Journal Genta Mulia Volume16. Number 1, 2024 pp. P-ISSN 23553790E-ISSN: 25794655 Open Access: https://ejournal. id/index. php/gm PEMANFAATAN VIDEO ANIMASI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI SDN KARUNDANG 1 Patra Aghtiar Rakhman1 . Reksa Adya Pribadi2. Muhamad Fahrul3. Mohamad Rizky Al Hakim4 1,2,3,4PGSD FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Banten. Indonesia * Corresponding Author: parakhman@untirta. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan video animasi sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa di SDN Karundang 1. Keterampilan menyimak merupakan aspek penting dalam pembelajaran bahasa, namun banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan. Salah satu penyebab utama rendahnya keterampilan menyimak adalah metode pembelajaran yang cenderung monoton dan kurang menarik bagi siswa. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan penggunaan video animasi sebagai alternatif yang lebih interaktif, menarik, dan dapat meningkatkan perhatian serta pemahaman siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif untuk menggali pengalaman dan persepsi siswa serta guru terkait penerapan video animasi dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video animasi dapat meningkatkan keterampilan menyimak siswa secara signifikan, karena media ini menggabungkan elemen visual dan audio yang memudahkan siswa memahami materi dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan. Selain itu, video animasi juga dapat menciptakan suasana pembelajaran yang aktif dan mendorong motivasi belajar siswa. Meskipun demikian, penelitian ini juga mencatat beberapa tantangan, seperti keterbatasan fasilitas teknologi dan kendala teknis dalam penerapan video animasi. Secara keseluruhan, pemanfaatan video animasi terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa dan memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran di SDN Karundang 1, serta dapat dijadikan salah satu inovasi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan efektif. Kata Kunci : pembelajaran, video pembelajaran, media pembelajaran Abstract This research aims to analyze the use of animated videos as a learning medium in improving students' listening skills at SDN Karundang 1. Listening skills are an important aspect in language learning, but many students have difficulty understanding information conveyed orally. One of the main causes of low listening skills is learning methods that tend to be monotonous and less interesting for students. Therefore, this research proposes the use of animated videos as an alternative that is more interactive, interesting, and can increase students' attention and The approach used in this research is qualitative with descriptive methods to explore the experiences and perceptions of students and teachers regarding the application of animated videos in learning. The research results show that animated videos can significantly improve students' listening skills, because this media combines visual and audio elements which make it easier for students to understand the material in a more interesting and enjoyable way. Apart from that, animated videos can also create an active learning atmosphere and encourage student learning motivation. However, this research also notes several challenges, such as limited technological facilities and technical obstacles in implementing animated videos. Overall, the use of animated videos has proven to be effective in improving students' listening skills and has a positive Patra Aghtiar Rakhman1. Pemanfaatan Video Animasi impact on the learning process at SDN Karundang 1, and can be used as an innovation to create a more meaningful and effective learning experience. Keywords : learning, learning videos, learning media PENDAHULUAN Kemampuan menyimak merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Menyimak tidak hanya menjadi dasar dalam proses komunikasi yang efektif, tetapi juga menjadi fondasi dalam pengembangan keterampilan berbahasa lainnya, seperti berbicara, membaca, dan menulis. Bukan hanya itu Juandi . mengatakan dengan menguasai keterampilan menyimak, maka peserta didik dapat memperoleh informasi dari bahan simakan. Dalam konteks pembelajaran di sekolah dasar, keterampilan menyimak memiliki peran strategis dalam membangun kemampuan siswa untuk memahami informasi secara akurat dan menyampaikan ide dengan baik. Sesuai dengan pernyataan dengan Aunurrahman . bahwa menyimak sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memperluas wawasan, pengetahuan maupun hanya kesenangan. Namun, meskipun keterampilan ini penting, masih banyak siswa yang menunjukkan kemampuan menyimak yang rendah. Kemampuan menyimak yang rendah menjadi salah satu permasalahan yang sering ditemui di kalangan siswa sekolah dasar. Banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami isi cerita yang disampaikan secara lisan, menangkap informasi utama, serta menyimpulkan pesan dengan benar. Rendahnya keterampilan ini dapat berdampak negatif pada kemampuan mereka untuk memahami materi pelajaran secara keseluruhan, karena menyimak merupakan dasar dari berbagai aktivitas belajar, seperti membaca, berbicara, dan menulis. Kurangnya perhatian saat menyimak sering kali disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang menarik dan tidak mampu memotivasi siswa untuk Akibatnya, banyak siswa kehilangan kesempatan untuk mengasah kemampuan ini, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar mereka secara umum dan berpotensi menghambat perkembangan kemampuan berbahasa mereka (Sukardi, 2. Rendahnya keterampilan menyimak peserta didik disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah metode pembelajaran yang cenderung monoton. Guru sering menggunakan pendekatan tradisional, seperti membaca teks atau bercerita tanpa media Hal tersebut serupa dikatakan oleh Kurniaman . rendahnya taraf pembelajaran menyimak disebabkan oleh pemilihan metode pembelajaran yang kurang tepat dan materi yang disampaikan kurang membuat siswa tertarik. Kondisi ini membuat siswa merasa bosan, kehilangan konsentrasi, dan kurang termotivasi untuk menyimak dengan baik. Keterbatasan penggunaan teknologi atau media yang relevan dan menarik dalam pembelajaran juga menjadi salah satu kendala utama dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa. Dalam menghadapi tantangan tersebut, diperlukan inovasi dalam pembelajaran untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan efektif. Salah satu alternatif yang potensial adalah pemanfaatan video animasi sebagai media pembelajaran. Video animasi memiliki daya tarik visual yang tinggi dan mampu menyampaikan materi secara Sesuai dengan pernyataan Andrasari . penggunaan video animasi dalam pembelajaran dapat memberikan pengalaman yang lebih interaktif bagi siswa, karena mereka dapat melihat dan mendengarkan materi secara bersamaan, yang mendorong munculnya berbagai pertanyaan dan meningkatkan minat mereka untuk belajar lebih lanjut. kombinasi antara elemen visual, audio, dan narasi dalam video animasi dapat membantu siswa memahami informasi dengan lebih mudah dan Media ini juga memungkinkan siswa untuk belajar lebih fokus dalam P-ISSN: 23553790 E-ISSN: 25794655 | 35 Patra Aghtiar Rakhman1. Pemanfaatan Video Animasi memahami isi cerita yang disampaikan dan bisa belajar melalui pengalaman yang lebih nyata dan kontekstual. Di SDN Karundang 1, pemanfaatan video animasi diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa. Dengan menggunakan video animasi, guru dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan cara yang lebih menarik dan interaktif, sehingga siswa lebih fokus dan mampu memahami isi cerita atau informasi yang disampaikan. Penggunaan video animasi juga dapat membantu mengatasi keterbatasan metode konvensional, meningkatkan motivasi belajar siswa, dan memperbaiki hasil belajar mereka, khususnya dalam aspek keterampilan menyimak. Melalui implementasi video animasi, diharapkan siswa di SDN Karundang 1 dapat mengembangkan kemampuan menyimak mereka secara optimal. Media ini tidak hanya menjadi alat bantu pembelajaran, tetapi juga sebagai inovasi yang mendukung terciptanya pembelajaran yang bermakna dan efektif. Dengan demikian, pemanfaatan video animasi sejalan dengan tujuan pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan peserta didik yang kreatif, aktif, dan kompeten. Aturan penulisan ini dirancang untuk memandu penulis dalam mempersiapkan Ini merupakan aturan format baku yang disarankan oleh editor jurnal untuk Untuk menggunakan aturan penulisan ini, silahkan simpan data dalam bentuk MS word, dan salin dan tempelkan artikel pada lembaran ini. Artikel menggunakan format essai. Naskah diketik dengan spasi 1,15 menggunakan program MS Word dan disimpan dengan format yang sama. Batas margin kiri, kanan, atas, dan bawah berturut-turut adalah 3 cm, 2,5 cm, 2,5 cm, dan 2,5 cm dengan ukuran kertas A4. Nama penulis ditulis tanpa mencantumkan gelar akademik dan ditulis di bawah judul dan diikuti institusi asal penulis. Correspondence author ditandai dengan tanda bintang kecil kanan atas setelah nama penulis. E-mail correspondence addres ditulis sebagai catatan kaki. Editor akan menghubungi correspondence author saja dalam keperluan pengeditan naskah. Aturan urutan pada artikel hasil penelitian adalah: . judul dan nama penulis. abstrak dan kata kunci. pendahuluan terdiri dari latar belakang, sekilas tentang kajian referensi, dan tujuan penelitian. hasil penelitian dan pembahasan. ucapan terima kasih jika diperlukan. daftar pustaka. Aturan urutan pada artikel ide/konseptual adalah: . judul dan nama penulis. abstrak dan kata kunci. pendahuluan yang berisi latar belakang, tujuan dan keterbatasan tulisan. topik utama yang diangkat . apat dibagi ke dalam beberapa sub . penutup atau rangkuman. daftar pustaka. Penulisan kutipan harus menyebutkan nama belakang penulis yang dikutip (Bakker, 2010:. Beberapa pendapat bisa disarikan menjadi satu kalimat utuh dan ditulis lengkap para penulis yang dimaksud (Bakker, 2010. Gravemeijer, 2015. Waluyo & Dwika, 2. Penulis dengan jumlah lebih dari tiga dapat disingkat dengan menggunakan et. Pada kutipan kedua dan seterusnya (Susanto et. , 2016:. Sedangkan Sari et. merupakan contoh penulisan pendapat jika penulis ditulis di bagian awal kalimat. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam proses, pengalaman, dan hasil pemanfaatan video animasi dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa di SDN Karundang 1. Pendekatan kualitatif dipilih karena fokus penelitian ini adalah menggali pemahaman yang holistik tentang efektivitas media pembelajaran berbasis video animasi, serta untuk mengidentifikasi dinamika yang terjadi selama proses pembelajaran. Penelitian ini juga bertujuan untuk memahami persepsi siswa dan guru terkait penggunaan video animasi. P-ISSN: 23553790 E-ISSN: 25794655 | 36 Patra Aghtiar Rakhman1. Pemanfaatan Video Animasi serta faktor-faktor pendukung dan penghambat implementasinya dalam pembelajaran. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemanfaatan Video Animasi di SDN Karundang 1 Pemanfaatan video animasi sebagai media pembelajaran di SDN Karundang 1 dirancang untuk membantu siswa meningkatkan keterampilan menyimak dengan cara yang lebih menarik dan interaktif. Kelebihan media video pembelajaran adalah lebih efisien dan efektif karena membantu penyampaian pesan dalam sebuah pembelajaran tanpa terikat oleh bahan ajar lain (Ariani, 2006:. Video animasi menjadi pilihan yang ideal karena mampu menggabungkan elemen visual dan audio secara efektif, sehingga informasi dapat disampaikan dengan lebih jelas dan mudah dipahami oleh siswa. Guru menggunakan video animasi untuk menyampaikan berbagai materi pembelajaran, seperti cerita rakyat, dongeng, atau konsep-konsep dasar yang terdapat dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar dengan cara mendengarkan tetapi juga melalui visualisasi yang mendukung pemahaman mereka terhadap materi. Proses pembelajaran dengan video animasi dilakukan secara terstruktur. Siswa diajak untuk menyimak cerita atau penjelasan dalam video dengan fokus, kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama teman dan guru mengenai isi video tersebut. Metode ini membantu siswa dalam mengasah kemampuan mereka untuk memahami isi cerita, mengenali ide pokok, serta menangkap detail informasi yang penting. Guru juga memberikan tugas seperti menjawab pertanyaan berdasarkan video, menyusun rangkuman, atau menceritakan kembali isi video sebagai cara untuk memastikan siswa benar-benar memahami materi yang telah disampaikan. Langkah-langkah ini tidak hanya meningkatkan keterampilan menyimak tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis Selain meningkatkan pemahaman, video animasi juga mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan menarik. Dengan perpaduan visual, warna, suara, dan narasi yang menarik, media ini dapat mempertahankan perhatian siswa lebih lama dibandingkan dengan metode pembelajaran tradisional. Hal ini sangat membantu siswa yang memiliki gaya belajar visual-auditori, karena mereka dapat memanfaatkan kekuatan visualisasi dan pendengaran secara bersamaan. Suasana kelas menjadi lebih hidup, dan siswa terlihat antusias saat mengikuti pembelajaran menggunakan video animasi. Video animasi juga berdampak pada motivasi belajar siswa. Media ini memberikan pengalaman baru yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif selama pembelajaran. Mereka lebih tertarik untuk terlibat dalam diskusi, menjawab pertanyaan, atau menyampaikan pendapat berdasarkan isi video yang Guru mencatat bahwa siswa menunjukkan respons yang lebih positif terhadap pembelajaran ketika media ini digunakan, yang mencerminkan bahwa video animasi memiliki kemampuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa secara keseluruhan. Pemanfaatan video animasi di SDN Karundang 1 memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan menyimak siswa sekaligus menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Media ini tidak hanya membantu siswa dalam memahami materi tetapi juga mendorong suasana pembelajaran yang aktif, interaktif, dan menyenangkan. Dengan hasil yang positif ini, video animasi menjadi salah satu inovasi media pembelajaran yang dapat terus dikembangkan untuk mendukung proses belajar-mengajar di sekolah dasar. Tantangan Pemanfaatan Video Animasi di SDN Karundang 1 Meskipun pemanfaatan video animasi dalam pembelajaran di SDN Karundang 1 P-ISSN: 23553790 E-ISSN: 25794655 | 37 Patra Aghtiar Rakhman1. Pemanfaatan Video Animasi terbukti efektif, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi untuk memastikan Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan fasilitas teknologi di Tidak semua ruang kelas dilengkapi dengan perangkat pendukung seperti proyektor, laptop, atau speaker berkualitas untuk memutar video animasi dengan baik. Bukan hanya itu kualitas konten animasi yang berkaitan dengan akurasi informasi, kecocokan dengan kurikulum, dan keterhubungan dengan kehidupan nyata siswa juga termasuk ke dalam tantangan dalam pemanfaatan media (Melati, 2023:. Akibatnya, guru sering kali harus berbagi fasilitas dengan kelas lain atau menggunakan peralatan pribadi, yang terkadang menyebabkan gangguan dalam jadwal pembelajaran. Hal ini menuntut guru dan sekolah untuk lebih kreatif dan fleksibel dalam menyiasati keterbatasan tersebut. Selain keterbatasan fasilitas, tantangan lain adalah pemilihan konten video animasi yang sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan siswa. Guru perlu meluangkan waktu untuk mencari video yang relevan atau bahkan membuat sendiri animasi sederhana jika tidak tersedia sumber yang memadai. Proses ini membutuhkan keterampilan tambahan dalam menggunakan perangkat lunak pengeditan atau desain animasi. Selain itu, guru harus memastikan bahwa isi video sejalan dengan tingkat pemahaman siswa agar materi yang disampaikan dapat dicerna dengan baik. Video animasi yang terlalu kompleks atau tidak sesuai dengan konteks pembelajaran dapat menyebabkan siswa kehilangan fokus atau kesulitan dalam memahami isi materi. Perbedaan kemampuan siswa dalam menyimak juga menjadi tantangan dalam penerapan video animasi. Tidak semua siswa memiliki kecepatan yang sama dalam menangkap informasi dari video. Beberapa siswa mungkin membutuhkan panduan tambahan untuk memahami isi cerita atau penjelasan dalam video animasi. Guru harus memberikan perhatian khusus kepada siswa yang mengalami kesulitan, misalnya dengan memberikan penjelasan ulang, latihan tambahan, atau mendiskusikan materi secara berkelompok agar semua siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Kendala teknis juga sering muncul dalam penggunaan video animasi. Masalah seperti perangkat yang rusak, koneksi internet yang tidak stabil, atau kualitas video yang kurang baik dapat menghambat kelancaran proses pembelajaran. Gangguan teknis ini dapat mengurangi efektivitas media pembelajaran dan membuat siswa kehilangan Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang matang, termasuk memeriksa perangkat sebelum digunakan dan menyediakan cadangan materi atau metode alternatif jika terjadi kendala teknis. Agar penggunaan video animasi berjalan dengan lancar, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan. Pihak sekolah perlu berinvestasi dalam pengadaan fasilitas teknologi yang memadai serta memberikan pelatihan kepada guru untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam menggunakan media pembelajaran berbasis digital. Dengan adanya perencanaan yang matang, pemilihan konten yang tepat, dan dukungan teknis yang optimal, tantangan-tantangan ini dapat diatasi sehingga pemanfaatan video animasi dapat memberikan manfaat maksimal dalam meningkatkan keterampilan menyimak Dampak Pemanfaatan Video Animasi di SDN Karundang 1 Pemanfaatan video animasi sebagai media pembelajaran memberikan dampak positif yang signifikan terhadap proses belajar-mengajar, terutama dalam meningkatkan keterampilan siswa. Salah satu dampak positifnya adalah peningkatan motivasi belajar Video animasi yang menarik, dengan kombinasi visual dan audio yang interaktif, mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menarik perhatian siswa. Hal ini membuat siswa lebih fokus dan antusias dalam menyimak materi yang disampaikan, sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif. Media ini juga sangat P-ISSN: 23553790 E-ISSN: 25794655 | 38 Patra Aghtiar Rakhman1. Pemanfaatan Video Animasi membantu siswa dengan gaya belajar visual-auditori untuk memahami materi dengan lebih baik. Selain itu, video animasi mempermudah guru dalam menjelaskan konsep-konsep yang sulit dipahami melalui metode pembelajaran konvensional. Dengan visualisasi yang mendetail, siswa dapat melihat ilustrasi konsep yang abstrak atau rumit, seperti proses alam, hubungan sebab-akibat, atau cerita fiksi. Hal ini meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Dampak positif lainnya adalah penguatan keterampilan menyimak siswa. Dengan tugas-tugas seperti menceritakan kembali isi video atau menjawab pertanyaan, siswa dilatih untuk menangkap ide utama dan detail penting dari informasi yang disampaikan. Namun, pemanfaatan video animasi juga memiliki dampak negatif yang perlu Salah satu dampak negatifnya adalah potensi ketergantungan pada media Jika video animasi terlalu sering digunakan tanpa disertai metode pembelajaran lainnya, siswa dapat kehilangan kemampuan untuk belajar melalui cara tradisional, seperti membaca atau mendengarkan penjelasan guru secara langsung. Ketergantungan ini juga dapat mengurangi kemampuan siswa dalam mengembangkan imajinasi, karena video animasi cenderung memberikan visualisasi yang sudah jadi. Dampak negatif lainnya adalah kemungkinan gangguan teknis yang dapat menghambat proses pembelajaran. Masalah seperti perangkat yang rusak, koneksi internet yang tidak stabil, atau kualitas video yang kurang baik dapat mengurangi efektivitas pembelajaran. Ketika kendala ini terjadi, suasana kelas bisa menjadi kacau, dan siswa kehilangan fokus pada materi. Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan atau memperbaiki perangkat juga dapat mengurangi efisiensi waktu Video animasi juga memerlukan biaya dan sumber daya tambahan, baik untuk pengadaan perangkat teknologi maupun untuk produksi atau pembelian konten yang Bagi sekolah dengan anggaran terbatas, hal ini dapat menjadi tantangan Oleh karena itu, meskipun video animasi memiliki banyak manfaat, penggunaannya harus diimbangi dengan perencanaan yang matang dan strategi pembelajaran yang bervariasi agar dampak negatifnya dapat diminimalkan. Kombinasi yang seimbang antara media digital dan metode pembelajaran tradisional dapat menciptakan proses belajar yang lebih holistik dan efektif. SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari paragraf tersebut adalah bahwa kemampuan menyimak sangat penting dalam perkembangan berbahasa siswa, namun di SDN Karundang 1, rendahnya kemampuan menyimak siswa disebabkan oleh metode pembelajaran yang monoton. Pemanfaatan video animasi terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa dengan cara yang interaktif dan menyenangkan, meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan fasilitas teknologi dan pemilihan konten yang tepat. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan perencanaan matang, dukungan fasilitas yang memadai, dan pelatihan bagi guru. Dengan pendekatan yang tepat, video animasi dapat meningkatkan motivasi dan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Berdasarkan pembahasan dalam artikel ini, terdapat beberapa saran yang dapat diberikan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan video animasi dalam pembelajaran di SDN Karundang 1. Pertama, sekolah perlu melakukan evaluasi terhadap fasilitas teknologi yang ada dan memastikan ketersediaan perangkat yang memadai, seperti proyektor, komputer, atau koneksi internet yang stabil, agar pembelajaran berbasis video animasi dapat berjalan dengan optimal. Kedua, pemilihan konten video animasi harus disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku dan karakteristik materi yang diajarkan, agar siswa dapat memahami konsep dengan lebih baik. Selain itu, guru perlu P-ISSN: 23553790 E-ISSN: 25794655 | 39 Patra Aghtiar Rakhman1. Pemanfaatan Video Animasi diberikan pelatihan khusus mengenai penggunaan media animasi dalam pembelajaran, sehingga mereka dapat memanfaatkan teknologi ini secara efektif dan kreatif. Terakhir, untuk mengatasi perbedaan kemampuan menyimak siswa, diperlukan pendekatan yang lebih personal, seperti pemberian tugas tambahan atau diskusi kelompok yang dapat membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi. Dengan langkahlangkah ini, diharapkan pemanfaatan video animasi dapat memberikan dampak yang lebih besar dalam meningkatkan keterampilan menyimak dan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. DAFTAR PUSTAKA