p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Volume. No. 6, 2025 Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business PENGARUH PERSEPSI DAN PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BUAH LOKAL Wilda Widiawati1. Sukma2. Burnama Azhari3. Rista Astari Rusdin4 1,2,3,4 Article History Received: 26-01-2025 Revision: 29-01-2025 Accepted: 31-01-2025 Published: 15-02-2025 Universitas Muhammadiyah Enrekang. Jl. Jend. Sudirman. Enrekang. Indonesia. Email: wildawidiawati@unimen. Abstract. High fruit imports in Indonesia threaten the existence of local fruits. Consumers tend to choose imported fruit because the quality and supply of local fruit is not This study aims to analyze the influence of consumer perceptions and preferences on purchasing decisions for local fruit. This study applied a quantitative approach by collecting data through questionnaires. Furthermore, the data were analyzed using the SPSS program with multiple linear regression analysis techniques, validity tests, reliability tests, and hypothesis tests which include t tests and F tests. The results of this study are quite surprising, as they show that factors that are generally considered by consumers, such as quality, safety, price, and taste, no substantial effect on consumer choice in purchasing local fruit Keywords: Local fruit, purchase decision, consumer perception. Abstrak. Tingginya impor buah di Indonesia mengancam keberadaan buah lokal. Konsumen cenderung memilih buah impor karena kualitas dan pasokan buah lokal yang belum stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi dan preferensi konsumen terhadap keputusan pembelian buah lokal. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui kuesioner. Selanjutnya, data tersebut dianalisis menggunakan program SPSS dengan teknik analisis regresi linier berganda, uji validitas, uji reliabilitas, serta uji hipotesis yang meliputi uji t dan uji F. Hasil penelitian ini cukup mengejutkan, karena menunjukkan bahwa faktor-faktor yang umumnya dipertimbangkan konsumen, seperti kualitas, keamanan, harga, dan rasa, ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian buah lokal. Kata Kunci: Buah_lokal, keputusan_pembelian_persepsi konsumen. How to Cite: Widiawati. et al. Pengaruh Persepsi Dan Preferensi Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Buah Lokal. Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, 4 . , 3654-3669. 54373/ifijeb. Widiawati. et al. Pengaruh Persepsi Dan Preferensi A PENDAHULUAN Indonesia banyak mengimpor buah-buahan, terutama dari Tiongkok yang telah mendominasi pasar sejak tahun 2010. Pada tahun 2022 saja. Tiongkok mengirimkan 479,5 ton buah di Indonesia (Djuanda, 2. Selain Tiongkok, negara-negara seperti Thailand. Amerika Serikat. Mesir. Australia. Pakistan dan beberapa negara Asia Tenggara juga menjadi pemasok utama buah-buahan impor (Putri, 2. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren peningkatan impor buah-buahan. Meskipun volume impor buah-buahan Indonesia menurun pada tahun 2022, nilai impornya justru meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia mengimpor buah dengan harga yang lebih tinggi (BPS, 2. Fenomena ini tentu memprihatikan. Departemen Pertanian (Depa. RI menyatakan keprihatinannya atas kondisi ini, karena masyarakat cenderung lebih menyukai buah impor yang dianggap berkualitas lebih baik. Kondisi ini mengancam pemasaran buah lokal, padahal Indonesia memiliki potensi besar dalam produksi buah-buahan (BPPSDMP. Untuk menganalisis permasalahan ini lebih lanjut, mari kita telaah data impor buah-buahan di Indonesia, kebijakan pemerintah terkait impor, faktor-faktor yang mendorong preferensi masyarakat terhadap buah impor, upaya peningkatan daya saing buah lokal, serta dampak impor terhadap petani lokal. Data statistik menunjukkan fluktuasi volume dan nilai impor buah-buahan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Tabel berikut menunjukkan data impor buah-buahan Indonesia tahun 2018 hingga 2023. Tabel 1. Impor Buah-buahan Menurut Negara Asal Utama, 2018-2023 Negara Asal Berat Bersih : 000 Kg Tiongkok 397,717. Australia 27,166. Thailand 61,576. Amerika 38,045. Serikat Pakistan 48,859. Mesir 23,975. Afrika 11,711. Selatan Selandia 6,589. Baru Peru 2,730. Vietnam 1,560. Lainnya 42,821. 435,918. 36,235. 75,868. 42,604. 441,922. 25,964. 35,134. 33,375. 514,902. 31,352. 58,359. 34,948. 479,557. 34,903. 71,178. 26,809. 458,257. 39,769. 51,452. 21,308. 28,179. 23,522. 14,310. 16,807. 25,146. 8,223. 33,123. 24,177. 13,022. 23,053. 30,047. 13,921. 10,210. 26,697. 15,895. 9,431. 6,616. 7,897. 6,337. 6,041. 4,202. 2,086. 51,769. 1,361. 1,797. 42,207. 2,725. 2,810. 52,104. 2,701. 4,434. 56,909. 4,690. 4,851. 50,749. Widiawati. et al. Pengaruh Persepsi Dan Preferensi A Jumlah 662,753. 724,131. 638,556. 775,422. 749,855. 689,924. Nilai CIF: 000 US$ Tiongkok 741,351. 814,227. 823,705. 915,397. 906,263. 919,409. Australia 100,704. 139,268. 97,807. 124,521. 125,935. 135,196. Thailand 112,881. 141,097. 63,145. 109,805. 134,763. 92,006. Amerika 110,523. 124,886. 102,098. 94,250. 88,923. 69,574. Serikat Pakistan 69,059. 44,555. 27,538. 49,647. 28,719. 14,397. Mesir 27,461. 30,276. 29,256. 30,195. 36,917. 30,512. Afrika 22,550. 28,519. 14,660. 25,156. 25,058. 31,632. Selatan Selandia 19,880. 27,912. 20,723. 24,821. 21,214. 20,523. Baru Peru 11,272. 17,436. 5,388. 10,989. 10,840. 19,956. Vietnam 7,050. 8,429. 4,555. 7,587. 13,919. 11,588. Lainnya 88,137. 109,400. 82,648. 107,218. 108,026. 100,747. Jumlah 1,310,873. 60 1,486,010. 70 1,271,530. 10 1,499,590. 40 1,500,582. 20 1,445,543. Catatan: 1 Berdasarkan Keppres No. 12/2014 tentang penggunaan kata Tiongkok untuk menggantikan kata Cina Sejak Tahun 2010 Termasuk Kawasan Berikat Diolah dari dokumen kepabeanan Ditjen Bea dan Cukai (PEB dan PIB) Data dikutip dari Publikasi Statistik Indonesia tabel di atas, terlihat bahwa volume impor buah-buahan mengalami penurunan pada tahun 2020 dan 2021, kemungkinan akibat pandemic Covid-19 yang menganggu rantai pasok global (BPS. Data yang tersedia di BPS tidak merinci jenis buah-buahan yang diimpor. Namun, berdasarkan pengamatan di pasar, beberapa jenis buah impor yang popular di Indonesia antara lain apel, jeruk, anggur dan buah-buahan subtropis lainnya. Buah-buahan tersebut umumnya diimpor dari negara-negara seperti Tiongkok. Amerika Serikat. Australia dan Chile. Impor buah-buahan memiliki dampak yang kompleks terhadap petani buah di Indonesia. Di satu sisi, impor dapat memenuhi kebutuhan konsumen akan ragam buah dan menjaga stabilitas harga. Namun, di sisi lain, impor juga dapat mengancam kelangsungan hidup petani buah lokal. Departemen Pertanian RI mencatat bahwa masyarakat cenderung memilih buah impor karena kualitas buah lokal yang belum standar dan pasokannya tidak stabil (Perwita et , 2. Akibatnya, petani dan pedagang buah lokal, seperti di Kecamatan Anggeraja. Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan kesulitan bersaing. Kecamatan Anggeraja sendiri sebenarnya banyak dihasilkan buah-buahan lokal seperti alpukat, nangka dan salak. Namun, buah-buahan tersebut kalah bersaing dengan buah impor seperti apel dan pir yang dianggap memiliki rasa lebih baik (Rosalina & Zati, 2. Untuk mengatasi hal ini, masyarakat di sana berupaya mengolah buah lokal menjadi produk turunan Widiawati. et al. Pengaruh Persepsi Dan Preferensi A seperti sirup fermentasi agar nilai jualnya meningkat. Untuk meningkatkan daya saing buah lokal. Indonesia perlu fokus pada peningkatan kualitas dan pemasaran buah lokal (Najib, 2. Selain itu, penting juga untuk memahami preferensi konsumen karena mereka memiliki pengaruh besar dalam menentukn kesuksesan suatu produk (Andirwan et al. , 2. Produsen harus aktif meneliti dan menyesuaikan produk mereka dengan keinginan konsumen (Dede Djuniardi et al. , 2. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data numerik yang dikumpulkan melalui kuesioner. Analisis ini dilakukan menggunakan SPSS untuk menguji hubungan antara persepsi dan preferensi konsumen dengan keputusan pembelian produk. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah Regresi linier berganda. merupakan teknik statistik untuk menguji dan mengukur pengaruh satu atau lebih variabel bebas terhadap variabel terikat(Brigham et al, 2. Estimasi tersebut menggunakan rata-rata populasi yang diprediksi dari variabel-variabel yang sudah diketahui (Sinaga et al. , 2. Penelitian ini menggunakan persamaan regresi untuk menganalisis tingkat pengaruh variabel independent (Widiawati, 2. Uji validitas kuesioner bertujuan memastikan setiap pertanyaan tepat sasaran dalam mengukur variabel penelitian, sehingga menghasilkan data yang valid dan reliabel (Purwanto et al. , 2. Indikator valid jika nilai korelasi item-total terkoreksi (Corrected Item-Total Correlatio. lebih Ou r tabel . f =n-2, = 0,. dan bernilai positif (Marhawati et al. , 2. Uji Reliabilitas, diukur dengan metode one shot dan uji Cronbach Alpha (), menunjukkan konsistensi jawaban responden (Sugiyono, 2. variabel reliabel memiliki nilai >0,6. Uji hipotesis. Uji ANOVA mengukur pengaruh dua atau lebih variabel bebas terhadap variabel terikat secara bersamaan, sedangkan uji t-statistik menguji pengaruh masingmasing variabel bebas secara individual. Uji t dalam regresi. Uji t dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi pengaruh setiap variabel bebas terhadap variabel terikat. Prosedur Uji Hipotesis: Hipotesis: H0: Koefisien regresi = 0 . idak ada pengaru. dan Ha: Koefisien regresiO 0. da pengaru. Tingkat Signifikansi: = 5% . t Hitung: diperoleh dari analisis regresi, menunjukkan kekuatan dan arah hubungan antara variabel. Semakin besar nilai t, semakin kuat hubungannya. Widiawati. et al. Pengaruh Persepsi Dan Preferensi A . t Tabel: ditentukan berdasarkan dan derajat bebas . f= n-k-. Perbandingan t Hitung dan t Tabel: . > t tabel: H0 ditolak, variabel berpengaruh signifikan. < t tabel: H0 diterima, variabel tidak berpengaruh . Kesimpulan: Uji t merupakan variabel mana yang berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Uji F dalam regresi menguji pengaruh semua variabel independent terhadap variabel dependen secara serentak. Hipotesis: H0 = variabel independent tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel HA= variabel independent berpengaruh signifikan terhadap variabel Keputusan: F hitung > F tabel atau probabilitas < 0. 05: H0 ditolak . da pengaru. hitung O F tabel atau probabilitas Ou 0. 05: H0 diterima . idak ada pengaru. HASIL Uji Validitas Variabel Kualitas (X. Tabel berikut menyajikan hasil analisis korelasi Pearson. Sig. menunjukkan apakah hubungan tersebut signifikan secara statistik. Nilai signifikansi kurang dari 0. mengindikasikan hubungan yang signifikan. Mari telaah lebih lanjut hasil analisis korelasi pada tabel berikut ini: Tabel 2. Uji Validitas Variabel (X. Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson TOT <,001 <,001 <,001 Widiawati. et al. Pengaruh Persepsi Dan Preferensi A TOT Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. <,00 <,00 <,00 . Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Menafsirkan hasil uji validitas item 1 yaitu hasil uji korelasi menunjukkan bahwa item 1 valid. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi . sebesar 0,01 yang lebih kecil dari 0,05 dan nilai korelasi Pearson sebesar 0,725 yang bernilai positif. Menafsirkan hasil uji validitas item 2 yaitu hasil uji korelasi menunjukkan bahwa item 2 valid. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kedua variabel, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi . 01 yang lebih kecil dari 0. 05 dan nilai korelasi Pearson sebesar 0. Menafsirkan hasil uji validitas item 3 yaitu hasil uji korelasi menunjukkan bahwa item 3 valid. Hasil uji statistic menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kedua variabel yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi . sebesar 01 yang lebih kecil dari 0. 05 dan nilai korelasi Pearson sebesar 0. Menafsirkan hasil uji validitas item 4 yaitu nilai signifikansi . > 0. 05: Artinya, korelasi antara item 4 dengan skor total tidak signifikan. Hubungan tersebut mungkin terjadi secara kebetulan, sehingga item 4 dianggap tidak valid. Variabel Kesehatan/ Keamanan (X. Tabel ini menunjukkan hasil analisis korelasi Pearson . Analisis ini dilakukan untuk mengetahui seberapa erat dan ke arah mana . ositif atau negativ. hubungan antar variabel tersebut. Mari telaah lebih lanjut hasil analisis korelasi pada tabel berikut ini: Tabel 3. Uji Validitas Variabel (X. Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. TOTA <,001 <,001 Widiawati. et al. Pengaruh Persepsi Dan Preferensi A Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. <,001 <,001 <,001 <,001 ** Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Menafsirkan hasil uji validitas item 5 yaitu nilai signifikansi 0. 01 dan korelasi Pearson 0. 677 menunjukkan bahwa pernyataan ini valid dan dapat diandalkan. Menafsirkan hasil uji validitas item 6 yaitu nilai signifikansi 0. 01 dan korelasi Pearson 0. 788 menunjukkan bahwa pernyataan ini valid dan dapat diandalkan. Menafsirkan hasil uji validitas item 7 yaitu nilai . 01 yang lebih kecil 05 serta nilai korelasi Pearson yang positif dan kuat . menunjukkan korelasi yang sangat signifikan dan valid. Variabel Harga (X. Tabel ini menyajikan hasil analisis korelasi Pearson yang digunakan untuk mengukur keeratan dan arah hubungan. Mari telaah lebih lanjut analisis korelasi tabel berikut ini: Tabel 4. Uji Validitas Variabel (X. Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. P10 Pearson Correlation Sig. -taile. TOT Widiawati. et al. Pengaruh Persepsi Dan Preferensi A P11 Pearson Correlation Sig. -taile. TOT Pearson Correlation Sig. -taile. <,001 <,00 ** Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Menafsirkan hasil uji validitas item 8 valid yaitu nilai signifikasi . yang lebih kecil dari 0. 05 dan nilai korelasi Pearson sebesar 0. 419 yang bernilai positif menunjukkan korelasi yang sangat signifikan dengan skor total. Menafsirkan hasil uji validitas item 9 valid yaitu nilai signifikansi . yang lebih kecil dari 0. 05, menunjukkan hubungan yang kuat dan bukan terjadi secara kebetulan. Korelasi Pearson yang positif . semakin besar skornya, semakin besar juga skor totalnya. Menafsirkan hasil uji validitas item 10 valid yaitu nilai signifikansi . sedikit di atas ambang batas 0. 05 korelasi Pearson yang sangat tinggi . menunjukkan hubungan yang sangat kuat. Menafsirkan hasil uji validitas item 11 valid yaitu nilai signifikansi . yang kecil . menunjukkan hubungan yang kuat dan bukan terjadi secara kebetulan. Korelasi Pearson yang positif . menunjukkan bahwa semakin tinggi, semakin tinggi pula skor totalnya. Variabel Rasa (X. Tabel ini menampilkan hasil analisis korelasi Pearson yang bertujuan untuk mengukur keeratan dan arah hubungan antara variabel. Dengan melihat tabel ini, kitab isa menganalisis hubungan antar variabel. Mari telaah analisi korelasi tabel berikut ini: Tabel 5. Uji Validitas Variabel (X. P12 P12 Pearson Correlation Sig. -taile. TOT <,001 Widiawati. et al. Pengaruh Persepsi Dan Preferensi A P13 P14 P15 P16 TOT Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. <,0 <,001 <,00 * Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. **Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. Menafsirkan hasil uji validitas item 12 valid yaitu nilai signifikansi 0. 01 dan korelasi Pearson 0. 574 menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan berarti antara kedua variabel. Menafsirkan hasil uji validitas item 13 valid yaitu nilai signifikansi 0. 01 dan korelasi Pearson 0. 523 menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan bermakna antara kedua variabel. Menafsirkan hasil uji validitas item 14 tidak valid yaitu ada korelasi positif yang kecil . antara item 14 dan skor total, namun hubungan ini tidak signifikan karena nilai signifikansinya 0. Menafsirkan hasil uji validitas item 15 yaitu nilai signifikansi 0. 01 dan korelasi Pearson 0. 579 menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan bermakna antara kedua variabel. Widiawati. et al. Pengaruh Persepsi Dan Preferensi A Menafsirkan hasil uji validitas item 16 yaitu ada korelasi positif antara item 16 dan skor total, namun hubungan ini tidak signifikan karena nilai signifikansinya Uji Realibilitas Variabel Kualitas (X. Mari kita bahas lebih lanjut arti nilai Cronbach Alpha ini dan implikasinya terhadap instrument yang diukur berikut ini: Tabel 6. Uji Realibilitas Variabel (X. Reliability Statistics Cronbach's N of Alpha Items Hasil pengujian reliabilitas dengan metode Alpha Cronbach menunjukkan bahwa keempat pertanyaan yang diajukan untuk mengukur kualitas dalam keputusan pembelian buah lokal sudah baik dan konsisten. Nilai Cronbach Alpha 0. menunjukkan bahwa 70. 7% dari varians total skor kuesioner dapat dijelaskan oleh varians bersama di antara item-item kuesioner. Variabel Kesehatan atau Keamanan Mari kita bahas lebih lanjut arti nilai Cronbach Alpha dan implikasinya terhadap instrument yang diukur berikut ini: Tabel 7. Uji Reability (X. Reliability Statistics N of Alpha Items Analisis reliabilitas dengan Alpha Cronbach menunjukkan bahwa ketiga item pertanyaan yang berkaitan dengan kesehatan dan keamanan dalam pembelian buah lokal memiliki tingkat konsistensi internal yang tinggi. Nilai Cronbach Alpha 781 >0,60 yang mengindikasikan bahwa semua item tersebut mengukur konsep kesehatan dan keamanan dengan cara yang konsisten dan dapat diandalkan. Variabel Harga (X. Mari kita bahas lebih lanjut Cronbach Alpha dan implikasinya terhadap instrument yang diukur berikut ini: Widiawati. et al. Pengaruh Persepsi Dan Preferensi A Tabel 8. Uji Reabilitas Variabel (X. Reliability Statistics Cronbach's N of Alpha Items Analisis reliabilitas dengan Alpha Cronbach menunjukkan bahwa keempat item pertanyaan tentang harga dalam angket tidak cukup konsisten untuk mengukur variable harga yang baik. nilai Cronbach Alpha 0. 241 >0,60 yang mengindikasikan rendahnya reliabilitas internal dari item-item tersebut. Variabel Rasa (X. Mari kita bahas lebih lanjut Cronbach Alpha dan implikasinya terhadap instrument yang diukur berikut ini: Tabel 9. Uji Reliability(X. Reliability Statistics Cronbach's N of Alpha Items N of Items Uji reliabilitas dengan Alpha Cronbach pada variabel rasa (X. kuesioner dengan 5 pertanyaan ini cukup reliabel dengan nilai 0. Nilai ini lebih besar dari 0,60 yang menunjukkan bahwaa semua item pertanyaan untuk variabel rasa dalam keputusan pembelian buah lokal adalah reliabel atau konsisten. Hasil Pengujian Hipotesis Uji Parsial (Uji T) . Variabel Kualitas (X. Tabel ini menampilkan hasil uji Tukey HSD yang digunakan untuk melakukan perbandingan berpasangan antara kelompok-kelompok pada variabel Au keputusan pembelianAy berdasarkan faktor Au kualitasAy. Tabel 10. Uji t (X. Tukey HSDa,b Sig. Subset for alpha = Widiawati. et al. Pengaruh Persepsi Dan Preferensi A . hasilnya tidak signifikan karena nilai signifikan 0. 518 melebihi batas kritis 0,05, mengindikasikan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas produk (X. terhadap keputusan pembelian buah lokal (Y). Meskipun tidak dijelaskan nilai kritis yang digunakan dalam uji statistik, hasil uji statistic menunjukkan bahwa variabel tersebut tidak memiliki pengaruh yang signifikan karena nilai t hitung lebih kecil dari nilai t tabel. Variabel Kesehatan atau Keamanan (X. Tabel ini menyajikan hasil uji Tukey HSD yang digunakan untuk membandingkan ratarata Aukeputusan pembelianAy antar kelompok berdasarkan faktor AukeamananAy. Tabel 11. Uji t (X. Tukey HSDa,b Sig. Nilai signifikansi . ) > 0,05: Nilai signifikansi 0,966 lebih besar dari 0,05, menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara keamanan (X. terhadap keputusan pembelian buah lokal (Y). Perbandingan t hitung dengan t tabel: Meskipun tidak dijelaskan nilai t tabel berapa yang digunakan, jika t hitung lebih kecil dari t tabel, maka kesimpulannya tetap sama, yaitu tidak ada pengaruh yang signifikan. Variabel Harga (X. Tabel ini menyajikan hasil uji Tukey HSD yang digunakan untuk membandingkan rata-rata Au keputusan pembelian antar kelompok berdasarkan faktor hargaAy Tabel 12. Uji t (X. Tukey HSDa,b Sig. Subset for alpha = Widiawati. et al. Pengaruh Persepsi Dan Preferensi A . Nilai signifikansi . ) > 0,05: Nilai signifikansi 0,599 lebih besar dari 0,05, menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara rasa (X. terhadap keputusan pembelian buah lokal (Y). Perbandingan t hitung dengan t tabel: Meskipun tidak dijelaskan nilai t tabel berapa yang digunakan, jika t hitung lebih kecil dari t tabel, maka kesimpulannya tetap sama, yaitu tidak ada pengaruh yang signifikan. Variabel Rasa (X. Tabel ini menyajikan hasil uji Tukey HSD yang digunakan untuk membandingkan rata-rata Aukeputusan pembelian antar kelompok berdasarkan faktor rasaAy. Tabel 13. Uji t (X. Tukey HSDa,b Sig. Subset for alpha =0. Nilai signifikansi . ) > 0,05: Nilai signifikansi 0,606 lebih besar dari 0,05, menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara rasa (X. terhadap keputusan pembelian buah lokal (Y). Perbandingan t hitung dengan t tabel: Meskipun tidak dijelaskan nilai t tabel berapa yang digunakan, jika t hitung lebih kecil dari t tabel, maka kesimpulannya tetap sama, yaitu tidak ada pengaruh yang signifikan. Uji F Tabel berikut menampilkan hasil analisis ANOVA yang digunakan untuk menguji pengaruh variabel independent (X1. X2. X3 dam X. terhadap variabel dependen (Y). Tabel 14. Uji F ANOVA Model Regression Sum of Squares Mean Square Residual Total Sig. 000b Dependent Variable: Y Predictors: (Constan. X4. X3. X1. X2 Widiawati. et al. Pengaruh Persepsi Dan Preferensi A . Nilai signifikansi . ) > 0,05: hasilnya tidak signifikan karena nilai signifikannya 404 melebihi 0. 05 yang artinya antara variabel kualitas (X. , keamanan (X. , harga (X. , dan rasa (X. secara simultan terhadap prestasi (Y). Perbandingan F hitung dengan F tabel: Meskipun F hitung . lebih besar dari F tabel . , kesimpulannya tetap sama karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Hipotesis ditolak, yang berarti tidak ada pengaruh yang signifikan. DISKUSI Berdasarkan hasil uji statistik yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa nilai signifikansi di atas 0. 05 untuk semua variabel . ualitas, keamanan, harga, dan ras. menunjukkan bahwa hubungan antara variabel-variabel tersebut dengan keputusan pembelian buah lokal kemungkinan besar terjadi secara kebetulan, bukan karena adanya pengaruh yang Tidak ada pengaruh signifikan secara simultan antara variabel kualitas, keamanan, harga, dan rasa terhadap keputusan pembelian buah lokal. Uji F (ANOVA): Nilai signifikansi . > 0,05 menunjukkan bahwa secara bersama-sama, kualitas, keamanan, harga, dan rasa tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil penelitian ini mengisyaratkan adanya variabel lain di luar variabel independent yang diteliti yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian buah lokal. Penelitian selanjutnya dapat menjajaki variabel-variabel tersebut, termasuk kemungkinan adanya variabel moderasi dan mediasi yang mempengaruhi hubungan antar variabel. KESIMPULAN Hasil penelitian ini cukup mengejutkan, karena menunjukkan bahwa faktor-faktor yang umumnya dipertimbangkan konsumen, seperti kualitas, keamanan, harga dan rasa ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian buah lokal. Untuk memahami sepenuhnya mengapa orang membeli buah lokal, diperlukan penelitian lanjutan yang menemukan faktor-faktor baru yang lebih berpengaruh. Penelitian ini memiliki keterbatasan dalam menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian buah lokal karena hanya mencakup sejumlah terbatas variabel Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas ruang lingkup penelitian dengan memasukkan variabel-variabel lain yang relevan serta menganalisis kemungkinan adanya variabel moderasi atau mediasi yang mempengaruhi hubungan antar variabel. Widiawati. et al. Pengaruh Persepsi Dan Preferensi A REKOMENDASI Hasil penelitian ini menunjukkan perlunya kajian ulang terhadap instrument penelitian, terutama pada item-item pertanyaan yang mengukur variabel kualitas, keamanan, harga dan Hal ini dikarenakan terdapat faktor-faktor lain di luar variabel tersebut yang juga dapat mempengaruhi keputusan pembelian buah lokal, seperti merek, promosi dan distribusi. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk menggunakan metode penelitian yang berbeda, misalnya penelitian kualitatif, agar dapat menggali lebih dalam faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian buah lokal. Dengan demikian, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dan mendalam tentang faktor-faktor yang berperan dalam keputusan pembelian konsumen terhadap buah lokal. UCAPAN TERIMA KASIH