JPAP 9 . ISSN (Ceta. : 2548-6233. ISSN (Onlin. : 2548-6241 Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan https://jurnalpasca. id/index. php/jpap/index Pengaruh Sistem Informasi Manajemen (SIM) dan Tata Kelola Administrasi Terhadap Efisiensi Kerja Pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Dompu Cici Dwi Aprilia1*. Mohamad Mustari1. Muntari1. Lalu Sumardi1. Dadi Setiadi1 Program Studi Magister Administrasi Pendidikan. Pascasarjana. Universitas Mataram. Mataram. Indonesia. DOI: 10. 29303/jpap. Sitasi: Dwi Aprilia. Mustari. Muntari. Sumardi. , & Setiadi. Pengaruh Sistem Informasi Manajemen (SIM) dan Tata Kelola Administrasi Terhadap Efisiensi Kerja Pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Dompu. JPAP (Jurnal Praktisi Administrasi Pendidika. , 9. , 166Ae170. https://doi. org/10. 29303/jpap. *Corresponding Author: Cici Dwi Aprilia. Program Studi Magister Administrasi Pendidikan. Pascasarjana. Universitas Mataram. Mataram. Indonesia. Emai: cicidwiaprilia99@gmail. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Sistem Informasi Manajemen terhadap Efisiensi Kerja Pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Dompu, untuk mengetahui pengaruh Tata Kelola Administrasi terhadap Efisiensi Kerja Pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Dompu dan untuk mengetahui pengaruh secara bersamasama antara Sistem Informasi Manajemen dan Tata Kelola Administrasi terhadap Efisiensi Kerja Pegawai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan metode skala likert. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Dompu sebanyak 122 responden dan sampelnya sebanyak 93 responden dengan teknik pengambilan sampeln menggunakan purpusive sample. Dalam penelitian ini menggunakan analisis data uji validitas, uji reabilitas, uji asumsi klasik. Linear Berganda. Uji Hipotesis. Teknik analisis data melalui program IBM SPSS statistik 22. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan untuk setiap uji parsial menyatakan signifikan dan berpengaruh positif antar Berdasarkan pada nilai F hitung 28,168 dengan nilai dignifikan 000,0 <0,05 dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh secara simultan Sistem Informasi Manajemen dan Tata Kelola Administrasi terhadap Efisiensi Kerja Pegawai. Hasil penelitian menunjukkan semua variabel bebas secara bersama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat dengan nilai signifikansi 0,000 . <0,. Besar pengaruhnya dari nilai Koefisien Determinasi (R. sebesar 0,385 atau 38,5% dan sisanya 61,5% dijelaskan oleh faktor lain diluar penelitian ini. Dengan demikian, hipotesa ada pengaruh yang berarti . dari variabel bebas terhadap variabel efisiensi kerja pegawai dapat diterima. Kata Kunci: Sistem Informasi Manajamen. Administrasi. Efisiensi. Pendahuluan Sistem informasi terdiri atas dua kata, yaitu sistem dan informasi. Sistem berarti gabungan dari beberapa subsistem yang bertujuan untuk mencapai satu tujuan. Informasi berarti sesuatu yang mudah dipahami oleh penerima (Rusdiana et al. , 2. Sistem Informasi Managemen (SIM) merupakan sebuah sistem informasi keorganisasian yang mendukung proses-proses SIM yang baik sangat membantu dalam efisiensi waktu dan materi transaksi-transaksi Pemanfaatan teknologi informasi untuk menjalankan sitem informasi memungkinkan aliran informasi berjalan dengan cepat dan akurat. Database online yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan perguruan tinggi memudahkan terjadinya pertukaran informasi dan data dengan cepat. Kemudahan ini berarti efisiensi pelaksanaan pendidikan dalam segala hal (Mustari Administrasi terdiri dari lima bagian utama: komunikasi, kalkulasi, warkat, penyusunan laporan, dan prosedur pelaksanaan yang konsisten. Ada kegiatan tambahan selain kegiatan utama, seperti (Taufiqurokhman. Wekke, and Saleh 2. A 2025 Published by Posgraduate Mataram University. This open access article is distributed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4. 0 Internasional. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Tata kelola administrasi merupakan upaya sistematis dalam suatu proses untuk mencapai tujuan organisasi, melalui prinsip-prinsip manajemen, yang meliputi fungsi perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan Dengan demikian, tata kelola memiliki tujuan utama yaitu untuk melaksanakan manfaat, mengurangi terjadinya resiko, serta mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki (Fitri, 2. Efisiensi kerja seringkali dicapai dalam berbagai bidang kehidupan manusia, hal ini tentunya menjadi alasan tercapainya efisiensi kerja. Secara keseluruhan, (Sabrina, 2021:. Karena produktivitas dan efisiensi kerja saling terkait erat, semakin produktif suatu perusahaan, semakin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai aktivitas di tempat kerja (Ambarwati 2. Efisiensi kerja memiliki arti secara umum yakni efisiensi kerja merupakan perbandingan yang terbaik, baik dari segi mutu maupun hasil, antara pekerjaan yang dilakukan dengan hasil yang dicapai pekerjaan itu sesuai dengan tujuan yang direncanakan (Kaban 2. Perkembangan komunikasi saat ini telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk dalam pengelolaan administrasi dan kinerja organisasi, baik di sektor swasta maupun Sistem Informasi Manajemen (SIM) dan tata kelola administrasi yang efektif menjadi sangat penting dalam upaya mencapai efisiensi kerja pegawai. Di organisasi pemerintahan, seperti Dinas Pendidikan Kabupaten Dompu, penerapan SIM yang optimal dan tata kelola administrasi yang baik sangat menentukan keberhasilan dalam memberikan layanan publik yang cepat, akurat, dan akuntabel. Namun, salah satu tantangan yang dihadapi Dinas Pendidikan Kabupaten Dompu adalah perkembangan teknologi yang belum merata dibandingkan dengan wilayah perkotaan lainnya di Indonesia. Kabupaten Dompu, sebagai salah satu wilayah di Nusa Tenggara Barat, masih dalam tahap pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Hal ini mempengaruhi efektivitas penerapan SIM dan tata kelola administrasi, yang berdampak pada rendahnya efisiensi kerja pegawai. Ketidaksempurnaan dalam pengelolaan sistem informasi dan administrasi pengambilan keputusan tertunda, serta pelayanan publik yang tidak optimal. Dinas Pendidikan Kabupaten Dompu memiliki beragam pegawai dengan latar belakang dan golongan yang berbeda, terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS), tenaga honorer, dan pegawai pK. Masing-masing pegawai diharapkan dapat menjalankan tugas sesuai dengan jabatan dan fungsinya. Oleh karena itu, untuk menunjang efisiensi kerja, sangat penting bagi dinas Juli 2025. Volume 9. Nomor 2, 166-170 tersebut untuk menerapkan SIM yang terintegrasi dan tata kelola administrasi yang modern. Sistem yang baik akan memungkinkan aliran informasi berjalan lebih cepat, koordinasi antarpegawai lebih efektif, dan pengambilan keputusan menjadi lebih tepat waktu. Dari data tersebut, terlihat bahwa keberhasilan dinas dalam meningkatkan efisiensi kerja sangat tergantung pada bagaimana SIM dan Tata Kelola Administrasi diterapkan secara tepat. Setiap pegawai, dari pengawas hingga tenaga honorer, memerlukan akses ke sistem informasi yang cepat dan akurat untuk menjalankan tugas sehari-hari dengan efisien. Dengan latar belakang ini penulis melakukan penelitian yang berjudul AuPengaruh Sistem Informasi Manajemen dan Tata Kelola Administrasi Terhadap Efisiensi Kerja Pegawai Di Dinas Pendidikan Kabupaten DompuAy. Metode Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono bahwa peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif karena data yang mereka kumpulkan berbentuk angka yang menunjukkan jumlah fitur dari objek yang diamati (Sugiyono 2. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menentukan apakah Sistem Informasi Manajemen (SIM) dan tata kelola administrasi berpengaruh secara parsial terhadap seberapa efisiensi kerja pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Dompu. Penelitian ini juga akan mengeksplorasi apakah SIM dan tata kelola administrasi berpengaruh secara bersamaan terhadap seberapa efisiensi kerja pegawai. Tempat penelitian dalam penelitian ini yakni berlokasi di Dinas pendidikan pemuda dan olahraga Kabupaten Dompu Jl. Soekarno-Hatta No. Bada. Kec. Dompu. Kabupaten Dompu. Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini di laksanakan pada bulan September sampai bulan Desember 2024. Menurut Sugiyono sampel mencerminkan besar kecilnya dan susunan Peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari suatu populasi jika sampel tersebut terlalu besar untuk menyelidiki keseluruhan populasi karena alasan apapun misalnya karena kurangnya sumber daya, tenaga, atau waktu (Sugiyono 2. Menurut Arikunto mengutarakan kesimpulan serupa, dengan mengatakan bahwa sampel merupakan tipikal populasi yang diteliti (Arikunto 2. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari populasi ampel dalam penelitian ini terdiri dari 93 orang pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Dompu. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Hasil dan Pembahasan Pengaruh sistem informasi manajemen (X. terhadap efisiensi kerja pegawai. Pengujian hipotesis pertama menunjukan bahwa sistem informasi manajemen berpengaruh positif dan signifikan terhadap efsiensi kerja pegawai di Dinas Pendidikan dan Olahraga kabupaten Dompu. Besarnya pengaruh langsung sistem informasi manajemen terhadap efisiensi kerja pegawai sebesar 0,337 atau sebesar 33,7%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin baik kualitas sistem infomasi yang diterapkan pada Dikpora Kabupaten Dompu maka efisiensi kerja pegawai akan semakin baik dan meningkat. Dengan kata lain, sistem informasi manajemen semakin baik, pegawai yang bekerja semakin efisien. Dalam penelitian ini menegaskan pentingnya sistem informasi manajemen dalam mendukung efisiensi kerja pegawai. Dengan adanya sistem informasi yang baik, pegawai dapat mengakses data dan informasi yang diperlukan dengan cepat dan Hal ini memungkinkan mereka untuk mengambil keputusan yang lebih tepat dan responsif terhadap situasi yang dihadapi. Selain itu, sistem informasi manajemen juga membantu dalam mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas administratif yang sering kali memakan waktu dan dapat mengganggu fokus pegawai pada pekerjaan inti mereka. Peningkatan efisiensi kerja ini juga dapat dilihat dari aspek kolaborasi antar pegawai. Sistem informasi manajemen yang efektif memungkinkan komunikasi yang lebih baik dan berbagi informasi yang lebih lancar di antara anggota tim. Ketika pegawai memiliki akses ke informasi terkini dan relevan, mereka dapat bekerja sama lebih efektif dalam menyelesaikan proyek atau tugas tertentu. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel sistem informasi manajemen (X. memiliki koefisien regresi sebesar 0,337 yang menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sistem informasi manajemen akan meningkatkan efisiensi kerja karyawan sebesar 33,7%. Pengaruh tersebut positif dan signifikan, sebagaimana ditunjukkan oleh uji t yang menunjukkan bahwa nilai t hitung untuk X1 adalah 3,309, lebih tinggi dari t tabel sebesar 1,662 dengan tingkat signifikansi 0,001. Sistem informasi manajemen merupakan sistem menyediakan informasi yang relevan untuk operasional internal organisasi. Sistem informasi manajemen merupakan kombinasi yang teratur antara people, hardware, software, communication Juli 2025. Volume 9. Nomor 2, 166-170 network, dan data resources yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi (Ummah, 2. Dapat disimpulkan bahwa sistem informasi manajemen merupakan sistem menyediakan pengambilan keputusan untuk operasional internal Sistem informasi manajemen merupakan kombinasi yang teratur antara people, hardware, software, communication network, dan data resources yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi (Oktaviyana, 2. Selain dampak positifnya, sistem informasi manajemen dapat berdampak negatif terhadap lingkungan sosial dengan mengurangi lapangan kerja dan meningkatkan angka pengangguran. Sistem ini mengandalkan informasi manajemen manusia, mengabaikan logika. Sistem informasi manajemen memiliki kekurangan yang membuatnya rentan terhadap plagiarisme, kurangnya keterlibatan Pendekatan tradisional telah dihapuskan akibat kemajuan teknologi (Bairizki, 2. Pengaruh tata kelola administrasi (X. terhadap efisiensi kerja pegawai. Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukan bahwa tata kelola administrasi berpengarih positif terhadap efisiensi kerja pegawai. Kontribusi tata kelola administrasi terhadap efisiensi kerja pegawai adalah sebesar 0,301 atau 30,1%. Secara keseluruhan, hasil penelitian yang peneliti lakukan menegaskan bahwa tata kelola administrasi memiliki dampak signifikan terhadap efisiensi kerja pegawai. Oleh karena itu, organisasi harus terus berupaya untuk meningkatkan kualitas tata kelola administrasi agar dapat mendukung kinerja pegawai secara optimal. Administrasi dapat berjalan dengan baik jika didukung oleh beberapa faktor, antara lain sumber daya manusia, yaitu pegawai yang siap bekerja, pendanaan, dana . yang cukup, fasilitas kerja, yaitu peralatan yang dibutuhkan, seperti gedung perkantoran, mesin tik, peralatan, komunikasi, dan perlengkapan dan infrastruktur kerja yaitu, struktur organisasi dan prosedur kerja, keputusan, instruksi, peraturan, instruksi, surat edaran, dan detail kecil lainnya (Mustari, 2. Dari hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel tata kelola administrasi (X. memiliki koefisien regresi sebesar 0,301, yang berarti peningkatan kualitas tata kelola administrasi berkontribusi pada peningkatan efisiensi kerja pegawai sebesar 30,1%. Uji t menunjukkan nilai t hitung untuk X2 adalah 3,640, lebih besar dari t tabel Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan 1,662 0,000, mengindikasikan bahwa pengaruhnya positif dan Keterbukaan, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kesetaraan atau keadilan adalah lima prinsip yang penting untuk tata kelola yang sukses (Muchtar, 2. Pengaruh Sistem Informasi Manajemen dan Tata Kelola Administrasi Secara Bersama-sama Terhadap Efisiensi Kerja Pegawai Hasil dari pengujian hiotesis ketiga menunujakan bahwa sistem informasi manajemen dan tata kelola administrasi berpengaruh secara simultan dan menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (H. diterima dan hipotesis nol (H. Uji F yang dilakukan menunjukkan nilai F hitung sebesar 28,168 jauh lebih besar dari F tabel 3,10 dengan nilai signifikansi 0,000. Hal ini menegaskan bahwa kedua variabel independen, yaitu sistem informasi manajemen (X. dan tata kelola administrasi (X. , secara simultan memberikan kontribusi signifikan terhadap efisiensi kerja pegawai. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel sistem informasi manajemen (X. memiliki koefisien regresi sebesar 0,337 yang menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sistem informasi manajemen akan meningkatkan efisiensi kerja pegawai sebesar 33,7%. Sedangkan hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel tata kelola administrasi (X. memiliki koefisien regresi sebesar 0,301, yang berarti peningkatan kualitas tata kelola administrasi berkontribusi pada peningkatan efisiensi kerja pegawai sebesar 30,1%. Efisiensi kerja mengacu pada sebuah sistem yang mendukung personal atau organisasi yang mengasailkan output sebanyak-banyaknya dengan input sedikit mungkin, efisiensi kerja erat kaitannya dengan produktivitas sehingga semakin meningkat sebuah efisiensi kerja maka akan semakin sigkat waktu yang diperlukan dalam melaksanakan berbagai tugas dalam perkerjaan (Basri & Arsal. Pengaruh positif dari kedua variabel ini dapat dijelaskan melalui beberapa aspek. Sistem informasi manajemen yang baik memfasilitasi integrasi berbagai proses dalam organisasi, sehingga pegawai dapat bekerja lebih efisien tanpa terhambat oleh duplikasi tugas atau kesalahan informasi. kerja adalah upaya penggunaan input yang sekecilkecilnya untuk pendapatkan produksi yang sebesarbesarnya (Syam, 2. Dapat peneliti simpulkan bahwa dari hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap pengaruh Sistem Informasi Manajemen (SIM) dan Tata Kelola Juli 2025. Volume 9. Nomor 2, 166-170 Administrasi terhadap Efisiensi Kerja Pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Dompu antara lain: SIM sebagai Pendukung Efisiensi Kerja Berbagai aplikasi SIM yang digunakan di Dinas Pendidikan Kabupaten Dompu, seperti Dapodik. Markas. Sim PKB. Sim Tunjangan. Web Raport Pendidikan. Web ANBK. Si Terampil, dan SISMIKADA, mengintegrasikan data dan proses administrasi di berbagai bidang pendidikan. Penggunaan aplikasi-aplikasi ini mempermudah pengelolaan data peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta administrasi keuangan dan pelaporan, sehingga mempercepat proses kerja dan mengurangi beban administratif pegawai. Tata Kelola Administrasi yang Mendukung Tata kelola administrasi yang baik, didukung oleh pengawasan, dan evaluasi berjalan lebih efektif dan efisien. Hal ini mengoptimalkan koordinasi antar bidang dan memperjelas tanggung jawab pegawai, sehingga meningkatkan disiplin dan produktivitas kerja. Dampak pada Efisiensi Kerja Pegawai Implementasi SIM dan tata kelola administrasi yang terstruktur menghasilkan efisiensi kerja pegawai melalui pengurangan waktu dan tenaga dalam pengelolaan data dan administrasi. Pegawai dapat lebih fokus pada tugas utama pendidikan karena proses administratif menjadi lebih cepat, akurat, dan mudah diakses. Komunikasi internal juga menjadi lebih lancar, mendukung kerja sama antar staf dan pengambilan keputusan yang tepat waktu Penggunaan Sistem Informasi Manajemen yang didukung tata kelola administrasi yang baik secara signifikan meningkatkan efisiensi kerja pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Dompu dengan mempercepat proses administrasi, meningkatkan akurasi data, dan memperlancar Optimalisasi pengembangan berkelanjutan SIM serta tata kelola administrasi menjadi kunci keberhasilan peningkatan efisiensi kerja pegawai di lingkungan Kesimpulan Bedasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut: Sistem informasi manajemen (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi kerja karyawan yang dibuktikan dengan koefisien regresi Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan sebesar 0,337. Segnifikasi pengaruh diperkuat oleh hasil uji t dimana nilai t hitung untuk X1 adalah 3,309 lebih besar dari t tabel sebesar 1,662 sehingga secara statistik pengaruh dinyatakan signifikan. Tata kelola Administrasi (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap efiensi kerja pegawai. Peningkatan kualitas tata kelola administrasi berkonstribusi terhadap peningkatan efisinsi kerja pegawai sebesar 30,1%. Kedua variabel independen yaitu sistem informasi manajemen (X. dan tata kelola administrasi (X. , berkonstribusi signifikan terhadap peningkatan efisiensi kerja pegawai. Juli 2025. Volume 9. Nomor 2, 166-170 Sugiyono. AuMetode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D (Pp. 1Ae. Ay Alfabeta Bandung. Sugiyono. Sugiyono. AuMetode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif. R&D. Ay Bandung: Alfabeta 1Ae Taufiqurokhman. Ismail Suardi Wekke. And Ahmad Muzawir Saleh. Pendidikan Dalam Tinjauan Administrasi Publik: Teori & Praktik. Samudra Biru. Ummah. In Sustainability (Switzerlan. (Vol. Issue . Ucapan Terimakasih Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Mohamad Mustari. Ph. dan Dr. Muntari. Phil. dosen pembimbing tesis yang telah membimbing serta memberikan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi Semoga ilmu yang telah diberikan akan membawa manfaat yang besar. Daftar Pustaka