Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 INTERAKSI TIGA FAKTOR PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG PUTIH (Allium sativum L. Ardini Rahayunisa Homsa1 . Rifal Muhammad Sidiq1. Syifa El Yanuar1. Ardli Swardana2, dan Hanny Hidayati NafiAoah2* Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Garut. Indonesia. Dosen Fakultas Pertanian. Universitas Garut. Indonesia. E-Mail: hanny. hidayati@uniga. id (*Coresponden autho. Submit: 05-06-2023 Revisi: 17-10-2023 Diterima: 10-11-2023 ABSTRAK Interaksi Tiga Faktor Pupuk Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Putih (Allium sativum L. Bawang putih merupakan salah satu komoditas yang potensial untuk dikembangkan. Keseimbangan nutrisi adalah faktor penting dalam penggunaan pupuk. Penggunaan pupuk dapat menghasilkan ketidakseimbangan nutrisi dalam tanah. Tujuan penelitian ini adalah menguji interaksi antara pupuk SP-18, pupuk ZA dan pupuk hayati dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang putih. Penelitian dilakukan pada bulan Januari Ae Mei 2023 di Desa Cisarua. Kecamatan Semarang. Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3 x 2 x 3 yang diulang 2 kali. Faktor 1 yaitu dosis pupuk SP-18 (P) yang terdiri dari 3 taraf dengan dosis: p1 . kg/h. kg/h. , dan p3 . kg/h. Faktor 2 yaitu dosis ZA (A) yang terdiri dari 2 taraf dengan dosis: a1 . kg/h. dan a2 . kg/h. Faktor 3 yaitu dosis pupuk hayati (H) yang terdiri dari 3 taraf dengan dosis: h0 . , h1 . kg/h. , dan h2 . kg/h. Hasil percobaan menunjukkan terdapat interaksi antara pupuk SP-18, pupuk ZA dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil bawang putih. Kombinasi perlakuan terbaik adalah SP-18 150 kg/ha, pupuk ZA 225 kg/ha dan pupuk hayati 10 kg/ha. Kata kunci : Bawang putih. Pupuk Hayati. SP-18. ZA. ABSTRACT Interaction of Three Fertilizer Factors on the Growth and Yield of Garlic (Allium sativum L. Garlic is one of the potential commodities to be developed. Nutrient balance is an important factor in the use of fertilizers. The purpose of this study was to examine the interaction between SP-18 fertilizer. ZA fertilizer and biological fertilizer in increasing the growth and yield of garlic. The research was conducted in January - May 2023 in Cisarua Village. Semarang District. Garut Regency. The research method used was an experimental method with a 3 x 2 x 3 factorial pattern Randomized Group Design which was repeated 2 times. Factor 1 is the dose of SP-18 fertilizer (P) consisting of 3 levels with doses: p1 . kg/h. kg/h. , and p3 . kg/h. Factor 2 is the dose of ZA (A) which consists of 2 levels with doses: a1 . kg/h. and a2 . kg/h. Factor 3 is the dose of biological fertilizer (H) consisting of 3 levels with doses: h0 . , h1 . kg/h. , and h2 . kg/h. The results of the experiment showed that there was an interaction between SP-18 fertilizer. ZA fertilizer and biofertilizer on the growth and yield of garlic. The best treatment combination was SP-18 150 kg/ha. ZA fertilizer 225 kg/ha and biological fertilizer 10 kg/ha. Keywords : Biofertilizer. Garlic. SP-18. ZA. PENDAHULUAN Bawang putih (Allium sativum L. hortikultura jenis sayuran yang penting untuk dibudidayakan. Bawang putih dianggap sebagai komoditas potensial terutama untuk substitusi impor dan ada hubungannya dengan penghematan devisa This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Interaksi Tiga Faktor Pupuk A Homsa et al. negara (Harinta, 2. Selain itu, bawang putih memiliki senyawa komponen bioaktif mengandung belerang yang ampuh menghambat pertumbuhan bakteri, virus, dan jamur (Hasrianda & Setiarto. Karena itu diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi bawang putih. Salah meningkatkan produksi bawang putih adalah dengan menggunakan perlakuan Pupuk yang dapat berpengaruh untuk ukuran umbi bawang putih yaitu dipengaruhi oleh ketersediaan pupuk P dan S (Yayeh et al. , 2. Adanya penyerapan unsur N juga akan meningkatkan penyerapan unsur hara lain (Fatmawati et al. , 2. Untuk mengurangi pupuk anorganik maka dikombinasikan unsur hara juga senyawa lain yang dibutuhkan tanaman. Pupuk hayati adalah pupuk yang mengandung mikroba menguntungkan diantaranya bakteri pelarut P dan bakteri penambat N (NafiAoah et al. , 2. Kombinasi pupuk P, pupuk N, dan pupuk hayati diharapkan dapat meningkatkan produksi bawang Pertumbuhan tanaman secara umum dapat mempengaruhi hasil tanaman. Pertumbuhan mengakibatkan proses metobolisme yang baik pula sehingga berdampak pada penyimpanan cadangan makanan di hasil tanaman, dalam hal ini umbi bawang Tanah yang menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman serta mikroba yang senantiasa menyuburkan tanah dapat menjadikan pertumbuhan dan hasil tanaman meningkat (Mpanga et al. Al-Zabee & AL-Maliki, 2019. Febriani & Irawati, 2. Dimana penggunaan pupuk P merupakan unsur esensial yang penting untuk pertumbuhan akar tanaman yang dapat meningkatkan sistem akar bawang putih, yang akan membantu tanaman menyerap air dan nutrisi lebih baik, pupuk N membantu menjaga warna daun yang hijau dan sehat, yang menunjukkan bahwa tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup, serta meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat interkasi antara pupuk P, pupuk N dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil bawang putih. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cisarua. Kecamatan Samarang. Kabupaten Garut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Mei Alat dan Bahan Alat yang digunakan yaitu cangkul, spidol/cemi, pelubang plastik mulsa, ember, gayung, meteran, penggaris, alat tulis dan kamera. Bahan yang digunakan adalah benih tanaman bawang putih (Allium sativum L. varietas Lumbu Kuning, media tanam berupa tanah, pupuk kandang, pupuk SP-18, pupuk hayati. ZA, pestisida dan air. Rancangan Penelitian Penelitian Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam percobaan faktorial, dengan tiga faktor perlakuan yang diulang sebanyak dua kali. Faktor 1 : dosis pupuk SP-18 (P) yang terdiri dari 3 taraf dengan dosis: p1 : 50 kg/ha p2 : 100 kg/ha p3 : 150 kg/ha Faktor 2 : dosis ZA (A) yang terdiri dari 2 taraf dengan dosis : a1 : 225kg/ha a2 : 300 kg/ha Faktor 3 : dosis pupuk hayati (H) yang terdiri dari 3 taraf dengan dosis : h0 : kontrol work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. h1 : 5 kg/ha h2 : 10 kg/ha Kombinasi perlakuan adalah sebagai Prosedur Pelaksanaan Penelitian Persiapan Lahan atau Media Tanam Persiapan lahan yang baik dapat memperbaiki juga meningkatkan sirkulasi udara dalam tanah, menghilangkan gasgas beracun, memudahkan akar tanaman menembus tanah. Dengan ini, dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan pembentukan hasilnya. Tahap-tahap persiapan lahan diantaranya : Pencangkulan Pencangkulan dilakukan dengan cara membalikan agregat tanah sehingga tanah bagian dalam terangkat ke atas (Harita G, 2. Pembuatan Bedengan Pembuatan bedengan dibuat dengan ukuran panjang 200 cm, lebar 80 cm dan tinggi 30 cm. Jarak antar bedengan 20 cm (Widodo dkk. , 2. Pemberian Pupuk Organik Penggunaan pupuk organik . otoran hewa. pada tanah sangat bermanfaat karena mengandung unsur hara makro dan mikro yang cukup tinggi yang dibutuhkan oleh tanaman. Bahan organik yang diberikan berasal dari kotoran ayam. Pupuk organik ini diberikan setelah pembuatan bedengan kasar, dilakukan dengan cara ditaburkan pada permukaan tanah secara merata, kemudian dicangkul kembali hingga pupuk tersebut berada pada kedalaman 20 cm Ae 30 cm dari permukaan tanah (Simanungkalit dkk. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Pemasangan Mulsa Pemasangan mulsa pada tanaman bawang putih menggunakan mulsa plastik lebih baik digunakan ketika musim penghujan serta mengurangi gulma. Setelah mulsa terpasang lalu dilubangi dengan jarak 20 cm x 20 cm (Setyaningrum, 2. Penanaman Umbi bawang putih yang akan ditanami dipipil terlebih dahulu, untuk mempermuda umbi dijemur selama beberapa jam. Bibit umbi berupa siung ditanam di lubang yang telah disiapkan tidak terlalu dalam sekitar 3-4 cm dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm. Posisi siung menghadap ke atas tegak lurus dengan ujung menghadap ke atas. Populasi tanaman per plot sebanyak 30 tanaman. Aplikasi Perlakuan Pemberian Pupuk SP-18 Pemberian pupuk SP-18 dilakukan sesuai dengan dosis perlakuan yang digunakan yaitu, dosis 50 kg/ha . , dosis pupuk 100 kg/ha . dan dosis pupuk 150 kg/ha . Pemberiannya 14 hari setelah tanam yang dilakukan sekali saja dengan cara disebar di permukaan tanah secara Pemberian ZA Pemberian ZA dilakukan sesuai dengan dosis perlakuan yang digunakan yaitu, dosis 225 kg/ha . dan 300 kg/ha . Pemberian diberikan ketika tanaman berumur 7 HST. Pemberian Pupuk Hayati Pupuk hayati diberikan sesuai dengan dosis perlakuan yaitu, tanpa pupuk hayati . , dosis pupuk hayati 0,01% = 5kg/ha . dan dosis pupuk hayati 0,02% = 10 kg/ha . Pemberiannya 14 hari setelah tanam dengan cara dilarutkan terlebih dahulu dengan air kemudian disiramkan di sekitar tanaman. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Interaksi Tiga Faktor Pupuk A Homsa et al. Pemeliharaan Penyulaman Penyulaman dilakukan apabila bibit Batas penyulaman 7 HST. Penyiangan Penyiangan dilakukan setiap saat apabila ada gulma yang tumbuh. Pengendalian Hama dan Penyakit Pengendalian hama dan penyakit dilakukan pada penyakit yang menggangu yang disebabkan oleh standaritas usia Pengamatan Pada penelitian ini pengamatan yang dilakukan adalah melihat pengaruh pupuk SP-18. ZA dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil bawang putih, yaitu: Tinggi Tanaman . Pengukuran tinggi tanaman dimulai pada 3 sempel tanaman dari pangkal batang sampai ke ujung titik tumbuh dengan menggunakan penggaris pada umur 14, 28, dan 42 HST. Jumlah Daun . Penghitungan jumlah daun dilakukan dengan menghitung seluruh helai daun pada 3 sampel tanaman per plot pada umur 14, 28, dan 42 HST. Bobot Umbi per Tanaman . Pengamatan bobot umbi per tanaman dilakukan pada saat panen dengan menimbang bobot umbi pada tiga tanaman sampel kemudian dirata-ratakan Hasil Umbi per Plot . Pengamatan hasil umbi per tanaman dilakukan dengan cara menimbang seluruh bobot umbi. Pengamatan Analisis Data Data ANOVA 3 faktor untuk melihat pengaruh interkasi antar perlakuan. Jika Fhitung berbeda nyata dengan F5% maka data diuji lanjut menggunakan DuncanAos Multiple Range Test (DMRT) taraf 5% untuk melihat kombinasi perlakuan dengan menggunakan fungisida dengan dosis 9 ml/liter air. Panen Tanaman bawang putih dapat dipanen sekitar 100-120 HST. Kriteria bawang putih siap panen adalah 50% daun telah menguning atau kering dan tangkai batang keras. warna dari semula hijau menjadi kekuningan dan tingkat kelayuan 35-60%. Pemanenan dilakukan dengan cara mencabut tanaman dengan tangan pada saat cuaca sedang cerah. dilakukan pada umur 120 hari setelah Jumlah Siung per Tanaman . Pengamatan jumlah siung per tanaman dilakukan pada saat panen umur 120 HST dengan menghitung jumlah siung pada tiga tanaman sampel kemudian dirataratakan. Panjang Siung per Tanaman . Pengamatan panjang siung per tanaman dilakukan pada saat panen umur 120 HST dengan mengukur panjang siung pada tiga tanaman sampel menggunakan jangka sorong kemudian dirata-ratakan. Diameter Siung per Tanaman . Pengamatan diameter siung per tanaman dilakukan pada saat panen umur 120 HST dengan mengukur rata-rata diameter siung pada tiga tanaman sampel menggunakan jangka sorong. Diameter Umbi per Tanaman . Pengamatan diameter umbi per tanaman dilakukan pada saat panen umur 120 HST dengan mengukur rata-rata diameter umbi pada tiga tanaman sampel menggunakan jangka sorong. HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN Tinggi Tanaman . DAN Hasil analisis menunjukan adanya interaksi antara pupuk SP-18, pupuk ZA dan pupuk hayati terhadap tinggi tanaman work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. bawang putih pada umur 14 HST, 28 HST, dan 42 HST. Pada umur 14 HST (Tabel . Pada Tabel 1 menunjukan bahwa perlakuan p2a1 menunjukkan pengaruh terbaik jika menggunakan h1. Hal ini di duga semakin tinggi dosis SP-18 dan dosis ZA akan membutuhkan pupuk hayati dengan dosis semakin rendah. Pemberian dosis pupuk anorganik dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi dalam tanah. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Menurut Simbolon . penggunaan pupuk hayati seperti pupuk organik atau bahan-bahan alami dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk secara Tanaman cenderung dapat menyerap nutrisi dengan lebih baik dan lebih lambat dari pupuk organik, sehingga meminimalkan pemborosan nutrisi dan penggunaan pupuk yang Tabel 1. Tinggi Tanaman 14 HST. 16,30 17,82 20,78 11,28 22,23 22,83 15,08 19,08 32,78 24,10 22,67 24,33 19,25 32,70 20,00 21,23 31,50 17,67 Keterangan: Rata-rata yang diikuti oleh huruf besar yang sama secara horizontal dan yang diikuti oleh huruf kecil yang sama secara vertikal tidak berbeda nyata menurut DMRT taraf 5%. Pada Tabel 2 menunjukan bahwa p1a2 menunjukkan pengaruh terbaik jika menggunakan h2. Hal ini di duga meningkat, sehingga hasil pengamatan menunjukkan berapapun dosis pupuk SP18 dan pupuk ZA tetap membutuhkan dosis pupuk hayati yang tinggi. Hal ini menyebabkan tanaman kehilangan nutrisi penting meskipun dosis pupuk anorganik tinggi telah diberikan. Pupuk hayati dapat membantu mengurangi kerugian ini penyerapan nutrisi oleh tanaman. Menurut Haryadi . mengakatakan bahwa meskipun dosis pupuk anorganik telah ditingkatkan. Pupuk hayati yang mengandung berbagai nutrisi tambahan dan mikroba yang bermanfaat dapat membantu mencukupi kebutuhan nutrisi tambahan. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Interaksi Tiga Faktor Pupuk A Homsa et al. Tabel 2. Tinggi Tanaman 28 HST. 19,13 20,85 23,57 14,13 24,47 25,83 21,38 21,25 17,75 21,77 24,50 26,25 26,17 34,30 22,92 22,88 34,17 21,23 Keterangan: Rata-rata yang diikuti oleh huruf besar yang sama secara horizontal dan yang diikuti oleh huruf kecil yang sama secara vertikal tidak berbeda nyata menurut DMRT taraf 5%. Tabel 3. Tinggi Tanaman 42 HST. 18,53 22,88 30,92 28,03 26,83 28,17 23,25 24,97 20,67 28,92 35,00 27,00 22,58 36,42 25,67 22,08 25,42 27,42 Keterangan: Rata-rata yang diikuti oleh huruf besar yang sama secara horizontal dan yang diikuti oleh huruf kecil yang sama secara vertikal tidak berbeda nyata menurut DMRT taraf 5%. Pada Tabel 3 p3a1 memberikan pengaruh terbaik jika menggunakan h1. Hal ini di duga bahwa pasokan nutrisi makro penting seperti fosfor (P) dan nitrogen (N) tersedia dalam jumlah yang memadai untuk tanaman. Fosfor dari SP18 dan nitrogen dari ZA adalah dua unsur hara utama yang diperlukan oleh tanaman untuk pertumbuhan yang optimal. Pupuk SP-18 50 kg/ha yang dikombinasikan dengan pupuk ZA 300 kg/ha dan pupuk hayati 10 kg/ha dapat meningkatkan tinggi tanaman secara konstan dari umur 14 HST sampai 42 HST. Ketersediaan unsur hara dalam tanah sangat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman (Triadiawarman et , 2. Kombinasi perlakuan yang diberikan dapat menyediakan unsur hara yang dibutuhkan bawang putih. Pupuk anorganik yang diberikan dapat mendukung aktivitas hara tanah. Pupuk SP-18 mampu meningkatkan kesuburan tanah dan aktivitas mikroba tanah (Oktaviani, 2. , begitupun (Zwavelzure ammonia. sebagai sumber nitrogen yang mempengaruhi variasi mikroba tanah work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. (Yang et al. , 2. Ketersediaan keduanya mampu meningkatkan aktivitas Jumlah Daun . Hasil pengamatan pada jumlah daun terjadi interaksi antara pupuk SP-18 dan pupuk hayati. Pengamatan dilakukan pada umur 14 HST (Tabel . , 28 HST (Tabel . dan 42 HST (Tabel . Hasil penelitian pada jumlah daun perlakuan p3h2 terjadi interaksi hal ini di duga bahwa dapat meningkatkan efisiensi penggunaan nutrisi oleh tanaman. Nutrisi yang diberikan oleh pupuk SP-18 dapat diintegrasikan dengan lebih baik dalam ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 mikroba tanah yang berasal dari pupuk sistem tanaman dengan bantuan mikroba tanah dari pupuk hayati, sehingga tanaman dapat menyerap nutrisi dengan lebih efisien (Hadiyanto, 2. Pupuk SP-18 150 kg/ha yang dikombinasikan dengan pupuk hayati 10 kg/ha dapat meningkatkan jumlah daun sejak umur 14 HST sampai 42 HST. Aplikasi fosfat dan pupuk hayati dapat meningkatkan pertumbuhan salah satunya jumlah daun (Asril et al. , 2. Tabel 4. Jumlah Daun 14 HST. 3,67 3,58 4,50 3,50 4,83 4,17 4,50 3,92 5,08 Keterangan: Rata-rata yang diikuti oleh huruf besar yang sama secara horizontal dan yang diikuti oleh huruf kecil yang sama secara vertikal tidak berbeda nyata menurut DMRT taraf 5%. Tabel 5. Jumlah Daun 28 HST. 5,25 5,42 5,75 4,83 6,67 5,67 6,08 5,42 6,83 Keterangan: Rata-rata yang diikuti oleh huruf besar yang sama secara horizontal dan yang diikuti oleh huruf kecil yang sama secara vertikal tidak berbeda nyata menurut DMRT taraf 5%. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Interaksi Tiga Faktor Pupuk A Homsa et al. Tabel 6. Jumlah Daun 42 HST. 5,75 5,67 6,24 5,58 7,08 5,91 6,42 5,92 7,09 Keterangan: Rata-rata yang diikuti oleh huruf besar yang sama secara horizontal dan yang diikuti oleh huruf kecil yang sama secara vertikal tidak berbeda nyata menurut DMRT taraf 5%. Bobot Umbi per Tanaman . Pada Tabel 7. Hasil pengamatan bobo tumbi per tanaman terjadi interaksi pada perlakuan p1a1 jika menggunakan h2. Pupuk SP-18 kg/ha dikombinasikan dengan pupuk ZA 225 kg/ha dan pupuk hayati 10 kg/ha dapat meningkatkan bobot umbi bawang putih per tanaman. Hal ini di duga Kombinasi dari ketiga jenis pupuk ini menciptakan lingkungan nutrisi yang ideal bagi bawang Fosfor dari SP-18 membantu dalam perkembangan akar dan pembentukan umbi yang baik, nitrogen dari ZA mendukung pertumbuhan vegetatif yang kuat, dan pupuk hayati memberikan nutrisi tambahan dan meningkatkan efisiensi penggunaan nutrisi. Semua ini secara kolektif berkontribusi pada peningkatan bobot umbi bawang putih per Fosfat dan nitrogen dapat meningkatkan hasil panen (Walsen et al. , dengan bantuan pupuk hayati, penyerapan fosfat dan nitrogen dapat Tabel 7. Bobot Umbi per Tanaman . 3,09 5,70 6,09 7,05 3,85 3,15 6,45 5,03 7,88 5,90 7,26 4,90 9,15 5,01 6,82 5,66 7,59 7,40 Keterangan: Rata-rata yang diikuti oleh huruf besar yang sama secara horizontal dan yang diikuti oleh huruf kecil yang sama secara vertikal tidak berbeda nyata menurut DMRT taraf 5%. Hasil Umbi per Plot . Pada Tabel 8. Hasil penelitian perlakuan p3a1 jika menggunakan h2 terjadi interaksi antara pupuk SP-18, pupuk ZA dan pupuk hayati terhadap hasil umbi bawang putih per plot. work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Tabel 8. Hasil Umbi per Plot . 92,75 178,50 235,27 182,43 111,30 127,62 205,98 149,25 255,00 182,10 189,05 113,63 275,22 86,13 183,93 236,63 239,25 165,75 Keterangan: Rata-rata yang diikuti oleh huruf besar yang sama secara horizontal dan yang diikuti oleh huruf kecil yang sama secara vertikal tidak berbeda nyata menurut DMRT taraf 5%. Pupuk SP-18 150 kg/ha yang dikombinasikan dengan pupuk ZA 225 kg/ha dan pupuk hayati 10 kg/ha dapat meningkatkan hasil umbi bawang putih per plot. Hal ini di duga kombinasi dari ketiga jenis pupuk ini menciptakan lingkungan nutrisi yang ideal bagi bawang Fosfor dari SP-18 membantu dalam perkembangan akar dan pembentukan umbi yang baik, nitrogen dari ZA mendukung pertumbuhan vegetatif yang kuat, dan pupuk hayati memberikan nutrisi tambahan dan meningkatkan efisiensi penggunaan nutrisi. Menurut Verdayanti . Penggunaan pupuk hayati membantu menjaga keseimbangan ekosistem mikroba dalam tanah, yang merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan tanah jangka panjang. Sehingga secara kolektif berkontribusi pada peningkatan bobot umbi bawang putih per Jumlah Siung per Tanaman . Pada Tabel 9. Terjadi interaksi pada perlakuan p1h2. Pembentukkan jumlah suing bawang putih per tanaman dipengaruhi oleh aplikasi pupuk SP-18 dan pupuk hayati. Tabel 9. Jumlah Siung per Tanaman. 3,50 4,75 4,25 3,75 3,25 4,75 6,00 4,50 4,50 Keterangan: Rata-rata yang diikuti oleh huruf besar yang sama secara horizontal dan yang diikuti oleh huruf kecil yang sama secara vertikal tidak berbeda nyata menurut DMRT taraf 5%. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Interaksi Tiga Faktor Pupuk A Homsa et al. Hasil pengamatan pupuk SP-18 150 kg/ha yang dikombinasikan dengan kg/ha meningkatkan jumlah siung bawang putih per tanaman. Hal ini di duga Pupuk SP-18 memberikan tambahan fosfor (P) yang penting untuk pembentukan umbi yang kuat, sementara pupuk ZA . (N) Kombinasi ini menciptakan kondisi yang optimal untuk pertumbuhan tanaman bawang putih, yang dapat berdampak positif pada hasil umbi. Harjadi . menambahkan bahwa 4045 % protoplasma tersusun dari senyawa yang mengandung N, sehingga dengan semakin bertambah pertumbuhan siuang Panjang Siung per Tanaman . Pada Tabel 10. Perlakuan p1h2 terjadi interaksi. Pembentukkan panjang siung bawang putih per tanaman dipengaruhi oleh aplikasi pupuk SP-18 dan pupuk hayati. Tabel 10. Panjang Siung per Tanaman . 21,50 29,50 41,00 40,50 33,75 26,50 29,25 44,25 35,25 Keterangan: Rata-rata yang diikuti oleh huruf besar yang sama secara horizontal dan yang diikuti oleh huruf kecil yang sama secara vertikal tidak berbeda nyata menurut DMRT taraf 5%. Pupuk SP-18 50 kg/ha yang dikombinasikan dengan pupuk hayati 10 kg/ha dapat meningkatkan panjang siung bawang putih per tanaman. Secara umum, pertumbuhan dan hasil tanaman, termasuk panjang siung pada bwang putih. Aplikasi pupuk hayati dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara dalam tanah dan membantu akar agar dapat menyerap unsur hara dengan baik. Menurut Hamid . menyebutkan bahwa pupuk fosfor (P), yang merupakan unsur hara penting untuk pertumbuhan tanaman, termasuk pertumbuhan akar. Fosfor membantu dalam pembentukan akar yang kuat, yang pada gilirannya dapat mendukung pertumbuhan umbi bawang putih yang lebih baik. Dengan memberikan pupuk SP-18. Diameter Siung per Tanaman . Pada Tabel 11. Perlakuan a1h2 terjadi interaksi dimana pembentukkan diameter siung bawang putih per tanaman dipengaruhi oleh aplikasi pupuk ZA dan pupuk hayati. Aplikasi pupuk ZA 225 kg/ha dan pupuk hayati 10 kg/ha dapat meningkatkan diameter siung bawang putih per tanaman. Hal ini di duga dengan pemenuhan nutrisi yang baik dari pupuk ZA dan peningkatan efisiensi penyerapan nutrisi oleh bantuan mikroba tanah dari Sehingga meningkatkan pertumbuhan vegetatif, akumulasi karbohidrat, dan akhirnya, ukuran dan diameter siung bawang putih per tanaman. Menurut Hisyadi . Pertumbuhan vegetatif yang baik dapat work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. menghasilkan tanaman dengan daun yang lebih besar dan lebih banyak asimilasi, yang pada akhirnya dapat berkontribusi ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 pada pertumbuhan umbi dan ukuran siung yang lebih besar. Tabel 11. Panjang Siung per Tanaman . 15,70 17,07 17,30 17,50 16,45 16,12 Keterangan: Rata-rata yang diikuti oleh huruf besar yang sama secara horizontal dan yang diikuti oleh huruf kecil yang sama secara vertikal tidak berbeda nyata menurut DMRT taraf 5%. Diameter Umbi per Tanaman . Pada Tabel 12. Perlakuan p3a1 menunjukan pengaruh terbaik jika menggunakan h2. Pembentukkan diameter umbi bawang putih per tanaman dipengaruhi oleh aplikasi pupuk SP-18, pupuk ZA dan pupuk hayati. Tabel 12. Diameter Umbi per Tanaman . 21,80 24,55 26,85 26,40 31,85 25,35 31,35 27,10 38,50 25,00 37,30 35,15 27,40 32,15 34,25 31,50 38,40 34,75 Keterangan: Rata-rata yang diikuti oleh huruf besar yang sama secara horizontal dan yang diikuti oleh huruf kecil yang sama secara vertikal tidak berbeda nyata menurut DMRT taraf 5%. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Interaksi Tiga Faktor Pupuk A Homsa et al. Aplikasi pupuk SP-18 150 kg/ha, pupuk ZA 225 kg/ha dan pupuk hayati 10 kg/ha dapat meningkatkan diameter umbi bawang putih per tanaman. Penggunaan pupuk P dan N yang dikombinasikan dengan pupuk hayati dapat meningkatkan hasil bawang putih. Menurut Dalimunthe . Pupuk SP-18 mengandung fosfor (P) yang merupakan unsur hara penting untuk pertumbuhan akar yang kuat dan pembentukan umbi yang besar pada bawang putih. Fosfor membantu dalam pembentukan akar yang baik, serta perkembangan umbi dan pembentukan akar yang kuat dapat mendukung pembentukan umbi yang lebih besar. Fatmawati. Susilowati. , & Historiawati. Peningkatan Kuantitas Bawang Merah (Allium Cepa Fa. Ascalonicum. ) Dengan Berbagai Sumber Kalium Dan Belerang. Jurnal Ilmu Pertanian Tropika Dan Subtropika, 3. , 40Ae KESIMPULAN Kesimpulan dari hasil penelitian adalah sebagai berikut : Terdapat interaksi antara pupuk SP-18 karena memiliki unsur hara nitrogen, pupuk ZA dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil bawang Pada setiap pengamatan Kombinasi perlakuan terbaik adalah SP-18 150 kg/ha, pupuk ZA 225 kg/ha dan pupuk hayati 10 kg/ha yang memperbaiki kesuburan tanah dan ppuk ZA memebrikan unsur hara langsung ke tanaman untuk mendukung Hamid. Pengaruh Pemberian Kompos Trichoderma Dan Pupuk TSP Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kacang Tanah (Arachis Hypogaea L. ) (Doctoral dissertation. Universitas Islam Ria. DAFTAR PUSTAKA