Vol 16 No. 2 September 2024 MEDICA MAJAPAHIT https://ejournal. id/index. php/MM KORELASI USIA IBU PADA MASA KEHAMILAN DENGAN PERKEMBANGAN EMOSI ANAK USIA 3-5 TAHUN Deni Suciati1. Nurun Ayati Khasanah2. Fitria Edni Wari3 1,2,3 Program S1 Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto ABSTRACT Children are a valuable asset of a nation. Pre-school age is 3-5 years, most of the bodyAos systems are mature,stable and can adapt to environmental changes. The prevalence of emotional and behavioral disorders in pre-school children is quite high. The main factor for childrenAos emotional development problem is the motherAos age during pregnancy. The type of research used observational research with analytic survey research methods. The research design used a cross-sectional study. The research subjects were all patients who came clinic. Conducted from October 2022 to December 2022 at TPMB Denny's Bojonegoro. The sample of this research 74 respondents. The analysis used is chi square and multiple logistic regression. The results of the study showed that 37 respondents . %) were aged <20 years during pregnancy and 39 . %) children aged 3-5 years were abnormal. Based on the results of the Chi Square test, the Asimp Sig value was 0. Because the value of Asimp Sig 009 smaller than 0. 05, so it is concluded that H1 is accepted, which means Authere is a significant relationship between maternal age during pregnancy and the emotional development of children aged 3-5 years". Things that can be recommended for adolescents, families, and health workers to pay attention to the age of the mother during pregnancy so as to avoid emotional disturbances for children aged 3-5 years by making a pregnancy program aged 20-35 years or if married at a young age can delay pregnancy until adulthood 20-35 years old. Keywords: MotherAos Age During Pregnancy. Emotional Development. Children Aged 3-5 Years. PENDAHULUAN Anak merupakan aset berharga suatu bangsa. Hal ini dikarenakan anak merupakan generasi penerus, sehingga dibutuhkan anak yang berkualitas untuk mencapai masa depan bangsa yang baik. Masa lima tahun pertama kehidupan merupakan masa yang sangat peka terhadap lingkungan dan masa ini berlangsung sangat pendek serta tidak dapat diulang lagi, maka masa balita disebut sebagai AuMasa KeemasanAy . olden perio. Aujendela kesempatanAy . indow of opportunit. , dan Aumasa kritisAy . ritical perio. , (Kadi. Garna, dan Fadlyana. Anak mengalami perkembangan yang luar biasa pada tahun pertama kehidupan mereka, selain perkembangan fisik dan kognitif, di awal kehidupan anak terdapat pula perkembangan sosial dan emosional. Anak usia prasekolah akan mengalami tahap perkembangan fisik melambat sedangkan tahapan sosialemosional dan kognitif semakin cepat. Anak-anak merupakan penerus suatu Kualitas hidup anak dapat menentukan kemajuan keluarga, masyarakat, dan Negara (Yuni Kusmiyati. Margono, 2. Vol 16 No. 2 September 2024 MEDICA MAJAPAHIT https://ejournal. id/index. php/MM Anak usia pra sekolah adalah anak usia 3-5 tahun yang sebagian besar sistem tubuh telah matur dan stabil serta dapat menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. Perkembangan kemampuan berbahasa, kreativitas, kesadaran sosial, kesadaran emosional, dan inteligensia berjalan sangat cepat (Kemenkes RI, 2. Prevalensi gangguan emosional dan perilaku pada anak usia pra sekolah cukup tinggi yaitu 34,10%. Perkembangan emosi anak dipengaruhi beberapa faktor meliputi umur, jenis kelamin, genetik, keluarga, hormon, psikologi ibu ketika hamil, gizi ibu, pola asuh, sosio-ekonomi, pendidikan ibu, stimulasi dan lain-lain (Nathali Gunawardena. Fantaye. Yaya, 2. Salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan emosi anak yaitu usia ibu ketika hamil. Kehamilan di usia muda adalah kehamilan yang terjadi pada wanita berusia < 20 tahun. Wanita usia muda mengalami proses pematangan fisik lebih cepat daripada pematangan psikososialnya. Oleh karena itu, seringkali terjadi ketidakseimbangan emosi sehingga sangat sensitif maupun rawan terhadap Hal tersebut merugikan kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan janin karena belum matangnya alat reproduksi untuk hamil apalagi bila ditambah dengan tekanan . psikologi, sosial, dan ekonomi (Nathali Gunawardena. Fantaye. Yaya, 2. Ibu hamil usia muda yang mengalami stres atau tekanan dapat memengaruhi tumbuh kembang janin yang terdapat di dalam kandungan karena janin dapat merasakan apabila ibunya sedang sedih (Yuyun Farihatin. Ernawati. Eka Nur Fajaroh, 2. Tekanan ibu ketika hamil memengaruhi anak yang sedang berkembang baik sebelum maupun sesudah kelahiran (Yuyun Farihatin. Ernawati. Eka Nur Fajaroh, 2. Kehamilan pada usia muda yang tinggi mengindikasikan bahwa wanita usia muda rentan mengalami gangguan kehamilan dan permasalahan lain yang berhubungan dengan kehamilan di usia yang masih muda (Sarwono, 2. Data mengenai kehamilan di usia muda dilihat dari data persalinan muda profil Dinkes Provinsi Jawa Timur menunjukan bahwa jumlah persalinan muda tahun 2020 ada 930 sedangkan tahun 2021 meningkat menjadi 1. 078 (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, 2. Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Bojonegoro, sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Persalinan usia muda di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2020 sebanyak 181, meningkat dua kali lipat dari tahun 2021 sebanyak 364 (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, 2. Akumulasi jumlah persalinan remaja di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2020-2022, menunjukan bahwa jumlah tertinggi terdapat di Kecamatan Trucuk sebanyak 242. Jumlah tersebut terdiri dari 100 persalinan usia muda di TPMB DennyAos, dan 142 persalinan muda di Puskesmas Trucuk, wilayah kerja Puskesmas Trucuk (Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, 2. Upaya yang dilakukan dalam rangka optimalisasi kegiatan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak salah satunya dengan tersedianya alat ukur sesuai standar dan tenaga pelaksana yang terlatih sehingga data yang dihasilkan dapat terjaga validitas dan reliabilitasnya. Stimulasi yang tepat dan adekuat akan merangsang otak anak sehingga perkembangan kemampuan gerak, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian, serta perilaku dan emosi pada anak berlangsung optimal sesuai dengan umurnya. Deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang perlu dilakukan guna mengetahui adanya kemungkinan penyimpangan termasuk menindaklanjuti setiap keluhan orang tua terhadap masalah tumbuh Vol 16 No. 2 September 2024 MEDICA MAJAPAHIT https://ejournal. id/index. php/MM kembang anaknya. Kegiatan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang balita yang menyeluruh dan terkoordinasi akan meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia dini dan kesiapan memasuki jenjang pendidikan formal. lndikator keberhasilan pembinaan tumbuh kembang tidak hanya meningkatnya status kesehatan dan gizi anak tetapi juga mental, emosional, sosial dan kemandirian anak berkembang secara optimal. Kegiatan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak dilakukan menggunakan alat antropometri . ntropometri ki. dan alat deteksi dini perkembangan anak (Stimulasi. Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK Ki. (KepMenKes RI No HK. 07/MENKES/51/2. Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk mengetahui adakah AuKorelasi Usia Ibu Pada Masa Kehamilan Dengan Perkembangan Emosi Anak Usia 3-5 TahunAy. Kita sebagai seorang bidan yang nantinya dapat meningkatkan motivasi dalam melaksanakan deteksi dini gangguan perkembangan emosi anak dan mampu memberi promosi kesehatan kepada masyarakat mengenai risiko kehamilan ibu di usia muda METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observational dengan metode penelitiannya adalah survey analitik. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dimana faktor resiko dan efek diukur pada waktu yang sama, sehingga tiap subjek penelitian hanya diobservasi 1 kali saja (Arikunto, 2. Pada penelitian ini peneliti melihat adakah Korelasi antara Usia ibu saat hamil dengan perkembangan emosi anak usia 3-5 tahun di TPMB DennyAoS Kabupaten Bojonegoro dengan mempertimbangkan variabel luar antara lain pola asuh, jumlah anak, jenis kelamin anak, pendidikan ibu, pendidikan ayah dan pendapatan orang tua. Penelitian ini telah memenuhi proses Ethical Approval dan mendapatkan keputusan Surat Keterangan Layak Etik dengan Surat Keterangan Layak Etik KEPK STIKES Majapahit Nomor: 031/KEPK-SM/2023. HASIL PENELITIAN Mengidentifikasi Korelasi Usia Ibu Saat Hamil Dengan Perkembangan Emosi Anak Usia 3-5 Tahun Tabel 1 Distribusi frekuensi korelasi usia ibu saat hamil dengan perkembangan emosi anak usia 3-5 tahun Usia ibu saat hamil Usia ibu < 20 tahun Usia ibu 20 - 35 tahun Total Perkembangan emosi anak usia 3 Ae 5 tahun Tidak Normal Total Vol 16 No. 2 September 2024 MEDICA MAJAPAHIT https://ejournal. id/index. php/MM Berdasarkan pada tabel menunjukkan bahwa setengahnya usia ibu saat hamil < 20 tahun yaitu 37 responden . %) dengan yang mengalami masalah pada perkembangan emosi anak usia 3-5 tahun hampir setengahnya yaitu 25 responden . %). Setengahnya usia ibu saat hamil 20-35 tahun yaitu 37 responden . %) dengan yang mengalami masalah pada perkembangan emosi anak usia 3-5 tahun sebagian kecil yaitu 10 responden . %) dari total responden 74 orang . %). Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan nilai Asimp. Sig sebesar 0,009. Karena nilai Asimp. Sig 0,009 lebih kecil dari 0,05, maka disimpulkan bahwa H1 diterima yang artinya Auada korelasi yang signifikan antara Usia ibu saat hamil dengan perkembangan emosi anak usia 3 Ae 5 tahunAy. Hal ini dapat diartikan bahwa Usia ibu saat hamil mempunyai korelasi dengan perkembangan emosi anak usia 3 Ae 5 tahun. PEMBAHASAN Berdasarkan pada tabel menunjukkan bahwa setengahnya usia ibu saat hamil < 20 tahun yaitu 37 responden . %) dengan yang mengalami masalah pada perkembangan emosi anak usia 3-5 tahun hampir setengahnya yaitu 25 responden . %). Setengahnya usia ibu saat hamil 20 -35 tahun yaitu 37 responden . %) dengan yang mengalami masalah pada perkembangan emosi anak usia 3-5 tahun sebagian kecil yaitu 10 responden . %) dari total responden 74 orang . %). Di kuesinoner kekuatan dan kesulitan anak, rata-rata jawaban dari responden usia ibu saat hamil < 20 tahun pada pernyataan pertama Au anak bersikap baik dan memperdulikan perasaan orang lainAy selalu jawabannya kadang-kadang. Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan nilai Asimp. Sig sebesar 0,009. Karena nilai Asimp. Sig 0,009 lebih kecil dari 0,05, maka disimpulkan bahwa H1 diterima yang artinya Auada hubungan yang signifikan antara Usia ibu saat hamil dengan perkembangan emosi anak usia 3 Ae 5 tahunAy. Reproduksi sehat untuk hamil dan melahirkan adalah usia 20-30 tahun, jika terjadi kehamilan di bawah atau di atas usia tersebut maka akan dikatakan beresiko akan menyebabkan terjadinya kematian 2 - 4 x lebih tinggi dari reproduksi sehat (Manuaba, 2. Menurut Susanti . , kehamilan pada remaja dapat menimbulkan masalah karena pertumbuhan tubuhnya belum sempurna, kurang siap dalam sosial ekonomi, kesulitan dalam persalinan, atau belum siap melaksanakan peran sebagai ibu. Remaja yang akan menikah kelak akan menjadi orang tua sebaiknya mempunyai kesehatan reproduksi yang sehat sehingga dapat menurunkan generasi penerus yang sehat. Untuk itu memerlukan perhatian karena belum siapnya alat reproduksi untuk menerima kehamilan yang akhirnya akan menimbulkan berbagai bentuk komplikasi. Selain itu kematian maternal pada wanita hamil dan melahirkan pada usia di bawah 20 tahun ternyata 2-5 kali lebih tinggi dari pada kematian maternal yang terjadi pada usia 20-29 tahun. Anak yang dilahirkan dari usia ibu saat hamil < 20 tahun memiliki risiko 6 Vol 16 No. 2 September 2024 MEDICA MAJAPAHIT https://ejournal. id/index. php/MM kali mengalami gangguan perkembangan emosi anak dibanding ibu yang hamil di usia dewasa. Hal tersebut bisa terjadi dikarenakan wanita hamil usia muda sering kali sangat sensitif maupun rawan terhadap stres. Hal tersebut merugikan kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan janin karena belum matangnya alat reproduksi untuk hamil apalagi bila ditambah dengan tekanan . psikologi, sosial, dan ekonomi. Usia ibu dapat memengaruhi kondisi psikologi atau kesiapan mental ketika hamil hingga melahirkan dan mendidik anak. Stres yang dialami ibu pada waktu hamil dapat memengaruhi tumbuh kembang janin, antara lain cacat bawaan, kelainan kejiwaan, dan lain-lain (Tanuwidjaya,2. Salah satu faktor yang memengaruhi psikologi ibu hamil yaitu usia ibu ketika hamil (Mitayani, 2. Kehamilan di usia muda adalah kehamilan yang terjadi pada wanita berusia < 20 Wanita usia muda mengalami proses pematangan fisik lebih cepat daripada pematangan psikososialnya. Wanita hamil usia muda seringkali sangat sensitif maupun rawan terhadap Hal tersebut merugikan kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan janin karena belum matangnya alat reproduksi untuk hamil apalagi bila ditambah dengan tekanan . psikologi, sosial, dan ekonomi (Manuaba, 2. Ibu hamil usia muda yang mengalami stres atau tekanan dapat memengaruhi tumbuh kembang janin yang terdapat di dalam kandungan karena janin dapat merasakan apabila ibunya sedang sedih. Oleh karena itu, usia seorang wanita pada saat hamil sebaiknya tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Umur yang kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun berisiko tinggi untuk melahirkan. Kesiapan seorang perempuan untuk hamil harus siap fisik, emosi, psikologi, sosial dan ekonomi (Ruswana, 2. Tekanan ibu ketika hamil memengaruhi anak yang sedang berkembang baik sebelum maupun sesudah kelahiran (Hurlock, 2. Hal tersebut sesuai penelitian Sucipto . yang berjudul AuKorelasi antara Usia Ibu Hamil dengan Kesiapan Mental Menghadapi Persalinan di Desa Kalisidi. Kecamatan Ungaran BaratAy yang menunjukan bahwa ada korelasi antara usia ibu hamil dengan kesiapan mental dalam menghadapi persalinan yang ditinjau dari tingkat kecemasan ibu nilai p value 0,006. Selain itu, ibu yang hamil di usia muda dapat berpengaruh pada kondisi psikologinya. PENUTUP Hasil penelitian ini menunjukan Sebagian besar usia responden . sia ibu saat hami. beresiko terhadap perkembangan emosi anak usia 3-5 tahun sebesar 50 %. Perkembangan emosi anak usia 3 -5 tahun sebagian besar normal, yang dilahirkan ibu yang hamil usia dewasa adalah 36 %. Ada korelasi antara usia ibu saat hamil dengan perkembangan emosi anak usia 3-5 tahun. Anak usia 3-5 tahun yang dilahirkan dari ibu yang hamil di usia muda memiliki risiko 6 kali mengalami gangguan perkembangan emosi anak dibanding ibu yang hamil di usia dewasa yaitu 34 % Vol 16 No. 2 September 2024 MEDICA MAJAPAHIT https://ejournal. id/index. php/MM DAFTAR PUSTAKA Arvin. Behrman. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: EGC. Black. Pulford. Christie. , & Wheeler. Differences in New Zealand School StudentAos reported Strenght and Difficulties. New Zealand Journal of Psychology, 39. Brauner. & Stephens. Estimating the Prevalence of Early Childhood Serious Emotional / Behavioral Disorder: Challenges and Recommendations.