Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 PENGEMBANGAN PERTANIAN DAN PETERNAKAN DALAM RANGKA PERCEPATAN PERTUMBUHAN INDUSTRI KELOMPOK TEKSTIL. KULIT. DAN KARET DI KALIMANTAN TIMUR Karmini*1. Karyati2. Kusno Yuli Widiati3 Fakultas Pertanian. Universitas Mulawarman. Kampus Gunung Kelua. Jl. Pasir Balengkong. Samarinda. Kalimantan Timur. Indonesia. Telp: 62-541-2083337. 2, 3 Fakultas Kehutanan. Universitas Mulawarman. Kampus Gunung Kelua. Jl. Ki Hajar Dewantara. Samarinda. Kalimantan Timur. Indonesia. Telp. 62-541-735089, 749068 Fax. 62-541-735379. E-Mail: karmini. kasiman@yahoo. com (*Corresponding autho. Submit: 18-01-2025 Revisi: 04-02-2025 Diterima: 14-02-2025 ABSTRAK Pengembangan Pertanian dan Peternakan dalam Rangka Percepatan Pertumbuhan Industri Kelompok Tekstil. Kulit, dan Karet di Kalimantan Timur. Industri manufaktur di Kalimantan Timur termasuk diantaranya kelompok tekstil, kelompok kulit . ulit, barang dari kulit, dan alas kak. , dan kelompok karet . aret, barang dari karet, dan plasti. , perlu dipacu pertumbuhannya karena pertumbuhan nilai brutonya relatif masih rendah jika dibandingkan beberapa tahun lalu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan industri manufaktur. pertumbuhan industri kelompok tekstil, kulit, dan karet. dan pertumbuhan nilai tambah bruto industri di Kalimantan Timur. mendeskripsikan peran pertanian sebagai pemasok bahan baku bagi industri serta merumuskan upaya pengembangan pertanian dan peternakan untuk mempercepat pertumbuhan industri kelompok tekstil, kulit, dan karet. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Jumlah industri manufaktur di Kalimantan Timur menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat khususnya industri kelompok tekstil dan karet, tetapi jumlah industri kelompok kulit mengalami penurunan pada beberapa tahun terakhir. Serapan tenaga kerja pada sektor industri berfluktuasi di Kalimantan Timur, di mana terjadi peningkatan pada industri kelompok kulit dan karet pada beberapa tahun terakhir, sebaliknya terjadi pada industri kelompok tekstil. Laju pertumbuhan nilai bruto industri manufaktur di Kalimantan Timur . ,58 pada tahun 2. perlu ditingkatkan. Sektor pertanian dan peternakan berperan sebagai pemasok bahan baku bagi Upaya pengembangan sektor pertanian dan peternakan untuk mempercepat pertumbuhan industri kelompok tekstil, kulit, dan karet antara lain peningkatan permintaan akan produk. peningkatan kuantitas dan kualitas pelaku usaha. optimalisasi pemanfaatan lahan. efisiensi penggunaan sarana produksi dan penggalakan diversifikasi sarana produksi. dan penerapan teknologi yang sesuai dalam proses produksi. Kata kunci : Industri Tekstil. Industri Kulit. Industri Karet. Pertanian. Peternakan. ABSTRACT Development of Agriculture and Livestock to Growth Acceleration of the Textile. Leather, and Rubber Groups Industry in East Kalimantan. The manufacturing industry in East Kalimantan, including the textile group, leather group . eather, leather goods, and footwea. , and rubber group . ubber, rubber goods, and plastic. , needs to stimulate its growth because the growth of its gross added value is still relatively low, if its compared to some last years. The aims of this research were to know the development of manufacturing industry, the growth of textile, leather, and rubber groups industry, and the growth of gross added value of industry in East Kalimantan, to describe the role of agriculture as a supplier of raw materials for industry, and to formulate efforts to develop the agriculture and livestock to accelerate the growth of textile, leather, and rubber groups industry. This research used descriptive method. The number of industries in East Kalimantan shows an increasing trend, including textile and rubber industries, but the number of leather industry has decreased in recent years. Labor absorption in the industrial sector fluctuates in East Kalimantan, where there has been an increase in the leather and rubber groups industry in recent years, whereas the opposite has occurred in the textile group industry. The growth rate of gross value of manufacturing industry This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Pengembangan Pertanian dan Peternakan A Karmini et al. in East Kalimantan . 58 in 2. needs to be increased. Agriculture and livestock sectors act as suppliers of raw materials for industry. Efforts to develop the agriculture and livestock sectors to accelerate the growth of textile, leather, and rubber groups industry include increasing the products demand. increasing the quantity and quality of business actors. optimizing the land use. using the production factors efficienly. diversificating the production factors. and applying the appropriate technology in the production process. Key words : Agriculture. Livestock. Textile Industry. Leather Industry. Rubber Industry. PENDAHULUAN Industri memiliki peranan penting di dalam perekonomian nasional dan teruji dapat bertahan dari badai krisis global memproduksi barang dan jasa sesuai keperluan masyarakat (Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur (BPS Prov. Kalti. , 2. Lokasi produksi industri meliputi kawasan perkotaan maupun di wilayah pedesaan (BPS Prov. Kaltim, 2022. menyebabkan luasnya jangkauan industri dalam menyerap tenaga Industri berkembang di masyarakat antara lain industri kelompok tekstil. kelompok kulit . ulit, barang dari kulit, dan alas kak. dan industri kelompok karet . aret, barang dari karet, dan plasti. , dan industri lainnya. Jumlah industri mikro dan kecil di Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2022 sebanyak 26. 224 perusahaan. Namun, pertumbuhan industri tidak merata di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Industri mikro dan kecil paling banyak berkembang di Kota Bontang . 731 perusahaa. dan yang paling sedikit di Kabupaten Kutai Timur . , sementara belum ada data di KabupatenMahakam Ulu (BPS Prov. Kaltim, 2. Sektor industri menghasilkan barang dan jasa yang nilainya dinyatakan antara lain dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Laju pertumbuhan PDRB menunjukkan kemampuan suatu sektor untuk meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan rakyat yang mendukung upaya stabilitas ekonomi secara dinamis mewujudkan kemakmuran masyarakat (Karmini dkk. , 2. Laju pertumbuhan nilai tambah bruto industri manufaktur di Kalimantan Timur pada tahun 2022 hanya sebesar 3,58%, di mana masih lebih rendah jika dibandingkan laju pertumbuhan pada tahun 2016 yang mencapai 5,46% (BPS Prov. Kaltim, 2022b. BPS Prov. Kaltim. Oleh karena itu perlu upaya untuk pengembangan industri. Hal ini sesuai dengan sasaran dalam rencana kinerja Direktorat Jenderal Industri Kecil. Menengah, dan Aneka tahun 2023 (Dirjen Industri Kecil. Menengah, dan Aneka Republik Indonesia, kemandirian, dan kemampuan industri dalam perekonomian nasional, penguatan implementasi making Indonesia 4. penguatan kewirausahaan, dan persebaran Industri pengolahan yang meningkat akan mendorong percepatan kegiatan Sejalan dengan hal tersebut,peningkatan industri pengolahan juga akan memicu persaingan usaha pemasaran produk (Karmini, 2. Sebagai gambaran, karet alam Indonesia mempunyai keunggulan komparatif . aya sain. yang lebih unggul jika dibandingkan Thailand dan Malaysia. Namun pangsa pasar karet Indonesia lebih rendah dibandingkan Thailand dalam sepuluh tahun terakhir (Victor, 2. Nilai tambah industri karet alam Indonesia paling rendah dibandingkan Malaysia dan Thailand. Hal ini menunjukkan jika industri karet Indonesia masih bergantung pada produk primernya yaitu memproduksi karet Pada sisi lain, penyerapan industri manufaktur dalam negeri yang mengubah karet mentah menjadi barang jadi dari karet This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. hanya sekitar 16% (Kurnia dkk. , 2. Oleh karena itu industri seyogyanya dapat memproduksi produk-produk dengan daya saing unggul sehingga mampu bertumbuh dan berkembang (Karmini, 2. Produk yang unggul dapat dihasilkan jika menggunakan bahan baku yang berkualitas di samping faktor lainnya. Hasil penelitian Akay dkk. menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan antara jumlah produksi tekstil dengan jumlah penduduk. Produk Domestik Bruto, produksi kapas, dan tingkat inflasi. Hasil penelitian terdahulu (Karmini dan Karyati, 2. menunjukkan beberapa faktor internal dan eksternal berpengaruh terhadappeningkatan usaha kecil dan mikro golongan makanan, minuman, dan tembakau seperti motivasi, bahan baku, modal usaha, keuangan, pemasaran, pembinaan, dan iklim usaha. Industri kelompok tekstil, kulit, dan karet membutuhkan bahan baku untuk proses produksi dan sebagian adalah dari hasil produksi sektor pertanian dan Minimnya bahan baku industri menyebabkan masih digunakan produk impor dalam industri. Menurut Faizan . , ketergantungan bahan baku impor adalah masalah klasik yang dihadapi industri tekstil dalam negeri. Masalah ini sebenarnya menjadi peluang bagi sektor pertanian dan peternakan untuk tumbuh dan berkembang sehingga menjadi pemasok bahan baku dalam negeri. Jika bahan baku tersedia secara kontinyu dengan harga yang terjangkau maka keberlangsungan industri diharapkan dapat terjamin sehingga akan mendorong Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa sektor pertanian memilikiperan penting dalam upaya pertumbuhan perekonomian masyarakat semakin meningkat (Karmini , 2. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Tujuan penelitian ini adalah untuk manufaktur di Kalimantan Timur, pertumbuhan industri kelompok tekstil, kulit, dan karet di Kalimantan Timur, pertumbuhan nilai tambah bruto industri manufaktur di Kalimantan Timur, mendeskripsikan peran pertanian sebagai pemasok bahan baku bagi industri kelompok tekstil, kulit, dan karet, serta kelompok tekstil, kulit, dan karet. Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan dan rekomendasi tentang berbagai upaya yang dapat ditempuh untuk pengembangan pertanian, peternakan, dan industri. METODA PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian ini mencakup industri kelompok tekstil. industri kelompok kulit . ulit, barang dari kulit, dan alas dan industri kelompok karet . aret, barang dari karet, dan plasti. yang berada di wilayah Provinsi Kalimantan Timur. Indonesia. Penelitian dilaksanakan sejak Januari hingga Mei 2024. Jenis dan Sumber Data Sumber data penelitian ini berupa laporan yang telah dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur. Sejumlah data yang berhasil dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi jumlah industri mikro, kecil, sedang, dan besar di Kalimantan Timur tahun 2020-2022, beserta jumlah tenaga kerjanya, baik secara umum maupun khusus industri kelompok tekstil, kulit, dan karet. Selain itu juga ada laju pertumbuhan nilai bruto industri manufaktur di Kalimantan Timur tahun 2016-2021. Penelitian ini juga mengumpulkan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Pengembangan Pertanian dan Peternakan A Karmini et al. data populasi sapi, kambing, kerbau, dan domba di Kalimantan Timur tahun 2021 dan 2022 serta luas areal tanaman karet dan produksi karet di Kalimantan Timur tahun 2019-2023. Analisis Data Pendekatan deskriptif digunakan manufaktur yang saat ini berkembang di Kalimantan Timur. Di samping itu ditampilkan profil industri kelompok tekstil, kulit, dan karet di provinsi ini. Eksplorasi data dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh peran pertanian dan peternakan dalam mendukung perkembangan industri kelompok tekstil, kulit, dan karet di lokasi penelitian. Sementara itu upaya tekstil, kulit, dan karet dibahas secara komprehensif pada bagian akhir. HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN DAN Industri Manufaktur di Kalimantan Timur Undang-undang Nomor 9 tahun 1995 menyebutkan industri adalah suatu proses untuk mengolah bahan baku menjadi suatu produk jadi atau produk setengah jadi. Terdapat perbedaan antara istilah industri dan istilah usaha. Istilah industri selalu terkait dengan proses rekayasa teknologi, sedangkan istilah usaha meliputi suatu upaya untuk mendapatkan keuntungan baik melalui mekanisme proses maupun jasa non proses. Industri manufaktur didefinisikan sebagai kegiatan ekonomi yang merubah barang dasar baik melalui cara mekanis, kimia, atau tangan menjadi barang jadi atau setengah jadi, dan atau barang yang kurang bernilai menjadi barang yang bernilai lebih tinggi, dan bersifat mendekati pemakai Beberapa kegiatan yang termasuk kategori ini yaitu jasa industri dan pekerjaan perakitan. Jasa industri adalah keperluan pihak lain. Bahan baku kegiatan ini dipenuhi oleh pihak lain, sedangkan proses pengolahan dilakukan pihak pengolah yang mendapat balas jasa . pah maklo. dalam bentuk imbalan (BPS Prov. Kaltim, 2023a. Perusahaan atau usaha industri merupakan suatu unit . usaha dimana melaksanakan kegiatan ekonomi untuk menghasilkan barang atau jasa yang terletak pada satu bangunan atau lokasi tertentu, serta memiliki pencatatan administrasi khusustentang produksi dan struktur biaya, dan ada seorang atau lebih penanggungjawab usaha tersebut (BPS Prov. Kaltim, 2023a. Industri manufaktur dikategorikan menjadi empat kelompok berdasarkan jumlah pekerja yakni: industri mikro . erdiri dari 1 hingga 4 orang pekerj. , industri kecil . erdiri dari 5 hingga 19 orang pekerj. , industri sedang/menengah . erdiri dari 20 hingga 99 orang pekerj. , dan industri besar . erdiri dari 100 atau lebih orang pekerja ) (BPS Prov. Kaltim, 2. Jumlah industri mikro dan kecil di Kalimantan Timur pada tahun 2020 575 unit dan mengalami peningkatan mencapai 26. 224 unit pada Peningkatan juga terjadi pada industri sedang dan besar. Jumlah industri sedang dan besar pada tahun 2020 hanya sebanyak 193 unit, sedangkan pada tahun 2021 sebanyak 245 unit. Data pada Tabel 1 menunjukkan jumlah industri yang berkembang pada setiap kota/kabupaten di Kalimantan Timur tahun 2020-2022. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Tabel 1. Jumlah Industri Mikro. Kecil. Sedang, dan Besar Menurut Kota/Kabupaten di Kalimantan Timur Tahun 2020-2022 (BPS Prov. Kaltim, 2022a. No. Kota/Kabupaten Samarinda Balikpapan Bontang Paser Kutai Barat Kutai Kartanegara Kutai Timur Berau Penajam Paser Utara Mahakam Ulu Kalimantan Timur Industri sedang dan besar Terjadinya peningkatan jumlah industri mikro dan kecil pada tahun 20202022 tidak menyebabkan terjadinya peningkatan penyerapan tenaga kerja, namun sebaliknya. Penyerapan jumlah tenaga kerja pada industri mikro dan kecil pada tahun 2020 di Kalimantan Timur Industri mikro Industri sedang dan kecil dan besar Jumlah perusahaan . Industri mikro dan kecil 822 orang. Namun jumlah tersebut menurun . 101 oran. menjadi 721 orang saja pada tahun 2022. Sementara itu sebanyak 47. 227 orang bekerja pada industri sedang dan besar di Kalimantan Timur tahun 2021 (Tabel . Tabel 2. Jumlah Tenaga Kerja Pada Industri Mikro. Kecil. Sedang, dan Besar Menurut Kota/Kabupaten di Kalimantan Timur Tahun 2020-2022 (BPS Prov. Kaltim. , 2022a. No. Kota/Kabupaten Samarinda Balikpapan Bontang Paser Kutai Barat Kutai Kartanegara Kutai Timur Berau Penajam Paser Utara Mahakam Ulu Kalimantan Timur Industri mikro dan Industri sedang dan Jumlah tenaga kerja . Industri mikro dan Industri Kelompok Tekstil. Kulit, dan Karet di Kalimantan Timur Industri kelompok tekstil. kelompok kulit . ulit, barang dari kulit, dan alas kak. dan industri kelompok karet . aret, barang dari karet, dan plasti. telah tumbuh dan berkembang di Kalimantan Timur. Jumlah industri mikro dan kecil kelompok tekstil sebanyak 964 pada tahun 2022, meningkat dibandingkan tahun 2020 yang hanya sebanyak 950 (Tabel . Demikian juga dengan industri mikro dan kecil kelompok karet juga mengalami peningkatan dari 40 unit pada This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Pengembangan Pertanian dan Peternakan A tahun 2020 menjadi 50 unit pada tahun Peningkatan jumlah perusahaan terjadi karena semakin permintaan akan produk tekstil dan karet. Jumlah industri mikro dan kecil kelompok kulit di Kalimantan Timur mengalami penurunan dari 23 unit pada tahun 2020 menjadi 6 unit pada tahun Karmini et al. Sejalan hal tersebut industri sedang dan besar yang menurun dari 6 unit pada tahun 2020 menjadi 5 unit pada tahun Pemasaran kulit, barang dari kulit, dan alas kaki yang terbatas dapat menjadi permintaan yang mengakibatkan turunnya produksi barang. Tabel 3. Jumlah Industri Mikro. Kecil. Sedang, dan Besar Kelompok Tekstil. Kulit, dan Karet di Kalimantan Timur Tahun 2020-2022 (BPS Prov. Kaltim. , 2022a. Klasifikasi industri Tekstil Kulit, barang dari kulit, dan alas Karet, barang dari karet, dan plastik Total Industri Industri sedang dan Jumlah perusahaan . Industri mikro dan Jumlah perusahaan . Industri sedang dan Jumlah perusahaan . Industri mikro dan Jumlah perusahaan . Tenaga kerja yang terserap pada industri mikro dan kecil kelompok tekstil, kulit, dan karet di Kalimantan Timur berturut-turut sebanyak 1. 296 orang, 9 orang, dan 141 orang pada tahun 2022 (Tabel . Pada ketiga kelompok industri tersebut terserap 2,91% tenaga kerja . 446 oran. dari total tenaga kerja yang bekerja pada seluruh industri di provinsi Jika dibandingkan dengan tahun 2020, maka terjadi peningkatan jumlah penyerapan tenaga kerja khususnya pada industri mikro dan kecil kelompok kulit dan karet. Namun tidak terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja pada industri mikro dan kecil kelompok tekstil. Tabel 4. Jumlah Tenaga Kerja Pada Industri Mikro dan Kecil Kelompok Tekstil. Kulit, dan Karet di Kalimantan Timur Tahun 2020 dan 2022 . (BPS Prov. Kaltim. , 2022a. Klasifikasi industri Tekstil Kulit, barang dari kulit, dan alas kaki Karet, barang dari karet, dan plastik Total Total industri Laju Pertumbuhan Nilai Tambah Bruto Industri Manufaktur di Kalimantan Timur Gambar 1 menunjukkan bahwa laju Kalimantan Timur semakin menurun dari tahun 2016 hingga 2020. Penurunan pertumbuhan ini disebabkan penurunan produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh industri. Namun terjadi peningkatan laju pertumbuhan nilai bruto dari tahun This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. 2020 hingga tahun 2022. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri secara umum telah tumbuh kembali. Laju pertumbuhan pada tahun 2022 hanya sebesar 3,58%, di mana masih lebih rendah dari laju pertumbuhan pada tahun ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 2016 yang mencapai hingga 5,46%. Oleh karena itu berbagai upaya masih perlu dilakukan untuk meningkatkan laju pertumbuhan nilai bruto industri yang tumbuh dan berkembang di daerah ini. Laju nilai bruto (%) 5,46 3,58 2,45 0,45 0,01 2022 Tahun -2,99 Gambar 1. Laju Pertumbuhan Nilai Tambah Bruto Industri Manufaktur Kalimantan Timur Tahun 20162021 (%) (BPS Prov. Kaltim, 2022b. BPS Prov. Kaltim, 2023. Peran Sektor Pertanian dan Peternakan Pemasok Bahan Baku Industri Kelompok Tekstil. Kulit, dan Karet Industri tekstil merupakan industri pengolahan yang mampu mengubah serat menjadi benang atau kain. Bahan baku merupakan bahan yang dipakai untuk menghasilkan suatu produk. Bahan baku yang dimanfaatkan dalam industri tekstil dikelompokkan menjadi serat alami yang dapat berasal dari tanaman . eperti kapas atau sera. atau berasal dari hewan . eperti wol dan sutr. , dan serat sintesis . eperti benang polyester, akrilik, dan lain-lai. Pemanfaatan digunakan untuk berbagai produk yang tahan air diantaranya jas hujan yang dapat dapat melindungi dari air hujan Produk tekstil terdiri dari serat, benang, kain atau Perpres No. 74/2022 tentang Kebijakan Industri Nasional (KIN) menyebutkan terdapat beberapa bahan baku yang digunakan pada industri hulu tekstil dan masih tergantung impor, seperti kapas sebagai bahan baku utama yang pemenuhan sepenuhnya masih diimpor, bahan baku serat rayon yakni dissolving pulp, bahan baku serat poliester dalam MEG. Keterbatasan sektor pertanian dalam memasok bahan baku bagi industri tekstil saat ini merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan di masa depan. Industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki memerlukan bahan baku yang dapat berasal atau dipasok sektor pertanian termasuk peternakan. Industri berbahan dasar kulit antara lain kerajinan kulit memerlukan bahan baku kulit hewan. Kulit hewan yang banyak digunakan dalam pembuatan kerajinan kulit seperti kulit ular, sapi, biawak, buaya, kambing, kerbau, dan lain-lain (Gaby, 2. Hasil kerajinan dapat berupa tas, lukisan, sabuk. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Pengembangan Pertanian dan Peternakan A Karmini et al. dompet, jaket, hiasan dinding, dan lain Beberapa produk dari industri alas kaki yang berbahan dasar karet alam misalnya sol sepatu memberikanfaktor kenyamanan dan produk yang berdaya tahan tinggi. Hasil produksi pertanian dan peternakan di Kalimantan Timur memiliki potensi untuk memasok kebutuhan bahan baku bagi industri kulit. Data pada Tabel 3, 4, dan 5 menunjukkan jumlah populasi beberapa ternak serta produksi karet yang potensial menghasilkan bahan baku untuk industri tekstil, kulit, dan karet. Peningkatan produksi pertanian dan peternakan akan mendorong kemajuan industri di Kalimantan Timur. Tabel 5. Populasi Sapi Potong. Kambing. Kerbau, dan Domba Menurut Kota/Kabupaten di Kalimantan Tahun 2021 dan 2022 (BPS Prov. Kaltim, 2. No. Kota/Kabupaten Samarinda Balikpapan Bontang Paser Kutai Barat Kutai Kartanegara Kutai Timur Berau Penajam Paser Utara Mahakam Ulu Kalimantan Timur Sapi potong . Kambing . Kerbau . Bahan baku bagi industri karet, barang dari karet, dan plastik dapat berasal dari karet alam yang berasal dari getah pohon karet dan karet sintetis. Karet sintetis diproduksi secara artifisial melalui proses polimerisasi yang menggunakan bahan baku seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam. Karet alam merupakan bahan baku dalam pembuatan ban, selang, dan seal . ndustri otomoti. karena elastisitas dan kekuatan tariknya yang Karet alam juga digunakan untuk produksi sarung tangan dan kateter . ektor medi. , berkat sifatnya yang aman dan mudah diolah. Selain itu, karet alam digunakan untuk produksi karet gelang dan balon karena memiliki daya menghasilkan alat rumah tangga yang fleksibel dan kuat. Kalimantan Timur tanaman karet seluas 125. 320 ha pada Luas areal karet tahun 2023 Domba . meningkat dibandingkan dengan tahun 2022 . 776 h. (Tabel . Hal tersebut berdampak pada peningkatan produksi karet di Kalimantan Timur. Produksi karet dari perkebunan rakyat terus meningkat dalam 5 tahun terakhir (Tabel . Peningkatan produksi karet rakyat ini akan perkembangan industri karet, barang dari karet, dan plastik. Usaha perkebunan di Kalimantan Timur sebagian menggunakan potensi lahan yang ada, akan tetapi masih ditemui lahan-lahan yang belum dimanfaatkan dengan baik. Seyogyanya investasi di bidang perkebunan digiatkan agar perkebunan rakyat, perkebunan besar swasta, dan negara semakin luas. Pemerintah perlu menetapkan prosedur investasi berupa fasilitas dalam hal kemudahan dan pelayanan secara baik sehingga investor terdorong untuk This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. menanamkan modalnya di perkebunan (Karmini, 2. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Tabel 6. Luas Areal Tanaman Karet dan Produksi Karet Menurut Kota/Kabupaten di Kalimantan Timur Tahun 2022 dan 2023 (BPS Prov. Kaltim, 2. No. Kota/Kabupaten Samarinda Balikpapan Bontang Paser Kutai Barat Kutai Kartanegara Kutai Timur Berau Penajam Paser Utara Mahakam Ulu Kalimantan Timur Luas areal karet . Luas areal karet . Luas areal perkebunan karet besar swasta . Produksi perkebunan karet besar swasta . Tabel 7. Luas Areal dan Produksi Tanaman Perkebunan Karet Rakyat dan Pemerintah di Kalimantan Timur Tahun 2019-2023 (BPS Prov. Kaltim, 2. Luas areal dan produksi Luas areal tanaman perkebunan karet rakyat . Produksi perkebunan karet rakyat . Luas areal tanaman perkebunan karet besar pemerintah . - Pasir - Kutai Kertanegara Produksi tanaman perkebunan karet besar pemerintah . - Pasir - Kutai Kartanegara Upaya Pengembangan Pertanian Peternakan Mempercepat Pertumbuhan Industri Kelompok Tekstil. Kulit, dan Karet Industri yang menghasilkan produkproduk unggulan memerlukan bahan baku yang berkualitas. Bahan baku yang digunakan oleh industri kelompok karet, tekstil, dan kulit sebagian berasal dari produk pertanian dan peternakan. Oleh karena itu Kalimantan Timur perlu mengembangkan sektor pertanian dan peternakan agar dapat memasok bahan baku bagi industri. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi beberapa upaya penting mengembangkan sektor pertanian dan Upaya (Karmini, 2. sebaiknya dilakukan dengan mengintegrasikan semua program kerja yang digunakan pada suatu Lima upaya untuk mengembangkan sektor pertanian dan peternakan yang dapat mempercepat pertumbuhan industri kelompok tekstil, kulit, dan karet dijelaskan sebagai berikut. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Pengembangan Pertanian dan Peternakan A . Peningkatan permintaan akan produk pertanian, peternakan, dan industri kelompok tekstil, kulit, dan karet. Pengembangan pasar baik di dalam maupun luar negeri merupakan alternatif yang dapat dipilih untuk meningkatkan permintaan akan produk pertanian, peternakan, dan industri. Jika permintaan akan produk pertanian, peternakan, dan industri meningkat maka kegiatan produksi pun akan meningkat untuk memenuhi permintaan konsumen. samping itu akan tumbuh dan berkembang usaha baru dan turunannya di mana hal tersebut secara tidak langsung akan menggerakkan perekonomian masyarakat. Pada sisi lain, tumbuhnya usaha lain yang menghasilkan produk sejenis akan meningkatkan persaingan usaha. Oleh karena itu usaha pertanian, peternakan, dan industri haruslah mampu berdaya Tingginya persaingan usaha menyebabkan produsen harus berupaya untuk dapat menghasilkan produk yang memenuhi selera konsumen baik segi kualitas, harga, kemasan, dan lain Kualitas produk yang tinggi akan mudah bersaing dengan produk lain yang sejenis. Harga jual produk umumnya ditentukan oleh proses tawar menawar yang terjadi antara produsen dan Pelaku usaha harus memiliki kemampuan untuk menetapkan harga yang kompetitif. Kemasan produk hendaknya mengikuti perkembangan pasar dan zaman karena ditujukan untuk menambah daya tarik produk yang dihasilkan di samping menjaga kualitas . Peningkatan pelaku usaha pertanian, peternakan, dan industri baik secara kuantitas maupun kualitas sehingga menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi. Sektor pertanian, peternakan, dan industri seyogyanya dapat menghasilkan produk-produk yang mempunyai daya Karmini et al. saing tinggi untuk dapat tumbuh dan Menurut Pambudhi . , pengertian daya saing . secara umum adalahseberapa luas cakupan pangsa pasar produk suatu negara diakui pasar dunia. Produk yang bersaing tinggi umumnya adalah produk-produk Produk unggulan memiliki ciri antara lain memiliki permintaan tinggi, terbuat dari bahan baku khusus, proses produksi yang efisien, penggunaan teknologi tepat guna, dan lain sebagainya. Produk unggulan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan yang tinggi karena produk yang dihasilkan tergantung dari selera konsumen. Perlu adanya peningkatan serapan tenaga kerja yang berkualitas agar kegiatan pertanian, berkembang pesat. Peningkatan minat masyarakat untuk melakukan kegiatan peternakan, dan industri dapat dilakukan antara lain menggunakan cara: Kegiatan sosialisasi prospek usaha di bidang pertanian, peternakan, dan industri untuk memberikan informasi terkait kepada masyarakat seperti mengenai kelayakan usaha, peluang usaha, profil usaha, dan lain Penciptaan peluang kerja dan peluang usaha di bidang pertanian, peternakan, dan industri dengan memberdayakan dan bekerjasama serta bermitra dengan pihak swasta untuk membentuk dan mengembangkan usaha baru. Penyediaan fasilitas pendukung usaha pertanian, peternakan, dan industri. Pelaksanaan kegiatan pembinaan . endampingan, pelatihan, dan lain-lai. bagi pelaku usaha di bidang pertanian, peternakan, dan industri. Pemerintah perlu menetapkan dan memposisikan kegiatan pembinaan yang This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. menjadi prioritas utama supaya kegiatan pembinaan berjalan terpadu, terarah, efektif, dan efisien. Beberapa kebijakan yang dapat dipilih yaitu peningkatan berhubungan dengan perumusan model, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pembinaan pelaku usaha dan peningkatan kualitas dan kuantitas kegiatan pembinaan sehingga memperluas cakupan dan intensitas kegiatan pembinaan usaha. Perumusan model, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembinaan pelaku usaha dilakukan antara lain dengan cara inventarisasi permasalahan dunia usaha. koordinasi antar semua pihak terkait. peningkatan partisipasi pelaku usaha dalam penyusunan rencana pembinaan. penyusunan rencana pembinaan. evaluasi kegiatan pembinaan secara Peningkatan kualitas dan kuantitas kegiatan pembinaan dengan cara antara lain pembangunan, pemeliharaan, dan perbaikan sarana dan prasarana yang digunakan dalam kegiatan pembinaan. keterampilan, dan kesejahteraan tenaga peningkatan intensitas kegiatan pembinaan secara berkala sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan dunia usaha. dan peningkatan dana untuk kegiatan . Optimalisasi pemanfaatan lahan untuk kegiatan pertanian, peternakan, dan Kegiatan pertanian, perternakan, dan industri memerlukan lahan untuk Jika pertanian, peternakan, dan industri ingin ditumbuhkan dan dikembangkan maka dapat memanfaatkan lahan yang telah ada dan telah digunakan dengan lebih optimal sehingga menghasilkan lebih banyak Selain itu kegiatan pertanian, peternakan, dan industri dapat juga ditumbuhkan dan dikembangkan pada ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 lahan marginal yang selama ini belum digunakan secara maksimal. Kegiatan pertanian, peternakan, dan industri yang baru dibangun juga umum dilakukan dengan mencari lahan baru yang potensial menjanjikan bagi pengembangan usaha di masa yang akan datang. Efisiensi pemanfaatan sarana produksi dan penggalakan diversifikasi sarana produksi untuk kegiatan pertanian, peternakan, dan industri. Kegiatan pertanian dan peternakan serta industri dapat tumbuh dan berkembang dengan baik jika tersedia sarana produksi yang berkualitas/bermutu dalam jumlah yang memadai. Kualitas sarana produksi khususnya bahan baku kualitas produk. Sarana produksi perlu dimanfaatkan secara efisien. Di samping itu perlu juga dilakukan diversifikasi mengantisipasi dinamisnya permintaan konsumen akan barang dan jasa. Sarana produksi yang dibutuhkan antara lain benih, pupuk, pestisida dan sebagainya untuk kegiatan pertanian, sedangkan kegiatan peternakan membutuhkan pakan ternak, obat-obatan, dan lain-lain. Kegiatan industri membutuhkan bahan baku sebagai sarana produksi utama di samping bahan lainnya. Sarana produksi yang dibutuhkan oleh pelaku usaha mustinya selalu tersedia agar kegiatan produksi dapat berjalan lancar, namun kadangkala terjadi kelangkaan sarana produksi. Hal ini antara lain disebabkan sarana produksi yang digunakan untuk kegiatan produksi pada umumnya dibeli sesuai tingkat permintaan konsumen akan suatu jenis barang/jasa tertentu. Konsumen yang berasal dari segala lapisan masyarakat memiliki permintaan yang beragam. Sarana produksi yang digunakan pun pada umumnya berubah sesuai dengan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Pengembangan Pertanian dan Peternakan A selera pasar. Hal ini menyebabkan pelaku usaha yang memiliki modal usaha yang kecil akan kesulitan membeli sarana produksi jika harga sarana produksi Oleh karena itu perlu peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam menyediakan sarana produksi. Strategi yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha terkait penyediaan bahan baku seperti penguatan modal pelaku usaha agar mampu melakukan pembelian bahan Selain itu juga meningkatkan kepemilikan sarana produksi agar meningkatkan persediaan sarana produksi untuk kegiatan produksi selanjutnya. Modal untuk mengembangkan usaha bisa bersumber dari milik sendiri atau berupa pinjaman. Pelaku usaha sebagian memiliki modal yang kecil walaupun ada juga yang memiliki modal Keterbatasan modal usaha menghambat pengembangan usaha dan Pemerintah dapat meningkatkan akses pelaku usaha terhadap lembaga keuangan sehingga modal pelaku usaha meningkat dan terbuka alternatif sumber modal baru. Beberapa cara dapat dilakukan antara lain: Pembentukan dan pengembangan koperasi dan lembaga keuangan. Pemberdayaan lembaga koperasi dan keuangan melalui kegiatan pembinaan dan pendampingan terhadap koperasi beraktivitas optimal. Memfasilitasi kegiatan pemberian kredit khusus untuk modal bagi pelaku usaha bidang pertanian, peternakan, dan juga industri. Pembentukan menghubungkan antara pelaku usaha dan lembaga keuangan. Penerapan teknologi yang sesuai dalam proses produksi bidang pertanian, peternakan, dan industri. Karmini et al. Teknologi peternakan, dan industri. Penggunaan teknologi yang tepat akan mengefisienkan kegiatan produksi dan meningkatkan Pada umumnya teknologi yang sederhana hingga yang modern dapat digunakan pada hampir setiap tahapan Sebagai contoh industri tekstil sedang mengembangkan aplikasi expert meningkatkan produksi dan kualitas serta mengurangi biaya. Analisis desain atau struktur tekstil menggunakan model struktur tekstil . enang, kain, dan rajuta. (Pyreza dkk. , 2. Contoh lainnya adalah penggunaan teknologi pada kegiatan produksi benih unggul, teknik penanaman, jenis mesin dan peralatan Namun tidak seluruh petani dan peternak serta wirausahawan dapat memiliki dan menggunakan teknologi yang sesuai untuk kegiatan produksinya dikarenakan aksesibilitas yang terbatas. KESIMPULAN DAN SARAN Jumlah industri manufaktur baik skala mikro, kecil, sedang dan besar di Kalimantan Timur kecenderungan yang semakin meningkat Jumlah kelompok tekstil dan industri kelompok karet . aret, barang berbahan dasar karet, dan plasti. mengalami peningkatan, sedangkan industri kelompok kulit . ulit, barang berbahan dasar kulit, dan alas kak. mengalami penurunan. Serapan tenaga kerja dalam sektor industri masih Kalimantan Timur. Terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja khususnya pada industri kelompok kulit dan karet pada beberapa tahun terakhir, namun tidak pada industri kelompok tekstil. Pertanian dan peternakan berperan sebagai pemasok bahan baku bagi industri This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. kelompok tekstil, kulit, dan karet. Kalimantan Timur menghasilkan ternak sapi, kambing, kerbau, dan domba. Karet dihasilkan dari perkebunan karet rakyat, perkebunan karet besar swasta, dan perkebunan karet besar pemerintah. Peningkatan produksi pertanian dan peternakan akan mendukung ketersediaan bahan baku bagi industri tekstil, kulit, dan Laju pertumbuhan nilai bruto industri manufaktur di Kalimantan Timur . ,58 pada tahun 2. perlu ditingkatkan. Upaya pengembangan pertanian dan pertumbuhan industri kelompok tekstil, kulit, dan karet antara lain peningkatan permintaan akan produk. pelaku usaha baik secara kuantitas maupun kualitas sehingga menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi. optimalisasi pemanfaatan lahan. pemanfaatan sarana produksi dan dan penerapan teknologi yang sesuai dalam proses produksi. DAFTAR PUSTAKA