingkat DER yang tinggi. Investor tersebut memandang besarnya DER sebagai bentuk tanggungjawab perusahaan terhadap pihak ketiga yaitu kreditur yang telah memberikan pinjaman kepada perusahaan. Sehingga ketika nilai DER yang semakin tinggi maka akan memperbesar tanggungan yang dimiliki perusahaan. Namun demikian dari beberapa investor justru memandang bahwa perusahaan yang tumbuh pastinya akan memerlukan hutang sebagai dana tambahan guna memenuhi pendanaan di dalam Perusahaan tersebut memerlukan banyak dana operasional yang tidak mungkin dapat dipenuhi hanya dari modal sendiri yang dimiliki perusahaan Berbeda dengan hasil penelitian yang di lakukan oleh Puspitadewi dan Sayed. Sylvia. , dan Mas' Ud. dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa debt to equity ratio tidak berpengruh signifikan terhadap return saham Artinya bahawa tinggi dan rendahnya nilai debt to equity ratio tidak akan mempengaruhi nilai return saham. Return saham merupakan selisih harga beli dan harga jual. Jika harga beli lebih rendah dari harga jual maka akan mendapatkan capital gain. begitupu sebaliknya, jika harga beli lebih tinggi dari harga jual maka akan mendapatkan capital loss. Sedangkan utang yang digunakan untuk kepentingan investasi perusahaan digunakan untuk mendukung pertumbuhan perusahaan jangka panjang sehingga akan menghasilkan laba yang tinggi. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan data yang telah dikumpul dan pengujian hipotesis dengan analisis regresi linear berganda telah dilakukan, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Earning per share memberi pengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Artinya semakin tinggi earning per share maka berpengaruh terhadap peningkatan return saham pada perusahaan industri barang konsumsi. Kenaikan EPS berarti perusahaan sedang dalam tahap pertumbuhan atau kondisi keuangannya sedang mengalami peningkatan dalam penjualan dan laba. Debt equity ratio memberi pengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Artinya semakin tinggi debt equity ratio maka berpengaruh terhadap peningkatan return saham pada perusahaan manufaktur. DER mencerminkan risiko perusahaan yang relatif tinggi, sehingga pada umumnya investor akan cenderung menghindari saham-saham yang memiliki nilai DER yang tinggi. Semakin tinggi risiko dari penggunaan lebih banyak hutang akan cenderung menurunkan harga saham. Saran Saran-saran yang dapat diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut: Perusahaan perlu mengkaji terlebih dahulu faktor-faktor yang mempengaruhi return saham baik faktor internal seperti rasio-rasio keuangan perusahaan maupun faktor eksternal, seperti kondisi ekonomi. Untuk hasil penelitian yang lebih baik dikemudian hari para peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan data yang langsung dipublikasikan oleh perusahaan sampel karena digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, sehingga analisis data sangat tergantung pada hasil publikasi data . aporan keuangan Laporan keuangan sebagai data rasio mempunyai keterbatasan karena perusahaan mempunyai metode dan kebijakan akuntansi yang berbeda sehingga sulit untuk diperbandingkan. Serta sebaiknya memperluas sektor yang DAFTAR PUSTAKA