AL-HIKMAH : Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam p-ISSN 2685-4139 Jurnal AL-HIKMAH Vol 7. No 1 . e-ISSN 2656-4327 ANALISIS PROFESIONALITAS GURU (STUDI PADA GURU MADRASAH TSANAWIYAH NURUL IKHLAS KARI KEC. KUANTAN TENGAH KAB. KUANTAN SINGINGI) Alhairi1. Fitrah Wahyuni2. Yunizar3 Universitas Islam Kuantan Singingi SMP Negeri 3 Hulu Kuantan Email : arybensaddez74@gmail. com, fitrawahyuni10@gmail. com yunizarofficial@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profesionalitas guru MTs. Nurul Ikhlas Kari. Kecamatan Kuatan Tengah. Kabupaten Kuantan Singingi. Provinsi Riau. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Reseacr. dengan subjek penelitian adalah profesionalitas guru-guru yang ada di MTs. Nurul Ikhlas Kari. Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru-guru yang ada di MTs. Nurul Ikhlas Kari. Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Berdasarkan observasi awal, usaha-usaha yang telah dilakukan oleh guru- guru MTs. Nurul Ikhlas Kari. Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau dalam meningkatkan profesionalitasnya yaitu dengan mempersipakan perangkat pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan perencanaan pembelajaran, mengevaluasi pembelajaran, memberikan pembinaan kepada peserta didik, berperan aktif dalam berbagai pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi guru sesuai dengan bidangnya masing-masing. Kata Kunci: Guru. Madrasah. Profesionalitas Abstract This research aims to describe the professionalism of MTs teachers. Nurul Ikhlas Kari. Kuatan Tengah District. Kuantan Singingi Regency. Riau Province. This research is field research (Field Researc. with the research subject being the professionalism of teachers at MTs. Nurul Ikhlas Kari. Central Kuantan District. Kuantan Singingi Regency. Riau Province. The population in this research is all teachers at MTs. Nurul Ikhlas Kari. Central Kuantan District. Kuantan Singingi Regency. Riau Province. Based on initial observations, the efforts that have been made by MTs teachers. Nurul Ikhlas Kari. Kuantan Tengah District. Kuantan Singingi Regency. Riau Province in improving their professionalism, namely by preparing learning tools, carrying out learning activities in accordance with the learning plan, evaluating learning, providing guidance to students, playing an active role in various trainings related to increasing competency teachers according to their respective fields. Key Words : Guru. Madrasah. Profesionalitas Pendahuluan Pendidikan pada hakikatnya adalah proses transformasi pengetahuan menuju kearah perbaikan, penguatan dan penyempurna semua potensi manusia. Pendidikan tidak mengenal ruang dan waktu, bahkan fenomena alam, agama dan kebudayaanpun dapat memberikan pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa apapun dapat dijadikan piranti pendidikan, untuk dapat memberikan ANALISIS PROFESIONALITAS GURU (STUDI PADA GURU MADRASAH TSANAWIYAH NURUL IKHLAS KARI KEC. KUANTAN TENGAH KAB. KUANTAN SINGINGI) Sanmustari mengatakan bahwa kemajuan suatu bangsa lebih banyak ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya dari pada kekayaan sumber daya alamnya. Oleh karena itu, suatu bangsa yang didukung oleh jumlah sumber daya manusia (SDM) yang besar dan memadai serta dengan kualitas kesejahteraan yang optima dan kemajuan bagi suatu bangsa. Satuan pendidikan yang disebut dengan sekolah merupakan suatu lembaga pendidikan formal yang diberikan tanggung jawab oleh masyarakat untuk meransang pertumbuhan kepribadian dan kemampuan melalui berbagai kegiatan terencana yang dilaksanakan oleh guru yang Karena pendidikan, guru memegang peranan penting dan strategis. Seorang guru diharapkan dapat berkomunikasi dan menajdi teman belajar bagi para siswa untuk tumbuh dan berkembang. Menjadi guru Profesi merupakan pekerjaan, dapat juga berbentuk sebuah jabatan dalam suatu hirarki birokrasi, yang menentukan keahlian tertentu serta memiliki etika khusu untuk jabatan itu serta pelayanan baku terhadapa masyarakat Guru professional yang memerlukan keahlian Guru memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam kegiatan pembelajaran yang akan menentukan mutu pendidikan disuatu satuan pendidikan. Keahlian khusus itu pula yang membedakan profesi guru dengan profesi lainnya yaitu perbedaan pokok antara profesi guru dengan profesi lainnya terletak pada tugas dan Dengan tanggungjawab dalam memangku profesinya sebagai guru, maka dalam profesi pendidikan dibutuhkan bimbingan dan pembinaan tenaga kependidikan yang professional serta implementasi seluruh komponen manajemen mutu secara terpadu karena pendidik memainkan peran yang mempersiapkan peserta didik menjadi actor yang mampu menampilkan keunggulan dirinya sebagai sosok yang tangguh, kreatif, mandiri dan professional pada bidangnya masing-masing. Oleh karena itu tanggung jawab merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh seorang guru. Keberhasilan peserta didik sebagai subjek belajar berkaitan dengan proses pribadi . ndividual pengetahuan, nilai, sifat, sikap dan keterampilan yang ada disekitarnya. Sedangkan keberhasilan pengajar sebagai subjek mengajar selain ditentukan oleh kualitas pengajar secara pribadi . ndividual qualit. juga ditentukan oleh standar-standar kompetensi yang dimiliki oleh pengajar, yang meliputi kompetensi intelektual, kompetensi pedagogic, kompetensi sosial dan kompetensi keperibadian. Untuk itu, kemampuan yang dimiliki seorang pendidik harus sejalan dengan kualifikasi akademik dan kemampuan profesionalisme guru sebagai subjek mengajar juga berperan penting untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan demikian tugas dan tanggung jawab tersebut tidak terhalang dengan situasi permasalahan pendidikan, karena guru yang pembelajaran denga mengedepankan segala ANALISIS PROFESIONALITAS GURU (STUDI PADA GURU MADRASAH TSANAWIYAH NURUL IKHLAS KARI KEC. KUANTAN TENGAH KAB. KUANTAN SINGINGI) kondisi dan todal meninggalkan keawajiban belajar mengajarnya. Pada prinsipnya profesionalisme guru adalah guru yang dapat menjalankan tugasnya secara profesional sebagai tenaga professional. Guru yang professional adalah guru yang menguasai ilmu pengetahuan yang diajarkan dan ahli dalam mengajarkannya . dengan kata lain guru professional adalah guru yang mampu membelajarkan peserta dikuasainya dengan baik, sehingga ilmu yang diberikan akan mampu dikuasai dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Guru yang professional akan merasa senang apabila sudah memasuki organisasi profesi Suatu pekerjaan dikatakan sebagai jabatan profesi salah satu syaratnya adalah pekerjaan itu memiliki organisasi profesi dan anggota-anggotanya senang mamasuki organisasi profesi Fungsi organisasi profesi selain untuk melindungi kepentingan anggotanya juga sebagai dinamisator dan motivator anggota untuk mencapai karir yang baik. Dengan demikian guru yang memiliki sikap profesionalitas keguruan akan mampu melakukan pengembangan-pengembangan Kualitas kinerja seorang guru akan sangat menentukan pada kualitas hasil pendidikan. Atau sebagaimana yang dikemukakan oleh Danim, bahwa untuk memenuhi kriteria professional itu, guru harus menjalani profesionalisasi atau proses secara terus menerus. Demikian juga dalam melaksanakan proses pembelajaran, guru harus mampu mengajar secara professional baik dalam penyampaian materi, menggunakan media dan sumber belajar, memilih metode dan strategi pembelajaran yang dilaksanakan. Jadi dalam dalam mengajar disekolah, seorang guru harus didorong oleh perkembangannya kemampuannya dalam menerapkan langkahlangkah tanggung jawab dan profesionalitasnya sebagai tenaga pendidik. Selain itu, harus memperlihatkan kemampuannya secara optimal dalam proses belajar mengajar yang dilaksanakan Berdasarkan permasalahan diatas penulis tertarik ingin melakukan kajian analisisi yang lebih mendalam terkait melaksanakan tugasnya sebagai pendidik yang mana dalam haln ini dilakukan pada guru yang ada di MTs. Nurul Ikhlas Kari Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi provinsi Riau dengan tema penelitian yaitu AuAnalisis Profesionalitas Guru (Studi Pada Guru Madrasah Tsanawiyah Nurul Ikhlas Kar. Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi RiauAy. Metodologi Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian analisis deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menyajikan atau menggambarkan karakteristik fenomena atau populasi yang Metode ini peneliti lakukan dalam bentuk meringkas, menggambarkan, dan mendemonstrasikan data sehingga pola-pola data dapat berkembang, seperti data penguasaan mater, struktur konsep dan pola ANALISIS PROFESIONALITAS GURU (STUDI PADA GURU MADRASAH TSANAWIYAH NURUL IKHLAS KARI KEC. KUANTAN TENGAH KAB. KUANTAN SINGINGI) fikir keilmuan yang mendukung pada mata pelajaran yang di ampu, penguasaan standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran, kreatif dalam mengembangkan materi pembelajaran, kemampuan dalam menggunakan metode, stratgei dan media pembelajaran serta mampu berkomunikasi dengan baik dalam pembelajaran. Lokasi penelitian di Madrasah Tsanawiyah Nurul Ikhlas Kari. Kecamatan Kuantan Tengah. Kabupaten Kuantan Singingi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Sedangkan teknik alasis data diklasifikasi menjadi dua kelompok yaitu kualitatif dan Terhadap data yang bersifat kualitatif diuraikan dengan kata-kata atau kalimat, dipisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan. penulis memakai pendapat Tohirin dan MasAoud Zein yang mengelompokkan kedalam kategori, yaitu: 76%-100 % . ategori bai. 56 %- 75 % . ategori cukup bai. 40%-55% . ategori kurang bai. Kurang dari 40% . ategori tidak bai. Untuk mendapatkan persentase tersebut dengan menggunakan rumus: ya x 100 % Keterangan: P = Persentase F = Nilai yang diperoleh N = Nilai Total Pembahasan Profesionalitas Guru Seorang guru perlu memiliki kemampuan dalam mendidik, yaitu kemampuan yang mampu menjadikan dirinya sebagai seorang pendidik yang tidak dimiliki oleh oleh orang lain yang bukan pendidik. Itulah sebabnya guru adalah pekerjaan profesinal yang membutuhkan kemampuan khusu hasil dari proses pendidikan yang dilaksanakan. Istilah profesional berasal dari kata bahasa inggris yaitu profession, yang mengandung arti yang sama dengan occupation atau pekerjaan yang memerlukan keahlian yang diperoleh melalui pendidikan atau latihan khusus. Secara umum profesi diartikan sebagai suatu pekerjaan yang memerlukan pebdidikan lanjut didalam science dan teknologi yabg digunakan sebagai perangkat dasar untuk diimplementasikan dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, profesionalisme mempunyai makna mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau yang professional. Profesionalisme merupakan sikap dari seorang professional yang berarti sebuah term yang hendaklah dikerjakan oleh seseorang yang mempunyai keahlian dalam bidangnya atau Menurut Syafri Saiorin, penggunaan istilah profesionalisme menunjuk pada derajat penampilan seseoran sebagai professional atau penampilan suatu pekerjaan sebagai suatu profesi. Ada profesionalismenya tinggi, sedang dan rendah. Profesionalismen juga mengacu kepada sikap dan komitmen setiap anggota profesi untuk bekerja berdasarkan standar yang tinggi dan kode etik profesinya sesuai dengan keterampilan yang Dalam pasal 39 ayat 2 undangundang SISDIKNAS dinyatakan bahwa pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, melakukan bimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama pada pendidik pada perguruan tinggi. Guru yang berkualifikasi professional yaitu guru yang tahu secara mendalam tentang apa yang diajarkan, cakap dalam mengajarnya secara efektif serta efisien dan guru tersebut berkeperibadian yang Sebagai pendidik yang professional, guru dituntut tidak professional tapi juga harus memiliki wawawan dan ilmu pengetahuan yang luas sesuai dengan bidangnya masing-masing sehingga barulah kekuatan jabatannya sebagai guru benar- benar kekuatan sebagai sebuah Menurut Uzer Usman, kemampuan professional guru tersebut meliputi: menguasai ANALISIS PROFESIONALITAS GURU (STUDI PADA GURU MADRASAH TSANAWIYAH NURUL IKHLAS KARI KEC. KUANTAN TENGAH KAB. KUANTAN SINGINGI) landasan kependidikan, menguasai bahan pengajaran, menyusun program pengajaran, melaksanakan program pengajaran dan menilai hasil dan PBM yang telah Selain itu, seorang guru yang dinilai kompeten dalam melakukan tugasnya dengan baik dan professional setidaknya memiliki kompetensi antara lain . Mampu mengembangkan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Mampu melaksanakan peranan dan tanggung jawabnya secara berhasil . Mampu bekerja dalam usaha mencapai tujuan pendidikan sekolah dan melaksanakan perannya dalam PBM. Dengan demikian, profsionalitas guru mengedepankan kebutuhan sosial yang berdasarkan atas prinsip-prinsip ilmiah karena sebagai sebuah profesi, seorang guru harus menguasai perang ilmu pengetahuan . , memilki kemampuan dalam mengajar dan memenuhi Self-Performent dalam melaksanakan tugasnya disekolah dilihat dari segi waktu dan cara kerja yang dilaksanakan oleh guru. Secara garis besar, ada tiga tingkatan kualifikasi profesionalitas guru dikatakan sebagai tenaga professional kependidikan yaitu antara lain . Tingkatan capability personal, maksudnya adalah guru kecakapan dan keterampilan serta sikap yang lebih mantap sehingga mampu mengelola proses belajar mengajar secara efektif. Guru sebagai innovator, yakni sebagai tenaga kependidikan yang memiliki komitmen terhadap upaya perubahan dan reformasi. Guru sebagai developer, yakni guru harus memiliki visi keguruan yang mantap dan luas perspektifnya, sehingga guru dapan menjadi pembangun semangat bagi peserta didik. Komponen Profesionalitas Guru Ada tujuh komponen yang harus dimiliki seorang guru dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang guru yang profesiolan, yaitu . Guru sebagai sumber belajar. Guru yang professional dapat menguasai materi pelajaran dengan baik, sehingga guru benar- benar berperan sebagai sumber belajar bagi anak didiknya. Guru sebagai fasilitator. Ada beberapa hal yang harus difahami oleh guru yaitu: . Memahami berbagai media dan sumber belajar, . Mempunyai keterampilan dalam merancang suatu media pembelajaran, . mampu mengorganisasikan berbagai jenis media pembelajaran serta dapat memanfaatkan sebagai sumber belajar, termasuk memanfaatkan teknologi informasi dan kemampuan dalam berkomunikasi serta berinteraksi dengan peserta didik. Guru sebagai pengelola . earning manage. , maksunya adalah guru berperan dalam memungkinkan siswa dapat belajar dengan Melalui pengelolaan kelas yang baik, guru dapat menjaga kelas agar tetap kondusif untuk terjadinya proses belajar Guru demonstrator, maksdunya adalah guru harus dapat mempertunjukkan kepada siswa segala sesuatu yang dapat membuat siswa lebih mengerti dan memahami setiap pesan yang . Guru sebagai motivator. Dalam proses pembelajaran motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang sangat penting. Guru sebagai evaluator, maksudnya adalah guru berperan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang keberhasilan pembelajaran yang telah Kriteria Profesionalitas Guru Menurut Arifin, ada kriteria yang harus dipenuhi oleh suatu pekerjaan agar dapat dikatakan sebagai profesi, yaitu: Panggilan hidup yang sepenuh waktu. Pengetahuan dan kecakapan atau keahlian. Kebakuan yang universal. Pengabdian. Kecakapan diagnostic dan kompetensi aplikatif, otonomi dan kode etik. Sedangkan menurut Abudin Nata, kriteria guru sebagai tenaga professional yaitu: . Mengandung unsur Setiap orang yang mengaku menjadi pengembang dari suatu profesi tertentu harus benar-benar yakni bahwa ANALISIS PROFESIONALITAS GURU (STUDI PADA GURU MADRASAH TSANAWIYAH NURUL IKHLAS KARI KEC. KUANTAN TENGAH KAB. KUANTAN SINGINGI) meberikan pelayanan kepada masyarakat . Mengandung unsur idealism. Setiap profesi bukanlah sekedar mata pencaharian atau bidang bidang pekerjaan yang mendatangkan materi saja melainkan dalam profesi itu tercakup pengertian penagbdian pada suatu yang luhur dan Mengandung Setiap bidang prpfesi menyempurnakan prosedur kerja yang mendasari pengabdian secara terus menerus. Prinsip Profesionalitas Guru Konsep profesionalitas sebagaimana yang dipaparkan oleh sumardi paling tidak memiliki lima muatan atau prinsip, diantaranya yaitu: . Afiliasi Komunitas . ommunity affiatio. yaitu menggunakan ikatan profesi sebagai acuan dalam organisasi formal atau kelompok- kelompok kolega informal sumber informal sumber utama ide pekerjaan. Kebutuhan untuk mandiri. utonomy deman. merupakan suatu professional harus mampu keputusan sendiri tanpa tekanan dari pihak lain . emerintah, klien, mereka yang bukan anggota profesi. Keyakinan terhadap sendiri/profesi . elief regulatio. dimaksud bahwa yang paling profesinal adalah rekan sesame profesi bukan orang lain yang tidak mempunyai kompetensi dalam bidang ilmu dan pekerjaan . Dedikasi pada profesi . dicerminkan pada dedikasi pengetahuan dan kecakapan yang dimiliki. Kewajiban . ocial merupakan pandangan tentang pentingnya profesi serta manfaat yang diperoleh baik oleh masyarakat maupun professional karena adanya pekerjaan tersebut. Peran guru sebagai pendidik Sebagai tenaga pendidik, guru memiliki perananan yang sangat penting dalam keberhasilan pendidikan tersebut. Adapun peranan guru itu adalah sebagai berikut: . Sebagai pekerja professional dengan . Pekerja kemanusiaan Sebagai kemaslahatan dengan fungsi mengajar dan mendidik masyarakat untuk menjadi warga Negara yang baik. Guru sebagai administrator kelas . Guru sebagai pengajar/pendidik, yaitu suatu tugas yang merupakan suatu aktivitas yang ditujukan untuk mengembangkan aspek psikologis dan keperibadian peserta didik, sehingga mereka berkeperibadian baik, mempunyai etika, moral, bertanggung jawab dan mampu hidup bersama dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Guru hendaknya selain mampu tampil deadpan kelas, juga hendaknya mampu tampil juga di masyarakat, baik sebagai pendidi, innovator ataupun dinamisator. Selain hal diatas. Oemar malik Mengemukakan peranan guru dalam kontek yang lebih luas, yaitu sebagai berikut: . Guru sebagai pengajar . eacher as instructio. Guru sebagai pembimbing . eacher as counselo. Guru sebagai ilmuan . eacher as scientis. Guru sebagai pribadi . eacher as perso. Berdasarkan uraian diatas dapat difahami bahwa guru sebagai profesi membawa konsekuensi yang kuat terhadap tanggung jawab untuk mengembangkan dan mempertahankan profesi tersebut. Guru adalah salah satu profesi yang juga dituntut atas keprofesionlitasnya karena gurulah yang melahirkan generasi-generasi masa depan suatu bangsa dimasa-masa yang akan Usaha yang dilakukan guru dalam meningkatkan profesionalitas Guru Dalam rangka meningkatkan profesionalitas dan taggung jawabnya disekolah seorang guru ANALISIS PROFESIONALITAS GURU (STUDI PADA GURU MADRASAH TSANAWIYAH NURUL IKHLAS KARI KEC. KUANTAN TENGAH KAB. KUANTAN SINGINGI) hendaknya melakukan berbagai usaha-usaha. Membuat perencanaan pembelajaran dengan target melaksanakan pembelajaran yang telah direncakan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai/ . Guru selalu memberikan feedback . mpan bali. yang berfungsi sebagai sarana untuk membantu siswa melaksanakan pembelajaran . Guru kepada perencanaan pembelajaran. Guru mengajar dengan metode yang bervariasi sehingga mampu bertanggung jawab secara . Guru meningkatkan hasil sebelum-sebelumnya Mendidikan, mengajar dan mengembangkan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya . Guru mampu melaksanakan perannya dalam PBM dalam kelas . Guru mengikuti pelatihanpelatihan dalam rangka peningkatan kompetensi terkait dengan peningkatan profesionalitasnya sebagai pendidik. Untuk melihat tingkat profesionalitas guru di MTs. Nurul Ikhlas Kari dapat dilihat dari jawaban-jawaban responden, baik melalui observasi, wawancara maupun angket yang disebarkan sesuai kebutuhan peneliti. Adapun jawaban responden tersebut dapat disajikan dalam bentuk tabel berikut: Rekapitulasi Studi Profesionalitas Guru MTs. Nurul Ikhlas Kari Jumlah Ratarata Demikian penjabaran rekapitulasi hasil pengisian angket di atas untuk menentukan hasil profesionalitas atau tidak professional guru MTs. Nurul Ikhlas Kari dapat disajikan sebagai berikut: Option A : 3 x 134 = 402 Option B : 2 x 25 = 50 Option C : 1 x 1 = 1 160 = 453 Dapat diketahui: N = 160 F = 453 ya P = ycu 100 O 3 Hasil diperoleh angka persentase masing-masing hasil Alternatif jawaban A = 134/ 160 x100 = 83,75 % Alternatif jawaban B = 25 / 160 x 100 = 15,62 % Alternatif jawaban C = 3 / 160 x 100 = 0,63 % 81,25 93,75 56,25 75,00 87,50 75,00 81,25 87,50 837,50 84,75 18,75 43,75 25,00 12,50 25,00 18,75 12,50 156,25 15,62 6,25 6,25 0,63 Jlh Berdasarkan hasil rekapitulasi table diatas, maka ycu 100 O 3 yaa = yye, ycyi Dari hasil perolehan data kuantitatif kemudian di persentase dan ditafsirkan dalam bentuk kualitatif dengan standar sebagai berikut: Baik : 76%- 100% Cukup baik : 56%-75% Kurang baik : 40 % - 55 % Tidak baik : < 40% Berdasarkan persentase diatas, menunjukkan bahwa profesionalitas Guru di MTs. Nurul Ikhlas kari Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi yaitu 94, 37 %, dan berada pada %-100%, profesionalisme guru di MTs Nurul Ikhlas Kari termasujk dalam kategori AuBaikAy. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang sudah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat dismpulkan bahwa profesionalitas guru di MTs. Nurul Ikhlas Kari Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi tergolong AubaikAy yang secara presentase mencapai 94. 37 % dan ini berada pada rentang profesional yaitu 76-100%. Adapun usaha yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan ANALISIS PROFESIONALITAS GURU (STUDI PADA GURU MADRASAH TSANAWIYAH NURUL IKHLAS KARI KEC. KUANTAN TENGAH KAB. KUANTAN SINGINGI) profesionalitas guru adalah sebagai berikut: Membuat dengan target yang jelas sehingga guru mampu melaksanakan pembelajaran yang telah direncanakan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai Guru selalu memberikan Feedback . pan bali. yang berfungsi sebagai sarana untuk Guru melaksanakan pembelajaran dengan mengacu kepada perencanaan yang sudah Guru melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode yang bervariasi sehingga mampu bertanggung jawab secara profesional Guru meningkatkan hasil belajar dari yang sebelum-sebelumnya Mendidik, mengajar dan mengemban tanggung jawab dengan baik sesuai aturan yang berlaku Guru mengikuti berbagai pelatihan untuk Daftar Pustaka