Penerapan Metode Dakwah pada Masyarakat Multikultural di Kelurahan Pampang Kecamatan Panakkukang Kota Makassar Herman1. Syamsul Bahri2 Sekolah Tinggi Agama Islam Darud Dakwah Wal-Irsyad Makassar1, 2 Email: hermanjamal1295@gmail. syamsulancu0410@gmail. P-ISSN : 2745-7796 E-ISSN : 2809-7459 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan metode dakwah dalam masyarakat multikultural Kelurahan Pampang. Makassar, dengan fokus pada tiga pendekatan utama yaitu Bi Al-hikmah . Mauizatul Hasanah . , dan Mujadilhum Billati Hiya Ahsan . iskusi dengan cara terbai. Ketiga metode tersebut dianalisis berdasarkan implementasinya dalam kehidupan sosial-keagamaan masyarakat, serta kontribusinya dalam membangun kesadaran beragama, harmoni sosial, dan ketahanan moral komunitas. Metode Bi Al-hikmah menunjukkan bahwa keberhasilan dakwah sangat dipengaruhi oleh penghormatan terhadap keberagaman serta keterlibatan aktif pemerintah dan organisasi sosial-keagamaan. Pendekatan yang menghargai konteks budaya dan sosial masyarakat setempat menciptakan suasana damai, toleran, dan partisipatif. Selanjutnya, metode Mauizatul Hasanah memperlihatkan bahwa penyampaian dakwah melalui nasehat yang lembut dan edukatif memiliki dampak signifikan dalam membentuk karakter generasi Program-program bimbingan yang berbasis nilai moral dan spritual berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan agama sejak dini, baik bagi anak-anak maupun orang tua. Adapun metode Mujadilhum Billati Hiya Ahsan menekankan pentingnya pendekatan personal dan diskusi yang terbuka dalam menyelesaikan permasalahan keagamaan dan sosial. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat hubungan antara pendakwah dan madAou secara individual, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keharmonisan antargolongan melalui musyawarah yang adil dan beradab. Kata Kunci: Metode Dakwah. Toleransi. Multikultural. http://jurnal. id/index. php/aujpsi DOI : https://doi. org/10. PENDAHULUAN Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan sebuah bangsa yang terdiri dari beraneka ragam suku, adat istiadat, budaya, bahasa dan agama. Dengan keberagaman tersebut. Indonesia dikenal sebagai negara yang menganut prinsip Multikulturalisme. Dalam konteks agama, ada enam agama yang diakui oleh Indonesia, yaitu Islam. Kristen Protestan. Kristen Katolik. Hindu. Buddha, dan Konghucu. Konsep multikulturalisme ini bersumber dari nilai-nilai universal Islam yang dikenal sebagai AuIslam Rahmatan Lil AlaminAy yang artinya ajaran Islam bukan hanya rahmat bagi umat Islam saja, tetapi juga bagi semua manusia dari berbagai agama, budaya, ras, dan etnis. Hal ini mengakui realitas kehidupan manusia yang multikultural dan plural, di mana masyarakat terdiri dari Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 160-168, 2025 | 160 Penerapan Metode Dakwah pada Masyarakat Multikultural di Kelurahan Pampang Kecamatan Panakkukang Kota Makassar Herman. Syamsul Bahri beragam suku, etnis, budaya, dan agama yang berbeda. Tingginya tingkat keberagaman yang ada di Indonesia rawan akan munculnya ketegangan, konflik dan perpecahan. Oleh sebab itu, diperlukan tindakan untuk menumbuhkan kesadaran multikultural agar nilai-nilai prasangka negatif, menciptakan dialog dan saling mengenal perbedaan yang ada sehingga dapat saling menghargai dan Toleransi beragama merupakan kunci utama bagi rakyat Indonesia untuk mempersatukan segala keberagaman yang Toleransi berarti penerimaan secara terbuka terhadap perbedaan-perbedaan yang ada dan memandangnya sebagai keunikan dan ciri khas bangsa Indonesia. Agama sangat berperan aktif dalam menciptakan toleransi di lingkungan Islam sebagai agama yang tanggungjawab agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan di antara umat, dalam bentuk pelaksanaan dakwah antaragama tanpa mengesampingkan toleransi Seluruh metode dakwah yang diterapkan dalam ajaran Islam telah mencerminkan tingginya nilai toleransi dalam berdakwah, tanpa ada paksaan maupun tekanan dalam berdakwah. Allah swt berfirman dalam QS. Al-Baqarah/2:256 AIEA eAa O aI Ia e cO eaA A A O e IeaI aOO e Oacc I Oe aI a OIcOeI A c Aee eaA OaeI eaIA AIA AaO OA aI aO eaA e IaaO e Aae CO IA AA AIA AIA Aec AA AAeA Aa a OA Aa Iac Oae aO EA AcO a Oa ea Ia IA UAe Oa c IU Ia Oa c IA Aa eI Ia Ia EA AEA IA A e Oa IA Aa IA Terjemahnya: AuTidak ada paksaan dalam agama Islam. Sungguh, telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Siapa yang ingkar kepada tagut dan beriman kepada Allah sungguh telah berpegang Muhammad Turhan Yani, dkk. AuIslam dan Multikulturalisme: Urgensi. Transformasi, dan Implementasi dalam Pendidikan FormalAy. Jurnal Pendidikan Agama Islam, vol. 8 no. , h. teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan Allah Maha Mendengar lagi Maha MengetahuiAy. Dalam kitab LubAbut Tafsir min Ibnu Katsir yang di tauqiq . oleh Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh yang diterjemahkan oleh M. Abdul Ghoffar E. , disebutkan bahwa Allah menegaskan agar tidak ada pemaksaan dalam memeluk agama Islam. DalilDalil dan bukti-bukti ajaran Islam sudah sangat jelas dan gamblang, sehingga tidak perlu melakukan pemaksaan terhadap individu untuk memeluknya. Orang yang hatinya tertutup oleh Allah dan pendengaran serta penglihatannya terkunci, tidak akan mendapat manfaat dari paksaan atau tekanan untuk masuk Islam. Inti dari toleransi adalah kesungguhan dan keikhlasan. Ikhlas dalam menjalani agama tanpa adanya paksaan atau campur tangan dari pihak lain. Quraisy Shihab menyatakan bahwa tidaklah dipaksa kepercayaan terhadap agama, karena Allah merasakan kedamaian. Mengapa ada dipaksa, padahal jalan yang benar dan jalan yang sesat telah. Tidak ada paksaan dalam menganut agama karena telah jelas mana jalan yang lurus. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dimengerti secara sadar bahwa Islam dengan tegas menyerukan kepada pemeluknya agar menjunjung tinggi sikap toleransi. Toleransi artinya pemberian kebebasan kepada setiap individu untuk melakukan segala hal yang menjadi hak dan kewajibannya, dengan catatan hal tersebut tidak memberikan dampak negatif kepada individu lainnya. Kementrian Agama. AuQurAoan KemenagAy. Official Website Departemen Kementrian Agama RI. Iqbal Amar Muzaki. AuPendidikan Toleransi Menurut QS Al-Baqarah ayat 256 Prespektif Ibnu KatsirAy. Jurnal Wahana Karya Ilmiah, vol. 3 no. , h. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 160-168, 2025 | 161 Penerapan Metode Dakwah pada Masyarakat Multikultural di Kelurahan Pampang Kecamatan Panakkukang Kota Makassar Herman. Syamsul Bahri Dengan kondisi masyarakat yang ragam akan suku dan agama, maka dakwah kultural harus berperan aktif mencakup seluruh lapisan masyarakat. Terkhusus di Kelurahan Pampang. Kota Makassar Kota Makassar, yang merupakan sebuah wilayah yang dipadati oleh penduduk yang memiliki keragaman budaya dan agama, masyarakat tersebut berasal dari berbagai daerah dan memilih menetap dengan membawa budayanya masingmasing. Di satu sisi keberagaman yang tercipta dari perbedaan yang ada dapat menjadi sebuah ciri khas kekayaan akan hasanah budaya dan agama, namun di sisi lainnya apabila keberagaman tersebut tidak diterima dengan baik maka akan melahirkan disharmonisasi yang rentan menimbulkan hingga benturan. Tabel : Rincian Jumlah Penduduk Kelurahan Pampang. Kota Makassar Kelompok LakiPerem Agama Laki Jumlah Islam Kristen Protestan Kristen Katholik Kristen Pantekosta Budha Hindu TOTAL Sumber Data: Pemereintah Kelurahan Pampang. Kota Makassar Data diatas mampu memberikan Gambaran kemajemukan Masyarakat Kel. Pampang Kota Makassar. Potensi konflik besar terjadi pada Masyarakat multicultural hanya karena berawal dari salah paham dan Untuk mencegah hal tersebut terjadi maka dakwah multikultural sangat penting dilakukan untuk mendorong terjalinnya dialog positif antar semua pihak yang terlibat di dalamnya dengan senantiasa menyesuaikan pesan agama dengan realitas budaya setempat agar lebih relevan dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat. Hingga akhirnya dakwah multikultural dapat pemahaman dan penerimaan terhadap keberagaman yang ada, sehingga dakwah multikultural dapat membantu mencegah konflik dan menjaga harmoni dalam masyarakat yang beragam. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan Manajemen Dakwah. Sumber data penelitian ini yaitu: Pemerintah Kelurahan Pampang. Kota Makassar. Tokoh Agama. Masyarakat. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengelolaan dan analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data, analisis perbandingan dan penarikan HASIL DAN PEMBAHASAN Metode Bi Al-hikmah (Kebijaksanaa. Toleransi keberagaman Keberhasilan suatu dakwah dapat diliat dari seberapa besar pesan dakwah yang memberikan perubahan nyata pada diri madAou-nya dan bagaimana para penerima dakwah ini dapat menerapkan pengetahuan yang diperolehnya dalam kehidupan sosial Kondisi masyarakat di Kelurahan Pampang. Kota Makassar menunjukkan potret kehidupan sosial yang harmonis dalam bingkai keberagaman. Masyarakatnya sangat terbuka dan menjunjung tinggi hak setiap Edwin Pebriyanto and Ali Hasan Siswanto. AuJurnal Penelitian Nusantara Kearifan Lokal Dan Multikulturalisme Dalam Dakwah Nusantara : Revitalisasi Nilai Lokal Dalam Merespons Globalisasi Menulis : Jurnal Penelitian NusantaraAy 1, no. 756Ae61. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 160-168, 2025 | 162 Penerapan Metode Dakwah pada Masyarakat Multikultural di Kelurahan Pampang Kecamatan Panakkukang Kota Makassar Herman. Syamsul Bahri individu untuk memeluk dan menjalankan keyakinan agamanya masing-masing tanpa Keberagaman budaya dan agama yang hadir di tengahtengah kehidupan warga bukan menjadi sumber konflik, melainkan dipahami sebagai kekayaan sosial yang memperkuat jalinan Kesadaran kolektif untuk saling menghargai telah menjadi fondasi dalam menjaga kerukunan dan membangun lingkungan yang inklusif dan damai. Pengakuan terhadap pluralitas ini tidak hadir secara tiba-tiba, melainkan tumbuh dari budaya saling menghormati yang telah mengakar dan dipelihara dari waktu ke waktu. Warga Kelurahan Pampang. Kota Makassar mampu menjalin relasi sosial yang hangat meskipun berasal dari latar belakang agama dan suku yang berbeda. Kepedulian terhadap sesama, kerja sama dalam kegiatan sosial, dan keterlibatan aktif dalam pembangunan lingkungan menjadi wujud nyata dari semangat toleransi tersebut. Nilai-nilai kebersamaan ini menjadikan masyarakat Pampang sebagai contoh dalam membangun kohesi sosial di tengah kemajemukan. Salah satu faktor penting yang mendorong terciptanya situasi harmonis ini adalah peran strategis tokoh agama dan tokoh pemerintah setempat. Para tokoh tersebut tidak hanya hadir sebagai pemimpin formal, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara kelompok-kelompok Mereka mengedepankan pendekatan yang humanis, memahami konteks sosial dan budaya warga, serta membangun komunikasi yang empatik dan penuh penghargaan. Dengan cara ini, pesan-pesan moral, keagamaan, maupun sosial yang mereka sampaikan menjadi lebih mudah diterima dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan yang digunakan oleh para tokoh tersebut mencerminkan prinsip dakwah multikultural dan dialog antarbudaya, yang sangat relevan dalam masyarakat plural seperti Indonesia. Dakwah yang tidak bersifat menggurui, melainkan dialogis dan membangun pemahaman bersama. Dalam konteks Kelurahan Pampang. Kota Makassar, pendekatan ini telah terbukti mampu memperkuat semangat persaudaraan lintas agama dan budaya, serta menjadi pondasi kokoh dalam menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan toleran. Kolaborasi Pemerintah dan Organisasi Masyarakat dalam Kegiatan Keagamaan. Keterlibatan pemerintah dan kolaborasi antar organisasi sangat penting dalam pelaksanaan kegiatan sosial keagamaan. Pemerintah dapat memberikan dukungan dalam bentuk fasilitas, perizinan dan sumber antarorganisasi memperluas jangkauan dan dampak kegiatan tersebut. 5 Sinergi antara pemerintah dan organisasi juga menciptakan kerangka kerja yang lebih kokoh dan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, baik dalam ranah keagamaan maupun sosial. Kegiatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak dalam perayaan keagamaan memberikan banyak manfaat nyata bagi Salah terbentuknya kerja sama lintas sektor, yang lembaga pemerintah, dan tokoh agama. Kolaborasi ini memungkinkan penggabungan sumber daya yang lebih efektif dan efisien, sehingga pelayanan kepada masyarakat dalam momen-momen penting seperti perayaan keagamaan menjadi lebih optimal. Keterlibatan semua elemen ini juga Agus Riyadi. AuHarmoni Beragama : Model Dakwah Multikultural Untuk Membangun Perdamaian Di Nusantara,Ay Mawa Izh Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan 15, no. 1Ae25, https://doi. org/10. 32923/maw. Zainol Huda. AuDakwah Islam Multikultural (Metode Dakwah Nabi SAW Kepada Umat Agama Lai. ,Ay Religia . https://doi. org/10. 28918/religia. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 160-168, 2025 | 163 Penerapan Metode Dakwah pada Masyarakat Multikultural di Kelurahan Pampang Kecamatan Panakkukang Kota Makassar Herman. Syamsul Bahri terhadap keragaman agama dan budaya yang memperkuat semangat saling menghargai antarumat beragama. Pemerintah setempat memegang peranan penting dalam menyukseskan kegiatan sosial keagamaan melalui dukungan resmi dan fasilitasi yang mereka berikan. Keterlibatan pemerintah tidak hanya menambah legitimasi kegiatan tersebut, tetapi juga membuka ruang kepercayaan masyarakat terhadap institusi Dalam kolaborasi ini, setiap pihak membawa kapasitas dan keahliannya masing-masing, yang jika disatukan akan mempercepat pencapaian tujuan bersama. Semangat gotong royong dan keterbukaan menjadi landasan utama terciptanya harmoni dalam menjalankan program sosial dan keagamaan yang inklusif dan berkelanjutan. Selain aspek kolaborasi, koordinasi yang baik dengan pihak-pihak berwenang menjadi faktor krusial untuk menjamin kelancaran pelaksanaan kegiatan. Proses ini mencakup perencanaan yang matang, pengaturan teknis, serta pengawasan agar setiap acara dapat berjalan secara aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Upaya ini juga dimaksudkan untuk mencegah potensi gangguan sosial maupun isu keamanan yang bisa muncul jika tidak dikelola dengan baik. Dengan adanya komunikasi yang intensif antarstakeholder, kegiatan sosial keagamaan tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan menciptakan kedamaian di tengah masyarakat. Metode Mauizatul Hasanah (Naseha. Nasehat Mauizatul Hasanah merupakan metode dakwah yang mengutamakan tutur kata yang lembut, perkataan yang memberikan pemahaman dan berisi ajakan kepada semua orang untuk merenungkan dan memperbaiki diri mereka sendiri. 7 metode ini bermaksud Shihabuddin Najih. AuMauAoIdzah Hasanah Dalam Al- untuk menumbuhkan hubungan yang baik antara dai dan madAou-nya, serta menanamkan nilai-nilai moral dan spritual yang positif dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilan program pemerintah dalam masyarakat selama ini telah mulai menunjukkan hasil menumbuhkan kesadaran akan pentingnya nilai-nilai sosial dan keagamaan. Meski demikian, tantangan terbesar seringkali datang dari kalangan remaja yang sedang berada dalam fase transisi menuju Pada tahap ini, mereka cenderung mencari jati diri dan memiliki sensitivitas tinggi terhadap segala bentuk nasihat atau arahan. Oleh karena itu, disesuaikan dengan karakteristik mereka, tidak bisa lagi dilakukan dengan cara yang otoritatif atau memaksa. Dalam menyampaikan nasihat atau bimbingan kepada remaja, dibutuhkan kebijaksanaan dan empati yang tinggi. Komunikasi harus dilakukan dengan menggunakan bahasa yang halus, tidak menggurui, dan menghormati keberadaan mereka sebagai individu yang sedang Penggunaan contoh konkret dari kehidupan nyata akan jauh lebih efektif dibandingkan sekadar memberikan teori atau Remaja lebih mudah tergerak oleh keteladanan dan pendekatan emosional yang membangun kepercayaan, ketimbang tekanan yang justru bisa memicu perlawanan atau Oleh sebab itu, pendekatan yang persuasif dan dialogis lebih mampu membuka hati serta pemahaman mereka. QurAoan Dan Implementasinya Dalam Bimbingan Konseling Islam,Ay Ilmu Dakwah 36, no. 144Ae69, file:///C:/Users/THINKPAD/Downloads/1629-4304-1PB. Vivi Kamelia. AuMetode Dakwah Mauidzatil Hasanah Dalam Membentuk Karakter Santri Pondok Pesantren Al-Ikhlas Desa Keagungan Ratu Kabupaten Tulang Bawang Barat,Ay Skripsi, 2019, 17Ae20. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 160-168, 2025 | 164 Penerapan Metode Dakwah pada Masyarakat Multikultural di Kelurahan Pampang Kecamatan Panakkukang Kota Makassar Herman. Syamsul Bahri Melalui metode bimbingan yang tepat, program-program dijalankan terbukti mampu memberikan pengaruh positif, terutama dalam membentuk sikap dan perilaku generasi muda. Kesadaran akan pentingnya menjauhi perilaku negatif serta memilih jalan hidup yang lebih bermakna mulai tumbuh di kalangan remaja. Ini menegaskan bahwa pendidikan karakter dan pembinaan moral merupakan elemen penting dalam membangun masyarakat yang sehat dan harmonis. Keberhasilan ini sekaligus menjadi cerminan bahwa kerja keras semua pihak dalam menjalankan program-program tersebut telah memberi perubahan sosial yang konstruktif. Bimbingan dan pengajaran Hasil penerapan metode Mauizatul Hasanah dalam bimbingan dan pengajaran, tujuannya tidak hanya untuk memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan membangun kesadaran moral yang kuat pada masyarakat. Pendekatan ini berfokus pada membangun hubungan yang positif dan pendidik/pembimbing dengan masyarakay yang dibimbing, serta membantu ilmu pengetahuan mereka tumbuh dan berkembang secara terus-menerus. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah setempat bersama tokoh-tokoh agama dalam mensosialisasikan pentingnya pendidikan dan pemahaman agama telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Melalui pendekatan yang bersifat persuasif dan edukatif, mereka berhasil menyentuh berbagai lapisan masyarakat, khususnya dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini. Kegiatan seperti majelis taklim, pelatihan keagamaan, dan program bimbingan rohani menjadi sarana yang efektif dalam menyampaikan pesan moral dan spiritual kepada masyarakat luas. M Ramdhan. AuMetode Dakwah Masyarakat Multikultur,Ay Jurnal JMDIK (Manajemen Dakwah Dan Ilmu Komunikas 1, no. : 1Ae245. Kesadaran para orang tua terhadap pentingnya pendidikan agama bagi anakanak mereka pun mengalami peningkatan yang signifikan. Banyak dari mereka tidak hanya mendorong anak-anaknya untuk giat menimba ilmu, tetapi juga turut aktif mengikuti kegiatan keagamaan yang Fenomena perubahan pola pikir yang lebih terbuka dan progresif, di mana pendidikan agama tidak lagi dianggap hanya sebagai kewajiban formal, tetapi sebagai kebutuhan mendasar untuk membentuk karakter dan akhlak mulia dalam keluarga. Dengan masyarakat terhadap pendidikan agama, inisiatif pemerintah setempat menjadi semakin relevan dan tepat sasaran. Programprogram yang dirancang untuk memperkuat pemahaman keislaman tidak hanya menyasar anak-anak dan remaja, tetapi juga memberikan ruang bagi para orang tua untuk belajar dan memperdalam ajaran Islam. Hal ini menciptakan lingkungan yang kondusif di Kelurahan Pampang. Kota Makassar dalam membentuk keluarga yang religius, harmonis. Sinergi masyarakat dan pemerintah ini menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi yang berakhlak, berilmu, dan memiliki landasan spiritual yang kokoh. Metode Mujadilhum Billati Hiya Ahsan Pendekatan personal Pendekatan personal merupakan salah satu langkah penting untuk membangun hubungan yang kuat dan memperdalam pemahaman antara pendakwah serta individu yang didakwahi. 10 Pendakwah terlebih dahulu harus berusaha untuk memahami individu secara pribadi, termasuk latar Wahyu Budiantoro and Khafidhoh Dwi Saputri. AuPengembangan Dakwah Multikultural Di Era Digital,Ay ICODEV: Indonesian Community Development Journal 2, no. : 13Ae22, https://doi. org/10. 24090/icodev. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 160-168, 2025 | 165 Penerapan Metode Dakwah pada Masyarakat Multikultural di Kelurahan Pampang Kecamatan Panakkukang Kota Makassar Herman. Syamsul Bahri belakang, prespektif individu terhadap agama dan kehidupan tanpa menghakimi ataupun Keberhasilan para muballigh dalam membangun kedekatan secara personal dengan jamaahnya menjadi salah satu kunci utama dalam efektivitas dakwah di tengah Kedekatan ini tidak semata-mata dibangun melalui ceramah keagamaan, tetapi juga melalui interaksi sehari-hari yang penuh empati dan kepedulian. Para muballigh hadir bukan hanya sebagai penyampai pesan agama, tetapi juga sebagai sahabat, pendengar, dan penolong dalam berbagai situasi kehidupan jamaahnya. Kehadiran mereka yang konsisten dalam berbagai aktivitas sosial membuat keberadaan muballigh terasa nyata dan dibutuhkan oleh Lebih jauh lagi, hubungan yang dibangun para muballigh meluas ke ranah sosial kemasyarakatan, di mana mereka mampu berbaur dan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan warga. Di wilayah seperti Kelurahan Pampang. Kota Makassar yang dikenal multikultural, keberhasilan muballigh menghargai perbedaan suku, budaya, dan Mereka tidak memaksakan ajaran, tetapi mengedepankan pendekatan yang dialogis dan humanis, sehingga masyarakat merasa dihormati dan terbuka untuk Dengan menjunjung tinggi nilai menciptakan suasana dakwah yang sejuk dan Dalam pesan-pesan agama, para muballigh juga menunjukkan kecakapan dalam memilih bahasa dan istilah yang sesuai dengan konteks masyarakat yang mereka hadapi. Mereka menghindari istilah yang kaku atau sulit dipahami, dan lebih memilih ungkapan yang sederhana namun mengena, agar pesan dakwah dapat diterima dengan baik. Proses penyampaian dakwah yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman audiens ini menjadikan kegiatan dakwah lebih relevan dan efektif. Dengan pendekatan yang lembut, komunikatif, dan penuh pengertian, para muballigh tidak hanya menyampaikan ajaran agama, tetapi juga membangun kesadaran spiritual dan sosial dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Pendekatan diskusi Metode dakwah mujadilhum billati hiya ahsan mengacu pada pendekatan berdiskusi untuk menyelesaikan masalah antar individu maupun golongan pada masyarakat di Kelurahan Pampang. Kota Makassar dengan cara yang baik. 12 Dalam hal ini, metode ini menekankan pentingnya berkomunikasi secara terbuka, adil dan beradab dalam menyelesaikan perbedaan pendapat atau konflik yang muncul antar kelompok yang berbeda dalam masyarakat. Pentingnya penggunaan argumentasi yang baik dan bermutu, serta menghormati pandangan dan kepercayaan orang lain dalam diskusi. Dengan berdiskusi mendorong terjadinya dialog yang bermanfaat, dimana semua pihak dapat saling mendengarkan, memahami, dan mencari solusi yang menguntungkan semua Metode dakwah yang mengedepankan bentuk diskusi dan musyawarah mufakat memiliki peran penting dalam merespons berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Kelurahan Pampang. Kota Makassar. Dalam lingkungan yang majemuk, pendekatan ini menjadi sarana efektif untuk membangun komunikasi yang sehat antara individu maupun kelompok dengan latar belakang yang berbeda. Alih-alih menempuh cara-cara konfrontatif, diskusi terbuka memungkinkan Annisa Zahra Salsabia. Chatib Saefullah, and Rojudin Rojudin. AuPenerapan Metode Mujadalah Dalam Dialog Antar Iman,Ay Tabligh: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam 8, no. : 25Ae 42, https://doi. org/10. 15575/tabligh. Nawawi Nawawi. AuDakwah Dalam Masyarakat Multikultural,Ay KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi https://doi. org/10. 24090/komunika. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 160-168, 2025 | 166 Penerapan Metode Dakwah pada Masyarakat Multikultural di Kelurahan Pampang Kecamatan Panakkukang Kota Makassar Herman. Syamsul Bahri setiap pihak menyampaikan pendapat dan aspirasinya dengan saling menghargai, sehingga konflik yang muncul dapat diselesaikan secara damai dan konstruktif. Salah satu bentuk nyata dari pendekatan ini adalah penerapan metode dakwah Mujadalah, yakni dakwah melalui dialog yang penuh hikmah dan argumentasi yang Metode ini menekankan pentingnya menyampaikan pendapat dengan adab, sehingga tercipta suasana yang mendukung terjadinya saling pengertian. Di Kelurahan Pampang. Kota Makassar yang memiliki masyarakat dengan latar belakang agama dan budaya yang beragam, pendekatan ini sangat Dengan Mujadalah, masyarakat tidak hanya diajak untuk memahami ajaran agama, tetapi juga diajarkan bagaimana menyelesaikan masalah secara bijak dan damai, tanpa harus mempertajam perbedaan. Dampak positif dari penerapan metode ini sangat terasa dalam kehidupan Nilai-nilai toleransi, kerja sama, dan kepedulian sosial menjadi semakin Ketegangan antar kelompok dapat diminimalisir, dan suasana harmonis tetap terjaga meskipun perbedaan tetap ada. Diskusi yang dilakukan secara terbuka dan adil membuka jalan bagi masyarakat untuk mencerminkan keadilan dan kebersamaan. Dengan demikian, metode dakwah berbasis dialog seperti ini tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga berperan sebagai perekat sosial dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang rukun dan KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan dakwah di wilayah multikultural seperti Kelurahan Pampang sangat bergantung pada pendekatan metode dakwah yang kontekstual, humanis, dan kolaboratif. Tiga metode utama yang digunakan yaitu Bi Al-hikmah . Mauizatul Hasanah, dan Mujadalah Billati Hiya Ahsan terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan perubahan sikap, memperkuat nilai-nilai keagamaan, dan membangun harmoni sosial. Metode Bi Al-hikmah menyampaikan dakwah, yang tercermin dalam penghormatan terhadap keberagaman budaya dan agama, serta keterlibatan aktif pemerintah dan kolaborasi antar organisasi dalam mendukung kegiatan dakwah. Pendekatan ini menciptakan ruang toleransi, penghargaan terhadap pluralisme, dan memperkuat sinergi antar elemen masyarakat. Metode Mauizatul Hasanah berhasil membentuk karakter masyarakat, khususnya generasi muda, melalui nasehat yang lembut dan pengajaran yang bersifat membangun. Dakwah tidak dilakukan secara memaksa, tetapi melalui keteladanan dan komunikasi empatik yang efektif, sehingga mampu menyentuh aspek moral dan spiritual individu secara mendalam. Metode Mujadalah Billati Hiya Ahsan sangat efektif dalam masyarakat yang heterogen karena menggunakan pendekatan dialogis, personal, dan diskusi terbuka. Pendakwah membangun hubungan personal dengan madAou, dan membuka ruang dialog yang konstruktif, adil, dan saling menghargai. Pendekatan ini mampu mengatasi konflik dan mendorong partisipasi aktif dalam menjaga kerukunan antar kelompok masyarakat. DAFTAR PUSTAKA