JOURNAL OF EMPOWERMENT Vol. No. Juni 2025, h. ISSN 2580-0620 (Prin. ISSN 2597-9809 (Onlin. Available Online at https://jurnal. id/index. php/JE Partisipasi Masyarakat dalam Rintisan Kampung Wisata Berbasis Kearifan Lokal Di Kampung Tulima. Provinsi Papua Pegunungan 1*Syamsul Bahri Abd. Rasyid, 2Aswad Amir, 3Misran, 4Faez Syahroni, & 5Sahrail Robo 1Universitas Pattimura. Ambon. Maluku. Indonesia 2,5Universitas Amal Ilmiah (UNA'IM) Yapis Wamena. Jayawijaya. Papua Pegunungan. Indonesia 3Universitas Gadjah Mada. Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta. Indonesia 4Universitas Al Washliyah Darussalam Banda Aceh. Banda Aceh. Aceh. Indonesia *Email Koresponden: syamsulbahri100296@gmail. Article Info Sejarah Artikel: Submit: 22 Februari 2025 Revisi: 27 Juni 2025 Diterima: 30 Juni 2025 Kata Kunci: Kampung Tulima. Kearifan Lokal. Partisipasi Masyarakat. Wisata Budaya. Keywords: Community Participation. Cultural Tourism. Local Wisdom. Tulima Village. Abstrak Pengabdian ini menggali potensi wisata berbasis kearifan lokal dan partisipasi masyarakat dengan tujuan untuk mengetahui secara mendalam pemahaman masyarakat di Kampung Tulima. Distrik Welesi. Kabupaten Jayawijaya, tentang kawasan-kawasan yang potensial dijadikan sebagai daya tarik wisata, dan kemudian dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan Pengabdian ini juga diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan yang dapat membantu Kampung Tulima untuk mencapai pertumbuhan dan pembangunan berkelanjutan dalam Potensi wisata di Kampung Tulima menyuguhkan pemandangan rumput mei dengan latar perbukitan, sungai yang masih alami, hingga arsitektur tradisional berbasis kearifan lokal yang dapat memikat para wisatawan. Ini juga menampilkan kekayaan dan keragaman budaya masyarakat Tulima, seperti tradisi bakar batu yang hanya terdapat di beberapa wilayah di Papua. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan eksploratif partisipatif, yang dilaksanakan dalam tiga tahapan utama, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode ini dipilih untuk mengidentifikasi dan menggali potensi lokal serta pengembangan Kampung Wisata Tulima secara bertahap dan berkelanjutan. Pengabdian ini menemukan bahwa partisipasi masyarakat di Kampung Tulima sudah optimal. Masyarakat berkontribusi dalam pengembangan daya tarik wisata di Kampung Tulima. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor pendorong partisipasi masyarakat yang meliputi kemauan, kemampuan, dan peluang. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Kampung Tulima mempunyai potensi wisata yang tinggi dan partisipasi masyarakat pengembangannya sebagai daerah tujuan wisata. Abstract This community service project explores tourism potential based on local wisdom and community participation to gain a deeper understanding of the community in Tulima Village. Welesi District. Jayawijaya Regency, regarding Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Partisipasi Masyarakat dalam Rintisan Kampung Wisata Berbasis Kearifan Lokal Di Kampung Tulima. Provinsi Papua Pegunungan Syamsul Bahri Abd. Rasyid. Aswad Amir. Misran. Faez Syahroni, & Sahrail Robo JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 potential tourist attractions, and then optimizing them for community welfare. This service project is also expected to provide insight and knowledge to help Tulima Village achieve sustainable growth and development in tourism. The tourism potential in Tulima Village offers views of mei grass with a hilly backdrop, pristine rivers, and traditional architecture based on local wisdom that can attract It also showcases the richness and diversity of the Tulima community's culture, such as the stone-burning tradition found only in several regions in Papua. The method used in this community service activity is a participatory exploratory approach, which is implemented in three main stages: planning, implementation, and evaluation. This method was chosen to identify and explore local potential and increase community participation in the gradual and sustainable development of Tulima Tourism Village. This service found that community participation in Tulima Village is optimal. The community contributes to the development of tourist attractions in Tulima Village. This study also identified factors driving community participation, including willingness, ability, and opportunity. The results concluded that Tulima Village has high tourism potential and strong community participation, which can support its development as a tourist destination. PENDAHULUAN Desa Wisata berpotensi menjadi salah satu bentuk wisata yang ditawarkan di Indonesia, hal ini dikarenakan Indonesia mempunyai situasi dan kondisi alam serta lingkungan yang mendukung (Farel et al. , 2. Lebih-lebih, wisata pedesaan sangat menarik bagi wisatawan mancanegara yang mencari penglaman otentik dan unik serta gaya hidup lokal, lanskap alam, hingga tradisi lokal (TerziN et al. Prayitno et al. , 2. Ketika merencanakan pengembangan sumber daya pariwisata, sangat penting untuk memprioritaskan wilayah . tribut ala. dan budaya (Hu et al. , 2. , serta dapat mengembangkan potensi sumber daya lokal yang ada (Novia & Mansur, 2. Desa Wisata merupakan kawasan pedesaan yang menawarkan suasana umum yang mencerminkan keaslian desa dari segi sosial ekonomi, budaya dan berbagai potensi khas desa yang dikembangkan sebagai komponen pariwisata (Chakim et , 2. Sektor pariwisata merupakan salah satu andalan perekonomian nasional sektor di Indonesia dan telah berkembang sangat pesat. Upaya peningkatan perekonomian pedesaan juga diarahkan pada pengembangan pariwisata (Fafuridaa et al. , 2. Pariwisata Berbasis Komunitas (CBT/Community Based Touris. yang merupakan perwujudan dari desa wisata, memberikan kontribusi yang penting untuk melestarikan sumber daya alam, nilai-nilai tradisional dan budaya, dan mempromosikan sosial pembangunan ekonomi dengan meningkatnya peran masyarakat dalam mengelola dan mengoperasikannya pariwisata lokal (Hong et , 2. Zaei dan Zaei . dalam Kristiana et al. mengkategorikan dampak sosial budaya pengembangan pariwisata ke dalam lima perspektif: . peningkatan infrastruktur lokal. diversifikasi kegiatan yang ada. pelestarian warisan budaya adat. berkurangnya migrasi penduduk lokal. promosi program pertukaran pemuda. Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Partisipasi Masyarakat dalam Rintisan Kampung Wisata Berbasis Kearifan Lokal Di Kampung Tulima. Provinsi Papua Pegunungan Syamsul Bahri Abd. Rasyid. Aswad Amir. Misran. Faez Syahroni, & Sahrail Robo JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Salah satu yang dapat mengembangkan suatu daerah khususnya dalam pariwisata, adalah kearifan lokal yang ada di wilayah tersebut (Sugiyarto & Amaruli, 2. Pariwisata berbasis kearifan lokal, tentu saja menjadi pembeda dengan tujuan wisata-wisata pada umumnya. Janianton Damanik . dalam Raharjo . , mengemukakan bahwa pariwisata berbasis lokalitas dapat memberikan sebuah pengalaman pengalaman yang berbeda, serta terciptanya daya tarik dalam hal tradisi, latar belakang etnik dan lanskap destinasi. Terdapat daya tarik bagi pengunjung dalam wisata berbasis kearifan lokal . , terutama bagi masyarakat urban yang berbeda dalam hal budaya dan suasana. Pengembangan suatu desa menjadi desa wisata tentu saja diawalai melalui daya tarik dan potensi wisata yang ada di desa tersebut. Salah satu daerah di provinsi Papua Pegunungan yang berpotensi untuk dijadikan sebagai desa wisata karena kearifan lokalnya, adalah desa Tulima. Desa Tulima, merupakan salah satu desa di Distrik Welesi. Kabupaten Jayawijaya. Provinsi Papua Pegunungan. Khusus untuk Papua, istilah kampung digunakan untuk mengganti istilah desa. Istilah kampung sendiri merupakan kekhususan yang didapatkan melalui Undang-Undang Otonomi khusus Nomor 21 Tahun 2001 yang kemudian diubah dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2021. Sementara Papua Pegunungan sendiri adalah provinsi yang baru resmi dimekarkan dari provinsi Papua pada 25 Juli tahun 2022, melalui Undang-Undang Nomor 16 tahun 2022 tentang Pembentukan Provinsi Papua Pegunungan. Gambar 1. Peta Wilayah Provinsi Papua Pegunungan Sumber: Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2022 Kampung Tulima dinilai memiliki potensi lokal yang menarik wisatawan untuk dikunjungi, dimana Kampung Tulima memiliki atraksi wisata buatan dan alam yang secara spesifik saling melengkapi. Berbagai atraksi yang disediakan antara lain Taman Wisata Suarek, pemandangan Rumput Mei yang hanya terjadi sekali setahun dengan latar bebukitan, hingga arsitektur-arsitektur tradisional berbalut kearifan lokal. Namun salah satu kendala dalam pengembangan pariwisata di Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Partisipasi Masyarakat dalam Rintisan Kampung Wisata Berbasis Kearifan Lokal Di Kampung Tulima. Provinsi Papua Pegunungan Syamsul Bahri Abd. Rasyid. Aswad Amir. Misran. Faez Syahroni, & Sahrail Robo JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Tulima adalah kurangnya partisipasi masyarakat lokal, terutama dalam mengembangkan dan menjaga kawasan-kawasan yang dapat dioptimalkan menjadi daya tarik wisata. Oleh karena itu, dalam konteks Kampung Tulima. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), sosialisasi tentang potensi wisata di Kampung Tulima dirasa mendesak dan perlu dilakukan dengan harapan dapat mengoptimalkan kawasan-kawasan yang bisa dijadikan sebagai daya tarik wisata, kemudian dapat dikembangkan sehingga Tulima bisa dijadikan sebagai salah satu Kampung Wisata di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam pemahaman masyarakat di Kampung Tulima. Distrik Welesi. Kabupaten Jayawijaya, tentang kawasan-kawasan yang potensial dijadikan sebagai daya tarik wisata, untuk kemudian dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat. Selain itu, kegiatan PKM dalam bentuk sosialisasi juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, serta dapat merumuskan rekomendasi kebijakan dan strategi yang tepat dalam mengoptimalkan potensi wisata yang ada di Kampung Tulima. METODE Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan eksploratif partisipatif, yang berakar dari Teori Participatory Action Research (PAR) (Hensler et al. , 2. dan didukung oleh pendekatan metodologis Mixed Methods Design dari Creswell & Creswell . Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai subjek, bukan objek kegiatan, serta mendukung proses transformasi sosial melalui eksplorasi potensi lokal dan refleksi Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam tiga tahapan utama, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Setiap tahapan dilaksanakan secara kolaboratif antara tim pengabdian dan masyarakat Kampung Tulima, sehingga kegiatan tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pemberdayaan masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan. Pengabdian dilaksanakan dalam tiga tahapan utama, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode ini dipilih untuk mengidentifikasi dan menggali potensi lokal serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan Kampung Wisata Tulima secara bertahap dan berkelanjutan. Tabel 1. Tahapan Pelaksanaan Tahapan Perencanaan Pelaksanaan Aktifitas Utama - Observasi awal dan pemetaan sosial - Dialog awal dengan masyarakat dan perangkat kampung - Penyusunan materi - Sosialisasi dan diskusi - Pemaparan potensi Kaitan dengan Teori PAR - Identifikasi masalah dan potensi secara - Penetapan tujuan Aksi kolaboratif dan partisipatif masyarakat dalam potensi lokal Kaitan dengan Mixed Methods (Creswell & Creswel. Exploratory phase untuk merumuskan data kualitatif awal Integration phase: penggabungan hasil eksploratif dengan penguatan narasi Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Partisipasi Masyarakat dalam Rintisan Kampung Wisata Berbasis Kearifan Lokal Di Kampung Tulima. Provinsi Papua Pegunungan Syamsul Bahri Abd. Rasyid. Aswad Amir. Misran. Faez Syahroni, & Sahrail Robo JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Evaluasi - Dialog interaktif dengan masyarakat dan perangkat kampung - Diskusi reflektif bersama Masyarakat - Penilaian tingkat pemahaman dan - Penyusunan rekomendasi - Refleksi bersama terhadap hasil dan proses - Revisi tindakan berbasis evaluasi Interpretive phase: mengevaluasi hasil kualitatif dan dampak HASIL ATAU PEMBAHASAN Potensi dan Daya Tarik Wisata Berbasis Kearifan Lokal di Kampung Tulima Kampung Tulima merupakan salah satu kampung di provinsi Papua Pegunungan yang terletak di Distrik Welesi Kabupaten Jayawijaya. Untuk sampai ke Kampung Tulima, dibutuhkan perjalanan dengan jarak tempuh A 8 kilometer dari ibu kota Kampung Tulima memiliki daya tarik wisata berupa pemandangan perbukitan, taman wisata suarek yang berbasis kearifan lokal, sungai yang masih Adapun wisata suarek adalah taman wisata yang didalamnya terdapat kearifan lokal arsitektur tradisional yang didesain sebagaimana bangunan honai khas Papua, yang beratapkan alang-alang. Hal ini tentu saja selaras dengan pendapat Wahyudin et al. , bahwa arsitektur tradisional yang berbalut kearifan lokal, mencerminkan keaslian suatu wilayah/daerah yang dapat dikmebnagkan menjadi daya tarik wisata. Selain itu, pada waktu-waktu tertentu, terdapat fenomena rumput mei, yakni mekarnya rumput mei, yang hanya terdapat di beberapa daerah di Papua, salah satunya di Wamena. Di Kampung Tulima, fenomena mekarnya rumput mei yang hanya terjadi sekali dalam setahun, dapat disaksikan, dengan latar bukit-bukit yang turut menambah keindahan alam di Kampung Tulima. Gambar 2. Daya Tarik Rumput Mei berlatar Bebukitan dan Wisata Suarek Selain tempat wisata berbasis alam yang disokong dengan kearifan lokal, masyarakat Kampung Tulima juga memiliki budaya seperti bakar batu yang masih eksis hanya beberapa wilayah di Papua. Ketika budaya menjadi titik fokus pengembangan pariwisata, warisan budaya semakin dianggap sebagai salah satu sumber daya utama destinasi wisata pedesaan. Dalam konteks ini, warisan budaya didefinisikan sebagai Auaset berwujud, seperti lingkungan alam dan budaya, yang Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Partisipasi Masyarakat dalam Rintisan Kampung Wisata Berbasis Kearifan Lokal Di Kampung Tulima. Provinsi Papua Pegunungan Syamsul Bahri Abd. Rasyid. Aswad Amir. Misran. Faez Syahroni, & Sahrail Robo JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 meliputi bentang alam, tempat bersejarah, situs dan lingkungan yang dibangun serta aset tidak berwujud seperti koleksi, pengetahuan praktik budaya masa lalu dan yang berkelanjutan, serta pengalaman hidupAy. Dalam literatur pariwisata, warisan dapat berwujud dan tidak berwujud, dan dapat mencakup candi, cara hidup pedesaan, dan tradisi spiritual. Pemanfaatan warisan budaya menjadi salah satu daya tarik utama di daerah pedesaan (Wirawan & Rosalina, 2. Warisan budaya merupakan wujud adat istiadat yang diperoleh suatu masyarakat dan diedarkan secara turun temurun, meliputi tradisi, ritual, tempat, tata krama, latihan artistik, dan nilai-nilai (Lim et al. , 2. Hal ini juga mendukung peraturan pemerintah dalam program prioritas UndangUndang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Dimana dijelaskan bahwa desa mempunyai hak asal usul dan hak tradisional dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat serta berperan dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Hal ini juga mengacu pada potensi pendukung yang ada di lingkungan desa seperti keberadaan masyarakat lokal, kearifan lokal, tumbuhnya sektor ekonomi penduduk lokal dan pembangunan berkelanjutan (Farel et al. , 2. Gambar 3. Aktivitas Bakar Batu di Kampung Tulima Adanya potensi wisata yang menarik dan unik inilah yang dapat dijadikan sebagai alasan dan latar belakang agar dapat dirorong oleh pemerintah kampung kepada pemerintah Kabupaten Jayawijaya, agar kampung Tulima dapat dijadikan sebagai salah satu kampung wisata di wilayah Kabupaten Jayawijaya. Tentu saja upaya agar didorongnya kampung Tulima menjadi salah satu kampung wisata di wilayah Jayawijaya, diharapkan dapat mempercepat perekonomian masyarakat melalui kegiatan pariwisata serta upaya pengelolaan sumber daya alam dan budaya berdasarkan upaya pelestarian dan pemanfaatannya untuk kesejahteraan Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Partisipasi Masyarakat dalam Rintisan Kampung Wisata Berbasis Kearifan Lokal Di Kampung Tulima. Provinsi Papua Pegunungan Syamsul Bahri Abd. Rasyid. Aswad Amir. Misran. Faez Syahroni, & Sahrail Robo JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Berbagai karakteristik yang melekat pada desa berkaitan dengan tipologi desa, bentang alam, faktor geografis baik fisik maupun non fisik, potensi desa baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Jika dikelola dengan baik, potensi yang ada pada setiap desa dengan berbagai karakteristiknya dapat berperan dalam memajukan masyarakat desa dan menunjang pendapatan pemerintah, baik regional, nasional, bahkan internasional (Fibrianto, 2. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan pariwisata berkelanjutan, yaitu keberlanjutan ekologi, keberlanjutan sosial budaya, dan keberlanjutan ekonomi, baik untuk generasi saat ini maupun yang akan dating. Pengembangan desa wisata memerlukan partisipasi aktif masyarakat lokal dalam berbagai tahapan sebagai pelaku utama atau subjek pembangunan. Konsep dasar pengembangan desa wisata harus disesuaikan dengan berbagai sistem norma, adat istiadat, dan budaya masyarakat yang ada (Yanti et al. , 2. Dengan demikian, hasilnya akan menonjolkan karakteristik daya tarik desa. Partisipasi Masyarakat dalam Tahapan Perencanaan Pengembangan Kampung Wisata Berbasis Kearifan Lokal di Kampung Tulima Salah satu pendekatan dalam pengembangan pariwisata yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal adalah pengembangan desa wisata yang sekaligus dapat menangkap peluang wisata yang saat ini menjadi perhatian masyarakat pedesaan untuk mengembangkan desanya menjadi Desa Wisata/Kampung Wisata (Safari et al. , 2. Pendekatan partisipasi masyarakat sebagian besar telah dianggap sebagai Aubagian integral dari pembangunan pariwisata, karena berkontribusi terhadap pelestarian budaya dan lingkungan disamping sebagai kekuatan pendorong untuk melindungi lingkungan alam dan budaya masyarakat (Nagy & Segui, 2. Terdapat 3 . tahap perencanaan pengembangan di Kampung Tulima, yaitu. Tahap perencanaan. Tahap dan . Tahap Evaluasi. Tingkat partisipasi masyarakat pada keempat tahapan tersebut adalah sebagai berikut: Tingkat partisipasi dalam tahap perencanaan. Pada tahap perencanaan pengembangan potensi wisata di Kampung Tulima, tingkat partisipasi dinilai dari partisipasi masyarakat dalam pertemuan, diskusi, penyampaian gagasan, penerimaan/keberatan terhadap program/kegiatan, dan proses pemberian informasi. Pemberian informasi terkait rencana pengembangan potensi wisata berbasis kearifan lokal di Kampung Tulima, dilakukan oleh tim PKM kepada masyarakat. Dapat dikatakan bahwa ciri pemberian informasi tidak bersifat satu arah, karena arus informasi berjalan antara masyarakat, pemerintah kampung . erangkat kampun. dan tim PKM. Gambar 4. Pemaparan materi dan diskusi bersama masyarakat dan perangkat kampung Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Partisipasi Masyarakat dalam Rintisan Kampung Wisata Berbasis Kearifan Lokal Di Kampung Tulima. Provinsi Papua Pegunungan Syamsul Bahri Abd. Rasyid. Aswad Amir. Misran. Faez Syahroni, & Sahrail Robo JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Diskusi tersebut dihadiri sejumlah warga warga masyarakat, mahaiswa-mahasiswa yang mengikuti program PKM dan tim PKM. Dalam tahap perencanaan, pengembangan desa wisata ini mendapat dukungan optimal dari masyarakat. Partisipasi pada tahap ini terlihat dari keikutsertaan masyarakat dalam proses pelaksanaan pengembangan taman wisata Suarek. Yang terlibat dalam tahapan ini sebagian besar adalah mereka yang terkait langsung dengan pengembangan potensi dan daya tarik wisata di Kampung Tulima. Tingkat partisipasi masyarakat dalam tahap pelaksanaan pengembangan potensi dan daya tarik wisata di Kampung Tulima, dapat dikatakan baik dan optimal. Tingkat partisipasi pada tahap pelaksanaan Partisipasi pada tahap ini dilihat dari keikutsertaan masyarakat dalam proses pelaksanaan pengembangan kawasan yang menjadi daya tarik wisata di Kampung Tulima yakni wisata Suarek. Gambar 5. Partisipasi pada tahap pelaksanaan Keterlibatan dalam tahapan ini sebagian besar adalah mereka yang terkait langsung dengan pengembangan kawasan yang menjadi daya tarik wisata di Kampung Tulima yakni Taman Wisata Suarek. Taman Wisata Suarek adalah wilayah yang berada di dalam Kampung Tulima, yang berdekatan dengan Kantor Kampung. Taman Wisata Suarek berisikan tempat-tempat yang didesain dengan arsitektur tradisional Papua . isalnya: atap bangunan yang menggunakan jerami, sebagaimana yang digunakan dalam rumah hona. , dengan memanfaatkan alam sebagai bahan baku bangunan. Tingkat partisipasi masyarakat dalam tahap pelaksanaan pengembangan Kawasan yang menjadi daya tarik mahasiswa di Kampung Tulima, dapat dikatakan baik dan optimal. Tingkat partisipasi dalam tahap evaluasi. Pada tahap evaluasi, partisipasi masyarakat diwujudkan dalam bentuk partisipasi dalam menilai dan memantau kegiatan pengembangan daya tarik dan potensi wisata di Kampung Tulima. Partisipasi pada tahap ini dilaksanakan bersama masyarakat, pemerintah kampung . erangkat kampun. dan mahasiswamahasiswa yang hadir bersama tim PKM. Masyarakat diberikan kesempatan untuk menilai dan mengevaluasi perkembangan pariwisata di Kampung Tulima. Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Partisipasi Masyarakat dalam Rintisan Kampung Wisata Berbasis Kearifan Lokal Di Kampung Tulima. Provinsi Papua Pegunungan Syamsul Bahri Abd. Rasyid. Aswad Amir. Misran. Faez Syahroni, & Sahrail Robo JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Gambar 6. Evaluasi perkembangan pariwisata di Kampung Tulima Evaluasi ini diharapkan dapat menjadi pendorong semangat kepada masyarakat agar dapat mengembangkan potensi-potensi wisata yang ada di kampungnya agar dapat bermanfaat bagi masyarakat. Di daerah-daerah dimana keberadaan sumber daya lokal, warisan budaya dan budaya memberikan kemungkinan bagi pengembangan pariwisata yang dapat berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan standar hidup masyarakat kecil pedesaan (TerziN et al. , 2. Evaluasi menjadi bagian penting karena dapat menjadi saran untuk menyadari potensi wisata yang ada di daerahnya masing-masing (Wirawan & Rosalina, 2. Selain itu, wisata desa/kampung juga merupakan salah satu bagian dari pariwisata berkelanjutan (Yanti et al. , 2. Oleh karena itu, temuan ini sekaligus menegaskan bahwa potensi-potensi wisata yang ada di Kampung Tulima, mesti dioptimalkan agar berkembang menjadi Kampung Wisata, sehingga masyarakat pun merasakan manfaat dari potensi wisata yang ada di Kampung Tulima, seperti hamparan rumput mei dengan latar perbukitan, air sungai yang masih jernih, hingga desain bangunan dengan gaya khas arsitektur tradisional. Faktor Pendorong dan Penghambat Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Potensi Wisata di Kampung Tulima Terdapat beberapa faktor yang mendorong dan menghambat partisipasi masyarakat dalam pengembangan potensi wisata di Kampung Tulima, seperti hamparan rumput mei dengan latar perbukitan, air sungai yang masih jernih, hingga desain bangunan dengan gaya khas arsitektur tradisional. Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Partisipasi Masyarakat dalam Rintisan Kampung Wisata Berbasis Kearifan Lokal Di Kampung Tulima. Provinsi Papua Pegunungan Syamsul Bahri Abd. Rasyid. Aswad Amir. Misran. Faez Syahroni, & Sahrail Robo JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Faktor pendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan daya tarik wisata di Kampung Tulima antara lain: Faktor kemauan. Masyarakat Kampung Tulima khususnya mempunyai kesadaran diri dan motivasi untuk memajukan kampungnya melalui pengembangan potensi wisata yang ada di kampungnya. Hal inilah yang menjadi pendorong dalam mengelola potensi-potensi wisata di Kampung Tulima. Faktor kemampuan. Beberapa warga masyarakat juga terlibat secara moril, pengetahuan dan keterampilan, dalam pengembangan Kawasan yang menjadi daya tarik wisata di Kampung Tulima. Hal ini terlihat dari sebagian warga masyarakat yang terlibat aktif dalam mengelola potensi wisata di Kampung Tulima, seperti Taman Wisata Suarek hingga hamparan rumput mei dengan latar perbukitan, yang bersebelahan dengan Taman Wisata Suarek. Faktor peluang. Pemerintah kampung yang didukung dan difasilitasi oleh pemerintah kabupaten Jayawijaya, memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya di bidang usaha penunjang pariwisata yang difasilitasi oleh pemerintah kabupaten, dan akademisi-akademisi yang memiliki pemahaman tentang kepariwisataan. Hal ini selaras dengan pendapat Isa et al. bahwa potensi wisata di wilayah pedesaan dapat dipromosikan secara lokal dengan bantuan pemerintah daerah. Faktor penghambat partisipasi masyarakat dalam pengembangan potensipotensi wisata di Kampung Tulima antara lain: Pola pikir masyarakat yang masih belum memahami kegiatan pariwisata. Hal ini terutama dimiliki oleh sebagian kecil anggota masyarakat yang dalam aktivitasnya jarang tersentuh pemahaman tentang pariwisata secara keseluruhan. PENUTUP Secara keseluruhan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan potensi dan daya tarik wisata berbasis kearifan lokal di Kampung Tulima sudah cukup optimal. Keterlibatan masyarakat dalam bentuk tenaga kerja meliputi partisipasi dalam kegiatan gotong royong. Secara abstrak keterlibatan masyarakat berupa sumbangan pemikiran, gagasan dan gagasan dalam pengembangan potensi dan daya tarik wisata di Kampung Tulima. Faktor pendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan potensi dan daya tarik wisata di Kampung Tulima yang meliputi kemauan, kemampuan dan peluang sudah baik. Sedangkan faktor penghambat pengembangan potensi dan daya tarik wisata di Kampung Tulima adalah masih ditemukannya sebagian kecil masyarakat yang masih belum paham tentang pariwisata dan terbatasnya sumber daya manusia yang mempunyai keterampilan di bidang pariwisata. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini. Terutama kepada masyarakat dan Pemerintah Kampung Tulima yang telah menjadi mitra aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga Apresiasi juga kami tujukan kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang telah memberikan dukungan dan fasilitasi, serta pihak universitas yang telah mengakomodasi kegiatan ini sebagai bagian dari tridarma perguruan tinggi. Tidak lupa, kami menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa dan relawan yang Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Partisipasi Masyarakat dalam Rintisan Kampung Wisata Berbasis Kearifan Lokal Di Kampung Tulima. Provinsi Papua Pegunungan Syamsul Bahri Abd. Rasyid. Aswad Amir. Misran. Faez Syahroni, & Sahrail Robo JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 turut andil dalam menyukseskan kegiatan ini dengan semangat kolaboratif dan dedikasi yang tinggi. Semoga kontribusi semua pihak membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi pengembangan Kampung Wisata Tulima dan kesejahteraan masyarakatnya. DAFTAR PUSTAKA