e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 202- 208 ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online :2613-9774 EFFECT OF LEADERSHIP STYLE ON PERFORMANCE OF EMPLOYEES PT LINTAS MEDIATAMA BANDUNG Yani Restiani Widjaja1 . Rani Rahmayani2 . Andhita Dian Dini3 Fakultas Ekonomi Universitas BSI Bandung Email : restianiwidjaja@gmail. ABSTRACT The purpose of this study was to determine and analyze leadership style, employee performance and the influence of leadership style on the performance of employees of PT Lintas Mediatama Bandung. This study uses a non probability sampling technique with a type of census. The population in this study were thirty employees of PT Lintas Mediatama Bandung. All population members are used as samples. Data collection methods are divided into primary data and secondary data. primary data collection using observation, questionnaires, and interviews. Secondary data collection uses literature studies and scientific journal references. Test of research instruments such as frequency calculation, validity and reliability test the author uses SPSS version 20. The results of the study show that there is a relationship between leadership style and employee performance. The leadership style has a positive influence on employee Key words: leadership style, employees performance PENDAHULUAN Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari manusia memiliki kaitan yang erat dengan Widjaja . mengemukakan bahwa perusahaan sebagai suatu organisasi menjadi suatu sistem yang terdiri dari pemegang peranan penting. Keberadaan sumber daya manusia menjadi aspek yang paling penting di dalam sebuah perusahaan. Rahmayani . waktu sebagai unsur penting bagi perusahaan melakukan perubahan untuk mendapatkan loyalitas pelanggan. Sumber daya manusia menjadi ujung tombak terhadap efektivitas dan Lambatnya perkembangan dan kemajuan usaha hingga tidak tercapainya tujuan usaha sebagai dampak dari perusahaan yang memiliki sumber daya manusia tidak sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian dalam pelaksanaan kegiatan usaha membutuhkan sosok pemimpin untuk mengelola dan memberdayakan sumber daya manusia. Karyawan sebagai sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan. Setiap individunya baik secara langsung maupun tidak memberikan ide-ide. Menurut Rohaeni . pencapaian kinerja yang baik diperoleh dari kualitas sumber daya dan ditunjang kemampuan organisasi dalam pemberdayaan sumber daya manusia. Perolehan capaian kinerja karyawan dari kuantitas dan kualitasnya dalam memenuhi tugas dan tanggung Rajagukguk . mengemuka-kan dengan adanya kinerja yang baik dari para karyawan dapat menjadi acuan perusahaan untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja sehingga menjadi penunjang dalam mencapai tujuan perusahaan. Kinerja karyawan sangat memengaruhi terhadap pencapaian tujuan PT Lintas Mediatama (PT LIMA) sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyelenggara reklame luar ruang. PT Lintas Mediatama dalam mengembangkan kegiatan usahanya tidak hanya di kota Bandung saja, kini kantor PT Lintas Mediatama juga berada di kota lain seperti Jakarta. Surabaya dan Yogyakarta. Karyawan sebagai sumber daya manusia dalam perusahaan tentu memiliki pengaruh besar terhadap pencapaian tujuan perusahaan, akan menghambat kegiatan usaha apabila karyawan memiliki kedisiplinan yang kurang dan berpengaruh terhadap kinerja yang Pemimpin dapat memengaruhi prestasi Pemimpin kepemimpinan yang baik tidak hanya berorientasi pelaksanaannya sangat diperhatikan. Oleh karena itu, dalam melaksanakan tugas, seorang pemimpin memerlukan gaya kepemimpinan agar memberikan arahan dalam melaksanakan tugas, fungsi, kewajiban, serta tanggung jawab e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 202- 208 karyawan sehingga menghasilkan kinerja yang Penerapan mengenai cara penyampaian dalam bentuk sikap atau perilaku yang berkaitan erat hubungan antara pimpinan dan karyawan sehingga karyawan bekerja tidak sekadar berorientasi pada tugas saja, tetapi memiliki kesadaran bahwa pekerjaan merupakan kontribusi dan memiliki nilai dalam merealisasikan tujuan Pemimpin faktor-faktor pencapaian tujuan usaha sehingga berpengaruh dalam penerapan gaya kepemimpinan. Pengaruh tersebut dapat menyebabkan ketidakefektifan dalam penerapan gaya kepemimpinan. Di bawah kepemimpinan seorang wanita, tentu gaya kepemimpinannya berbeda dengan laki-laki pada umumnya. Menduduki top dan middle management sekaligus sebagai direktur dan general manager menjadikannya memiliki tanggung jawab lebih besar untuk mengerahkan karyawan agar memiliki kinerja yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gaya kepemimpinan dan kinerja karyawan PT Lintas Mediatama Bandung serta mengenai penerapan gaya kepemimpinan yang memiliki nilai positif terhadap kinerja karyawan. KAJIAN LITERATUR Kepemimpinan Menurut Zainal kepemimpinan secara luas meliputi proses atau kegiatan memengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku karyawan untuk mencapai tujuan serta memengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budaya organisasi. Menurut George P. Terry dalam Sutikno . menerangkan bahwa Aukepemimpinan adalah kegiatan dalam memengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok. Ay Sementara itu menurut Uha . kepemim-pinan merupakan kemampuan dan keterampilan berperilaku dan berkarya sehingga timbul kemauan dan kemampuan untuk memberikan kontribusi terhadap tujuan usaha yang sebelumnya telah ditetapkan. Gaya Kepemimpinan Zainal dkk . mendefinisikan sekumpulan ciri yang pemimpin gunakan untuk ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online :2613-9774 memengaruhi bawahan agar sasaran organisasi Adapun kepemimpinan yang Zainal dkk . kemukakan ke dalam lima bagian sebagai . Memiliki kecerdasan yang cukup tinggi untuk dapat memikirkan dan mencarikan solusi permasalahan dengan tepat, bijaksana, dan memenuhi syarat-syarat yang memungkinkan untuk dilaksanakan. Memiliki emosi yang stabil, memiliki pendirian teguh terhadap perubahan suasana juga mampu menganalisis persoalan pribadi, rumah tangga, dan organisasi. Memiliki kepandaian dalam berhubungan dengan karyawan, memberi kesan senang, puas dan betah dalam pekerjaan. Memiliki kecakapan mengorgani-sasikan dan mengerahkan karyawan dengan bijaksana untuk mewujudkan tujuan organisasi serta memiliki target waktu dan sasaran untuk mendelegasikan tanggung jawab dan wewenang. Memiliki keterampilan manajemen untuk menghadapi permasalahan masyarakat yang semakin maju. Sementara itu gaya kepemimpinan menurut Afriansyah . sebagai berikut. Inspiring Leader, pemimpin menerapkan gaya kepemimpinan ini untuk menggerakkan dan memengaruhi anggota tim dengan cara lead by example yaitu memberi contoh melalui sikap dan perilaku dengan harapan dapat menginspirasi atau menyemangati anggota tim. Autocratic Leader . Ciri utamanya semua arahan dan putusan berada pada pemimpin. Pemimpin hanya memerintah dan memegang kendali terhadap bawahan. Dalam kegiatan pengambilan keputusan yang mendesak untuk mengatasi krisis dapat menggunakan gaya kepemimpinan ini. Democratic Leader, gaya kepemimpinan ini melibatkan karyawan untuk mengambil dan Tujuan keterlibatan karyawan ini dalam rangka memberikan kesempatan kepada karyawan untuk maju dan berkembang dalam memecahkan Penerapan gaya kepemimpinan ini dapat meningkatkan motivasi karyawan terhadap . Service Leader, ciri utama gaya kepemimpinan ini dengan selalu mengutamakan kepentingan karyawan di atas kepentingan pribadi dalam artian pemimpin melakukan sendiri apa yang dapat ia lakukan dan mementingkan kepentingan bersama. Situational Leader, gaya kepemimpinan ini pemimpin terapkan dengan mengedepankan pendekatan situasi terhadap karyawan. Setiap karyawan memiliki situasi yang berbeda, maka cara pemimpin menerapkan kepemimpinan pun berbeda pula. Tujuan dengan perbedaan cara memimpin ini agar setiap karyawan mau dan e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 202- 208 mampu untuk melaksanakan tugas. Perbedaan situasi ini terletak pada kompetensi dan komitmen yang karyawan miliki. Kinerja Kusriyanto Mangkunegara . mengemukakan bahwa kata kinerja berasal dari istilah bahasa Inggris yaitu Job Performance atau Actual Performance yang memiliki arti prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang seseorang capai. Adapun beberapa pengertian kinerja menurut para ahli sebagai berikut. Menurut Suntoro dalam Uha . mengemukakan bahwa kinerja . merupakan hasil kerja yang individu atau kelompok capai dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan, tidak melanggar hukum, serta sesuai dengan moral dan etika. Menurut Bernardin dan Russel dalam Uha . mendefinisikan bahwa Aukinerja sebagai pencatatan hasil-hasil yang diperoleh dari fungsi pekerjaan atau kegiatan tertentu selama kurun waktu tertentu. Ay Adapun indikator ukuran-ukuran kinerja yang dikemukakan oleh ahli sebagai berikut. Menurut Bernardin dan Russel dalam Akhyadi & Kaswadi . untuk mengukur kinerja karyawan atau fungsi pekerjaan dapat menggunakan enam kategori dengan penjelasan sebagai berikut. Kualitas, seberapa jauh atau baik karyawan melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang perusahaan berikan baik dari segi proses maupun hasil. Seberapa dekat mencapai kesempurnaan dan kesesuaian dalam memenuhi tujuan organisasi. Kuantitas, seberapa jumlah yang dihasilkan dapat dinyatakan dalam bentuk nilai hingga jumlah siklus kegiatan yang telah . Ketepatan waktu, seberapa efisien sebuah aktivitas dapat terselesaikan atau memaksimalkan waktu yang tersedia untuk kegiatan-kegiatan lain. Efektivitas biaya, seberapa maksimal perusahaan menggunakan ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online :2613-9774 sumber daya organisasi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Dalam artian pengurangan dalam kerugian dari masing-masing unit, contohnya penggunaan sumber daya. Kebutuhan untuk supervisi, seberapa jauh atau baik kemandirian seorang karyawan dapat melakukan fungsi kerja tanpa meminta bantuan pengawasan untuk mencegah hasil yang . Dampak interpersonal/kontekstual kinerja, seberapa jauh/baik karyawan untuk meningkatkan harga diri, itikad baik . , dan kerjasama antar sesama karyawan dan Simamora Mangkunegara dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu . Faktor individu, terdiri dari kemampuan dan kehalian. latar belakang dan demografi. Faktor psikologis, terdiri dari persepsi. pembelajaran dan motivasi. Faktor organisasi, terdiri dari sumber daya. struktur dan job METODE PENELITIAN Dalam melakukan kegiatan penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis deskriptif. Penggunaan aplikasi SPSS Versi 20 untuk menghitung uji validitas dan uji reliabilitas variabel penelitian. Metode pengumpulan data lainnya yang digunakan berupa observasi, wawancara, penyebaran kuesioner dan studi pustaka. Responden dalam penelitian ini adalah 30 orang. PEMBAHASAN Populasi dan Sampel Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah karyawan PT Lintas Mediatama Bandung sebanyak 30 orang. Sampel yang digunakan yaitu sampel jenuh dengan jenis sensus artinya seluruh anggota populasi dijadikan Karakteristik Responden Tabel 1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi Persentase Laki-laki 21 orang Perempuan 9 orang 30 orang Total Sumber: Data hasil olah SPSS 20, 2018 e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 202- 208 ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online :2613-9774 Tabel 2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Usia Frekuensi Persentase 20-30 tahun 16 orang 53,3% 31-40 tahun 10 orang 33,3% 41-50 tahun 4 orang 13,3% 30 orang Total Sumber: Data hasil olah SPSS 20, 2018 Tabel 3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pendidikan Terakhir Frekuensi Persentase SMP/Sederajat 2 orang 6,7% SMA/SMK 9 orang 30,0% Sederajat 2 orang 6,7% D4/S1 16 orang 53,3% 1 orang 3,3% 30 orang Total Sumber: Data hasil olah SPSS 20, 2018 Tabel 4 Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja Lama bekerja Frekuensi Persentase <1 tahun 4 orang 13,3% 1-3 tahun 15 orang 50,0% 3-5 tahun 7 orang 23,3% >5 tahun 4 orang 13,3% 30 orang Total Sumber: Data hasil olah SPSS 20, 2018 Uji Instrumen Penelitian Uji Validitas Berdasarkan data pada r tabel uji 2 arah yang menunjukan bahwa diketahui dari df=N-2. N sebanyak 30. Nilai df pada contoh ini: jumlah sampel . -2=28. Dalam r tabel pada df 28 dengan probabilitas 0,05 adalah 0,3610. Dengan hasil perhitungan sebagai berikut. Tabel 5 Hasil Uji Validitas Variabel Gaya Kepemimpinan (X) Butir Pernyataan Hasil r Nilai batas r tabel GK_1 ,838 ,361 GK_2 ,472 ,361 GK_3 ,808 ,361 GK_4 ,644 ,361 GK_5 ,857 ,361 GK_6 ,817 ,361 GK_7 ,748 ,361 GK_8 ,895 ,361 GK_9 ,787 ,361 GK_10 ,936 ,361 Sumber: Data hasil olah SPSS 20, 2018 Ket e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 202- 208 Berdasarkan data di atas menunjukan bahwa setiap butir pernyataan variabel Gaya kepemimpinan memiliki nilai r hitung lebih besar ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online :2613-9774 dibanding nilai r tabel maka setiap butir pernyataan menunjukan valid maka penelitian dapat dilanjutkan. Tabel 6 Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan (Y) Butir Pernyataan Hasil r Nilai batas r tabel KK_1 ,688 ,361 KK_2 ,733 ,361 KK_3 ,733 ,361 KK_4 ,702 ,361 KK_5 ,502 ,361 KK_6 ,737 ,361 KK_7 ,539 ,361 KK_8 ,592 ,361 KK_9 ,548 ,361 KK_10 ,485 ,361 KK_11 ,515 ,361 KK_12 ,576 ,361 Sumber: Data hasil kuesioner, 2018 Berdasarkan data tabel di atas, menunjukan bahwa nilai r hitung pada setiap butir pernyataan variabel kinerja karyawan melebihi nilai batas r tabel sehingga dapat disimpulkan seluruh 12 butir pernyataan adalah Ket reliabel apabila hasil perhitungan yaitu r alpha positif dan nilainya Ou 0,6. Taraf signifikan sebesar 95%, maka pengujian dikatakan reliabel apabila r alpha positif dan r alpha Ou 0,6. Sementara apabila r alpha negatif atau sebesar O 0,6 maka dapat disimpulkan tidak reliabel. Berikut hasil perhitungan uji reliabilitas setiap butir pernyataan kuesioner. Uji Reliabilitas Pengukuran ini menggunakan teknik Cronbach Alpha, teknik ini menyatakan alat ukur Tabel 7 Nilai Reliabilitas Instrumen Variabel Penelitian Nilai r Nilai Batas Variabel Alpha Reliabel Gaya Kepemimpinan (X) ,938 ,60 Kinerja Karyawan (Y) ,876 ,60 Sumber: Data hasil olah SPSS 20, 2018 Berdasarkan hasil data di atas, maka setiap butir pernyataan masing-masing variabel yaitu, variabel gaya kepemimpinan (X) 10 butir dan variabel kinerja karyawan (Y) 12 butir pernyataan memiliki nilai r alpha masing-masing sebesar 0,938 dan 0,876 dan dinyatakan reliabel karena melebihi batas yaitu senilai 0,60 maka penelitian dapat dilanjutkan. Uji Koefisien Korelasi Uji koefisien korelasi penelitian ini digunakan untuk mengetahui nilai dari koefisien korelasi . Nilai dari r tersebut digunakan untuk mengetahui kekuatan hubungan antara variabel gaya kepemimpinan dan variabel kinerja Ket Reliabel Reliabel Berdasarkan perhitungan data kuesioner dapat dilihat hasil sebagai berikut. rxy = 0,542 Nilai r pada hasil perhitungan di atas adalah 0,542. Dalam tingkat korelasi dan kekuatan hubungan menurut Siregar . termasuk ke dalam rentan nilai 0,40-0,599 dan memiliki tingkat hubungan yang cukup. Perolehan angka 0,542 ini merupakan angka positif sempurna menurut Siregar . berkaitan dengan hal itu, terdapat hubungan berbanding lurus antara gaya kepemimpinan dan kinerja karyawan yaitu apabila nilai variabel gaya e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 202- 208 kepemimpinan naik maka nilai variabel kinerja karyawan akan naik pula. Uji Koefisien Determinasi Uji koefisien determinasi memiliki kegunaan untuk mengetahui kontribusi variabel gaya kepemimpinan berikan terhadap variabel kinerja karyawan. besaran nilai variabel kinerja karyawan yang dipengaruhi oleh gaya Dengan menggunakan data hasil kuesioner maka perhitungan ini memiliki hasil sebagai berikut. KD = . 2 y 100% KD = . A y 100% KD = 0,293764 y 100% KD = 29,4% Berdasarkan menunjukan nilai r2 sebesar 0,294 apabila diubah ke dalam presentase maka sebesar 29,4% dan memberikan hasil positif. Dengan demikian gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh pemimpin PT Lintas Mediatama Bandung memiliki kontribusi, sumbangan, atau pengaruh terhadap kinerja karyawan dan disadari oleh karyawan dengan memberikan tanggapan atau respon dalam mengisi kuesioner. Sebesar 29,4% gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh pemimpin PT Lintas Mediatama Bandung memberikan pengaruh atau kontribusi terhadap kinerja karyawan dan sisanya 70,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Uji Persamaan Regresi Sederhana Kegiatan perhitungan uji persamaan regresi digunakan untuk mengetahui besaran nilai variabel kinerja karyawan yang dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan. Adapun hasil perhitungan persamaan regresi sebagai berikut. Mencari nilai konstanta b b = 0,529 Mencari nilai konstanta a a = 20,818 Berdasarkan menunjukan bahwa nilai konstanta a sebesar 20,818 dan nilai konstanta b sebesar 0,529. Selanjutnya hasil perhitungan konstanta a dan b dapat digunakan untuk perhitungan persamaan regresi yaitu sebagai berikut. Y = a b. Y = 20,818 0,529. Dari hasil perhitungan di atas dapat diketahui bahwa konstanta a sebesar 20,818 memiliki nilai positif, artinya penerapan gaya kepemimpinan pada PT Lintas Mediatama Bandung memiliki pengaruh terhadap kinerja Konstanta b sebesar 0,529 memiliki ISSN Cetak : 2337-3997 ISSN Online :2613-9774 kepemimpinan pada PT Lintas Mediatama Bandung bersifat positif dan memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap kinerja karyawan. Dengan demikian jika gaya kepemimpinan rendah maka akan berdampak pada menurunnya kinerja karyawan, jika penerapan gaya kepemimpinan kuat maka akan berdampak pada kinerja yang meningkat. Berdasarkan uraian sebelumnya maka hasil persamaan regresi menunjukan sifat berbanding lurus. SIMPULAN Berdasarkan hasil kegiatan penelitian yang penulis lakukan maka dapat ditarik simpulan sebagai berikut Pelaksanaan gaya kepemimpinan yang pemimpin perusahaan, berdasarkan hasil wawancara dengan dua narasumber yaitu HR manager sebagai narasumber pertama dan staf marketing sebagai narasumber kedua, serta tanggapan menunjukan bahwa gaya kepemimpinan berorientasi pada hubungan karyawan dengan memberi kesempatan kepada karyawan untuk mengemukakan ide, gagasan pendapat serta selalu berupaya mendengarkan aspirasi setiap karyawan. Kondisi kinerja karyawan yang terjadi di Lintas Mediatama Bandung berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber pertama menerangkan dari segi individual cukup baik namun secara keseluruhan masih harus ditingkatkan. Sementara kuesioner, karyawan telah memiliki tanggungjawabnya dalam bekerja dengan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Berdasarkan hasil perhitungan penelitian menunjukan bahwa nilai koefisien korelasi . konstanta a memiliki nilai Lintas Mediatama Bandung memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan. Konstanta b memiliki nilai positif, artinya penerapan gaya kepemimpinan pada PT Lintas Mediatama Bandung bersifat positif dan memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap kinerja karyawan. Dengan demikian jika gaya kepemimpinan rendah maka akan berdampak pada menurunnya kinerja karyawan, jika penerapan gaya kepemimpinan kuat e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 7. Nomor 2. Mei 2019 : 202- 208 Konsepsi. Paradigma dan Fungsi Sampai Aplikasi. In Pengembangan Sumber Daya Manusia dari Konsepsi. Paradigma dan Fungsi Sampai Aplikasi. Bandung: Alfabeta. maka akan berdampak pada kinerja yang Berdasarkan sebelumnya maka hasil persamaan regresi menunjukan sifat berbanding SARAN Berdasarkan hasil dari kegiatan penelitian yang telah penulis lakukan, terdapat beberapa saran yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk kemajuan usaha pada PT Lintas Mediatama Bandung diantaranya sebagai Bagi pemimpin perusahaan, untuk lebih bijak dalam mengendalikan karyawan melakukan kesalahan dalam bekerja, selain itu lebih keputusan hal ini berdasarkan pernyataan kuesioner dengan nilai r hitung paling rendah. Bagi karyawan, untuk mewujudkan kinerja kerja yang optimal maka lebih ditingkatkan lagi ketelitian dalam konsentrasi dan fokus agar tingkat kesalahan dalam bekerja dapat lebih diminimalisir atau peluang kemungkinan terjadi kesalahan bekerja sedikit. Bagi penelitian ini masih memerlukan perkembangan lebih lanjut mengenai keterkaitan variabel-variabel lain selain kepemimpinan yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Hal ini berkaitan dengan presentase hasil perhitungan yang menunjukan kurang kepemimpinan memiliki kontribusi atau pengaruh terhadap kinerja karyawan. REFERENSI