Health Research Journal of Indonesia (HRJI) Vol. No. 3, pp. April 2023 Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Urolithiasis di Ruang Rawat Inap dan Poli Spesialis Rumah Sakit di Semarang Hastutik1*. MI Ekatrina Wijayanti2. Victorius Adi Mulyanto3 1,2,3 STIKES Panti Rapih Yogyakarta Open Access Freely Available Online Dikirim: 11 Maret 2023 Direvisi: 20 Maret 2023 Diterima: 28 April 2023 *Penulis Korespondensi: E-mail: theresia60@yahoo. ABSTRAK Pendahuluan Urolithiasis merupakan batu saluran kemih yang terjadi akibat endapan urin. Hal ini dipengaruhi faktor intrinsik . mur, jenis kelamin, genetik. dan faktor ekstrinsik . etak geografis, iklim dan musim, asupan air, diet, pekerjaan, obat-obata. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor Ae faktor yang mempengaruhi kejadian urolithiasis di ruang rawat inap dan poli spesialis RS di Semarang. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumalah 32 responden yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Hasil: Hasil penelitian yang diuji menggunakan uji fisher tidak terdapat korelasi antara jenis kelamin dengan urolithiasis dengan hasil p value 0. 210, terdapat korelasi antara intake cairan dengan urolithiasis p value 0. 006, terdapat korelasi antara lama duduk dengan urolithiasis p value 0. 024, terdapat korelasi antar asam urat dengan urolithiasis p value 0. 004, sedangkan menggunakan uji kolmogorovo smirnove untuk faktor umur dengan hasil p value 1. 000 yang berarti tidak terdapat korelasi antara umur dengan urolithiasis. Simpulan: Simpulan dari penelitian faktor intake cairan, lama duduk, dan kadar asam urat menjadi faktor kejadian urolithiasis. Kata kunci: Batu Saluran Kemih. Faktor Risiko. Urolithiasis ABSTRACT Background: Urolithiasis is a urinary tract stone that occurs due to urine deposits. This is influenced by intrinsic factors . ge, sex, genetic. and extrinsic factors . eographical location, climate and season, water intake, diet, occupation. Purposes The purpose of this study was to determine the factors that influence the incidence of urolithiasis in the inpatient ward and specialist polyclinic hospital at Semarang. Method: . The research design used is descriptive correlative with a cross sectional approach. The sample in this study was 32 respondents who were taken using the accidental sampling technique. Result The results of the study tested using Fisher's test found no correlation between gender and urolithiasis with a p value of 0. 210, there was a correlation between fluid intake and urolithiasis p value 0. 006, there was a correlation between length of sitting and urolithiasis p value 0. 024, there was a correlation between gout and urolithiasis p value 0. 004, while using the Kolmogorovo Smirnove test for the age factor with a p value of 1. 000 which means there is no correlation between age and Conclusion: The conclusion from the research is that fluid intake, sitting time, and uric acid levels are factors for the occurrence of urolithiasis. Keywords: Urinary Tract Stones. Risk Factors. Urolithiasis PENDAHULUAN Salah satu penyakit yang paling umum pada sistem kemih adalah penyakit batu saluran kemih, atau urolitiasis. Di Indonesia dan di seluruh dunia, urolitiasis merupakan kondisi yang tersebar luas yang masih memberikan beban berat bagi kesehatan masyarakat yang sedang bekerja. Munculnya ketidaknyamanan pinggang, hematuri, dan mual/muntah adalah gejala urolitiasis (Setyowati et al,2. Batu saluran kemih, juga dikenal sebagai urolitiasis atau batu saluran urin (BSK), diproduksi oleh endapan kristal urin (Silalahi, 2. Health Research Journal of Indonesia (HRJI) Vol. No. 4, pp. April 2023 Urolitiasis dan batu saluran kemih adalah gangguan patologis dengan masalah yang terjadi . , asal, patofisiologi, dan terapi. (Matasik. SD 2. Kejadian urolitiasis yang disebabkan oleh benda padat yang menghalangi saluran kemih, seperti endapan dan bahan kimia tertentu. Zat-zat ini termasuk kalsium oksalat . %) fospat . %) asam urat . %), dan sistin . %) (Silalahi, 2. Di Indonesia telah dicatat bahwa ada 170. kasus urolitiasis, yang menunjukkan bahwa kondisi tersebut merupakan penyakit persisten yang berkembang dalam sistem kekebalan tubuh (Setyowati et al, 2. Tingkat prevalensi tertinggi terlihat di DI Yogyakarta . ,2%). Aceh . ,9%). Jawa Barat. Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah . ekitar 0,8%). Sumatera utara secara keseluruhan memiliki tingkat prevalensi penyakit batu ginjal sebesar 0,3%. (Az-Zahra et al, 2. Di RS ST. Elisabeth Semarang, prevalensi urolitiasis telah tumbuh dari 276 kasus pada 2019 menjadi 475 kasus pada 2021, termasuk 10 kasus terbanyak teratas dengan tingkat kekambuhan 199 Usia, jenis kelamin, konsumsi cairan, duduk berkepanjangan, dan asam urat adalah variabel ekstrinsik yang berkontribusi terhadap terjadinya HASIL Karakteristik Responden Karakteristik responden berupa usia, jenis kelamin, intake cairan, lama duduk saat bekerja, dan kadar asam urat disajikan pada tabel 1. Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden Variable Frekuensi Presentase (%) Usia Dewasa awal . Dewasa akhir . Lansia awal . Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Intake cairan O 2 liter >2 liter Lama duduk saat O 4 jam/hari >4 jam/hari Kadar asam urat O 7 mg/dl >7 mg/dl Dari tabel 1 Dari penelitian ini didapatkan bahwa sama hampir 50% responden . ,8%) termasuk dalam lansia awal . sia 45-55 tahua. dan dewasa akhir . mur 36-45tahu. , untuk jenis kelamin, hampir semua responden . ,9%) adalah laki-laki, faktor intake cairan sebagian besar responden . ,8%) konsumsi intake cairan O 2 liter perhari, sedangkan lama duduk saat bekerja, paling banyak responden . ,1%) duduk saat bekerja O 4 jam /hari jam dan pada kadar asam urat hampir semua responden ( 62,5%) kadar asam uratnya > 7 mg/dl. METODE Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan teknik accidental sampling dengan pendekatan cross section. Populasi penelitian ini terdiri dari semua pasien urolithiasis yang telah dirawat di unit ruang rawat inap dan poli spesialis Rumah Sakit Semarang periode tanggal 16 Juli - 3 Agustus 2022 dan telah terdiagnosis dengan kondisi tersebut berdasarkan temuan tes diagnostik. Sebanyak 32 responden dengan karakteristik membentuk sampel penelitian. Pengambilan data menggunakan alat penelitian seperti kuesioner dan lembar observasi serta prosedur pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling. Penelitian telah memenuhi No. 030/EA/KEPKRSE/VII/2022. Hubungan Umur dengan Kejadian Urolithiasis Data hubungan umur dengan kejadian urolithiasis disajikan pada tabel 2. Health Research Journal of Indonesia (HRJI) Vol. No. 4, pp. April 2023 Tabel 2 Hubungan Antara Umur Dengan Kejadian Urolithiasis Urolithiasis Batu < 1 Batu > 1 PUmur Dewasa awal 4 12,5% 1 3,1% Dewasa akhir 8 25,0% 5 15,6% Lansia awal 10 31,3% 4 12,5% Total 22 68,8% 10 31,2% Tabel 4 Hubungan Intake Cairan Dengan Kejadian Urolithiasis Intake Batu < Batu Total >1cm < 2 liter 34,4% 31,3% 65,7% >2 liter 34,4% 0,0% 34,4% Total 68,8% 31,3% 100,0% Hubungan Lama Duduk dengan Kejadian Urolithiasis Data hubungan lama duduk dengan kejadian urolithiasis disajikan pada tabel 5. Dari tabel 2 diatas menunjukkan bahwa p value 000 . value > 0. , maka Ho diterima dan Ha Kesimpulannya tidak ada korelasi yang signifikan antar umur dan urolithiasis. Tabel 5 Hubungan Lama Duduk Dengan Kejadian Urolithiasis Lama Batu < Batu Total >1cm < 4 jam 0,024 37,5% 3,1% 40,6% >4 jam 31,3% 28,1% 59,4% Total 68,8% 31,2% 100,0% Hubungan Jenis Kelamin dengan Kejadian Urolithiasis Data hubungan jenis kelamin dengan kejadian urolithiasis disajikan pada tabel 3. Tabel 3 Hubungan Jenis Kelamin dengan Kejadian Urolithiasis Jenis Batu < Batu Total Pkelamin >1cm Laki-laki 43,8% 28,1% 71,9% Perempuan 0,210 25,0% 3,1% 28,1% Total 68,8% 31,2% 100,0% Dari tabel 5 di atas menunjukkan bahwa p 024 . value < 0. , maka Ho ditolak Ha Kesimpulannya terdapat korelasi antara urolithiasis dan lama duduk saat bekerja. Hubungan Kadar Asam Urat dengan Kejadian Urolithiasis Data hubungan kadar asam urat dengan kejadian urolithiasis disajikan pada tabel 6. Dari tabel 3 di atas menunjukkan bahwa p 210 . value > 0. , maka Ho diterima Ha Kesimpulannya tidak ada korelasi antara urolithiasis dan jenis kelamin. Karena jumlah sampel kecil, pada variable jenis kelamin dilakukan dengan Uji Chi Square tapi karena tidak memenuhi syarat untuk tabel 2x2 dijumpai nilai expected . kurang dari 5 maka menggunakan Uji Fisher untuk variabel jenis kelamin. Tabel 6 Hubungan Kadar Asam Urat dengan Kejadian Urolithiasis Kadar Batu < Batu Total asam urat >1cm < 7mg/dl 0,004 37,5% 0,0% 37,5% >7 mg/dl 31,3% 31,3% 62,5% Total 68,8% 31,3% 100,0% Hubungan Intake Cairan dengan Kejadian Urolithiasis Data hubungan Intake cairan dengan kejadian urolithiasis disajikan pada tabel 4. Dari tabel 6 diatas menunjukkan bahwa p value 004 . value < 0. , maka Ho ditolak Ha Kesimpulannya terdapat korelasi antara urolithiasis dan asam urat. Health Research Journal of Indonesia (HRJI) Vol. No. 4, pp. April 2023 PEMBAHASAN Karakteristik Responden Berdasarkan distribusi frekuensi responden, analisa univariatnya adalah bahwa sebagian besar pasien urolithiasis adalah pria yang masuk dalam lansia awal di usia 45-55 tahun yang memiliki kebiasaan minum kurang dari sama dengan 2 liter per hari, memiliki kebiasaan duduk lama lebih dari 4 jam, memiliki hasil asam urat yang tinggi > 7 mg/dl. Seperti hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Zamzani . bahwa terbentuknya batu pada saluran kemih juga dipengaruhi oleh hasil asam urat > 7 mg/dl dan besaran kasus batu saluran kemih 5% (Harahap. Menurut Nisainda . bahwa kasus urolithiasis yang disebabkan oleh asam urat sebesar 25%. Menurut peneliti bahwa faktor yang paling berpengaruh terjadinya adalah gaya hidup yang tidak sehat seperti menahan kencing namun faktor tersebut bukan menjadi hal yang diteliti dalam laporan ini. Hubungan Jenis Kelamin Dengan Kejadian Urolithiasis Variable jenis kelamin tidak berhubungan langsung namun ada faktor lain yang bisa memicu timbulnya urolithiasis seperti kebiasaan menahan Dari analisa sebelumnya, yang dibuat oleh Hadibrata . mengatakan bahwa tidak ada korelasi antara urolithiasis dengan jenis kelamin. Jenis kelamin laki-laki berpeluang terkena urolithiasis dari pada perempuan, disebabkan oleh kadar testosterone menyebabkan meningkatkan produksi oksalat endogen oleh hati, pada perempuan kadar testosterone rendah sehingga menyebabkan rendahnya kejadian urolithiasis pada Kebiasaan hidup yang kurang baik juga meningkatkan angka kejadian urolithiasis pada lakilaki. Angka kejadian urolithiasis antara laki-laki dan perempuan 4,7 : 1 . laki-laki dan 7 perempua. , hasil dari analisa Anggraheni & dkk . Hubungan Intake Cairan Dengan Kejadian Urolithiasis Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Silalahi . dan menurut Ulum et al . yang mengatakan bahwa faktor intake cairan menjadi salah satu faktor resiko timbulnya urolithiasis. Hal ini sesuai dengan teori bahwa tertentuknya batu disebabkan karena kekurangan cairan sehingga intake cairan berpengaruh terbentuknya terkena Kekurangan cairan yang kronik dan jumlah konsumsi minum < 2 liter/hari merupakan resiko tinggi terbentuknya urolithiasis. Selain disebabkan oleh asupan cairan kurang dari 1 liter/hari, mengkonsumsi kopi, teh, alkohol berlebihan menjadi penyebab terjadinya urolithiasis khususnya nephrolithiasis dengan responden 56,4% biasanya asupan minum responden 2343,5 A 1275,2 ml/hari sesuai hasil penelitian Anggraheni et al . Hubungan Umur dengan Kejadian Urolithiasis Berdasarkan yang didapatkan, diketahui faktor usia tidak menjadi hal utama yang berhubungan langsung dengan kejadian urolithiasis namun usia bisa menjadi penyebab terjadinya urolithiasis karena semakin usia bertambah maka kerja sistem saluran kemih ikut melemah. Seperti analisa sebelumnya, yang dikerjakan Hadibrata . mengatakan tidak ada korelasi antara urolithiasis dengan usia karena dengan bertambahnya usia menyebabkan penurunan atau degenerative fungsi Dari 32 responden didapat bahwa usia lansia awal . -55 tahu. yang paling banyak terkena urolithiasis dengan ukuran batu < 1 cm tersirat dalam hasil USG. BNO dan CT-Scan abdomen. Bahwa usia memang tidak mempengaruhi secara langsung dengan kejadian urolithiasis tetapi kejadian urolithiasis bisa terjadi pada usia berapapun yang sangat dipengaruhi oleh kebiasaan atau pola hidup yang tidak sehat seperti menahan kencing dan faktor asupan minum. Hubungan Lama Duduk Dengan Kejadian Urolithiasis Lama duduk saat bekerja salah satu faktor resiko timbulnya urolithiasis. Hal ini diperjelas menurut hasilnya duduk terlalu lama memicu kalsium dalam tulang terlepas terakumulasi dalam Health Research Journal of Indonesia (HRJI) Vol. No. 4, pp. April 2023 darah menyebabkan hiperkalsemia yang mengubah supersaturasi zona saturasi rendah ke zona tinggi. Dengan demikian orang yang duduk lama saat bekerja lebih rentan terkena urolithiasis. Bahwa lama duduk > 4 jam/hari terdapat 29 orang . ,6%) dan < 4 jam/hari ada 3 orang . ,4%) ini hasil penelitian dari Silalahi . Menurut Ulum et al . bahwa lama duduk menjadi salah satu faktor terbentuknya batu saluran kemih dengan lama duduk > 4 jam/hari sebesar 93,1%. Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan, 5. , 1-11. Hadibrata. , & Suharmanto. Model Prediksi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Batu Ginjal Di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Skripsi. Harahap. Gambaran Pengetahuan Penderita Saluran Kemih Rawat Jalan Poli Urologi di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Tentang Pencegahan Kekambuhan Batu Saluran Kemih (Skripsi. UNIVERSITAS HASANUDDIN). Matasik. Hubungan Pola Diet Dan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Urolitiasis (Skripsi. Universitas Hasanuddi. Nisainda. Hubungan Kadar Serum Asam Urat Terhadap Fungsi Ginjal pada Pasien Batu Saluran Kemih di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (Skripsi. Universitas Sumatera Utar. Setyowati. Permana. , & Handriana. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Urolithiasis di RSD Gunung Jati Kota Cirebon. Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka, 9. , 158-167. Silalahi. Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Batu Saluran Kemih Pada di Poli Urologi RSAU dr. Esnawan Antariksa. Jurnal ilmiah kesehatan, 12. , https://doi. org/10. 37012/jik. Ulum. Mujito. , & Sunarno. Factors That Can Affect the Occurrence Urinary Stone. JOSAR (Journal of Students Academic Researc. , 8. , https://doi. org/10. 35457/josar. Zamzami. Penatalaksanaan Terkini Batu Saluran Kencing di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Indonesia. Jurnal Kesehatan Melayu, 1. , https://doi. org/10. 26891/jkm. Hubungan Kadar Asam Urat dengan Kejadian Urolithiasis Asam urat merupakan faktor resiko timbulnya Penumpukan asam urat didalam saluran kencing menyebabkan terbentuknya urolithiasis. Hal ini diperjelas menurut hasilnya kadar asam urat yang tinggi lebih rentan terkena urolithiasis dibanding yang rendah (Silalahi, 2. SIMPULAN Berdasarkan disimpulkan bahwa faktor intake cairan, lama duduk, kadar asam urat menjadi faktor kejadian urolithiasis, dan jenis kelamin laki-laki memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan perempuan. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih penulis ucapkan untuk STIKES Panti Rapih Yogyakarta dan RS ST. Elisabeth Semarang yang telah memfasilitasi pelaksanaan penelitian. REFERENSI