JSIP 1 . Journal of Social and Industrial Psychology http://journal. id/sju/index. php/sip PERBEDAAN BURN OUT DITINJAU DARI GAYA KEPRIBADIAN DOMINANCE. INFLUENCE. STEADINESS. DAN COMPLIANCE Septyani MufidaA Jurusan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Indonesia Info Artikel Abstrak ________________ ___________________________________________________________________ Sejarah Artikel: Diterima Januari 2012 Disetujui Februari 2012 Dipublikasikan Maret Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan burn out pada pegawai KPP Bea Cukai TMP Tanjung Emas Semarang yang ditinjau dari gaya kepribadian dominance, influence, steadiness, compliance. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif komparatif. Populasi dalam penelitian yaitu pegawai KPP Bea Cukai TMP Tanjung Emas Semarang yang memenuhi kriteria populasi . Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling (SRS). Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 92 pegawai. Masing-masing gaya kepribadian diambil sampel sebanyak 23 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel burn out dan variabel gaya kepribadian dominance, influence, steadiness, compliance. Metode pengumpulan data penelitian menggunakan alat ukur psikometri DISC yang telah distandarkan Indonesia atau Marston Model Indonesia (MMI) dan skala burn out. Uji validitas instrumen yang dipakai adalah Product Moment Pearson dan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach, sedangkan metode analisis data menggunakan uji anava klasifikasi tunggal dengan bantuan program SPSS versi 17. 00 for windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat burn out ditinjau dari gaya kepribadian dominance, influence, steadiness, compliance dengan hasil F= 6. dan p= 0,000 . <0,. Responden dengan gaya kepribadian steadiness memiliki tingkat burn out sedang dan responden dengan gaya kepribadian dominance, influence, dan compliance memiliki tingkat burn out pada kriteria ________________ Keywords: burn out, gaya kepribadian dominance, influence, steadiness, compliance ____________________ Abstract ___________________________________________________________________ A 2012 Universitas Negeri Semarang Alamat korespondensi: Gedung A1 Lantai 2 FIP Unnes Kampus Sekaran. Gunungpati. Semarang, 50229 E-mail: journal@unnes. ISSN 2252-6838 Septyani Mufida / Journal of Social and Industrial Psychology 1 . Madya Pabean Tanjung Emas Semarang tersebut dapat menyebabkan kondisi psikologis pegawai terganggu. Seperti yang diungkapkan oleh Cherniss . 7: 81-. bahwa salah satu faktor yang dapat mempengaruhi burn out, yaitu kondisi konflik peran . ole conflic. dan keambiguan peran . ole ambiguit. Dalam menjalankan tugas sebagai pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai, setiap pegawai wajib memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat dan akan berhubungan secara langsung dengan pelanggan. Dormann & Zapf, dalam Schultz & Schultz . 8: . berhubungan langsung dengan pelanggan dapat berpengaruh tinggi terhadap kondisi stress kerja dan burn out. Karena yang sering terjadi adalah harapan pelanggan yang tidak proporsional, perkataan pelanggan yang agresif . ggressive verba. , rasa bermusuhan, pelanggan yang tidak menyenangkan dan permintaan pelanggan yang tidak jelas, sehingga dapat menimbulkan ambiguitas peran pada pegawai. Konflik peran seperti ini dapat menjadi faktor yang potensial terhadap munculnya burn out pada pegawai. samping itu, beban kerja yang berlebihan menyebabkan pegawai merasakan adanya ketegangan emosional saat melayani pelanggan sehingga dapat mengarahkan perilaku pemberi pelayanan untuk menarik diri secara psikologis, keadaan seperti ini juga dapat menjadi pemicu . ttp://w. id, diunduh 4 April Hal ini sejalan dengan pendapat yang diungkapkan oleh Schultz & Schultz . 8: . bahwa salah satu faktor yang dapat menjadi penyebab munculnya burn out adalah beban kerja yang berlebihan, banyaknya tugas dan sifat tugas yang bersifat manual serta pekerjaan yang menuntut ketelitian dalam pelaksanaannya akan menimbulkan kejenuhan pegawai. Berdasarkan studi pendahuluan yang penulis lakukan pada tanggal 15-22 Maret 2011 pada empat puluh pegawai dari sepuluh seksi bidang yang ada di kantor Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Emas Semarang dengan menggunakan alat ukur berupa angket PENDAHULUAN Instansi kepabean merupakan sebuah organisasi yang keberadaannya sangat penting bagi suatu negara. Demikian juga dengan Instansi Kepabean di Indonesia, yaitu Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai adalah suatu instansi yang memiliki peran yang cukup penting bagi negara dalam tugas-tugasnya, . melindungi masyarakat dari masuknya barangbarang berbahaya, . melindungi industri tertentu di dalam negeri dari persaingan yang tidak sehat dengan industri sejenis dari luar negeri, . memberantas penyelundupan, . melaksanakan tugas titipan dari instansi-instansi lain yang berkepentingan dengan lalu lintas barang yang melampaui batas-batas negara, dan . memungut bea masuk dan pajak dalam kepentingan penerimaan keuangan Negara . ttp://bc-temas. nr, diunduh 3 Februari Dalam melaksanakan tugasnya yang berhubungan dengan masyarakat setiap pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai wajib memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat dan juga harus dapat bersikap terbuka terhadap kritikan dan keluhan dari masyarakat. Di samping itu, sebagai seorang pegawai pada instansi ini mereka selain dituntut dapat memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya, mereka juga dituntut untuk dapat bersikap cermat dan sigap dalam pengawasan terhadap barang yang masuk atau keluar daerah pabean. Kondisi kerja yang seperti ini dapat mengakibatkan seorang pegawai mengalami keambiguan peran, dan dapat menyebabkan kondisi tekanan kerja yang Kenyataannya tidak semua eksportir atau importir selalu berbuat jujur, karena ada beberapa eksportir atau importir yang berperilaku nakal, seperti melakukan manipulasi data harga barang yang diimpor agar bisa membayar pajak dengan tarif lebih rendah. Kondisi kerja yang dialami oleh pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Septyani Mufida / Journal of Social and Industrial Psychology 1 . sederhana yang didasarkan pada gejala-gejala burn out yang diungkapkan oleh Schultz & Schultz . 8: . bahwa seseorang yang mengalami burn out menjadi kurang enerjik dan semangat kerjanya menurun. Kondisi tersebut juga mengakibatkan kelelahan mental, sikap apatis, depresi, mudah marah dan bosan. Penulis mendapatkan hasil sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Studi Pendahuluan (Gejala Burn ou. No. Gejala Burn out Kurang enerjik dalam bekerja. Merasa lesu ketika bangun pagi karena harus menjalani aktivitas pekerjaan. Mudah marah Mudah bosan. Mudah tersinggung. Merasa diacuhkan oleh rekan kerjanya. Merasa apa yang telah mereka kerjakan hasilnya sia-sia. Merasa memiliki perasaan bermusuhan dengan rekan kerjanya. Merasa kurang dapat mengendalikan diri. Merasa kurang peka terhadap kebutuhan orang lain. Jawaban Tabel di atas menunjukkan bahwa sepuluh item yang diberikan pada responden, terdapat tujuh item memiliki persentase lebih dari 50% dan hanya sejumlah tiga item yang persentasenya di bawah 50%. Berdasarkan tabel hasil studi pendahuluan tersebut juga diketahui bahwa responden yang mendapatkan skor lebih dari 50% dari hasil angket adalah sejumlah 26 responden, artinya 65% responden memiliki potensi mengalami burn out. Persepsi terhadap lingkungan psikologis, beban kerja yang intensif mempengaruhi terjadinya burn out, selain itu penulis menengarai karakteristik individu yang dapat mempengaruhi munculnya burn out adalah tipe kepribadian. Klasifikasi kepribadian yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan alat ukur gaya 72,5 % Tidak 27,5 % 67,5 % 32,5 % 77,5 % 62,5 % 22,5 % 37,5 % kepribadian DISC yang diciptakan oleh William Moulton Marston. DISC adalah sebuah alat ukur psikometri yang mengukur gaya kepribadian seseorang mengenai perilaku kerjanya (Nofiar, 2009: . Bertolak pada klasifikasi kepribadian DISC, kepribadian yang berbeda, demikian pula dengan pegawai Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Emas Semarang mereka juga memiliki gaya kepribadian yang berbeda. Hal ini ditunjukkan dengan hasil studi pendahuluan dengan menggunakan angket sederhana yang memuat ciri-ciri yang menonjol pada masingmasing gaya kepribadian, sehingga dapat diketahui dari 40 responden sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Studi Pendahuluan (Gaya Kepribadian Dominance. Influence. Steadiness. Complianc. Gaya Kepribadian Jumlah Dominance Influence Steadiness Compliance Septyani Mufida / Journal of Social and Industrial Psychology 1 . Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti berminat untuk melakukan penelitian dengan judul Perbedaan Burn out Ditinjau dari Gaya Kepribadian Dominance. Influence. Steadiness. Compliance (Penelitian Pada Pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Emas Semarang 2. emosional yang berlebihan, hal ini sering disebabkan karena kelebihan beban kerja atau realistis harapan yang tinggi. Orang yang mengalami kelelahan emosional biasanya mudah marah, mudah tersinggung, dan sikap bermusuhan terhadap orang lain, dan kurang kendali diri. Depersonalization Merupakan sikap kurang menghargai atau kurang memiliki pandangan yang positif terhadap orang lain, tidak berperasaan, kurang perhatian atau perasaan diacuhkan, dan juga kurang sensitif terhadap kebutuhan orang lain. Reduced sense of personal accomplishment . Hal ini meliputi adanya penilaian diri yang negatif dalam kaitannya dengan pekerjaan, perasaan bahwa tindakan dan usaha yang telah dilakukannya menjadi sia-sia dan tidak Muncul perasaan tidak efektif atau tidak kompeten dalam pekerjaan, menarik diri dari kontak sosial, merasa tidak berdaya dalam Burn out subjek dapat dilihat dari jumlah skor yang diperoleh, semakin tinggi skor yang diperoleh maka semakin tinggi burn out-nya. Gaya kepribadian dominance, influence, steadiness, dan compliance. Gaya kepribadian dominance, influence, kepribadian seseorang dalam perilaku kerjanya. Gaya kepribadian ini dapat diukur dengan menggunakan alat ukur psychometric yang disebut DISC. Seorang individu dapat dikatakan memiliki Gaya kepribadian tertentu apabila memiliki skor tertinggi pada salah satu kategori dari keempat kategori DISC, yaitu dominance, influence, steadiness, atau compliance. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan Dalam penelitian ini desain mengetahui perbedaan burn out antara pegawai bergaya kepribadian dominance, influence, steadiness, dan compliance. Definisi operasional dalam penelitian ini . Burn out Burn out adalah sebuah sindrom yang berhubungan dengan pekerjaan yang disebabkan oleh stres kerja yang berkepanjangan akibat dari pekerjaan yang berlebihan atau ketidakpuasan menimbulkan penipisan sumber daya fisik dan kehilangan energi, kehilangan antusiasme, dan kehilangan kepercayaan diri, serta hilangnya orang-orang lingkungan kerja. Burn out dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan skala Burn out, yang dikembangkan dari tiga dimensi burn out yang diungkapkan oleh Maslach. Dalam Schultz & Schultz, . 8: . Maslach memandang burn out sebagai suatu sindrom psikologis yang terdiri dari tiga komponen yaitu: Emotional exhaustion Ditandai dengan adanya perasan lelah akibat banyaknya tuntutan psikologis dan Hubungan antar variabel dapat ditunjukkan pada bagan berikut: Variabel X (Gaya Kepribadian Dominance. Influence. Steadiness. Correc. Variabel Y (Burnou. Gambar 1. Bagan Hubungan Antara Variabel X dan Variabel Y Septyani Mufida / Journal of Social and Industrial Psychology 1 . Bagan di atas menggambarkan kedua variabel mempunyai hubungan yang positif. Hal ini memiliki arti bahwa gaya kepribadian dominance, influence, steadiness, compliance akan mempengaruhi munculnya burn out. Berdasarkan kategori gaya kepribadian dominance, influence, steadiness, dan compliance dari sejumlah 242 pegawai Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pratama Tanjung Emas Semarang, yang memenuhi kriteria dalam karakteristik populasi adalah sejumlah 198 pegawai. Kemudian, menggunakan teknik simple random sampling. Masing-masing gaya kepribadian diambil sebanyak 23 responden tiap gaya kepribadian, sehingga diperoleh anggota sampel penelitian sebayak 92 subjek. Tabel 3. Hasil Kategorisasi Gaya Kepribadian Pegawai No. Gaya Kepribadian DISC Dominance Influence Steadiness Compliance Jumlah Penelitian mengumpulkan data yaitu menggunakan alat ukur psikometri berupa alat ukur perilaku kerja DISC yang telah distandarkan Indonesia yaitu Marston Model Indonesia (MMI) dan skala psikologis . kala burn ou. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif yang dilakukan dengan metode statistik parametrik dengan teknik analisis varians . Jumlah kepribadian tersebut memiliki ciri-ciri yang berbeda antara satu dengan lainnya. Ciri-ciri dari orang yang memiliki gaya kepribadian dominance adalah ekstrovert, ambisius, keras, tegas, tanpa basa-basi, menyukai tantangan dan Ciri-ciri orang dengan gaya kepribadian influence adalah ekstrovert, banyak bicara, persuasif, lincah, egosentris, dan kompulsif. Ciriciri dari orang yang memiliki gaya kepribadian steadiness adalah introvert, stabil, dapat dipercaya, rileks, pasif, santai, menghindari tanggung jawab, tidak tegas, tidak berorientasi pada target, menyukai sesuatu yang berjalan dengan konsisten dan kurang menyukai perubahan yang bersifat mendadak. Ciri-ciri orang dengan gaya kepribadian compliance adalah introvert, mampu mengontrol diri, analitis, berhati-hati, teliti, sensitif, kurang ramah, dan perfectionist. Di dalam diri manusia mungkin tidak hanya terdapat satu gaya kepribadian saja, melainkan mungkin memiliki kombinasi dari dua gaya kepribadian atau lebih. Namun, di antara kombinasi-kombinasi tersebut tetap akan ditemui gaya kepribadian yang paling dominan pada diri seseorang. Berdasarkan data penelitian diketahui bahwa gaya kepribadian yang memiliki tingkat burn out pada kategori sedang adalah gaya kepribadian steadiness dan gaya kepribadian HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan uji hipotesis signifikansi yang diperoleh adalah sebesar 0,000 atau angka signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05, maka dapat diartikan bahwa hipotesis penelitian ini diterima (Ho