PENGARUH CURRENT RATIO. DEBT TO EQUITY RATIO, TOTAL ASSET TRUNOVER TERHADAP RETURN ON ASSET STUDI EMPIRIS PADA SUB SEKTOR PERDAGANGAN ECERAN DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2014-2019 Fierda Windika Warman 1 . Mumun Maemunah2 . Carolyn lukita3 Universitas Buana Perjuangan Karawang Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ak17. Fierdawarman@mhs. Mumun. maemunah@ubpkarawang. Carolyn@ubpkarawang. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh current ratio, debt to equity ratio, dan total asset trunover terhadap return on asset. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari perusahaan Sub Sektor Perdagangan eceran di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2019. Dalam penelitian ini menggunakan tiga Variabel Independent dan satu Variabel dependen. Variabel independen : Current Ratio (X. Debt to Equity Ratio (X. ,dan Total Asset Trunover(X. dan Variabel dependen Return on Asset (Y). Data yang digunakan dalam penelitian ini data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan sub sektor perdagangan eceran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif dengan analisis regresi data SPSS Populasi dalam penelitian ini diambil dari perusahaan perdagangan eceran dengan sampel sebanyak 21 perusahaan dengan jumalh 126 data di perusahaan seb sektor perdagangan. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Penguji hipotesis dilakukan dengan uji regresi parsial dan uji simultan. Hasil dari penelitian yaitu current ratio, debt to equity ratio, dan total asset trunover berpengaruh terhadap return on asset. Kata Kunci : Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Total Asset Trunover dan return on asset. ABSTRACT This study aims to determine the effect of the current ratio, debt to equity ratio, and total asset turnover on return on assets. The sample used in this study consisted of retail trading sub-sector companies on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2014-2019. In this study, three independent variables and one dependent variable were used. Independent variables: Current Ratio (X. Debt to Equity Ratio (X. , and Total Asset Trunover (X. and the dependent variable Return on Assets (Y). The data used in this study are secondary data obtained from the financial statements of companies in the retail trade sub-sector. The method used in this research is quantitative method with SPSS 26 data regression analysis. The population in this study was taken from retail trading companies with a sample of 21 companies with a total of 126 data. in companies in the trading sector. This study uses multiple linear regression analysis. Hypothesis testing is done by partial regression test and simultaneous The results of the study, namely the current ratio, debt to equity ratio, and total asset turnover have an effect on return on assets. Keywords: Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Total Asset Turnover and return on assets PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Kinerja keuangan suatu perusahaan dapat didefinisikan sebagai prospek atau masa depan, dan suatu pertumbuhan potensi perkembangan yang baik bagi perusahaan. Industri perdagangan eceran di Indonesia saat ini menunjukan kemampuan dan kemajuan dengan semakin banyaknya pembangunan toko-toko retail diberbagai tempat. Perdagangan eceran merupakan sektor industri yang mendominasikan kehidupan masyarakat Indonesia secara turun Selama pandemi saat ini semakin banyak orang yang masuk kedalam pasar saham Indikator untuk mengukur kinerja keuangan perusahan adalah profitabilitas. Rasio profitabilitas akan menunjukan kombinasi efek dari likuiditas, manajemen aktiva, dan utang pada hasil-hasil operasi (Brigham, 2. Penelitian ini menggunakan Return on Asset (ROA) sebagai rasio profitabilitas yang digunakan alat untuk mengukur efektivitas perusahaan dan kinerja keuangan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan total aktiva yang dimilikinya. Current Ratio (C. mampu mengukur kemampuan sebuah perusahaan dalam membayar atau memenuhi utang jangka pendek yang dimiliki oleh perusahaan tersebut dengan aktiva lancar yang dimiliki (Kasmir, 2. Penelitian menggunakan variabel ini dikarenakan untuk memberi tolak ukur pada sebuah perusahaan untuk menghindari kebangkrutan perusahaan. Debt to Equity Ratio (De. merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas (Kasmir, 2. Rasio ini digunakan untuk mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang. Penelitian menggunakan variabel ini dikarenakan untuk mengetahui beban perusahaan dalam memenuhi utang yang diberikan kepada kreditur. Untuk mencari rasio ini dengan cara membandingkan seluruh utang, termasuk utang lancar dengan equitas yang berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam dengan pemilik perusahaan. Total Asset Trunover (Tat. adalah rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran aktiva yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari tiap rupiah aktiva (Kasmir, 2. artinya semakin tinggi nilai Total Asset Trunover, semakin baik juga perusahaan mengelola asetnya, tujuan nya untuk mengukur berapa lama penagihan piutang selama satu periode. Faktor yang mempengaruhi Return on asset adalah hasil pengembalian atas investasi atau yang disebut sebagai roa dipengaruhi oleh margin laba bersih dan peputaran total aktiva karena apabila roa rendah itu disebabkan oleh rendahnya margin laba yang diakibatkan oleh rendahnya margin laba yang diakibatkan oleh rendahnya perputaran total aktiva (Kasmir. LANDASAN TEORI Teori Agency Teori keagenan (Agency Proble. merupakan masalah yang timbul akibat perbedaan kepentingan antara agen dan principal, keprilakuan principal . emberi konta. dan agen . enerima konta. (Supriyono, 2018. Pengertian Current ratio Current Ratio merupakan rasio yang sering digunakan untuk menggambarkan tingkat likuiditas perusahaan. Bagaimana sebuah perusahaan dalam memenuhi kewajibannya dilihat dari likuiditasnya. Menurut Brigham dan Houston, . 4 : . AuRasio lancar dihitung dengan membagi aset lancar dengan kewajiban lancar. Rasio ini menunjukan sampai sejauh apa kewajiban lancar ditutupi oleh aset yang diharapkan akan dikonversi menjadi kas dalam waktu dekatAy. Pengertian Debt to Equity Ratio Menurut Kasmir . Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Untuk mencari rasio ini dengan cara membandingkan antara seluruh utang termasuk utang lancar dengan ekuitas. Rasio ini menunjukkan efisiensi penggunaan modal sendiri. Semakin kecil nilai DER, maka semakin baik dengan nilai DER < 1. Jika nilai DER > 1 maka perusahaan tersebut dalam keadaan buruk. Hal itu menunjukan total liabilities atau hutang lebih besar daripada aktiva. (Amalia, 2. Semakin besar nilai DER menandakan bahwa struktur permodalan usaha lebih banyak bersumber dari utang dibandingkan dari ekuitas, sehingga semakin tinggi DER mencerminkan risiko perusahaan yang relatif tinggi, akibatnya investor cenderung menghindari saham-saham yang memiliki DER yang tinggi. (Iwan dan Ika Pengertian Total Asset Trunover Total Asset Trunover merupakan salah satu rasio aktivitas untuk mengukur tingkat efisiensi perusahaan dan untuk mengetahui efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan total asset dalam mengelola bisnisnya. Semakin efektif perputaran asset perusahaan maka akan semakin menghasilkan kinerja yang lebih baik. Adapun faktor yang mempengaruhi Total Asset Trunover dengan menambah modal usaha sampai tingkat tertentu diusahakan tercapainya tambahan sales sebesar-besarnya dan dengan mengurangi sales sampai tingkat tertentu diusahakan penurunan atau pengurangan asset sebesar-besarnya. Pengertian Return on assets Return on Asset (ROA) menurut Munawir dalam bukunya AuAnalisa Laporan KeuanganAy, edisi keempat . 4 : . menyatakan Return on Invesment adalah salah satu bentuk rasio profitabilitas yang dimaksudkan dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk operasi perusahaan demi mandapatkan keuntungan. Kerangka pemikiran Kerangka teoritis merupakan penjelasan tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai variabel yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. Dalam penelitian ini yang menjadi variable independen adalah Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER), dan Total Asset Trunover (TATO). Sedangkan untuk variable dependen untuk penelitian ini adalah Return on Assets (ROA). Current Ratio (X. Sumber: Hantono 2015 Debt to Equity Ratio (X. Sumber : Kasmir 2014 Return on Asset (Y) Sumber:Kasmir 2012 Total Asset Trunover (X. Sumber : Kasmir 2008 Sumber: Data di olah oleh peneliti 2021 Hipotesis Penelitian Menurut Sugiyono, . hipotesis merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah Oleh karena itu, rumusan masalah penelitian umumnya disusun dalam bentuk pertanyaan. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini merupakan gambaran sementara dari masalahan yang perlu dievaluasi kembali. Jika hasil analisis data empiris menunjukkan bahwa hipotesis tersebut valid, maka hipotesis tersebut diterima dan sebaliknya. Berdasarkan permasalah dan tujuan penelitian maka dapat dibuat hipotesis sebagai berikut: Pengaruh Current Ratio terhadap Return on Asset Current ratio bertujuan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Penggunaan aktiva lancar akan sangat berpengaruh pada perubahan Current Ratio. Sehingga mengakibatkan perubahan pada tingkat likuiditas Menurut (Sriwahyuni, 2. dalam penelitian yang berjudul Analisis Pengaruh Current Ratio. Debt to Equity Ratio dan Total Asset Turnover Terhadap Profitabilitas Perusahaan menunjukkan bahwa variabel current ratio (CR) berpengaruh negatif terhadap return on asset (ROA). H1: Current Ratio berpengaruh terhadap Return on Asset Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Return on Asset (ROA) Debt to Equity Ratio mencerminkan besarnya proporsi antara total debt dengan total shareholderAos Equity. Debt to Equity Ratio (DER) adalah variabel yang mendefinisikan seberapa banyak proporsi dari modal perusahaan yang sumber pendanaanya berasal dari pinjaman atau kredit. Kemampuan untuk mengembalikan pinjaman dana ini dapat diukur dari profit yang diperoleh perusahaan. Menurut Kusuma Nur Hayati Anita Wijayanti. Suhendro . , yang berjudul AuPengaruh Rasio Saat Ini. Rasio Utang Terhadap Ekuitas. Total Aset Turnover, dan Ukuran Terhadap Pengembalian Asset. Menunjukan bahwa secara parsial variabel debt to equity ratio berpengaruh signifikan terhadap return on asset. H2: Debt to Equity Ratio berpengaruh terhadap Return on Asset. Pengaruh Total Asset Trunover (TATO) terhadap Return on Asset Total Asset Trunover merupakan rasio yang menunujukan seberapa jauh aktiva yang telah di gunakan dalam kegiatan atau rasio antara jumlah aktiva yang digunakan dengan jumlah selama periode yang ditentukan. Total asset trunover dipengaruhi oleh besar kecilnya penjualan dan total aktiva, baik aktiva lancar maupun aktiva tetap. Jadi semakin besar rasio semakin baik yang berarti bahwa aktiva dapat lebih cepat. Menurut Penelitian (Sriwahyuni, 2. dengan judul AuAnalisis Pengaruh Current Ratio. Debt To Equity Ratio dan Total Asset Turnover Terhadap Profitabilitas PerusahaanAy. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel current ratio (CR) dan debt to equity ratio (DER) berpengaruh negatif terhadap return on asset (ROA), sedangkan total asset turnover (TATO) berpengaruh positif terhadap (ROA). H3: Total Assets Trunover berpengaruh terhadap Return on Assets. Pengaruh Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Total Asset Trunover terhadap Return on Asset. Hipotesis ke empat dari Penelitian (Hapsoh, 2. , menunjukan adanya pengaruh yang signifikan secara simultan antara Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Total Aset Trunover terhadap Return on Asset. dan secara parsial. Total Aset Trunover berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset. H4: Current Ratio. Debt to Equity Ratio, dan Total Asset Trunover berpengaruh secara simultan terhadap Return on Asset Metode Penelitian Desain Penelitian Menurut (Jogiyanto, 2. menyatakan bahwa Rancangan Riset adalah rencana dari struktur riset yang mengarahkan proses dan hasil riset sedapa mungkin menjadi valid, objektif, dan Desain Penelitian merupakan dasar dalam melakukan penelitian. Berdasarkan paradigma riset. Riset ini adalah penelitian Kuantitatif. Penelitian Kuantitatif adalah penelitian yang digunakan untuk menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui penelitian kuantitatif, disebut metode kuantitatif karena data penelitian menggunakan angka-angka dan analisis menggunakan statistik (Sugiyono, 2. Lokasi dan waktu Penelitian Lokasi penelitian ini adalah website resmi Bursa Efek Indonesia w. id Penelitian yang berjudul Pengaruh Current Ratio. Debt to Equity Ratio dan Total Assets Trunover terhadap Return on Asset pada perusahaan Sub Sektor Perdagangan Eceran di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2019 dilakukan dengan waktu tiga bulan terhitung dari Maret 2021 sampai Agustus Operasional Variabel Menurut (Sugiyono, 2. variabel penelitian merupakan suatu atribut atau sifat atas nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Variabel Konsep Indikator Skala Variabel Independen Current Rasio lancar dihitung dengan membagi Ratio (X. aset lancar dengan kewajiban lancar Ratio Brigham dan Houston, . 4 : . Debt Debt to Equity Ratio (DER) merupakan Equity Ratio rasio yang digunakan untuk menilai utang (X2 dengan ekuitas Kasmir . Total Asset Ratio Total Asset Trunover (TATO) rasio untuk Trunover mengukur perputaran semua aktiva yang (X. dimiliki perusahaan dan mengukur berapa Ratio jumlah penjualan yang diperoleh dari setiap aktiva. Kasmir . Variabel Dependen Return Asset (Y) Return on Assets (ROA) merupakan rasio yang menggambarkan perputaran aktiva Ratio diukur dari volume penjualan Harahap Populasi. Sampel dan Teknik Sampling Populasi Penelitian Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sub sektor perdagangan eceran yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2019. Berikut adalah populasi dalam penelitian ini berdasarkan data yang didapat disitus resmi BEI Sampel Penelitian Menurut (Sugiyono, 2. Sampel adalah bagian dari jumlah dan Karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sehingga dapat dikatakan sampel merupakan bagian dari populasi tersebut, dan untuk pengambilan sampel dapat dilakukan dengan cara tertentu yang didasarkan oleh pertimbangan pertimbangan yang ada. Sampel akan diambil sebanyak 21 perusahaan dari 93 populasi perusahaan dengan jumlah 126 data penelitian. Teknik Sampling Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu pemilihan sampel dengan kriteria tertentu. Purposive Sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. (Sugiyono, 2013:. Tujuan menggunakan teknik Purposive Sampling adalah untuk mendapatkan sampel yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Berikut ini kriteria sampel yang diteliti pada perusahaan Sektor Perdagangan eceran yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengumpulan Data Penelitian Sumber Data Penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Data Sekunder dengan Studi Pustaka yang didapatkan dari Buku. Jurnal. Artikel. Karya Ilmiah ataupun dari Website id yang merupakan website resmi Bursa Efek Indonesia (BEI). Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk pengumpulan data sesuai tata cara penelitian sehingga diperoleh data yang dibutuhkan. Menurut Sugiyono . , teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian yaitu mengumpulkan data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Website dari w. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian data laporan keuangan perusahaan Perdagangan eceran yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2019. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Variabel Independen dan variabel Current ratio. Debt to Equity Ratio dan total asset trunover merupakan variabel Serta return on asset Indikator profitabilitas merupakan variabel dependen dalam penelitian ini masing-masing variabel diukur dengan menggunakan rasio. Analisis Data Analisis data adalah Proses penerapan secara sistematis teknik statistik dan logis untuk menggambarkan dan mengeliminasikan, merakap serta mengevaluasi data. Komponen yang penting untuk memastikan integrasi data yaitu menggunakan analisis yang akurat dan sesuai dari temuan penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik data yang diolah dengan menggunakan Software IBM SPSS 25. Statistik deskriptif Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui gambaran umum pengaruh Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Total Asset Trunover terhadap Return on Asset Studi empires pada perusahaan Perdagangan Eceran di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode observasi Berdasarkan hasil statistik deskriptif maka dapat di interprestasikan nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata dan nilai standar deviasi. Uji Asumsi Klasik Sebelum dilakukan pengujian analisis regresi linier berganda terhadap hipotesis penelitian, maka terlebih dahulu perlu dilakukan suatu pengujian asumsi klasik atas data yang akan diolah sebagai berikut: Uji Normalitas Pada uji normalitas data dapat dilakukan dengan menggunakan uji One Sample Kolmogorov Smirnov yaitu dengan ketentuan apabila nilai-nilai signifikan diatas 5% atau 0,05 maka data memiliki distribusi normal. Sedangkan jika hasil uji One Sample Kolmogorov Smirnov menghasilkan nilai signifikan dibawah 5% atau 0,05 maka data tidak memiliki distribusi Uji Multikolinieritas Untuk menemukan terdapat atau tidaknya multikolinieritas pada model regresi dapat diketahui dari nilai toleransi dan nilai toleransi dan nilai Variance inflation factor (VIF). Nilai Toleransi mengukur variabilitas dari variabel bebas yang terpilih yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel bebas lainnya. Uji Autokorelasi Pendekatan adanya autokorelasi dapat dilakukan dengan menggunakan Uji Durbin-Waston (DW tes. Hipotesis yang akan di uji adalah: H0 = Tidak ada autokorelasi (A=. Ha = Ada autokorelasi (A O. Uji Heteroskidastisitas Untuk mengetahui heteroskidastisitas dapat menggunakan uji glejser. Dasar pengambilan keputusan pada uji ini adalah jika nilai signifikan > 0,05 maka dapat disimpulkan tidak terjadi masalah heteroskidastisitas, namun sebaliknya jika nilai signifikan < 0,05 maka dapat disimpulkan terjadi masalah heteroskidastisitas. Hasil Penelitian Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi berganda akan dilakukan bila jumlah variabel independen nya minimal 2. Analisis regresi berganda digunakan untuk menguji apakah variabel independen memiliki pengaruh terhadap variabel dependen secara simultan maupun parsial. Analisis Koefisien Determinasi (Adjusted R. Koefisien Determinasi (R. bertujuan mengukur kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat dengan nilai antar nol dan satu. Nilai R2 = 0 berarti variabel bebas tidak memiliki kemampuan dalam menjelaskan variasi variabel terikat dan nilai R^2 Ae 1 berarti variabel bebas memiliki kemampuan dalam menjelaskan variasi variabel terikat. Uji Hipotesis Uji signifikan Simultan (Uji F) Uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen secara bersamaan menggunakan F hitung. Langkah-langkah uji F atau uji simultan adalah: Perumusan Hipotesis H0 : Diduga variabel (X) tidak berpengaruh terhadap variabel (Y) secara simultan. : Diduga variabel (X) memiliki pengaruh terhadap variabel (Y) secara simultan. Nilai kritis distribusi F dengan Lever of signifikan = 5% Pengambilan kesimpulan H0 : Diterima dan Ha ditolak ini berarti tidak ada pengaruh simultan oleh variabel (X) dan variabel (Y). H0 : Ditolak dan Ha diterima hal ini bearati ada pengaruh yang simultan terhadap variabel (X) dan variabel (Y). Uji Signifikan Parsial (Uji t atau t-struden. Uji t digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan atau pengaruh signifikan antara variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Langkah-langkah uji t atau uji parsial adalah: Perumusan Hipotesis H0 : Diduga varaibel (X) tidak memiliki pengaruh terhadap variabel (Y) secara Parsial. Ha : Diduga variabel (X) memiliki pengaruh terhadap variabel (Y) secara parsial. Menentukan nilai kritis dengan level of signifikan = 5% T tabel = t (/2. n-k-. Penentuan kriteria penerimaan dan penolakan H0 Diterima jika: Apabila t hitung O t tabel maka Ha ditolak dan H0 diterima. Ini berarti tidak ada pengaruh yang bermakna oleh variabel (X) dan variabel (Y). Apabila t hitung Ou t tabel maka Ha diterima dan H0 ditolak, ini berarti ada pengaruh yang bermakna oleh variabel (X) dan variabel (Y). Hasil dan Pembahasan Analisis statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Current Ratio Debt to Equity Ratio Total Asset Trunover Return on Asset Valid N . Sumber : Hasil oleh sofware SPSS 25 oleh peneliti 2021 Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif setelah data dilakukan outlier, dari 53 data perusahaan nilai rata-rata current ratio sebesar 1,28 dengan nilai standar deviasi sebesar 0,33. Adapun nilai minimum dari current ratio sebesar 0,54 dan nilai maksimum sebesar 2,22. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan data perusahaan dengan nilai rata Aerata debt to equity ratio sebesar 1,70 dengan nilai standar deviasi 1,13 adapun nilai minimum sebesar 0,27 dan nilai maksimum sebesar 4,56. Hasil analisis deskriptif data perusahaan menunjukkan rata-rata total asset trunover sebesar 1,86 dengan nilai standar deviasi 0,89. Adapun nilai minimum sebesar 0,08 dan nilai maksimum sebesar 3,38. Hasil penelitian deskriptif data perusahaan dengan nilai rata-rata return on asset sebesar 2,44 dengan nilai standar deviasi 2,87. Adapun nilai minimum sebesar -4,71 dan nilai maksimum sebesar 9,51. Uji Normalitas Hasil uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz ed Residual Normal Parameters Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Sumber : diolah oleh sofware SPSS 25 Berdasarkan hasil uji statistik non-paramtrik Kolmogorov-smirnov (K-S) pada tabel diatas menunjukkan nilai signifikan pada Kolmogorov-smirnov adalah 0,054. Hal ini menunjukkan bahwa data residual terdistribusi secara normal karena nilai signifikan lebih besar 0,05. Uji Multikolinearitas Hasil uji Multikolinearitas Coefficientsa Model 1 (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. - 0. Current Ratio Debt to Equity Ratio Total Asset Trunover Dependent Variable: Return on Asset Collinearity Statistics Tolerance VIF Sumber : Hasil oleh sofware SPSS 25 diolah oleh peneliti 2021 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai tolerance dan value variance inflation factor (VIF) masing masing variabel adalah current ratio tolerance sebesar 0,763 > 0,10, dan VIF 1,310 < 10, debt to equity ratio tolerance sebesar 0,722 > 0,10, dan VIF 1,386 < 10, dan total asset turnover tolerance sebesar 0,933 > 0,10, dan VIF 1,071 < 10. Hal itu berarti tidak terjadi multikolinearitas antar variabel bebas pada model regresi penelitian ini. Uji Autokorelasi Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Model Adjusted Square Std. Error of the Durbin- Square Estimate Watson Predictors: (Constan. Total Asset Trunover. Current Ratio. Debt to Equity Ratio Dependent Variable: Return on Asset Sumber : Hasil oleh sofware SPSS 25 diolah oleh peneliti 2021 Berdasarkan diperoleh nilai durbin waston (DW) sebesar 1,611. Setelah itu mencari nilai dU . atas atas Durbin-Wasto. dan dl . atas bawah Durbin-Wasto. pada tabel Durbin-Waston. Didapat bahwa nilai dU sebesar 1,6785 dan nilai dl sebesar 1,4402. Dimana dapat dikatakan bahwa nilai dw 1. 611 < du 1,678 sehingga didapat bahwa data tersebut tidak tejadi autokorelasi positif, dan untuk nilai . -d. sebesar 2,38, maka nilai . -d. 2,389 > 1,6785 sehingga data tersebut tidak terjadi autokorelasi negative, dengan demikian asumsinya tidak ada autokorelasi. Uji Heteroskidastisitas Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Sig. Std. Error Beta (Constan. Current Ratio Debt to Equity Ratio Total Asset Trunover Dependent Variable: Abs_RES3 Sumber : data dioleh sofware SPSS 25 Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa nilai signifikan untuk variabel current ratio sebesar 0,730 > 0,05 kemudian debt to equity ratio sebesar 0,842 > 0,05 dan total asset trunover sebesar 0,919 > 0,05 dimana ketiga variabel tersebut memiliki nilai signifikan lebih dari 0,05 yang berarti bahwa tiga variabel tersebut tidak heteroskidastisitas. Oleh karena itu asumsi tidak terjadi atau tidak adanya heteroskidastisitas dalam model yang ini terpenuhi. Analisis Regresi Linear Berganda Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa nilai konstanta persamaan regresi linier berganda sebesar -4,860 dengan koefisien regresi variabel current ratio, sebesar 2,599 koefisien variabel regresi variabel debt to equity ratio sebesar 0,080 dan koefisien variabel total asset trunover sebesar 1,330 dapat dilihat pada tabel berikut ini: Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Sig. Std. Error Beta (Constan. Current Ratio Debt to Equity Ratio Total Asset Trunover Dependent Variable: Return on Asset Sumber : Hasil oleh sofware SPSS 25 diolah oleh peneliti 2021 Berdasarkan tabel diatas, maka model persamaan untuk regresi linear berganda adalah sebagai berikut: Y = -4,860 2,599 X1 0,880 X2 1,330 X3 e Dari persamaan berikut dapat dijelaskan : Dalam penelitian ini variabel Current ratio memiliki koefisien regresi sebesar 2,599. Nilai koefisien regresi negativ menunjukkan bahwa jika setiap kenaikan satu satuan variabel Current ratio dengan asumsi variabel lain tetap, maka return on asset akan menaikan sebesar 2,599. Dalam penelitian ini variabel debt to equity ratio memiliki koefisien regresi sebesar 0,880. Nilai koefisien regresi negatif menunjukkan bahwa jika setiap kenaikan satu satuan variabel debt to equity ratio dengan asumsi variabel lain tetap, maka profitabilitas akan menaikan sebesar 0,880. Dalam penelitian ini variabel total asset trunover memiliki koefisien regresi sebesar 1,330. Nilai koefisien regresi positif menunjukkan bahwa jika setiap kenaikan satu satuan variabel total asset trunover dengan asumsi variabel lain tetap, maka profitabilitas akan menaikan sebesar 1,330. Analisis Koefisien Determinasi (Adjusted R. Hasil pengujian koefisien determinasi R2 dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut Hasil analisis Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Total Asset Trunover. Current Ratio. Debt to Equity Ratio Dependent Variable: Return on Asset Sumber : Hasil oleh sofware SPSS 25 diolah oleh peneliti 2021 Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa nilai R square (R . sebesar 0,325. Hal ini menunjukkan besarnya pengaruh dari Current ratio, debt to equity ratio dan total asset trunover terhadap return on asset pada perusahaan perdagangan eceran yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2019 sebesar 32,5%, sedangkan sisanya sebesar 67,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Nilai Adjuster R Square dari hasil uji diatas senilai 0,284. Nilai adjusted r square bernilai positif antara 0 dan satu, sehingga regresi ini dikatakan baik. Uji Hipotesis Hipotesis pengujian yang digunakan dalam penelitian ini adalah: H4 : Current ratio, debt to equity ratio dan total asset trunover berpengaruh signifikan terhadap return on asset. Uji Parsial (Uji-. Dalam penelitian ini jika nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 maka model regresi linier berganda ini dapat dilanjutkan atau terdukung. Selain itu, dapat juga membandingkan dengan nilai t-hitung dengan t-tabel nya dimana dapat dikatakan berpengaruh jika nilai t -hitung lebih besar dari t-tabel begitupun sebaliknya tidak ada pengaruh jika nilai t -hitung lebih kecil dari t-tabel. Dimana hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Hasil Uji Parsial (Uji-. Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Sig. Std. Error Beta (Constan. Current Ratio Debt to Equity Ratio Total Asset Trunover Dependent Variable: Return on Asset Sumber: Hasil oleh sofware SPSS 25 diolah oleh peneliti 2021 Berdasarkan tabel diatas pengaruh parsial antara variabel independen terhadap variabel dependen yaitu sebagai berikut: Hipotesis pertama current ratio berpengaruh terhadap return on asset. Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa nilai t -hitung nya adalah 2,260 dan nilai t-tabel nya 2,00758 maka t-hitung 2,260 > t-tabel 2,00758 dan nilai signifikannya adalah 0,028 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa current ratio berpengaruh signifikan terhadap return on asset sehingga hipotesis pertama tersebut terdukung. Hipotesis kedua adalah debt to equity ratio berpengaruh terhadap return on asset. Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa nilai t -hitungnya adalah 2,514 sedangkan t-tabel nya sebesar 2,00758, maka t-hitung 2,514 > t-tabel 2,00758 dan nilai signifikan 0,015 < 0,05. Sehingga menunjukkan bahwa debt to equity ratio berpengaruh signifikan terhadap return on asset sehingga hipotesis kedua tersebut terdukung. Hipotesis ketiga adalah total asset turnover berpengaruh terhadap return on asset. Berdasarkan dapat diketahui bahwa nilai t-hitungnya adalah 3,391 sedangkan t-tabelnya adalah 2,00758 maka t-hitung 3,391 > t-tabel 2,00758, dan nilai signifikan nya adalah 0,001 yang berarti lebih besar nilai signifikan 0,001 < 0,05 maka Ha diterima, sehingga menunjukkan bahwa total asset turnover berpengaruh signifikan terhadap return on asset sehingga hipotesis ketiga tersebut terdukung. Uji Pengaruh Simultan (Uji F ) Jika nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 maka model regresi linier berganda ini dapat dilanjutkan atau diterima dan sebaliknya jika nilai signifikan lebih besar dari 0,05 maka hipotesis ditolak. Dapat juga membandingkan nilai F-hitung dengan F-tabelnya dimana dapat dikatakan berpengaruh jika nila F-hitung lebih besar dari F-tabel. Hasil pengujian pengaruh secara simultan (Uji F) dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut ini: Hasil Uji Pengaruh Simultan (Uji F) ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression Residual Total Dependent Variable: Return on Asset Predictors: (Constan. Total Asset Trunover. Current Ratio. Debt to Equity Ratio Sumber : Hasil oleh sofware SPSS 25 diolah oleh peneliti 2021 Berdasarkan tabel diatas, menunjukan bahwa nilai signifikansi hasil uji F adalah sebesar 0,000 dimana nilai signifikan ini lebih kecil dari 0,05, maka hipotesis Ha diterima. Kemudian jika membandingkan dengan F-hitung dengan F-tabel dapat diketahui nilai F-hitung sebesar 7,882 dan Ftabel sebesar 2,79. Maka F- hitung 7,882 > F-tabel 2,79. Sehingga menunjukan bahwa current ratio, debt to equity ratio, dan total asset turnover secara simultan berpengaruh terhadap return on asset pada perusahaan perdagangan eceran yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil dari analisis regresi linear berganda maka dapat ditarik kesimpulan sebagai Current ratio dapat diketahui bahwa nilai t-hitung nya adalah 2,260 sedangkan nilai ttabelnya sebesar 2,00758 dan nilai signifikannya adalah 0,028. Maka t -hitung 2,260 > t- tabel 2,00758 dan nilai signifikan 0,028 < 0,05. Sehingga menunjukkan bahwa likuiditas yang diukur dengan current ratio berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas yang diukur dengan return on asset. Semakin besar nilai current ratio maka return on asset juga akan semakin meningkat. Debt to equity ratio dapat diketahui bahwa nilai t -hitungnya adalah 2,514 sedangkan ttabelnya sebesar 2,00758 dan nilai signifikan 0,015. Maka t -hitung 2,514 > t-tabel 2,00758 dan nilai signifikan 0,015 < 0,05. Sehingga menunjukkan bahwa debt to equity ratio berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas yang diukur dengan return on Semakin besar debt to equity ratio menunjukkan ketersediaan dana yang besar dari kreditor yang dapat dipergunakan perusahaan untuk memaksimalkan keuntungan Total Assets Trunover dapat diketahui bahwa nilai t-hitungnya adalah 3,391 sedangkan ttabelnya adalah 2,00758 maka t-hitung 3,391 > t-tabel 2,00758, dan nilai signifikan nya adalah 0,001 yang berarti lebih besar nilai signifikan 0,001 < 0,05, sehingga menunjukkan bahwa total asset turnover berpengaruh signifikan terhadap return on Semakin Panjang periode maka semakin mempengaruhi nilai penjualan atau pendapatan bersihnya. Secara simultan menunjukkan bahwa nilai signifikansi hasil uji F sebesar 0,000 < 0,05, maka hipotesis Ha diterima. Kemudian jika membandingkan dengan F-hitung dengan Ftabel dapat diketahui nilai F-hitung sebesar 7,882 dan F- tabel sebesar 2,79. Maka F- hitung 7,882 > F-tabel 2,79. Sehingga menunjukan bahwa current ratio, debt to equity ratio, dan total asset turnover secara simultan berpengaruh terhadap return on asset pada perusahaan perdagangan eceran yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode Keterbatasan dan Saran Keterbatasan Penelitian menyadari dalam melakukan penelitian terdapat keterbatasan, ataupun keterbatasan diantaranya sebagai berikut: Periode penelitian ini hanya mencakup selama 6 tahun yaitu mulai dari 2014-2019 dimana dari 93 populasi hanya didapatkan sampel sebanyak 21 perusahaan Sehingga jumlah data yang diperoleh hanya sebanyak 126 data. Hal tersebut dikarenakan cukup banyak perusahaan yang tidak melengkapi laporan keuangan secara konsisten sehingga data harus dikeluarkan karena tidak memenuhi sampel yang ditetapkan dalam penelitian ini. Pada saat melakukan penguji normalitas data, ditemukan banyaknya data yang ekstrem sehingga harus dilakukan pembuangan data . dimana hal itu menyebabkan sampel dalam penelitian ini berkurang. Saran Adapun saran dalam penelitian ini diantaranya: Peneliti yang akan datang diharapkan dapat menambah variabel lain yang belum dimasukkan dalam penelitian ini. Selain itu bisa menambah interval waktu pengamatan yang berbeda agar mampu memberikan gambaran yang lebih luas. Serta memilih perusahaan yang berbeda sehingga penelitian yang akan datang dapat menjelaskan profitabilitas dengan lebih baik. Bagi perusahaan diharapkan dapat terus meningkatkan kinerja keuangan dan memanfaatkan modal kerjanya dengan baik agar mampu meningkatkan laba, mengembangkan perusahaan serta melunasi hutang-hutangnya. Bagi akademisi hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan tambahan ilmu pengetahuan, informasi, referensi dan wawasan terkait dengan variabel-variabel penelitian seperti current ratio, debt to equity ratio, total asset trun over dan return on DAFTAR PUSTAKA