REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 7 Number 02, 2024 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Upaya Meningkatkan Hasil Belajar PAI Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif TPS Pada Siswa Kelas Vi SMP Darussalam Plus Tanak Beak Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2022 / 2023 Nurhidayati GURU PAI SMP Darussalam Plus Tanak Beak. Indonesian nurhidayatii297@gmail. ABSTRAK Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan bagian integral Article history: dari sistem pendidikan nasional yang memiliki peranan Received Maret 20, 2024 penting dalam membentuk kepribadian, akhlak mulia, dan Revised Mei 29, 2024 Accepted Juni 10, 2024 keimanan peserta didik. Saat ini, peserta didik dihadapkan Available online Juni 24, 2024 pada arus informasi yang sangat cepat dan berbagai Kata Kunci: Hasil Belajar. PAI. TPS tantangan moral yang kompleks. Di sinilah pentingnya PAI sebagai benteng dalam menanamkan nilai-nilai tauhid, kejujuran, toleransi, dan tanggung jawab sosial. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan saat proses pembelajaran mata Pelajaran PAI, masih ada siswa yang This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2023 by Author. Published by Universitas malas dalam mengikuti pelajaran di kelas tidak peduli Pendidikan Ganesha. terhadap pelajaran yang diajarkan khususnya PAI dan mengakibatkan nilai dari sebagaian besar siswa masih di bawah KKM. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai yaitu untuk meningkatkan hasil belajar PAI dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS siswa kelas Vi SMP Darussalam Plus Tanak Beak Semester Ganjil Tahun Ajaran 2022 / 2023. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Vi SMP Darussalam Plus Tanak Beak Semester Ganjil Tahun Ajaran 2022 / 2023 yang berjumlah 10 siswa, yang terdiri dari 3 perempuan dan 7 laki-laki. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan lembar hasil tes kegiatan kelompok, tes individu dan hasil observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, verifikasi dan penarikan kesimpulan serta penyajian data. Hasil penelitian menujukkan adanya peningkatan hasil belajar PAI siswa dari 40% pada siklus I menjadi 90% pada siklus II. Dimana hal tersebut berarti bahawa model pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat meningkatkan hasil belajar PAI siswa. ARTICLE INFO PENDAHULUAN Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional yang memiliki peranan penting dalam membentuk kepribadian, akhlak mulia, dan keimanan peserta didik. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa pendidikan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, salah satunya melalui penguatan nilai-nilai agama (UU Sisdiknas, 2. Dalam era globalisasi REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 7 Number 02, 2024 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: saat ini, peserta didik dihadapkan pada arus informasi yang sangat cepat dan berbagai tantangan moral yang kompleks. Di sinilah pentingnya PAI sebagai benteng dalam menanamkan nilai-nilai tauhid, kejujuran, toleransi, dan tanggung jawab sosial. Pendidikan Agama Islam tidak hanya sebatas transfer ilmu agama, tetapi juga proses internalisasi nilainilai Islam yang berorientasi pada pembentukan karakter. Sebagaimana dikemukakan oleh Zakiah Daradjat . , pendidikan agama harus mampu menanamkan nilai dan sikap yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar hafalan atau pengetahuan teoritis semata. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran PAI sering kali belum mencapai hasil yang optimal. Masih banyak siswa yang belum mampu menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti pendekatan pembelajaran yang kurang variatif, kompetensi guru yang belum merata, serta kurangnya keterlibatan keluarga dan lingkungan dalam mendukung proses pendidikan agama (Muhaimin, 2. Selain itu berdasarkan hasil observasi yang dilakukan saat proses pembelajaran mata Pelajaran PAI, masih ada siswa yang malas dalam mengikuti pelajaran di kelas tidak peduli terhadap pelajaran yang diajarkan khususnya PAI. Siswa malas dan tidak bersemangat dalam mengerjakan tugas di sekolah maupun di rumah yang diberikan oleh Dari evaluasi pembelajaran yang telah dilakukan oleh sekolah ternyata masih ada beberapa siswa yang belum mendapatkan nilai yang diharapkan dibuktikan dengan nilai PAI beberapa siswa belum mencapai rata-rata standar minimal yang diharapkan yaitu masih terdapat sebagian besar siswa yang mendapat nilai di bawah KKM pada saat latihan atau ulangan. Selain itu berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa guru mendapatkan informasi bahwa siswa terkadang merasa bosan dengan model pembelajaran yang hanya mencatat dan kurangnya kegiatan yang melibatkan siswa di dalam proses pembelajaran yang membuat siswa menjadi pasif dan merasa cepat bosan. Beberapa solusi yang bisa diterapkan salah satunya adalah dengan mengubah model pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat di teparkan adalah model pembelajaran Kooperatif. Model pembelajaran kooperatif banyak ragamnya salah satunya pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) . Model pembelajaran TPS memberi siswa kesempatan untuk bekerja sendiri dan bekerjasama dengan orang lain. Dalam hal ini guru mempunyai peranan penting dalam membimbing siswa melakukan diskusi sehingga tercipta suasana belajar yang aktif, kreatif, menarik dan menyenangkan, dengan menggunakan model pembelajaran ini siswa dapat memecahkan masalah, memahami materi secara berkelompok dan saling membantu dengan anggota kelompoknya, membuat kesimpulan dari diskusi serta mempresentasikan di depan kelas. Dengan penggunaan model pembelajaran tersebut diharapkan tercipta suasana pembelajaran yang efektif, dan menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran tercapai. Berangkat dari kondisi pembelajaran PAI di kelas Vi tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul AuUpaya Meningkatkan Hasil Belajar PAI Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Pada Siswa Kelas Vi SMP Darussalam Plus Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2022/ 2023Ay. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai yaitu untuk meningkatkan hasil belajar PAI dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS siswa kelas Vi SMP Darussalam Plus Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2022/ 2023Ay. REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 7 Number 02, 2024 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Kajian Teori Hasil Belajar Pengertian Hasil Belajar Hasil belajar merupakan keseluruhan hasil yang dicapai melalui proses belajar mengajar di sekolah. Hasil belajar seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satu faktor yang ada di luar individu adalah tersedianya bahan ajar yang memberi kemudahan bagi individu untuk mempelajarinya sehingga menjadi hasil belajar yang Selain faktor dari luar individu, minat belajar siswa juga sangat berpengaruh terhadap hasil belajar matematika karena minat merupakan hal yang paling penting untuk melakukan suatu kegiatan. Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran. Proses penilaian terhadap hasil belajar dapat memberikan informasi kepada guru tentang kemajuan siswa dalam upaya mencapai tujuan-tujuan belajarnya melalui kegiatan belajar. Selanjutnya dari informasi tersebut guru dapat menyusun dan membina kegiatan- kegiatan siswa lebih lanjut, baik untuk keseluruhan kelas maupun individu. Menurut Suprijono dalam M. Thobroni . hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, dan keterampilan Menurut Lindgren hasil belajar adalah meliputi kecakapan,informasi, pengertian dan Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah perubahan perilaku secara keseluruhan bukan hanya salah satu aspek potensi kemanusiaan saja. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi Hasil belajar adalah sebagai berikut : Faktor Internal . ari dalam individu yang belaja. Faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar ini lebih ditekankan pada faktor dari dalam individu yang belajar. Adapun faktor yang mempengaruhi kegiatan tersebut adalah faktor psikologis, antara lain : Kesehatan Kesehatan baik rohani maupun jasmani mempunyai pengaruh sangat besar terhadap kemampuan belajar. Oleh karena itu bagi setiap orang baik fisik maupun mental agar badan, pikiran selalu bersemangat dan segar dalam melakukan kegiatan belajar. Minat dan motivasi Seseorang mempunyai minat belajar disebabkan beberapa hal, antara lain kemauan yang kuat untuk menaikkan martabat. Motivasi berbeda dengan minat. Motivasi adalah pendorong untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang berasal dari dalam dan luar diri kita. Selain itu motivasi belajar perlu diusahakan terutama yang berasal dari dalam diri kita dengan cara senantiasa bertekat bulat dan selalu optimis bahwa cita- cita dapat dicapai dengan belajar. Intelegensi dan bakat Jika seseorang mempunyai intelegensi tinggi dan bakatnya ada dalam bidang yang dipelajari, maka proses belajar akan lancar dan sukses jika dibandingkan dengan orang yang mempunyai bakat saja tetapi intelegensi rendah. Demikian pula jika dibandingkan dengan orang yang intelegensinya tinggi tetapi bakatnya tidak ada dalam bidang. REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 7 Number 02, 2024 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Model Pembelajaran Kooperatif Artz dan Newman . alam Huda 2011 : . mendefinisikan kooperatif sebagai small group of learners working together as a team to solve a problem, complete a taks, or accomplish a common goal . elompok kecil pembelajaran/siswa yang bekerja sama dalam satu tim untuk mengatasi suatu masalah, menyelesaikan sebuah tugas, atau mencapai satu tujuan bersama. Selain itu Anita Lie . alam Isjoni 2009:. menyebut cooperative learning dengan istilah pembelajaran gotong royong, yaitu sistem pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja sama dengan siswa lainnya dalam tugas-tugas yang terstruktur. Dengan demikian, pembelajaran kooperatif bergantung pada efektivitas kelompok-kelompok siswa tersebut. Dalam pembelajaran ini, guru diharapkan mampu membentuk kelompok-kelompok kooperatif dengan berhati-hati agar semua anggotanya dapat bekerja bersama-sama untuk memaksimalkan pembelajarannya sendiri dan pembelajaran teman-teman satu kelompoknya. Berikut fase-fase yang ada pada model pembelajaran kooperatif: Tabel 1. Fase-fase Model Pembelajaran PRILAKU GURU Fase 1: Present goals and set Menyiapkan tujuan dan mempersiapkan Fase 2: Present information Menyajikan Informasi Fase 3: Organize student into Mengorganisir kedalam tim tim Fase 4: Assist team work and study Membantu kerja tim dan belajar Menjelaskan tujuan pembelajaran dan mempersiapkan peserta didik siap belajar Fase 5: Test on the Mengevaluasi Menguji pengetahuan peserta didik mengenai berbagai materi pembelajaran atau kelompokkelompok mempresentasikan hasil kerjanya Fase 6: Provide recognition Memberi pengakuan dan Mempersiapkan cara untuk mengakui salah dan presentasi individu maupun Kelompok Mwmprsentasikan informasi kepada peserta secara Memberikan penjelasan kepada peserta didik tentang tata cara pembentukan tim belajar dan membantu melakukan transisi yang Efisien Membantu tim-tm belajar mengerjakan tugasnya Suprijono. Agus . Dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dimana siswa REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 7 Number 02, 2024 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: bekerja dalam kelompok-kelompok yang interaktif agar siswa dapat bertanggung jawab dan bekerja sama dalam tim untuk menyelesaikan suatu Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Model pembelajaran TPS merupakan salah satu model pembelajaran Model pembelajaran ini berbasis pembelajaran diskusi kelas. Guru menyajikan materi klasikal, memberikan persoalan kepada siswa dan siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan sebangku-sebangku (Think-Pai. , dan presentasi kelompok (Shar. Pengertian Think Pair Share (TPS) menurut Hamdayana. Jumanta . 7 : . Think Pair Share (TPS) atau berpikir berpasangan berbagi adalah merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi interaksi siswa. Sedangkan menurut Suyatno . 9: . mengatakan bahwa : AuTPS adalah model pembelajaran kooperatif yang memiliki prosedur ditetapkan secara eksplinsit memberikan waktu lebih banyak kepada siswa untuk memikirkan secara mendalam tentang apa yang dijelaskan atau dialami . erfikir, menjawab, dan saling membantu satu sama Jadi berdasarkan pendapat para ahli tersebut pembelajaran dengan model kooperatif tipe TPS dapat mempengaruhi interaksi belajar, karena siswa akan diberikan waktu lebih banyak untuk berfikir, menjawab dan saling Tabel 2. Tahapan-tahapan pembelajaran TPS Tahap 4 Sharing Tahap 3 Pairing Tahap 2 Thingking Tahap 1 Pendahul Tahapan TPS Guru Siswa Guru Serta tujuan Pembelajaran Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai materi, serta tujuan Guru mengajukan pertanyaan atau isu yang berhubungan dengan pelajaran . Memikirkan ide-ide pertanyaan atau wacana yang diberikan oleh guru secara Guru berpasangan dengan siswa mendiskusikan apa yang telah dipikirkannya pada tahap pertama. Guru menugasi kelompok untuk berbagi ide-ide yang telah didiskusikan pada tahap kedua dengan kelompok lain dengan presentasi di depan kelas. Siswa pasangannya untuk mendidkusikan penyelesaian/jawaban pada tahap pertama tadi. Siswa berbagi ide-ide yang telah didiskusikan pada tahap kedua dengan kelompok lain. dengan cara presentasi di depan kelas. REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 7 Number 02, 2024 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Tahap 5 Penutup Guru membimbing siswa untuk tentang materi yang telah Siswa membuat kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari. Kelebihan model pembelajaran TPS Setiap model pembelajaran pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe TPS menurut Anita. Lie . alam Sudarmanto 2016 :121-. Siswa diberi waktu untuk berfikir . dan memecahkan masalah secara berpasangan . , serta saling membantu satu sama lain . Interaksi dalam belajar kelompok lebih mudah. Dapat meningkatkan rasa percaya diri karena setiap siswa diberi kesempatan untuk berartisipasi dalam kelas. Dapat meningkatkan kompetensi social antar siswa karena, siswa dapat mengembangkan keterampilan berfikir dan memecahkan masalah dalam komunikasi antar satu dengan yang lain serta bekerja saling tolong menolong dalam kelompok kecil. Siswa lebih aktif dalam pembelajaran kelompok karena menyelesaikan tugasnya dalam kelompok hanya terdiri dari 2-4 orang . elompok keci. Memungkinkan guru untuk lebih banyak memantau perkembangan siswa dalam proses pembelajaran. Dan masih banyak lagi keunggulankeunggulan atau kelebhan lainnya. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). Arikunto. Suharsimi, dkk. 7:2-. berpendapat Penelitian Tindakan Kelas, terdisi dari tigakata yang dapat dipahami pengertiannya sebagai berikut: Penelitian, menunjuk kepada suatu kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara danmetodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti. Tindakan, menunjukkan pada suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan untuk siswa. Kelas, dalam hal ini tidak terikat pada pengertian ruang kelas, tetapi dalam pengertian yang lebih spesifik. Menurut Arikunto. Suharsimi . 0 : . secara garis besar terdapat empat tahapan yang lazim dilalui yaitu . perencanaan, . pelaksanaan, . pengamatan, dan . Untuk lebih jelasnya alur-alur pada tiap siklus tersebut dapat dilihat dalam gambar berikut: REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 7 Number 02, 2024 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Perencanaan SIKLUS I Refleksi Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan SIKLUS II Refleksi Pelaksanaan Pengamatan Gambar 1. Alur PTK Arikunto. Suharsimi. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Darussalam Plus Tanak Beak beralamat di Dusun Tanak Beak Barat. Desa Tanak Beak. Kecamatan Narmada. Kabupaten Lombok Barat. NTB. Waktu yang digunakan dalam penelitian ini adalah pada semester ganjil tahun ajaran 2022/2023 dengan menyesuaikan jam pelajaran matematika pada kelas tersebut. Subjek dan Objek Penelitian Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Vi SMP Darussalam Plus Tanak Beak Tahun Ajaran 2021/2022 yang berjumlah 10 siswa, yang terdiri dari 3 perempuan dan 7 laki-laki. Objek penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan beberapa teknik yaitu: . Melalui Hasil tes kegiatan kelompok, . Melalui hasil tes individu siswa, dan . Hasil observasi Teknik Analisis data Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, verifikasi dan penarikan kesimpulan serta penyajian data (Lexi Moeloeng 1988:. Data yang diperoleh berupa jawaban tes kegiatan kelompok, tes individu dan hasil observasi tentang proses belajar mengajar, dan dokumentasi selama pembelajaran berlangsung. HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Awal Pada pembelajaran PAI sebelumnya guru masih menerapkan pembelajaran klasikal dan belum menerapakan model pembelajaran secara optimal sehingga siswa REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 7 Number 02, 2024 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: cepat merasa bosan, kurang aktif dalam pemebelajaran dan kemampuan siswa dalam menyelesaiakan pembelajaran belum berakibat pada menurunnya hasil belajar mereka. Observasi awal dilihat berdasarkan hasil nilai ulangan harian siswa pada awal pembelajaran materi skala. Berdasarkan hasil ulangan harian tersebut diperoleh data dari 10 orang siswa hanya 2 orang nilainya memenuhi KKM, sedangkan 7 orang siswa lainnya mendapatkan nilai jauh dibawah KKM. Berdasarkan hasil capaian pada kegiatan observasi awal tersebut, maka peneliti menyiapkan strategi untuk mengatasinya melalui Tindakan siklus I. Siklus 1 Pembelajaran yang dilaksanakn pada siklus 1 terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaantindakan, observasi, dan refleksi. Perencanaan Pada tahap perencanaan siklus I peneliti melakukan persipan terkait rencana pelaksanaan tindakan yang akan dilakukan pada siklus I, persipan yang dilakukan . Menyusun rencana pembelajaran (RPP) yang disusun sesuai syntak pembelajaran kooperatif tipe TPS. Menyusun lembar observasi untuk setiap pertemuan. Menyusun instrument penilaian berupa lembar tes dan penilaian hasil observasi Pelaksanaan Tindakan Pada tahap pelaksanaan Tindakan sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah disusun pada tahap perencanaan. Proses pelaksanaan tindakan pada siklus 1 adalah sebagai berikut: Pendahuluan Pada kegiatan pendahuluan, guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa Bersama siswa, setelah itu mengecek kehadiran siswa. Selanjutnya guru melakukan apesepsi untuk mengingat Kembali materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya. Guru juga menyampaikan tujuan pembelajaran dan model pembelajaran yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran di sikuls I. Kegiatan Inti Setelah masuk kegiatan inti, siswa dibagi menjadi 5 kelompok heterogen, dimana setiap kelompok beranggotakan 2 orang. Pembagian kelompok dapat dilihat pada Tabel 1 berikut Tabel 1. Nama Kelompok Nama Kelompok Kelompok 1 Anggota Abiyan Nabil Riyan Wijoyono Kelompok 2 Izzam Saputra Kelompok 3 Rozika Khairotin Mei Intan NurAoaini Rahma Amira Isna K. Pahlevi Sahri R. Zuaini Aditya Kelompok 4 REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 7 Number 02, 2024 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Kelompok 5 Rozi Saleh Zaibi Setelah itu guru menyampaikan materi terkait dengan iman kepada kitab allah dan memberikan siswa tugas kelompok pada LKS yang telah Guru meminta siswa untuk memikirkan strategi atau cara yang akan mereka gunakan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan (Thin. selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan Bersama dengan pasangan kelompoknya terkait dengan cara menyelesaikan tugas LKS yang diberikan (Pai. Pada tahap terakhir siswa diminta untuk membagikan hasil penyelesaian tugas LKS yang diberikan di depan kelas dengan mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka (Shar. Kegiatan Penutup Pada kegiatan penutup siswa diminta untuk mengumpulkan tugas kelompok yang telah diselesaikan, siswa diberikan soal untuk diselesaikan secara individu dan dikumpulkan, selanjutnya siswa Bersama dengan guru menyimpulkan kesimpulan dari kegiatan pembelajaran siklus I yang sudah dilakukan. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan salam. Hasil kegiatan kelompok dan Hasil Tes individu dapat dilihat pada Tabel- Tabel Tabel 3. Daftar Nilai Kelompok Pada Siklus I Nama Kelompok Jumlah Nilai Tuntas Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Kelompok 5 Oo Tidak Tuntas Oo Oo Oo Oo Berdasarkan table diatas terlihat bahwa Sebagian besar kelompok siswa masih mendapatkan nilai dibawah KKM, hanya 2 kelompok siswa saja yang nilai nya sudah memenuhi KKM. Selain tugas kelompok siswa juga diberikan tes secara individu untukmengetahui pemahaman masing-masing siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Berikut hasil tes individu siswa pada Siklus I Tabel 4. Data Nilai Tes Individu Siswa pada siklus I No Nama Siswa Abiyan Nabil Riyan Wijoyono Izzam Saputra Rozika Khairotin Mei Intan NurAoaini Rahma Amira Isna K. Pahlevi Sahri R. Zuaini Aditya Rozi Saleh Zaibi Jumlah Rata-rata Nilai Tes Tuntas Tidak Tuntas Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 7 Number 02, 2024 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Persentase Ketuntasan Berdasarkan table 3 di atas terlihat bahwa hanya 4 orang siswa yang nilainya memenuhi KKM sedangkan 8 siswa lainnya nilainya masih dibawah KKM. Observasi Berdasarkan hasil yang diperoleh pada siklus I, maka peneliti Bersama-sama dengan teman sejawat sepakat untuk melaksanakan perbaikan pembelajaran pada Siklus II, karena nilai rata-rata hasil belajar siswa baru mencapai angka 65,3 yang artinya nilai tersebut masih berada dibawah KKM. Hal ini menunjukkan ketuntasan belajar baru terpenuhi sebanyak 40%. Disaat pembelajaran siklus I berlangsung, beberapa siswa juga terlihat masih belum aktif dalam kegiatan diskusi kelompok. Berikut hasil observasi diskusi kelompok pada siklus I Tabel 5. Hasil Observasi Siklus I No. Uraian Keaktifan siswa dalam bertanya Keaktifan siswa dalam menjawab Interaksi siswa disaat melakukan diskusi secara kelompok Tinggi Ketertiban saat mengikuti proses Oo Keterampilan berpendapat atau mengkritik Rendah Oo Oo Oo Keterangan Beberapa siswa masih belum aktif dalam tanya Beberapa siswaakurang berinteraksi saat diskusi Sebagian besar siswa sudah tertib saat proses Oo Refleksi Tujuan dilakukannya refleksi kegiatan pada siklus I adalah untuk memperoleh gambaran apakah pelaksanaan tindakan pada siklus I telah sesuai dengan yang Dalam hal ini tujuan dari pelaksaan tindakan pada siklus I adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi skala dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS. Hasil refleksi kegiatan pada siklus I adalah sebagai Pelaksanaan pembelajaran pada siklus I sudah sesuai dengan syntak model pembelajaran kooperatif tipe TPS, hanya saja siswa masih bingung saat melaksakan setiap tahapan pembelajaran TPS tersebut dikarenakan peneliti belum terlalu menjelaskan alur atau tahapan-tahapan yang akan siswa lalui disaat proses pembelajaran dengan model Kooperatif tipe TPS. Beberapa siswa terlihat belum terlalu aktif dalam berdiskusi. Saat peneliti menanyakan alasannya mereka menjawab teman satu kelompoknya juga belum menguasai materi tersebut, oleh sebab itu pada siklus selanjutnya peneliti akan melakukan pendampingan lebih kepada setiap kelompok agar diskusi dalam kelompok berjalan dengan baik. manajemen waktu masih belum sesuai karena peneliti terlalu lama melakukan proses diskusi sehingga sedikit waktu yang tersisa untuk presentasi dan menyimpulkan pembelajaran siklus I. REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 7 Number 02, 2024 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Hasil refleksi di atas akan di perbaiki pada siklus selanjutnya agar tujuan pembelajaran bisa segera tercapai. Siklus II Sebagaimana yang dilakukan pada siklus I, pada siklus II ini kegiatan juga diawalai dengan perncanaan, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan tindakan , observasi dan refleksi. Perencanaan Tahap perencanaan pada siklus II tidak jauh berbeda dengan tahap perencanaan pada siklus I, hanya saja tahap perencanaan pada siklus II juga mempertimbangkan hasil refleksi pada tahap sebelumnya. Pada tahap perencanaan siklus II peneliti melakukan persipan terkait rencana pelaksanaan tindakan yang akan dilakukan pada siklusI I, persipan yang dilakukan diantarannya: Menyusun rencana pembelajaran (RPP) yang disusun sesuai syntak pembelajaran kooperatif tipe TPS. Menyusun lembar observasi untuk setiap pertemuan. Menyusun instrument penilaian berupa lembar penilaian hasil observasi siswa. Peneliti juga akan melakukan sedikit simulasi dalam menyampaikan tahapantahapan model pembelajaran TPS agar siswa lebih paham lagi terkait tahapantahapan yang harus mereka selesaikan saat proses pembelajaran. Peneliti juga mengatur ulang manajemen waktu yang dibutuhkan agar pelaksanaan tindakan sesuai dan tepat waktu. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II tidak jauh berbeda dengan pembelajaran pada siklus I. kegiatan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan syntak model pembelajaran kooperatif tipe TPS. Kegiatan pembeelajaran pada siklus II diuraikan sebagai berikut : Pendahuluan Pada kegiatan pendahuluan, guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa Bersama siswa, setelah itu mengecek kehadiran siswa. Selanjutnya guru melakukan apesepsi untuk mengingat Kembali materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya. Guru juga menyampaikan tujuan pembelajaran dan model pembelajaran yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran di sikuls Saat menyampaikan model pembelajaran yang akan digunakan guru mensimulasikan kegiatan seperti yang telah dilakukan siswa pada siklus I, tujuannya agar siswa benar-benar paham tahapan-tahapan yang harus mereka selesaikan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS. Hal tersebut dilakukan sebagai perbaikan dari hasil refleksi pada siklus I. Kegiatan Inti Setelah masuk kegiatan inti, siswa diberikan informasi terkait kelompok pada siklus I akan sama pada kelompok siklus II. Selanjutnya guru menyampaikan materi terkait dengan skala dan memberikan siswa tugas kelompok pada LKS yang telah Guru meminta siswa untuk memikirkan strategi atau cara yang akan mereka gunakan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan (Thin. REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 7 Number 02, 2024 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Setelah itu siswa diminta untuk mendiskusikan bersama dengan pasangan kelompoknya terkait dengan cara menyelesaikan tugas LKS yang diberikan (Pai. saat tahap diskusi kelompok, guru memberikan pendampingan lebih kepada kelompok yang terlihat belum berdiskusi dengan baik, agar tercipta diskusi kelompok yg lancar dan bisa menemukan penyelesaian dari tugas kelompok yang Hal ini sebagai Langkah perbaikan dari hasil refleksi pada siklus I. Selanjutnya siswa diarahkan ke tahap terkhir yaitu siswa diminta untuk membagikan hasil penyelesaian tugas LKS yang diberikan di depan kelas dengan mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka (Shar. Saat proses pembelajaran dilakukan dengan model kooperatif tipe TPS, siswa diberikan batas waktu pada setiap tahapannya yaitu 10 menit untuk tahap Think, 15 menit untuk tahap Pair dan 15 menit untuk tahap Share. Hal tersebut juga sebagai tindak lanjut atau perbaikan dari hasil ferleksi pada siklus I. Kegiatan Penutup Sama seperti kegiatan penutup pada siklus I. Kegiatan penutup pada siklus II adalah siswa diminta untuk mengumpulkan tugas kelompok yang telah diselesaikan, siswa diberikan soal untuk diselesaikan secara individu dan dikumpulkan, selanjutnya siswa Bersama dengan guru menyimpulkan kesimpulan dari kegiatan pembelajaran siklus I yang sudah dilakukan. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan salam. Hasil kegiatan kelompok dan Hasil Tes individu dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 6. Daftar Nilai Kelompok Pada Siklus II Nama Kelompok Jumlah Nilai Tuntas Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Kelompok 5 Oo Oo Tidak Tuntas Oo Oo Oo Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa Sebagian besar kelompok siswa sudah memenuhi KKM, hanya 1 kelompok siswa saja yang nilainya belum mencapai KKM KKM. Selain tugas kelompok siswa juga diberikan tes secara individu untuk mengetahui pemahaman masing-masing siswa terhadap materi yang telah Berikut hasil tes individu siswa pada Siklus II Tabel 7. Data Nilai Tes Individu Siswa pada siklus II Nama Siswa Abiyan Nabil Riyan Wijoyono Izzam Saputra Rozika Khairotin Mei Intan NurAoaini Rahma Amira Isna K. Pahlevi Sahri R. Zuaini Aditya Rozi Saleh Zaibi Nilai Tes Tuntas Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Tidak Tuntas Oo Oo Oo REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 7 Number 02, 2024 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Jumlah Rata-rata Persentase Ketuntasan Berdasarkan Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa sebagian besar siswa sudah memenuhi KKm hanya 1 orang siswa yang nilainya berada di bawah kkm. Terlihat juga presentase ketuntasan mencapai 90% yang artinya sudah memenuhi kriteria keberhasilan pada penelitian ini, sehingga penitian tindakan kelas dihentikan sampai dengan siklus II. Observasi Berdasarkan hasil yang diperoleh pada siklus II, maka peneliti Bersama-sama dengan teman sejawat sepakat untuk menghentikan pelaksanaan tindakan pada siklus II, karena nilai rata-rata hasil belajar sudah mencapai 79,1 atau mencapai 90% yang artinya nilai tersebut sudah memenuhi KKM. Hal ini juga menunjukkan ketuntasan belajar berada diats batas ketuntasan klasikal pada penelitian ini yaitu 85%. Disaat pembelajaran siklus II berlangsung, siswa terlihat sudah melakukan diskusi kelompok jauh lebih baik dari siklus I, berikut hasil observasi kegiatan kelompok siswa pada siklus II: Tabel 8. Hasil Observasi Siklus I No. Uraian Keaktifan siswa dalam bertanya Keaktifan siswa dalam menjawab Interaksi siswa disaat melakukan diskusi secara kelompok Tinggi Oo Oo Ketertiban saat mengikuti proses Oo Keterampilan berpendapat atau mengkritik Oo Oo Rendah Keterangan Beberapa siswa masih belum aktif dalam tanya Beberapa siswaakurang berinteraksi saat diskusi Sebagian besar siswa sudah tertib saat proses Refleksi Berdasarkan hasil tes kelompok, tes individu dan hasil observasi yang telah dilakukan pada siklus II persentase ketuntasan belajar siwa mencapai 90% dan hasil tes siswa sudah memenuhi KKM. Hal tersebut berarti hasil belajar siswa sudah mencapai kategori baik dan indicator keberhasilan pada penelitian ini sudah tercapai sehingga pembelajaran PAI menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dianggap selesai dan berhenti pada siklus II Pembahasan Penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada pelajaran PAI kelas Vi SMP Darussalam Plus Tanak Beak yang terdiri dari 2 siklus, menunjukkan adanya peningkatan pada hasil belajar PAI siswa sesuai dengan indikator keberhasilan yang telah ditentukan . Upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar PAI siswa pada siklus I dan II adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatf tipe TPS sesuai dengan RPP yang telah disusun. Sebelum melaksanakan tinfdkan peneliti terlebih dahulu mempersiapkan hal-hal yang diperlukan dalam penelitian, mulai REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 7 Number 02, 2024 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: dari menyusun RPP. Menyusun rencana pembelajaran (RPP) yang disusun sesuai syntak pembelajaran kooperatif tipe TPS. Menyusun lembar observasi untuk setiap pertemuan. Menyusun instrument penilaian berupa lembar tes dan penilaian hasil observasi siswa. Selanjutnya peneliti melakukan kegiatan tindakan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dalam pembelajaran PAI. Dalam proses pembelajaran peneliti mengikuti tahap-tahap sesuai dengan syntak model pembelajaran TPS yang telah disusun di RPP. Pada kegiatan pendahuluan, peneliti membuka proses pembelajaran dengan salam dan doa serta menyampaikan tujuan pembelajaran dan model pembelajaran yang akan di gunakan. Selain itu peneliti juga membimbing siswa untuk mengingat Kembali materi yang telah dipelajar sebelumnya . Tahapan selanjutnya adalah masuk kedalam kegiatan inti, pada kegiatan ini peneliti membagi siswa menjadi 5 kelompok. Setelah itu guru menyampaikan materi terkait dengan Iman Kepada Kitab-Kitab Allah dan memberikan siswa tugas kelompok pada LKS yang telah disiapkan. Guru meminta siswa untuk memikirkan strategi atau cara yang akan mereka gunakan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan (Thin. selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan Bersama dengan pasangan kelompoknya terkait dengan cara menyelesaikan tugas LKS yang diberikan (Pai. Pada tahap terakhir siswa diminta untuk membagikan hasil penyelesaian tugas LKS yang diberikan di depan kelas dengan mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka (Shar. Kegitan terakhir adalah penutup. Pada kegiatan penutup siswa diminta untuk mengumpulkan tugas kelompok yang telah diselesaikan, siswa diberikan soal untuk diselesaikan secara individu dan dikumpulkan, selanjutnya siswa Bersama dengan guru menyimpulkan kesimpulan dari kegiatan pembelajaran siklus I yang sudah dilakukan. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan salam. Hasil kegiatan kelompok pada siklus I menunjukkan Sebagian besar kelompok siswa belum memenuhi KKM akan tetapi pada siklus II hanya satu kelompok yang nilainya belum memenuhi KKM. Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan pada hasil kegiatan kelompok siswa. Sejalan dengan hal tersebut hasil tes individu pada siklus I dan II juga terlihat mengalami peningkatan dimana pada siklus I hasil tes individidu siswa menunjukkan hanya 4 orang siswa dan di siklus II meningkat menjadi 9 orang siswa nilainya sudah memenuhi KKM. Data peningkatan tersebut dapat dilihat pada Tabel- Tabel berikut ini : Tabel 9. Data Peningkatan Hasil Kegiatan Kelompok Siswa Nama Kelompok Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 Kelompok 5 Nilai Siklus I Siklus II Keterangan Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Berdasarkan data tabel 7 di atas terlihat jelas bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa di Siklus II. Selain pada hasil kegiatan kelompok, hasil tes individu siswa juga mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II, data hasil peningkatan Hasil belajar siswa tersebut dapat di lihat pada Tabel berikut: REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 7 Number 02, 2024 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: Tabel 10. Data Peningkatan Hasil Tes Individu Nama Siswa Hasil tes individu Siklus I Siklus II Abiyan Nabil Riyan Wijoyono Izzam Saputra Rozika Khairotin Mei Intan NurAoaini Rahma Amira Isna K. Pahlevi Sahri R. Zuaini Aditya Rozi Saleh Zaibi Jumlah Rata-rata Persentase Ketuntasan Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Berdasarkan Tabel 8 di atas terlihat bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa dimana jika pada siklus I hanya 4 orang siswa yang memenuhi KKM meningkat pada siklus II menjadi 9 orang siswa yang nilainya memenuhi KKM. Hasil tersebut sejalan dengan persentase ketuntasan belajar siswa yang juga meningkat. Untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada diagram batang di bawah ini. Persentase Ketuntasan Belajar Siswa Siklus I Siklus II Gambar 2. Persentase Ketuntasan Belajar Siswa Berdasarkan diagram batang tersebut terlihat jelas peningkatan ketuntasan belajar yang jika pada siklus I persentase ketuntasan belajar siswa hanya 40% meningkat menjadi 90% pada siklus II dimana persentase tersebut di atas indikator keberhasilan penelitian ini yaitu sebesar 85%. Hal tersebut berarti bahwa tinfdakan yang diberikan yaitu menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) terbukti dapat meningkatkan hasil belajar PAI siswa. SIMPULAN DAN SARAN Siimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada pembelajaran PAI dapat meningkatkan hasil belajar PAI siswa kelas Vi SMP Darussalam Plus Tanak Beak Tahun Ajaran 2022/2023. Peningkatan hasil REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 7 Number 02, 2024 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: belajar PAI siswa ditandai dengan meningkatnya rata-rata persentase hasil tes individu siswa dari siklus I ke siklus II yaitu dari 40% menjadi 90% dan pembelajaran PAI dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Sair Share (TPS) mendapatkan respon positif dari siswa. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, maka terdapat saran yang diusulkan untuk upaya perbaikan dikemudian hari. Saran tersebut antara lain: Bagi Siswa Dalam proses pembelajaran diharapkan lebih meningkatkan interaksi dengan teman satu kelompok dalam menemukan jawaban dengan cara siswa saling membantu teman yang mengalami kesulitan dan saling berdiskusi dengan Bagi Guru Guru diharapkan dapat menggunakan model pembelajaran yang beragam sehingga siswa tidak bosan dan memiliki minat yang lebih pada pembelajaran PAI. Guru diharapkan dapat selalu memberikan motivasi kepada siswa dalam proses pembelajaran yang bertujuan agar siswa terpacu untuk belajar dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Bagi Sekolah Sekolah hendaknya memberikan dorongan kepada para guru untuk dapat menerapkan pembelajaran yang lebih menarik bukan hanya untuk pembelajaran PAI tetapi juga mata pelajaran yang lain. Bagi Peneliti Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan, masukan dan dalam proses pembelajaran PAI. REFORM : Jurnal Pendidikan. Sosial, dan Budaya Volume 7 Number 02, 2024 pp. P-ISSN: 2580-0310 | E-ISSN: 2807-3355 Open Access: DAFTAR PUSTAKA Daradjat. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara. Isjoni. Cooperative Learning Mengembangkan Kemampuan Belajar Berkelompok. Bandung: Alfabeta Muhaimin. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Madrasah, dan Perguruan Tinggi. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Suprijono. Agus. Cooperative Learning Teori & Aplikasi PAIKEM. Pustaka