Vol. No. September 2024 e-ISSN 2723-0120 p-ISSN 2828-3511 ANALISIS MOTIVASI. KOMPETENSI DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA DENGAN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI VARIBEL MODERATING Muhamad Wahrudi1*. Suyanto2 Universitas Ipwija. Jakarta. Indonesia *e-mail: muhamadwahrudi@gmail. Abstrak Motivasi. Kompetensi. Kompensasi dan Budaya Organisasi mempunyai pengaruh yang besar pada Kinerja Pegawai yayasan. Dari keempat variable tersebut dapat dibuktikan bahwa penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Motivasi. Kompetensi dan Kompensasi terhadap Kinerja Pegawai dengan Budaya Organisasi sebagai variabel moderating di Yayasan Islam Al Husainiyah. Penelitian dilaksanakan pada Yayasan Islam Al husainiyah melalui sampel penelitian terhadap 102 Pegawai, menggunakan rumus persamaan melalui uji interaksi atau kata lainnya Moderated Regression Analysis (MRA) dengan total populasi 102 Pegawai pada margin error 5%. Sedangkan dalam pengumpulan data menggunakan Teknik metode wawancara, kuisioner, juga observasi. Dalam pengolahan data digunakan aplikasi SPSS, untuk uji data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji reliabilitas, uji validitas, uji statistik dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian ini menunjukkan Motivasi. Kompetensi, dan Kompensasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja. Sementara itu Budaya Organisasi dapat memediasi hubungan antara Motivasi. Kompetensi dengan Kinerja. Sedangkan Budaya Organisasi tidak memediasi antara hubungan Kompensasi terhadap Kinerja Pegawai. Kata kunci: Motivasi. Kompetensi. Kompensasi. Budaya Organisasi. Kinerja Pegawai Abstract Motivation. Competency. Compensation and Organizational Culture have a big influence on the performance of foundation employees. From these four variables, it can be proven that this research aims to analyze the influence of Motivation. Competence and Compensation on Employee Performance with Organizational Culture as a moderating variable at the Al Husainiyah Islamic Foundation. The research was carried out at the Al Husainiyah Islamic Foundation through a research sample of 102 employees, using an equation formula through an interaction test or in other words Moderated Regression Analysis (MRA) with a total population of 102 employees with a margin of error of 5%. Meanwhile, data collection uses interview methods, questionnaires and observation. In processing the data, the SPSS application was used. The data tests used in this research were reliability tests, validity tests, statistical tests and classical assumption tests. The results of this research show that Motivation. Competence and Compensation have a positive and significant influence on Performance. Meanwhile. Organizational Culture can mediate the relationship between Motivation. Competence and Performance. Meanwhile. Organizational Culture does not mediate the relationship between Compensation and Employee Performance. Keywords: Motivation. Competency. Compensation. Organizational Culture. Employee Performance PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu modal dasar untuk menciptakan SDM yang unggul. Dunia pendidikan yang utama adalah sekolah. Sekolah sebagai suatu sistem memiliki komponen- komponen yang berkaitan satu sama lain serta kontribusi pada pencapaian visi atau tujuan. komponen-komponen tersebut adalah siswa, kurikulum, bahan ajar. Pegawai, kepala sekolah, tenaga kependidikan, sarana prasarana, proses pembelajaran dan hasil Untuk menghasilkan sumber daya yang unggul haruslah melalui pendidikan yang Pendidikan yang berkualitas tentunya didukung pula oleh Kinerja Pegawai yang berkualitas, karena Pegawai merupakan orang yang terdepan dalam proses pembelajaran untuk menghasilkan sumber daya yang berkualitas. Salah satu problema pendidikan yang Copyright A 2024 pada penulis Muhamad Wahrudi, et al. Analisis Motifasi ,Kompetensi. Hal: 271-282 dihadapi dewasa ini adalah rendahnya Kinerja mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan. Beberapa masalah penyebab rendahnya mutu Kinerja pendidikan di indonesia adalah krisis ekonomi, globalisasi, otonomi daerah, rendahnya sarana fisik, rendahnya kualitas Pegawai, dan rendahnya prestasi siswa. Seorang Pegawai diharapkan memiliki Kinerja yang tinggi terhadap organisasi tempatnya bekerja. Pegawai yang memiliki komitmen terhadap organisasi yang tinggi akan mendukung pencapaian visi, misi, dan tujuan sekolah dalam rangka meningkatkan mutu sekolah khususnya pada mutu pendidikan. Pegawai harus memiliki komitmen yang tinggi terhadap organisasi, karena dengan komitmen Pegawai terhadap organisasi yang tinggi dapat mendukung pencapaian visi sekolah untuk meningkatkan kualitas Motivasikepada peserta Komitmen Pegawai terhadap organisasi merupakan sikap, prilaku dan perasaan seorang Pegawai terhadap organisasi. Komitmen Pegawai terhadap organisasi merupakan sifat hubungan antara Pegawai dan organisasi yang dapat dilihat dari keinginan kuat untuk menjadi anggota organisasi tersebut, kesediaan bekerja sebaik mungkin demi kepentingan organisasi, serta kepercayaan yang kuat terhadap nilai-nilai dan tujuan organisasi. Pegawai yang memiliki komitmen terhadap organisasi cenderung untuk bertahan sebagai bagian dari organisasi pendidikan dibandingkan dengan Pegawai yang tidak memiliki komitmen terhadap organisasi. Komitmen yang dimiliki oleh para Pegawai dapat dilihat dari kesediaanya tinggal lebih lama menjadi bagian dari organisasi, menyediakan waktu sepenuhnya bagi ganisasi, dan mau bekerja keras untuk mencapai visi yang telah ditetapkan oleh sekolah. Para Pegawai yang memiliki komitmen terhadap organisasi pendidikan akan memunculkan prilaku seperti menghindari tindakan atau sikap yang merugikan nama baik organisasi, setia pada pimpinan mau bekerja sama dengan rekan kerja dan bersedia menyelesaikan konflik melalui jalan musyawarah. Pegawai yang memiliki Kinerja yang tinggi akan memandang pekerjaannya bukan merupakan suatu beban atau kewajiban tetapi merupakan sarana berkarya dan mengembangkan diri, karena seorang Pegawai mampu menjiwai pekerjaannya dan bekerja dengan pikiran dan hati nurani. Rendahnya Kinerja Pegawai terhadap organisasi dapat terlihat dari kedisiplinan Pegawai seperti terlambat datang ke sekolah, hadir di sekolah tapi tidak masuk kelas, meninggalkan sekolah untuk kepentingan pribadi, sehingga berpengaruh kurangnya tanggungjawab Pegawai terhadap tugas pokoknya sebagai Pegawai. Menurut Djamarah . Pegawai adalah salah satu unsur manusia yang sangat penting dalam proses pendidikan. Dalam proses pembelajaran di sekolah. Pegawai memiliki tugas ganda yaitu sebagai pengajar dan sebagai pendidik. Sebagai seorang pengajar. Pegawai bertugas menuangkan sejumlah materi pembelajaran ke dalam otak peserta didik, sedangkan sebagai seorang pendidik Pegawai bertugas membimbing dan membina peserta didik agar menjadi manusia bermoral yang cakap, aktif, dan mandiri. Selanjutnya Djamarah . mengemukakan bahwa baik mengajar maupun mendidik merupakan tugas dan tanggung jawab Pegawai sebagai tenaga profesional. Dalam proses peningkatan kualitas SDM. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas SDM itu sendiri. Menyadari akan pentingnya proses peningkatan kualitas SDM tersebut, maka pemerintah terus berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang berkualitas, antara lain melalui pengembangan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan bahan belajar, serta berbagai pelatihan bagi Pegawai. Pendidikan yang bermutu memiliki kaitan ke depan . orward linkag. dan kaitan ke belakang . ackward linkag. Menurut artikel (David Wijaya*) Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting untuk menjadikan SDM yang berkompetens, modal dasar untuk dapat menciptakan SDM yang kompeten dunia pendidikan adalah sekolah. Sekolah haruslah memiliki komponenkomponen yang dapat berkaitan satu sama lain dan juga kontribusi pada pencapaian visi atau Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024ss komponen-komponen didunia pendidikan tersebut antara lain siswa, kurikulum, bahan ajar. Pegawai, kepala sekolah, tenaga kependidikan, sarana prasarana, proses pembelajaran dan hasil pembelajaran. Dengan meningkatnya Kinerja sudah dapat dipastikan akan dapat menghasilkan sumber daya yang unggul dan kompeten harus melalui pendidikan yang berkualitas. Pendidikan yang berkualitas tentunya di dukung pula oleh Pegawai yang berkualitas, karena Pegawai merupakan orang yang terdepan dalam proses pembelajaran untuk menghasilkan sumber daya yang berkualitas. Menurut Spencer . , adalah karakteristik yang mendasari seseorang berkaitan dengan efektivitas Kinerja individu dalam pekerjaannya atau karakteristik dasar individu. yang memiliki hubungan kausal atau sebagai sebab- akibat dengan kriteria yang dijadikan Selain dari pada itu peningkatan Kinerja Pegawai bisa juga meningkatkan Kinerja dari seorang Pegawai Salah satu problema pendidikan yang dihadapi dewasa ini adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan. Beberapa masalah penyebab rendahnya mutu pendidikan di indonesia adalah krisis ekonomi, globalisasi, otonomi daerah, rendahnya sarana fisik, rendahnya kualitas Pegawai, dan rendahnya prestasi siswa. Kinerja merupakan suatu kemampuan untuk melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi atas keterampilan dan pengetahuan serta didukung oleh sikap kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut. Dengan demikian. Kinerja menunjukkan keterampilan dan pengetahuan yang dicirikan oleh profesionalisme dalam suatu bidang tertentu sebagai sesuatu yang terpenting atau sebagai unggulan bidang tersebut. Karena pada umumnya Kinerja menyangkut kemampuan dasar seseorang untuk melakukan pekerjaan (Moeheriono, 2. Peningkatan Kompetensi Pegawai tentunya berkaitan dengan Kinerja. Konfensasi dan motivasike tiga faktor tersebut memeliki peranan yang saling berkaitan. Menurut Yamin . menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi Kinerja berasal dari personal yaitu . pengetahuan, . keterampilan, . kemampuan, . kepercayaan diri, . motivasi, . Seorang Pegawai diharapkan memiliki komitmen yang tinggi terhadap organisasi tempatnya bekerja. Pegawai yang memiliki komitmen terhadap organisasi yang tinggi akan mendukung pencapaian visi, misi, dan tujuan sekolah dalam rangka meningkatkan mutu sekolah khususnya dan mutu pendidikan pada umumnya. Pegawai harus memiliki komitmen yang tinggi terhadap organisasi, karena dengan komitmen Pegawai terhadap organisasi yang tinggi dapat mendukung pencapaian visi sekolah untuk meningkatkan kualitas Motivasian kepada peserta didik. Komitmen Pegawai terhadap organisasi merupakan sikap, prilaku dan perasaan seorang Pegawai terhadap Kompensasi merupakan segala sesuatu yang diterima para Pegawai atau pekerja sebagai balas jasa untuk kerja mereka. Rivai . Tetapi akan terjadi sebaliknya, jika semakin rendah Kinerja Pegawai maka Kinerja dari seorang Pegawai akan semakin menurun. Agar permasalahan ini bisa berjalan dengan baik, maka manajemen harus memiliki Pegawai . enaga pendidi. yang berkualifikasi tinggi atau cakap dalam mengelola manajemen secara optimal sehingga Kinerja Pegawai dapat meningkat. Pada dasarnya Sumber daya manusia merupakan peran penting didalam setiap organisasi atau manajemen yang akan menjadi motor dan menjadi faktor penentu dalam mencapai peningkatan Kinerja . Tujuan tersebut tidak akan dapat tercapai tanpa peranan aktif dari kepala Sekolah. Pegawai dan stap. Seberapapun baiknya peralatan, perlengkapan dan system yang dimiliki oleh sekolah jika Kinerja, konpensasi dan motivasidan tidak mendukung maka akan tetap tidak bisa meningkatkan Kinerja . Studi MSDM berfokus pada masalah bahwa karyawan dapat diatur dalam urutan fungsional, efektif serta efisien dalam mencapai tujuan perusahaan. Persyaratan untuk meningkatkan Kinerja Pegawai dan stap dapat diwujudkan dengan meningkatkan Kinerja. Copyright A 2024 pada penulis Muhamad Wahrudi, et al. Analisis Motifasi ,Kompetensi. Hal: 271-282 memberikan konpensasi dan meningkatkan motivasian, untuk dapat menjaga sumber daya yang berkualitas seorang Pegawai haruslah dapat mengembangkan Kinerja yang ada pada masa sekarang ini dengan mengikuti teknologi yang terus menerus berinovasi. Strategi sumber daya manusia juga berkaitan dengan pertanyaan Kinerja dalam keterampilan teknis, konseptual dan relasional. Manajemen keterampilan tenaga kerja mencakup sejumlah keterampilan seperti: keterampilan berbasis input, keterampilan transformasional, dan keterampilan berbasis hasil. Pengaruh kapasitas terhadap Kinerja dapat dilihat dari tingkat Kinerja yang memiliki Maksud dan tujuan YAYASAN ISLAM AL HUSAINIYAH adalah untuk memperoleh lulusan yang siap kerja memiliki Kinerja dan prilaku Kinerja yang baik. Dan juga dapat bersaing dengan sekolah sekolah unggulan. Tentunya SDM (Sumber Daya Manusi. yang berkualitas pastinya akan memberikan kontribusi yang baik bagi peningkatan Kinerja siswa, ditambah dengan percepatan perkembangan semua lini dunia kerja saat ini saling berlomba mendorong persaingan untuk mendapatkan lulusan yang mempunyai Kinerja dan kedisiplinan oleh karena itu memiliki SDM yang berkompeten dan bermutu menjadi kunci utama. Sumber daya manusia (SDM) memiliki peran penting bagi sebuah organisasi sekolah. Oleh karena itu, departemen sumber daya manusia perlu memberikan perhatian khusus untuk mengidentifikasi metrik SDM yang mempengaruhi kualitas Kinerja Pegawai. Indikator SDM meliputi kepuasan kerja, kedisiplinan kerja, kepemimpinan. Kinerja , pelatihan, pendidikan, motivasi, lingkungan kerja, pelatihan profesional, rekrutmen dan budaya Pengetahuan, pengalaman serta keterampilan merupakan nilai-nilai yang harus dikomunikasikan kepada seluruh Pegawai sebagai seorang pengajar, agar mereka menyadari bahwa tenaga pendidik harus terampil untuk meningkatkan mutu daripada lulusan sekolah Yayasan Islam Al Husainiyah. Tujuan organisasi Yayasan pada saat ini tampaknya sulit dipahami jika sebuah organisasi sekolah memiliki Pegawai . enaga Pendidi. yang tidak antusias dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepada mereka. Setiap organisasi sekolah bukan hanya berharap pada Pegawai yang kompeten serta terampil, tetapi juga penting bahwa Pegawai siap untuk bekerja keras untuk mendapatkan mencapai hasil terbaik. Kemampuan dan keterampilan tidak berarti apa-apa bagi organisasi . Bila Pegawai dan staf tidak mau bekerja keras. Tujuan dari manajemen kompensasi didalam suatu organisasi sekolah berfungsi untuk mempertahankan dan menarik SDM yang dibutuhkan manajemen untuk mencapai tujuannya. Organisasi sekolah dapat berkembang secara luas dengan adanya kegiatan yang dilakukan untuk dapat tercapainya tujuan yang diharapkan tentunya dengan menggunakan sumber daya manusia yang ada. Memiliki kemampuan yang maksimal saja tidak akan cukup untuk mencapai tujuan organisasi sekolah. Seorang pemimpin harus terus menerus memberikan motivasi serta kompensasi yang sesuai agar Pegawai dan stap lebih semangat dalam menjalankan pekerjaannya. Motivasi kerja berperan penting dalam mengembangkan gairah, kebahagiaan, dan semangat kerja yang positif. Pegawai dengan motivasi kerja yang kuat akan memiliki energi yang lebih untuk melakukan aktivitas. Pegawai dengan kecerdasan yang tinggi pun akan gagal apabila kurangnya motivasi. Motivasi yang tepat akan memberikan hasil yang optimal. Motivasi yang rendah akan merugian Pegawai, hal ini akan menimbulkan gejala sikap apatis untuk kehidupan sosial serta masa depannya. Tinggi rendahnya suatu motivasi akan menentukan keberhasilan ekonomi suatu negara, dengan kata lain pembangunan suatu negara akan berhasil jika motivasi rakyatnya tinggi. Sedangkan motivasi juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi Kinerja, seiring dengan motivasi yang tepat akan mendorong Pegawai untuk bekerja lebih efisien dan produktif sehingga kinerjanya meningkat. Motivasi ialah sebuah dorongan dari dalam hati seseorang untuk mencapai tujuan. Dan dapat juga sebagai suatu perencanaan atau keinginan yang bisa menuju kesuksesan atau Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024ss proses mencapai suatu tujuan. Sedangkan menurut Fillmore H. Stanford dalam Mangkunegara . , bahwa motivasi sebagai suatu kondisi yang dapat menggerakan manusia kearah suatu tujuan tertentu. Berdasarkan penelitian terdahulu, dari penelitian antara variabel bebas Motivasi. Kompetensi dan Kompensasi terhadap budaya Organisasi sebagai pengubahnya. Pendidikan memiliki hubungan timbal balik yang penting pada era globalisasi. Merupakan karakteristik dari era globalisasi yaitu tingkat kompetisi yang tinggi . igh Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pembentukan potensi Pegawai yang memiliki Kinerja untuk bersaing serta berkompetisi sehat menjadi program kunci untuk direalisasikan oleh stakeholder pendidikan dari unsur pemerintah dan atau masyarakat. Dengan kata lain, globalisasi Pegawai yang unggul dengan daya saing yang optimal. Globalisasi memberikan kemudahan berbagai aspek pendidikan dengan komunikasi dan interaksi yang luas dalam proses pembelajaran. Kompensasi terhadap Kinerja berpengaruh positif oleh Ari Soeti Yani dan Rinaldo dengan judul AuPengaruh Rekrutmen dan Kompensasi Terhadap Kinerja Dengan Pengawasan Pekerjaan Sebagai Variabel ModeratorAy. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian Ernawati . yang menyatakan bahwa remunerasi berpengaruh positif dan signifikan, yaitu. imbalan mempengaruhi kinerja. Perekrutan memungkinkan karyawan merasa bahwa perusahaan lebih peduli terhadap mereka. Ketika karyawan merasa diperhatikan, mereka berusaha melakukan yang terbaik untuk perusahaan, yang memotivasi mereka untuk meningkatkan kinerja dan mencapai tujuan bisnisnya. Lalu terdapat gap penelitian dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya, nampaknya terdapat perbedaan penelitian dalam memberikan penghargaan terhadap kinerja dan memoderasi budaya organisasi. Budaya organisasi mengurangi dampak imbalan terhadap kinerja Triana Rianti. Agus Budi Santoso. Kis Indriyaningrum. Dyana Kurnia . , hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi dapat mengurangi dampak imbalan terhadap kinerja pegawai, sedangkan Erna Murniati . menunjukkan bahwa imbalan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai yang dimoderasi oleh budaya Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan dan kesenjangan penelitian, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian AuAnalisis Motivasi. Kompetensi dan Kompensasi dengan budaya organisasi terhadap kinerja sebagai variabel utama budaya organisasiAy. METODE Metode yang dilakukan dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis terkait pengaruh Motivasi Kerja. Kompetensi, dan Kompensasi terhadap Kinerja dengan Budaya Organisasi sebagai Variabel Moderating di Yayasan Islam Al Husainiyah, dikecualikan bagi pegawai outsourcing atau honorer. Penelitian ini dilakukan selama tujuh bulan, dari Februari hingga Agustus 2023, mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Menggunakan pendekatan explanatory research, penelitian ini mengkaji hubungan antar variabel yang dihipotesiskan untuk memperkuat teori dasar yang ada. Variabel yang diteliti mencakup Motivasi (X. Kompetensi (X. , dan Kompensasi (X. sebagai variabel independen yang mempengaruhi Kinerja (Y), dengan Budaya Organisasi (X. sebagai variabel Operasionalisasi variabel ditentukan melalui indikator yang jelas untuk masing-masing variabel, seperti pengetahuan, ketrampilan, dan sikap untuk kinerja. kebutuhan fisik dan sosial untuk motivasi. serta gaji dan insentif untuk kompensasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai Yayasan Islam Al Husainiyah, berjumlah 102 orang, menggunakan pendekatan sensus tanpa sampling. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan studi lapangan, termasuk observasi dan wawancara tidak terstruktur, serta kuesioner yang disebarkan untuk mendapatkan data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan teknik statistik regresi berganda dengan Copyright A 2024 pada penulis Muhamad Wahrudi, et al. Analisis Motifasi ,Kompetensi. Hal: 271-282 bantuan SPSS 24, dimana sebelumnya dilakukan pemeriksaan asumsi klasik seperti uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Pengujian hipotesis melalui analisis regresi moderating ditujukan untuk memahami pengaruh interaksi antara variabel independen dengan variabel moderasi terhadap variabel Rumus persamaan regresi moderating menggabungkan interaksi antara Motivasi. Kompetensi, dan Kompensasi dengan Budaya Organisasi untuk melihat pengaruhnya terhadap Kinerja. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Data Normalitas data dipergunakan untuk menguji sebaran data yang digunakan. Hasil normalitas adalah sebagai berikut: Tabel 1. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov adalah 0,801 > 0,05 , sehingga dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi secara normal. Uji Multikolinearitas Uji Tujuan dari multikolinearitas adalah untuk menguji apakah terdapat korelasi antar variabel independen dalam suatu model regresi. Model regresi yang baik adalah model yang tidak mengalami multikolinearitas. Uji multikolinearitas pada data terlihat dari besarnya nilai VIF . ariance inflasi fakto. dan toleransi. Kedua ukuran ini menunjukkan seberapa besar masing-masing variabel independen dapat dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Toleransi mengukur variasi suatu variabel independen terpilih yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel independen Model regresi yang bebas multikolinearitas adalah model yang memiliki VIF kurang dari 10 dan nilai toleransi lebih besar dari 0,1. Mengacu pada dua pendapat di atas, maka dapat diperoleh nilai-nilai berikut dari hasil penelitian yang dilakukan. Tabel 2. Uji Multikolinearitas Model (Consta n. Motivasi Kompensasi Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Correlations Sig. Parti Collinearity Statistics Toler VIF Zeroorder Part Analisis Regresi Moderating Persamaan Regresi Moderating Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024ss Berdasarkan perhitungan regresi moderating antara Kinerja. Kompensasi. Kedisiplinan. Budaya Organisasi dengan Kinerja dan interaksi Kedisiplinan dengan Produktivita sterhadap Budaya Organisasimelalui program SPSS diperoleh hasil sebagai Tabel 3. Hasil Perhitungan Regresi Moderating Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Sig. Std. Error Beta (Constan. KINERJA KOMPENSASI MOTIVASI X1_Moderasi X2_Moderasi X3_Moderasi Dependent Variable: KINERJA Koefisien Determinasi Nilai koefisien determinasi di tunjukkan dengan nilai adjusted R square dengan hasil sebagai berikut : Tabel 4. Koefisien Determinasi Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. MOTIVASI. KINERJA. KOMPENSASI Koefisien determinasi yang ditunjukan dengan nilai adjusted R square sebesar 0,502 menunjukkan bahwa untuk Kinerja. Kompensasi. MotivasiBudaya Organisasi terhadap Kinerja, interaksi Kinerja dengan Budaya Organisasi, interaksi Kompensasi dengan Budaya Organisasi dan interaksi Motivasidengan Budaya Organisasi terhadap Kinerja sebesar 50,20 %, sementara sisanya 49,8 % merupakan kontribusi dari variabel Ae variabel lain yang tidak dimasukan dalam penelitian. Pengaruh Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai Dari hasil Perhitungan menunjukkan nilai t hitung X1 sebesar 2049 lebih besar dari nilai t tabel = 1,679 dan nilai signifikansi tersebut menunjukkan bahwa kinerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Dengan demikian, dapat disimpulkan H1 diterima dan hipotesis efisiensi berpengaruh terhadap efisiensi (H. Pengaruh kompensasi harga terhadap hasil Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung X2 sebesar 2,227 lebih besar dari nilai t tabel = 1,679 dan nilai signifikansi Hal ini menunjukkan bahwa kompensasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja. Dengan demikian dapat disimpulkan Ho diterima dan hipotesis kompensasi berpengaruh terhadap kinerja (H. Pengaruh Disiplin Terhadap Kinerja Hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung X3 sebesar 2738 lebih besar dari nilai t tabel = 1,679 dan nilai signifikansi tersebut menunjukkan bahwa disiplin berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Dengan demikian dapat disimpulkan Ho diterima dan hipotesis disiplin berpengaruh terhadap kinerja (H. Copyright A 2024 pada penulis Muhamad Wahrudi, et al. Analisis Motifasi ,Kompetensi. Hal: 271-282 Pengaruh kinerja yang dimoderasi oleh budaya organisasi terhadap hasil. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai thitung X1*X4 sebesar 2,235 lebih besar dari nilai t tabel = 1,679 dan nilai signifikansinya Hal ini menunjukkan bahwa moderasi bersama-sama dengan organisasi budaya memiliki dampak yang signifikan terhadap kinerja. Dengan demikian, dapat disimpulkan Ho diterima dan hipotesis kinerja berpengaruh moderat terhadap budaya organisasi (H. Pengaruh penghargaan terhadap kinerja didorong oleh budaya organisasi. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung X2*X4 sebesar 2,445 lebih besar dari nilai t tabel = 1,986 dan nilai signifikansi tersebut menunjukkan bahwa reward moderat budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Dengan demikian dapat disimpulkan Ho diterima dan hipotesis budaya organisasi rewarding mempunyai pengaruh sedang terhadap kinerja (H. Pengaruh disiplin terhadap kinerja dimoderasi oleh budaya organisasi. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai thitung X3*X4 sebesar 2628 lebih besar dari nilai t tabel = 1,986 dan nilai signifikansi tersebut menunjukkan bahwa disiplin yang dipertahankan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Dengan demikian dapat disimpulkan Ho diterima dan hipotesis budaya organisasi mempunyai pengaruh sedang terhadap kinerja (H. PEMBAHASAN Pengaruh Kinerja Terhadap Budaya Kerja Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja. apabila kinerja meningkat, maka kinerja meningkat sesuai dengan seberapa banyak pengetahuan atau pengalaman yang dimiliki pegawai mengenai pekerjaannya, ia dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik (Knowledg. , uraian Pegawai mempunyai keterampilan dan kemampuan bekerja sama dengan rekan kerja pekerjaan (Knowledg. ), gambaran Pegawai dapat bersikap ramah dan suka menolong terhadap pekerjaan rekan-rekannya serta mampu mengerjakannya dengan baik (Konsep Dir. , gambaran dimana pegawai tertarik pada pekerjaan dan ingin mengembangkan karirnya di masa depan (Karakteristik Pribad. , gambaran dimana pegawai memahami posisinya dalam organisasi dan mampu membangun hubungan sosial dan kepedulian terhadap rekan kerja (Moti. , semua berdasarkan uraian di atas maka prestasi kerja meningkat secara signifikan. Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Syamsu Alam . AuPengaruh Kinerja dan Budaya Organisasi Terhadap Prestasi Kerja Melalui Kinerja PegawaiAy dan Dian Mariani . dengan judul AuPengaruh Kepemimpinan. Budaya Organisasi dan Prestasi KerjaAy. Melalui variabel antara disiplin industri dan pegawai pelayanan usaha". Kinerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi kerja. Pegawai mempunyai keterampilan yang baik, mereka memahami, mengalami dan berpikir Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Hasil dari Hasil penelitian menunjukkan, bahwa reward berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Responden Dilihat dari jawaban kuesioner yang telah diisi, hal ini berarti pengaruh reward yang diberikan oleh pihak administrasi sekolah semakin meningkat dan berpengaruh positif dan signifikan. pengaruh remunerasi yang diberikan oleh pihak administrasi sekolah diukur dengan uraian beberapa indikator utama yang terdapat dalam pertanyaan kuesioner, antara lain remunerasi menurut beban kerja pegawai (Gaj. , uraian apakah pegawai menerima jam kerja saat ini menurut imbalannya ( Gaji ), gambaran dimana pegawai mendapat imbalan langsung jika melebihi ekspektasi pimpinan ( Insentif ), contoh pegawai mendapat imbalan sesuai pengaturan kerja ( Gaji ), gambar yang dibayar pihak administrasi sekolah memperhatikan kebutuhan kerja dan peluang karyawan. dan mendukung serta meningkatkan efisiensi karyawan secara maksimal. Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024ss Penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya oleh Noer Ali Ramdani Suryana. Yanti Murni . bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Pengaruh Kompetensi Terhadap Kinerja Pegawai Berdasarkan hasil penelitian, kompetensi kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Hal ini sejalan dengan penelitian (Suaedah, 2. , (Catio et al. , 2. yang juga menyatakan bahwa kedisiplinan kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Pengaruh Kinerja. Kompensasi dan Kedisiplinan terhadap Kinerja kerja Pegawai, responden menyatakan bahwa perlu perbaikan komunikasi dengan atasan pada setiap masalah yang dihadapi oleh Pegawai, sebab pada umumnya, masalah inkedisiplinan yang dilakukan oleh Pegawai berkaitan dengan masalah lain yang perlu dijelaskan kepada manajemen. Pegawai merasakan bahwa sudah seharusnya mentaati peraturan yang berlaku disekolah, berusaha hadir disekolah lebih awal sebelum jam mengajar dimulai, dan selalu menjaga dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku disekolah, namun saat ada kesalahan yang berdimensi pada indispliner seperti terlambat hadir. Pegawai dapat menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut memiliki alasan yang valid. Pengaruh Kompetensi yang di Moderasi oleh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, menunjukkan hasil bahwa budaya organisasi mampu memoderasi serta memperkuat hubungan Kinerja terhadap Kompetensi. Artinya interaksi antara Kompetensi dengan Budaya Organisasi dapat meningkatkan Kinerja Pegawai. peningkatan Kinerja Pegawai di YAYASAN MAAoHAD ISLAM AL HUSAINIYAH selain ditentukan oleh Kompetensi juga dipengaruhi oleh melalui budaya organisasi. Dengan demikian secara total. Kinerja Pegawai ditentukan oleh Kinerja dan budaya organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung di YAYASAN MAAoHAD ISLAM AL HUSAINIYAH. Pengaruh Kompensasi Yang Di Moderasi Oleh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Hasil Penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi mempunyai pengaruh moderasi dan pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Artinya, semakin baik budaya organisasi pengelola sekolah berkembang, maka semakin kuat pula pengaruh reward terhadap kinerja pegawai. Hal ini sesuai dengan jawaban responden yang menyatakan bahwa gaji dan tunjangan yang diterima yaitu. penghidupan, memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya. Budaya organisasi yang menurut responden memperkuat pengaruh penghargaan terhadap kinerja pegawai adalah upaya organisasi untuk mendorong dan mengapresiasi kreativitas pegawainya serta membiasakan kerja tim. sehingga pengaruh imbalan yang didorong oleh budaya organisasi dapat meningkatkan kinerja Pegawai. Hal ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Tristiana Rijant. Agus Budi Santoso. Kis Indriyaningrum. Dyna Kurnia . dengan judul AuPengaruh Reward dan Work-Life Balance Terhadap Kinerja dengan Budaya Organisasi Sebagai Variabel Terkendali Pada Pelayanan Kesehatan Jawa Tengah . Provinsi. Karyawan". Organisasi mengevaluasi kontribusi karyawannya dalam beberapa cara, termasuk upah dan insentif. Hal ini sesuai dengan jawaban responden yang menyatakan bahwa gaji dan tunjangan yang diterima yaitu. penghidupan, memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya. Pengaruh Kekedisiplinanan yang di Moderasi oleh Budaya Organisasi terhadap Kinerja. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, mendapatkan hasil bahwa budaya organisasi mampu memoderasi seta memperkuat hubungan Kedisiplinan terhadap Kinerja Pegawai. Artinya kolaborasi atau interaksi antara Kedisiplinan dengan Budaya Organisasi dapat meningkatkan Kinerja Pegawai. Kedisiplinan merupakan fungsi operatif yang penting keberadaannya dalam organisasi, karena semakin baik disiplin maka Kinerja akan tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Budaya organisasi merupakan salah satu hal penting yang dapat mempengaruhi kedisiplinan, menurut Mondy dan Noe . , kedisiplinan merupakan kontrol diri dan tingkah laku tertata Pegawai dan mengindikasikan adanya tim kerja yang sejatinya di dalam suatu organisasi. Penelitian Oktaviani dan Saragih . menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikansi disiplin Kinerja, disisi lain Copyright A 2024 pada penulis Muhamad Wahrudi, et al. Analisis Motifasi ,Kompetensi. Hal: 271-282 Untari . menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja. PENUTUP Kesimpulan penelitian ini merangkum temuan utama mengenai pengaruh kualifikasi, motivasi, dan imbalan terhadap produktivitas dan kinerja pegawai. Pertama, penelitian mengungkapkan bahwa kualifikasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pegawai, dimana peningkatan keterampilan pegawai berbanding lurus dengan peningkatan keterampilan siswa, yang tercermin melalui nilai koefisien 4,241 dan signifikansi 0,047. Hal ini menegaskan bahwa peningkatan motivasi (X. akan menghasilkan peningkatan kinerja karyawan (Y). Kedua, hasil studi ini menemukan bahwa imbalan, khususnya gaji (X. , memiliki dampak positif namun tidak signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan koefisien 0,319 dan nilai signifikansi 0,021, mengindikasikan bahwa peningkatan gaji berpotensi meningkatkan kinerja pegawai. Ketiga, penelitian ini mengidentifikasi bahwa berbagai indikator variabel berkontribusi signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan koefisien 2657 dan signifikansi 0,009, menggarisbawahi bahwa kenaikan gaji (X. secara langsung berpengaruh terhadap peningkatan kinerja (Y). Terakhir, ditemukan bahwa efisiensi motivasi berperan penting dalam memperkuat dan mempengaruhi hubungan positif antara motivasi (X. dan kinerja pegawai, menegaskan pentingnya faktor motivasi dalam mendorong kinerja yang lebih tinggi di tempat kerja. DAFTAR PUSTAKA